Anda di halaman 1dari 32

Pemberian Analgesik

(2210)

Definisi : penggunaan agen farmakologi untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri.


Aktifitas-aktifitas :
 Tentukan lokasi, karakteristik, kualitas  Berikan kebutuhan kenyamanan dan
dan keparahan nyeri sebelum mengobati aktifitas lain ynag dapat membantu
pasien relaksasi untuk memfasilitasi
 Cek perintah pengobatan meliputi obat, penurunan nyeri
dosis, dan frekuensi obat analgesic yang  Berikan analgesic sesuai waktu
diresepkan paruhnya, terutama pada nyeri yang
 Cek adanya riwayat alergi obat berat
 Evaluasi kemampuan pasien untuk  Susun harapan yang positif mengenai
berperan serta dalam pemeliharaan keefektifan analgesic untuk
analgesic, rute dan dosis dan keterlibatan mengoptimalkan respon pasien
pasien, sesuai kebutuhan  Berikan analgesik tambahan dan/
 Pilih analgesic atau kombinasi analgesic atau pengobatan jika diperlukan
yang sesuai ketika lebih dari satu untuk meningkatkan efek
diberikan pengurangan nyeri
 Tentukan pilihan obat analgesic (narkotik,  Pertimbangkan penggunaan infuse
non narkotik, atau NSAID), berdasarkan terus-menerus, baik sendiri atau
tipe dan keparahan nyeri digabungkan dengan opioid bolus,
 Tentukan analgesik sebelumnya, rute untuk mempertahankan level serum
pemberian, dan dosis untuk mencapaia  Jalankan tindakan keselamatan pada
hasil pengurangan nyeri yang optimal pasien yang menerima analgesic
 Pilih rute intervena dari pada rute narkotika, sesuai kebutuhan
intramuscular, untuk injeksi pengobatan  Mintakan pengobatan nyeri PRN
nyeri yang sering, jika memungkinkan sebelum nyeri menjadi parah
 Tinggalkan narkotik dan obat-obat lain  Informasikan pasien yang
yang dibatasi, sesuai dengan aturan rumah mendapatkan narkotika bahwa rasa
sakit mengantuk kadang terjadi selama 2-3
 Monitor tanda vital sebelum dan setelah hari pertama pemberian dan
memberikan analgesic narkotik pada selanjutnya akan menghilang
pemberian dosis pertama kali atau jika  Perbaiki kesalahan pengertian/mitos
ditemukan tanda-tanda yang tidak yang dimiliki pasien dan anggota
biasanya keluarga yang mungkin keliru
tentang analgesik
 Evaluasi keefektifan analgesik
dengan interval yang teratur pada
saat setelah pemberian khususnya
setelah pemberian pertama kali, juga
observasi adanya tanda dan gejala
efek samping (misalnya, depresi
pernafasan, mual dan muntah, mulut
kering dan kostipasi)
 Dokumentasikan respon terhadap
analgesik dan adanya efek samping
 Evaluasi dan dokumentasikan tingkat
sedasi dari pasien yang menerima
opioid
 Lakukan tindakan-tindakan untuk
menurunkan efek samping analgesic
(misalnya, konstipasi dan iritasi
lambung)
 Kolaborasikan dengan dokter apakah
obat, dosis, rute pemberian, atau
perubahan interval dibutuhkan, buat
rekomondasi khusus berdasarkan
prinsip analgesic
 Ajarkan tentang penggunaan
analgesic, setrategi untuk
menurunkan efek samping, dan
harapan terkait dengan keterlibatan
dalam keputusan pengurangan nyeri
Pengurangan Kecemasan

(5820

Definisi : mengurangi tekanan, ketakutan, firasat, maupun ketidaknyamanan terkait dengan


sumber-sumber bahaya yang tidak teridentifikasi.
Aktifitas-aktifitas :
 Guanakn pendekatan yang tenang dan  Bantu klien mengidentifikasi situasi
meyakinkan yang memicu kecemasan
 Nyatakan dengan jelas harapan  Kontrol stimulus untuk kebutuhan
terhadap perilaku klien klien secara tepat
 Jelaskan semua prosedur termasuk  Dukung penggunaan mekanisme
sensasi yang akan dirasakan yang koping yang sesuai
mungkin akan dialami klien selama  Bantu klien untuk mengartikulasikan
prosedur (dilakukan) deskripsi yang realistis mengenai
 Pahami situasi krisis yang terjadi dari kejadian yang akan dating
perspektif klien  Pertimbangka kemampuan klien dalam
 Berikan informasi factual terkait mengambil keputusan
diagnosis, perawatan dan prognosis  Instruksikan klien untuk menggunakan
 Berada disisi klien untuk teknik relaksasi
meningkatkan rasa aman dan  Atur penggunaan obat-obatan untuk
menguraangi ketakutan mengurangi kecemasan secara tepat
 Dorong keluarga untuk mendampingi  Kaji untuk tanda verbal dan non verbal
klien dengan cara yang tepat kecemasan
 Berikan objek yang meunjukkan
perasaan aman
 Lakukan usapan pada punggung/ leher
dengan cara yang tepat
 Dorong aktifitas yang tidak kompetitif
yang tepat
 Ciptakan atmosfer rasa aman untuk
meningkatkan kepercayaan
 Dorong verbalisasi perasaan, persepsi
dan ketakutan
 Indentifikasi pada saat terjadi
perubahan tingkat kecemasan
 Berikan aktifitas pengganti yang
bertujuan untuk mengurangi tekanan
Peresepan Obat

(2390)

Definisi : peresepan obat untuk masalah kesehatan


Aktifitas-aktifitas
 Evaluasi tanda dan gejala dari  Ajarkan pasien dan keluarga terkait reaksi
masalah kesehatan saat ini yang diharapkan dan efek samping dari
 Kaji riwayat kesehatan dan obat
peggunaan obat-obatan  Berikan alternatif waktu pemberian dan
 Identifikasi alergi yang diketahui modalitas dalam pemberian obat secara
 Kaji kemampuann keluarga dalam mandiri untuk meminimalkan perubahan
pemberian obat-obatan gaya hidup
 Identifikasi obat-obbatan yang  Ajarkan pasien dan keluarga mengenai
memiliki indikasi untuk masalah bagaimana cara menebus kembali obat
kesehatan saat ini yang diresepkan sesuai keperluan
 Resepkan obat-obatan sesuai dengan  Ajarkkan pasien/ keluarga kapan waktu
otoritas peresepan obat dan atau untuk mencari bantuan tambahan
sesuai protokol  Monitor efek trapeutik dan efek samping
 Tuliskan resep, menggunakan nama dari obat yang diberikan, sesuai
termasuk dosis dan petunjuk kebutuhan
pemberian obat  Pertahankan pengetahuan mengenai obat-
 Ucapkan dengan jelas singkatan obat yang digunakan dalam praktik
yang sulit yang dapat dengan mudah keperawatan, termasuk indikasi
menimbulan kesalah pahama penggunaan, tindakan pencegahan, efek
(misalnya : microgram, milligram, samping, efek toksik, dan informasi dosis
unit) yang seperti dipersyaratkan oleh otoritas
 Periksa bahwa angka desimal dalam peresepan obat dan undang-undang.
dosis terlihat jelas dengan
menggunakan awalan angka nol
(misalnya: 0.2 vs .2)
 Hindari penggunaan angka nol
dibelakang koma (misalnaya., 2 vs
2.0)
 Gunakan metode peresepan
elektronik jika tersedia
 Gunakan singkatan, akronim dan
simbol yang terstandarisasi
 Periksa bahwa semua obat yang
diresepkan telah ditulis dengan
benar, lengkap dan sesuai dengan
keperluan dan tujuan penggunaannya
 Ikuti rekomondasi untuk penggunaan
obat (misalnya) .,
milligram/kilogram berat badan, luas
permukaan tubuh, atau dosis efektif
terendah)
 Konsultasikan dengan dokter atau
petugas farmasi sesuai kebutuhan
 Konsultasikan kepada referensi
pemberian obat untuk dokter dan
referensi lainnya jika diperlukan
 Konsultasikan pada perwakilan dari
perusahaan penyedia obat sesuai
kebutuhamn
 Ajarkan pasien dan/ atau keluarga
metode pemberian obat sesuai
kebutuhan
Monitor Tanda-Tanda Vital

(6680)

Definsi : pengumpulan dan analisa data kardiovaskuler, peernapasan, dan suhu tubuh untuk
menentukan dan mencegah komplikasi.
Aktifitas-aktifitas :
 Monitor tekanan darah, nadi, suhu dan  Monitor warna kulit, suhu dan
status pernafasan dengan tepat kelembapan
 Catat gaya dan flaktuasi yang luas pada  Monitor sianosis sentral dan perifer
tekanan darah  Monitor akan adanya kuku (dengan
 Monitor tekanan darah saat pasien bentuk) clubbing
berbaring, duduk, dan berdiri sebelum  Monitor terkait dengan adanya tiga
setelah perubahan posisi tanda cushing reflek (misalnya,
 Monitor tekanan darah setelah pasien tekanan nadi lebar, bradikardi, dan
minum obat jika memungkinkan peningkatan tekanan darah sistolik)
 Auskultasi tekanan darah di kedua  Identifiksi kemungkinan penyebab
lengan dan bandingkan perubahan tanda-tanda vital
 Monitor tekanan darah, denyut nadi, dan  Periksa secara berkala keakuratan
pernapasan sebelum, selama, dan setelah instrument yang digunakan untuk
beraktifitas dengan tepat perolehan data pasien.
 Inisiasi dan pertahankan perangkat
pemantauan suhu tubuh secara terus-
menerus dengan tepat
 Monitor dan laporkan tanda dan gejala
hipotermia dan hipertermia
 Monitor keberadaan dan kualitas nadi
ambil nadi apical dan radial secara
simultan dan perhatikan perbedaanya
dengan tepat
 Monitor terkait dengan nadi paradoksus
 Monitor terkait dengan nadi alternative
 Monitor tekanan nadi yang melebar atau
menyempit
 Monitor irama dan tekanan jantung
 Monitor nada jantung
 Monitor irama dan laju pernapasan
(misalnya, kedalaman dan kesimetrisan)
 Monitor suara paru-paru
 Monitor oksimetri nadi
 Monitor pola pernapasan abnormal
(misalnya, Cheyne-stokes,kussmaul,
biot, apneustic, ataksia, dan bernafas
berlebihan)
Peningkatan Koping

(5230)

Definisi : fasilitas usaha kognitif dan perilaku untuk mengelola stressor yang dirasakan,
perubahan, atau ancaman yang menggangu dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup dan peran
Aktifitas-aktifitas :
 Bantu pasien dalam mengidentifikasi  dukung aktifitas-aktifitas social dan
tujuan jangka pendek dan jangka komunitas (agar bisa dilakukan)
panjang yang tepat  dukung (kemampuan dalam)
 Bantu pasien dalam memeriksa sumber- penerimaan terhadap keterbatasan
sumber yang tersedia untuk memenuhu orang lain
tujuan-tujuannya  kenali latar belakang budaya/spiritual
 Bantu pasien untuk memecah tujuan pasien
yang kompleks menjadi lebih kecil,  Dukun peenggunaan sumber-sumber
dengan langkah yang dapat dikelola spiritual, jika diinginkan
 Dukung hubungan (pasien) dengan  Eksplorasi pencapaian pasien
orang yang memiliki ketertarikan dan sebelumnya
tujuan yang sama  Eksplorasi alasan pasien mengkritik
 Bantu pasien untuk menyelesaikan diri
masalah dengan cara yang konstruktif  Konfrontasi terhadap perasaaan
 Berikan penilaian (kemampuan) ambivalen pasien (kemarahaan atau
penyesuaian pasien terhadap ditekan)
perubahan-perubahan citra tubuh,  Tumbuhkan cara penyaluran
sesuai dengan indikasi kemarahan dan permusuhan yang
 Berikan penilaian mengenai dampak konstruktif
dari situasi kehidupan pasien terhadap  Atur situasi yang mendukung otonomi
peran dan hubungan (yang ada) pasien
 Dukung pasien untuk mengidentifikasi  Baantu pasien dalam mengidentifikasi
deskripsi yang realistik terhadap adanya respon positif dari orang lain.
perubahan dalam peran  Dukung identifikasi nilai hidup yang
 Berikan penilaian mengenai spesifik
pemahaman pasien terhadap proses  Eksplorasi bersama pasien mengenai
penyakit metode sebelumnya ppada saat
 Berikan penilaian dan diskusikan menghadapi masalah kehidupan.
respon alternatif terhadap situasi (yang  Dukung penggunaan mekanisme
ada) defensive yang tepat
 Gunakan pendekatan yang tenang dan  Dukung verbalisasi perasaan, persepsi
memberikan jaminann dan rasa takut.
 Berikan suasana penerimaan  Diskusikan konsekuensi dari tidak
 Bantu pasien dalam mengembangkan mengatasi rasa bersalah dan malu
penilaian terkait dengan kejadian  Dukung pasien untuk mengidentifikasi
dengan lebih obyektif kekuatan dan kemampuan diri.
 Bantu pasien untuk mengidentifikasi  Turunkan stimulus yang dapat diartikan
informasi yang dia paling tertarik untuk sebagai suatu ancaman dalam suatu
dapatkan
 Sediakan informasi actual mengenai lingkunngan tertentu
diagnosis, penanganan, dan prognosis  Berikan penilaian terkait dengan
 Sediakan pasien pilihan-pilihan yang kebutuhan atau keinginan pasien terkait
realistis mengenai aspek perawatan dengan dukungan social
 dukung sikap (pasien) terkait dengan  Bantu pasien untuk mengidentifikasi
harapan yang realistis sebagai upaya sistem dukungan yang tersedia
untuk mengatasi perasaan  Pertimbangkan risiko pasien melukai
ketidakberdayaan diri sendiri
 evaluasi kemampuan pasien dalam  Instruksikan pasien untuk
membuat keputusan menggunakan teknik relaksasi sesuai
 cari jalan untuk memahami perspektif dengan kebutuhan
pasien terhadap situasi yang penuh  Bantu pasien untuk [melewati proses]
setres berduka dan melewati kondisi
 tidak mendukung pembuatan keputusan kehilanngan karena penyakit kronik
saat pasien berada pada situasi stres dan atau kecacatan dengan tepaat
yang berat  Bantu pasien untuk mengklarifikasi
 dukung kemampuan mengatasi situasi kesalahpahaman
secara berangsur-angsur  Dukung pasien untuk untuk
 dukung kesabaran dalam mengevaluasi perilakunya sendiri.
menggembangkan suatu hubungan
Skrining Kesehatan

6520

Definsi : mendeteksi risiko atau masalah kesehatan melalui anamnesis, pemeriksaan, dan
prosedur lainnya.
Aktifitas-aktifitas :
 Tentukan populasi target untuk  Lengkapi [kelengkapan] (catatn yang
[dilakukaannya] pemeriksaan kesehatan. sesuai dengan ) departemen kesehatan
 Iklankan layanan skrining kesehatan atau catatan lain untuk memantau
untuk meningkatkan kesadaran hassil-hasil yang abnormal, misalnya
masyarakat. tekanan darah tinggi
 Sediakan akses yang mudah bagi  Berikan informasi pemeriksaan diri
layanan sskring (misalnya, waktu dan yang tepat selama skrining
tempat.  Rujuk pasien pada penyedia perawatan
 Jadwalkan pertemuan untuk kesehatan lainnya, yang diperlukan.
meningkatkan efisiensi dan perawatan
individual.
 Gunakan instrument sskrining yang
valid dan terpercaya.
 Instruksikan pasien akan rasionalisasi
dan tujuan pemeriksaan kesehatan serta
pemantauan diri
 Dapatkan persetujuan untuk
[dilakukannya] prosedur skrining
kesehatan, yang sesuai
 Berikan privasi dan kerahasiaan
 Berikan kenyamanan selama prosedur
skrining
 Dapatkan riwaayt kesehatan yang sesuai,
termasuk deskripsi kesehatan, factor
resiko, dan obat-obatan
 Dapatkan riwayat kesehatan keluarga
yang sesuai
 Lakukan pengkajian fisik, yang sesuai
 Ukur tekanan darah, tinggi badan, berat
badan, persentase lemak tubuh, kolestrol
dan kadar glukosa darah dan
pemeriksaan urin yang sesuai
 Dapat spessimen untuk analisis
Pengajaraan Proses Penyakit

(5602)

Definsi : membantu pasien untuk memahami informasi yang berhubungan denagn proses pnyakit
secara spesifik.
Aktifitas-aktifitas :
 Kaji tingkat pengetahauan pasien terkait  Diskusikan pilihan terapi/ penanganan
dengan proses penyakit yang spesifik  Jelaskan alasan dibalik manajemen/
 Jelaskan perjalanan penyakit dan terpai/ penanganan yang
bagaimana hubungannya dengan drekomendasikan
anatomi dan fisologi, seuai kebutuhan  Dorong pasien untuk menggali pilihan
 Review pengetahuan pasien mengenai – pilihan mendaptkan pendapat kedua,
kondisinya sesuai kebutuhan atau sesuai yang di
 Kenali pengetahuaan pasien mengenai indikasikan
kondisinya  Jelaskan kommplikasi kronik yang
 Jelaskan tanda dan gejala yang umum mungkin ada sesuia kebutuhan
dari penyaakit, sesuai kebutuhan  Instruksikan pasien mengenai tindakan
 Eksplorasi berssama pasien aapakah dia untuk mencegah / meminimalkan efek
telah melakukan manajemen gejala samping penanganan dari penyakit
 Jelaskaan mengenai proses penyakit, sesuai kebutuhan
sesuai kebutuhan  Edukasi pasien mengenai tindakan
 Identtifikasi kemungkinan penyebab, untuk mengontrol/ meminimalkan
sesuai kebutuhan gejala, sesuai kebutuhan
 Berikan informasi pada pasien mengenai  Edukasi pasien mengenai tanda dan
kondisinya, sesuai kebutuhan gejala yang harus dilaporkan kepada
 Identifikasi perubahan kondisi fisik ptugas kesehatan, sesuai kebutuuhan
pasien  Perkuat informasi yang diberikan
 Hindari memerikan harapan yang dengan anggota tim kesehatan lain,
kosong sesuai kebutuhan
 Beri ketenangan terkaait kondisi pasien,
sesuai kebutuhan
 Beri informasi kepada keluarga / orang
yang penting bagi pasien mengenai
pekembangan pasien, sesuai kebutuhan
 Berikan informasi mengenai
pemeriksaan diagnostic yang tersedia
sesuai kebutuhan
 Diskusikan perubahan gaya hidup yang
mungkin diperlukan untuk mencegah
komplikasi dimasa yang akan dating dan
/ atau mengontrol prose penyakit
Perawatan Jantung (4040)

Definisi : Keterbatasan dari komplikasi sebagai hasil dari ketidakseimbangan antara suplai
oksigen pada otot jantung dan kebutuhan seorang pasien yang memiliki gejala gangguan
fungsi jantung.

Aktifitas-aktifitas
 Secara rutin mengecek pasien baik  Sediakan terapi antiaritmia sesui
secara fisik dan psikologis sesuai kebijakan unit (misalnya ; obat anti
dengan kelebihan tiap ritmia, kardioversi atau devibriilasi)
agen/penyedia layanan. sebagaimana mestinya.
 Pastikan tingkat aktivitas pasien  Monitor respon pasien terhadap obat
yang tidak membahayakan curah aritmia.
jantung atau memprovokasi  Instruksikan pasien dan keluarga
serangan jantung. mengenai terapi modalitas batasan
 Evaluasi episode nyeri dada aktivitas dan kemajuan.
(intensitas, lokasi,radiasi, durasi  Susun waktun latihan dan istirahat
dan faktor yang memicu serta untuk mencegah kelelahan.
meringankan nyeri dada).  Batasi merokok.
 Monitor EKG, adakah perubahan  Monitor toleransi aktivitas pasien.
segmen T, sebagaimana mestinya.  Monitor sesak, kelelaha, takipnea dan
 Dorong [adanya] peningkatan ortopnea.
aktivitas bertahap ketika kondisi  Bangun hubungan saling mendukung
[pasien] sudah distabilkan antara pasien dan keluarga.
(misalnya, dorong aktivitas yang  Identivikasi metode pasien dalam
lebih ringan atau waktu yang lebih menangani setres.
singkat dengan waktu istirahat yang  Berikan dukungan tehnik yang efektif
sering dalam melakukan aktivitas) untuk mengurangi stres.
 Instruksikan pasien tentang  Lakukan terapi relaksasai, sebagaimana
pentingnya untuk segera mestinya.
melaporkan bila merasakan nyeri  Kenali efek psikologis dari kondisi
dada. yang mendasari [penyakit].
 Lakukan penilaian komprehensif  Lindungi pasien dari kecemasan dan
pada sirkulasi perifer (misalnya, cek depresi, anjurkan pengobatan dengan
nadi perifer, edema, pengisian anti depresan yang tepat, jika di
ulang kapiler, warna indikasikan.
 Monitor tanda – tanda fiotal secara  Dorong aktifitas yang tidak
rutin. bersaing/kompetitip pada pasien dengan
 Monitor disretmia jantung, resiko gangguan fungsi jantung.
termasuki gangguan ritme dan  Diskusikan modifikasi pada aktivitas
kondisi jantung. seksual dengan pasien dan pasangan,
 Dokumentasikan disretmia jantung. jika tepat.
 Catat tanda dan gejala penurunan  Instruksikan pasien dan keluarga
curah jantung. mengenai tujuan perawatan dan
 Monitor status pernafasan terkait bagaimana kemajuanya akan di ukur.
dengan adanya gejala gagal jantung.  Yakinkan staf untuk menyadari tuyjuan
 Monitor abdomen jika terdapat dan bekerja sama dalam menyediakan
indikasi penurunan perkusi. perawatyan yang konsisten.
 Monitor keseimbangan cairan  Rujuk ke program gagal jantung untuk
(masukan dan keluaran serta berat dapat mengikuti program edukasi pada
badan cairan). rehabilitas jantung, evaluasi dan
 Monitor nilai labolatorium yang dukungan yang sesui panduan untuk
tepat (enzim jantung dan nilai meningkatkan aktifitas dan membangun
elektrolit). hidup kembali, sebagaimana mestinya.
 Monitor fungsi faculmaker,  Tawarkan dukungan spiritual pada
sebagaimana mestinya. keluarga (misalnya ; menghubungi
 Evaluasi perubahan tekanan darah. nanggota kependetaan), sebagaimana
 Evaluasi respon pasien terhadap mestinya.
ektopi atau disritmia.
Manajemen Energi

(0180)

Definisi : pengaturan energi yang di gunakan untuk menangani atau mencegah kelelahan dan
mengoktimalkan fungsi.
Aktifitas-aktifitas
 kaji status fisiologis pasien yang  Tingkatkan tirah baring atau
menyebabkan kelelahan sesui pembatasan kegiatan (misalnya ;l
dengan konteks usia dan meningkatkan jumlah waktu istirahat
perkembangan. pasien) dengan cakupannya yaitu pada
 Anjurkan pasien mengungkapkan waktu istirahat yang di pilih.
perasaan secara verbal mengenai  Anjurkan periode istirahat secara
keterbatasan yang di alami. bergantian.
 Gunakan instrumen yang falit untuk  Susun pengguanaan fisik cadangan
mengukur kelelahan. oksigen untuk funsi organ vital
 Tentukanm persepsi pasien/orang (misalnya ; menghindari aktivitas
terdekat dengan pasien mengenai segera setelah makan).
penyebab kelelahan.  Lakukan ROM aktif atau pasif untuk
 Perbaiki defisit status fisiologis menghilangkan ketegangan otot.
(misalnya ; kemoterapi yang  Berikan kegiatan penmgalihan yang
menyebabkan anemia) sebagai menenangkan untuk meningkatkan
prioritas utama. relaksasi.
 Pilih intervensi untuk mengurangi  Tawarkan bantuan untuk meningkatkan
kelelahan baik secara varmakologis tidur (musik atau oabat).
maupun non varmakologis dengan  Anjurkan tidur siang bila di perlukan.
tepat.  Bantun pasien untuk menjadwalkan
 Tentukan jenis dan banyaknya periode istirahat.
aktivitas yang di butuhkan untuk  Hindari kegiatan perawatan selama jam
menjaga kesehatan.intake atau istirahat pasien.
asupan nutrisi untuk mengetahui  Rencanakan kegiatan saat pasien
sumber energi yang adekuat. mempunyai banyak energi.
 Konsulkan dengan ahli gizi  Bantu pasien untuk duduk di samping
mengenai cara meningkatkan tempat tidur, jika pasien tidak
asupan energi dari makanan. memungkinkan untuk berpindah atau
 Negosiasikan waktu makan yang berjalan.
sesui dan tidak sesui dengan jadwal  Bantu pasien dalam aktivitas sehari –
di rumah sakit. hari yang teratur sesui kebutuhan
 Monitor sistem kardiorespirasi (ambulasi, berpindah, bergerak dan
pasien selama kegiatan (misalnya ; perawatan diri).
takikardia, disritmia yang lain,  Monitor pemberian dan efek obat
dispnea, diaphoresis, pucar, tekanan stimulan dan depresan.
himodinamik, frekuensi  Anjurkan aktivitas visik (misalnya ;
pernafasan). ambulasi, ADL) sesuai dengan
 Anjurkan senam aerobik sesui kemampuan (energi) pasien.
kemampuan pasien.  Evaluasi secara bertahap kenaikan level
 Monitor atau catat waktu dan lama aktivitas pasien.
istirahat atau tidur pasien.  Monitor respon oksigen pasien
 Monitor lokasi dab ketidak (misalnya ; tekanan nadi, tekanan darah,
nyamanan atau nyeri yang di alami respirasi) saat perawatan maupun saat
pasien selama aktivitas. melakukan perawatan diri secara
 Kurangi ketidaknyamanan fisik mandiri.
yang di alami pasien yang bisa  Bantu pasien untuk mamantau secara
mempengaruhi fungsi kognitif. mandiri dfengan mencatat intake atau
Pemantauan diri dan pengaturan asupan energi dan kalori sesui
aktivitas pasien. kebutuhan.
 Buat batasan untuk aktivitas  Instuksikan pasien atau yang dekat
hiperaktif klien saat menganggu dengan pasien mengenai kelelahan
yang lain atau dirinya sendiri. (gejala yang mungkin muncul dan
 Bantu pasien untuk memahami kekambuhan yang mungkin nanti akan
prinsip konservasi energi muncul kembali).
(misalnya ; kebutuhan untuk  Instruksikan pasien atau orang yang
membatasi aktivitas tirah baring). dekat dengan pasien m,engenai tehnik
 Ajarkan pasien m,engenai perawatan diri yang memungkinkan
pengelolaan dan tehnik manajemen penggunaan energi nsehemat mungkin
waktu untuk mencegah kelelahan. (monitor diri untuk melakukan aktivitas
 Bantu pasien untuk sehari – hari).
memprioritaskan kegiatan untuk  Istruksikan pasien atau SO untuk
mengakomodasikan energi yang di mengenali tanda dan gejala kelelahan
perlukan. yang mengurangi gejala kelelahan yang
 Bantu pasien untuk menetapkan mengurangi kelelahan aktivitas.
tujuan aktivitas : yang akan di capai  Instruksikan pasien atau mengenai stres
secara realistis. dan koping intervensi untuk
 Bantu pasien mengidentivikasi mengurangi kelelahan.
pilihan aktivitas – aktivitas yang  Ajarklan pasien atau SO untuk
akan di lakukan. menghubungi tenaga kesehatan jika
 Anjurkan pasien untuk memilih tanda dan gejala tidak berkurang.
aktivitas – aktivitas yang
membangun ketahanan.
 Bantu pasien untuk mngidentivikasi
tugas atau kegiatan rumah yang bisa
di lakukan oileh keluarga dan teman
di rumah untuk mencegah dan
mengatasi kelelahan.
 Sediakan akses konunikasi yang
tepat bagi pasien (misalnya ; email
atau pesan singkat) untuk menjaga
komunikasi dengan teman pada saat
kunjungan tidak dapat di lakukan
atau tidak di sarankan.
 Bantu pasien untuk membatasi tidur
siang dengan kegiatan yang
mendorong pasien untuk terjaga,
dengan cara yang tepat.
 Batasi stimuli lingkungan yang
menganggu (misalnya ; cahaya atau
bising) untulk memfasilitasi
relaksasi.
 Batasi jumlah dan gangguan
penggunjung dengan tepat.
Terapi Aktivitas (4310)

Definisi : peresepan terkait dengan menggunakan bantuan aktivitas fisik, kognisi, sosial dan
spiritual untuk meningkatkan frekuensi dan durasi dari aktivitas kelompok.
Aktifitas-aktifitas  Vasilitas aktivitas pengganti pada saat
 Pertimbangkan kemampuan klien memiliki keterbatasan waktu, energi
dalam berpartisipasi melalui maupun dengan cara berkonsultasi pada
aktivitas visik. terapis – terapis fisik okupasi dan
 Berkolaborasi dengan ahli twerapis teraois rekreasi.
fisik, akupasi dan terapis aktivitas,  Dorong keterlibatan dalam aktivitas
jika memang di perlukan. kelompok maupun terapi, jika memang
 Pertimbangkan komitmenn klien di perlukan.
untuk meningkatkan frekuensi dan  Rujuk ke pusat komunitas mapun
jarak aktivitas. program – program komunitas, jika
 Bantu klien untuk mengeksplorasi memang di perlukan.
tujuan personal dari aktivitas –  Bantu dengan aktivitas visik secara
aktivitas yang biasa di lakukan teratur (misalnya ; ambulasi, trasnfer
(misalnya ; bekerja) dan aktivitas – atau pindah, berfutar dan kebersihan
aktivitas yang di sukai. diri) sesui dengan kebersihan
 Bantu klien untuk memilih aktivitas  Sediakan aktivitas ’’motorik kasar’’
dan mencapai tujuan melalui untuk klien yang hiperaktif .
aktivitas yang konstisten dengan  Tingkatkan gaya hidup dengan melalui
kemampuan fisik fisiologis dan aktivitas fisik untuk mencegah
sosial. penambahan berat badan yang
 Bantu klien untuk tetap fokus pada diinginkan.
kekuatan yang di milikinya.  Sarankan metode – metode aktivitas
 Bantu klien untuk mengidentivikasi fisik yang tepat.
dan memperoleh sumber – sumber  Ciptakan lingkungan yang aman untuk
yang di perlukanuntuk aktivitas – dapat melakukan pergerakan otot secara
aktivitas yang di inginkan. berkala sesui dengan indikasi.
 Dorong aktivitas kreatif yang tepat.  Berikan aktivitas motorik untuk
 Bantu klien memperoleh mengurangi kejang otot.
transportasi untuk [dapat  Berikan aktivitas yang memenuhi
mengikuti] aktivitas, jika di komoonen memori dan emosi (misalnya
perlukan. ; ektifitas religius tertentu) untuk klien
 Bantu klien untuk mengidentivikasi dimensia, dengan cara yang tepat.
aktivitas yang di inginkan.  Berikan permainan kelompokj
 Bantu pasien untuk terstruktur non kompetitip dan aktif.
mengidentifikasikan aktivitas yang  Tingkatkanm keterliubatan dalam
bermakna. aktifitas rekreasi dan defersional yang
 Bantu pasien untuk menjadwalkan bertujuan untuk mengurangi kecemasan
waktu – waktu spesifik terkait (misalnya ; bernyanyi kelompok, bola
dengan aktivitas harian. voli, tenis meja, berjalan, berenang,
 Bantu klien dan keluarga untuk tugas – tugas konkrit dan sederhana,
mengidentifikasi kelemahan dalam tugas – tugas rutin, tugas rumah tangga
level aktivitas tertentu. berhias dan permainan kartu atau
 Identifikasi strategi untuk puzzle).
meningkatkan partisipasi terkait  Gunakan terapi dengan menggunakan
dengan aktivitas yang di inginkan.. hewan dengan cara yang tepat.
 Intruksikan klien dan keluarga  Berikan pujian positif karena
untuk mempertahankan fungsi kesediaannya untuk terlibat dalam
kesehatan terkait dengan peran dan kelompok.
aktivitas secara visik, sosial,  Instruksikan keluarga untukm
spiritual dan kognisi. memberikan pujian positif karena
 Instruksikan pasien dan keluarga kesediaannya untuk terlibat dalam
melaksanakan aktivitas yangt kelompok.
diinginkan maupun yang telah di  Berikan kesempatan keluarga untuk
resapkan. terlibat dalam aktivitas, dengan cara
 Berkoordinasi dalam menyeleksi yang tepat.
pasien sesui dengan umur yang  Bantu klien untuk meningkatan
sesui dengan aktivitas yang akan di motivasi diri dan penguatan.
lakukan.  Monitor respon emosi fisik, sosial dan
 Bantu klien dan keluarga untuk spiritual terhadap aktivitas.
beradaptasi dengan lingkungan  Bantu klien dan keluarga memantau
pada saat mengakomodasi aktivitas perkembangan klien terhadap
yang di inginkan. pencapaian tujuan yang di harapkan.
 Berikan aktivitas untuk
memberikan perhatian dan
berkonsultasi dengan terapis
rekresional mengenai hal ini.
Manajemen nyeri

(1400)

Definisi : pengurangan atau reduksi nyeri pada tingkat kenyamanan yang dapat di terima oleh
pasien.
Aktivitas – aktivitas  Pertimbangan tipe dan sumber nyeri
 Lakukan pengkajian nyeri hiperhesif ketika memilih strategi penurun nyeri.
yang meliputi lokasi, karajteristik,  Dorong pasien untuk memonitor nyeri
konsep atau durasi frekuensi, dan menangani nyerinya dengan
kualitas, intensitas beratnya nyeri nyerinya.
atau faktor pencetus.  Ajarkan penggunmaan tehnik
 Observasi adanya petunjuk nonfarmakologi (seperti, bioeedbacek,
nonverbal mengenai TENS, hypnosis relaksasi, bimbingan
ketidaknyamanan terutama pada antisipatif, terapi musik, terapi
mereka yang tidak dapat bermain, terapi aktivitas akupresur,
berkomunikasi secara efektif. aplikasi panas atau dingin atau pijatan,
 Pastikan perawatan analgesik bagi sebelum sesudah jika memang
pasien di lakukan dengan memungkinkan, ketika melakukan
pemantauan yang ketat. aktifitas yang menimbulkan nyeri ;
 Gunakan strategi komunikasi sebelum nyeri terjadi atau meningkat ;
terapeotik untuk mengetahui dan bersamaan dengan tindakan
pengalaman nyeri dan sampaikan penurun rasa nyeri lainnya.
penerimaan pasien terhadap nyeri.  Galih pengunaan metode farmakologi
 Gali pengetahuan dan kepercayaan yang di pakai pasien saat ini untuk
pasien mengenai nyeri. menurunkan nyeri.
 Pertimbangkan pengaruh budaya  Ajarkan metode farmakologi untuk
terhadap respon nyeri. menurunkan nyeri.
 Tentukan akibat dari pengalaman  Dorong pasien untuk menggunakan
nyeri terhadap kualitas hidup pasien obat – obatan penurun nyeri yang
(misalnya ;tidur, nafsu makan, adekuat.
pengertian, perasaan, hubungan,  Kolaborasi dengan pasien, orang
perfoma kerja dan tanggung jawab). terdekat dan tim kesehatan lainnya
 Gali bersama pasien faktor – faktor untuk memilih dan menginflemasikan
yang dapat menurunbkan atau tindakan penurun nyeri
mkemperberat nyeri. nonfarmakologi, sesui kebutuhan.
 Evaluasi pengalaman nyeri di masa  Berikan individu penurun nyeri yang
lalu yang meliputi riwayat nyeri optimal dengan peresepan analgesik.
kronik individu atau keluarga atau  Implementasikan penggunaan pasien
nyeri yang menyebabkan disability terkontrol analgesik (PCA) jika sesui.
atau ketidak mampuan atau  Gunakan tindakan pengontrol nyeri
kecatatan dengan tepat. sebelum nyeri bertambah berat.
 Evaluasi bersama pasien dan tim  Berikan obat sebelum beraktifitas
kesehatan lainyya mengenai untuk meningkatkan partisipasi, namun
efektivitas tindakan pengontrolan melakukan evaluasi mengenai bahaya
nyeri yang pernah di gunakan dari sedasi,
sebelumnya.  Pastikan pemberian analgesik dan atau
 Bantu keluarga dalam mencari dan strategi nonfarmakologi sebelum di
menyediakan dukungan. lakukan prosedur yang menimbulkan
 Gunakan metode penilaian yang nyeri.
sesui dengan tahapan perkembangan  Priksa tingkat ketidaknyaman pasien,
yang memungkinkan untuk catat perubahan dalam catatan medis
memonitor perubahan nyeri dan pasien, informasikan petugas
akan dapat membantu kesehatan lain yang merawat pasien.
mengidentifikasi faktor pencetus  Evaluasi keefektifan dari tindakan
aktual dan hipotensial (misalnya ; pengontrolan nyeri yang di pakai
catatan perkembangan, catatan selama pengkajian nyeri di lakukan.
harian).  Mulai dan modifikasi tindakan
 Tentukan kebutuhan frekuensi untuk pengontrol nyeri berdasarkan respon
melakukan pengkajian pasien.
ketidaknyamanan pasien dan  Dukung istirahat atau tidur yang
menginflemensikan rencana adekuat untuk membantu penurunan
monitor. nyeri.
 Berikan informasi mengenai nyeri,  Beritahu dokter jika tindakan tidajk
seperti penyebab nyeri, berapa lama berhasil atau jika keluhan pasien saat
nyeri akan di rasakan, dan antisipasi ini berubah siknifikan dari
dari ketidak nyamanan akibat poengalaman nyeri sebelumnya.
prosedur.  Informasikan tim kesehatan lain atau
 Kendalikan faktor lingkungan yang keluarga mengenai strategi
dapat mempengaruhi respon pasien nonfarmakologi yang sedang di
terhadap ketidak nyamanan gunakan untuk mendorong pendekatan
(misalnya ; suhu rungan, prefentif terkait dengan manajemen
pebncahayaan dan suara bising). nyeri.
 Kurangi atau elemenasi faktor –  Gunakan pendekatan multidisiplin
faktor yang dapat mencetuskan atau untuk manajemen nyeri, jika sesui.
meningkatakan nyeri (misalnya ;  Pertimbangkan untuki merujuk pasien,
ketakutan, kelelahan, keadaan keluarga dan orang terdekat pada
monoton dan kurang pengetahuan). kelompok pendukung dan sumber –
 Pertimbangkan keinginan pasien sumber lainya, sesui kebutuhan.
untuk berpartisipasi kemampuan  Berikan informasi yang akuarat untuk
berpartisipasi, kecenderungan, meningkatkanj pengetahuan dan
dukungan dari orang terdekat respon terhadap pengalaman nyeri.
terhadap metodr dan konta indikasi  Libatklan keluarga dalam mobilitas
ketika memilih strategi penurunan penurun nyeri, jika memungkinkan.
nyeri.  Monitor kepuasan pasien terhadap
 Pilih dan implementasikan tindakan manajemen nyeri dalam interfal yang
yang beragam (misalnya ; spesifik.
farmakologi, nonfarmakologi,
interpersonal) untuk memfasilitasi
penurunan nyeri sesui cdengan
kebutuhan.
 Ajarkan prinsip – prinsip manajemen
nyeri.

Manajemen Pengobatan

(2380)

Definisi : fasilitas pengunaan dan efektifitas resep yang aman serta pengunaan obat bebas.
Aktivitas – aktivitas
 Tentukan obat yang di perlukan, dan  Berikan pasien dan anggota keluarga
kelola menurut resep dan atau mengenai informasi tertulis dan
protokol. visual untuk meningkatkan
 Diskusikan masalah keuangan dengan pemahaman diri mengenai pemberian
redmen obat. obat yang tepat.
 Tentukan kemampuan pasien untuk  Kembangkan strategi untuk
mengobati diri sendiri dengan cara mengelola efek samping obat.
yang tepat.  Dapatka resep dokter dari pasien
 Monitor efektifitas pemberian obat yang melakukan pengobatan sendiri
yang sesui. dengan cara yang tepat.
 Monitor pasien mengenai terapeotik  Buat protokol untuk penyimpanan,
obat. penyimpanan ulang, dan pemantauan
 Monitor tanda dan gejala toksisitas obat yang tersisa untuk tujuan
obat. pengobatan sendiri.
 Monitor efek samping obat.  Selidiki sumber – sumber keuwangan
 Monitor level serum darah (misalnya ; yang memungkinkan untuk
elektrolit, protombin, obat – obtan memperoleh obat yang di resepkan
yang sesui). dengan cara yang tepat.
 Monitor intyarsi obat yang non  Tentukan dampak penggunaan obat
teraupeutik. pada gaya hidup pasien.
 Kaji ulang pasien atau keluarga secara  Berikan alternatif mengenai jangka
berkala mengenai jenis dan jumlah waktu dan cara pengobatan mandiri
obat yang di konsumsi. untuk meminimalkan efek gaya
 Buang oabt yang sudah kadalwarsa, hidup.
yang sudah di berhentikan atau yang  Bantu pasien dan anggota keluarga
mempunyai kontrak indikasi obat. dalam membuat penyesuaian gaya
 Fasilitasi perubahan pengobatan hidup yang di perlukan terkait
dengan dokter. dengan pemakaian obat – obatan
 Monitor respon terhadap perubahan tertentu dengan cara yang tepat.
pengobatan dengan cara yang tepat.  Anjurklan pasien mengenai kapan
 Pertimbangkan pengetahuan pasien harus mencari bantuan medis.
mengenai obat-obatan.  Identifikasi jumlah dan jenis obat
 Pantau kepatuhan mengenai rigmen bebas dan bagaimana obat – obatan
obat. tersebut dapat mempengaruhi kondisi
 Pertimbangkan faktor – faktor yang saat ini.
dapat menghalangi pasien untuk  Pertimbangkan apakah pasien
mengonsumsi obat yang di resepkan. menggunakan obat – obatan berbasis
 Kembangkan strategi bersama pasien budaya dan kemungkinan adanya
untuk meniongkatkan kapatuhan efek dari penggunaan obat bebas dan
mengenai regimen obat yang di obat yang di tresepkan.
resepkan.  Kaji ulang strategi bersama pasien
 Konsultasi dengan propesional dalam mengelola obat – obatan.
perawatan kesehatan lainya unytuk  Sediakan pasien dengan daftar
meminimalkan jumlah dan frekuensi sumber – sumber untuk bisa di
obat yang di butuhkan agar di hubungi untuk mendapatkan
dapatkan efek terapeutik. informasi lebih lanjut mengenai obat
 Ajarkan pasien dan anggoita keluarga – obatan tertentu.
mengenai metode pemberian obat  Hubungi pasien dan keluarga setelah
yang sesui. pemulangan pasien untuk menjawab
 Ajarkan pasien dan atau anggota pertanyaan dan mendiskusikan
keluarga mengenai tindakan dan efek kekawatiran terkait dengan regimen
samping yang di harapkan dari obat. obat.
Berikan pasien dan anggota keluarga  Dorong pasien untuk bversedia di
mengenai informasi tertulis dan visual lakukan uju skrining dalam
untuk meningkatkan pemahaman diri menentukan efek obat.
mengenai pemberian obat yang tepat
Perawatan Jantung : Akut

(4044)

Definisi : keterbatasan terkait dengan komlilasi pada pasien yang mengalami eposode
ketidakseimbangan antara suplai oksigen ke otot jantung dan kebutuhannya sehingga
mengakibatkan terjadinya gangguan fungsi jantung.
Aktivitas – aktivitas  Sediakan makan yang sedikit sedikit
 Evaluasi nyeri dada (intensitas, lokasi, tapi sering.
radiasi, durasi, faktor pemicu dan yang  Sediakan diet jantung yang tepat
mengurangi). (batasi masukan kafein
 Instruksikan pasien akan pentingnya natrium,kolestrol dan makanan
melaporkan segera jika merasakan berlemak).
ketidaknyamanan dalam dada.  Tahan diri untuk memberikan
 Sediakan alat yang segera dan secara stimulan mulut.
kontinyu dapat memanggil perawat  Ganti dengan garam jika tepat.
dan bisa memberi tahu pasien dan  Batasi stimulasi lingkungan.
keluarga bahwa panggilan akan di  Pertahankan lingkungan yang
jawab dengan segera. kondusif untuk istirahat dan
 Monitor EKG sebagaimana mestinya, penyembuhan.
apakah terdapat perubahan segmen  Hindari memicu situasi emosional.
ST.  Identifikasi cara pasien menghadapi
 Lakukan penilaian secara stres.
komperhensif terhadap status jantung  Dukung tehnik afektif untuk
termasuk di dalamnya adalah sirkulasi mengurangi ster.
perifer.  Lakukan terapi relaksasi dengan
 Monitor irama jantung dan kecepatan tepat.
denyut jantung.  Tahan diri untuk berbeda pendapat.
 Auskultasi suara jantung.  Cegah pasien untuk mengambil
 Kenali adanya frustrasi danm keputusan cegah dalam keadaan sters
ketakutan karena ketidak mampuan berat.
berkomuniukasi dan adanya paparan  Hindari pasien terlalu kepanasan atau
mesin atau alat dan lingkungan yang kedinginan.
asing.  Tahan diri untuk memasukan selang
 Auskultasi paru – paru, adakah ronki rektal.
atau suara tambahan lain.  Tahan diri untuk mengukur suhu
 Monitor efektifitas terapi oksigen, rektal.
sebagaimana oksigen.  Tahan diri untuk melakukan
 Monitor penentu pengantaran oksigen pemeriksaan melalu rektal atu
(PaO2 kadar Hb dan curah jantung) vagina.
sebagaimana mestinya.  Instruksi pasien untuk menghindari
 Monitor cairan masuk dan keluar, urin aktifitas yang menyebabkan valsafa
output, timbang bearat badan harian, manufer (misalnya ; mengejan saat
sebagaimana mestinya. buang air besar).
 Pilih lead EKG yang terbaik dalam  Kelola obat yang mencegah episode
rangka untuk memonitor secara terus
menerus sebagaimana mestinya. valsafa manufer (laksatif,anit mual),
 Rekam EKG 12 lead sebagaimana sebagaimana mestinya.
mestinya.  Cegah pembentukan trombus verifer
 Tuliskan nilai SK, LDH, dan AST (perubahan posisi tiap 2 jam dan
serum, sebagaimana mestinya. kelola anti koagulan dosis ringan).
 Monitor fungsi ginjal (nilai BUN dan  Kelola obat-obatan untuk
kreatinin) sebagaimana mestinya. membebaskan atau mencegah nyeri
 Monitor fungsi hatri dengan cara yang dan iskemia, sesui dengan
tepat. kebutuhan.
 Monitor nilai labolatorium elektrolit  Monitor keefektifan pengobatan.
yang dapat meningkatkan resiko  Instruksikan pasien dan keluarga
disritmia (kalium dan magnesiu), tentang tujuan perawatan dan
sebagaimana mestinya. bagaimana perkembangan yang bisa
 Laporkan foto torak sebagaimana diukur yakin kan semua staf
mestinya. menyadari tujuan tersebut dan
 Monitor kecenderungan tekanan darah bekerjasama dalam menyediakan
dan parameter hemodinamik, jika perawatan yang konsisten.
tersedia (tekana vena sentral, tekanan  Tawarkan dukungan spiritual kepada
paruy kapiler, tekanan irisan arteri). pasien.
Manajemen Shok : Jantung

(4254)

Definisi :Peningkatan keadekuatan perfusi jaringan pada pasien yang mengalami penurunan
pompa jantung.
Aktivitas – aktivitas  Persiapkan pasien untuk
 Monitor tanda dan gejala penurunan revaskulerisasi jantung (percutaneus
curah janutng. coronary intervention) PCI atau
 Auskultasi suara nafas terhadap bunyi poronary artery baipasygraft (CABG).
crackles atau suara tambahan lain  Berikan inotropik positif atau
nya. medikasi untuk kontrotilitas sesui
 Catata tanda dan gejala penurunan kebutuhan.
curah jantung.  Tingkatkan reduksi afterlud (misalnya
 Monitor adanya ketidakadekuatan ; fasodilator, angiotensin kovertin
perfusi arteri koroner (perubahan ST enzim meinhibitors, atau balon intra
dalam EKG, peningkatan enzim aorta).
janutng, angina) sesuai kebutuhan.  Tingkatkan preload oktimal sementara
 Monitor pemeriksaan fungsi menurunkan opterlud (misalnya
pembekuaan, termasuk protombintan berikan netrat sementara
(PT, partialtromboplastin), mempertahankan tekanan oklusi arteri
fibrinogen, degradasi atau produk pulmonal dalam rentang yang di
pemecahan, dan nilai platelet sesui anjurkan), sesui yang di butuhkan.
kebutuhan.  Tingkatkan pervusi jaringan yang
 Monitor dan efaluasi indikator adekuat (dengan resusitasi cairan dan
hipoksia jaruingan (saturasi darah atau vasopresor untuk
campuran vena, saturasi oksigen vena mempertahankan tekanan rata – rata
sentral, nilai serum laktat, arteri (MAT) kurang lebih 60 mmHg,
kapnometrisubningual). sesui kebutuhan.
 Berikan oksigen sesui kebutuhan.
 Pertahankan reload oktimal dengan
pemberian cairan IV atau deuretik,
sesui kebutuhan.
Manajemen Pengobatan

(2380)

Definisi : fasilitas pengunaan dan efektifitas resep yang aman serta pengunaan obat bebas
Aktivitas – aktivitas  Berikan pasien dan anggota
 Tentukan o0bat apa yang di perlukan, mengenai informasi tertulis dan
dan kelola menurut resep atau protokol. fisual untuk meningkatkan
 Diskusikan masalah keuwangan yang pemahaman diri mengenai
berkaitan dengan regimen obat. pemberian obat yang tepat.
 Tentukan kemampuan pasien untuk  Kembangkan strategi untuk
mengobati diri sendiri dengan cara yang mengenbangakan strategi untuk
tepat. mengelola efek samping obat.
 Monitor efektifitas cara pemberian obat  Dapatkan resep dokter yang
yang sesui. melakukan pengobatan sendiri
 Monitor pasien mengenai terapeutik dengan cara yang tepat.
obat.  Buat protokol untuk penyimpanan,
 Monitor tanda dan gejala toksitas obat. penyimpanan ulang, dan
 Monitor efek samping obat. pemantauan obat yang tersisa
 Monitor lefel serum darah (misalnya untuk tujuan pengobatan sendiri.
elektrolit, protombin, dan obat – obatan)  Selidiki sumber – sumber
yang sesui. keuangan yang memungkinkan
 Monitor intraksi obat yang nonterapiotik. untuk memperoleh obat yang di
 Kaji ulang pasien atau keluarga secara resepkan dengan cara yang tepat.
berkala mengenai jenis dan jumlah obat  Tentukan dampak pengunaan obat
yang di konsumsi. pada gaya hidup pasien.
 Buang obat yang sudahh kedaluarsa,  Berikan alternatif mengenai jangka
yang sudah di berhentikan atau yang waktu dan cara pengobatan
m,empunyai kontraindikasi obat. mandiri u8ntuk meminimalkan
 Fasilitasi perubahan pengobatan dengan efek gaya hidup.
dokter.  Bantu pasien dan anggota keluarga
 Monitor respon terhadap perubahan dalam membuat penyesuaian gaya
pengobatan dengan cara yang tepat. hidup yang di perlukan sesui gaya
 Pertimbangkan pengetahuan pasienj hidup yang di perlukan terkait
mengenai obat – obatan. dengan pemakaian obat – obat
tertentu dengan cara yang tepat.
 Pantau kepatuhan mengenai regimen
obat.  Anjurkan pasien mengenai kapan
harus mencari bantuan medis.
 Pertimbangkan faktor – faktor yang
dapat menghalangi pasien untuk  Berikan informasi mengenai
mengkonsumsi obat yang di resepkan. oenggunaan obat bebas dan
bagaimana obat – obatan tersebut
 Kembangkan strategi bersama pasien
dapat mempengaruhi kondoisi saat
meningkatkan kepatuhan mengenai
ini.
regimen obat yang di resepkan.
 Pertimbangkan pasien apakah
 Konsultasi dengan profesional perawatan
mendapatkan obat – obatan
ksehatan lainnya untuk meminimalkan
berbasis budaya dan kemungkinan
jumlah dan frekuansi obat yang di adanya efek dari penggunaan obat
butuhkan agar di dapatkan efek bebas dan obat yang di resepkan.
terapeutik.  Kaji ulang strategi bersama pasien
 Ajarkan pasien dan atau anggota tentang mengelola obat – obatan.
keluarga mengenai tindakan dan efek  Sediakan pasien dengan daftar
samping yang di harapkan dari obat. sumber – sumber untuk bisa di
 Hubungi pasien dan keluarga setelah hubungi untuk dapat mendapatkan
pemulangan pasien untuk menjawab informasi lebih lanjut mengenai
pertanyaan dan mendiskusikan obat – obatan tertentu.
kekawatiran terkait dengan regimen obat.
 Dorong pasien untuk bersedia di lakukan
uji skrining dalam menentukan efek
obat.
Manajemen Asam Basa

(1910)

Definisi : Peningkatan keseimbangan asam basa dan pencegahan komplikasi akibat


ketidakseimbangan asam basa
Aktivitas - aktivitas  monitor pengelolaan yang
 Pertahankan kepatenan jalan nafas. mencampur asam basa (misalnya,
 Posisiskan klien untuk mendapatkan alkalosis respiratorik dan metabolik
ventilasi yang adekuat (misalnya ; asidosis primer).
membuka jalan nafas dan menaikan  Monitor pola pernafasan.
posisi kepala di tempat tidur).  Monitor pengangkuatan oksigen ke
 Pertahankan kepatenan akses selang jaringan (misalnya, PAO2,SAO2 level
IV. hamagoblin, dan kardiakotput), jika
 Monitor kecenderungan pH arteri, tersedia.
PaCO2 HCO3 dalam rangka  Monitor adanya gejala pernafasan
memepertimbangkan jenis ketidak (misalnya, rendahnya , PAO2 dan
seimbangan yang terjadi (misalnya ; meningkatkan level PACO2 dan
despiraktorik atau metabolik) dan kelelahan otot pernafasan).
kompensasi mekanisme fisiologis  Monitor konsumsi oksigen (misalnya,
yang terjadi (misalnya kompensasi tingkat SVO2 dan AvDO2) jika
baru atau ginjal dan penyangga tersedia.
fisiologis atau pisiological buffer).  Monitor intake dan output.
 Pertahankan pemeriksaan berkala  Monitor status hemodinamik meliputi
terhadap pH arteri dan plasma level CVP, PAP, dan PCWP jika
elektrolit untuk membuat perencanaan tersedia.
perbuatan yang akurat.  Monitor kehilangan asam (misalnya,
 Monitor gas darah arteri (ABGs), muntah, pengeluaran nasrogagtrit ,
level serum elektrolit jika di perlukan. diare, dan deuresis) dengan cara yang
 Ambil sepesimen yang di instruksikan tepat.
untuk mendapatkan analisa  Monitor status nerurologi (miusalnya,
keseimbangan asam basa (misalnya tingkat kesadaran dan kebingungan).
analisa gas darah urile dan serm), jika  Sediakan dukungan ventilator
memang di perlukan. mekanik, jika memang di butuhkan.
 Monitor penyebab potensial sebelum  Sediakan hidrasi adekuat dan
memeberikan perawatan ketidak restorasi dari volume cairan normal,
seimbangan asam basa misalnya jika di perlukan.
penurunan dalam respiratori alkalosis  Berikanm pengobatan yang sudah di
klinik karena metabolik asidosisi). resepkan berdasarkan pada trende
 Instruksikan pasien untuk yang ada pada pH, PACO2,HCO3, dan
menghindari kelebihan pengobatan serum elektrolit, dengan cara yang
yang mengandung HCO3 debfab tepat. tepat.
 Sedasikan pasien untuk menurunkan  Berikan terapi oksigen dengan tepat.
hiperventilasi dengan cara yang tepat.  Berikan agen mikrobial dan
 Atasi demam. Dengan tepat. brokondiator, denganh tepat.
 Berikan pengobatan nyeri, dengan  Berikan aliran oksigen yang frendah
teapat. dan monitor untuk nakrosis pada
kasus hiperkapnia kronik.
 Instruksikan pasien dan atau keluarga
mengenai tindakanj yang telah di
sarankan untuk mengatasi ketidak
seimbangan asam basa.
Pencegahan Jatuh

6490

Definisi : melaksanakan pencegahan khusus dengan pasien yang memiliki risiko cedera karena
jatuh
Aktifitas-aktifitas :
 Identifikasi kekurangan baik kongnitif  Gunakan tempat tidur setengah isi air
atau fisik dari pasien yang mungkin ditempat tidur untuk membatasi
meningkatkan potensi jatuh pada pergerakan, dengan tepat
lingkungan tertentu  Sediakan pasien yang memiliki
 Identifikasi perilaku dan faktor yang ketergantungan suatu alat untuk
mempengaruhi risiko jatuh meminta pertolongan (misalnya.,
 Kaji ulang riwayat jatuh bersama [penyediaan] bel atau lampu panggilan)
dengan pasien dan keluarga saat caregifer tidak ada
 Idntifikasi karakteristik dari lingkungan  Jawab pemanggil lampu segera
yang mungkin meningkatkan potensi  Bantu eliminasi dari frekuensi dan
jatuh (misalnya, lantai licin dan tangga intervensi terjadwal
terbuka)  Gunakan alarm tempat tidur untuk
 Monitor gaya berjalan (terutama memperingatkan orang yang merawat
kecepatan) keseimbangan dan tingkat bahwa individu keluar dari tempat
kelelahan dan ambulasi tidur, dengan tepat
 Tanyakan pasien mengenai persepsi  Tandai ambang pintu dan dari batas
keseimbangan, dengan tepat jalan pintu sebelum tangga, sesuai
 Berbagai dengan pasien terkait (hasil) dengan kebutuhan
observasi pada gaya berjalan, (terutama  Pindahkan barang-barang yang
kecepatan) dan pergerakan diletakkan rendah (misalnya., temapt
 Sarankan perubahan pada gaya berjalan menyimpan sepatu dan meja) yang
(terutama kecepatan) pada pasien membahayakan
 Ajarkan pasien untuk beradaptasi  Hindari melakukan sesuatu secara tidak
terhadap modivikasi gaya berjalan yang teratur dipermukaan lantai
(telah) di sarankan (kecepatan)  Sediakan pencahayaan yang cukup
 Bantu ambulasi indiidu yang memiliki dalam rangka meningkatkan pandangan
ketidakseimbangan  Sedikan lampu malam hari disisi
 Sediakan alat bantu (misalnya : tonkat tempat tidur
dan wolker) untuk menyeimbangkan  Sediakan pegangan pada tangga dan
gaya berjalan (terutama kcepatan) pegangan tangga yang dapat dilihat
 Dukung pasien untuk menggunakan (pasien)
tongkat atau walker, dengan tepat  Tempatkan pagar dipintu keluar yang
 Instruksikan pasien mengenai menggarah ke tangga
penggunaan tongkat atau walker  Sediakan permukaan lantai yang tidak
dengan tepat licin dan anti slip
 Rawat alat bantu dalam kondisi yang  Sediakan permukaan yang tidak licin
siap pakai pada bak mandi dan pancuran
 Kunci kursi roda, tempat tidur atau  Sediakan alas kaki yang tidak licin
brankar selama melakukan pemindahan untuk memfasilitasi kemudahan
pasien menjangkau
 Letakkan benda benda dalam jangkauan  Sediakan area penyimpanan dengan
yang mudah bagi pasien jangkauan yang mudah
 Instruksikan pasien untuk  Sediakan barag furniture berat yang
memamanggil bantuan terkait tidak akan terguling jika digunakan
pergerakan, dengan tepat sebagai sandaran
 Ajarkan pasien bagaimana jika jatuh,  Orientasikan pasien pada lingkungan
meminimalkan cedera fisik
 Berikan tanda untuk mengingatkan  Hindari pengatura ulang lingkungan
pasien agar meminta bantuan saat fisik yang tidak perlu
keluar dari tempat tidur, dengan tepat  Pastikan bahwa pasien menggunakan
 Monitor kemampuan untuk berpindah sepatu yang pas, terikat dengan aman,
dari tempat tidur kekursi dan sebaliknya dan sol anti selip
 Gunakan tekhnik yang tepat untuk  Instruksikan pasien untuk memakai
memindahkan pasien dari dan kekursi kacamata yang diresepkan dengan tepat
roda, tempat tidur, toilet dan lainnya pada saat keluar dari tempat tidur
 Sediakan tamapt duduk toilet yang  Ajarkan anggota keluarga megenai
ditinggikan untuk memudahkan faktor resiko yang berkonstribusi
perpindahan terhadap adanya kejadian jatuh dan
 Sediakan kursi dengan ketinggian yang bagaimana keluarga bisa menurunkan
tepat, dengan sandaran tangan dan resiko ini
punggung yang mudah dipindahkan  Anjurkan adaptasi dirumah untuk
 Gunaka peganggan tangan dengan meningkatkan keamanan
panjang dan tinggi yang tepat untuk  Instruksikan keluarga akan pentingnya
mencegah jatuh dari temapt tidur, pegangan tangan untuk tangga, kamar
sesuai dengan kebutuhan mandi dan jalur untuk berjalan
 Sediaa matras tempat tidur dengan  Bantu keluaarga untuk
pinggiran yang lurus untuk mengidentifikasi bahaya dirumah dan
memudahkan pemindahan, letakkkan memodifikasi (bahaya tersebut) yang
tempat tidur mekanik pada posisi yang aman
paling rendah  Sarankan menggunakan alas kaki
 Sediakan permukaan tidur yang dekat  Instruksikan pasien untuk menghindari
dengan lantai, sesuai kebutuhan permukaan es dan permukaan lain di
 Sediakan tempat duduk dengan kursi luar rumah yang licin
bean bag untuk membatasi pergerakan,  Kembangkan cara untuk pasien
dengan tepat berpartisipasi secara aman dalam
 Temaptkan busa ditemapt duduk pasien mengisi waktu luang
untuk mencegah pasien terjatuh, dengan  Lakukan program latihan fisik rutin
tepat yang meliputi berjalan
 Berikan penanda untuk memberikan
peringatan pada staff bahwa pasien
beresiko tinggi jatuh
 Berkolaborasi dengan anggota tim
kesehatan lain untuk menimbulkan efek
samping dari pengobatan yang
berkonstribusi pada kejadian jatuh
(misalnya., hipotensi ortostatisk dan
cara berjalan) trauma kecepatan yang
tidak mantap atau seimbang
 Sediakan pengawasan ketat dan/ atau
alat pengikatan (misalnya., kursi bayi
dengan sabuk pengaman) saat
meletakkan bayi/anak dipermukaan
yang tinggi (misalnay, meja an kursi
yang tinggi)
 Pindahkan obyek yang bisa
menyebabkan anak kecil memanjat
kepermukaan yang tinggi
 Jaga posisi sisi rel dalam posisi tinggi
saat cardiver tidak ada, dengan tepat
 Sediakan “gelembung atau bubble tob”
pada pengamanan pasien pediatric
dirumah sakit yang mungkin memanjat
melalui sisi pengaman yang tinggi,
dengan tepat
 Kencangkan palang pengaman pada
akses vanel incubator saat
meninggalkan tempat tidur bayi dalam
incubator, dengan tepat.

Manajemen Lingkungan : Keselamatan


6486

Definisi : memonitor dan memanipulasi lingkungan fisik untuk meningkatkan keamanan


Aktifitas-aktifitas :
 Identifikasi kebutuhan keamanan  Edukasi individu dan kelompok yang
pasien berdasarkan fungsi fisik dan beresiko tinggi terhadap bahan
kognitif serta riwayat perilaku dimasa berbahaya yang ada dilingkungan
lalu  Kolaborasikan dengan lembaga lain
 Identifikasi hal-hal yang untuk meningkatkan keselamatan
membahayakan lingkungan (misalnya., lingkungan (misalnya, dinas kesehatan,
[bahaya] fisik, biologi, dan kimiawi) s polisi dan badan perlindungan
 Singkirkan bahan berbahaya dari lingkungan)
lingkungan jika diperlukan  Inisiasi dan atau lakukan program
 Modivikasi lingkungan untuk sekring terhadap bahan yang
meminimalkan bahan berbahaya dan menbahayakan lingkungan (misalnya.,
beresiko logam berat dan radon)
 Sediakan alat untuk beradaptasi
(misalnay., kursi untuk pijakan dan
pengangan tangan)
 Guanakan peralatan perlindungan
(misalnaya., pengekangan, tegangan
pada sisi, kunci pintu, agar, dan
gerbang) untuk membatasi mobilitas
fisik atau akses pada sitasi yang
membahayakan
 Beritahukan pada lembaga berwenang
untuk melakukan perlindungan
lingkungan (misalnya., dinas
kesehatan, pelayanan lingkungan,
badan lingkungan dan polisi)
 Siapkan nomor telepon emerjensi
untuk pasien (misalnya [nomer] polisi,
dinas kesehatan lokal dan pusat
kontrol)
 Monitor lingkungan terhadap
terjadinya perubahan setatus
keselamatan
 Bantu psien saat melakukan
perpindahan kelinkungan yang lebih
aman (misalnya., rujukan untuk
mempunyai asisten ruah tangga)
Terapi Latihan : Ambulasi

0221

Definisi : peningkatan dan bantuan perjalanan untuk menjaga ataumengembalikan fungsi tubuh
otonom dan volunteer selama pengobatan dan pemulihan dari penykit atau cedera
Aktifitas-aktifitas :  Bantu pasien untuk berdiri dan ambulasi
 Beri pasien yang tidak mengekang dengan jarak tertentu dan dengan
 Bantu pasien untuk menggunakan alas jumlah syaf tertentu
kaki yang memfasilitasi pasien untuk  Bantu pasien untuk membangun
berjalan dan mencegah cedera pencapaian yang realistis untuk
 Sediakan tempat tidur berketinggia ambulasi jarak
rendah, yang sesuai  Dorong ambulasi independen dalam
 Tempatkan saklar posisi tempat tidur di batas aman
tempat yang mudah di jangkau  Dorong pasien untuk “bangkit sebanyak
 Dorong untuk duduk di tempat tidur, di dan sesering yang di inginkan” (up ad
samping tempat tidur (“menjuntai”), lib), jika sesuai
atau di kursi, sebagaiman yang dapat di  Terapkan / sediakan alat bantu (tongkat,
toleransi [pasien] walker, atau kursi roda) untuk ambulasi,
 Bantu pasien untuk duduk di sisi jika pasien tidak stabil
tempat tidur untik memfasilitasi  Bantu pasien dengan ambulasi dengan
penyesuaian, sesuai kebutuhan awal dan jika di perlukan
 Konsultasikan pada ahli terapi fisik  Instruksikan pasien/caregiver mengenai
mengenai rencana ambulasi, sesuai pemindahan dan teknik ambulasi yang
kebutuhan aman
 Instruksikan ketersediaan perangkat  Monitor penggunaan kruk pasien atau
pendukung, jika sesuai alat bantu berjalan lainnya
 Instruksikan untuk memposisikan diri
sepanjang proses pemindahan
 Gunakan sabuk [untuk] berjalan (gait
belt) untuk membantu perpindahan dan
ambuasi, sesuai kebutuhan
 Bantu pasien untuk perpindahan, sesuai
kebutuhan
 Berikan kartu penanda di kepala
tempat tidur untuk memfasilitasi
belajar berpindah