Anda di halaman 1dari 15

TUGAS

EKONOMI MANAJERIAL

“Manajemen Resiko PT. Astra Honda Motor”

Disusun Oleh :

Yosefina Gapun

T01.19.0033

MANAJEMEN

STIE TOTALWIN

SEMARANG

2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah

memberikan rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas ini tepat pada

waktunya.

Adapun tujuan dari penulisan dari tugas ini adalah untuk memenuhi salah

Ujian Akhir Semester mata kuliah saya. Selain itu, tugas ini juga bertujuan untuk

menambah wawasan tentang Analisis Manajemen Resiko pada PT. Astra Honda

Motor bagi para pembaca dan juga bagi penulis.

Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Diovany Tirtana, S.E., M.M

selaku dosen mata kuliah “Ekonomi Manajerial” yang telah memberikan tugas ini

sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi

yang saya tekuni. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang

telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas

ini.

Saya menyadari, tugas yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh

karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan.

Semarang, 09 Juli 2020

Penulis

ii
DAFTAR ISI

JUDUL ........................................................................................................... i

KATA PENGANTAR ................................................................................. ii

DAFTAR ISI ............................................................................................... iii

PENDAHULUAN ......................................................................................... 1

PEMBAHASAN ........................................................................................... 2

1. Profil PT. Astra Honda Motor .............................................................. 2

2. Visi dan Misi ........................................................................................ 4

3. Studi Kasus ........................................................................................... 4

4. Penilaian Kualitatif, Pedoman 3R dan Pedoman 5C ............................ 5

5. Resiko Regulasi dan Hukum ................................................................ 6

6. Resiko Perubahan Tingkat Suku Bunga di PT. Astra Honda Motor .... 8

7. Solusi .................................................................................................... 9

8. Manajemen Resiko PT. Astra Honda Motor Terkait Iklim Usaha ....... 9

KESIMPULAN........................................................................................... 11

PENUTUP ................................................................................................... 12

iii
PENDAHULUAN

Setiap perusahaan pasti memiliki risiko dalam menjalankan kinerja

perusahaanya, salah satu risiko yang akan dihadapi perusahaan adalah risiko kredit.

Risiko kredit adalah risiko yang dihadapi sebuah perusahaan karena pendanaan

eksternal yang di usahakan oleh perusahaan.

Dalam pengukuran risiko kredit kita membagi ke dalam penilaian risiko

kredit secara kualitatif, dan penilaian risiko kredit secara kuantitatif. Penilaian

kualitatif pada risiko kredit berkaitan dengan penggunakan kerangka 3R dan 5C.

Sedangkan penilaian kuantitatif pada risiko kredit yaitu dengan menggunakan

analisis kuantitatif untuk mengukur risiko kredit. Ada beberapa metode penilaian

kuantitatif, yaitu model scoring kredit, RAROC, yield income, mortality rate, credit

metrics, dan kerangka opsi.

1
Manajemen Resiko PT. Astra Honda Motor
PEMBAHASAN

1. Profil PT. Astra Honda Motor

Nama : PT. Astra Honda Motor


Status Perusahaan : Perseroan Terbatas
Status Investasi : Penanam Modal Asing (PMA)
Alamat : Kantor Pusat & Plant 1 (Sunter) Jl. Laksda
Yos Sudarso - Sunter I Jakarta 14350 Tel.
+6221.6518080, 30418080 (Hunting) Fax.
+6221.6521889, 6518814

Tanggal Pendirian : 11 Juni 1971 sebagai PT Federal Motor 31


Oktober 2000 merger menjadi PT AHM

Kepemilikan : 50% PT. Astra International Tbk 50%


Honda Motor Co., Ltd

Aktivitas : Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM),


Manufaktur, Perakitan dan Distributor
Sepeda Motor HONDA

PT Astra Honda Motor (AHM) merupakan pelopor industri sepeda motor di

Indonesia. Didirikan pada 11 Juni 1971 dengan nama awal PT Federal Motor, yang

sahamnya secara mayoritas dimiliki oleh PT Astra International. Saat itu, PT

Federal Motor hanya merakit, sedangkan komponennya diimpor dari Jepang dalam

bentuk CKD (completely knock down).

Seiring dengan perkembangan kondisi ekonomi serta tumbuhnya pasar

sepeda motor terjadi perubahan komposisi kepemilikan saham di pabrikan sepeda

2
Manajemen Resiko PT. Astra Honda Motor
motor Honda ini. Pada tahun 2000 PT Federal Motor dan beberapa anak perusahaan

di merger menjadi satu dengan nama PT Astra Honda Motor, yang komposisi

kepemilikan sahamnya menjadi 50% milik PT Astra International Tbk dan 50%

milik Honda Motor Co. Japan.

Saat ini PT Astra Honda Motor memiliki 3 fasilitas pabrik perakitan, pabrik

pertama berlokasi Sunter, Jakarta Utara yang juga berfungsi sebagai kantor pusat.

Pabrik ke dua berlokasi di Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, serta pabrik ke 3 yang

berlokasi di kawasan MM 2100 Cikarang Barat, Bekasi. Pabrik ke 3 ini merupakan

fasilitas pabrik perakitan terbaru yang mulai beroperasi sejak tahun 2005.

Dengan keseluruhan fasilitas ini PT Astra Honda Motor saat ini memiliki

kapasitas produksi 4.2 juta unit sepeda motor per-tahunnya, untuk permintaan

pasar sepeda motor di Indonesia yang terus meningkat. Salah satu puncak prestasi

yang berhasil diraih PT Astra Honda Motor adalah pencapaian produksi ke 35 juta

pada tahun 2012. Prestasi ini merupakan prestasi pertama yang yang berhasil diraih

oleh industri sepeda motor di Indonesia bahkan untuk tingkat ASEAN.

Industri sepeda motor saat ini merupakan suatu industri yang besar di

Indonesia. Karyawan PT Astra Honda Motor saja saat ini berjumlah sekitar 18.000

orang, ditambah ratusan vendor dan supplier serta ribuan jaringan lainnya, yang

kesemuanya ini memberikan dampak ekonomi berantai yang luar biasa.

Keseluruhan rantai ekonomi tersebut diperkirakan dapat memberikan kesempatan

kerja kepada sekitar setengah juta orang. PT Astra Honda Motor akan terus

berkarya menghasilkan sarana transportasi roda 2 yang menyenangkan, aman dan

ekonomis sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat Indonesia.

3
Manajemen Resiko PT. Astra Honda Motor
2. Visi dan Misi

a. Visi

“To take a lead in Indonesian motorcycle market by making customers’

dream come true, creating joy to customers and contribute to Indonesia

society”

b. Misi

“Creating mobility solution to society with best products and services”

3. Studi Kasus

Setiap perusahaan pasti memiliki risiko dalam menjalankan kinerja

perusahaanya, salah satu risiko yang akan dihadapi perusahaan adalah risiko kredit.

Risiko kredit adalah risiko yang dihadapi sebuah perusahaan karena pendanaan

eksternal yang di usahakan oleh perusahaan.

Dalam pengukuran risiko kredit kita membagi ke dalam penilaian risiko

kredit secara kualitatif, dan penilaian risiko kredit secara kuantitatif. Penilaian

kualitatif pada risiko kredit berkaitan dengan penggunakan kerangka 3R dan 5C.

Sedangkan penilaian kuantitatif pada risiko kredit yaitu dengan menggunakan

analisis kuantitatif untuk mengukur risiko kredit. Ada beberapa metode penilaian

kuantitatif, yaitu model scoring kredit, RAROC, yield income, mortality rate, credit

metrics, dan kerangka opsi.

4
Manajemen Resiko PT. Astra Honda Motor
4. Penilaian Kuantitatif, Pedoman 3R dan Pedoman 5C

Penggunaan penilaian kualitatif risiko kredit berdasarkan 3R dan 5C adalah

sebuah usaha pendekatan untuk mendapatkan nilai pengukuran risiko kredit yang

dialami oleh perusahaan.

a. Pedoman 3R

1) Return (pendapatan) yaitu menilai apakah PT. Astra Honda Motor

mempunyai pendapatan yang memadai dalam mencukupi atau

melunasi hutang dan bunganya.

2) Repayment Capacity (kemampuan mengembalikan pinjaman) yaitu

menilai apakah PT. Astra Honda Motor mempunyai

kapasitas/kemampuan dalam mengembalikan pinjaman dan bunganya

pada saat jatuh tempo.

3) Risk-bearing Ability yaitu menilai kemampuan PT. Astra Honda Motor

dalam menanggung risiko kegagalan atau ketidakpastian yang

berkaitan dengan penggunaan kredit.

b. Pedoman 5C

1) Character yaitu penilaian kualitatif atas kemauan peminjam untuk

memenuhi kewajiban hutangnya dan bunganya.

2) Capacity yaitu penilaian kualitatif atas peminjam untuk melunasi

kewajiban hutangnya melalu pengelolaan perusahaannya dengan

efektif dan efisien.

3) Capital yaitu penilaian kualitatif posisi keuangan perusahaan

(peminjam) secara keseluruhan.

5
Manajemen Resiko PT. Astra Honda Motor
4) Collateral yaitu penilaian kualitatif aset yang dijaminkan (dijadikan

agunan) untuk suatu pinjaman.

5) Condition yaitu penilaian kualitatif tentang sejauh mana kondisi

perekonomian akan mempengaruhi kemampuan mengembalikan

pinjaman.

Secara sederhana dapat kita simpulkan bahwa penilaian secara kualitatif ini

di dasarkan pada pencintraan terhadap perusahaan di dalam hal ini PT. Astra Honda

Motor dalam perspektif 3R ataupun 5C.

5. Resiko Regulasi dan Hukum

Risiko ini dapat terjadi karena adanya perubahan regulasi atau hukum dari

regulator atau pemerintah yang dapat mengancam posisi kompetitif dan

kemampuan perusahaan untuk menjalankan bisnis secara efisien, demikian juga

dengan kebijakan internal perusahaan yang selalu berubah-ubah. Termasuk di

dalamnya ketidakpatuhan dalam standar industri. Macam-macam risiko regulasi

dan hukum yang mungkin dihadapi oleh manajemen disajikan dalam tabel berikut:

Risiko Dampak
Batasan-batasan dalam industri yang menyebabkan Besar
kehilangan peluang dan pendapatan
Perubahan regulasi pemerintah Besar
Kehilangan lisensi Sangat Besar
Sengketa dalam perjanjian kontrak Besar
Tindakan manajemen yang melanggar aturan Besar

Penjelasan :

6
Manajemen Resiko PT. Astra Honda Motor
a. Risiko pertama, batasan-batasan dalam industri yang menyebabkan

kehilangan peluang dan pendapatan dapat berdampak pada keuntungan

yang dihasilkan dan strategi yang diterapkan akan berubah. Risiko ini

tidak dapat dihindari karena merupakan kebijakan pemerintah dalam

menentukan batasan-batasan industri sehingga manajemen harus

menyiapkan langkah antisipasinya.

b. Risiko kedua, perubahan regulasi pemerintah juga merupakan risiko

yang tidak bisa diprediksi. Risiko ini memiliki dampak yang cukup

besar pada kemampuan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan

sehingga ketika risiko ini terjadi, manajemen diharapkan untuk

menyesuaikan dengan regulasi yang baru secepatnya dan sebaiknya

menyiapkan strategi cadangan untuk berjaga-jaga apabila regulasi

pemerintah berubah lagi.

c. Risiko ketiga, risiko kehilangan lisensi memiliki dampak yang sangat

besar pada kinerja perusahaan secara keseluruhan. Namun, risiko ini

kecil kemungkinannya terjadi karena biasanya perusahaan akan segera

mendaftarkan lisensinya begitu usaha telah berjalan.

d. Risiko keempat, risiko ini memiliki dampak yang besar bagi

perusahaan. Masalah sengketa dalam perjanjian kontrak dengan pihak

lain dalam bentuk kerjasama maupun ijin penggunaan aset/lahan untuk

mendirikan tower apabila tidak segera diselesaikan, maka akan

menimbulkan masalah berkepanjangan yang bisa menyebabkan kinerja

7
Manajemen Resiko PT. Astra Honda Motor
perusahaan menurun. Risiko ini dapat dicegah apabila kedua belah

pihak dalam perjanjian saling mematuhi aturan yang ada.

e. Risiko kelima, tindakan manajemen yang melanggar aturan akan

menyebabkan terganggunya kinerja perusahaan baik sebagian maupun

secara keseluruhan. Risiko ini dapat dicegah dengan selalu mematuhi

peraturan yang ada dan tidak melakukan tindakan yang dapat

merugikan perusahaan.

6. Resiko Perubahan Tingkat Suku Bunga Pada PT. Astra Honda Motor

Risiko Dampak
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dapat memengaruhi Besar
tingkat suku bunga
Kebijakan internal perbankan tentang tingkat suku bunga Besar
Jangka waktu yang lama membuat perubahan tingkat suku Besar
bunga semakin sering
Timbul gap yang cukup besar antara pendapatan bunga dan Besar
biaya bunga akibat perubahan tingkat suku bunga

Risiko tingkat suku bunga ini merupakan risiko terkait dengan kesehatan

finansial perusahaan. Adanya risiko Tingkat Suku Bunga merupakan salah satu

indikasi bahwa PT. Astra Honda Motor menggunakan pendanaan atas investasi dan

operasionalnya dengan modal yang berasal dari luar (external capital). Dengan

demikian akan merubah struktur modal dari perusahaan. Indikasi yang dari modal

yang didapatkan dari luar berupa hutang merupakan salah satu sebab berubahnya

struktur modal perusahaan. Dengan struktur modal yang berubah seiring dengan

8
Manajemen Resiko PT. Astra Honda Motor
bertambahnya utang perusahaan maka akan menambah biaya kebangkrutan

perusahaan walaupun taxshield nya bertambah. Biaya kebangkrutan merupakan

salah satu sebab perusahaan sedang mengalami financia distress.

7. Solusi

Risiko Tingkat suku bunga ini dapat dilihat dengan mengetahui utang

perusahaan dan membandingkanya dengan modal sendiri perusahaan yang

terhubung dalam struktur modal. Dengan melihat perbandingan antara keduanya,

maka kita bisa melihat bagaimana perusahaan tersebut mempunyai risiko

perubahan tingkat suku bunga yang besar atau rendah.

8. Manajemen Resiko PT. Astra Honda Motor Terkait Iklim Usaha

Proses manajemen risiko Ini merupakan salah satu langkah yang dapat

dilakukan untuk terciptanya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).

Proses manajemen risiko juga sering dikaitkan dengan proses pengambilan

keputusan dalam sebuah organisasi. Seperti halnya risiko terkait persaingan pasar

yan terjadi di industri sepeda motor.

Iklim usaha yang semakin menantang seperti dalam dunia industri sepeda

motor sekarang membuat manajemen perusahaan baik yang baru maupun yang

lama untuk dapat menjawab tantanganstruktur persaingan sempurna dimasa kini

maupun dimasa yang akan datang.

Kemampuan perusahaan dalam menangani masalah pemasaran, mencari dan

menemukan peluang-peluang pasar akan mempengaruhi kelangsungan hidup

9
Manajemen Resiko PT. Astra Honda Motor
perusahaan dan posisi perusahaan dalam persaingan. Dalam keadaan ini pihak

perusahaan dituntut untuk lebih berperan aktif dalam mendistribusikan dan

memperkenalkan produknya agar laku terjual atau setidaknya dapat

mempertahankan pangsa pasar dan meminimalisir risiko penurunan penjualan.

Dalam dunia usaha, persaingan adalah hal yang umum terjadi. Begitupun

dalan industri sepeda motor di Indonesia. Persaingan di antara merek-merek sepeda

motor Jepang, yaitu Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki dan Vespa mewarnai

persaingan dalam industri sepeda motor di Indonesia. Ditambah lagi dengan

kehadiran motor-motor Cina pada tahun 1998 yang ikut mewarnai persaingan

tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir Yamaha terus membuntuti Honda sebagai

sepeda motor yang paling banyak terjual. Dalam beberapa bulan terakhir di tahun

2012, Yamaha dapat melampaui Honda dalam angka penjualannya.

Pada penelitian yang dilakukan badan penelitian ternama terhadap 20

responden, hanya 6 responden yang memilih atau berniat untuk memiliki sepeda

motor Honda sedangkan sisanya lebih tertarik dan berniat pada sepeda motor merek

lain. Dengan semakin ketatnya persaingan dalam industri sepeda motor di

Indonesia, maka Honda sebagai pemimpin pasar, harus memiliki keunggulan

bersaing terbesar dibanding dengan para pesaingnya. Dengan keunggulan-

keunggulan bersaing yang dimilikinya akan berdampak pada perolehan pangsa

pasar. Honda selalu menempati perolehan pangsa pasar terbesar dari tahun 1997 -

2001. Tujuan daripada penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi bersaing

yang dipakai oleh PT. Astra Honda Motor dalam menghadapi persaingan dengan

perusahaan sejenis ditambah lagi dengan kehadiran motor-motor Cina.

10
Manajemen Resiko PT. Astra Honda Motor
KESIMPULAN

Keunggulan teknologi Honda Motor diakui di seluruh dunia dan telah

dibuktikan dalam berbagai kesempatan, baik di jalan raya maupun di lintasan balap.

Honda pun mengembangkan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan

pelanggan yaitu mesin "bandel" dan irit bahan bakar, sehingga menjadikannya

sebagai pelopor kendaraan roda dua yang ekonomis. Namun disisi lain Honda

mempunyai kelemahan dan mempunyai kompetitor-kompetitor yang juga

mempunyai inovasi-inovasi yang luar biasa, seperti Yamaha dan Suzuki. Oleh

sebab itu ada beberapa faktor yang harus dikembangkan oleh Honda, yaitu

membuat dan menanamkan mindset citra dari Honda yang lebih baik lagi kepada

Customernya. Membuat inovasi-inovasi yang lebih maju lagi, dan membuat strategi

pemasaran yang lebih unggul lagi.

11
Manajemen Resiko PT. Astra Honda Motor
PENUTUP

Demikianlah tugas yang dapat saya paparkan. mudah-mudahan bisa

bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi pembacanya. Dan tidak lupa kritik dan

sarannya sangat saya harapkan guna memperbaiki pembuatan tugas selanjutnya.

12
Manajemen Resiko PT. Astra Honda Motor

Anda mungkin juga menyukai