Anda di halaman 1dari 3

PENYUSUNAN INDIKATOR KLINIS DAN

INDIKATOR PERILAKU PEMBERI LAYANAN


KLINIS DAN PENILAIANNYA

Nomor : UPTD
Dokumen
SOP No.Revisi :
Tgl.Terbit : 23 Pebruari 2016
Halaman :3

Ditetapkan Kepala UPT dr.H.Amir Ali


Puskesmas NIP. 197605092006041012
CIPONDOH

Penyusunan indikator klinis adalah kegiatan yang dilakukan untuk


1. Pengertian
menyusun kriteria penilaian layanan klinis guna menunjang mutu
layanan klinis,penyusunan indikator perilaku pemberi layanan klinis
adalah kegiatan yang dilakukan untuk menentukan kriteria
penilaian perilaku pemberi layanan klinis dalam memberian asuhan
klinis.
Untuk meningkatkan mutu layanan klinis
2. Tujuan
SK Kepala Puskesmas Cipondoh No 440/025/SK-CPD/PKM/216
3. Kebijakan
Tentang Penyusunan Indikator Klinis Dan Indikator Perilaku
Pemberi Layanan Klinis Dan Penilaiannya.

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009


4. Referensi
tentang Kesehatan (Lembaga Negara Republik Indonesia Nomor
5063)
2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 tahun 2012
tentang Sistem Kesehatan Nasional
3. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor
HK.02.02/Menkes/148/2010 izin dan penyelenggaraan praktik
perawat
4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1464 tahun 2010 tentang
izin dan penyelenggaraan praktek bidan
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 5
Tahun 2014 tentang Panduan Praktis Klinis bagi Dokter di Fasilitas
Pelayanan Kesehatan Primer
6. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75
Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat
7. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 46
Tahun 2015 Tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik Pertama,
Tempat Praktik Mandiri Dokter, Dan Tempat Praktik Mandiri Dokter
Gigi

5. Langkah-
1. Tim mutu Puskesmas membuat rencana pertemuan untuk
langkah
Prosedur menyusun Indikator klinis dan indikator perilaku pemberi
layanan klinis serta penilaiannya.
2. Tim mutu puskesmas mengundang semua tenaga klinis meliputi
dokter, perawat, dan bidan untuk bersama-sama menghadiri
pertemuan dalam pembahasan penyusunan indikator klinis dan
indikator perilaku pemberi layanan klinis beserta penilaiannya.
3. Tim mutu puskesmas dan semua tenaga klinis menghadiri
pertemuan penyusunan Indikator klinis dan indikator perilaku
pemberi layanan klinis beserta penilaiannya.
4. Ketua tim mutu puskesmas memimpin pertemuan.
5. Anggota pertemuan mengidentifikasi indikator yang akan
digunakan dalam menilai layanan klinis dan perilaku pemberi
layanan klinis.
6. Angota pertemuan menetapkan indikator klinis dan indikator
perilaku pemberi layanan klinis.
7. Anggota pertemuan menentukan cara dalam menilai indikator
yang sudah ditentukan tersebut.
8. Anggota pertemuan menentukan target dari masing-masing
indikator yang sudah ditentukan tersebut

9. Anggota pertemuan menentukan waktu penilaian terhadap


Indikator yang sudah ditetapkan tersebut, yaitu tiap 6 bulan.
10. Sekretaris tim mutu Puskesmas mendokumentasikan hasil
pembahasan penyusunan indikator klinis dan indikator perilaku
pemberi layanan klinis.
11. Semua petugas Klinis melakukan layanan dengan menerapkan
Indikator klinis dan Indikator perilaku pemberi layanan klinis
yang sudah ditentukan.

6. Unit terkait Semua Unit

Anda mungkin juga menyukai