Anda di halaman 1dari 19

SINDIKAT

KONSTITUSI HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM


Disusun sebagai prasyarat mengikuti Senior Course (SC)
HMI Cabang Jakarta Pusat Utara

Oleh :
An-an Hasanah

HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM


KOMISARIAT STAI AL-AZHARY
CABANG TASIKMALAYA
TAHUN 2019
SISTEM PENDIDIKAN SINGKAT (SINDIKAT)

Nama Materi : Konstitusi HMI

Jenjang : Latihan Kader 1

Alokasi Waktu : 2 (dua) jam

A. Tujuan Pembelajaran 1.
Tujuan Umum
Peserta dapat memahami dan menerapkan ruang lingkup konstitusi HMI.
2. Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus pembelajaran ini adalah :
a. Peserta dapat menjelaskan ruang lingkup konstitusi HMI dan hubungannya
dengan pedoman pokok organisasi lainnya
b. Peserta dapat memecahkan masalah-masalah organisasi dengan
menggunakan pendekatan konstitusi
c. Peserta dapat menjadikan konstitusi sebagai pedoman dalam menjalankan roda
organisasi organisasi

B. Metode, Alat dan Bahan


1. Metode
Pembelajaran ini disampaikan dengan beberapa metode sebagai berikut : a.
Brainstorming
b. Pemaparan Materi/Ceramah
c. Forum General Discussion (FGD)
d. Tanya Jawab
2. Alat dan Bahan
Alat dan bahan sebagai penunjang pada pembelajaran materi ini adalah sebagai
berikut:
a. Papan Tulis
b. Spidol
c. Kertas Plano
d. Kertas HVS
e. Penjepit Kertas
f. Al-Qur’an dan terjemah
g. Konstitusi Hard file/Soft file

C. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran di uraikan dalam tabel berikut ini :
1
No Kegiatan Metode Alokasi Waktu
.
1. Pend huluan Ceramah 10 Menit
a
Fasilitator memberi salam Tanya Jawab
a.
(greeting)

Fasilitator memberikan
b.
muqodimah dan
memperkenalkan diri

kepada peserta

c. Fasilitator menyiapkan
peserta secara psikis dan
fisik untuk mengikuti
proses pemberian materi

d. Fasilitator mengajukan
pertanyaan tentang kaitan
materi sebelumnya dengan
materi yang akan di

sampaikan
e. Fasilitator menjelaskan
tujuan pembelajaran atau
kompetensi dasar yang
akan dicapai
2. Inti Ceramah 100 Menit
Materi 1 : Pengantar Ilmu Hukum Brainstorming
a. Pengertian dan FGD
Fungsi
Hukum
b. Hakekat Hukum
c. Pengertian Konstitusi dan
Arti Pentingnya dalam
Organisasi

Materi 2 : Ruang
Lingkup
Konstitusi HMI
a. Makna Mukadimah
AD

2
HMI
b. Makna HMI sebagai
Organisasi Berasaskan

Islam
c. Keanggotaan HMI
d. Struktur Kekuasaan
e. Struktur Kepemimpinan

Materi 3 : Pengenalan Lembaga


a. Korps HMI-wati
b. Lembaga
Pengembangan
Profesi
c. Pedoman Lembaga
Pengembangan Profesi
d. Atribut HMI
3. Penutup Ceramah 10 Menit
a. Peserta dan fasilitator Tanya Jawab
melakukan refleksi terhadap
kegiatan di forum

b. Fasilitator memberikan
ulasan atas hasil kegiatan
pembelajaran di forum

c. Sharing session/pemberian
motivasi kepada
peserta untuk
semangat berproses di

HMI

3
d. Peserta diberikan kesempatan
untuk bertanya apabila masih
ada materi yang di rasa belum
jelas atau pertanyaan lain terkait
dengan materi yang telah
diberikan

e. Fasilitator memberikan salam


penutup.

D. Indikator Pencapaian Materi


Tercapainya target dari pembelajaran materi ini ditunjukan dengan beberapa indikator
berikut :
1. Peserta dapat menjelaskan pengertian dan fungsi hukum;
2. Peserta dapat menjelaskan pengertian konstitusi;
3. Peserta dapat menjelaskan fungsi konstitusi dalam organisasi;
4. Peserta dapat menjelaskan posisi konstitusi dalam organisasi;
5. Peserta mampu memahami makna dari mukadimah HMI;
6. Peserta mampu menyelaraskan mukadimah HMI dengan Pancasila;
7. Peserta dapat menyelaraskan mukadimah HMI dengan NDP;
8. Peserta dapat menjelaskan tafsir azas HMI;
9. Peserta dapat mengetahui dan memahami tafsir tujuan HMI;
10. Peserta dapat menjelaskan tafsir independensi HMI;
11. Peserta dapat menjelaskan fungsi HMI;
12. Peserta dapat menjelaskan peran HMI;
13. Peserta dapat menjelaskan perbedaan antara anggota muda dan anggota biasa;
14. Peserta dapat menjelaskan struktur kekuasaan di HMI;
15. Peserta dapat menjelaskan struktur kepemimpinan di HMI;
16. Peserta dapat menjelaskan posisi dan jalur koordinasi badan-badan khusus;
17. Peserta dapat menjelaskan basic demand Bangsa Indonesia;
18. Peserta dapat menyelaraskan konstitusi dengan arah perjuangan sebagai kader
HMI;
19. Peserta dapat menjelaskan konsep perkaderan di HMI;
20. Peserta dapat menjelaskan training formal dan non-formal di HMI;
21. Peserta dapat mengetahui pedoman administrasi dan kesekretariatan secara benar;
22. Peserta dapat membuat surat sesuai dengan konstitusi HMI.
4
E. Pengukuran Pencapaian Target Materi
Pengukuran pencapaian target materi dilakukan dengan test, sebagai berikut :
1. Post Test
Post test dilakukan pada saat akhir training, dengan memberikan pertanyaan sebagai
berikut :
a. Jelaskan pengertian dan fungsi konstitusi !
b. Tuliskan makna dari mukadimah AD HMI !
c. Tuliskan pasal 1 s/d 10 AD HMI beserta ayat dan bab nya !
d. Sebutkan badan-badan khusus yang ada di HMI !
e. Jelaskan HMI sebagai organisasi berasaskan Islam !
f. Jelaskan HMI bersifat independen !
g. Apa perbedaan anggota muda dan anggota biasa ?
h. Gambarkan struktur kekuasaan di HMI?
i. Gambarkan struktur kepemimpinan di HMI?
j. Tulis lambang HMI beserta arti filosofis nya !

2. Pre-test/test saat training


Test yang dilakukan sebelum memulai pemberian materi atau saat training
berlangsung dengan cara meminta dijelaskan kembali terkait materi yang sudah di
sampaikan pada saat review dengan Master of Training (MOT)

3. Pemberian tugas review materi baik dalam bentuk videon maupun resume tulisan.

Adapun aspek penilaian nya adalah sebagai berikut :

1. Kognitif (30%)
2. Afektif (50%)
3. Psikomotorik (20%)

F. Pokok Bahasan
Berikut merupakan pokok bahasan materi konstitusi HMI :
1. Pengantar Ilmu Hukum
a. Pengertian dan Fungsi Hukum
Ilmu Hukum dalam bahasa latin disebut sebagai Scientia iuris. Kata Iuris
merupakan bentuk plural dari kata Ius yang artinya dalam bahasa Indonesia
5
hukum diartikan sebagai serangkaian pedoman untuk mencapai keadilan. Dari
kata ius itulah kemudian muncul istilah iustitia yang memang artinya keadilan.
Disamping ius, dalam bahasa latin terdapat kata lex yang artinya dalam
Bahasa Indonesia undang-undang, yaitu serangkaian aturan tingkah laku untuk
mengatur ketertiban masyarakat1.
Dalam Bahasa Inggris ilmu hukum lazim di sebut jurisprudence yang
berasal dari bahasa latin iuris dan prudentia yang kalau diterjemahkan secara
harfiah yaitu kebijaksanaan tentang hukum.
Menurut Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, hukum ialah keseluruhan
kaidah-kaidah serta asas-asas yang mengatur pergaulan hidup dalam
masyarakat dan bertujuan memelihara ketertiban serta meliputi
lembagalembaga guna mewujudkan berlakunya suatu kaidah yang nyata
dalam kehidupan masyarakat.
Purnadi Porbacaraka dan Soekanto mengatakan ada sembilan arti hukum,
yaitu2 :
1) Ilmu pengetahuan yang tersusun secara sistematis atas dasar kekuatan
pemikiran ;
2) Disiplin, yaitu suatu sistem ajaran tentang kenyataan atau gejalagejala
yang dihadapi;
3) Norma yakni pedoman atau patokan sikap tindak atau peri-kelakuan
yang pantas atau diharapkan;
4) Tata hukum, yakni struktur dan proses perangkat norma-norma hukum
yang berlaku pada suatu waktu dan tempat tertentu serta berbentuk
tertulis;
5) Petugas, yakni pribadi-pribadi yang merupakan kalangan yang
berhubungan erat dengan penegakan hukum (lae enforcement officer);
6) Keputusan penguasa, yakni hasil proses diskresi;
7) Proses pemerintahan,yakni proses hubungan timbal balik antar
unsurunsur pokok dari sistem kenegaraan;
8) Sikap, tindak atau peri-kelakukan yang diulang-ulang dengan cara yang
sama, dengan tujuan mencapai kedamaian;
9) Jalinan nilai-nilai, yaitu jalinan dari konsepsi-konsepsi abstrak tentang
apa yang dianggap baik dan buruk.

Menurut Paul Seholten, terdapat beberapa cirri-ciri hukum :


1) Hukum adalah aturan perbuatan manusia
2) Hukum bukan hanya sebuah keputusan, melainkan harus terealisasi
3) Hukum bersifat mewajibkan
4) Hukum ada untuk melindungi
5) Hukum sebagai dasar yang harus dilaksanakan

1 Mahmud Marzuki, Peter. Pengantar Ilmu Hukum. 2017. Jakarta. Hlm : 8.


2
Aburaera, Sukarno. Filsafat Hukum. 2013. Jakarta. Hlm : 42.
6
Tujuan hukum ialah guna mengatur pergaulan hidup manusia. Fungsi
hukum ialah sebagai perlindungan dan keadilan. Secara umum, fungsi hukum
juga sebagai berikut :

1) Melindungi
2) Alat ketertiban dan keteraturan
3) Sarana mewujudkan keadilan
4) Alat perubahan sosial
5) Penyelesaian masalah

Adapun tugas dari hukum adalah :

1) Menjamin adanya kepastian hokum


2) Menjamin keadilan, kebenaran, ketentraman, dan perdamaian 3)
Menjaga ketertiban

b. Hakekat Hukum
Seorang filsuf Romawi Kuno bernama Cicero (106- 43 SM) menyatakan
bahwa, “Ubi Societas Ibi Uis”, berarti dimana ada masyarakat disitulah
keberadaan hukum. Maka, setiap aktivitas manusia yang dalam hal ini
masyarakat terikat oleh suatu aturan yang dijadikan sebagai pedoman dalam
menjalankan aktivitas.

c. Pengertian Konstitusi dan Arti Pentingnya dalam Organisasi


Konstitusi adalah bentuk peraturan perundangan yang tertinggi yang
menjadi dasar dan sumber semua peraturan perundangan yang dibawahnya
dalam suatu organisasi/negara.
Konstitusi merupakan aturan pokok/hukum pokok;
Al-Qur’an dan Hadits : Islam
Pancasila & UUD 1945 : Indonesia
AD/ART : Organisasi

Syarat yang harus dimiliki agar konstitusi menjadi penentu arah, tindakan
dan piagam (sebagai dasar pijakan) :

1) Bentuknya
Sebagai naskah tertulis yang merupakan perundangan tertinggi yang berlaku
dalam suatu organisasi/negara.
2) Isinya
Merupakan peraturan yang bersifat fundamental; artinya tidak semua
masalah yang penting harus dibuat, melainkan hal-hal yang bersifat
pokok, dasar atau azas-azasnya saja.
7
3) Sifatnya
a) Universal
b) Fleksibel
c) Luwes

Pada dasarnya konstitusi hanya memberikan aturan yang bersifat


umum, aturan secara khusus dijelaskan dalam pedoman-pedoman lainnya.
Pedoman lain berfungsi sebagai penjelasan teknis hal-hal yang dibahas
dalam konstitusi, sehingga tidak boleh bertentangan dengan konstitusi.
Secara hirarki hukum konstitusi merupakan aturan tertinggi.

Piagam Madinah (sebagai perbandingan) :

“Piagam Madinah” (Madinah Charter) adalah konstitusi tertulis pertama


mendahului Magna Carta, yang berarti Piagam Besar, disepakati di
Runnymede, Surrey pada tahun 1215. Landasan bagi konstitusi Inggris ini
pula yang menjadi rujukan Amerika membuat konstitusi yang selama ini
dianggap oleh Barat sebagai “dokumen penting dari dunia Barat” dan menjadi
rujukan/model banyak negara di dunia.
Kehadiran “Piagam Madinah” nyaris 6 abad mendahului Magna Charta, dan
hampir 12 abad mendahului Konstitusi Amerika Serikat ataupun Prancis.
Kandungan “Piagam Madinah” terdiri daripada 47 pasal, 23 pasal
membicarakan tentang hubungan antara umat Islam yaitu; antara Kaum
Anshat dan Kaum Muhajirin. 24 pasal lain membicarakan tentang hubungan
umat Islam dengan umat lain, termasuk Yahudi.
“Piagam Madinah” atau juga dikenal “Perjanjian Madinah” atau “Dustar
al-Madinah” juga “Sahifah al-Madinah” dapat dikaitkan dengan Perlembagaan
Madinah karena kandungannya membentuk peraturanperaturan yang
berasaskan Syariat Islam bagi membentuk sebuah negara (Daulah Islamiyah)
yang menempatkan penduduk berbagai suku, ras dan agama (yang tinggal di
Madinah/Yatsrib kala itu adalah kaum Arab Muhajirin Makkah, Arab
Madinah, dan masyarakat Yahudi yang hidup di Madinah).
Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam telah mencontohkan prinsip
konstitusionalisme dalam perjanjiannya dengan segenap warga
Yatsrib (Madinah). “Piagam Madinah” yang dibuat Rasulullah mengikat seluruh
penduduk yang terdiri dari bebagai kabilah (kaum) yang menjadi penduduk
Madinah.

2. Ruang Lingkup Konstitusi HMI


Anggaran Dasar dan Rumah Tangga HMI merupakan konstitusi HMI,
isinya memuat aturan-aturan pokok organisasi yang bersifat fundamental.
Secara khusus masalah-masalah yang memerlukan penjelasan lebih lanjut
diurai dalam beberapa naskah, yaitu penjelasan dan pedoman-pedoman
organisasi lainnya. Hal utama yang harus diketahui kader selain asas dan
implikasinya adalah masalah tentang keanggotaan, dan struktur organisasi

8
Berikut bahasan ruang lingkup kosntitusi HMI : a. Makna Mukadimah AD
HMI
Sesungguhnya Allah Subhanahu wata‘ala telah mewahyukan Islam sebagai
ajaran yang haq lagi sempurna untuk mengatur umat manusia berkehidupan
sesuai dengan fitrahnya sebagai khalifah di muka bumi dengan kewajiban
mengabdikan diri semata-mata kehadirat-Nya.

Alinea 1 :
1) Islam ajaran yang haq dan sempurna (Q.S. Ali Imron 19)
َّ‫ِد‬ ‫عإ‬ ‫ب‬ َّ ‫ۢن‬ ‫ِم‬ َّ ‫َّل‬ ِ َّ‫إ‬
َّ‫ب‬ ‫ت‬ ‫ك‬ َٰ ‫إ‬
‫ِل‬ ‫ٱ‬ َّ ‫ْا‬ ‫و‬
‫تو‬ ‫أ‬ َّ ‫َّن‬ ‫ي ِذ‬ ‫ل‬ ‫ٱ‬ َّ َّ
‫ف‬
‫ل‬ ‫تخإ‬ ‫ٱ‬ َّ ‫ام‬ ‫و‬ َّ ‫َّم‬ ‫ل‬
‫سإ‬ ‫ۡل‬jِِۡ ‫إ‬ ‫ٱ‬ َّ ِ ‫َّل ّل‬ ‫ٱ‬ َّ
‫دنع‬
ِ َّ ‫َّن‬ ‫ي‬ ‫ِد‬ ‫ل‬ ‫ٱ‬ َّ ‫َّن‬ ِ‫إ‬

ََّّ ‫ت ي ٰ َ اِ َّ بَّ رإ فكإ ي َّ نم و َّ م إ ه ن يإ ب َّ اي ۢغإ ب َّ َّم ل إع ِلإ ٱ َّ م ه ء ٓ اج‬


ِ َّ ‫َِّل ّل ٱ‬jَّ ِ َّ ‫ير س َّ َّل ّل ٱ َّ ن ِ إ ف‬ ِ ‫ع‬
‫ح لإ ٱ‬
ِ ‫اس‬ ‫ب‬
ِ َّ ١٩َّ َّ َّ ‫ام‬

Artinya : ”Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah


Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali
sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang
ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah
maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” (Q.S. Ali-Imran :
19)

2) Fitrah manusia : Hanief/cenderung pada kebenaran (Q.S. Al-Araf 172)


َّ ‫ى‬
ٓ َٰ ‫ل‬ ‫ع‬ َّ ‫مإ‬ ‫ه‬ ‫ده‬
‫شإ‬ ‫أ‬ ‫و‬ َّ ‫مإ‬ ‫ه‬ ‫تي‬ ‫ر‬
‫ذ‬ َّ ‫مإ‬ ‫ِه‬ ‫ِر‬ ‫وه‬ ‫ظ‬ َّ ‫ِنم‬
‫م‬ ‫دا‬ ‫ء‬ َّ ‫ي‬
ٓ ‫ِن‬ ‫ب‬ َّ ‫ن‬ ‫ِۢم‬
َّ ‫ك‬ ُّ‫ب‬ ‫ر‬ َّ ‫ذخ‬ ‫أ‬ َّ ‫َّذإ‬
‫ِإ‬ ‫و‬

َّ ‫ان‬ ‫ك‬ َّ ‫ان‬ ِ‫إ‬ َّ ‫َّة‬ ‫ِم‬ ‫ي‬


‫ق‬
ِ
‫إ‬
‫ل‬ ‫ٱ‬ َّ ‫م‬ ‫وإ‬ ‫ي‬ َّ ْ‫ا‬ ‫و‬
َّ ٓۚ
‫لو‬ ‫ق‬ ‫ت‬ ‫ن‬ ‫أ‬ َّ ٓ ‫ا‬ ‫ن‬ ‫دإ‬ ‫ِه‬
‫ش‬ َّ ‫ى‬ َٰ ‫ل‬ َّ‫ب‬ ‫ْا‬ ‫و‬ ‫ل‬ ‫ا‬
َّ
‫ق‬ ‫م‬ ۖۡ ‫إك‬ ‫ِبر‬ ‫ِب‬ َّ ‫ت‬
‫سإ‬ ‫ل‬ ‫أ‬ َّ ‫مإ‬ ‫ِه‬ ‫س‬
ِ ‫ف‬ ‫ن‬
‫أ‬

َّ َّ ١٧٢َّ ‫ن‬ ‫يل‬


ِ ‫ف‬
ِ ‫غ‬ َٰ َّ ‫ا‬ ‫ذه‬
َٰ َّ ‫نإ‬ ‫ع‬

Artinya : Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-


anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap
jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka

9
menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami
lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan:
"Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah
terhadap ini (keesaan Tuhan)" (Q.S. Al-Araf

172)

3) Khalifah fil ardh (Q.S Al-Baqarah 30)


َّ‫ل‬ ‫ع‬ ‫جإ‬ ‫ت‬ ‫أ‬ َّ ‫ْا‬ ‫ٓو‬
ۖۡ
‫ل‬ ‫اق‬ َّ ‫ة‬ ‫ف‬ ‫يل‬
ِ ‫خ‬ َّ
َّ‫ض‬ ِ ‫رإ‬ ‫ۡل‬ ‫إٱ‬ َّ ‫يِف‬ َّ ‫َّل‬ ‫ع‬
ِ
‫اج‬ َّ ‫ي ِن‬ ِ‫إ‬ َّ ‫ِة‬ ‫ك‬ ‫ِئ‬
ٓ ٰ
‫ل‬ ‫َم‬ ‫إ‬
‫ل‬ ‫ِل‬ َّ ‫ك‬ ُّ‫ب‬ ‫ر‬ َّ ‫ل‬ ‫ا‬
‫ق‬ َّ ‫َّذإ‬ ِ‫إ‬ ‫و‬

َّ‫ك‬ ۖۡ ‫ل‬ َّ ‫س‬


‫ِد‬ ‫ق‬ ‫نو‬ َّ
‫ك‬ ‫د‬ ‫ِمإ‬ ‫ح‬
َِّ jَّ
‫ِب‬ ‫ح‬ ِ‫ب‬ ‫س‬
‫َّن‬ ‫ن‬ ‫حإ‬ ‫ن‬
‫و‬ َّ ‫َّء‬ ٓ ‫ام‬
‫ِد‬ ‫ل‬ َّ‫ٱ‬ ‫ك‬
‫ف‬ ‫ِسإ‬ ‫يو‬ َّ
‫اه‬ ‫يف‬ِ َّ
‫دس‬
ِ ‫فإ‬ َّ
‫ي‬ ‫نم‬ َّ
‫اه‬ َّ ‫ي ف‬
ِ َّ ٣٠َّ ‫ن‬
‫وم‬ ‫لعإ‬ ‫ت‬َّ
‫َّل‬ َّ ‫ام‬ َّ ‫م‬
‫ل‬ ‫عإ‬ ‫أ‬
َّ ‫ي‬
ٓ ‫ِن‬ ِ‫إ‬
َّ ‫ل‬ ‫اق‬

Artinya : Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat:


"Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi".
Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di
bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan
menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji
Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya

Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui" (Q.S Al-Baqarah 30)

4) Pengabdian diri (Q.S. Az-Zariat 56)


َّ َّ ٥٦َّ ‫ِن‬ ‫و‬ ‫د‬ ‫بعإ‬ ‫ي‬ ‫ِل‬ َّ ‫َّل‬
ِ‫إ‬ َّ َّ‫س‬ ‫َّۡل‬jَِِّۡ ‫ن‬ ‫إ‬ ‫ٱ‬ ‫َّو‬ َّ ‫َّن‬ ‫ج‬
ِ
‫إ‬
‫ل‬
َّ‫ٱ‬ ‫ت‬ ‫قإ‬ ‫ل‬ ‫خ‬ َّ ‫ام‬ ‫و‬

Artinya : “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya
mereka mengabdi kepada-Ku.” (Q.S. Az-Zariat 56)

10
Menurut iradat Allah Subhanahu wata‘ala kehidupan yang sesuai dengan
fitrah-Nya adalah panduan utuh antara aspek duniawi dan ukhrawi, individu
dan sosial serta iman, ilmu, dan amal dalam mencapai kebahagiaan hidup di
dunia dan akhirat.

Alinea 2 :
Azas keseimbangan (Q.S. Al-Qashash 77)

َ ٰ ‫خ ٓ إۡل ٱ َّ َّر ا دل ٱ َّ ل َّّل ٱ َّ ك‬


َّ ِ َّ ‫ى تا ء َّٓ ام يِف‬ َّ‫س حإ أ و َّ َّۡۖا ي نإ ُّ دل ٱ َّ ن ِم َّ ك ب‬
ۖۡ
َّ ‫غ تبإ ٱ‬ َّ ‫يص َّن س ن‬
ِ ‫ت َّل و َّ َّة ر‬ ِ ِ ‫ن‬
‫و‬

َّ ‫ َّن ي ِد‬٧٧َّ َّ َّ ‫ت َّل و َّ ك ۡۖيإ ل ِإ َّ ل َّّل ٱ َّ ن س حإ أ َّ ٓ ام ك‬


َّ ‫غ بإ‬ ‫إ‬
ِ َّ‫ۡۖۡ ِۖ رإ إۡل ٱ‬jِ ‫لل ٱ َّ ن إِ َّ َّض‬
ِ َّ ‫يف َّ َّد اس فل ٱ‬ َّّ َّ ‫ي َّل‬
َّ ‫ح‬
ِ ُّ‫ب‬
‫إ‬
‫س فإ م ل ٱ‬ ِ

Artinya : “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu
(kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu
dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain)
sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu
berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang berbuat kerusakan” (Q.S. Al-Qashash 77)

Duniawi – Ukhrawi, Individu – Sosial, Iman – Ilmu – Amal

Berkat rahmat Allah Subhanahu wata‘ala Bangsa Indonesia telah berhasil


merebut kemerdekaan dari kaum penjajah, maka umat Islam berkewajiban
mengisi kemerdekaan itu dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia
menuju masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah Subhanahu wata’ala.

Sebagai bagian dari umat Islam dunia, maka umat Islam Indonesia memiliki
kewajiban berperan aktif dalam menciptakan Ukhuwah Islamiyah sesama
umat Islam sedunia menuju masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah
Subhanahu wata’ala.

Alinea 3 dan 4:

1) Kemerdekaan merupakan rahmat Allah SWT (Q.S. At-Taubah 41) :


َّ‫مإ‬ ‫ك‬ ‫ِل‬ َٰ
‫ذ‬ َّ ِ ‫َّل ۚ ّٓل‬ ‫ٱ‬
‫ِل‬ ‫يِب‬ ‫س‬ َّ ‫ي‬ َِّjَّ
‫ِف‬ ‫مإ‬ ‫ك‬ ‫س‬
ِ
‫ف‬ ‫ن‬ ‫أ‬ ‫و‬ َّ ‫مإ‬ ‫ك‬ ‫ِل‬ ‫و‬ َٰ ‫مإ‬
‫ب‬
ِ ‫أ‬ َّ ْ ‫او‬ ‫ده‬ ‫ِج‬ َٰ ‫و‬ َّ ‫َّل‬
‫اق‬ ‫ِث‬ ‫و‬ َّ ‫اف‬ ‫اف‬ ‫خ‬
ِ َّ َّْ‫ا‬
‫ور‬ ‫ف‬
ِ َّ ‫نٱ‬ َّ ٤١َّ ‫ن‬ ‫وم‬ ‫لعإ‬
11
َّ
‫ت‬ ‫مإ‬ ‫تنك‬ َّ ِ‫نإ‬ ‫َّمإ‬ ‫ك‬ ‫ل‬
‫ر‬ ‫يإ‬ ‫خ‬

Artinya : “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun


berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang
demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui” (Q.S. At-
Taubah 41) :

2) Umat Islam wajib mengisi kemerdekaan (fungsi umat Islam) (Q.S. AlAnfal :
61).
َّLََّ‫ع‬ ‫ِيم‬ ‫س‬ ‫ل‬ ‫ۚٱ‬ َّ ‫و‬ ‫ه‬ َّ َّ‫ۥه‬
‫ن‬ ِ‫إ‬ َّ ِ ‫ل َّّٓل‬ ‫ٱ‬ َّ ‫ىل‬ ‫ع‬
َّ ‫إل‬ ‫ك‬ ‫و‬ ‫تو‬ َّ ‫اه‬ ‫ل‬
‫َّح‬ ‫إن‬ ‫جإ‬ َّ
‫ٱف‬ َّ ‫ِم‬ ‫إ‬
‫ل‬ ‫س‬ ‫ل‬ ‫ِل‬
‫ْا‬ ‫وح‬ ‫ن‬ ‫ج‬ َّ ِ‫نإ‬ ‫و‬ َّ ۞ َّ ٦
‫إ‬
١َّ ‫َّم‬ ‫يل‬
ِ ‫عل‬ ‫ٱ‬

Artinya : “Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah


kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya

Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Al-Anfal :


61)

3) Adil makmur

Mahasiswa Islam sebagai generasi muda yang sadar akan hak dan
kewajibannya serta peran dan tanggung jawab kepada umat manusia, umat
muslim dan Bangsa Indonesia bertekad memberikan dharma bhaktinya untuk
mewujudkan nilai-nilai keislaman demi terwujudnya masyarakat adil makmur
yang diridhoi Allah Subhanahu wata‘ala.

Meyakini bahwa tujuan itu dapat dicapai dengan taufiq dan hidayah Allah
Subhanahu wata‘ala serta usaha-usaha yang teratur, terencana dan penuh
kebijaksanaan, dengan nama Allah kami Mahasiswa Islam menghimpun diri
dalam satu organisasi yang digerakkan dengan pedoman berbentuk anggaran
dasar.

Alinea 5 & 6 :

1) Fungsi generasi muda Islam


2) Orientasi pengabdian kepada Allah SWT (Q.S Az-Zariat 56)

12
َّ َّ ٥٦َّ ‫ِن‬ ‫و‬ ‫د‬ ‫بعإ‬ ‫ي‬ ‫ِل‬ َّ ‫َّل‬
ِ َّ‫إ‬ َّ‫س‬ ‫ۡل‬jِِۡ ‫ن‬ ‫إ‬ ‫ٱ‬ ‫َّو‬ َّ ‫َّن‬ ‫ج‬
ِ
‫إ‬
‫ل‬
َّ‫ٱ‬ ‫ت‬ ‫قإ‬ ‫ل‬ ‫خ‬ َّ ‫ام‬ ‫و‬

Artinya : “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya
mereka mengabdi kepada-Ku.” (Q.S. Az-Zariat 56)

b. Makna HMI sebagai Organisasi yang Berasaskan Islam


HMI adalah organisasi yang menghimpun mahasiswa yang beragama
Islam dimana secara individu atau organisatoris memiliki ciri-ciri keIslaman,
dan menjadikan Al-Quran dan Sunnah sebagai sumber norma, sumber nilai,
sumber inspirasi, dan sumber aspirasi didalam setiap aktivitas dan dinamika
organisasi.2 Firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 3 :
َّ‫م‬ ‫ك‬ ‫َّل‬ ‫ت‬ ‫يض‬
ِ ‫ر‬ ‫َّو‬ َّ ‫ت‬ ِ ‫ي‬ ‫م‬ ‫عإ‬
‫ َِِّن‬jَّ ‫َّمإ‬ ‫ك‬ ‫َّيإ‬ ‫ل‬ ‫ع‬ َّ ‫ت‬ َّ ‫مإ‬ ‫م‬ ‫تإ‬
‫أ‬ ‫و‬ َّ ‫مإ‬ ‫ك‬ ‫ن‬ ‫ي ِد‬ َّ ‫مإ‬ ‫ك‬
‫إ‬
‫ل‬ َّ ‫ت‬ ‫ل‬ ‫م‬ ‫كإ‬ ‫أ‬ َّ ‫َّم‬ ‫وإ‬
‫ي‬ ‫إ‬
‫ل‬ ‫ٱ‬. . . . .. .
َّ ‫ۡل إ‬jِِۡ ‫يف َّ َّر ط ض إٱ َّ ِن م ف َّ ۚٓا ن ي ِد َّ َّم ل َ سإ‬
ٰ
ِ َّ ‫ف نِاج تَّم َّ ر يَّإ غ َّ ة ٍص م خإ م‬
ٖ َِِّjَّ ‫َّۡل‬jَِِّۡ ‫ف ٖم ث‬
‫إ‬ َّ َّ ‫ر و ف‬
َّ ‫غ َّل ّل ٱ َّ ن ِ إ‬
‫يح ر‬
ِ ‫ م‬٣َّ َّ َّ ‫ٱ‬

Artinya : “....... Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu,
dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu
jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa
sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha

Penyayang.” (Q.S. Al-Maidah : 3)

Secara normatif Islam tidak sekadar agama ritual yang cenderung


individual akan tetapi merupakan suatu tata nilai yang mempunyai komunitas
dengan kesadaran koleketif yang membuat pemahaman/kesadaran,
kepentingan, struktur dan pola aksi bersama demi tujuan-tujuan politik.
Substansi pada dimensi kemasyarakatan, agama memberikan spririt pada
pembentukan moral dan etika. Islam yang menetapkan Tuhan dari segala
tujuan menyiratkan perlunya peniru etika ke-Tuhan-an yang meliputi sikap
Rahmat (pengasih), barr (pemula), ghafur (pemaaf), rahim (penyayang), dan
ihsan (berbuat baik). Totalitas dari etika tersebut menjadi kerangka
pembentukan manusia yang kafah (tidak boleh mendua) antara aspek ritual
dengan aspek kemasyarakatan (politik, ekonomi dan sosial budaya).
Islam senantiasa memberikan energi perubahan mengharuskan para
penganutnya untuk melakukan inovasi, internalisasi, eksternalisasi maupun
obnjektifikasi. Dan yang paling fundamental peningkatan gradasi umat diukur
dari kualitas keimanan yang datang dari kesadaran paling dalam bukan dari
pengaruj eksternal. Perubahan bagi HMI merupakan suatu keharusan, dengan
2 HMI Cabang Ciputat, Basic Trainging, Ciputat, 2017, hlm. 21
13
semakin meningkatnya keyakinan akan Islam sebagai landasan teologis dalam
berinteraksi secara vertikal maupun horizontal, maka pemilihan Islam sebagai
azas merupakan pilihan dasar dan bukan implikasi dari sebuah dinamika
kebangsaan maka HMI bertekad menjadikan Islam sebagai doktrin yang
mengarahkan pada peradaban secara integralistik, transdental, humanis dan
inklusif. Dengan demikian kader-kader HMI harus berani menegakkan nilai-
nilai kebenaran dan keadilan serta prinsip-prinsip demokrasi tanpa melihat
perbedaan keyakinan dan mendorong terciptanya penghargaan Islam sebagai
sumber kebenaran yang paling hakiki dan menyerahkan semua demi ridho-
Nya.

c. Keanggotan HMI

Yang dapat menjadi anggota HMI adalah mahasiswa Islam yang


terdaftar pada perguruan tinggi dan/atau yang sederajat yang ditetapkan
oleh Pengurus HMI Cabang/Pengurus Besar HMI. Keanggotaan HMI
dibagi menjadi dua, yaitu:

1) Anggota Muda
Anggota muda adalah mahasiswa Islam yang menuntut ilmu di
perguruan tinggi dan/atau yang sederajat yang telah mengikuti masa
perkenalan calon anggota (maperca) dan ditetapkan oleh pengurus cabang.

2) Anggota Biasa
Anggota biasa adalah anggota muda atau mahasiswa Islam yang telah
dinyatakan lulus mengikuti Latihan Kader 1 (Basic Training).
Adapun syarat-syarat keanggotaan, masa keanggotaan, hak dan kewajiban
anggota dan hal-hal lain menyangkut masalah keanggotaan tercantum
dalam ART HMI.

d. Struktur Kekuasaan

Struktur kekuasaan secara hirarki terdiri dari :

1) Kongres
2) Konferensi Cabang/Musyawarah Anggota Cabang
3) Rapat Anggota Komisariat

e. Struktur Kepemimpinan
Struktur pimpinan secara hirarki terdiri dari :

1) Pengurus Besar HMI


2) Badan Koordinasi
3) Pengurus HMI Cabang
4) Koordinator Komisariat

14
5) Pengurus HMI Komisariat

3. Pengenalan Lembaga
a. Korps HMI-wati (Kohati)
Korps HMI-Wati (kohati) adalah badan khusus HMI yang berfungsi
sebagai wadah meningkatkan kualitas dan peranan HMI-wati dalam
mewujudkan tujuan HMI pada umumnya dan bidang pemberdayaan
perempuan pada khususnya. Kohati merupakan badan khusus HMI yang
bertugas untuk membina, mengembangkan dan meningkatkan potensi
HMI-wati dalam wacana dan dinamika gerakan keperempuanan.
1) Waktu dan tempat kedudukan
Kohati didirikan pada tanggal 2 Jumadil Akhir 1386 H yang bertepatan
dengan tanggal 17 September 1966 pada Kongres VIII HMI di Solo,
Kohati berkedudukan dimana HMI berada.
2) Tujuan
Terbinanya muslimah berkualitas insan cita
3) Status
Secara struktural, pengurus kohati berstatus ex-officio pimpinan HMI,
diwakili oleh ketua umum, seketaris umum dan bendahara umum.
4) Sifat
Kohati bersifat semi-otonom
5) Peran
Kohati berperan sebagai pembina dan pendidik HMI-wati untuk
menegakkan dan menegmbangkan nilai-nilain ke-Islaman dan
keIndonesiaan.
6) Keanggotaan
Yang menjadi anggota kohati adalah mahasiswi yang telah dinyatakan lulus
Latihan Kader 1 (Basic Training).

b. Lembaga Pengembangan Profesi


Lembaga Pengembangan Profesi (LPP) adalah badan-badan khusus
HMI selain Kohati dan BPL yang bertugas melaksanakan
kewajibankewajiban HMI sesuai dengan fungsi dan bidang garapan nya
masing- masing, latihan kerja berupa dharma bhakti kemasyarakatan dalam
proses pembangunan bangsa dan negara. 3
Lembaga pengembangan profesi terdiri dari :
a) Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI)
b) Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI)
c) Lembaga Da’wah Mahasiswa Islam (LDMI)

3 Ibid, hlm. 22.


15
d) Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (LAPENMI)
e) Lembaga Pertanian Mahasiswa Islam (LPMI)
f) Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam (LTMI)
g) Lembaga Seni Budaya Mahasiswa Islam (LSMI)
h) Lembaga Pariwisata dan Pencinta Alam Mahasiswa Islam (LEPPAMI)
i) Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam (LEMI)
j) Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI)

Lembaga pengembangan profesi memiliki tugas :


a) Melaksanakan perkederan dan program kerja sesuai dengan bidang profesi
masing-masing LPP
b) Memberikan laporan secara berkala kepada struktur HMI setingkat

c. Pedoman Lembaga Pengembangan Profesi


Lembaga pengembangan profesi berpedoman pada konstitusi HMI,
pedoman perkaderan HMI dan pedoman AD/ART yang dibuat oleh LPP
masing-masing.

d. Atribut HMI
1) Hymne HMI
HYMNE
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM

Bersyukur dan ikhlas

Himpunan mahasiswa islam

Yakin usaha sampai

Untuk kemajuan

Hidayah dan taufiq

Bahagia HMI

Berdoa dan ikrar

Menjunjung tinggi syiar Islam

Turut al-Quran hadits

Jalan keselamatan

Ya Allah berkati
16
Bahagia HMI
2) Lambang

Arti Lambang HMI :


a) Bentuk jantung : Jantung adalah pusat kehidupan manusia, lambang
proses perkaderan HMI
b) Bentuk pena : Melambangkan bahwa HMI adalah organisasi mahasiswa
yang senantiasa haus akan ilmu pengetahuan
c) Gambar bulan bintang : Lambang keimanan seluruh umat Islam di dunia
d) Warna hijau : Lambang keimanan dan kemakmuran
e) Warna hitam : Lambang ilmu pengetahuan
f) Keseimbangan warna hijau dan hitam : Lambang keseimbangan, esensi
kepribadian HMI
g) Warna putih : Lambang kesucian dan kemurnian perjuangan HMI
h) Puncak tiga : Lambang Iman, Islam dan Ikhsan (Lambang Iman,
Ilmu dan Amal)
i) Tulisan HMI : Kepanjangan dari Himpunan Mahasiswa Islam

Pengunaan lambang HMI dapat diterapkan pada : Lencana/Badge


HMI, bendera, stempel, kartu anggota, papan nama HMI,
gordon/selempang HMI dan aksesoris atau perlengkapan lain dengan
tidak menyimpang dari lambang dan penggunaannya.

Aturan penggunaan dan lainnya diatur dengan rinci dalam


ketentuan khusus.

17
Referensi :
Hasil-hasil Kongres HMI XXX, Ambon.
HMI Cabang Ciputat. 2016. Basic Training : Panduan untuk Kader HMI. Bidang PA HMI
Cabang Ciputat. Ciputat.
Solichin. 2010. HMI Candradimuka Mahasiswa. Jakarta : Sheila Offset.

Aburaera, Sukarno, Muhadar dan Maskun. 2013. Filsafat Hukum. Jakarta : Kencana

Mahmud Marzuki, Peter. 2017. Pengantar Ilmu Hukum. Jakarta : Kencana.

18