Anda di halaman 1dari 29

Telaah Jurnal

THE RELATIONSHIP OF BULLYING AND PHYSICAL VIOLENCE


TO MENTAL HEALTH AND ACADEMIC PERFORMANCE:
A CROSS-SECTIONAL STUDY AMONG
ADOLESCENTS IN SAUDI ARABIA

Disusun Oleh:
Dokter Muda Stase Bagian Ilmu Psikiatri
Periode 2 Juni – 18 Juni 2020

Afifah Salshabila Radiandina, S.Ked 04054822022200


Andriani Dwi Puspitasari, S.Ked 04084821921010
Debby Ariansyah, S.ked 04054822022067

Pembimbing:
dr. RA Mulya Liansari, Sp.KJ

BAGIAN ILMU PSIKIATRI


RUMAH SAKIT ERNALDI BAHAR PALEMBANG
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas karunia-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan telaah jurnal yang berjudul “The relationship of bullying and physical
violence to mental health and academic performance: A cross-sectional study among
adolescents in Saudi Arabia”. Telaah jurnal ini merupakan salah satu syarat
Kepaniteraan Klinik di Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa Rumah Sakit Ernaldi Bahar
Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Penulis mengucapkan terima kasih kepada dr. RA Mulya Liansari, Sp.KJ selaku
pembimbing yang telah memberikan bimbingan selama penulisan dan penyusunan
telaah jurnal ini.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan telaah jurnal ini.
Oleh karena itu, kritik dan saran dari berbagai pihak sangat penulis harapkan. Semoga
telaah jurnal ini dapat memberi manfaat bagi pembaca.

Palembang, Juni 2020

Penulis
DAFTAR SINGKATAN

CI : Confidence interval
KSA : Kingdom of Saudi Arabia
OR : Odds ratio
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.....................................................................................................i
KATA PENGANTAR...................................................................................................ii
DAFTAR SIINGKATAN.............................................................................................iii
DAFTAR ISI..................................................................................................................iv
BAB I TELAAH JURNAL...........................................................................................1
BAB II TELAAH KRITIS...........................................................................................9
LAMPIRAN JURNAL.................................................................................................13
BAB I
TELAAH JURNAL

Judul
The relationship of bullying and physical violence to mental health and academic
performance: A cross-sectional study among adolescents in Saudi Arabia

Penulis
Fadia AlBuhairan, Oraynab Abou Abbas, Donna El Sayed, Motasim Badri,
Sulieman Alshahri, Nanne de Vries

Penerbit
International Journal of Pediatrics and Adolescent Medicine
Tahun Terbit Jurnal
2017
1.1. Population/Problem/Patient
Populasi dalam penelitian ini adalah remaja yang menjalani pendidikan pada
tingkat setara sekolah menengah pertama (Intermediate School) dan sekolah
menengah atas (Secondary School) di Kerajaan Saudi Arabia (KSA) yang mengikuti
survey nasional pada tahun 2011-2012.

1.2. Intervention
Tidak ada intervensi yang dilakukan pada penelitian ini. Penelitian ini
merupakan sebuah studi observasional dengan desain penelitian cross sectional
dimana pengambilan data menggunakan data sekunder dari Survey Nasional yang
telah dilakukan pada 2011-2012.

1
1.3. Comparison
Tidak ada perbandingan pada penelitian ini karena penelitian ini bukan studi
komparasi. Pada penelitian ini digali hubungan/asosiasi antara perundungan dan
kekerasan fisik terhadap performa akademik dan kesehatan mental.

1.4. Outcome
Dari 9073 data siswa yang ada, partisipan pada penelitian ini memiliki rerata
usia 15,80 ± 1,842 tahun. Mayoritas partisipan berasal dari Saudi Arabia (86,7%),
sedikit lebih banyak laki-laki (53,6%) dan duduk dibangku Sekolah Menengah Atas
(Secondary School). Hasil menunjukkan 26% siswa melaporkan paparan terhadap
perundungan dalam 30 hari terakhir dan 1 dari 3 siswa melaporkan paparan kekerasan
fisik di sekolah dalam satu tahun terakhir. Laki-laki dan remaja yang lebih tua lebih
mungkin terekspos perundungan. Eksposur terhadap kekerasan fisik dan perundungan
keduanya dikaitkan dengan peluang lebih tinggi memiliki gejala depresi dan
kecemasan yang lebih sering. Mereka yang terkena kekerasan fisik bermungkinan
lebih tinggi mempunyai kinerja akademik yang buruk.

2
BAB II
TELAAH KRITIS

2.1 Penulisan
Judul
Pada judul dari penelitian ini dapat ditelaah bahwa judul penelitian ini sudah
jelas yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paparan bullying dan
kekerasan fisik pada kesehatan mental remaja dan kinerja akademik di antara
remaja di Arab Saudi, secara umum judul memuat isi keseluruhan jurnal dan dapat
mewakilkan isi jurnal, namum judul dari penelitian ini kurang spesifik karena tidak
mencantumkan keterangan waktu (bulan dan tahun) dilakukannya penelitian.

Nama Penulis
Informasi mengenai penulis pada jurnal ini sudah jelas karena mencantumkan
nama, institut asal penulis, dan bidang para penulis yang mengerjakan penelitian ini,
selain itu dicantumkan alamat surel untuk menjangkau semua menulis yang
berkontribusi pada penelitian ini.

Pendahuluan
Didalam pendahuluan sudah dijelaskan secara detail tujuan dari penulisan jurnal
ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara paparan bullying dan kekerasan fisik
pada kesehatan mental remaja dan kinerja akademik di antara remaja. Dijelaskan
pula konteks beban pada penelitian ini mengacu pada bullying, kekerasan fisik di
sekolah, gejala kesehatan mental, kinerja akademik, dan sosial-demografi.
Jurnal ini juga telah memiliki dasar yang jelas kenapa penelitian ini perlu
diangkat dikarenakan bullying merupakan hal yang mengubah hidup secara drastis

3
dan mempengaruhi lebih dari sepertiga remaja di sekolah-sekolah secara global,
demikian juga, kekerasan fisik yang dapat mempengaruhi integritas korban,
hubungan sosial dan kemampuan integrasi sosial. Kekerasan fisik juga dapat
memicu perilaku kekerasan di antara para korban yang dapat diarahkan ke teman
sebaya bahkan guru. Di Kerajaan Arab Saudi (KSA), sampel remaja representatif
nasional pertama baru-baru ini dilaporkan memiliki prevalensi 25,0% bullying dan
20,8% kekerasan fisik di sekolah. Perhatian perlu diberikan pada keseriusan dan
dampak potensial yang ditimbulkan bullying terhadap kesehatan dan prestasi
akademik remaja.

Metode
Studi observasional analitik pada penelitian ini menggunakan desain penelitian
cross sectional. Jenis penelitian sudah sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
Sampel penelitian dipilih menggunakan proportionate sampling dan complex,
multi-stage,stratified, cluster random sampling dari populasi siswa menengah
pertama (kelas 7-9) dan menengah atas (10-12) dari berbagai region di KSA.
Penelitian menggunakan data sekunder hasil survey nasional Jeeluna yang diambil
dari self-questionnaire tahun 2011-2012. Data tersebut meliputi status
sosiodemografi, riwayat perundungan 30 hari terakhir, riwayat kekerasan fisik di
sekolah satu tahun terakhir, keberadaan gejala depresi dan/atau ansietas, serta
laporan hasil akademik partisipan. Metode analisis statistik yang dilakukan adalah
analisis bivariat menggunakan chi-square untuk menghitung p-values dan OR dan
analisis multivariat menggunakan model regresi logistik.

Hasil
Sebanyak 9073 siswa menjawab pertanyaan mengenai bullying dan kekerasan
fisik. Mayoritas berasal dari Arab Saudi (86,7%). Siswa dalam sampel hampir

4
merata di antara sekolah menengah pertama (49,1%) dan sekolah menengah atas
(50,9%). Usia rata-rata siswa adalah 15,80 ± 1,842 tahun. Dua puluh enam persen
remaja melaporkan paparan bullying dalam 30 hari sebelumnya. Prevalensi untuk
kekerasan fisik di sekolah adalah 33,3%, dengan 21,2% melaporkan menjadi korban
(diintimidasi) dan 24,3% menjadi pelaku (pelaku intimidasi). Sebanyak 12,3%
siswa adalah korban sekaligus pelaku kekerasan fisik, dan 11,5% melaporkan
terlibat dengan bullying dan kekerasan fisik pada saat yang sama. Mayoritas siswa
(95,2%) melaporkan memiliki kinerja akademik di atas rata-rata pada semester
sebelumnya. Di antara sampel, 53,2% dan 36,4% siswa melaporkan memiliki
perasaan kesedihan / keputusasaan yang berlebihan atau kekhawatiran / kecemasan.
Paparan bullying lebih umum di antara laki-laki dan remaja yang lebih tua,
sedangkan kekerasan fisik lebih umum di antara laki-laki dan remaja yang lebih
muda (p <0,001). Paparan bullying atau kekerasan fisik lebih sering terjadi pada
remaja dengan penyakit kronis (p <0,001). Paparan bullying, tetapi bukan kekerasan
fisik, secara signifikan terkait dengan ketidakhadiran di sekolah. Tingkat pendidikan
ibu dikaitkan dengan bullying dan kekerasan fisik; remaja yang ibunya telah
menyelesaikan pendidikan lebih tinggi lebih sering bullying atau kekerasan fisik.
Pendidikan ayah yang lebih tinggi hanya berhubungan positif dengan paparan
remaja terhadap bullying. Hubungan remaja yang buruk dengan ibu atau ayahnya
sangat terkait dengan paparan bullying.
Bullying secara signifikan dikaitkan dengan kinerja akademis yang buruk (p
<1-4 0,012) dan masalah kesehatan mental (depresi dan / atau kecemasan) (p
<0,001). Ketika menyesuaikan usia dan jenis kelamin, hasil menunjukkan bahwa
siswa yang diintimidasi adalah 20% (OR: 0,81, 95% CI: 0,653-1,011%) lebih kecil
kemungkinannya untuk memiliki kinerja akademik yang paling tidak hasilnya ‘rata-
rata’. Pelajar yang menjadi korban bullying masing-masing memiliki 2,66 (95% CI:

5
2,399-2,959) dan 2,89 (95% CI: 2,699-3,309), masing-masing kemungkinan lebih
besar menderita depresi dan gejala kecemasan.
Siswa yang mengalami bullying memiliki risiko 3,44 kali lebih tinggi
mengalami masalah kesehatan mental dibandingkan dengan siswa yang tidak
mengalami bullying (95% CI: 3,063e3,865). Untuk kekerasan fisik dalam satu tahun
terakhir, setelah disesuaikan dengan usia dan jenis kelamin, siswa yang terlibat dalam
kekerasan sekitar 50% lebih kecil kemungkinannya untuk memiliki kinerja akademik
'rata-rata' atau 'di atas rata-rata' dibandingkan dengan mereka yang tidak terlibat
dalam kekerasan fisik (95% CI 0,436-0,667).

Tabel
Penyajian tabel pada penelitian ini sudah sesuai, lengkap, dan menggambarkan
hasil penelitian dengan jelas.

Diskusi
Pada diskusi penelitian ini telah dijelaskan dengan baik pembahasan hasil
temuan mereka menjelaskan data-data penelitian lain yang mendukung hasil
penelitian berupa hasil dari data-data variabel yang ada yaitu bullying, kekerasan fisik
di sekolah, gejala kesehatan mental, kinerja akademik, dan sosial-demografi lalu
menghubungkannya. Penelitian ini diawasi oleh peneleti terlatih dari Global
School-based Health Survey dan berdasarkan studi nasional yang ada yaitu
Jeeluna. Setelah itu, hasil pengambilan data penelitian di analisis dan di setujui oleh
Ethical Review Committee at the King Abdullah International Medical Research
Center.
Pada diskusi juga dijelaskan bahwa peningkatan risiko masalah kesehatan
mental dengan paparan bullying telah ditemukan di seluruh dunia dan tidak

6
mengherankan bahwa peneliti memiliki temuan serupa, namun, ini adalah
dokumentasi pertama dari temuan tersebut di KSA.

Kesimpulan
Kesimpulan pada penelitian ini menjawab tujuan penelitian mengenai hubungan
antara paparan bullying dan kekerasan fisik pada kesehatan mental remaja dan kinerja
akademik di antara remaja. Bahwa bullying dan kekerasan fisik adalah masalah
kesehatan masyarakat yang serius dan utama yang memiliki dampak negatif,
berhubungan negatif dengan kesejahteraan remaja dan membutuhkan perhatian
khusus di tingkat keluarga, sekolah, dan masyarakat. Kebijakan dan intervensi
nasional sangat dibutuhkan dengan program kesadaran bersamaan yang menjangkau
semua lapisan masyarakat. Penekanan perlu diletakkan pada hubungan yang serius
dengan kinerja akademis yang buruk dan kesehatan mental dan pentingnya
membangun dan memperkuat hubungan anak-orang tua yang positif.

Daftar Pustaka
Daftar pustaka sudah dicantumkan dengan jelas dan lengkap (pengarang, judul,
tahun, nomor jurnal dan halaman, penerbit/publikasi).

Penelitian di Indonesia
Dari penelitian yang dilakukan Faizah dan Amna pada tahun 2017, di Provinsi
Aceh pada tahun 2013-2015 adanya peningkatan kasus bullying, dimana kasus
bullying meningkat dua kali lipat dari 6 kasus meningkat menjadi 12 kasus. Penelitian
ini juga menyebutkan bahwa menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang negatif
dan signifikan antara bullying dengan kesehatan mental. Dengan demikian, semakin
rendah intensitas bullying maka semakin tinggi kesehatan mental pada remaja, begitu
juga sebaliknya semakin tinggi intensitas bullying maka akan semakin rendah

7
kesehatan mental pada remaja. Permasalahan dalam kesehatan mental seperti
memiliki tingkat depresi dan tekanan psikologis yang tinggi, mengalami gangguan
kecemasan, dan memiliki banyak permasalahan sosial, cenderung memiliki
kepribadian antisosial
Namun ada perbedaan dari hasil korelasi pada penelitian ini, dimana secara
empiris, hipotesis dalam penelitian ini telah terbukti, akan tetapi memiliki tingkat
hubungan yang sangat rendah dimana nilai koefisien korelasi antara bullying dengan
kesehatan mental yaitu (r) = -0,157. Nilai korelasi tersebut dapat diartikan bahwa
terdapat 15 % kaitan bullying terhadap kesehatan mental remaja di Banda Aceh,
sementara sebesar 85% lainnya ditentukan oleh hal lain diantaranya pengalaman,
lingkungan sosial, budaya tempat individu tinggal, dan teman sebaya.

8
2.2 Isi
VALIDITY
Recruitment
 Apakah semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi
sampel?
Ya, populasi pada penelitian ini siswa tingkat menengah pertama dan menengah
atas di KSA untuk sampel yang dipilih dengan metode proportionate sampling,
complex, multi-stage,stratified, cluster random sampling yang artinyatiap cluster memiliki
kesempatan yang sama untuk terpilih sedangkan individu dalam cluster juga memiliki
kesempatan yang sama karena jumlah sampel diproposionalkan terhadap besaran jumlah
individu tiap clusternya.

Adjustment atau Allocation


 Apa yang dilakukan supaya populasi “homogen”?
Pada penelitian ini, pemilihan sampel populasi tidak dilakukan dengan simple
random sampling melainkan melalui teknik proporsional siswa dan sampel penelitian
dipilih menggunakan proportionate sampling dan complex, multi-stage,stratified, cluster
random sampling remaja dari berbagai daerah di seluruh negeri berpartisipasi pada
survey nasional, pembentukkan cluster ini dapat mengurangi dampat variasi yang
sangat besar akibat perbedaan faktor sosiodemografinya.

Maintenance
 Apakah statusnya dipertahankan tetap sama atau dibiarkan saja?
Dipertahankan tetap sama. Dalam penelitian ini, semua sampel penelitian
diperlakukan sama. Dibiarkan saja. Dalam penelitian ini, tidak dilakukan intervensi,
metode penelitian dilakukan secara potong lintang yang artinya pengambilan data
hanya dilakukan satu kali pada satu waktu itu, tidak ada upaya dari peneliti untuk

9
mengubah keadaan dari saat sampel terpilih sampai dengan selesai dilakukan
pengambilan data
Pengisian quesioner dilakukan disekolah. Data bullying yang diambil mengacu pada
bentuk-bentuk bullying verbal/emosional yang dilaporkan selama 30 hari
sebelumnya (ya/tidak), dan kekerasan fisik merujuk pada paparan yang dilaporkan
terhadap bentuk fisik intimidasi selama 12 bulan sebelumnya (ya/tidak). Kesehatan
mental dinilai oleh laporan remaja tentang depresi dan/atau gejala kecemasan.
Depresi dinilai berdasarkan tanggapan terhadap pertanyaan berikut: “Selama 12
bulan terakhir, seberapa sering Anda merasa sangat sedih atau putus asa, setiap hari
selama 2 minggu atau lebih sampai pada keadaan anda berhenti melakukan kegiatan
yang biasa Anda lakukan (misalnya, mencegah Anda pergi ke sekolah atau kegiatan
sosial Anda)?" Kecemasan dinilai oleh tanggapan terhadap pertanyaan berikut:
"Selama 12 bulan terakhir, seberapa sering Anda merasa sangat khawatir tentang
sesuatu sehingga Anda berhenti melakukan kegiatan yang biasa Anda lakukan?"

Measurement
 Apakah alat ukur yang digunakan sudah terstandarisasi?
Ya, data penelitian ini diambil dari data sekunder hasil self-kuesioner yang
dilakukan pada Survey Nasional Jeeluna di KSA pada tahun 2011-2012. Untuk
pertanyaan pada kuesioner banyak diambil melalui panduan survey kesehatan
global berbasis sekolah. Sehingga hasil data kuesionernya sudah terstandarisasi

Blinding atau random


 Bagaimana sampel penelitian dipilih?
Melalui sampel populasi proporsional siswa dan teknik pengambilan sampel acak
kelompok yang kompleks, multi-tahap, bertingkat, remaja dari berbagai daerah di
seluruh negeri berpartisipasi dalam studi berbasis sekolah ini pada 2011-2020.

10
Peserta termasuk siswa laki-laki dan perempuan kelas menengah pertama (kelas 7-
9) dan menengah atas (kelas 10-12).

Outcome
 Apakah outcome dari pengukurannya objektif?
Tidak. Karena pada penelitian ini dilakukan pengambilan data dengan
menggunakan kuesioner. Pelaksanaan kuesioner dinilai bergantung pada sampel
penelitian itu sendiri, apakah sampel jujur dalam menjawab pertanyaan keusioner
ataukah tidak, sehingga kami menilai outcome dari pengukuran ini tidak
sepenuhnya objektif.

IMPORTANCE
 Apakah penelitian ini penting?
Ya, Bullying dan Kekerasan fisik adalah masalah serius dan kesehatan masyarakat
utama yang berdampak negatif, berhubungan negatif dengan kesejahteraan remaja
dan memerlukan perhatian khusus di tingkat keluarga, sekolah, dan masyarakat.

 Apakah penggunaan metode uji statistik pada penelitian ini sudah tepat?
Ya, metode uji statistik sudah tepat. Tujuan dari penilian ini untuk menilai
hubungan antara variabel dependen dan variabel independen sehingga pemilihan
metode chi-square untuk analisis bivariat sudah sesuai, selain itu peneliti juga
menghitung nilai odd ratio untuk untuk menilai arah dan besar hubungan antar
variabel. Kemudian untuk analisis multivariat yang dilakukan peneliti juga sudah
tepat dengan menggunakan uji regresi.

APPLICABILITY
 Apakah penelitian ini dapat diaplikasikan?

11
Ya, penelitian ini bisa diaplikasikan di Indonesia karena mungkin masih jarang
dilakukan penelitian seperti ini di Indonesia dan masih banyak kurangnya informasi
dan bantuan terhadap penderita gangguan mental maupun orang terdekatnya.

12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25