Anda di halaman 1dari 4

Setelah mendapatkan CPR atau RJP, korban harus secepatnya mendapatkan

bantuan medis lanjutan untuk memeriksa adanya komplikasi kerusakan organ.


Sekecil apapun upaya yang Anda lakukan membawa akan membawa perubahan
besar bagi nyawa seseorang.
Dalam pelaksanaan resusitasi jantung paru pun bukan tanpa resiko bagi
penderita, resiko-resiko yang mungkin dialami penderita antara lain : patah tulang
dada/iga,kebocoran paru-paru,pendarahan dalam dada/paru-paru,memar paru dan
robekan pada hati/limpa.maka bagi penolong perlu berhati-hati.
BAB III
ANALISA TINDAKAN

3.1 Manfaat tindakan secara patofisiologi


Terdapat dua teori penjelasan mengenai mekanisme fisiologi kerja resusitasi
jantung paru (RJP), yaitu teori pompa jantung dan teori pompa torakal
a. Teori Pompa Jantung
Teori ini menyatakan bahwa saat terjadi kompresi dada, jantung akan ikut
terkompresi, sehingga terbentuk gradien tekanan intraventrikular yang akan
menutup katup atrioventrikular dan membuka kedua katup semilunar.
Akibatnya darah dialirkan ke arteri besar. Saat dekompresi dada, tekanan pada
ventrikel berkurang sehingga katup atrioventrikular terbuka dan menjadi tahap
pengisian ventrikel. Teori ini mendapat tentangan karena tekanan antar
masing-masing ruang jantung saat resusitasi adalah hampir sama.
b. Teori Pompa Torakal
Teori ini menyatakan bahwa aliran darah saat resusitasi jantung paru terjadi
karena peningkatan tekanan intratorakal menjadi lebih tinggi daripada tekanan
ekstratorakal
c. Kontroversi terkait Kedua Teori
Hasil USG transtorakal dan transesofageal selama resusitasi jantung paru
dilakukan menunjukkan terjadinya kedua teori tersebut secara simultan saat
RJP dilakukan. Beberapa studi menunjukkan bahwa hanya terjadi sedikit
kompresi ventrikel dan tidak ada penutupan katup pada RJP yang sukses.
Sementara itu beberapa studi lain menunjukkan hasil yang mendukung teori
pompa jantung. Perbedaan ini diduga disebabkan perbedaan lokasi, usaha
kompresi, karakteristik dinding dada, dan status volume sirkulasi pasien
3.2 Keuntungan melakukan RJP
a. Bisa menyelamatkan seseorang dari kerusakan otak
b. Bisa menyelamatkan nyawa seseorang

DAFTAR PUSTAKA

Arif, Muttaqin., 2009. Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem


Kardiovaskular dan hematologi. Jakarta : Salemba Medik
Kaliammah. 2013. Indikasi dan Keterampilan Resusitasi Jantung Paru. Universitas
udayana, VOL. 6 m (NO. 1): 1-6

https://www.alomedika.com/tindakan-medis/prosedur-kegawatdaruratan-
medis/resusitasi-jantung-paru/kontraindikasi

GAMBAR

1. CEK RESPON KLIEN