Anda di halaman 1dari 13

PERTEMUAN 1

PENGENALAN EKONOMI TEKNIK

A. PENDAHULUAN
Pokok bahasan pada materi “Pengenalan Ekonomi Teknik” meliputi asal mula ekonomi teknik,
prinsip-prinsip dalam ekonomi teknik, ekonomi teknik dan proses disain, manfaat ekonomi
teknik dalam bidang engineering.

B. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM


Setelah mempelajari materi ini mahasiswa mampu menggunakan dan menerapkan konsep dan
analisa ekonomi dalam evaluasi suatu usulan teknik rekayasa pengendalian biaya.

C. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS


1. Mahasiswa mampu menjelaskan asal mulanya ekonomi teknik.
2. Mahasiswa dapat menerapkan prinsip-prinsip dalam ekonomi teknik dan mampu
mengungkapkan manfaat ekonomi teknik dalam bidang enggineering.

D. SKENARIO PEMBELAJARAN
Kegiatan perkuliahan dilaksanakan dengan skenario sebagai berikut:
1. Perkenalan
2. Penjelasan tentang concept map (tunjukkan di peta konsep dimana posisi materi yang akan di
bahas), pokok bahasan , dan kompetensi yang akan dicapai (TIU dan TIK).
3. Ringkasan materi disampaikan dengan metode ceramah, diskusi dan Tanya jawab.
4. Evaluasi pencapaian

E. URAIAN MATERI
7
1.1 Pendahuluaan
The Accreditation Board of Engineering and Technolody menyatakan bahwa engineering
(teknik) “adalah profesi dimana pengetahuaan tentang matematika dan ilmu pengetahuan alam
yang diperoleh dengan studi, pengalaman, dan praktek dipergunakan dengan bijaksana dalam
mengembangkan cara-cara untuk memanfaatkan secara ekonomis bahan-bahan dan kekuatan
alam untuk kemanfaatan manusia.” Dalam definisi ini aspek-aspek ekonomi teknik
dititikberatkan pada aspek-aspek fisik. Bahwa pencapaian bagian ekonomi dengan baik dalam
praktek merupakan hal yang mendasar. Ekonomi Teknik (Engineering Economy) adalah disiplin
ilmu yang berkaitan dengan aspek-aspek ekonomi dalam teknik; yang terdiri dari evaluasi
sistematis dari biaya-biaya dan manfaat-manfaat usulan proyek-proyek teknik. Prinsip-prinsip ini
dimanfaatkan untuk menganalisis penggunaan-penggunaan alternative terhadap sumber daya
uang, khususnya yang berhubungan dengan aset-aset fisik dan operasi suatu organisasi. Para

4
engineer dapat langsung meluaskan kemampuan bawaan mereka dibidang analisis untuk menjadi
cakap menganalisis aspek ekonomis aplikasi ilmu teknik. Lebih jauh lagi para enggineer yang
menginginkan posisi kreatif dalam ilmu teknik akan menganggap bahwa kecakapan menganalisis
ekonomi sangat membantu. Para praktisi manajerial yang berlatar belakang engineer akan
menemukan bahwa kecakapan menganalisis aspek ekonomi tersebut merupakan keharusan.
Beberapa contoh situasi yang didalamnya ekonomi teknik memegang peranan penting di
antaranya:
1. Memilih rancangan terbaik untuk tungku gas efisiensi tinggi.
2. Memilih robot yang paling cocok untuk operasi pengelasan peralatan otomotif.
3. Membuat rekomendasi apakah harus dibeli atau disewa untuk pesawat terbang
yang dioperasikan.
4. Mempertimbangkan pilihan untuk botol-botol minuman yang amat diminati apakah
botol minuman pakai ulang atau sekali pakai.

Dari gambaran-gambaran ini jelas bahwa ekonomi teknik mencakup pertimbangan-pertimbangan


teknis yang nyata. Jadi ekonomi teknik melibatkan analisis-analisis teknis, yang menitikberatkan
pada aspek-aspek ekonomi dan bertujuan membantu membuat keputusan. Konsep pembelajaran
ekonomi teknik dapat digambarkan dalam peta konsep berikut:

1.2 Asal Mula Ekonomi Teknik


Pertimbangan dan perbandingan biaya merupakan aspek dasar dalam pelaksanaan rekayasa.
Perintis dalam bidang ini adalah Arthur M.Wellington, seorang insinyur sipil, yang di
penghujung abad ke-19 secara khusus mengutarakan peranan analisis ekonomi dalam proyek-
proyek teknik. Bidang keahlian khususnya adalah pembangunan jalan kereta api di Amerika
Serikat. Karya awal ini diikuti oleh kontribusi ekonomi teknik dengan penekanan pada aspek
keuangan secara matematik. Pada tahun 1930, Eugene Grant menerbitkan edisi pertama dari
buku teksnya yang merupakan tonggak sejarah perkembangan ekonomi teknik seperti yang kita
kenal saat ini. Ia menekankan pengembangan titik pandang ekonomi dalam engineering. Pada
tahun 1942 Wood dan DeGarmo menulis edisi pertama dari buku yang kemudian diberi judul
“Engineering Economy”.

1.3 Prinsip-prinsip Ekonomi Teknik


Perkembangan studi dan aplikasi dari setiap disiplin ilmu harus dimulai dengan pondasi dasar.
Pondasi dalam ekonomi teknik merupakan himpunan prinsip-prinsip atau konsep-konsep dasar
yang menyediakan doktrin komprehensif dalam metodologinya. Ada tujuh prinsip dasar dalam
disiplin ilmu ekonomi teknik:

Prinsip 1: Membuat alternatif-alternatif

5
Pilihan (keputusan) ada diantara alternatif-alternatif. Alternatif-alternatif perlu diidentifikasi dan
kemudian didefinisikan untuk analisis-analisis selanjutnya.

Prinsip 2: Fokus pada perbedaan-perbedaan


Hanya perbedaan yang berarti dari hasil diantara alternatif-alternatif yang relevan dengan
perbandingannya, yang harus dipertimbangkan dalam memutuskan.

Prinsip 3: Gunakan sudut pandang yang konsisten


Hasil yang prosfektif dari alternatif-alternatif, aspek ekonomi dan lainnya harus dikembangkan
secara konsisten dari suatu sudut pandang yang telah ditetapkan.

Prinsip 4: Gunakan satuan pengukuran yang umum


Menggunakan satuan pengukuran yang umum dalam menghitung sebanyak mungkin hasil yang
prosfektif akan mempermudah analisis dan perbandingan alternatif yang didapat.

Prinsip 5: Pertimbangkan semua kriteria yang relevan


Pemilihan alternatif pengambilan keputusanyang disukai memerlukan suatu (beberapa) ukuran
kriteria. Proses keputusan ini harus mempertimbangkan baik hasil yang dinyataka dalam ukuran
moneter maupun yang dinyatakan dalam satuan pengukuran lainnya.

Prinsip 6: Bentuk ketidakpastian menjadi eksplisit


Ketidakpastian yang berkaitan dengan perkiraan hasil-hasil alternatif dimasa yang akan datang
harus dikenali dalam analisis dan perbandingannya.
10
Prinsip 7: Tinjaulah kembali keputusan anda.
Tingkatkan hasil pengambilan keputusan dari suatu proses penyesuaian (adaptive process) ke
tingkat kepraktisan yang luas, hasil yang diproyeksikan semula harus kemudian dibandingkan
dengan hasil sebenarnya yang dicapai.

1.4 Ekonomi Teknik dan Proses Rancangan


Suatu studi ekonomi teknik dilakukan dengan menggunakan suatu prosedur terstruktur dan
teknik-teknik pemodelan secara matematis. Hasil analisis ekonominya kemudian digunakan
dalam pengambilan keputusan yang melibatkan dua alternatif atau lebih dan biasanya termasuk
pengetahuan analisis engineering. Suatu prosedur analisis ekonomi yang baik menggabungkan
prinsip-prinsip dasar yang dibahas pada bagian 1.3 yang terdiri dari 7 langkah. Prosedur tujuh
langkah ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan di dalam proses perancangan
teknik, seperti terlihat pada kolom sebelah kanan dari 1-1. Dalam hal ini kegiatan proses
perancangan menyumbang informasi untuk langkahlangkah terkait dalam prosedur analisis
ekonomi. Hubungan umum antara kegiatan-kegiatan dalam proses disain dan langkah-langkah
dari prosedur analisis ekonomi diperlihatkan dalam Tabel 1-1.

6
Langkah
1. Mengenal, merumuskan, dan mengevaluasi masalah.
2. Membuat kelayakan dari alternatif
3. Membuat aliran kas untuk masingmasing alternatif
4. Pemilihan kriteria
5. Analisis dan perbandingan dari alternatif
6. Pemilihan alternatif yang diinginkan
7. Pemantauan kinerja dan pasca evaluasi

Kegiatan
1. Perlu definisi masalah
2. Formulasi dan evaluasi keperluan
3. Sintesis dari solusi yang mungkin
4. Analisis, optimasi, dan evaluasi
5. Spesifikasi alternatif yang diinginkan
6. Komunikasi

Contoh 1-1

7
Tim manajemen suatu perusahaan kecil mebel ditekan untuk meningkatkan kemampulabaannya
dalam rangka mendapatkan sejumlah pinjaman bank yang sangat diperlukan untuk membeli
sebuah mesin pemotong pola yang modern. Salah satu solusi yang diusulkan adalah menjual
serpihan dan tatal kayu ke perusahaan pembuatan arang setempat daripada memanfaatkannya
untuk bahan pemanas ruangan.
a) Rumuskan masalah perusahaan. Berikutnya rumuskan kembali masalah itu dalam berbagai
cara yang kreatif.
b) Kembangkan paling sedikit satu alternatif potensial untuk masalahyang dirumuskan kembali
dalam bagian a) tersebut. (dalam hal ini anda tidak perlu memikirkan kelayakan).

Penyelesaian:
a) Masalah perusahaan terlihat sebagai tidak mencukupinya pendapatan untuk menutupi biaya.
Beberapa perumusan ulang dapat diusulkan, umpamanya:
1. Masalahnya adalah untuk meningkatkan pendapatan sambil mengurangi biaya
2. Masalahnya adalah untuk mempertahankan pendapatan sambil mengurangi biaya.
3. Masalahnya adalah suatu sistem akuntansi yang menyajikan informasi biaya yang terdistorsi.
4. Masalahnya adalah bahwa mesin baru tidak benar-benar diperlukan (yang berarti pinjaman
dari bank tidak diperlukan).
b) Berdasarkan pada reformulasi 1, sebuah alternatif adalah menjual serpihan puingpuing kayu
sepanjang tambahan pendapatannya lebih besar daripada pengeluaran tambahan yang mungkin
diperlukan untuk memanaskan ruangan. Alternatif lain adalah tidak meneruskan pembuatan
mebel khusus dan memusatkan perhatian yang volume permintaannya tinggi. Masih ada
alternatif lain yaitu menyatukan pembeliaan, akuntansi, engineering, dan layanan bantuan
kerjasama dengan perusahaan kecil lain yang bidangnya sama.

Contoh 1-2
Berita buruk, anda baru saja mengalami kerusakan mobil. Untuk kendaraan itu pembeli
kendaraan bekas menawar seharga $2000,- Karena kendaraan tersebut diasuransikan, perusahaan
asuransi memperkirakan biaya perbaikan kendaraan tersebut sebesar $2000,-. Perusahaan
asuransi hanya membayar $1000,- karena biaya resiko yang ditanggung sendiri sebesar $1000,-.
Pembacaan Odometer adalah 58000 mil. Oleh karena itu anda memerlukan kendaraan pengganti
segera. Apa yang harus anda lakukan?

Penyelesaian:
a) Prinsip-1 Kembangkan alternatif-alternatif.
1. Jual mobil rusak sebesar $2000,- kepada pembeli kendaraan bekas dan manfaatkan uang itu
dijumlahkan dengan uang asuransi $1000,- ditambah lagi uang tabungan $7000,-. Jumlah itu
semua dapat dibelikan mobil yang lebih baru yang catatan jarak tempuhnya masih 28000 mil.

8
2. Manfaatkan uang asuransi $1000,- dan tambahkan dari tabungan sebesar $1000,- untuk
memperbaiki mobil. Jadi jumlah total uang yang dikeluarkan $1000,- dengan kondisi mobil
catatan jarak tempuhnya sudah 58000 mil.
3. Manfaatkan uang asuransi $1000,- ditambah tabungan $1000,- untuk memperbaiki mobil,
kemudian mobil tersebut dapat dijual $4500,-. Kemudian belanjakan $4500 ditambah
tabungan $5500,- untuk membeli mobil lebih baru. Jadi jumlah total yang dikeluarkan dari
tabungan $6500 dan mobil dengan kondisi catatan jarak tempuhnya 28000 mil.
4. Perbaiki mobil pada seorang mekanik yang kurang ahli, yang akan memperbaikinya dengan
biaya $1100,- ($1000 dari uang asuransi ditambah tabungan anda $100), tetapi akan
memerlukan waktu tambahan perbaikan, dan kita perlu sewa mobil $400 per bulan (dibayar
dari tabungan), Jumlah total yang dibayarkan dari tabungan sebesar $500, dan mobil
mempunyai catatan jarak tempuh 58000 mil.
5. Sama seperti 4, tetapi kemudian jual mobil itu dengan harga $4500 dan gunakan uang itu
ditambah tabungan $5500 untuk membeli mobil yang lebih baru. Jadi jumlah biaya yang
dikeluarkan dari tabungan $6000, dan mobil itu akan mempunyai catatan jarak tempuh sejauh
28000 mil.
Asumsi-asumsi
Tambahan waktu yang diperlukan untuk memperbaiki mobil itu pada 4 ; 5 tidak akan lebih
dari tambahan 1 bulan .
Setiap mobil akan bekerja dalam kondisi normal seperti yang diinginkan pada kondisi aslinya
dan sampai jarak tempuh total yang sama sebelum dijual.
Bunga yang diperoleh dari sisa uang dalam tabungan dapat diabaikan.

b) Prinsip-2 Fokuskan pada perbedaan perbedaan.


1. Alterntif 1 berbeda dari semua yang lain karena mobil itu tidak diperbaiki tetapi semata-mata
untuk dijual. Kondisi ini mengabaikan tambahan keuntungan sebesar $500 dari harga mobil
bila ia diperbaiki dan kemuadian dijual. Juga alternatif ini tidak menyisakan uang sama sekali
di Bank.
2. Alternatif 2 berbeda dengan alternatif 1 karena melibatkan perbaikan kendaraan. Alternatif 2
berbeda degan alternatif 4 dan 5 karena menggunakan fasilitas perbaikan yang lebih mahal
($500) dan yang kurang berisiko. Alternatif ini juga berbeda dari alternatif 3 dan 5 karena
mobil ini dipertahankan.
3. Alternatif 3 memberikan tambhan $500 dengan cara memperbaiki mobil itu dan menjualnya
untuk kemudian membeli mobil yang sama dengan alternatif 1.
4. Alternati 4 menggunakan gagasan yang sama seperti pada alternatif 2, tetapi dengan biaya
perbaikan yang lebih murah. Tempat perbaikan itu lebih berisiko dalam mutu produk akhirnya
tetapi hanya memerlukan biaya perbaikan $1100 dan tambahan sewa mobil selama satu bulan
sebesar $400,.

9
5. Alternatif 5 sama seperti alternatif 4 tetapi memberikan tambahan $500 dengan jalan menjual
mobil yang telah diperbaiki dan kemudian membeli sebuah mobil yang lebih baru seperti
dalam alternatif 1 dan 3.

c) Prinsip-3 Gunakan sudut pandang yang konsisten


Sudut pandang yang digunakan disini adalah sudut pandang dari pemilik mobil yang rusak itu.

d) Prinsip-4 Gunakan satuan pengukuran yang umum.


Besarnya dollar menyatakan nilai kendaraan itu bagi pemilik. Maka dollar digunakan sebagai
nilai konsisten terhadap sesuatu yang diukur. Hal ini mereduksi semua keputusan ke tingkat
kuantitatif, yang kelak kemudian dapat ditijau kembali dengan faktor-faktor kualitatif yang
mungkin membawa nilai dollarnya sendiri (misalnya seberapa jauh tempat perbaikannya dapat
dipercaya).

e) Prinsip-5 Pertimbangkan semua kriteria yang relevan.


1. Alternatif 1 dihapuskan, karena alternatif 3 memberikan hasil akhir yang sama dan juga akan
memberikan kepada pemilik mobil tambahan uang tunai $500. Hal ini dapat dijalankan tanpa
adanya perubahan resiko terhadap pemilik. Harga mobil = $10000, tabungan=0.
2. Alternatif 2 merupakan alternatif yang baik untuk dipertimbangkan, karena alternatif ini
membelanjakan jumlah uang tunai yang paling sedikit, dengan menyisakan tabungan sebesar
$6000. Alternatif 2 memberikan hasil yang sama dengan alternatif 4 tetapi biaya perbaikannya
lebih mahal $500. Dengan demikian, alternatif 2 dihapuskan. Harga mobil = $4000,
tabungan = $6000.
3. Alternatf 3 dihapuskan karena alternatif 5 juga memperbaiki mobil itu tetapi dengan biaya
yang harus dikeluarkan dari tabungan lebih rendah $500, serta baik alternatif 3 maupun
alternatif 5 mempunyai hasil akhir yang sama dari pembeliaan mobil yang lebih baru. Harga
mobil = $10000, tabungan = $500.
4. Alternatif 4 menjadi suatu alternatif yang baik, karena menghemat $500 dengan menggunakan
fasilitas perbaikan yang lebih murah, dengan syarat bahwa resiko perbaikan di tempat yang
lebih murah itu kecil saja. Harga mobil = $4000, tabungan = $6500.
5. Alternatif 5 adalah alternatif yang diterima, karena alternatif ini biaya perbaikan mobilnya
lebih rendah $500, tetapi menghapuskan resiko mogok dengan cara menjualnya kepada orang
lain dengan hasil tambahan $500. Harga mobil = $10000, tabungan = $1000.

f) Prinsip-6 Jadikan ketidakpastian menjadi eksplisit.


Diantara ketidakpastian-ketidakpastian yang dapat ditemukan dalam masalah ini, berikut ini
yang paling relevan dengan keputusan itu. Jika mobil asli itu diperbaiki dan dipertahankan, ada
kemungkinan mobil ini akan memiliki frekuensi kerusakan lebih tinggi (berdasar pada
pengalaman pribadi). Jika fasilitas menggunakan perbaikan yang lebih murah, peluang kerusakan
dimasa depan bahkan lebih besar (berdasar pada pengalaman). Juga mobil yang lebih baru yang

10
dibeli mungkin terlalu mahal, berdasar pada tambahan harga yang dibayarkan (yang paling tidak
$6000 / 30000 mil = 20 cent/mil). Akhirnya mobil yang lebih baru mungkin juga telah pernah
mengalami kecelakaan dan dapat memiliki riwayat perbaikan lebih parah daripada mobil yang
kini dimiliki.

g) Prinsip-7 Meninjau kembali keputusan.


Mobil yang lebih baru tadi ternyata baru melewati test drive sejauh 20000 mil dan memang
benar-benar bagus. Catatan jarak tempuhnya hebat, dan tidak ada perbaikan yang diperlukan.
Proses sistematis dalam pemecahan masalah ini benar-benar bermanfaat.

1.5 Akuntansi dan Studi Ekonomi Teknik


Pada bagian 1.1 kita menekankan bahwa para insinyur dan manajer menggunakan prinsip-prinsip
dan metodologi ekonomi teknik untuk membantu pengambilan keputusan. Jadi studi ekonomi
teknik menyediakan informasi mengenai bagaimana memberi dasar kepada keputusan-keputusan
di waktu sekarang yang berkaitan dengan pengoperasian suatu organisasi di masa depan. Setelah
keputusan untuk menanamkan modal dalam suatu proyek telah diambil dan uang telah
ditanamkan, maka yang memasok dan mengelola modal itu ingin mengetahui hasil keuangannya.
Sehingga harus ditentukan prosedur akuntansi sedemikian sehingga keuangan yang berkenaan
dengan investasi itu dapat dicatat, disimpulkan, dan unjuk kerja keuangannya dapat ditetapkan.
Pada saat yang sama, melalui peggunaan informasi keuangan yang baik, dapat ditentukan
kontrol-kontrol yang digunakan untuk membantu mengarahkan operasional menuju sasaran
keuangan yang diinginkan.

1.6 Proses Pengambilan Keputusan


Pengambilan keputusan merupakan bagian utama dari keberadaan manusia dalam memecahkan
masalah yang dihadapinya setiap hari. Ekonomi teknik adalah salah satu alat analisis
pengambilan keputusan kuantitatif yang menitikberatkan pada aspek ekonomi dalam bidang
teknik. Proses pengambilan keputusannya tidak hanya sekedar memilih satu dari berbagai
alternatif yang ada. Namun untuk melakukan pengambilan keputusan yang rasional, setidaknya
harus tercakup langkah-langkah berikut:
1. Mengenali adanya suatu masalah
• Masalah harus dimengerti dengan baik dinyatakan secara eksplisit.
• Kadang-kadang tidak disadari adanya masalah.
2. Mendefinisikan Tujuan
• Karena masalah, menyebabkan tidak tercapainya tujuan yg telah ditetapkan.
3. Mengumpulkan data-data yang relevan
4. Mengidentifikasi alternatif-alternatif yang dapat dipilih.
• Minimal dua alternatif
• Dua alternatif yang kadang diabaikan:

11
Alternatif untuk tidak melakukan apa-apa (tetap melakukan seperti saat ini, tidak perlu
mengeluarkan uang untuk menyelesaikan masalah ini)
Alternatif untuk memperbaiki dan menggunakan kembali.
5. Memilih kriteria untuk menentukan alternatif terbaik
• Yang paling sedikit menyebabkan kerugian ekologi
• Yang meningkatkan kesejahtraan orang banyak
• Menggunakan uang secara efisien
• Meminimumkan pengeluaran
• Memaksimalkan laba
• Meminimumkan waktu
• Meminimumkan pengangguran
6. Membangun hubungan antara tujuan, alternatif,data, dan kriteria yang dipilih untuk dijadikan
sebuah model.
7. Memperkirakan akibat-akibat yang muncul dari setiap alternatif.
8. Pemilihan alternatif terbaik untuk mencapai tujuan.
• Akibat yang ditimbulkan harus dipertimbangkan.
• Memilih yang sesuai dengan kriteria.
9. Post Audit of results

Contoh 1-3: Mengumpulkan data yang relevan .


Cost acounting sebuah perusahaan besar memperlihatkan biaya rata-rata bulanan dari 3 orang
pekerja dept. percetakan sbb:
• Gaji/upah langsung : $6000
• Bahan baku yang dipakai : $7000
• Overhead costs (untuk ruangan 200 m2) : $5000
Untuk menutupi biaya tersebut Dept. percetakan membebankan biaya kepada dept. lainnya
dengan perhitungan untuk mencetak 1000 copy sbb:
• Gaji/upah langsung : $7,6
• Bahan baku yang dipakai : $9,8
• Biaya lain-lain : $9,05
Dept-A mengecek di percetakan komersial luar, ditemukan bahwa untuk mencetak 1000 copy
biayanya hanya sebesar 22,95. Selanjutnya dept-A memutuskan untuk memesan ke luar
meskipun hanya mencetak rat-rata 30.000 copy per bulan. Akhirnya GM-nya meminta anda
mengkaji hal tersebut serta merekomendasikan apa yang harus diputuskan GM.

Penyelesaian:
Analisis komponen biaya untuk 30.000 copy departemen A:
Bila pesan di Dept.Printing perhitungan biaya = 30 x $26,45 = $793,5
Bila pesan di luar perhitungan biaya = 30 x $22,95 = $688,5
Penurunan biaya bila dept.A pesan di luar:

12
o Upah langsung (asumsi tidak lembur): 30 x $7,6 = $228
o Bahan baku: 30 x $9,8 = $294
o Biaya overhead: penurunan tidak signifikan (=tidak ada penurunan), karena biaya
$5.000/bulan adalah biaya untuk ruangan, AC, listrik.
Jadi penghematan di dept. Printing = $522 / bulan.
Dampak bagi perusahaan secara total adalah: Dept A perlu tambah biaya $688,5/bulan
diimbangi penghematan di dept.printing $522/bulan, sama dengan perlu mengeluarkan biaya
tambahan sebesar $166,5/bulan.
Kesimpulan: Dalam menyusun data kadang-kadang data tersebut memuaskan untuk akuntansi
biaya, tetapi mungkin tidak reliabel digunakan dalam analisis ekonomi.

Contoh 1-4: Memilih Material


Suatu campuran beton yang diinginkan diperlukan proporsi pasir sejumlah 31%. Toko bahan
bangunan memperdagangkan dua jenis kombinasi bahan campuran;
jenis -1 : 25 % pasir, 75% kerikil dengan harga 30.000 rupiah per m3.
jenis-2: 40% pasir, 60% kerikil dengan harga 44.000 rupiah per m3.
Tentukan biaya terendah dari campuran bahan beton tersebut per m3., bila kedua jenis kombinasi
dipakai.

Penyelesaian:
Biaya terendah dari campuran beton diperoleh bila volume jenis-1 maksimum.
Misalkan: untuk campuran yang dikehendaki porsi dari jenis-1 = X ; porsi dari jenis-2 = 1-X.
Maka porsi pasir dari masing-masing jenis campuran dapat diformulasikan:
(X) (0,25)+(1-X)(0,4) = 0,31
0,25X + 0,4 – 0,4X = 0,31
(0,25– 0,4)X = 0,31- 0,4
X = 0,6
Jadi kombinasi beton tersebut agar mempunyai proporsi pasir 31% adalah: 60% jenis-1dan 40%
jenis-2. Sedangkan harga terendah per meter kubik campuran beton dicapai:
60% x Rp30.000,- + 40% x Rp44.000,- = Rp35.600,-

Contoh 1-5: Memilih Metode


Salah satu onderdil mesin diproduksi dengan biaya per unit; untuk bahan baku 4000 rupiah, upah
kerja langsung 1500 rupiah. Untuk memenuhi pesanan 3 juta unit telah ditanamkan investasi alat
sebesar 5 milyar rupiah. Setelah dipenuhi separuh pesanan ada metode baru yang memberikan
efek menekan biaya bahan baku menjadi 3400 rupiah dan upah kerja langsung menjadi 1000
rupiah. Akan tetapi untuk hal ini diperlukan biaya tambahan alat sebesar 1 milyar rupiah. pabila
seluruh biaya alat disusutkan selama masa memproduksi seluruh pesanan, serta biaya lainnya
sebesar 250% dari upah langsung. Apakah penggantian metode tersebut menguntungkan?
Penyelesaian:

13
Analisis dilakukan untuk memenuhi sisa pesanan: 1,5 juta unit.
Menghitung Total biaya:

Metode eksisting
Biaya bahan baku : 1,5 juta x Rp4.000 = Rp 6.000.000.000,-
Biaya upah langsung : 1,5 juta x Rp1.500 = Rp 2.250.000.000,-
Biaya lain-lain : 2,5 x Rp 2.250.000.000,- = Rp 5.625.000.000,-
Total biaya = Rp13.875.000.000,-

Metode baru
Biaya bahan baku : 1,5 juta x Rp3.400 = Rp 5.100.000.000,-
Biaya upah langsung : 1,5 juta x Rp1.000 = Rp 1.500.000.000,-
Biaya lain-lain : 2,5 x Rp 1.500.000.000,- = Rp 3.725.000.000,-
Total biaya = Rp11.250.000.000,-

Jadi Metode baru akan lebih menguntungkan.

Contoh 1-6: Memilih Design


Dalam mendesign suatu gudang pendingin diperlukan bahan isolasi dinding yang mampu
mentransfer panas 30.000 joules/jam/mpersegi, pada kondisi perbedaan temperatur 30 derajat
celcius. Ada dua jenis bahan isolasi dengan spesifikasi sbb:
• bahan rock wool yang mempunyai tingkat conductivity 140 harganya 125 rb rupiah/m3.
• Bahan isolasi foamed dengan tingkat conductivity 110, harga 140 rb rupiah/ m3.
Persamaan konduksi: Q=K(delta T)/L
Dimana Q: heat transfer
K: conductivity
delta T: perbedaan temperatur 2 dinding
L: ketebalan bahan isolasi
Tentukan bahan isolasi mana yang disarankan untuk dipilih?

Penyelesaian:
Ada dua step untuk memecahkan masalah ini:
1. Menghitung ketebalan yang diperlukan dari masing- masing isolasi.
2. Mencari biaya per meter persegi dari isolasi tersebut.
1. Ketebalan isolasi yang diinginkan:
Rock wool
Q = k(delta T)/L
30.000 = 140.(30)/LR
LR = 0,14 m
Foamed

14
Q = k(delta T)/L
30.000 = 110.(30)/LF
LF = 0,11 m

2. Biaya isolasi per m2 dinding = (biaya/m3) x tebal isolasi.


Rock wool
Rp125.000x 0,14 = Rp17.500,-
Foamed
Rp140.000x 0,11 = Rp15.400,-
Jadi biaya untuk isolasi Foamed lebih rendah dibanding isolasi Rock Wool.

Latihan:
1. Jelaskan mengapa pokok bahasan ekonomi teknik penting bagi pekerjaan engineer/ahli teknik?
2. Apakah peningkatan otomatisasi akan meningkatkan pentingnya studi-studi ekonomi teknik?
Mengapa?
3. Jelaskan arti dari pernyataan ini “Pilihan (keputusan) terdapat diantara alternatifalternatif”.
4. Jelaskan hubungan antara analisis ekonomi teknik dan perancangan teknik. Bagaimana
analisis ekonomi membantu pembuatan keputusan dalam proses perancangan?
5. Jelaskan hasil-hasil yang dapat diharapkan dari sebuah alternatif yang layak. Apakah
perbedaan antara alternatif potensial alternatif yang layak?
6. Buatlah 10 situasi khas (typical) didalam operasi suatu organisasi yang dalam situasi ini suatu
analisis ekonomi teknik akan sangat membantu dalam pembuatan keputusan. Anda dapat
mengasumsikan suatu jenis organisasi tertentu (misalnya perusahaan manufactur, pusat
kesehatan medis dan rumah sakit, perusahaan transfortasi, badan pemerintah) jika organisasi
itu akan membantu dalam pengembangan jawaban anda.
7. Anda telah mendiskusikan dengan rekan kerja anda dalam departemen teknik mengenai
pentingnya menentukan sudut pandang (perspektif) secara tegas yang dengan demikian hasil-
hasil di masa depan dari suatu rangkaian tindakan yang dianalisis perlu dikembangkan.
Jelaskan apa yang anda artikan dengan suatu sudut pandang atau perspektif?

F. EVALUASI
8. Dua tahun lalu anda menjadi anggota dari tim proyek yang menganalisis apakah perusahaan
anda sebaiknya memperbaiki beberapa bangunan, peralatan dan fasilitas terkait untuk
menunjang operasi perusahaan anda yang terus berkembang. Tim proyek menganalisis tiga
alternatif yang layak, satu diantaranya tidak mengubah fasilitas dan dua yang lain
menghendaki merubah fasilitas yang cukup berarti. Sekarang anda ditunjuk untuk memimpin
suatu tim post evaluasi. Gambarkan rencana teknis anda untuk membandingkan konsekuensi
yang diperkirakan (yang dikembangkan dua tahun lalu) dari penerapan alternatif yang
dilaksanakan dengan hasil yang telah dicapai.

15
9. Pertama kali mendapat tugas di salah satu unit produksi, seorang lulusan S1 Teknik Industri
diberikan tanggung jawab untuk menentukan tingkat produksi suatu produk baru. Dia
mempelajari data yang ada seperti pada dua grafik di bawah ini.
Ditanya: Kriteria ekonomi yang bagaimana yang sebaiknya dia pilih, serta estimasikan tingkat
produksi yang paling menguntungkan?

G. REFERENSI
Sullivan, Wicks, Luxhoj, “Engineering Economy”, 12th Edition, Pearson Education, Inc.,
2003, New Jersey, USA - Chapter 1
Thuesen, G.J. & Fabrycky, W.J., ” Engineering Economy”, 9th Edition, Prentice Hall,
Inc., 2001, New Jersey, USA - Chapter 1
DeGarmo, Sullivan, Bontadelli, Wicks, ” Ekonomi Teknik”, Edisi kesepuluh Bahasa
Indonesia, PT Prenhallindo, 1999, Jakarta Bagian 1
Newnan, Donald G., “Engineering Economic Analysis”, Engineering Press,Inc., 1992,
California, USA Grant, Ireson, Leavenworth, “Principles of Engineering Economy”, John
Wiley&Sons, 1990, Singapore Chapter 2, 3.
Ferianto Raharjo, “Ekonomi Teknik- Analisis Pengambilan Keputusan”, Andi,
Yogyakarta, 2007. Bab 1

16