Anda di halaman 1dari 13

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/334623471

Modus Kecurangan & Program Anti Kecurangan di Pelabuhan (Studi Kasus


Pelabuhan di Jakarta)

Article · July 2019


DOI: 10.33395/owner.v3i2.131

CITATIONS READS

0 198

2 authors, including:

Safuan Dr
Universitas Jayabaya
15 PUBLICATIONS   2 CITATIONS   

SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

Human Resource Management View project

Logistic Management View project

All content following this page was uploaded by Safuan Dr on 23 July 2019.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


RISET & JURNAL AKUNTANSI
Volume 3 Nomor 2, Agustus 2019 e –ISSN : 2548-9224
https://doi.org/10.33395/owner.v3i2.131 p–ISSN : 2548-7507

Modus Kecurangan & Program Anti Kecurangan


di Pelabuhan (Studi Kasus Pelabuhan di Jakarta)
Safuan Budiandru
Universitas Jayabaya Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka
Jakarta, Indonesia Jakarta, Indonesia
safuan777@gmail.com budiandru09@gmail.com

ABSTRACT

The purpose of this study was to determine the anti-fraud and fraud in the port sector.
Research method used in this research is qualitative approach, with case study. The
results of this study found that fraud has been done by employees (employee fraud),
management (management fraud), supplier (vendor fraud) and customer (customer
fraud) and anti-fraud program, PT Pelindo II has launched IPC Bersih program as
a form of implementation of Whistleblowing System.
Keyword : fraud, anti-fraud, port, Indonesia

I. PENDAHULUAN yang ada alias Pungutan Liar


“PUNGLI”. Pungli di pelabuhan
Pelabuhan merupakan gambaran menurut Indonesia Corruption Watch
kecil atau “cerminan” atau miniatur (ICW) yang mengutip ringkasan hasil
kecil suatu bangsa dan merupakan studi dari Pusat Studi Asia Pasifik
pintu gerbang perekonomian suatu Universitas Gadjah Mada bekerja
negara. Wajah pelabuhan dari suatu sama dengan United State Agency for
negara, dapat langsung diketahui International Development (USAID)
bagaimana budaya dan adat istiadat tahun 2004 saja mencapai
suatu bangsa atau negara. Dapat 3 Trilliun/tahun.
diibaratkan, suatu rumah dapat
dikatakan bersih atau tidak, dapat Pelabuhan yang dimaksud dalam
dilihat dari luar rumah, apabila di luar penelitian ini adalah pelabuhan
rumah kotor maka dapat dikatakan di petikemas atau terminal petikemas
dalam rumah tersebut sama dengan yang ada di Indonesia khususnya di
kondisi luar rumahnya. Kemudian Jakarta. Dimana arus petikemas
pelabuhan merupakan pintu gerbang ekspor dan impor di Jakarta saja
perekonomian, bagaimana mencapai 5,44 juta TEUs (twenty feet
perekonomian suatu bangsa atau container units) per tahun. Seperti di
negara dapat tergolong dalam kutip dari Bisnis Indonesia, arus
“ekonomi biaya tinggi” diantaranya di petikemas di seluruh terminal peti
sebabkan oleh “biaya tinggi” yang ada kemas Pelabuhan Tanjung Priok
di pelabuhan, baik biaya resmi yang mengalami kenaikan sekitar 4,72%
ada maupun biaya di luar ketentuan menjadi 5,44 TEUs pada 2016 dari

54
RISET & JURNAL AKUNTANSI
Volume 3 Nomor 2, Agustus 2019 e –ISSN : 2548-9224
https://doi.org/10.33395/owner.v3i2.131 p–ISSN : 2548-7507

5,20 TEUs tahun lalu. Hal ini Pungutan liar merupakan


menjadikan kawasan pelabuhan adanya pemberian sesuatu
menjadi sangat penting untuk dikelola baik berupa uang maupun
secara professional dan bebas dari benda serta fasilitas tertentu
PUNGLI, agar pelabuhan di Indonesia terhadap oknum pemerintah
dapat bersaing dengan pelabuhan di maupun oknum yang
negara lainnya. bernaung dibawah suatu
organisasi atau kelompok
Dari latar belakang di atas, dapat
secara langsung, dengan
diketahui bahwa pembenahan
adanya tujuan tertentu yang
pelabuhan menjadi bebas pungli
tidak dilandasi suatu aturan
sangat dibutuhkan, untuk itu penulis
tertarik mengangkat topik dalam legal yang mengaturnya.
penelitian ini dengan judul Fraud dan Dari beberapa pengertian di atas,
Anti Fraud di Sektor Pelabuhan”. dapat disimpulkan bahwa pungutan
liar atau pungli adalah perbuatan yang
II. KAJIAN LITERATUR dilakukan seseorang yang memiliki
wewenang meminta imbalan/upah atas
A. Pengertian pungli
jasa yang telah diberikan kepada orang
Arti kata Pungli menurut Kamus
lain yang tidak ada ketentuan yang sah
Besar Bahasa Indonesia akronim
dan apabila tidak diberikan maka
pungutan liar; memungli/me·mung·li/
orang tersebut dipersulit dalam
meminta sesuatu (uang dan
mendapat pelayanan dari yang
sebagainya) kepada seseorang
bersangkutan.
(lembaga, perusahaan, dan
sebagainya) tanpa menurut peraturan B. Pengertian Fraud
yang lazim. Fraud diartikan sebagai
kecurangan, menurut Kamus Besar
Pengertian Pungli atau pungutan
Bahasa Indonesia (KBBI) kecurangan
liar dinyatakan oleh Solahuddin
berasal dari kata
(2016) sebagai berikut,
curang/cu·rang/ a tidak jujur; tidak
Pungutan liar adalah lurus hati; tidak adil, mencurangi
perbuatan yang dilakukan /men·cu·rangi/ v berbuat curang
oleh seseorang atau Pegawai terhadap seseorang; menipu;
Negeri atau Pejabat Negara mengakali;kecurangan/ke·cu·rang·an
dengan cara meminta / n perihal curang; perbuatan yang
pembayaran sejumlah uang curang; ketidakjujuran; keculasan.
yang tidak sesuai atau tidak Fraud menurut ACFE
berdasarkan peraturan yang (Association of Certified Fraud
berkaitan dengan Examiners) adalah fraud can
pembayaran tersebut. encompass any crime for gain that
Sedangkan pengertian lain dari uses deception as its principal modus
pungutan liar atau pungli seperti yang operandus. Jika diterjemahkan secara
dinyatakan oleh Ibrahim (2017:9) luas kecurangan bisa mencakup
berikut ini; kejahatan apapun untuk keuntungan

55
RISET & JURNAL AKUNTANSI
Volume 3 Nomor 2, Agustus 2019 e –ISSN : 2548-9224
https://doi.org/10.33395/owner.v3i2.131 p–ISSN : 2548-7507

yang menggunakan penipuan sebagai Dari beberapa pengertian fraud di


modus operandus utamanya. atas, dapat disimpulkan bahwa fraud
adalah suatu perbuatan yang dilakukan
Arens, Elder & Beasley
individu maupun kelompok yang
(2012:336) menjelaskan tentang fraud
dapat merugikan orang lain, organisasi
dari 2 sisi yaitu menurut konsep
atau perusahaan dengan cara
hukum yang luas, fraud
mengambil keuntungan materi demi
menggambarkan setiap tipuan yang
keuntungan pribadi maupun
disengaja yang dimaksudkan
kelompok.
mengambil harta atau hak orang lain.
Dalam konteks audit laporan C. Pungli termasuk Fraud?
keuangan, fraud didefinisikan sebagai Pada pembahasan di atas,
salah saji yang disengaja atas laporan pungutan liar pada hakikatnya adalah
keuangan. tindakan atau perbuatan yang
dilakukan oleh seseorang atau pegawai
Sedangkan Coenen (2008:6)
negeri atau pejabat negara dengan cara
menjelaskan definisi fraud atau
meminta pembayaran sejumlah uang
kecurangan adalah “Occupational
yang tidak sesuai atau tidak
fraud and abuse goes by many other
berdasarkan peraturan yang berkaitan
names, including internal fraud,
dengan pembayaran yang dilakukan
employee fraud, employee theft, and
tersebut, maka pungutan liar telah
embezzlement.” Jika diterjemahkan
memenuhi unsur fraud diatas dan
secara bebas adalah Kecurangan dan
termasuk dalam kategori kejahatan
penyalahgunaan jabatan yang
jabatan, di mana dengan jabatan dan
dilakukan dengan banyak nama lain,
kewenangan yang dimilikinya, maka
termasuk kecurangan internal,
pejabat atau pegawai tersebut telah
kecurangan karyawan, pencurian
melakukan perbuatan menguntungkan
karyawan, dan penggelapan uang.
diri sendiri atau orang lain,
Pendapat lain dinyatakan oleh menyalahgunakan kekuasaannya
Setianto, dkk (2008:3) menyebutkan untuk memaksa seseorang untuk
Fraud atau kecurangan dapat memberikan sesuatu, untuk membayar
didefinisikan sebagai berikut; atau menerima pembayaran dengan
Suatu penyimpangan atau potongan, atau untuk mengerjakan
perbuatan melanggar hukum sesuatu bagi dirinya sendiri.
(illegal acts) yang dilakukan Dalam buku Fraud Risk & Control
dengan sengaja, untuk tujuan yang disusun oleh Pusat
tertentu –misalnya menipu Pengembangan Internal Audit, yang
atau memberikan gambaran diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan
yang keliru (mislead)- untuk Internal Audit (YPIA) Jakarta
keuntungan pribadi atau mengemukakan bahwa unsur-unsur
kelompok secara tidak fair, fraud yang perlu diidentifikasi
baik secara langsung maupun keberadaannya sehingga suatu kondisi
tidak langsung merugikan diyakini fraud adalah sebagai berikut:
pihak lain.

56
RISET & JURNAL AKUNTANSI
Volume 3 Nomor 2, Agustus 2019 e –ISSN : 2548-9224
https://doi.org/10.33395/owner.v3i2.131 p–ISSN : 2548-7507

a) Ada yang dirugikan, apakah b) Management Fraud


organisasi tempat pelaku Jenis kecurangan yang
bekerja ataukah pihak lain dilakukan oleh manajemen,
seperti nasabah bank dan biasanya dengan melakukan
investor atau Pemerintah atau penyajian laporan keuangan
masyarakat; yang tidak benar untuk
keuntungan organisasi atau
b) Ada kerugian yang dapat
perusahaan dengan cara
dikuantifisir dari perbuatan
merekayasa laporan keuangan
fraud;
seolah-olah menguntungkan,
c) Ada yang mendapat tujuannya adalah menarik
keuntungan baik keuntungan investor. Korban biasanya
materil atau manfaat ekonomis investor dan stakeholder
lain; lainnya. Jenis kecurangan ini
d) Ada modusnya atau cara termasuk kedalam (white
bagaimana pelaku melakukan collar crime).
fraud termasuk cara/media/alat c) Investment Scam
pelaku menyembunyikan Jenis kecurangan yang
fraud dan memperdaya dilakukan dengan membujuk
korban; investor untuk menanamkan
e) Ada motif dari perbuatan modal pada suatu bentuk
fraud; investasi dengan janji akan
memperoleh keuntungan yang
f) Ada kesengajaan pada besar dengan waktu singkat.
perbuatannya. Awalnya investor akan
menerima hasil sesuai yang
Dari keterangan di atas, dapat dijanjikan namun kemudian
disimpulkan bahwa pungutan liar atau akan berakhir dengan macet.
pungli termasuk dalam kategori fraud.
d) Vendor Fraud
D. Jenis-jenis Fraud Jenis kecurangan yang
Jenis-jenis fraud yang dikenal dilakukan vendor dengan
selama ini menurut Setianto (2008) menjual barang atau jasa
meliputi antara lain; dengan harga yang terlalu
a) Employee Embezzlement atau tinggi dibanding dengan
Occupational Fraud kualitas barang atau jasanya.
Jenis kecurangan yang e) Customer Fraud
dilakukan oleh Jenis kecurangan yang
karyawan/pegawai karena dilakukan pembeli atau
jabatan atau kedudukannya. pelanggan. Kurang atau tidak
Korban biasanya adalah membayar harga barang atau
organisasi atau perusahaan. jasa yang telah diterima.
Korban adalah penjual barang
atau jasa.

57
RISET & JURNAL AKUNTANSI
Volume 3 Nomor 2, Agustus 2019 e –ISSN : 2548-9224
https://doi.org/10.33395/owner.v3i2.131 p–ISSN : 2548-7507

f) Computer Fraud dirugikan atas kasus yang


Jenis kecurangan dengan cara telah diidentifikasikan
merusak program komputer, sebelumnya sehingga dapat
file data, system operasi, alat diperkirakan jumlah kerugian
atau media yang digunakan tersebut. Audit ini meliputi
yang mengakibatkan kerugian investigasi laporan internal
bagi organisasi yang system dan eksternal serta setiap jenis
komputernya dimanipulasi. laporan yang sama untuk
dilakukan investigasi, terlepas
E. Program Pencegah/Anti Fraud
dari sumbernya. Investigasi
Dalam upaya pencegahan fraud,
sering diminta oleh
perusahaan dapat membangun
manajemen dan fokus pada
program pencegahan atau anti fraud.
dugaan, perilaku tidak teratur.
Program pencegahan atau anti fraud
Alasan untuk audit investigasi
dapat dilakukan dengan merujuk
meliputi: pencurian internal
sistem pengendalian internal yang
penyalahgunaan aset, dan
digagas salah satunya oleh COSO (The
atau konflik kepentingan.
Committee on Sponsoring
Organizations) yaitu lingkungan
pengendalian (control environment),
III. TUJUAN PENELITIAN
penilaian risiko (risk assessment),
aktivitas pengendalian (control Tujuan penelitian fraud dan anti
activities), informasi & komunikasi fraud di sektor pelabuhan antara lain :
(information & communication), dan a. Mengetahui jenis dan modus
pengawasan (monitoring). Prosedur fraud yang terjadi di sektor
untuk mendeteksi dan mencegah fraud pelabuhan.
yang dapat diimplementasikan ke
dalam program kepatuhan yaitu b. Mengetahui program anti
proaktif dalam membuat kebijakan fraud di sektor pelabuhan.
terkait dengan fraud, pengawasan
manajemen dan sistem monitoring. IV. METODE PENELITIAN
(Association of Certified Fraud
Dalam penelitian ini digunakan
Examiners, 2012; 4.617-4.623).
pendekatan kualitatif, dengan studi
Dalam sistem monitoring, ada 3 cara
kasus (case study). Sedangkan
yang digunakan yaitu Reporting
prosedur penelitiannya adalah sebagai
Program, Hotline dan Rewards.
berikut.
Setelah program di atas dilaksanakan,
maka audit khusus atau lebih dikenal 1) Menentukan fokus penelitian
dengan fraud audit dilakukan. kualitatif,
Menurut Safuan (2017;12), fraud 2) Menentukan pertimbangan
audit adalah tipe penelitian kualitatif (studi
merupakan upaya untuk kasus) sesuai dengan fokus
menentukan sejauh mana penelitian,
organisasi atau perusahaan

58
RISET & JURNAL AKUNTANSI
Volume 3 Nomor 2, Agustus 2019 e –ISSN : 2548-9224
https://doi.org/10.33395/owner.v3i2.131 p–ISSN : 2548-7507

3) Identifikasi kasus, meliputi h) Purchase Request (PR) –


individu, sejumlah individu, Purchase Order (PO) Back
suatu program, suatu peristiwa, Date,
dan suatu aktivitas terkait i) Kolusi dengan vendor,
dengan fraud di lingkungan
terminal petikemas, j) Biaya koordinasi.
4) Melaksanakan pengumpulan Sedangkan fraud yang dilakukan oleh
data meliputi observasi, manajemen (management fraud)
wawancara, dokumen, dan dalam bentuk sebagai berikut,
audiovisual, a) Perusahaan dalam Perusahaan,
5) Analisis data, dengan dasar b) Perjalanan Dinas,
analisis holistik semua kasus.
Deskripsi rinci kasus yang c) Manipulasi Laporan.
diteliti, riwayat kasus, Adapun fraud yang dilakukan oleh
kronologis peristiwa, aktivitas Pemasok/Vendor (Vendor Fraud)
sehari-hari. Analisis tema, dalam bentuk sebagai berikut:
analisis konteks. Interpretasi
makna kasus, a) sparepart tidak orisinil dan
kualitas rendah,
6) Pelaporan hasil penelitian,
penelitian melaporkan secara b) kolusi dengan karyawan,
rinci kasus/kasus-kasus yang c) subcontract.
diteliti secara rinci.
Selain itu, fraud juga dilakukan oleh
pelanggan (customer fraud) dalam
V. HASIL PENELITIAN bentuk sebagai berikut,
Hasil penelitian ini menemukan a) Memperlambat pengambilan
bahwa fraud yang dilakukan oleh container mengakibatkan
karyawan (employee fraud) dalam Dwelling Time,
bentuk sebagai berikut:
b) Pemalsuan dokumen
a) meminta tips masuk ke
pelabuhan, c) Pencurian isi container,

b) pencurian isi container, d) Manipulasi berat container,

c) manipulasi berat container, e) Kerusakan container/barang


dari luar di bawa masuk ke
d) Meminta tips kepada supir dalam Pelabuhan
truck agar container cepat mengakibatkan claim dari
diangkat, pihak kapal.
e) Lembur fiktif, Dari temuan diatas, peneliti hanya
f) "Closing Time", memfokuskan pembahasan fraud yang
terkait dengan isu pelabuhan saja.
g) Manipulasi sparepart bekas,
Sedangkan untuk program anti

59
RISET & JURNAL AKUNTANSI
Volume 3 Nomor 2, Agustus 2019 e –ISSN : 2548-9224
https://doi.org/10.33395/owner.v3i2.131 p–ISSN : 2548-7507

fraud, Pelabuhan Indonesia II telah 2.000, pengurusan dokumen Rp


meluncurkan program IPC Bersih 7.000 dan kocek untuk
sebagai wujud implementasi preman.”
Whistleblowing System. b. pencurian isi container,
Pencurian isi container
VI. PEMBAHASAN dilakukan oleh supir bekerjasama
petugas jaga serta karyawan, modus
Dalam bab pembahasan ini, operandinya biasanya supir truck yang
peneliti hanya memfokuskan akan melakukan pencurian, petugas
pembahasan pada fraud yang terkait jaga/security dan karyawan yang
dengan isu pelabuhan saja. Untuk isu memback-up aktivitas supir tersebut,
diluar pelabuhan sengaja tidak dibahas kemudian barang hasil curian akan
dalam pembahasan kali ini. Adapun disimpan oleh supir dibawah atau
pembahasan terbagi 2 yaitu fraud di dibelakang jok truck tersebut.
sektor pelabuhan dan program anti c. manipulasi berat container,
fraud yang dilaksanakan di pelabuhan. Peralatan bongkar muat sesuai
A. Fraud di sektor Pelabuhan ketentuan hanya dapat mengangkat
container dengan berat maksimal 45
1) Fraud yang dilakukan oleh
ton, jika berat container diatas
karyawan (Employee Fraud).
ketentuan yang ada maka container
a. meminta tips masuk ke tidak dapat dilakukan bongkar atau
pelabuhan, muat barang. Dengan adanya
Aktivitas truck keluar masuk ketentuan tersebut maka supir truck
pelabuhan melalui pintu/gate, dimana beserta oknum karyawan akan
di setiap gate teradapat petugas yang berusaha memanipulasi berat yang ada
menjaga, petugas jaga meminta tips sehingga container dengan berat yang
kepada supir truck dengan besar melebihi ketentuan tersebut
bervariasi dimana rata-rata meminta dimanipulasi agar sesuai dengan
Rp. 2.000,-/truck. Hal ini, sesuai ketentuan.
dengan pemberitaan yang dimuat detik
d. meminta tips kepada supir truck
(2012) yang mewawancarai supir
truck di pelabuhan tanjung priok jika ingin container cepat
sebagai berikut; diproses.

“Setiap pos, masing-masing Meminta tips kepada supir truck


sopir harus mengeluarkan agar dilayani lebih cepat, oknum
kocek sebesar Rp 10.000. operator biasanya meminta tips yang
Seharusnya dalam peraturan besarannya antara Rp. 2.000,- sampai
jika supir sudah membuat pas dengan 20.000,- tergantung posisi
maka tidak ada lagi pungutan. container dan tingkat kesulitan dalam
Tetapi ternyata tidak. Masuk ke proses stack.
pelabuhan, mereka harus bayar e. "Closing Time",
pintu masuk sebesar Rp 3.000, Closing Time adalah batas
uang rokok per petugas Rp tengat waktu untuk eksportir

60
RISET & JURNAL AKUNTANSI
Volume 3 Nomor 2, Agustus 2019 e –ISSN : 2548-9224
https://doi.org/10.33395/owner.v3i2.131 p–ISSN : 2548-7507

mengirimkan container ke pelabuhan TARIF


20' 40'
PENUMPUKAN
sebelum dimuat ke kapal. Pelabuhan
Tarif Dasar
akan menerapkan denda kepada Penumpukan
Rp. 27.200 Rp. 54.400
eksportir yang terlambat mengirimkan
Masa Penumpukan
containernya sesuai tarif yang berlaku.
Namun celah ini dimanfaatkan oknum Masa Bebas : 1-3 Hari Gratis Gratis
karyawan untuk mengambil Masa II : 4-10 Hari 500% X TDP 500% X TDP
keuntungan dari eksportir yang Masa III : 11 Hari -
700% X TDP 700% X TDP
terlambat dengan memanipulasi data Seterusnya
sehingga eksportir yang terlambat
tidak akan dikenakan denda yang Karena biaya murah inilah
sesuai ketentuan atau dianggap tidak pihak importir tidak ingin terburu-buru
terlambat sehingga uang denda dapat mengambil container tersebut, hal
diambil oleh oknum karyawan yang inilah yang menyebabkan dwelling
bersanagkutan. time. Untuk mengantisipasi praktek
d. biaya koordinasi fraud ini, pihak pelabuhan
Biaya koordinasi diberikan menerbitkan ketentuan baru yang
oknum karyawan terhadap pejabat tercantum dalam Keputusan Direksi
yang berwenang seperti bea cukai, Pelindo II No. HK.568/23/2/1/PI.II/16
kepolisian, otoritas pelabuhan, yang dapat dilihat dari tabel berikut:
syahbandar dan lain-lain. tujuan TARIF
20' 40'
pemberian ini untuk mempelancar PENUMPUKAN
kegiatan dan perizinan yang ada. Tarif Dasar
Rp. 27.200 Rp. 54.400
Penumpukan
besaran biaya koordinasi ini bervariasi
Hari Ke-1 BEBAS BEBAS
dari Rp. 500.000,- sd Rp. 5.000.000,-
Hari ke-2 dan
biaya ini dalam perusahaan seterusnya
900% X TDP 900% X TDP
dimasukkan ke dalam biaya
entertainment. 2) Pemalsuan dokumen,
Pemalsuan dokumen pengambilan
B. Fraud juga dilakukan oleh container, modusnya dengan
pelanggan (Customer Fraud). memalsukan dokumen kemudian
1) Memperlambat pengambilan mencoba untuk mengeluarkan
container mengakibatkan container. Hal ini dilakukan oleh
Dwelling Time, oknum petugas EMKL (Ekspedisi
Muatan Kapal Laut). Modus fraud ini
Container yang masuk ke
juga diungkapkan netralnews sebagai
pelabuhan untuk hari pertama sampai
berikut:
dengan hari ke-3 tidak dikenakan
biaya penumpukkan, namun pada hari “Mereka mengaku kejahatan ini
ke-4 container akan dikenakan tarif dilakukan dengan cara
penumpukan yang besarannya memalsukan dokumen Delivery
berdasarkan SK Direksi Pelindo II Order, untuk mengeluarkan
tahun 2014 dapat dilihat dari tabel kontainer yang ada di depo
berikut: penitipan”.

61
RISET & JURNAL AKUNTANSI
Volume 3 Nomor 2, Agustus 2019 e –ISSN : 2548-9224
https://doi.org/10.33395/owner.v3i2.131 p–ISSN : 2548-7507

3) Pencurian isi container, program nyata dari manajemen PT


Pencurian isi container dilakukan Pelabuhan Indonesia II (Persero) (atau
oleh supir bekerjasama petugas jaga disebut juga Indonesia Port
serta karyawan, modus operandinya Corporation selanjutnya disingkat
biasanya supir truck yang akan IPC) beserta seluruh cabang pelabuhan
melakukan pencurian, petugas dan Anak Perusahaan untuk
jaga/security dan karyawan yang mewujudkan tempat kerja yang bersih
memback-up aktivitas supir tersebut, dari tindakan curang/fraud, korupsi
kemudian barang hasil curian akan dan pemerasan.
disimpan oleh supir dibawah atau
dibelakang jok truck tersebut. 1) IPC Bersih
Salah satu aplikasi yang
4) Manipulasi berat container,
disediakan oleh PT. Pelabuhan
Peralatan bongkar muat sesuai
Indonesia II (Persero), bagi seluruh
ketentuan hanya dapat mengangkat
stakeholder yang memiliki informasi
container dengan berat maksimal 45
dan ingin melaporkan suatu perbuatan
ton, jika berat container diatas
berindikasi pelanggaran yang
ketentuan yang ada maka container
dilakukan oleh Insan PT Pelabuhan
tidak dapat dilakukan bongkar atau
Indonesia II (Persero) dan Anak
muat barang. Dengan adanya
Perusahaan adalah Whistleblowing
ketentuan tersebut maka supir truck
System yang independen. Bagi Insan
beserta oknum karyawan akan
IPC atau stakeholder yang melaporkan
berusaha memanipulasi berat yang ada
akan diberikan perlindungan, baik
sehingga container dengan berat yang
dalam hal kerahasiaan identitas
melebihi ketentuan tersebut
maupun dari kemungkinan tindakan
dimanipulasi agar sesuai dengan
balasan oleh si terlapor.
ketentuan.
5) Kerusakan container/barang dari Jenis Fraud yang dapat dilaporkan
luar di bawa masuk ke dalam pada Whistleblowing System IPC
Pelabuhan mengakibatkan claim Bersih adalah yang masuk kedalam
dari pihak kapal. kategori berikut; a) tindakan curang, b)
Modusnya adalah dengan korupsi, c) pencurian, d) pelanggaran
memanfaatkan kelengahan petugas kebijakan dan peraturan perusahaan,
dalam memeriksa fisik container, atau e) benturan kepentingan, f)
memberikan tips kepada petugas penyuapan, g) penggelapan, h)
pemeriksa agar tidak memeriksa fisik penipuan, i) pemerasan.
dari container.
2) Alur Proses WBS IPC
C. Program Anti Fraud Adapun alur proses WBS IPC
Untuk pelabuhan di Jakarta adalah sebagai berikut; a) membuat
melalui IPC grup (PT Pelabuhan laporan, b) dikaji oleh analis pihak ke
Indonesia II), telah ada program anti 3 yang independen, c) laporan tertulis
fraud yaitu dengan program “IPC 1 hari kerja, d) diteruskan ke Komite
Bersih”. IPC Bersih adalah sebuah IPC Bersih, e) investigasi, f)
keputusan, g) penetapan sanksi.

62
RISET & JURNAL AKUNTANSI
Volume 3 Nomor 2, Agustus 2019 e –ISSN : 2548-9224
https://doi.org/10.33395/owner.v3i2.131 p–ISSN : 2548-7507

4) Laporan WBS Berdasarkan


Saluran yang Tersedia
Adapun hasil laporan WBS IPC
(2015-2017) berdasarkan Saluran
yang Tersedia sebagai berikut;
a) SMS 11 laporan
b) Email 7 laporan
c) Hotline 4 laporan
d) Website 2 laporan
Selain itu, IPC juga berusaha
mengoptimalkan tiga bidang yang
menjadi fokus dalam peningkatan
kinerja ke depan adalah persiapan
fondasi governance, revenue
enhancement, dan cost effectiveness.
Gambar 1. Alur Proses WBS IPC Implementasi dari semua hal diatas,
secara korporat, IPC pada tahun 2016
3) Hasil laporan WBS IPC (2015- telah menyusun 210 SOP di berbagai
2017) berdasarkan kategori bidang dan Direktorat, pencapaian
Adapun hasil laporan WBS IPC skor KPKU sebesar 532, termasuk
(2015-2017) berdasarkan kategori optimalisasi peran SPI (Satuan
sebagai berikut; Pengawasan Internal) di lingkungan
a) Indikasi Tindak Kecurangan, 2 IPC Group maupun peningkatan GCG
laporan (Good Coorporate Governance)
sebagai payung dari seluruh aktivitas
b) Indikasi Korupsi, 5 laporan
IPC dalam lingkup fungsi Direktorat
c) Indikasi Pencurian, 1 laporan Utama.
d) Indikasi Pelanggaran VII. KESIMPULAN
Kebijakan dan Peraturan
Kesimpulan yang dapat diambil
Perusahaan, 9 laporan
dari penelitian di atas, adalah sebagai
e) Indikasi Benturan berikut:
Kepentingan, 1 laporan
1. Pungutan Liar atau Pungli
f) Indikasi Penyuapan, 1 laporan termasuk kedalam kategori fraud,
g) Indikasi Penggelapan, 1 yang dampaknya banyak
laporan merugikan baik terhadap
perusahaan maupun stakeholder
h) Indikasi Penggelapan, 1 lainnya.
laporan
2. Fraud di sektor pelabuhan,
i) Indikasi Pemerasan, 4 laporan. berdasarkan penelitian di atas

63
RISET & JURNAL AKUNTANSI
Volume 3 Nomor 2, Agustus 2019 e –ISSN : 2548-9224
https://doi.org/10.33395/owner.v3i2.131 p–ISSN : 2548-7507

melibatkan karyawan (employee Association of Certified Fraud


fraud) dan pelanggan(customer Examiners.(2012). Fraud
fraud). Examiners Manual
(International Edition).(USA:
Program anti fraud telah diluncurkan ACFE,.Inc).hh.4.617-4.623.
oleh IPC Grup melalui website Coenen, Tracy. (2008). Essentials of
https://ipcbersih.tipoffs.info/, yang Corporate Fraud (Canada:John
dapat dimanfaatkan oleh stakeholder Wiley & Sons, Inc).h.6.
dalam melaporkan segala bentuk
tindakan kecurangan/fraud, korupsi Hot,. Ibrahim. (2017). Rahasia
dan pemerasan Selain itu, IPC juga Dibalik Sapu Bersih
mengoptimalkan fungsi SPI (Satuan Pungli.(Yogyakarta:Deepublish
Pengawasan Internal). Publisher).h.9.
Pusat Pengembangan Internal Audit.
VIII. SARAN (2015). Fraud Risk &
Adapun saran yang dapat penulis Control.(Jakarta: Yayasan
sampaikan antara lain: Pendidikan Internal Audit). h.7.
1. Fraud di sektor pelabuhan dapat
diminalisir dengan komitmen dan Safuan. (2017). Panduan Praktis
sinergi dari seluruh insan Internal Auditor.
pelabuhan (Operator pelabuhan, (Bandung:Alfabeta).h.12.
Bea Cukai, Syahbandar, Otoritas Setianto, Hari., dkk. (2008). Fraud
Pelabuhan dan Customer) yang Auditing (Jakarta: Yayasan
memiliki tanggungjawab di sektor Pendidikan Internal Audit).h.3.
ini.
2. Program anti fraud tidak dapat Majalah
berjalan tanpa adanya sosialisasi Solahuddin, Moh.,Toha.(2016),
keseluruh insan pelabuhan. Agar Majalah Paraikatte Prograssive
berhasil dalam pelaksanaanya & Innovative, Majalah
selain sosialisasi harus ada Perwakilan BPKP Sulawesi
monitoring secara berkala Selatan Edisi Triwulan III –
terhadap laporan yang masuk dan Volume 26. Hal. 2.
tindakan nyata dari laporan yang
ada. Surat Keputusan
Keputusan Direksi Pelindo II No.
DAFTAR PUSTAKA HK.568/23/2/1/PI.II/16
Buku Website
Arens, Alvin A., Elder, Randal J., ACFE (Association of Certified Fraud
Beasley, Mark S. (2012). Examiners)
Auditing and Assurance http://www.acfe.com/fraud-
Services: an Integrated 101.aspx
Approach.(USA:Pearson
Prentice Hall).h.336. Bisnis Indonesia
https://ekonomi.bisnis.com/read

64
RISET & JURNAL AKUNTANSI
Volume 3 Nomor 2, Agustus 2019 e –ISSN : 2548-9224
https://doi.org/10.33395/owner.v3i2.131 p–ISSN : 2548-7507

/20170130/98/624152/arus- Kamus Besar Bahasa Indonesia


petikemas-tanjung-priok-naik- (KBBI) Online
472 https://kbbi.web.id
Indonesia Corruption Watch (ICW) Netralnews
http://www.antikorupsi.org/id/c http://www.netralnews.com/
ontent/biaya-pungli- news/ megapolitan/read/ 71946/
diperkirakan-mencapai-rp-3- pencuri.kontainer.ditangkap
triliun-tahun-29070 Detik
https://finance.detik.com/ekono
IPC Bersih mi-bisnis/1983032/pungli-
https://ipcbersih.tipoffs.info/ pelabuhan-tanjung-priok-makin-
IPC http://www.indonesiaport.co.id/ merajalela-sopir-truk-teriak
news/ipc/pt-pelindo-ii-(persero)-
raih-laba-rp.-2,7-triliun-
meningkat-32,87-percent-
533.html

65

View publication stats