Anda di halaman 1dari 4

KARANGKA PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN

Nomor : 012/KAK/PKM-CIP
Revisi Ke :
Berlaku Tgl : 05 JANUARI 2016

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

DINAS KESEHATAN

UPT PUSKESMAS CIPONDOH

Jalan KH. Hasyim Ashari No 1 Kec. Cipondoh


I. pendahuluan

Keselamatan (safety) telah menjadi isu global termasuk untuk puskesmas.


Kegiatan safety pasien di puskesmas cipondoh mengacu pada standar
keselamatan rumah sakit yang tertera pada buku panduan nasional keselamatan pasien
rumah sakit. Pelaksanaan “Patient safety” meliputi

1. Sembilan solusi keselamatan pasien di Rumah sakit (WHO Collaborating Centre for
Patient Safety, 2 May 2007), yaitu:

1) Perhatikan nama obat, rupa dan ucapan mirip (look-alike, sound-alike medication
names)
2) Pastikan identifikasi pasien
3) Kominakasi secara benar saat serah terima pasien
4) Pastikan tindakan yang benar pada sisi tubuh yang benar
5) Kendalikan cairan eliktrolit pekat
6) Pastikan akurasi pemberian obat pada pengalihan pelayanan
7) Hindari salah kateter dan salah sambung siang
8) Gunakan alat injeksi sekali pakai
9) Tingkatkan kebersihantangan untuk pencegahan infeksi nosokomial

2. Tujuh Standar Keselamatan Pasien (Mengacu Pada “Hospital Patient Safety


Standars” yang di keluarkan oleh Joint Commision On Accreditation Of Health
Organizations, illinois, USA, tahun 2002), yaitu meliputi :

1. Hak pasien
2. Mendidik pasien dan keluarga
3. Keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan
4. Penggunaan metoda-metoda peningkatan kinerja untuk melakukan evaluasi dan
program peningkatan keselamatan pasien.
5. Peran kepemimpinan dalam meningkatkan keselamatan pasien
6. Mendidik staf tentang keselamatan pasien
7. Komunikasi merupakan kunci bagi staf tentang keselamatan pasien.

Puskesmas Cipondoh menerapkan Sembilan solusi keselamatan pasien di rumah


sakit dan tujuh standar keselamatan pasien dan mengimpletasiakannya sesuai
dengan kebutuhan puskesmas.

II. LATAR BELAKANG

Pelayanan kesehatan pada dasarnya adalah untuk menyelamatkan pasien, akan


tetapi hampir setiap tindakan medis menyimpan potensi resiko. Banyaknya jenis obat, jenis
pemeriksaan dan prosedur, serta jumlah pasien dan staf puskesmas yang cukup besar,
meupakan hal yang potensial bagi terjadinya kesalahan medis dengan semakin
berkembangnya ilmu dan teknologi pelayanan kesehatan khususnya berpotensi terjadinya
KTD, KPC, KNC, dan pasien jatuh, hal ini sesuai dengan temuan pada tahun 2000 Institute
of Medicine di Amerika Serikat menerbitkan laporan yang mengagetkan banyak pihak : “TO
ERR ISHUMAN”, Building a Safer Health System. Laporan itu mengemukakan penelitian di
rumah sakit di Utah Dan Colorado serta New York. Di Utah Dan Colorado ditemukan KTD
( Adverse Event) sebesar 2,9%, dimana 6,6% diantaranya meninggal. Sedangkan di New
York KTD adalah sebesar 3,7% dengan angka kematian 13,6%. Angka kematian akibat KTD
pada pasien rawat inap di seluruh amerika yang berjumlah 33,6 juta pertahun.

III. TUJUAN

1. Terciptanya budaya keselamatan pasien di puskesmas


2. Meningkatnya akuntabilitas puskesmas terhadap pasien dan masyarakat
3. Menurunnya KTD, KPC, KNC, dan pasien jatuh di puskesmas cipondoh
4. Terlaksananya program-program pencegahan sehingga tidak terjadi
pengulangan KTD
5. Terlaksananya kegiatan audit medis

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

1. Pemberian Informasi pada pasien dan keluarganya. Tentang hak dan


kewajiban pasien.
2. Sosialisasi dan penyegaran bagi staf Puskesmas Cipondoh mengenai KTD,
KPC, KNC, dan pasien jatuh.
3. Pembuatan Standar Prosedur Operasional (SOP) berhubungan dengan KTD,
KPC, KNC, dan pasien jatuh.
4. Membentuk tim evaluasi KTD, KPC, KNC, dan pasien jatuh.
5. Pelaporan
6. Dokumentasi
7. Monitoring dan Evaluasi

V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN

1. Membuat spanduk mengenai hak dan kewajiban pasien di pasang di ruang


pendaftaran agar semua bisa membacanya
2. Sosialisasi cuci tangan yang benar dan sampah medis bagi tenaga non medis
dan paramedic
- Membuat petunjuk cara cuci tangan yang benar di setiap bagian
- Sosialisasi mengenai KTD, KPC, KNC, dan pasien jatuh
- Refreshing ilmu mengenai sterilisasi
- Refreshing ilmu untuk penulisan resep yang benar
- Sosialisasi mengenai KTD, KPC, KNC, dan pasien jatuh pada pegawai
baru oleh tiap bagian masing-masing

3. Membantu SOP yang berhubungan dengan KTD, KPC, KNC

a. SOP Penanganan bencana (muhasan)


b. SOP KIPI
c. SOP Monitoring efek samping obat
d. SOP prosedur dan evaluasi kinerja
e. SOP Persetujuan tindakan kedokteran

4. Pembentukan Tim evaluasi (belum ada)


5. Dokumentasi

VI. JADWAL PELAKSANAAN

Kegiatan Tahu Tahu


n n
2015 2016
7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6
Membuat spanduk 
mengenai hak dan
kewajiban pasien
Sosialisasi cuci tangan 
yang benar dan sampah
medis bagi tenaga non
medis dan paramedis
Membuat petunjuk cara 
cuci tangan yang benar
di setiap bagian
Sosialisasi mengenai 
KTD, KPC, KNC, dan
pasien jatuh
Refreshing ilmu untuk 
penulisan resep yang
benar
Membuat SOP baru 
yang berhubungan
dengan KTD, KPC, KNC,
dan pasien jatuh
Pembentukan Tim
evaliasi
Melaporkan KTD, KPC, 
KNC dan pasien jatuh
Dokumentasi 
Monitoring dan 
evaluasi

VII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

Evaluasi dilakukan oleh pemegang Kepala Puskesmas. Evaluasi dilakukan stiap ada kejadian
dan berkala menurut kebijakan kepala puskesmas yaitu 3 bulan 1 kali.

Anda mungkin juga menyukai