Anda di halaman 1dari 3

RENCANA PROMOSI KESEHATAN DALAM

PENANGGULANGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL

A. LATAR BELAKANG

Anemia atau kurang darah sering dikaitkan dengan kondisi lemah, letih,
dan lesu akibat kurangnya kandungan zat besi di dalam darah. Tak hanya pada
orang dewasa, anak-anak bahkan balita pun bisa terkena anemia. Indonesia
jumlah penderita anemia yang berasal dari kelompok anak usia sekolah (6–18
tahun) mencapai 65 juta jiwa. Bahkan, jika digabung dengan penderita anemia
usia balita,remaja putri,ibu hamil, wanita usia subur, dan lansia, jumlah total
mencapai 100 juta jiwa! ”Artinya, secara kasar bisa dikatakan bahwa satu di
antara dua penduduk Indonesia menderita anemia.

Anemia dapat didefinisikan sebagai kondisi dengan kadar hemoglobin


(Hb) yang berada di bahwa normal. Di Indonesia Anemia umumnya
disebabkan oleh kekurangan Zat Besi,sehingga lebih dikenal dengan istilah
Anemia Gizi Besi. Anemia defisiensi besi merupakan salah satu gangguan
yang paling sering terjadi selama kehamilan. Ibu hamil umumnya mengalami
deplesi besi sehingga hanya memberi sedikit besi kepada janin yang
dibutuhkan untuk metabolisme besi yang normal. Selanjutnya mereka akan
menjadi anemia pada saat kadar hemoglobin ibu turun sampai di bahwa 11
gr/dl selama trimester III.

Sasaran akhir pelita VII adalah menurunkan AKI menjadi 189 per 100.000
kelahiran hidup dan menurunkan kejadian anemia pada ibu hamil menjadi
sekitar 35 %. Salah satu faktor masih tingginya angka kejadian anemia,
kurangnya pengetahuan disini adalah ketidaktahuan akan tanda-tanda, gejala
dan dampak yang ditimbulkan oleh anemia akibatnya kalaupun individu
tersebut terkena anemia ia tidak merasa dirinya “sakit“.

Pakar gizi sekaligus Direktur Micronutrient Initiative Indonesia Dr Elvina


Karyadi PhD mengatakan, prevalensi anemia pada ibu hamil itu sekitar 40-
50% atau 5 dari 10 ibu hamil mengalami gangguan kesehatan anemia.
“Perempuan hamil rentan mengalami anemia seiring meningkatnya kebutuhan
zat besi dan nutrisi tubuh. Gejalanya yang sepele seringkali membuat mereka
acuh. Mereka tidak sadar bahwa kurangnya konsentrasi haemoglobin saat
hamil bisa berdampak serius bagi janin

Di puskesmas Kelapa terdapat jumlah ibu hamil sebanyak 32 orang, 16


orang (50%) diantaranya mengalami anemia. Hal itu disebabkan kurang nya
pengetahuan ibu-ibu hamil tersebut dalam pencegahan anemia dan kurang nya
kesadaran mereka terhadap penting nya mengonsumsi tablet Fe selama
kehamilan.

B. TUJUAN PROGRAM

Kasus Anemia pada Ibu Hamil di Kecamatan Kelapa Bangka Barat


Menurun 40% pada akhir tahun 2018.

C.TUJUAN PROMOSI KESEHATAN

1. Tujuan Umum

50% Ibu-ibu hamil dapat meminum tablet Fe secara teratur selama


kehamilan dan mengonsumsi sayur-sayuran yang berwarna hijau serta
makanan yang bergizi.

2. Tujuan Khusus

a) 50% Ibu-ibu hamil mengetahui penting nya memeriksa kehamilan setiap


bulan (minimal 4 kali selama kehamilan)
b) 50% Ibu-ibu hamil mengetahui penting nya meminum tablet Fe selama
kehamilan.
c) 50% Ibu-ibu hamil mengetahui penting nya mengonsumsi sayur-sayuran
yang berwarna hijau.
d) 50% Ibu-ibu hamil mengetahui penting nya mengonsumsi makanan
bergizi selama kehamilan.
D. SASARAN

1. Sasaran Primer : Ibu-ibu hamil di Kecamatan Kelapa Bangka Barat

Tujuan : Meningkatkan pengetahuan, perilaku, dan tindakan dalam


mencegah dan mengurangi terjadi nya anemia pada ibu hamil.

Kegiatan : Penyuluhan kepada ibu-ibu hamil baik secara kelompok maupun


individu.

2. Sasaran Sekunder : Tokoh keluarga (suami / KK), Tokoh Masyarakat


(Ketua, RT, RW, Tokoh Adat), Tokoh Agama (ustad, ulama, dan guru
agama).

Tujuan : Meningkatkan pengetahuan, pengetahuan, sikap, tindakan dan


dukungan terhadap keberhasilan program dalam pencegahan anemia pada
ibu-ibu hamil di wilayah nya.

Kegiatan : Pelatihan bagi Kepala Keluarga, TOMA, dan TOGA


Ceramah dan tanya jawab

3. Sasaran Tersier : Kepala Desa, Pak Camat dan Anggota Legislatif yang
mewakili kecamatan

Tujuan : Meningkat dukungan dari pemegang kebijakan melalui


menyediakan fasilitas yang bisa dijangkau oleh ibu-ibu untuk pemeriksaan
kehamilan dan ketersediaan tablet Fe .

Kegiatan : Memperkenalkan kegiatan yang akan dilakukan

E. RENCANA MONITORING DAN EVALUASI

1. Monitoring : Dilakukan oleh petugas kesehatan dan para kader untuk


memantau kebiasaan ibu-ibu hamil yang mengalami anemia.

2. Evaluasi : Dilakukan dengan melihat penurunan kasus anemia pada ibu-ibu


hamil sesuai target yang sudah ditetapkan.