Anda di halaman 1dari 7

KERANGKA PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN

Nomor :
Revisi Ke :
Berlaku Tgl :

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

DINAS KESEHATAN

UPT PUSKESMAS CIPONDOH

Jalan KH. Hasyim Ashari No 1 Kec. Cipondoh


I. PENDAHULUAN

Keselamatan (safety) telah menjadi isu global termasuk untuk puskesmas.


Kegiatan safety pasien di Puskesmas Cipondoh mengacu pada standar
keselamatan rumah sakit yang tertera Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia no. 1691/MENKES/PER/VII/2011 tentang Keselamatan Pasien rumah
sakit. Pelaksanaan “Patient safety” meliputi :

SASARAN I    :  KETEPATAN IDENTIFIKASI PASIEN


Standar SKP I Rumah sakit mengembangkan pendekatan untuk memperbaiki/
meningkatkan ketelitian identifikasi pasien

Elemen Penilaian Sasaran I :


1. Pasien diidentifikasi menggunakan dua identitas pasien, tidak boleh
menggunakan nomor kamar atau lokasi pasien.
2. Pasien diidentifikasi sebelum pemberian obat, darah atau produk darah.
3. Pasien diidentifikasi sebelum mengambil darah dan spesimen lain untuk
pemeriksaan klinis.
4. Pasien diidentifikasi sebelum pemberian pengobatan dan tindakan/prosedur.

SASARAN II   :  PENINGKATAN KOMUNIKASI EFEKTIF


Standar SKP II Rumah sakit mengembangkan pendekatan untuk meningkatkan
efektifitas komunikasi antar para pemberi pelayanan

Elemen Penilaian Sasaran II :


1. Perintah lengkap secara lisan dan yang melalui telepon atau hasil
pemeriksaan dituliskan secara lengkap oleh penerima perintah.
2. Perintah lengkap secara lisan dan yang melalui telepon atau hasil
pemeriksaan dibacakan secara lengkap oleh penerima perintah.
3. Perintah atau hasil pemeriksaan dikonfirmasi oleh pemberi perintah atau yang
menyampaikan hasil pemeriksaan.
4. Kebijakan dan prosedur mengarahkan pelaksanaan verifikasi keakuratan
komunikasi lisan atau melalui telepon secara konsisten.

SASARAN III  :  PENINGKATAN KEAMANAN OBAT YANG PERLU


DIWASPADAI (HIGH ALERT)
Standar SKP III Rumah sakit mengembangkan suatu pendekatan untuk
memperbaiki keamanan obat-obat yang perlu diwaspadai (high alert)

Elemen Penilaian Sasaran III :


1. Kebijakan dan atau prosedur dikembangkan agar memuat proses identifikasi,
menetapkan lokasi, pemberian label dan penyimpanan elektrolit konsentrat.
2. Implementasi kebijakan dan prosedur.
3. Elektrolit konsentrat tidak berada di unit pelayanan pasien kecuali jika
dibutuhkan secara klinis dan tindakan diambil untuk mencegah pemberian yang
kurang hati-hati di area tersebut sesuai kebijakan.

SASARAN IV  : KEPASTIAN TEPAT-LOKASI, TEPAT-PROSEDUR, TEPAT-


PASIEN OPERASI
Standar SKP IV Rumah sakit mengembangkan suatu pendekatan untuk memastikan
tepat-lokasi, tepat-prosedur dan tepat-pasien.

Elemen Penilaian Sasaran IV :


1. Rumah sakit menggunakan suatu tanda yang jelas dan dimengerti untuk
identifikasi lokasi operasi dan melibatkan pasien didalam proses penandaan.
2. Rumah sakit menggunakan suatu cheklist atau proses lain untuk
memverifikasi saat pre operasi tepat-lokasi, tepat-prosedur, dan tepat-pasien dan
semua dokumen serta peralatan yang diperlukan tersedia, tepat dan fungsional.
3. Tim operasi yang lengkap menerapkan dan mencatat prosedur sebelum
"incisi/time out"tepat sebelum dimulainya suatu prosedur tindakan pembedahan.
4. Kebijakan dan prosedur dikembangkan untuk mendukung suatu proses yang
seragam untuk memastikan tepat lokasi, tepat-prosedur, dan tepat-pasien, termasuk
prosedur medis dan dental yang dilaksanakan di luar kamar operasi.

SASARAN V   : PENGURANGAN RESIKO INFEKSI TERKAIT PELAYANAN


KESEHATAN
Standar SKP V Rumah sakit mengembangkan suatu pendekatan untuk mengurangi
resiko infeksi yang terkait pelayanan kesehatan. 

Elemen Penilaian SasaranV :


1. Rumah sakit mengadopsi atau mengadaptasi pedoman hand hygiene terbaru
yang diterbitkan dan sudah diterima secara umum (a.l dari WHO Guidelines on
Patient Safety.
2. Rumah sakit menerapkan program hand hygiene yang efektif.
3. Kebijakan dan atau prosedur dikembangkan untuk mengarahkan
pengurangan secara berkelanjutan resiko dari infeksi yang terkait pelayanan
kesehatan.

SASARAN VI  : PENGURANGAN RESIKO PASIEN JATUH


Standar SKP VI Rumah sakit mengembangkan suatu pendekatan untuk mengurangi
resiko pasien dari cidera karena jatuh.

Elemen Penilaian Sasaran VI :


1. Rumah sakit menerapkan proses asesmen awal atas pasien terhadap resiko
jatuh dan melakukan asesmen ulang bila pasien diindikasikan terjadi perubahan
kondisi atau pengobatan dan lain-lain.
2. Langkah-langkah diterapkan untuk mengurangi resiko jatuh bagi mereka yang
pada hasil asesmen dianggap beresiko jatuh.
3. Langkah-langkah dimonitor hasilnya, baik keberhasilan, pengurangan cedera
akibat jatuh dan dampak dari kejadian yang tidak diharapkan.
4. Kebijakan dan atau prosedur dikembangkan untuk mengarahkan
pengurangan berkelanjutan resiko pasien cedera akibat jatuh di rumah sakit.

II. LATAR BELAKANG

Pelayanan kesehatan pada dasarnya adalah untuk menyelamatkan pasien,


akan tetapi hampir setiap tindakan medis menyimpan potensi resiko. Banyaknya
jenis obat, jenis pemeriksaan dan prosedur, serta jumlah pasien dan staf puskesmas
yang cukup besar, meupakan hal yang potensial bagi terjadinya kesalahan medis
dengan semakin berkembangnya ilmu dan teknologi pelayanan kesehatan
khususnya berpotensi terjadinya KTD, KPC, KNC, dan pasien jatuh, hal ini sesuai
dengan temuan pada tahun 2000 Institute of Medicine di Amerika Serikat
menerbitkan laporan yang mengagetkan banyak pihak : “TO ERR ISHUMAN”,
Building a Safer Health System. Laporan itu mengemukakan penelitian di rumah
sakit di Utah Dan Colorado serta New York. Di Utah Dan Colorado ditemukan KTD
( Adverse Event) sebesar 2,9%, dimana 6,6% diantaranya meninggal. Sedangkan di
New York KTD adalah sebesar 3,7% dengan angka kematian 13,6%. Angka
kematian akibat KTD pada pasien rawat inap di seluruh amerika yang berjumlah
33,6 juta pertahun.

III. TUJUAN

1. Terciptanya budaya keselamatan pasien di puskesmas


2. Meningkatnya akuntabilitas puskesmas terhadap pasien dan
masyarakat
3. Menurunnya KTD, KPC, KNC, dan pasien jatuh di puskesmas
cipondoh
4. Terlaksananya program-program pencegahan sehingga tidak terjadi
pengulangan KTD
5. Terlaksananya kegiatan audit medis

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


1. Pemberian Informasi pada pasien dan keluarganya. Tentang hak dan
kewajiban pasien.
2. Sosialisasi dan penyegaran bagi staf Puskesmas Cipondoh mengenai
KTD, KPC, KNC, dan pasien jatuh.
3. Membentuk tim evaluasi KTD, KPC, KNC, dan pasien jatuh.
4. Pelaporan
5. Dokumentasi
6. Monitoring dan Evaluasi

V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN

1. Membuat spanduk mengenai hak dan kewajiban pasien di pasang di


ruang pendaftaran agar semua bisa membacanya
2. Sosialisasi cuci tangan yang benar dan sampah medis bagi tenaga non
medis dan paramedic
- Membuat petunjuk cara cuci tangan yang benar di setiap bagian
- Sosialisasi mengenai KTD, KPC, KNC, dan pasien jatuh
- Refreshing ilmu mengenai sterilisasi
- Refreshing ilmu untuk penulisan resep yang benar
- Sosialisasi mengenai KTD, KPC, KNC, dan pasien jatuh pada
pegawai baru oleh tiap bagian masing-masing

3. Pembentukan Tim evaluasi (belum ada)

4. Dokumentasi

VI. JADWAL PELAKSANAAN

Kegiatan 2018
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Sosialisasi cuci 
tangan yang benar
dan sampah medis
bagi tenaga non
medis dan
paramedis
Membuat petunjuk 
cara cuci tangan
yang benar di
setiap bagian
Sosialisasi 
mengenai KTD,
KPC, KNC, dan
pasien jatuh
Refreshing ilmu 
untuk penulisan
resep yang benar
Pembentukan Tim 
evaliasi
Pengadaan lemari 
obat apotik
Pelebaran ruang 
tunggu pendaftaran
Pemindahan ruang 
UGD
Pemindahan ruang 
KIA
Perubahan pintu 
masuk puskesmas
Pemindahan pintu 
masuk utama
Puskesmas (dari
arah jalan)
Pengadaan kotak 
kepuasan
pelanggan
Pemasangan CCTV 
Pemasangan lampu 
tembak di pintu
pagar masuk
puskesmas
Penyedian kursi 
Prioritas
Melaporkan KTD,            
KPC, KNC dan
pasien jatuh
Dokumentasi            
Monitoring dan            
evaluasi

VII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

Evaluasi dilakukan oleh pemegang Kepala Puskesmas. Evaluasi dilakukan


stiap ada kejadian.
Tangerang, Januari 2018

Kepala Puskesmas Cipondoh Ketua Keselamatan Pasien

Dr.H.Amir Ali dr. Rina Farida Ariyani


NIP.197605092006041012 NIP. 196412161990112001

Anda mungkin juga menyukai