Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN KASUS

I. Pengkajian Keperawatan Keluarga


1.1. Identitas Keluarga

a) Kepala Keluarga

Nama : Tn. F

Umur : 58 tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Agama : Islam

Suku bangsa : Indonesia

Bahasa : Aceh, Indonesia

Pendidikan : SMA

Pekerjaan : Wiraswasta

Alamat : Pango Raya

b) Komposisi Keluarga

Pendidikan
No Nama L/P Umur Hub. Kel. Pekerjaan
Terakhir

1. Tn. F L 58 Ayah Wiraswasta SMA

2. Ny. L P 55 Ibu IRT SMA

3. Nn.J P 23 Anak Mahasiswa SMA

4. An. F P 22 Adik Mahasiswa SMA

c) Identitas Pasien

Nama : Nn. J

41
42

Umur : 23 tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Agama : Islam

Suku bangsa : Indonesia

d) Tipe Keluarga

Tipe keluarga Nn. J merupakan tipe keluarga inti (nuclear family) yang

terdiri dari ayah, ibu dan anak yang tinggal dalam satu rumah

e) Status Sosial Ekonomi

Pendapatan Tn.F sebagai kepala keluarga tidak menentu dan Ny.L

bekerja sebagai ibu rumah tangga dan menjaga warung di depan rumah.

Status sosial ekonomi cukup.

f) Aktifitas Rekreasi Keluarga

Nn. J biasanya berkumpul bersama anggota keluarganya di ruang keluarga,

menonton dan berbincang-bincang bersama.

1. Riwayat Tahap Perkembangan Keluarga

a) Tahap perkembangan keluarga saat ini

Saat ini Nn. J berada dalam tahap perkembangan keluarga dengan saudara

usia dewasa muda (pelepasan) awal.

b) Tugas perkembangan keluarga

 Tugas perkembangan keluarga yang sudah terpenuhi:

Tugas perkembangan yang terpenuhi yaitu memenuhi kebutuhan

dan biaya kehidupan yang semakin meningkat termasuk biaya

kesehatan.
43

 Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi:

Mempertahankan kesehatan setiap anggota keluarga

c) Riwayat keluarga inti

Nn. J sekarang dalam proses menjalani pengobatan penyakitnya yang

sudah berjalan selama 5 bulan,obat yang di minum adalah obat paket

yang di ambil dari puskesmas. Kondisi sekarang Nn. J masih terdapat

benjolan di leher.

d) Riwayat keluarga sebelumnya

Keluarga dari pihak ayah Nn. J ada riwayat penyakit tuberculosis

limfadenitis, sedangkan kedua orangg tuanya tidak ada.

3. Lingkungan

a) Karakteristik Rumah

Jenis rumah Nn. J adalah permanen yang merupakan milik sendiri luas

rumah 8 x 15, memiliki 3 kamar yaitu 1 kamar di sebelah kiri dan 2

kamar sebelah kanan dan satu kamar mandi, penerangan menggunakan

lampu lisrtik, mempunyai jendela, kebersihan cukup baik, tidak ada

saluran pembuagan air limbah rumah tangga di buang di belakang rumah,

sumber air minum dari air sumur yang di masak dan kadang dari air galon,

lantai rumah menggunakan lantai dari semen, jamban leher angsa. serta

sampah biasanya di buang di tempat pembuangan sampah.

b) Karakteristik Tetangga

Tipe tempat tinggal adalah hunian baik dimana depan rumah Nn. J

merupakan jalan aspal, dan hubungan dengan tetangga sangatlah baik.


44

c) Mobilitas geografi keluarga

Keluarga Nn. J merupakan penduduk asli setempat dan tidak pernah

pindah rumah.

d) Sistem pendukung keluarga

Berobat menggunakan bpjs,keluarga sangat mendukung anggota keluarga

yang sedang sakit.

4. Struktur Keluarga

a) Pola komunikasi keluarga

Komunikasi yang ada di keluarga Nn. J berjalan dengan baik , jika ada

masalah selalu dibicarakan dan di musyawarahkan maka penentu

keputusan adalah Tn.F sebagai kepala keluarga

b) Struktur kekuatan keluarga

Pengambilan keputusan dalam keluarga adalah Tn.F dengan meminta

pendapat pada anggota keluarga yang lain. Setiap anggota keluarga

berhak mengeluarkan pendapat, dan jika ada permasalahan keluarga

selalu membicarakan dan mencari solusinya dengan meaukan

musyawarah di dalam keluarga.

c) Struktur peran

Peran masing-masing keluarga :

 Tn. F berperan sebagai kepala keluarga yang bertugas untuk mencari

nafkah.

 Ny. L berperan sebagai istri, mengurus rumah tangga serta membantu

dengan bekerja menjaga warung di depan rumahnya.


45

 An. F yang masih tinggal dalam satu rumah sebagai mahasiswa

 An. N tinggal dalam satu rumah sebagai mahasiswa

d) Nilai dan norma keluarga

Dalam keluarga Tn. F selalu megajarkan tentang kesopanan kepada

anak-anaknya, terutama nilai kesopanan kepada orang yang lebih tua,

Ny.L juga menanamkan nilai-nilai kejujuran sejak kecil kepada anak-

anaknya.

5. Fungsi Keluarga

a) Fungsi afektif

Keluarga Tn. F yang saling menyayangi dan peduli terhadap anggota

keluarga yang sakit khususnya Nn. J.

b) Fungsi sosialisasi

Tn.F dan Ny.L selalu mengajarkan dan menekankan pada keluarganya

bagaimana berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya

dalam kehidupan sehari-harinya di rumah dan lingkungan tempat

tinggalnya.

c) Fungsi reproduksi

Keluarga Tn. F khususnya Ny. L dahulu mengikuti Kb dan sekarang telah

berhenti ,mereka memiliki 3 orang anak berjenis kelamin perempuan.

d) Fungsi ekonomi

Tn. F mengatakan dari penghasilannya sendiri dan istri di rasa cukup untuk

memenuhi kebutuhan sehari-hari


46

e) Fungsi perawatan kesehatan keluarga

Masalah atau penyakit: Tb limfadenitis

 Kemampuan keluarga mengenal masalah

Keluarga Tn.F dalam hal kesehatan kurang mampu mengenal

masalah-masalah kesehatan, terbukti dengan ketidaktahuan keluarga

khususnya Nn. J tentang penyakit yang di derita sehingga hanya

membeli obat di pasar atau di warung terdekat, dan ketika penyakitnya

belum kunjung sembuh Tn.H dan keluarga baru berinisiatif

memeriksakan Nn. J ke puskesmas dan sampai saat ini sedang dalam

proses pengobatan tetapi Tn.F beserta keluarga juga sebenarnya

belum terlalu paham mengenai tuberculosis limfadenitis

 Kemampuan keluarga mengambil keputusan mengenai tindakan yang

tepat

Keluarga Tn.F belum mampu mengambil keputusan mengenai akibat

 Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit

Anggota keluarga sebelumnya kurang mengerti tentang tanda dan gejala

yang selama ini di perlihatkan dari Nn. J namun semenjak selesai

memeriksakan diri ke puskesmas, keluarga sekarang sudah

mengetahui dan obat yang harus selalu di minum Nn. J, namun belum

terlalu paham tentang penularan, pencegahan, dan perawatan untuk

penderita tuberculosis limfadenitis

 Kemampuan keluarga memodifikasi lingkungan/memelihara

lingkungan yang sehat untuk perawatan anggota keluarga yang sakit.


47

Keluarga Tn. F kurang mampu memodifikasi lingkungan terlihat dari

pembuangan air limbah di buang di belakang rumah, jendela jarang di

buka, kebersihan cukup bersih.

 Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan di

masyarakat

Keluarga mampu menggunakan pelayanan kesehatan terbukti Nn. J

selalu pergi ke puskesmas untuk mengambil obat-obatan yang wajib

untuk diminum ketika obatnya telah habis.

6. Stres dan Koping Keluarga

a) Stressor jangka pendek dan jangka panjang

 Stressor jangka pendek (<6 bulan)

Nn. J memikirkan apakah penyakit tuberculosis limfadenitis

yang dideritanya dapat sembuh

 Stressor jangka Tb Limfa dan sekarang dalam proses pengobatan dan

berhararap setelah sembuh, penyakitnya ini tidak timbul lagi

b) Respon keluarag terhadap stressor dan mekanisme koping yang digunakan

 Respon keluarga terhadap stressor

Keluarga saling memberikan dukungan dan semangat pada anggota

keluarga yang memiliki masalah

 Strategi koping yang digunakan

Saat menghadapi masalah Nn. J berusaha menyelesaikan masalah

tersebut dengan melibatkan orang tua dan keluarganya

c) Strategi adaptasi disfungsional


48

Nn. J mengatakan dalam menghadapi masalah, keluarga tidak pernah

putus asa dan tidak pernah melapiaskan ke hal-hal yang merugikan diri

sendiri dan keluarga.

7. Pemeriksaan Fisik

DATA Bpk. F Ibu. L Nn. J An. F


TTV TD : 100/80 TD : 120/80 TD : 120/80 TD : 110/80
mmhg mmhg mmhg mmhg
RR : 24 RR: RR : RR :
X/menit 20x/menit 20x/menit 20x/menit
N: N: N: N : 87x/menit
80X/meni 82X/menit 91x/menit
Kepala  Bentuk  Bentuk  Bentuk  Bentuk
kepala: kepala: kepala: kepala:
mesocep mesocep mesoceph mesocephal
hal hal al  Rambut:
 Rambut:  Rambut:  Rambut: bergelomba
bersih, panjang, panjang, ng, bersih,
kusut bersih, bersih, panjang.
 Kulit beruban kusut
kepala:  Kulit
tidak ada kepala:
kelainan, tidak ada
tidak ada kelainan,
nyeri tidak ada
tekan, nyeri
rambut tekan,
tidak rambut
mudah tidak
tercabut. mudah
tercabut.
Aksila Tidak ada Tidak ada Pembengkak Tidak ada
pembengkak pembengkak an di leher, pembengkakan
an an ada nyeri
tekan
Dada  Bentuk  Bentuk  Bentuk  Bentuk dada
dada dada dada simetris kiri
simetris simetris simetris dan kanan
kiri dan kiri dan kiri dan  Warna kulit
kanan kanan kanan sama
 Warna  Warna  Warna dengan
49

kulit kulit kulit sekitarnya


sama sama sama  Tidak
dengan dengan dengan nampak
sekitarny sekitarny sekitarny adanya
a a a benjolan,
 Tidak  Tidak  Tidak  Irama
nampak nampak nampak pernapasan
adanya adanya adanya ikut gerak
benjolan, benjolan, benjolan, nafas
 Irama  Irama  Irama
pernapasa pernapasa pernapasa
n ikut n ikut n ikut
gerak gerak gerak
nafas nafas nafas

Abdomen  Bentuk  Bentuk  Bentuk  Bentuk


simetris simetris simetris simetris
 Tidak ada  Tidak ada  Tidak ada  Tidak ada
oedema oedema oedema oedema
 Tidak ada  Tidak ada  Tidak ada  Tidak ada
nyeri nyeri nyeri nyeri tekan
tekan tekan tekan

Ekstremit  Tidak ada  Tidak ada  Tidak ada  Tidak ada


as atas oedema oedema oedema oedema
pada pada pada pada
ekstremit ekstremit ekstremit ekstremitas
as atas as atas as atas atas
Ekstremit  Tidak ada  Tidak ada  Tidak ada  Tidak ada
as bawah oedema oedema oedema oedema
pada pada pada pada
bawah ekstremit ekstremit ekstremitas
as bawah as bawah bawah

7. Harapan Keluarga

Keluarga berharap dengan mengonsumsi obat paket tuberculosis paru

secara teratur bisa dapat menyembuhkan penyakitnya.

1.2. Diagnosa Keperawatan


50

Hasil pemeriksaan terhadap Nn. J didapattkan diagnosa keperawatan sebagai

berikut:

1) Kurang pengetahuan tentang penyakit tuberkulosis limfadenitis

2) Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan yang tepat pada

anggota keluarga yang sakit

3) Ketidakmampuan keluarga menciptakan lingkungan rumah yang

memenuhi syarat kesehatan

1.3. Intervensi Keperawatan

Rencana Keperawatan
Hari/ Diagnosa
tanggal Keperawatan Kriteria Hasil
Tujuan Intervensi (NIC)
(NOC)
Senin/ Kurang Setelah  Keluarga dan 1. Ketidaktahuan keluarga
24 Juni pengetahuan dilakukan penderita tentang penyakit
2019 tentang penyakit pertemuan mengerti apa itu tuberkulosis limfadenitis
Pukul : tuberkulosis selama 3 kali tuberkulosis  Jelaskan dengan
12.00 limfadenitis tatap muka limfadenits, menggunakan bahasa
s/d berhubungan diharapkan penyebab, tanda, yang sederhana dan
14.00 dengan keluarga dapat dan cara merawat mudah dimengerti
ketidakmampua mengetahui anggota keluarga tentang gejala penyakit
n keluarga hal-hal ynag dengan masalah tuberkulosis limfadenitis
merawat berhubungan tuberkulosis seperti klien merasa lesu,
anggota yang dengan limfadenitis pucat, anorexia, demam
sakit. penyakit  Keluarga dimalam hari dengan
tuberkulosis mengerti akibat atau tanpa berkeringat
limfadenitis bila penderita dingin, sesak
tidak terawatt nafas,timbulnya benjolan
 Keluarga bisa di leher, dada, paha,
menyebutkan apa ketiak dll.
yang harus  kaji pengetahuan
dihindari oleh keluarga tentang cara –
penderita cara pemecahan masalah
yang tepat.
 Jelaskan cara prinsip
pemecahan masalah pada
Tuberkulosis
51

limfadenitis yaitu dengan


pengobatan dan
perawatan yang tepat
dan teratur.
 Jelaskan akibat bila
Tuberkulosis
limfadenitis tidak diobati
dalam jangka waktu
yang lama dapat
menimbulkan
komplikasi seperti batuk
darah.
 Kaji pengetahuan
keluarga tentang tata
cara perawatan klien
Tuberkulosis
limfadenitis
 Jelaskan dengan bahasa
yang mudah dimengerti
tentang perawatan klien
Tuberkulosis
limfadenitis seperti:
makan yang banyak dan
bergizi tinggi, istirahat
yang cukup , pikiran
diusahakan santai
hindari stres yang
berlarut – larut, berhenti
merokok dan hindari
polusi udara. Gerak
badan dianjurkan bila
penyakit tampak
sembuh.
 Jelaskan pengobatan
Tuberkulosis
limfadenitis dan cara
minum obat serta berapa
lama harus minum obat.
Rabu/ Ketidakmampua Setelah  Keluarga mampu 1. Ketidakmampuan keluarga
26 Juni n keluarga dilakukan mengenal merawat anggota keluarga
2019 mengambil tindakan 3 kali masalah dengan tuberkulosis
keputusan yang tatap muka kesehatan pada limfadenitis
Pukul: tepat pada diharapkan tuberkulosis  Diskusikan dengan
16.00 anggota keluarga dapat limfadenitis keluarga cara merawat
s/d keluarga yang mengambil anggota keluarga
17.00 sakit keputusan pada dengan tuberkulosis
52

anggota limfadenitis
keluarga yang  Evaluasi kembali
sakit penjelasan yang telah
disampaikan
2. Kaji dan jelaskan
mengenai penyakit yang
diderita
3. Berikan informasi
menngenai
ketidaknyamanan sesuai
kebutuhan
4. Ajarkan pasien melakukan
reposisi sesuai petunjuk,
misalnya semi
fowler,miring
5. Ajarkan pasien dan
keluarga menggunakan
teknik relaksasi misalnya
latihan napas dalam,
bimbingan imajinasi,
visualisasi
Sabtu Ketidakmampua Setelah Keluarga dan pasien 1. Ketidakmampuan keluarga
29 Juni n keluarga dilakukan mampu mengetahui memodifikasikan
2019 menciptakan tindakan 3 kali resiko infeksi dan lingkungan untuk anggota
lingkungan tatap muka penyebaran keluarga dengan
Pukul : rumah yang diharapkan penyakit yang tuberkulosis limfadenitis
09.00 memenuhi keluarga dan diciptakan jika  Diskusikan dengan
s/d syarat kesehatan pasien lingkungan rumah keluarga bagaimana
11.00 memahami kotor lingkungan yang
lingkungan nyaman bagi penderita
rumah yang tuberkulosis
memenuhi limfadenitis
syarat kesehatan 2. Modifikasi lingkungan
keluarga untuk penderita
tuberkulosis limfadenitis
3. Beri penjelasan kepada
pasien dan keluarga agar
menekankan pentingnya
asupan diet TKTP (tinggi
kalori tinggi protein) dan
intake cairan yang adekuat:
mencukupi kebutuhan
metabolik, mengurangi
kelelahan, nyeri akut dll.
4. Berikan informasi yang
spesifik dalam bentuk
53

tulisan untuk pasien dan


keluarga (misalnya; jadwal
minum obat.
5. Peningkatan partisipasi
pasien dan keluarga untuk
mematuhi aturan terapi dan
mencegah terjadinya putus
obat.
6. Review tentang cara
penularan dan resiko
kambuh kembali:
pengetahuan yang cukup
dapat mengurangi resiko
penularan/kambuh
kembali.

1.4. Implementasi Keperawatan

1. Kurang pengetahuan tentang penyakit tuberkulosis limfadenitis

berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota yang

sakit.

Kunjungan pertama pada keluarga Tn. F penulis memperkenalkan diri

serta

menyampaikan maksud dan tujuan dilanjutkan kontrak waktu. Setelah

keluarga tidak keberatan penulis melakukan pengkajian pada hari tersebut.

 Hari pertama penulis mengkaji pengetahuan keluarga Tn. F khususnya

Nn. J tentang penyakit Tuberkulosis limfadenitis pada Nn. J, hal ini

dibuktikan saat diberikan pertanyaan Tn. F bisa menjawab.

 Selanjutnya tentang penyebab tuberkulosis limfadenitis Nn. J keluarga

Tn. F berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat Nn. J

dengan Tuberkulosis limfadenitis.

 Implementasi:
54

a) Menjelaskan kepada keluarga penyebab tuberkulosis

b) Menjelaskan kepada keluarga tanda – tanda tuberkulosis

c) Menjelaskan kepada keluarga akibat tuberkulosis jika tidak segera

ditangani

d) Mengkaji kembali kemampuan keluarga dalam merawat

e) Mendemonstrasikan kembali cara merawat Nn. J

f) Memberi reinforcement atas perilaku positif kepada keluarga

g) Menjelaskan kepada keluarga pentingnya menjaga lingkungan.

2. Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan yang tepat pada

anggota keluarga yang sakitKunjungan kerja waktu berikutnya, penulis

menjelaskan terkait penyakit tuberkulosis limfadenitis kepada seluruh

anggota keluarga.

Implementasi:

a) Mengenal masalah kesehatan keluarga dengan tuberkulosis

limfadenitis

b) Menjelaskan penyebab, gejala, serta tanda penyakit tuberkulosis

limfadenitis, berupa nyeri pada kulit, timbulnya benjolan

c) Keluarga mengambil keputusan dengan merawat anggota keluarga

yang menderita tuberkulosis limfadenitis

3. Ketidakmampuan keluarga menciptakan lingkungan rumah yang

memenuhi syarat kesehatan.

Implementasi:
55

a) Menjelaskan bagaimana lingkungan yang nyaman bagi penderita

tuberkulosis limfadenitis

b) Keluarga memodifikasi lingkungan dengan cara:

 membuka jendela agar sinar matahari masuk ke dalam rumah

 menjaga kebersihan rumah

 menjemur kasur dan bantal 1 minggu sekali

 mempunyai tempat sampah yang tertutup sehingga tidak

menimbulkan bau

 menjaga rumah agar bebas dari asap rokok

c) keluarga memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan

 keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan untuk konsultasi

 keluarga menggunakan fasilitas kesehatan untuk memperoleh

obat TB limfadenitis untuk Nn. J agar tidak putus minum

obat.

1.5. Evaluasi Keperawatan

Evaluasi keperawatan yang telah dilaksanakan yaitu:

1. Kurang pengetahuan tentang penyakit tuberkulosis limfadenitis

 S: Keluarga sudah mampu mendemonstrasikan dalam merawat pasien

Nn.J

 O : Rumah cukup bersih dan penampilan pasien cukup bersih

 A : Masalah teratasi

 P : Lanjutkan intervensi
56

2. Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan yang tepat pada anggota

keluarga yang sakit

 S : Nn. J beserta keluarga mengatakan sudah mengetahui penyebab,

tanda dan gelaja TB limfadenitis

 O : Keluarga sudah mengetahui akibat lanjut TB limfadenitis bila tidak

diobati

 A : Masalah teratasi sebagian

 P : Lanjutkan intervensi

3. Ketidakmampuan keluarga menciptakan lingkungan rumah yang

memenuhi syarat kesehatan

 S : Keluarga sudah mengetahui cara memodifikasi lingkungan yang

bersih untuk penderita TB limfadenitis

 O : Keluarga dan Nn.. J sudah mampu memanfaatkan fasilitas

pelayanan kesehatan

 A : Masalah teratasi

 P : Intervensi dilanjutkan