Anda di halaman 1dari 2

PROTOKOL KEWASPADAAN ISOLASI

NO.DOKUMEN : NO.REVISI : HALAMAN :


RS. KETERGANTUNGAN OBAT HK.02.03/XXIII.1/862/2018 B 1/2
JAKARTA
DITETAPKAN OLEH:
DIREKTUR UTAMA,
STANDAR PROSEDUR TANGGAL TERBIT :
OPERASIONAL 5 NOVEMBER 2018
(SPO)
dr. Azhar Jaya, SKM, MARS
NIP 197106262000031002

PENGERTIAN : Semua darah, cairan tubuh, sekret, ekskreta, kulit yang tidak
utuh dan selaput lendir penderita dianggap sebagai sumber
potensial untuk menularkan infeksi. Oleh sebab itu
kewaspadaan standar diterapkan kepada semua penderita yang
datang ke RSKO Jakarta tanpa membedakan risiko, diagnosis,
status serologis atau umur yang bersangkutan

TUJUAN : Melindungi petugas dari risiko terpajan oleh infeksi dan juga
melindungi pasien yang mempunyai kecenderungan rentan
terhadap segala macam infeksi yang mungkin terbawa oleh
petugas kesehatan

KEBIJAKAN : 1. Keputusan Direktur Utama Rumah Sakit Ketergantungan


Obat Jakarta Nomor : HK.02.03/XXIII.1/350./2018 Tanggal
1 Oktober 2018 tentang Kebijakan Pelayanan
Laboratorium di Rumah Sakit Ketergantungan Obat
Jakarta
2. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor
KP.03.03/Menkes/27/2018 tanggal 9 Januari 2018 tentang
Pengangkatan dalam Jabatan Pimpinan Tingkat Pratama di
lingkungan Kementerian Kesehatan RI.

PROSEDUR : Portokol Kewaspadaan standar :


A. Cuci tangan
1. Lakukan sebelum dan sesudah memakai sarung
tangan
2. Bertujuan untuk mencegah kontaminasi kuman pada
tangan dengan menggunakan air bersih yang mengalir
dan sabun.
B. Sarung tangan
1. Bila melakukan pengambilan spesimen pemeriksaan.
2. Bila menyentuh kulit yang luka, selaput mukosa
3. Bila menangani benda dan alat yang tercemar oleh
darah atau cairan tubuh
4. Bila melakukan tindakan invasif
5. Diganti untuk setiap penderita
PROTOKOL KEWASPADAAN ISOLASI

NO.DOKUMEN : NO.REVISI : HALAMAN :


RS. KETERGANTUNGAN OBAT HK.02.03/XXIII.1/862/2018 B 2/2
JAKARTA

C. Masker dan pelindung mata atau wajah


Dipakai untuk mencegah pajanan pada mukosa mulut,
hidung dan mata
D. Jas lab
Dipakai pada tindakan yang dapat menimbulkan percikan
atau tumpahan spesimen pemeriksaan.
E. Lain - lain
1. Pemakaian antiseptik dan disinfektan dengan benar
sesuai peraturan
2. Pengelolaan khusus untuk alat bekas pakai dan benda
tajam serta menghindari risiko kecelakaan tusukan
jarum suntik dan benda tajam lain
3. Dekontaminasi, pembersihan dan sterilisasi/disinfeksi
tingkat tinggi untuk bahan/alat kesehatan bekas pakai
4. Tempatkan bahan-bahan yang terkena spesimen
pemeriksaan ke dalam kantung anti bocor
5. Petugas kesehatan yang mempunyai luka terbuka atau
luka yang mengucurkan darah/cairan tubuh harus
menjauhi tugas perawatan langsung kepada penderita
6. Pengelolaan limbah yang sesuai dengan kaidah
kesehatan yaitu dengan memisahkan limbah medis
dari limbah rumah tangga (lihat SOP penanganan
limbah rumah sakit)

UNIT TERKAIT : 1. Komite PPI


2. Panitia K3