Anda di halaman 1dari 16

ETIKA KOMUNIKASI

Untuk memenuhi tugas matakuliah

Etika Profesi dan Pengembangan Diri

Disusun Oleh :

Nama : Yuli Catur Wulandari


NIM : 061640411587
Kelas : 8 EGA
Dosen Pengampuh : Yohandri Bow, S.T., M.S.

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV TEKNIK ENERGI


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
PALEMBANG
2020
KATA PENGANTAR

Segala puji penulis panjatkan kehadirat Allah SWT di mana atas kuasanya
yang telah memberikan anugrah, kesempatan dan pemikiran kepada penulis
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Etika
Komunikasi” ini tepat pada waktunya. 

Penulis menyadari bahwa dalam menyelesaikan makalah ini, penulis


memiliki banyak kekurangan. Maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan
saran dari Dosen pembimbing dan teman – teman dari penyempurnaan makalah
ini. 

Akhirnya penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan dalam penyelesaian makalah ini dan penulis menunggu kritik dan saran
yang membangun, agar makalah yang sederhana ini dapat memberikan manfaat
kepada kita semua. 

Palembang, Maret 2020

Penulis

i
DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR.............................................................................................i
DAFTAR ISI..........................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
1.1 Latar Belakang......................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................2
1.3 Tujuan...................................................................................................2
1.4 Manfaat.................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN........................................................................................3
2.1 Pengertian Komunikasi.........................................................................3
2.2 Pengertian Etika....................................................................................5
2.3 Macam-Macam Etika............................................................................5
2.4 Etika Komunikasi..................................................................................7
2.5 Teknik Komunikasi yang Baik..............................................................9

BAB III PENUTUP..............................................................................................11


3.1 Kesimpulan.........................................................................................11
3.2 Saran....................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................13

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Komunikasi merupakan sarana untuk terjalinnya hubungan antar seseorang
dengan orang lain. Dengan adanya komunikasi, maka terjadilah hubungan sosial
karena bahwa manusia itu adalah sebagai makhluk sosial, diantara satu dengan
yang lainnya saling membutuhkan, sehingga terjadinya interaksi timbal balik.

Dalam hubungan seseorang dengan orang lain terjadi proses komunikasi


diantaranya. Tetapi ketika sedang melakukan komunikasi terkadang tidak
memperhatikan etika-etika komunikasi dengan baik. Hal ini yang terkadang orang
salah menafsirkan isi dari informasi yang diberikan atau pun yang
didengarkannya. Terlebih lagi ketika berkomunikasi dalam ruang lingkup
perkantoran. Cara yang paling mudah menerapkan etika komunikasi dalam
perkantoran ialah, semua anggota dan pimpinan perkantoran perlu memperhatikan
beberapa hal berikut ini:

1. Tata krama pergaulan yang baik


2. Norma kesusilaan dan budi pekerti
3. Norma sopan santun dalam segala tindakan
Dalam suatu organisasi penerapan etika komunikasi dibutuhkan untuk
semua bentuk kegiatan kerja. Etika komunikasi yakni etika komunikasi yang
terjadi dan berlangsung dalam kantor (office communication). Dengan terciptanya
etika komunikasi timbal balik yang baik antara pimpinan dan karyawan, akan
menimbulkan produktivitas kerja yang baik. Dengan kata lain tanpa adanya
komunikasi, maka pekerjaan kantor akan menjadi tidak sesuai dengan rencana
yang sudah ditetapkan sehingga tujuan-tujuan yang diharapkan tidak akan
tercapai. Pada dasarnya komunikasi kantor dapat berlangsung secara lisan maupun
tulisan. Secara lisan, dapat terjadi secara langsung (tatap muka atau face to face)
tanpa melalui perantara. Setiap individu berusaha menetapkan berbagai sikap dan
pola perilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh setiap individu atau apa yang
seharusnya dijalankan individu, dan apa tindakan yang seharusnya dilakukan.

1
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalahnya antara lain :
1. Apa yang dimaksud dengan etika komunikasi?
2. Bagaimana cara agar dapat memahami apa itu etika komunikasi?
3. Mengapa etika komunikasi perlu dan bagaimana menerapkan nya
dalam kehidupan sehari-hari?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui pentingnya etika komunikasi, pengaruhnya dan
bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Mengetahui apa itu etika komunikasi dan golongan kategori etika
komunikasi.

1.4 Manfaat
Dengan adanya makalah ini diharapkan dapat memberikan
manfaat terhadap semua pihak dalam mempelajari dan memahami
etika komunikasi. Selain itu dapat menambah wawasan kita semua
mengenai berkomunikasi dengan baik yang selalu diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Komunikasi

Meskipun komunikasi merupakan kegiatan yang sangat dominan dalam


kehidupan sehari-hari, namun tidaklah mudah memberikan definisi yang dapat
diterima semua pihak. Sebagaimana layaknya ilmu sosial lainnya, komunikasi
mempunyai banyak definisi sesuai dengan persepsi ahli-ahli komunikasi yang
memberikan batasan pengertian. Beberapa contoh definisi komunikasi menurut
beberapa tokoh antara lain:

1. Wilbur Schramm (1955)

Komunikasi merupakan tindakan melaksanakan kontak antara


pengirim dan pengirim, dengan bantuan pesan, pengirim dan penerima
memiliki beberapa pengalaman bersama yang memberi arti pada pesan
dan simbol yang dikirim oleh pengirim dan diterima serta ditafsirkan
oleh penerima.

2. Theodore Herbert (1981)

Komunikasi ialah proses yang didalamnya menunjukkan arti


pengetahuan dipindahkan dari seseorang kepada orang lain, biasanya
dengan maksud mencapai beberapa tujuan khusus.

3. Edward Depari (1990)

Komunikasi adalah proses penyampaian gagasan, harapan, dan pesan


yang disampaikan melalui lambang tertentu, mengandung arti, dilakukan
oleh penyampai pesan ditujukan kepada penerima pesan.

Dari beberapa pengertian komunikasi menurut beberapa tokok diatas, dapat


kita kemukakan pengertian yang sederhana, bahwa komunikasi ialah suatu proses
pengiriman pesan atau simbol-simbol yang mengandung arti dari seseorang
komunikator kepada komunikan dengan tujuan tertentu.

3
Agar komunikasi dapat berjalan secara efektif, maka komponen-komponen
komunikasi adalah sebagai berikut :

1. Komunikator atau Pengirim Pesan


Komunikator ialah individu atau orang yang mengirim pesan. Seorang
komunikator menciptakan pesan, untuk selanjutnya mengirimkannya
dengan saluran tertentu kepada orang atau pihak lain.
2. Pesan atau Informasi
Pesan adalah informasi yang diciptakan komunikator dan akan
dikirimkan kepada komunikan. Pesan ini dapat berupa pesan verbal
maupun non-verbal. Pesan verbal ialah pesan yang berbentuk ungkapan
kata/kalimat baik lisan maupun tulisan. Pesan non-verbal ialah pesan
isyarat, baik berupa isyarat gerakan badan, ekspresi wajah, nada suara,
dan sebagainya.
3. Media atau Saluran
Media ialah suatu sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan
dari seorang komunikator kepada komunikan. Ada berbagai macam
media, meliputi media cetak, audio, audio visual.
4. Komunikan atau Penerima
Komunikan adalah pihak penerima pesan. Selain menerima pesan,
komunikan juga bertugas untuk menganalisis dan menafsirkan sehingga
dapat memahami makna pesan tersebut.
5. Umpan Balik atau Feedback.
Umpan balik atau feedback disebut pula respon, dikarenakan komponen
ini merupakan respon atau tanggapan dari seorang komunikan setelah
mendapatkan pesan dari komunikator.
6. Gangguan atau Noise
Gangguan komunikasi sering kali terjadi, baik gangguan yang bersifat
teknis maupun semantis. Gangguan teknis bisa saja terjadi karena
saluran tidak berfungsi secara baik. Sementara itu gangguan semantis
bermula dari perbedaan dalam pemaknaan arti lambang atau simbol dari
seorang komunikator dengan komunikan.

4
Fungsi komunikasi antara lain:

1) Membangun Konsep Diri (Establishing Self-Concept)


2) Eksistensi Diri (Self Existence)
3) Kelangsungan Hidup (Live Continuity)
4) Memperoleh Kebahagiaan (Obtaining Happiness)
5) Terhindar dari Tekanan dan Ketegangan (Free From Pressure
and Stress)

2.2 Pengertian Etika

Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup


tingkat internasional diperlukan suatu system yang mengatur bagaimana
seharusnya manusia bergaul. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling
menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler
dan lain-lain.

Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-


masing yang terlibat agar mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa
merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah
dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan
dengan hak-hak asasi umumnya. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya
etika di masyarakat kita.

Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat
kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana
yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik,
berasal dari kata Yunani “ethos” yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-
kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik.

2.3 Macam-Macam Etika

Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia.


Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui
rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk

5
mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada
akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang
perlu kita lakukan dan yang pelru kita pahami bersama bahwa etika ini dapat
diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini
dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan
manusianya.

Ada dua macam etika yang harus kita pahami bersama dalam menentukan
baik dan buruknya prilaku manusia :

1. Etika deskriptif, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan
rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia
dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif
memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang
prilaku atau sikap yang mau diambil.
2. Etika normatif, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap
dan pola perilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam
hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi
penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan
yang akan diputuskan.

Etika secara umum dapat dibagi menjadi :

1. Etika umum, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana


manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil
keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang
menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur
dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat
di analogkan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai
pengertian umum dan teori-teori.
2. Etika khusus, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar
dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud :
Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang
kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh
cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Namun, penerapan itu

6
dapat juga berwujud : Bagaimana saya menilai perilaku saya dan
orang lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang
dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan manusia bertindak
etis, cara bagaimana manusia mengambil suatu keputusan atau
tidanakan, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada dibaliknya.
Etika khusus dibagi lagi menjadi dua bagian :

a) Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap


manusia terhadap dirinya sendiri.
b) Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap
dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.
Perlu diperhatikan bahwa etika individual dan etika sosial tidak dapat
dipisahkan satu sama lain dengan tajam, karena kewajiban manusia terhadap diri
sendiri dan sebagai anggota umat manusia saling berkaitan.

2.4 Etika Komunikasi

Etika komunikasi perkantoran merupakan suatu rangkuman istilah yang


mempunyai pengertian tersendiri, yakni norma, nilai atau ukuran tingkah laku
yang baik dalam kegiatan komunikasi dalam kegiatan komunikasi di suatu
perkantoran. Pada dasarnya komunikasi perkantoran dapat berlangsung secara
lisan maupun tertulis. Secara lisan dapat terjadi secara langsung (tatap muka),
maupun dengan menggunakan media telepon. Secara tertulis misalnya dengan
mempergunakan surat. Baik komunikasi langsung maupun tidak langsung, norma
etika perlu diperhatikan.

Komunikasi perkantoran merupakan proses komunikasi antara pimpinan


dengan anggota, antar anggota, maupun antar unsur pimpinan. Untuk menjaga
agar proses komunikasi tersebut berjalan baik, agar tidak menimbulkan dampak
negatif, maka diperlukan etika berkomunikasi. Cara paling mudah menerapkan
etika komunikasi perkantoran ialah, semua anggota dan pimpinan perkantoran
perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini:

a. Tata krama pergaulan yang baik

7
b. Norma kesusilaan dan budi pekerti
c. Norma sopan santun dalam segala tindakan
Apabila etika dan tata krama berlaku di mana saja dan kapan saja, maka
dalam ruang lingkup ini komunikasi dengan orang lain dalam pergaulan
masyarakat maupun dalam kehidupan perkantoran merupakan arena yang benar-
benar menuntut jatah diterapkannya etika. Karena itu ada orang yang mengatakan
bahwa antara etika dan komunikasi dalam pergaulan merupakan dua hal yang
tidak dapat dipisahkan. Dimanapun orang berkomunikasi, selalu memerlukan
pertimbangan etis, agar lawan bicara dapat menerima dengan baik. Berkomunikasi
tidak selamanya mudah, apalagi jika kita tidak mengetahui jati diri mereka yang
kita hadapi, tentu kita akan menebak-nebak dan merancang persiapan komunikasi
yang sesui dengan tuntutan etis kedua belah pihak.
Hak untuk berkomunikasi di ruang publik merupakan hak yang paling
mendasar. Jika hak itu tidak dijamin akan memberi kebebasan berpikir sehingga
tidak mungkin bisa ada otonomi manusia. Hak untuk berkomunikasi di ruang
publik ini tidak bisa dilepaskan dari otonomi demokrasi yang didasarkan pada
kebebasan untuk berekspresi (B. Libois, 2002:19). Jadi, untuk menjamin otonomi
demokrasi ini hanya merupakan bagian dari upaya untuk menjamin otonomi
demokrasi tersebut.
Etika komunikasi selalu dihadapkan dengan berbagai masalah, yaitu antara
kebebasan berekspresi dan tanggung jawab terhadap pelayanan publik. Etika
komunikasi memiliki tiga dimensi yang terikat satu dengan yang lain, yaitu:
1. Aksi komunikasi
Aksi komunikasi yaitu dimensi yang langsung terikat dengan perilaku
aktor komunikasi (wartawan, editor, agen iklan, dan pengelola rumah
produksi). Perilaku aktor komunikasi hanya menjadi salah satu dimensi
etika komunikasi, yaitu bagian dari aksi komunikasi. Aspek etisnya
ditunjukkan pada kehendak baik ini diungkapkan dalam etika profesi
dengan maksud agar ada norma intern yang mengatur profesi.
2. Sarana
Dalam masalah komunikasi, keterbukaan akses juga ditentukan oleh
hubungan kekuasaan. Penggunaan kekuasaan dalam komunikasi

8
tergantung pada penerapan fasilitas baik ekonomi, budaya, politik, atau
teknologi (bdk. A. Giddens, 1993:129). Semakin banyak fasilitas yang
dimilki semakin besar akses informasi, semakin mampu mendominasi
dan mempengaruhi perilaku pihak lain atau publik.
3. Tujuan
Dimensi tujuan menyangkut nilai demokrasi, terutama kebebasan untuk
berekspresi, kebebasan pes, dan juga hak akan informasi yang benar.
Dalam negara demokratis, para aktor komunikasi, peneliti, asosiasi
warga negara, dan politis harus mempunyai komitmen terhadap nilai
kebebasan tersebut.

Komunikasi merupakan salah satu bidang yang sangat penting dalam


kegiatan kantor melihat hakikat kantor sebagai kumpulan orang yang bersama-
sama menyelenggarakan kegiatan kantor atau kegiatan ketatusahaan. Seorang
manajer harus dapat berkomunikasi secara efektif dengan semua pegawai kantor
baik sacara horizontal maupun vertikal atau secara diagonal. Pengurusan
informasi (information handling) yakni menyampaikan dan penerimaan berita
akan berjalan dengan baik bila dalam kantor itu terdapat komunikasi yang efektif.

2.5 Teknik Komunikasi yang Baik


Sebagai hal yang selalu dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi
harus dilakukan dengan baik. Maka dari itu perlu memahami bagaimana etika
komunikasi untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan kesalahan
komunikasi gara-gara etika yang kurang. Berikut adalah beberapa teknik
komunikasi yang baik yaitu :
1. Bicara dengan jelas.
2. Mendengarkan dengan baik.
3. Perhatikan lawan bicara.
4. Konfirmasi jika merasa salah paham.
5. Perhatikan komunikasi non-verbal.
Selain itu adapun manfaat dari mempelajari dan menerapkan etika
komunikasi dalam kehidupan sehari-hari :

9
1. Melancarkan komunikasi dengan orang lain.
2. Memahami apa yang dikomunikasikan orang lain.
3. Diterima dalam sosial masyarakat karena mengikuti etika yang berlaku.
4. Memperkuat hubungan yang terjalin dengan orang lain.
5. Pesan yang disampaikan dapat diterima dengan lebih baik.
6. Dihargai orang lain karena kita menghargai mereka juga.

10
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Komunikasi ialah suatu proses pengiriman pesan atau simbol-simbol yang
mengandung arti dari seseorang komunikator kepada komunikan dengan
tujuan tertentu. Komunikasi mempunyai komponen-komponen agar
komunikasi dapat berjalan dengan baik, yaitu:
a. Komunikator atau pengirim pesan
b. Pesan atau informasi
c. Media atau saluran
d. Komunikan atau penerima pesan
e. Umpan balik atau feedback
f. Gangguan

2. Etika menurut para ahli adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia
dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan
mana yang buruk. Pengertian lain tentang etika ialah sebagai studi atau ilmu
yang membicarakan perbuatan atau tingkah laku manusia, mana yang dinilai
baik dan mana pula yang dinilai buruk. Etika dalam perkembangannya
sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika pada akhirnya membantu
kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita
lakukan dan yang pelru kita pahami bersama bahwa etika ini dapat
diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita.

3. Etika komunikasi perkantoran merupakan suatu rangkuman istilah yang


mempunyai pengertian tersendiri, yakni norma, nilai atau ukuran tingkah
laku yang baik dalam kegiatan komunikasi dalam kegiatan komunikasi di
suatu perkantoran. Untuk menjaga agar proses komunikasi tersebut berjalan
baik, agar tidak menimbulkan dampak negatif, maka diperlukan etika
berkomunikasi. Cara paling mudah menerapkan etika komunikasi
perkantoran ialah, semua anggota dan pimpinan perkantoran perlu
memperhatikan beberapa hal berikut ini:

11
1) Tata krama pergaulan yang baik
2) Norma kesusilaan dan budi pekerti
3) Norma sopan santun dalam segala tindakan

3.2 Saran

Pada saat pembuatan makalah penulis menyadari bahwa banyak sekali


kesalahan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu penulis mengharapkan
kritik serta sarannya mengenai pembahasan makalah dalam kesimpulan di
atas.

12
DAFTAR PUSTAKA

http://githahanafi.blogspot.com/2013/05/etika-komunikasi.html
(di akses pada tanggal 6 Maret 2020)
https://www.academia.edu/33834478/ETIKA_KOMUNIKASI_2016
(di akses pada tanggal 8 Maret 2020)
https://www.butonmagz.id/2019/02/etika-komunikasi-etiket-teknik-dan.html
(di akses pada tanggal 8 Maret 2020)
https://pakarkomunikasi.com/etika-komunikasi
(di akses pada tanggal 8 Maret 2020)
http://aplonarisfarani.blogspot.com/2014/01/v-behaviorurldefaultvmlo_16.html
(di akses pada tanggal 6 Maret 2020)

13