Anda di halaman 1dari 24

Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Desember 2015, Vol. 12, No.

2, hal 123 - 146 123

Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia


Volume 12 Nomor 2, Desember 2015

PENGARUH KONSENTRASI KEPEMILIKAN KELUARGA


DAN INTERNET FINANCIAL REPORTING (IFR)
TERHADAP ASIMETRI INFORMASI
(The Effect of Family Ownership Concentration and Internet Financial
Reporting (IFR) on Information Asymmetry)

I Putu Yogi Virgiawan


Universitas Indonesia
virgiawan.putuyogi@gmail.com

Vera Diyanty
Universitas Indonesia
veranabila1@gmail.com

Abstract

This study examines whether family-controlled firms have a higher level of information asymmetry
than non family-controlled firms. This study also examines the influence of Internet Financial
Reporting (IFR) to the information asymmetry. The results of the study indicate that family-controlled
firms do not have higher level of information asymmetry than non family-controlled firms. Moreover,
the study found that the application of IFR reduces the level of firm’s information asymmetry. This
study contributes to the accounting literature and regulator by providing evidence the role of IFR in
reducing information asymmetry.

Keywords: family controlling ownership, Internet Financial Reporting (IFR), information


asymmetry

Abstrak

Penelitian ini menguji apakah perusahaan yang dikendalikan keluarga memiliki tingkat asimetri
informasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang dikendalikan selain keluarga.
Penelitian ini juga menguji bagaimana pengaruh Internet Financial Reporting (IFR) terhadap
asimetri informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan yang dikendalikan keluarga
tidak terbukti memiliki tingkat asimetri informasi yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang
dikendalikan selain keluarga. Sementara itu, penerapan IFR terbukti dapat menurunkan tingkat
asimetri informasi pada perusahaan. Hasil penelitian memberikan kontribusi pada literatur akuntansi
dan regulator tentang bagaimana peran IFR dalam mengurangi asimetri informasi.

Kata kunci: kepemilikan keluarga, Internet Financial Reporting (IFR), asimetri informasi

PENDAHULUAN frekuensi yang lebih tinggi. Penggunaan


internet oleh perusahaan yang pada awalnya
Perkembangan teknologi informasi yang digunakan untuk memasarkan dan menjual
pesat saat ini menjadikan internet sebagai produk yang mereka hasilkan, kini berkembang
media yang mampu memenuhi tuntutan menjadi media dalam menjalin komunikasi
stakeholder akan kebutuhan atas informasi dan menyebarkan informasi perusahaan
yang relevan, akurat, tepat waktu, dan dengan
124 Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Desember 2015, Vol. 12, No. 2, hal 123 - 146

kepada para pemegang saham, calon investor, dan menyebabkan terjadinya asimetri
dan stakeholder lainnya. Beberapa kelebihan informasi antara pemegang saham pengendali
seperti mudah menyebar (pervasiveness), dan nonpengendali. Asimetri informasi terjadi
tidak mengenal batas (borderless-ness), real ketika pemegang saham pengendali memiliki
time, berbiaya rendah, mempunyai interaksi akses terhadap private information perusahaan
yang tinggi (high interaction), dan dapat melalui kemampuan pengendaliannya atas
diakses dengan mudah, membuat internet kini manajemen yang terlibat langsung dalam
dipandang sebagai salah satu media pelaporan operasional perusahaan. Menurut Byun et
yang penting. Informasi yang disajikan dalam al. (2011), peningkatan asimetri informasi
internet dapat berupa data kuantitatif maupun terjadi seiring dengan peningkatan informed
data kualitatif dan dapat ditampilkan dalam trading yang melibatkan informed traders
bentuk grafis multimedia, audio, video, dan seperti pemegang saham pengendali dan pihak
lainnya (Ashbaugh et al. 1999). lain yang memiliki koneksi dengan pihak
Penggunaaan media internet dalam manajemen.
m e n y e b a r l u a skan inform asi keuanga n Pengungkapan informasi seluas-
perusahaan, dalam hal ini melalui website luasnya akan meminimalkan peluang
perusahaan, sering disebut sebagai Internet informed traders mengambil keuntungan
Financial Reporting (IFR) (Khan dan Ismail atas uninformed traders akibat kepemilikan
2011). Menurut Ashbaugh et al. (1999), atas private information perusahaan sehingga
perusahaan menggunakan website tak hanya akan mengurangi asimetri informasi. Andrew
untuk menyebarkan informasi keuangan, (2011) dan Chang et al. (2008) menemukan
tetapi juga informasi nonkeuangan. IFR dapat bahwa frekuensi, kuantitas, dan kualitas
melengkapi pelaporan keuangan perusahaan pengungkapan dapat mengurangi asimetri
yang bersifat mandatory dengan informasi informasi yang diproksikan melalui bid ask
tambahan yang bersifat voluntary dan spread. Penerapan IFR dalam hal ini dapat
memfasilitasi distribusi informasi perusahaan menjadi solusi yang tepat karena internet
kepada para pemegang saham (Boubaker et al. dapat menyebarkan informasi keuangan
2012). lebih tepat waktu, berfrekuensi tinggi, lebih
Banyak perusahaan di negara-negara di efisien, serta menjangkau stakeholder dalam
Asia Timur, termasuk Indonesia, didominasi wilayah yang lebih luas. Beberapa penelitian
oleh struktur kepemilikan yang terkonsentrasi, telah menyatakan bahwa penerapan IFR oleh
dimana hak pengendalian dan hak arus kas perusahaan berpengaruh dalam mengurangi
terkonsentrasi pada pihak tertentu seperti asimetri informasi yang diproksikan melalui
keluarga, pemerintah, dan institusi keuangan bid ask spread (Chang et al. 2008; Yoon et
(Claessens et al. 2000). Struktur kepemilikan al. 2011; Fu et al. 2012). Aktivitas investor
yang terkonsentrasi cenderung menimbulkan relation, meliputi press releases dan analyst’s
pergeseran konflik keagenan, yaitu dari conferences yang menyediakan informasi
konflik kepentingan antara manajemen tambahan selain yang dapat diperoleh dalam
dengan pemegang saham (Type I) menjadi laporan tahunan terbukti berperan dalam
konflik kepentingan antara pemegang saham meningkatkan komunikasi yang simetris antara
mayoritas/pengendali bersama-sama dengan perusahaan dengan investor mereka (Chang et
manajemen terhadap pemegang saham al. 2008 dan Hassink et al. 2007).
nonpengendali (Type II) (Villalonga dan Amit Berbeda dengan perusahaan di Amerika
2006). Adanya kontrol atas manajemen yang Serikat dan Eropa yang mayoritas struktur
semakin kuat memberi insentif bagi pemegang kepemilikannya tersebar (Diyanty 2012), di
saham pengendali untuk ikut campur dalam sebagian besar perusahaan di Asia, menurut
segala aktivitas manajerial dan operasional Claessens et al. (2000), kepemilikannya
perusahaan sehingga memicu eksproriasi terkonsentrasi pada keluarga. Diyanty (2012)
kesejahteraan pemegang saham nonpengendali dan Arifin (2003), dalam penelitiannya
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Desember 2015, Vol. 12, No. 2, hal 123 - 146 125

menyatakan hampir lebih dari 50% perusahaan pemegang saham pengendali untuk menahan
terbuka yang tercatat di Bursa Efek Indonesia private information, misalnya kebijakan-
merupakan perusahaan yang memiliki kebijakan strategis perusahaan kepada
struktur kepemilikan yang terkonsentrasi pemegang saham nonpengendali, sehingga
dan dikendalikan oleh keluarga. Dalam pada akhirnya akan dapat menurunkan asimetri
perusahaan dengan struktur kepemilikan informasi. Selain itu, publik akan dapat dengan
yang terkonsentrasi, manajemen merupakan efektif memonitor kinerja perusahaan melalui
representasi pemegang saham pengendali. arus informasi yang disajikan dalam website
Perusahaan dengan kepemilikan saham perusahaan sehingga dapat mengurangi
terkonsentrasi pada keluarga, dimana keluarga insentif pemegang saham pengendali untuk
menjadi pemegang saham pengendali terbesar, melakukan tindakan yang menguntungkan
dapat menunjuk dan menempatkan keluarga kepentingan mereka atau merugikan
pada posisi direksi dan komisaris (Diyanty kepentingan pemegang saham nonpengendali.
2012). Ulupui (2009) dalam Diyanty (2012) Menurut Yap dan Saleh (2011), motivasi utama
menemukan bahwa 88% perusahaan publik perusahaan yang telah menerapkan IFR antara
yang dimiliki keluarga menempatkan keluarga lain ingin meningkatkan transparansi dalam
pada posisi direksi dan komisaris. Selain itu, penyebaran informasi perusahaan, mengurangi
menurut Lukviarman (2004) dalam Diyanty asimetri informasi, dan meyakinkan investor
(2012), pada 80% perusahaan di Indonesia, luar bahwa perusahaan tidak mengkesproriasi
keluarga sebagai pemegang saham pengendali investasi mereka. Pentingnya pengungkapan
akan turut serta dan campur tangan baik melalui internet juga disebutkan dalam Prinsip
dalam posisi manajemen maupun komisaris. Corporate Governance Organisation for
Perlindungan yang lemah terhadap investor Economic Co-operation and Development
minoritas di pasar modal dapat mendorong (OECD) 2004 tentang keterbukaan dan
pemegang saham pengendali terbesar untuk transparansi. Prinsip tersebut menyatakan
mengambil alih hak pemegang saham bahwa media penyebaran informasi harus
nonpengendali oleh pemegang saham memberikan akses informasi yang relevan
pengendali (keluarga) untuk meningkatkan bagi para pengguna secara sama (equal), tepat
kesejahteraan pribadi. Dengan demikian, waktu, dan biaya yang efisien dan internet dan
konflik keagenan yang terjadi bukan lagi antara teknologi informasi lainnya memberi peluang
pemegang saham dengan manajer, tetapi antara untuk penyebaran informasi yang lebih baik.
pemegang saham kendali dan manajemen Melihat pentingnya penerapan IFR,
dengan pemegang saham nonpengendali. beberapa negara mulai mendorong penggunaan
Namira (2010) menyatakan bahwa internet sebagai media pengungkapan
kepemilikan oleh pemegang saham keluarga informasi keuangan perusahaan. Terkait
akan mengurangi daya informasi keuangan dengan Regulation Fair Disclosure (Reg FD)
yang akan disampaikan oleh perusahaan. yang terbit pada tahun 2000, US Securities
Keluarga sebagai pengendali terbesar and Exchange Commission (SEC) pada
suatu perusahaan cenderung memengaruhi tahun 2013 menyarankan perusahaan untuk
manajemen untuk menghasilkan informasi menggunakan website perusahaan dan media
akuntansi yang dihasilkan oleh perusahaan sosial dalam menyebarkan informasi kepada
hanya untuk menguntungkan kalangan seluruh investor. Negara-negara dengan
tertentu saja, misalnya pihak keluarga selaku struktur kepemilikan keluarga seperti Turki
pemegang saham pengendali. Dengan adanya dan Argentina juga mengharuskan perusahaan
penerapan IFR, diharapkan akan membuat terdaftar untuk menggunakan internet
perusahaan yang dikendalikan keluarga untuk memublikasikan laporan tahunan
semakin transparan atau terbuka di mata publik. dan informasi keuangan lainnya melalui
Banyaknya informasi yang disajikan dalam website pribadi perusahaan (Erer dan Dalgic
website perusahaan akan mengurangi peluang 2011; Alali dan Romero 2012). Kewajiban
126 Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Desember 2015, Vol. 12, No. 2, hal 123 - 146

aplikasi internet untuk pelaporan keuangan di TELAAH LITERATUR DAN


Indonesia diatur melalui Keputusan Kepala PENGEMBANGAN HIPOTESIS
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor KEP-
431/BL/2012 tentang Penyampaian Laporan Teori Keagenan
Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik Teori keagenan mendasarkan pada konsep
dimana peraturan tersebut mewajibkan seluruh pemisahan kepemilikan dan pengelolaan antara
emiten dan perusahaan publik terdaftar untuk pemilik dan manajemen yang menciptakan
memuat laporan tahunannya dalam bentuk soft hubungan antara prinsipal dan agen (Jensen
copy ke dalam laman (website) pribadi mereka dan Meckling 1976). Masalah atau konflik
yang dapat diakses setiap saat pada waktu agensi muncul ketika keduanya berusaha
yang bersamaan dengan disampaikan laporan untuk memaksimalkan utilitasnya masing-
tahunan tersebut kepada OJK. Kewajiban ini masing sehingga mengakibatkan timbulnya
diperkuat dengan dikeluarkannya Peraturan biaya agensi (Godfrey et al. 2010; Jensen dan
OJK Nomor 8/POJK.04/2015 tentang Situs Meckling 1976).
Web Emiten atau Perusahaan Publik dimana Perusahaan keluarga merupakan
peraturan tersebut mewajibkan emiten atau perusahaan yang dikelola atau dikendalikan
perusahaan publik untuk memiliki situs oleh keluarga pendiri (founding families)
web. Dengan demikian, sejak tahun 2015, dimana pendiri atau keturunannya secara terus
IFR merupakan salah satu bentuk dari menerus memegang posisi di manajemen
pengungkapan wajib yang harus dilaksanakan puncak, dewan komisaris, maupun pemegang
oleh emiten di pasar modal. saham terbesar perusahaan (Anderson dan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Reeb 2003 dalam Ali et al. 2007; Business
pengaruh dari kendali keluarga terhadap asimetri Week 2003 dalam Hutton 2007). Selain itu,
perusahaan keluarga juga dicirikan oleh adanya
informasi. Penelitian ini penting dilakukan di
hak kontrol (voting right) yang kerap melebihi
Indonesia karena Indonesia merupakan salah
hak arus kas (cash flow right) dalam bentuk
satu negara dimana banyak perusahaannya
struktur kepemilikan piramida dan cross-
memiliki konsentrasi kepemilikan dengan
holdings (Claessens et al. 2000). Kenaikan
keluarga sebagai pemegang kendali terbesar
hak atas arus kas akan memotivasi pemegang
(Claessens et al. 2000). Berkenaan dengan
saham pengendali untuk menyelaraskan
penerapan Keputusan Kepala OJK Nomor
kepentingannya dengan perusahaan atau
KEP-431/BL/2012 dan Peraturan OJK pemegang saham nonpengendali (efek
Nomor 8/POJK.04/2015, penelitian ini juga alignment). Sementara itu, kenaikan hak
bertujuan untuk mengukur apakah tingkat pengendalian yang melebihi hak arus kas
pengungkapan IFR dapat mengurangi asimetri akan memberi insentif bagi pemegang saham
informasi pada perusahaan, khususnya pengendali untuk melakukan ekspropriasi
perusahaan yang dikendalikan oleh keluarga. terhadap perusahaan atau pemegang saham
Penelitian ini penting untuk dilakukan untuk nonpengendali (efek entrenchment) (Claessens
melihat bagaimana dampak penerapan IFR et al. 2000).
terhadap asimetri informasi terutama pada Claessens et al. (2000) menyatakan
perusahaan yang dikendalikan oleh keluarga. bahwa perusahaan yang dikendalikan keluarga
Selain itu, walaupun sudah banyak penelitian memiliki konflik agensi antara principal dan
yang mengukur IFR terhadap tingkat asimetri agen yang lebih sedikit daripada struktur
informasi, tetapi sepengetahuan penulis belum kepemilikan tersebar atau perusahaan tanpa
ada yang menggunakan indeks IFR yang pemegang saham pengendali. Kemampuan
komprehensif dalam mengukur penerapan IFR pengendalian atas manajemen berakibat pada
yang meliputi content, timeliness, technology, efisiensi karena masalah agensi yang lebih
dan user support. sedikit antara manajemen dan pemegang saham
membutuhkan lebih sedikit biaya monitoring.
Perusahaan keluarga cenderung melaporkan
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Desember 2015, Vol. 12, No. 2, hal 123 - 146 127

kualitas laba (earnings quality) yang lebih manajemen memiliki lebih banyak informasi
baik karena aktivitas opportunistic earnings mengenai perusahaan daripada para pemegang
management yang relatif kecil akan relatif saham secara keseluruhan dan asimetri
memiliki kinerja yang lebih baik daripada informasi yang terjadi ketika terdapat variasi
perusahaan dengan kepemilikan tersebar, dan jumlah informasi yang dimiliki antara
dinilai lebih tinggi oleh para investor (Ali et al. pemegang saham satu dengan yang lain,
2007; Anderson dan Reeb 2003). seperti pemegang saham mayoritas dan
Perusahaan keluarga cenderung minoritas, sehingga menyebabkan munculnya
menimbulkan masalah agensi baru yaitu informed dan uninformed investor. Scott
konflik kepentingan antara pemegang saham (2009) mengatakan bahwa asimetri informasi
mayoritas atau pengendali dengan pemegang dapat dijelaskan melalui dua pendekatan yaitu
saham minoritas (bukan pengendali). Dengan adverse selection dan moral hazzard. Adverse
demikian, terjadi pergeseran konflik keagenan selection merupakan konsep yang relevan
yaitu dari konflik antara manajemen dengan dalam menjelaskan asimetri yang terjadi
pemegang saham (Type I agency problems) pada perusahaan dengan struktur kepemilikan
menjadi konflik kepentingan antara pemegang terkonsentrasi. Dalam hal ini, manajemen yang
saham pengendali dengan pemegang saham bertindak dalam menjalankan kepentingan
nonpengendali (Type II agency problems) pemegang saham pengendali cenderung
(Villalonga dan Amit 2006). Kemampuan untuk menahan atau menyeleksi informasi
pengendalian yang timbul akibat tingginya penting perusahaan sehingga menyebabkan
persentase kepemilikan, hak kontrol yang pengambilan keputusan oleh pemegang
melebihi hak arus kas, maupun dominansi
saham bukan pengendali tidak didasarkan
atas manajemen mendorong pemegang saham
atas informasi yang memadai. Kondisi ini
pengendali untuk melakukan entrenchment,
berpotensi menimbulkan terjadinya insider
yaitu tindakan pemegang saham pengendali
trading di pasar saham.
yang dilindungi oleh hak kontrolnya untuk
Salah satu ukuran likuiditas yang
melakukan ekspropriasi kesejahteraan
banyak digunakan dalam mengukur adverse
pemegang saham bukan pengendali (Fan
selection adalah bid ask spread. Bid ask spread
dan Wong 2005). Bentuk ekspropriasi dapat
melalui transaksi pihak berelasi, pencurian merupakan selisih harga penawaran terendah
laba (profits stealing), dan pembayaran kepada penjualan saham dan harga penawaran
family executives dengan harga yang lebih tertinggi pembelian saham (Frijns et al. 2007
tinggi. dalam Simamora 2013). Dalam asymmetric
Kemampuan pemegang saham information model, bid ask spread meningkat
pengendali dalam melakukan ekspropriasi dikarenakan adanya risiko asimetri antara
tersebut erat kaitannya dengan adanya asimetri informed dan uninformed traders. Pemegang
informasi antara pemegang saham pengendali saham pengendali selaku informed traders yang
dan bukan pengendali (Jabeen dan Shah 2011). memiliki non-public information membuat
Asimetri informasi muncul ketika pemegang mereka memiliki estimasi harga saham masa
saham pengendali memiliki informasi yang depan yang lebih akurat dibandingkan pelaku
lebih banyak mengenai kondisi perusahaan pasar lainnya.
dibandingkan dengan pemegang saham bukan Beberapa faktor yang dapat memengaruhi
pengendali baik karena hak kontrol yang bid ask spread meliputi volatilitas imbal
dimilikinya maupun melalui penempatan hasil saham, ukuran perusahaan, dan harga
anggota keluarga pada posisi manajemen. saham perusahaan. Menurut Kanagaretnam
et al. (2007), para pelaku pasar cenderung
Teori Asimetri Informasi memberikan spread yang lebih tinggi ketika
Jabeen dan Shah (2011) membagi menghadapi risiko pasar yang tinggi yang
asimetri informasi ke dalam dua jenis, tercermin dalam volatilitas imbal hasil
yaitu asimetri informasi yang terjadi ketika sahamnya. Perusahaan besar cenderung
128 Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Desember 2015, Vol. 12, No. 2, hal 123 - 146

mendistribusikan lebih banyak informasi dan informasi dan menjangkau stakeholder


memiliki analis yang lebih banyak sehingga dalam wilayah yang lebih luas, menawarkan
akan meningkatkan ketersediaan informasi informasi dalam berbagai format yang mudah
bagi para investor dan mengurangi bid ask diunduh dan pemanfaatkan teknologi sehingga
spread (Atiase dan Bamber 1994; Cairney memudahkan dalam melakukan analisis,
2003; Kim dan Verrecchia 1991; Utama dan serta meningkatkan keunggulan kompetitif
Cready 1997; Jiang et al. 2011). Menurut dari perusahaan lain (Poon et al. 2003;
penelitian Venkatesh dan Chiang (1986) Almilia 2009; Evans et al. 2011; Basuony dan
dalam Kanagaretnam et al. (2007), asimetri Mohamed 2014).
informasi yang lebih tinggi biasanya terjadi Terdapat berbagai macam dimensi yang
pada perusahaan dengan harga saham yang digunakan dalam mengukur tingkat penerapan
lebih rendah. IFR oleh perusahaan. Dari berbagai dimensi
yang ada, content and presentation, timeliness,
Internet Financial Reporting (IFR) dan technology and user support merupakan
Internet Financial Reporting (IFR) dimensi-dimensi yang paling sering digunakan
adalah suatu cara dalam menyebarkan informasi dalam penelitian terkait IFR (Khan dan Ismail
perusahaan dengan menggunakan internet, 2011). Almilia (2009) mengembangkan indeks
dalam hal ini melalui website perusahaan. yang digunakan untuk mengukur tingkat
Menurut Khan dan Ismail (2011), sebuah pengungkapan internet yang mencangkup
perusahaan dianggap telah melakukan IFR empat dimensi pengukuran meliputi content,
apabila website perusahaan digunakan untuk timeliness, technology, dan user support index
melaporkan laporan keuangan komprehensif, dengan bobot yang berbeda-beda di setiap
meliputi catatan kaki (footnotes) dan laporan komponennya.
audit serta laporan tahunan perusahaan dan/ Beberapa fitur yang dimuat dalam website
atau terkoneksi dengan regulator pasar modal, perusahaan yang penting dalam penyebaran
dalam hal ini di Indonesia adalah OJK dan Bursa informasi antara lain adalah aktivitas investor
Efek Indonesia. Penggunaan website dalam relation dan Extensible Business Reporting
menyampaikan laporan keuangan perusahaan Language (XBRL). Item yang paling sering
di Indonesia mulai diatur melalui peraturan diungkap melalui investor relation antara
OJK yaitu melalui Peraturan OJK Nomor lain press releases dan analyst’s conferences
X.K.6 tahun 2012 dengan lampiran Keputusan dimana aktivitas ini memiliki frekuensi lebih
Ketua OJK Nomor KEP-431/BL/2012 tentang tinggi daripada laporan tahunan sehingga
Penyampaian Laporan Tahunan Emiten atau lebih mudah dan murah untuk disajikan
Perusahaan Publik. Dalam peraturan tersebut, dalam website sehingga memungkinkan
emiten atau perusahaan publik diwajibkan perusahaan untuk meningkatkan eksposur di
untuk memuat laporan tahunan tersebut pasar modal, meningkatkan persepsi publik,
pada laman (website) perusahaan selain meningkatkan cakupan analis, dan menarik
penyampaian dalam bentuk fisik (hardcopy) investor institusi (Chang et al. 2008). XBRL
kepada OJK. Sejak dikeluarkannya Peraturan adalah sebuah bahasa komunikasi elektronik
OJK Nomor 8/POJK.04/2015 tentang Situs yang secara universal digunakan untuk
Web Emiten atau Perusahaan Publik, IFR transmisi dan pertukaran informasi bisnis
menjadi salah satu bentuk dari pengungkapan (Indonesian Stock Exchange 2010). XBRL
yang bersifat mandatory di Indonesia. bermanfaat untuk meningkatkan efisiensi,
IFR memiliki beberapa keunggulan, kecepatan dan mengotomasikan pengolahan
seperti menyediakan solusi penghematan biaya data yang dapat menunjang proses analisis
dalam penyebaran informasi, menawarkan dan kualitas informasi yang akan digunakan
ketepatan waktu penyebaran informasi untuk pengambilan keputusan perusahaan
sehingga lebih relevan dalam pengambilan (Indonesian Stock Exchange 2010).
keputusan, memberikan kemudahan akses
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Desember 2015, Vol. 12, No. 2, hal 123 - 146 129

Pengembangan Hipotesis private information daripada pemegang saham


Ali et al. (2007) dan Anderson dan Reeb nonpengendali (Boubaker et al. 2012). Dengan
(2003) dalam penelitiannya menyimpulkan demikian, pemegang saham pengendali
bahwa perusahaan dengan kepemilikan saham keluarga dapat dikualifikasikan sebagai
pengendali oleh keluarga memiliki konflik insider atau informed traders. Copeland dan
keagenan yang lebih tinggi pada masalah Galai (1983) mengatakan bahwa dengan
keagenan Tipe II (yaitu antara pemegang semakin banyaknya informed traders akan
saham pengendali dan pemegang saham meningkatkan bid ask spread. Byun et al.
nonpengendali) dibandingkan dengan masalah (2011) telah membuktikan bahwa perusahaan
keagenan Tipe I yaitu antara pemegang saham keluarga di Korea memiliki hubungan positif
dengan manajemen. Jika pemegang saham dan signifikan dengan asimetri informasi
terbesar adalah suatu institusi seperti bank yang diproksikan melalui PIN (probability
ataupun publik, manfaat atas pengendalian of informed trading). Pengaruh positif
tersebar di antara pemilik yang independen. konsentrasi kepemilikan terhadap asimetri
Oleh karena itu, untuk perusahaan yang informasi tersebut terutama disebabkan karena
mayoritas kepemilikannya bukan keluarga, peningkatan jumlah relatif dari informed
hanya sedikit insentif pemegang saham trading dan bukan oleh peningkatan privated
terbesar untuk melakukan ekpropriasi terhadap information events.
pemegang saham nonpengendali. Namun, Berdasarkan pendapat dan hasil
jika pemegang saham terbesar adalah seorang penelitian Villalonga dan Amit (2006),
individu atau suatu keluarga, akan timbul Boubaker et al. (2012), dan Byun et al.
insentif yang lebih besar untuk melakukan (2011), dapat disimpulkan bahwa perusahaan
pengawasan dan ekspropriasi. Hal ini terkait dengan kepemilikan keluarga memiliki tingkat
dengan kemungkinan tingginya keterlibatan asimetri informasi yang lebih tinggi daripada
pemilik dalam pengelolaan perusahaan. Hal perusahaan dengan kepemilikan nonkeluarga.
ini lebih mendorong untuk terjadinya masalah Atas hal tersebut penulis mengemukakan
keagenan antara pemegang saham pengendali hipotesis 1 yaitu:
dan manajemen di satu pihak, serta dengan H1: Perusahaan yang dikendalikan
pemegang saham nonpengendali di lain pihak, oleh keluarga memiliki tingkat
dibandingkan konflik antara manajemen dengan asimetri informasi yang lebih tinggi
pemegang saham. dibandingkan perusahaan yang
Perusahaan yang dikendalikan oleh dikendalikan oleh bukan keluarga.
keluarga akan mengambil manfaat dengan
biaya yang harus ditanggung pemegang saham Menurut Scott (2009), mekanisme yang
nonpengendali (Morck et al. 1988; Jaggi et dapat mengontrol adverse selection adalah
al. 2009). Pemegang saham pengendali, yaitu melalui pelaporan akuntansi, yaitu dengan
keluarga, akan memiliki kemampuan untuk cara mengubah inside information menjadi
mengendalikan manajemen agar melakukan outside information yang tepat waktu dan
tindakan sesuai dengan kepentingan mereka dapat diandalkan bagi para investor dan para
dan melakukan ekspropriasi kesejahteraan pemangku kepentingan lainnya. Frekuensi,
pemegang saham nonpengendali. kuantitas, dan kualitas pengungkapan yang
Dengan pengendalian tertinggi di semakin baik dapat mengurangi terjadinya
tangan keluarga, dimungkinkan adanya asimetri informasi (Andrew 2011). Dengan
dominasi keterlibatan keluarga yang tinggi demikian, pengungkapan informasi yang
dalam pengelolaan perusahaan ataupun berkualitas, tepat waktu, dan secara luas kepada
dalam manajemen perusahaan. Dengan seluruh stakeholder akan mampu mengurangi
menempatkan keluarga atau orang-orang asimetri informasi.
kepercayaannya pada posisi strategis dalam IFR sendiri merupakan salah satu cara
manajemen perusahaan, pemegang saham pengungkapan informasi dengan menggunakan
keluarga jauh lebih mampu untuk memperoleh media internet melalui website perusahaan yang
130 Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Desember 2015, Vol. 12, No. 2, hal 123 - 146

dapat menyediakan informasi yang lebih tepat saham pengendali selaku informed traders
waktu, berfrekuensi tinggi, mudah diakses, dengan pemegang saham nonpengendali
lebih efisien, serta menjangkau stakeholder selaku uninformed traders. Oleh karena itu,
dalam wilayah yang lebih luas. Dengan pengaruh pemegang saham pengendali, selaku
demikian, pengadopsian IFR diharapkan dapat informed traders, terhadap asimetri informasi
mengurangi asimetri informasi. Gowthorpe juga bergantung pada seberapa besar tingkat
(2004) dan Boubaker et al. (2012) menyatakan pengungkapan informasi mereka kepada
bahwa pelaporan informasi secara luas uninformed traders, dalam hal ini pemegang
melalui media internet berpotensi mengurangi saham nonpengendali (Jiang et al. 2011).
terjadinya asimetri informasi. Chang et al. Salah satu bentuk pengungkapan tersebut
(2008) menemukan bahwa perusahaan dengan yaitu pengungkapan informasi melalui website
kualitas pengungkapan melalui aktivitas perusahaan atau IFR.
investor relation yang lebih tinggi dapat Penelitian Jiang et al. (2011) menemukan
menurunkan bid ask spread. Sementara itu, bahwa konsentrasi kepemilikan berhubungan
hasil penelitian Yoon et al. (2011) menunjukkan positif dengan asimetri informasi pada
bahwa pengadopsian XBRL dapat mengurangi perusahaan di New Zealand. Pengungkapan
asimetri informasi. Berdasarkan penelitian sukarela sebagai variabel pemoderasi secara
Andrew (2011), Chang et al. (2008), Gowthorpe signifikan dapat mengurangi pengaruh
(2004), Yoon et al. (2011), dan Boubaker et konsentrasi kepemilikan terhadap asimetri
al. (2012), dapat disimpulkan bahwa Internet informasi. Jiang et al. (2011) mengukur
Financial Reporting/IFR berpengaruh secara pengungkapan sukarela melalui informasi yang
negatif dengan asimetri informasi sehingga bersifat voluntary disajikan dalam pada laporan
dikembangkan hipotesis 2 yaitu: tahunan perusahaan meliputi background
H2: IFR berpengaruh negatif terhadap information, ikhtisar hasil historikal (historical
asimetri informasi. results), statistik informasi nonkeuangan,
proyeksi perusahaan, serta diskusi dan analisis
Dominasi kepemilikan keluarga akan manajemen.
semakin meningkatkan entrenchment yang Komitmen perusahaan yang
dilakukan pemegang saham pengendali dikendalikan keluarga untuk menerapkan
terhadap pemegang saham nonpengendali, IFR akan membuat perusahaan semakin
melalui manajemen sebagai representasi transparan/terbuka di mata publik. Dalam hal
pemegang saham pengendali. Wang (2006) ini, publik dapat dengan efektif memonitor
dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa kinerja perusahaan melalui informasi
asimetri informasi yang terjadi pada yang disajikan dalam website perusahaan.
perusahaan yang dikendalikan keluarga akan Banyaknya informasi yang disajikan dalam
meningkatkan efek entrenchment pemegang website perusahaan akan mengurangi peluang
saham pengendali. Hal ini disebabkan karena pemegang saham pengendali untuk menahan
kurangnya transparansi dan sedikitnya private information perusahaan atas pemegang
arus informasi bagi pemegang saham saham nonpengendali sehingga pada akhirnya
nonpengendali. Hasil penelitian Chau dan akan dapat menurunkan asimetri informasi.
Gray (2010) pada perusahaan di Hongkong Penerapan IFR sebagai bentuk pengungkapan
menunjukkan bahwa pada tingkat kepemilikan sukarela meliputi informasi-informasi yang
keluarga yang tinggi (lebih dari 25%), bersifat voluntary yang disajikan melalui
entrenchment effect lebih mendominasi yang laman/website pribadi perusahaan dengan
menyebabkan tingkat pengungkapan sukarela demikian diprediksi dapat mengurangi
perusahaan menjadi semakin tinggi. pengaruh positif konsentrasi kepemilikan
Risiko asimetri informasi tersebut keluarga terhadap asimetri informasi melalui
dapat dikurangi apabila terdapat penyebaran pengungkapan informasi seluas-luasnya
informasi yang efektif antara pemegang kepada uninformed traders.
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Desember 2015, Vol. 12, No. 2, hal 123 - 146 131

H3: IFR dapat mengurangi perbedaan saat dilakukan penelitian ini. Berdasarkan
asimetri informasi antara perusahaan IDX Fact Book, terdapat 472 perusahaan yang
yang dikendalikan keluarga dengan terdaftar pada Bursa Efek Indonesia selama
nonkeluarga. tahun 2013. Jumlah perusahaan yang menjadi
sampel akhir dalam penelitian ini adalah
sebanyak 256 perusahaan. Rincian mengenai
METODE PENELITIAN kriteria pemilihan sampel dapat dilihat pada
Populasi dan Sampel Tabel 1.
Populasi yang digunakan dalam Model Penelitian
penelitian ini adalah seluruh perusahaan publik Hipotesis 1 dan 2 menguji hubungan
yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia konsentrasi kepemilikan keluarga dan Internet
selama tahun 2013. Penelitian ini tidak Financial Reporting (IFR) terhadap asimetri
memasukkan perusahaan yang bergerak dalam informasi. Pengujian hipotesis 1 dan 2
sektor keuangan seperti perbankan, asuransi, menggunakan Model 1. Sementara itu, untuk
leasing, investasi, dan jasa keuangan lainnya menjawab hipotesis 3, yaitu peran Internet
dikarenakan perusahaan tersebut memiliki Financial Reporting (IFR) perusahaan dalam
regulasi yang cukup ketat (highly regulated) memoderasi hubungan antara konsentrasi
sehingga memiliki karakteristik yang khas kepemilikan keluarga dengan asimetri
dan tidak dapat dibandingkan dengan jenis informasi, digunakan Model 2. Pengujian
perusahaan lainnya. hipotesis menggunakan analisis regresi
Teknik pemilihan sampel yang berganda dengan data cross section. Pengujian
digunakan adalah metode non probability ini adalah pengujian satu arah karena bertujuan
sampling yaitu purposive sampling, dimana untuk membuktikan pengaruh variabel
sampel yang dipilih didasarkan atas kriteria- independen terhadap variabel dependen.
kriteria tertentu yang disesuaikan dengan
maksud penelitian antara lain: (1) terdaftar Model untuk Menguji Hipotesis 1 dan 2
di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2013,
BASi,t =
γ0 + γ1FAMDUMi,t + γ2IFRi,t
(2) tidak termasuk ke dalam sektor keuangan,
+ γ3VOLATILITYi,t +
(3) memiliki website pribadi untuk membagi
γ4MKVALi,t + γ5PRICEi,t +
informasi keuangan dan tidak sedang berada
dalam under construction, dan (4) memiliki εi,t …………… (1)
seluruh data historis saham yang dibutuhkan.
Hipotesis 1 diterima apabila γ1 adalah positif.
Data diambil hanya tahun 2013 karena
Hipotesis 2 diterima apabila γ2 adalah negatif.
dianggap merupakan data yang paling terbaru

Tabel 1
Kriteria Pemilihan Sampel
Kriteria Pemilihan Sampel Jumlah
Perusahaan yang terdaftar di BEI selama tahun 2013 472
Perusahaan sektor keuangan 79
Perusahaan sektor nonkeuangan 393
Perusahaan yang tidak memiliki website atau under construction atau
93
tidak menerapkan IFR
Perusahaan dengan website yang menerapkan IFR 300
Perusahaan yang tidak memiliki data historis yang lengkap 44
Perusahaan sampel akhir 256
132 Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Desember 2015, Vol. 12, No. 2, hal 123 - 146

Model untuk Menguji Hipotesis 3 Ask = harga jual terendah yang


me nye ba bka n inve st o r
BASi,t = γ0 + γ1FAMDUMi,t + γ2IFRi,t setuju untuk menjual saham
+ γ3(IFRi,t x FAMDUMi,t) perusahaan
Bid = harga beli tertinggi yang
+ γ4VOLATILITYi,t +
me nye ba bka n inve sto r
γ5MKVALi,t + γ6PRICEi,t setuju untuk membeli saham
+ εi,t …………… (2) perusahaan

Hipotesis 3 diterima apabila koefisien variabel Jiang et al. (2011) dan Kanagaretnam et
pemoderasi γ3 bernilai negatif. al. (2007) menyarankan untuk menggunakan
spread di sekitar tanggal pengumuman laba
Keterangan: (earning announcement) dalam mengukur
BAS = Bid Ask Spread asimetri informasi dikarenakan kebanyakan
FAMDUM = konsentrasi kepemilikan informasi baru terbit di sekitar tanggal
keluarga pengukuran laba sehingga spread yang terdapat
IFR = Internet Financial Reporting dalam tanggal tersebut dapat menggambarkan
(IFR) index reaksi pasar terhadap informasi baru yang
VOLATILITY = Standar deviasi imbal hasil terjadi di sekitar tanggal pengumuman laba
saham harian tersebut. Menurut Utama dan Cready (1997),
MKVAL = Nilai pasar ekuitas reaksi pasar atas sebuah informasi terjadi
PRICE = rata-rata harga saham secara relatif sejak sehari sebelum hingga lima
penutupan (closing price) hari setelah informasi tersebut ada sehingga
penelitian ini menggunakan rentang waktu
Operasionalisasi Variabel selama tujuh hari sekitar tanggal pengumuman
laporan tahunan perusahaan yaitu satu hari
Variabel Dependen sebelum dan lima hari sesudah tanggal
Variabel dependen dalam penelitian pengumuman laba atau laporan tahunan
ini adalah asimetri informasi yang diukur perusahaan (t = -1, +5). Dengan demikian,
menggunakan spread dari harga bid dan ask pengukuran Bid Ask Spread (BAS) dalam
sebagaimana digunakan dalam penelitian penelitian ini merupakan rata-rata spread
Chang et al. (2008), Jiang et al. (2011), Fu et harian perusahaan selama selama tujuh hari
al. (2012), dan Omari et al. (2014). Ask adalah sekitar tanggal pengumuman laporan tahunan
harga jual terendah yang ditawarkan oleh
perusahaan dengan rumus:
dealer/broker jika ingin menjual sahamnya,
sementara bid adalah harga beli yang bersedia BASi,t = ∑SPREADi,t / n ……… (4)
dibayar dealer/broker ketika ingin membeli
Keterangan:
saham. Semakin kuat asimetri informasi,
BAS = Bid Ask Spread
semakin lebar spread yang dibutuhkan untuk
SPREAD = bid-ask spread harian
menutupi kerugian yang semakin tinggi
akibat transaksi penjualan dengan investor perusahaan
terinformasi (Fu et al. 2012). Perhitungan bid n = banyaknya SPREAD
ask spread yaitu:
Variabel Independen
SPREADi,t = (Aski,t – Bidi,t ) / [(Aski,t + Konsentrasi Kepemilikan Keluarga
Bidi,t) /2] …………… (3) Dalam penelitian ini, konsentrasi
Keterangan: kepemilikan keluarga diproksikan mengguna-
SPREAD = bid-ask spread harian kan dummy variable untuk menentukan apakah
perusahaan perusahaan tersebut termasuk dalam kategori
perusahaan yang dikendalikan oleh keluarga.
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Desember 2015, Vol. 12, No. 2, hal 123 - 146 133

FAMDUM akan diberikan nilai 1 (satu) ketika mengacu pada hasil penelitian Cheng et al.
perusahaan termasuk kategori perusahaan (2000) yang mengembangkan indeks dari
dengan kendali keluarga dan 0 (nol) ketika tiga kerangka pelaporan website perusahaan.
perusahaan yang bukan dikendalikan keluarga Penggunaan indeks ini dikarenakan adanya
selanjutnya akan dikategorikan sebagai penilaian yang bukan hanya berisi content
perusahaan nonkeluarga. tetapi juga mengukur aspek lainnya yaitu
Sebuah perusahaan dikategorikan masalah relevansi informasi bagi yang terkait
sebagai perusahaan keluarga ketika jumlah dengan ketepatan waktu pengungkapan
persentase kepemilikan seluruh pemegang serta dari sisi perangkat teknologi dan
saham yang tergolong sebagai pemilik pengguna sehingga pengukuran indeks
keluarga memiliki porsi terbesar kepemilikan menjadi lebih komprehensif. Penilaian atas
saham perusahaan. Penentuan pemegang website perusahaan dengan didasarkan atas
saham yang tergolong sebagai pemilik 4 (empat) dimensi pengukuran dengan bobot
keluarga didasarkan atas definisi yang tertentu meliputi konten (content) (40%),
disebutkan dalam penelitian Arifin (2003), ketepatan waktu (timeliness) (20%), teknologi
yang mengadopsi definisi yang dipakai La (technology) (20%) dan dukungan pengguna
Porta et al. (1999) dan Claessens et al. (2000), (user support) (20%) yang masing-masing
yaitu seluruh individu atau perusahaan yang berisikan isu-isu relevan di setiap dimensinya
kepemilikannya terdaftar (kepemilikan > 5%) sebagaimana pada Lampiran 1.
kecuali perusahaan publik (tbk.) yang terdaftar
di BEI, negara, institusi keuangan (seperti Variabel Kontrol
lembaga investasi, reksadana, asuransi, dana Variabel kontrol yang digunakan dalam
pensiun, bank, koperasi), dan publik (individu penelitian ini adalah volatilitas imbal hasil
yang kewajibannya tidak wajib dicatat). saham, ukuran perusahaan, dan harga saham
Dalam hal kepemilikan asing merupakan sebagaimana digunakan dalam penelitian
pemegang saham mayoritas perusahaan, maka Kanagaretnam et al. (2007), Jiang et al. (2011),
akan langsung diperlakukan sebagai pemilik dan Omari et al. (2014). Volatilitas imbal hasil
keluarga, kecuali pemegang saham mayoritas saham diukur dengan menggunakan standar
asing tersebut merupakan perusahaan publik deviasi imbal hasil harian mulai tanggal
(tbk.) serta institusi keuangan (seperti lembaga berakhirnya tahun buku perusahaan hingga
investasi, reksadana, asuransi, dana pensiun, batas akhir penyampaian laporan tahunan
bank, koperasi). perusahaan tahun 2013 ke BEI. Menurut
Kanagaretnam et al. (2007), para pelaku pasar
Indeks Internet Financial Reporting/IFR cenderung memberikan spread yang lebih
Variabel independen selanjutnya tinggi ketika menghadapi risiko pasar yang
yang juga merupakan variabel pemoderasi tinggi, sehingga semakin tinggi volatilitas
(moderating variable) dalam penelitian ini imbal saham akan semakin meningkatkan
adalah Internet Financial Reporting (IFR). bid ask spread. Dengan demikian, volatilitas
Indeks IFR diukur melalui observasi secara imbal saham diharapkan berpengaruh positif
langsung terhadap website resmi perusahaan terhadap bid ask spread.
dengan memotret tingkat pengungkapan Ukuran perusahaan diukur menggunakan
informasi yang disajikan perusahaan di logaritma natural dari market value of
sekitaran tanggal pengumuman laba atau equity perusahaan pada akhir tahun buku/
pengumuman laporan tahunan 2013 masing- tahun keuangan 2013. Perusahaan besar
masing perusahaan. akan cenderung mendistribusikan lebih
Model yang digunakan dalam mengukur banyak informasi dan memiliki analis yang
kualitas pengungkapan informasi melalui lebih banyak secara relatif dibandingkan
website perusahaan mengadopsi indeks yang perusahaan kecil sehingga akan meningkatkan
dikembangkan oleh Almilia (2009) yang ketersediaan informasi bagi para investor
134 Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Desember 2015, Vol. 12, No. 2, hal 123 - 146

dan mengurangi bid ask spread (Jiang et al. dari 0 hingga 1, dimana semakin tinggi
2011). Dengan demikian, diharapkan ukuran indeks menandakan semakin tinggi derajat
perusahaan berpengaruh negatif terhadap pengungkapan informasi keuangan perusahaan
informasi asimetri. melalui website pribadinya. Angka rata-rata
Sementara itu, harga saham diukur indeks IFR menunjukkan bahwa tingkat
dari rata-rata closing share price selama pengungkapan informasi keuangan internet
rentang waktu pengukuran bid ask spread. perusahaan di Indonesia masih terbilang
Menurut Venkatesh dan Shiang (1986) dalam rendah. Hal ini ditunjukkan dengan standar
Kanagaretnam et al. (2007), asimetri informasi deviasi yang kecil dan mendekati nilai
lebih tinggi terjadi pada perusahaan dengan minimumnya sebesar 0,127. Nilai maksimum
harga saham yang lebih rendah sehingga IFR yaitu sebesar 0,772 dimiliki oleh Matahari
diprediksi terdapat hubungan negatif yang Department Store Tbk.
terjadi antara harga saham dengan bid ask Variabel VOLATILITY merupakan
spread. Semakin tingginya rata-rata harga proksi untuk mengukur volatilitas imbal hasil
saham pada periode penutupan menunjukkan saham. Berdasarkan Tabel 2, dapat dilihat
semakin rendah informasi asimetri yang terjadi bahwa secara rata-rata volatilitas imbal hasil
yang ditunjukkan dengan semakin rendahnya saham perusahaan di Indonesia sebesar 2,59%.
bid ask spread. Rentang antara nilai volatilitas minimum
dan maksimum tidak cukup besar yaitu nilai
HASIL PENELITIAN DAN minimum 0,46% dan nilai maksimum 6,69%.
PEMBAHASAN Hal ini juga sejalan dengan standar deviasinya
yang kecil yakni sebesar 1,31%.
Hasil Statistik Deskriptif Variabel PRICE sebagai proksi
Dalam penelitian, dilakukan treatment untuk mengukur harga saham perusahaan
data yang termasuk dalam kategori outliers menunjukkan sebagian besar perusahaan
melalui winsorization dengan menetapkan memiliki harga saham yang berada di bawah
batas atas dan bawah data sebesar rata-rata harga rata-rata saham keseluruhan perusahaan
+ 3 kali standar deviasi. Statistik deskriptif sebesar Rp 3.800,12. Harga saham perusahaan
seluruh variabel yang digunakan dalam di Indonesia cukup bervariasi dengan rentang
penelitian setelah dilakukan treatment nilai harga yang cukup besar yaitu mulai dari
terhadap outliers disajikan dalam Tabel 2. yang terendah seharga Rp 7,54 hingga harga
Variabel BAS yang merupakan proksi dari tertinggi seharga Rp 110.290,14.
asimetri informasi memiliki nilai rata-rata Variabel MKVAL merupakan proksi
sebesar 0,033 dengan standar deviasi 0,055. untuk mengukur ukuran perusahaan. Variabel
Angka ini menunjukkan bahwa secara rata- MKVAL memiliki nilai rata-rata sebesar
rata spread harga bid dan ask yang terjadi di 21,534 atau setara dengan Rp 11,511,424 juta.
sekitar tanggal pengumuman laporan tahunan Hal ini menunjukkan bahwa secara rata-rata
perusahaan di Indonesia sebesar 3,27% yang perusahaan di Indonesia memiliki nilai pasar
menandakan bahwa gap ekspektasi emiten ekuitas sebesar Rp 11,511,424 juta. Dari standar
dan investor relatif tidak terlalu besar. Hal ini deviasi sebesar 1,89, secara logaritma natural
dapat dilihat juga dari nilai median BAS yang dari market value of equity menunjukkan
berkisar di angka 0,97% yang lebih mendekati bahwa variasi ukuran perusahaan cukup besar.
nilai minimumnya sebesar 0,16% dimana nilai Hal ini juga terlihat dari rentang yang cukup
maksimumnya sebesar 37,67%. besar antara nilai minimum dan maksimum
Variabel IFR yang merupakan indeks yaitu mulai dari Rp 25.840 juta hingga yang
Internet Financial Reporting memiliki rata- tertinggi Rp 275.288.160 juta. Perusahaan
rata sebesar 0,395 dengan standar deviasi dengan nilai pasar ekuitas tertinggi dimiliki
0,135. Indeks IFR memiliki rentang nilai oleh Astra International Tbk.
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Desember 2015, Vol. 12, No. 2, hal 123 - 146 135

Variabel FAMDUM yaitu dummy sebagian besar dalam format PDF (portable
variable perusahaan yang dikendalikan document format), sementara sebagian kecil
keluarga. Dari Tabel 2 diketahui bahwa jumlah perusahaan juga memuatnya dalam bentuk
perusahaan yang dikendalikan keluarga HTML (hyper text mark up language).
sebanyak 199 perusahaan atau 77,73% dan Penggunaan HTML lebih memudahkan
perusahaan yang bukan dikendalikan keluarga pembaca yang ingin mendapatkan informasi
sebanyak 57 perusahaan atau 22,27% dari keuangan secara lebih cepat tanpa harus
seluruh perusahaan yang menjadi sampel mengunduh format PDF. Sebagaimana dapat
penelitian. Hal ini menandakan bahwa dilihat dalam Gambar 1, selain laporan
sebagian besar perusahaan di Indonesia masih tahunan dan laporan keuangan kuartalan,
didominasi oleh perusahaan yang dikendalikan beberapa perusahaan juga menyajikan
oleh keluarga sebagaimana disebutkan dalam financial highlight selama tahun berjalan
hasil penelitian Claessens et al. (2000). maupun tahun-tahun sebelumnya. Selain itu,
beberapa perusahaan juga memuat quarterly
Luas Pengungkapan IFR oleh Perusahaan results yang berisikan hasil operasi kuartalan
Berdasarkan observasi yang dilakukan perusahaan meliputi jumlah penjualan, beban,
terhadap website perusahaan, ditemukan laba bersih yang lebih up to date dan relevan
bahwa tingkat penerapan IFR bervariasi dalam pengambilan keputusan bisnis oleh
antara satu perusahaan dan perusahaan lain investor.
baik dari segi kuantitas, kualitas, maupun cara Ditinjau dari aspek timeliness,
penyajian informasi. Dari dimensi konten sebanyak 181 perusahaan telah menyajikan
pengungkapan, sebanyak 248 perusahaan berita perusahaan di website mereka. Meski
telah memuat laporan tahunan pada website demikian, hanya 30% diantaranya yang
sebagaimana dipersyaratkan dalam Peraturan menyajikan informasi terkini dalam bentuk
OJK Nomor KEP-431/BL/2012 dan Nomor press release yang diperbarui setiap hari.
8/POJK.04/2015. Sebanyak 128 perusahaan Dalam menjalin komunikasi yang lebih intensif
menyediakan satu set lengkap laporan tahunan dengan para shareholder-nya, perusahaan
beserta laporan keuangan kuartalan. Laporan menyampaikan informasi melalui corporate
tahunan yang dimuat dalam website perusahaan secretary perusahaan. Dari 256 perusahaan

Tabel 2
Statistik Deskriptif
Var N Mean Std. Dev. Min. Max. Median Skewness
BAS 256 0.0327 0.0545 0.0016 0.3767 0.0097 3.053
IFR 256 0.3948 0.1346 0.1267 0.7716 0.3761 0.608
VOLATILITY 256 0.0259 0.0131 0.0046 0.0669 0.0230 1.227
PRICE
256 3800.12 13,272.97 7.54 110,290.14 643.41 0.495
(rupiah)
MKVAL
256 11,511,424 32,491,073 25,840 275,288,160 2,720,438 -0.004
(juta rupiah)
Var N Dummy=0 Dummy=1
FAMDUM 256 57 22,27% 199 77,73% -1.341
Keterangan: BAS = Bid Ask Spread yang diukur dari rata-rata selisih harga ask dan bid harian 1 hari sebelum
dan 5 hari setelah tanggal pengumuman laporan tahunan; IFR = Internet Financial Reporting Index pada saat
pengumuman laporan tahunan; VOLATILITY = standar deviasi dari imbal hasil saham harian sekitar tanggal
pengumuman laporan tahunan; PRICE = rata-rata harga saham penutupan sekitar tanggal pengumuman laporan
tahunan; MKVAL = market value of equity pada akhir tahun keuangan sebelum tanggal pengumuman laporan
tahunan; FAMDUM = dummy variable perusahaan yan dikendalikankeluarga (1 untuk perusahaan keluarga, 0
untuk perusahaan nonkeluarga)
136 Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Desember 2015, Vol. 12, No. 2, hal 123 - 146

Gambar 1
Content Website

yang diobservasi, penulis menemukan bahwa pihak perusahaan. Banyak perusahaan juga
terdapat 28 perusahaan yang terlambat telah menyediakan fasilitas pencarian dan peta
menyampaikan laporan keuangan dalam situs sehingga memudahkan pengguna untuk
website dengan waktu keterlambatan mulai mencari informasi sesuai dengan yang mereka
dari 1 hari hingga 184 hari kalender (yaitu inginkan.
Petrosea Tbk/PTRO) sejak batas terakhir Secara umum, tingkat penggunaan IFR
penyampaian laporan tahunan kepada OJK atas 256 perusahaan yang diobservasi masih
yaitu akhir bulan keempat sejak berakhirnya terbilang rendah yaitu dengan rata-rata indeks
tahun buku yaitu 30 April 2014. 0,395 dan standar deviasi berkisar 0,135. Hal
Dari aspek teknologi, banyak ini terutama disebabkan oleh masih rendahnya
perusahaan menyediakan online feedback konten dan ketepatan waktu pengungkapan
guna memfasilitasi para pengguna yang serta teknologi yang digunakan sebagaimana
ingin mendapatkan informasi lebih jauh ditunjukkan dalam Tabel 4.
mengenai perusahaan. Beberapa perusahaan Perusahaan keluarga memiliki tingkat
telah memanfaatkan penggunaan multimedia penerapan IFR lebih rendah daripada
dan menampilkan informasi dalam bentuk perusahaan nonkeluarga. Sebagaimana
presentasi sehingga lebih menarik untuk ditunjukkan pada Tabel 3, perusahaan yang
dibaca oleh pengguna. Beberapa perusahaan dikendalikan keluarga memiliki rata-rata indeks
juga menyediakan fitur-fitur analisis yang IFR sebesar 0,372, sementara perusahaan
dapat digunakan pengguna untuk melakukan nonkeluarga memiliki rata-rata indeks 0,473.
perhitungan mengenai rencana investasi Berdasarkan Tabel 3, dilakukan uji beda atas
mereka di masa depan. Meski demikian, rata-rata indeks IFR yang menunjukkan hasil
belum satupun perusahaan yang ditemukan tidak adanya perbedaan yang signifikan antara
telah mengungkapkan penerapan XBRL rata-rata IFR perusahaan keluarga dengan IFR
dalam website mereka. Sementara itu, perusahaan nonkeluarga. Walaupun secara
dari aspek dukungan pengguna, beberapa rata-rata perusahaan nonkeluarga memiliki
perusahaan menyediakan FAQ (Frequently skor yang lebih tinggi untuk setiap komponen
Asked Questions) yang berisi pertanyaan yang indeks IFR dibandingkan perusahaan keluarga,
sering ditanyakan disertai tanggapan dari tetapi perbedaan rata-rata tersebut secara
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Desember 2015, Vol. 12, No. 2, hal 123 - 146 137

Tabel 3
Statistik Deskriptif Indeks IFR
Perusahaan Non
Perusahaan Keluarga Seluruh Perusahaan
Keluarga
Jumlah 199 57 256
Rata-rata 0,372 0,473 0,395
Standar Deviasi 0,119 0,155 0,135
Min. 0,127 0,205 0,127
Maks. 0,772 0,766 0,772

Tabel 4
Skor Rata-Rata Komponen Indeks IFR
Perusahaan Perusahaan Non
Komponen Indeks IFR Bobot Seluruh Perusahaan
Keluarga Keluarga
Content Index 0,4 0,164 0,191 0,170
Timeliness Index 0,2 0,055 0,096 0,064
Technology Index 0,2 0,026 0,043 0,029
User Support Index 0,2 0,128 0,143 0,131
Total 1,0 0,372 0,473 0,395

keseluruhan tidak menunjukkan hasil yang Pengujian atas model 1 menunjukkan bahwa
signifikan. Berdasarkan Tabel 3 dilihat dari pengaruh kepemilikan pengendali keluarga
penyebaran data, indeks terendah dan tertinggi berpengaruh positif tidak signifikan terhadap
IFR dimiliki oleh perusahaan keluarga tingkat informasi asimetri. Dengan demikian,
menandakan tingkat penggunaan IFR yang hipotesis 1 tidak dapat diterima. Dengan
lebih tersebar dibanding nonkeluarga. Nilai demikian, perusahaan yang dikendalikan oleh
maksimum IFR tertinggi pada perusahaan yang keluarga secara rata-rata tidak terbukti secara
dikendalikan keluarga menunjukkan terdapat signifikan memiliki tingkat informasi asimetri
beberapa perusahaan yang dikendalikan oleh yang tinggi di antara pemegang saham
keluarga memiliki tingkat penggunaan IFR pengendali dan nonpengendali.
yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan Tidak terbuktinya hipotesis 1 kemungkin-
nonkeluarga. an diduga karena walaupun terdapat perbedaan
penerapan IFR, berdasarkan Tabel 4, antara
Hasil Analisis Regresi perusahaan yang dikendalikan keluarga dengan
Sebelum dilakukan regresi atas data nonkeluarga, tetapi perbedaan tersebut tidak
penelitian, seluruh data penelitian sudah menunjukkan nilai yang signifikan (tingkat
dilakukan pengujian atas multikolinearitas penerapan IFR antara perusahaan keluarga
dan heteroskedastisitas dan sudah dilakukan dengan perusahaan nonkeluarga tidak berbeda
treatment untuk mengatasi masalah jauh). Hal ini konsisten pada hasil regresi yang
multikolinearitas dengan melakukan centering menunjukkan bahwa perusahaan keluarga tidak
dan melakukan metode robust yang terdapat terbukti memiliki tingkat asimetri yang lebih
dalam aplikasi STATA 11 untuk mengatasi tinggi dibandingkan perusahaan nonkeluarga,
masalah heteroskedastisitas. Dengan dimana sebenarnya ada beberapa perusahaan
demikian, semua data yang akan diregresikan keluarga juga telah menerapkan IFR yang
sudah bebas dari masalah multikolinearitas cukup informatif (pada Tabel 3 nilai maksimum
dan heteroskedastisitas. Rangkuman hasil IFR tertinggi berada pada perusahaan yang
regresi untuk model 1 tertera pada Tabel 5. dikendalikan keluarga) sehingga dapat
138 Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Desember 2015, Vol. 12, No. 2, hal 123 - 146

Tabel 5
Hasil Regresi Model 1
Variabel Dependen: BAS
Sig
Variabel Independen Exp. Sign Coefficient t-Statistic
(1-tailed)
FAMDUM (+) 0,004 0,94 0,176
IFR (-) -0,087 -4,91 0,000 ***
VOLATILITY (+) 0,951 4,39 0,000 ***
PRICE (-) 0,007 3,53 0,000 ***
MKVAL (-) -0,003 -1,74 0,042 **
CONS 0,057 1,72 0,043
R-squared 0,2754
F-statistic 19,00
Prob(F-statistic) 0.0000
Number of obs 256
*** signifikan pada α = 1%
** signifikan pada α = 5%
Keterangan: BAS = Bid Ask Spread yang diukur dari rata-rata selisih harga ask dan bid harian 1 hari sebelum
dan 5 hari setelah tanggal pengumuman laporan tahunan; IFR = Internet Financial Reporting Index pada saat
pengumuman laporan tahunan; VOLATILITY = standar deviasi dari imbal hasil saham harian sekitar tanggal
pengumuman laporan tahunan; PRICE = rata-rata harga saham penutupan sekitar tanggal pengumuman laporan
tahunan; MKVAL = market value of equity pada akhir tahun keuangan sebelum tanggal pengumuman laporan
tahunan; FAMDUM = dummy variable kepemilikan keluarga (1 untuk perusahaan keluarga, 0 untuk perusahaan
nonkeluarga)

mengurangi asimetri informasi yang terjadi Selanjutnya, hasil pengujian atas


dalam rangka mempertahankan reputasi dan model 1 terbukti menunjukkan bahwa tingkat
tetap menjaga nilai perusahaan tetap tinggi penerapan IFR oleh perusahaan berpengaruh
dimata investor. Hal ini menunjukkan bahwa negatif terhadap asimetri informasi. Dengan
tidak seluruh perusahaan yang dikendalikan kata lain, hasil pengujian ini sesuai dengan
keluarga memiliki asimetri informasi hipotesis 2. Tingkat IFR sebagai salah satu
yang tinggi dikarenakan terdapat beberapa cara pengungkapan informasi keuangan
perusahaan yang telah menerapkan IFR yang perusahaan secara signifikan dapat mengurangi
cukup baik sehingga bisa menurunkan tingkat tingkat asimetri informasi yang terjadi di
asimetri informasi pada perusahaan keluarga. sekitar tanggal penerbitan laporan tahunan
Hasil penelitian Chau dan Gray (2010) perusahaan. Hasil pengujian ini konsisten
pada perusahaan di Hongkong menunjukkan dengan hasil penelitian yang dilakukan
bahwa pada tingkat kepemilikan keluarga Chang et al. (2008), Yoon et al. (2011), dan
yang tinggi (lebih dari 25%), entrenchement Fu et al. (2012). Pengungkapan informasi
effect lebih mendominasi yang menyebabkan keuangan melalui website menyediakan
tingkat pengungkapan sukarela perusahaan beberapa keunggulan bagi perusahaan, seperti
menjadi semakin tinggi. Dengan demikian, ketersediaan informasi yang lebih tepat
hasil penelitian ini menunjukkan bahwa waktu, mudah diakses, lebih efisien, serta
kemungkinan perusahaan yang dikendalikan menjangkau stakeholder dalam wilayah yang
keluarga memiliki motivasi yang lebih tinggi lebih luas. Pengungkapan informasi yang
dalam mengungkapan informasi yang lebih seluas-luasnya dan lebih tepat waktu melalui
tinggi ke pemegang saham nonpengendali. website perusahaan dapat meminimalkan
peluang informed traders seperti pemegang
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Desember 2015, Vol. 12, No. 2, hal 123 - 146 139

Tabel 6
Hasil Regresi Model 2
Variabel Dependen: BAS
Sig
Variabel Independen Exp. Sign Coefficient t-Statistic
(1-tailed)
FAMDUM (+) 0,004 0,85 0,198
IFR (-) -0,083 -3,27 0,000 ***
IFR*FAMDUM (-) -0,006 -0,22 0,414
VOLATILITY (+) 0,952 4,39 0,000 ***
PRICE (-) 0,007 3,52 0,000 ***
MKVAL (-) -0,003 -1,72 0,043 **
CONS 0,055 1,59 0,057
R-squared 0,2755
F-statistic 16,61
Prob(F-statistic) 0,0000
Number of obs 256
*** signifikan pada α = 1%
** signifikan pada α = 5%
Keterangan: BAS = Bid Ask Spread yang diukur dari rata-rata selisih harga ask dan bid harian 1 hari sebelum
dan 5 hari setelah tanggal pengumuman laporan tahunan; IFR = Internet Financial Reporting Index pada saat
pengumuman laporan tahunan; VOLATILITY = standar deviasi dari imbal hasil saham harian sekitar tanggal
pengumuman laporan tahunan; PRICE = rata-rata harga saham penutupan sekitar tanggal pengumuman laporan
tahunan; MKVAL = market value of equity pada akhir tahun keuangan sebelum tanggal pengumuman laporan
tahunan; FAMDUM = dummy variable kepemilikan keluarga (1 untuk perusahaan keluarga, 0 untuk perusahaan
nonkeluarga)

saham pengendali mengambil keuntungan (Table 5) dapat dijelaskan bahwa perusahaan


atas uninformed traders akibat kepemilikan yang dikendalikan keluarga tidak terbukti
atas private information perusahaan. Dengan memiliki tingkat asimetri yang lebih tinggi
semakin tersedianya informasi keuangan dibandingkan perusahaan yang dikendalikan
maupun nonkeuangan perusahaan ke publik bukan keluarga. Dengan demikian, secara
secara tepat waktu, harga saham akan dengan rata-rata masih banyak terdapat perusahaan
cepat menyesuaikan terhadap adanya informasi yang dikendalikan keluarga ternyata memiliki
tersebut dan spread menjadi kecil. tingkat asimetri informasi yang rendah,
Berdasarkan Tabel 6, hasil pengujian yang diduga mereka sudah menerapkan
terhadap model 2 menunjukkan bahwa IFR dalam rangka untuk menjaga reputasi
penerapan IFR berpengaruh negatif tidak mereka sehingga nilai perusahaan tetap tinggi
signifikan dalam memoderasi pengaruh di mata investor. Tingkat IFR diduga dapat
struktur kepemilikan keluarga terhadap memperlemah pengaruh positif kepemilikan
asimetri informasi. Dengan demikian, hasil keluarga pada perusahaan yang memang
pengujian menolak hipotesis 3 sehingga memiliki tingkat informasi asimetri yang
dapat disimpulkan bahwa penerapan IFR tinggi, tetapi untuk beberapa perusahaan yang
oleh perusahaan secara rata-rata dari sampel dikendalikan keluarga yang memiliki tingkat
penelitian tidak terbukti seluruhnya dalam asimetri informasi yang rendah, penerapan
mengurangi pengaruh perusahaan keluarga IFR justru semakin memperkuat tingkat
terhadap asimetri informasi. asimetri informasi yang rendah. Dengan
Tidak terbuktinya hipotesis 3 dapat demikian, berdasarkan dua kondisi di atas, hal
dijelaskan karena dari hasil regresi sebelumnya ini diduga yang menyebabkan hasil regresi
140 Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Desember 2015, Vol. 12, No. 2, hal 123 - 146

tidak terbukti bahwa IFR secara signifikan terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Selanjutnya,
dapat memperlemah pengaruh kepemilikan penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui
keluarga pada tingkat asimetri informasi yang pengaruh pengungkapan informasi keuangan
tinggi (arah regresi negatif sesuai prediksi, internet/IFR terhadap asimetri informasi
tetapi tidak signifikan). pada perusahaan dan sejauh mana IFR dapat
Keberadaan analis (analyst coverage) memoderasi pengaruh kendali keluarga
perusahaan keluarga turut memainkan terhadap asimetri informasi. Hal ini berkenaan
peran dalam mengurangi terjadinya asimetri dengan penerapan Keputusan Kepala OJK
informasi, terlebih pada perusahaan besar Nomor KEP-431/BL/2012 dan Peraturan
yang cenderung memiliki analyst coverage OJK Nomor 8/POJK.04/2015 terkait
yang lebih banyak (Atiase dan Bamber 1994; kewajiban pengungkapan laporan tahunan
Cairney 2003; Kim dan Verrecchia 1991; melalui website perusahaan dalam upaya
Utama dan Cready 1997 dalam Jiang et al. meningkatkan transparansi dan mengurangi
2011). Keberadaan analis pasar tersebut dapat asimetri informasi pada perusahaan keluarga
meningkatkan ketersediaan informasi yang di Indonesia.
bermanfaat bagi pengambilan keputusan oleh
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
investor. Pernyataan atas opini para analis
perusahaan dengan konsentrasi kepemilikan
terhadap saham perusahaan atau profitabilitas
dan yang dikendalikan oleh keluarga
perusahaan atau profatibilitas pasar di masa
tidak terbukti secara rata-rata memiliki
depan juga dapat memengaruhi investor dalam
tingkat asimetri informasi yang lebih tinggi
mengambil keputusan mereka.
Untuk variable kontrol, berdasarkan dibandingkan perusahaan bukan keluarga.
pengujian atas model 1 dan 2, dapat Hal ini diduga walaupun perusahaan keluarga
disimpulkan bahwa volatilitas imbal hasil secara umum memiliki tingkat pengungkapan
saham memiliki pengaruh positif signifikan IFR yang lebih rendah dibandingkan
terhadap bid ask spread yang menandakan perusahaan yang dikendalikan bukan oleh
semakin tinggi volatilitas imbal hasil saham keluarga, tetapi tingkat pengungkapan IFR
akan semakin meningkatkan bid ask spread. perusahaan keluarga tidak jauh berbeda
Harga saham ditemukan berpengaruh positif dengan perusahaan nonkeluarga, dimana
signifikan terhadap bid ask spread. Menurut pengungkapan IFR oleh perusahaan keluarga
Yoon et al. (2011), hubungan antara harga dilakukan dalam rangka menjaga reputasi
saham dan spread relatif tidak konklusif perusahaan di mata investor.
karena pasar dengan asimetri informasi yang Hasil penelitian menunjukkan bahwa
tinggi memberi tantangan bagi investor untuk tingkat penerapan IFR oleh perusahaan
menilai kinerja perusahaan secara akurat. secara signifikan dapat mengurangi tingkat
Selanjutnya, ukuran perusahaan memiliki asimetri informasi yang terjadi di sekitar
pengaruh negatif signifikan terhadap bid ask tanggal pengumuman laba. Penerapan IFR
spread yang menandakan perusahaan besar memberikan informasi yang lebih tepat waktu,
memiliki bid ask spread yang relatif lebih mudah diakses, lebih efisien, serta menjangkau
kecil. stakeholder dalam wilayah yang lebih luas
sehingga dapat meminimalkan peluang
SIMPULAN informed traders mengambil keuntungan atas
uninformed traders akibat kepemilikan atas
Penelitian ini bertujuan untuk private information perusahaan. Semakin
memberikan bukti empiris apakah perusahaan tersedianya informasi keuangan maupun
yang dikendalikan keluarga memiliki nonkeuangan perusahaan ke publik secara
tingkat asimetri informasi yang lebih tinggi tepat waktu menyebabkan harga saham
dibandingkan perusahaan yang dikendalikan akan dengan cepat menyesuaikan terhadap
oleh bukan keluarga, dengan menggunakan
adanya informasi keuangan dan nonkeuangan
studi kasus pada perusahaan-perusahaan
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Desember 2015, Vol. 12, No. 2, hal 123 - 146 141

perusahaan sehingga selisih antara harga ask melakukan perhitungan mengenai rencana
dan bid akan menjadi tidak terlalu besar. investasi mereka di masa depan.
Hasil penelitian yang menunjukkan Penelitian ini memberikan bukti empiris
bahwa secara rata-rata IFR tidak terbukti dapat bahwa penerapan IFR oleh perusahaan
memperlemah pengaruh positif perusahaan dapat secara signifikan mengurangi asimetri
keluarga pada tingkat asimetri informasi informasi yang terjadi pada perusahaan
dapat dijelaskan karena pada perusahaan yang terdaftar di Indonesia. Dalam rangka
dikendalikan oleh keluarga tidak terbukti secara untuk semakin meningkatkan kualitas
rata-rata memiliki tingkat asimetri informasi pengungkapan informasi keuangan melalui
yang tinggi. Tingkat IFR diduga dapat internet perusahaan di Indonesia, OJK
memperlemah pengaruh positif kepemilikan mengeluarkan Peraturan OJK Nomor 8/
keluarga pada tingkat asimetri informasi pada POJK.04/2015 tentang Situs Web Emiten
perusahaan yang memang memiliki tingkat atau Perusahaan Publik dimana peraturan
informasi asimetri yang tinggi, tetapi untuk tersebut mewajibkan emiten atau perusahaan
perusahaan yang dikendalikan keluarga yang publik untuk memiliki situs web. Dengan
memiliki tingkat asimetri informasi yang demikian, sejak tahun 2015, IFR merupakan
rendah, penerapan IFR justru memperkuat salah satu bentuk dari pengungkapan wajib.
tingkat asimetri yang rendah. Mengingat pentingnya penerapan IFR dalam
Selain itu, penelitian ini menemukan rangka salah satu cara mengurangi tingkat
adanya variasi dalam penggunaan IFR oleh asimetri informasi, diharapkan pengawasan
seluruh perusahaan sampel. Variasi yang dari regulator dapat ditingkatkan agar semua
terdapat dalam website perusahaan terlihat perusahaan yang terdaftar di BEI dapat
dari segi kuantitas, kualitas, maupun cara mematuhi untuk menerapkan peraturan
penyajian informasi. Hal ini menandakan OJK Nomor 8/POJK.04/2015 serta adanya
bahwa setiap perusahaan memiliki alasan enforcement yang tegas dari OJK selaku
yang berbeda dalam memanfaatkan internet regulator untuk menindaklanjuti jika terdapat
dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi pelanggaran terhadap peraturan tersebut.
para stakeholder. Lebih lanjut lagi, penelitian Hal ini bertujuan untuk semakin mendorong
ini menemukan bahwa perusahaan keluarga praktik pengungkapan informasi keuangan
memiliki tingkat penerapan IFR yang lebih perusahaan secara cepat dan tepat waktu
rendah daripada perusahaan nonkeluarga. dalam rangka meningkatkan transparansi,
Beberapa perusahaan telah menyediakan melindungi hak-hak investor individual, serta
satu set lengkap laporan tahunan beserta meningkatkan efisiensi pasar modal Indonesia.
laporan keuangan kuartalan disertai dengan Perusahaan di Indonesia hendaknya
financial highlight, sementara perusahaan dapat mengungkapkan informasi keuangan
lainnya hanya menampilkan laporan keuangan maupun nonkeuangan perusahaan dengan
kuartalan saja. Dari aspek ketepatan waktu, konten yang lebih lengkap, meliputi laporan
masih sedikit perusahaan yang menyajikan tahunan, laporan kuartalan, dan financial
informasi terkini dalam bentuk press release highlight, serta lebih tepat waktu dalam
yang diperbarui setiap harinya dan bahkan website pribadinya sehingga dapat bermanfaat
terdapat beberapa perusahaan yang masih dalam pengambilan keputusan oleh investor.
terlambat menyampaikan laporan keuangan Sampel yang digunakan dalam
atau laporan tahunan. Dari aspek teknologi, penelitian hanya satu tahun pengamatan
masih sedikit yang menggunakan multimedia (2013) dan terbatas pada sektor industri
dalam menyajikan informasi kepada nonkeuangan. Untuk mendapatkan hasil yang
pengguna. Selain itu, masih sedikit perusahaan lebih akurat, penelitian selanjutnya dapat
yang ditemukan memuat fitur-fitur analisis menggunakan rentang waktu lebih dari satu
yang dapat memudahkan pengguna untuk tahun pengamatan. Proksi yang digunakan
142 Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Desember 2015, Vol. 12, No. 2, hal 123 - 146

untuk mengukur struktur kepemilikan keluarga Ashbaugh, H., K. M. Johnstone, and T. D.


dalam penelitian ini hanya menggunakan Warfield. 1999. Corporate Reporting on
variabel dummy dengan kriteria penentuan the Internet. Accounting Horizons, 13
kepemilikan saham oleh anggota keluarga (3), 241-257.
menggunakan definisi penelitian Arifin Atiase, R. L. and L. S. Bamber. 1994.
(2003). Tidak tertutup adanya kemungkinan Trading Volume Reactions to Annual
bahwa di dalam kepemilikan publik juga Accounting Earnings Announcements:
terdapat proporsi saham yang sebenarnya The Incremental Role of Predisclosure
dimiliki secara ultimate oleh anggota keluarga. Information Asymmetry. Journal of
Selain itu, terdapat proksi lain yang dapat Accounting and Economics, 17 (3), 309-
mengukur tingkat konsentrasi kepemilikan 329.
seperti Herfindahl Index (Simamora 2013). Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Penelitian selanjutnya dapat menggunakan Keuangan (Bapepam-LK). 2012. KEP-
kepemilikan pengendali akhir (ultimate) untuk 431/BL/2012 tentang Penyampaian
memberi gambaran utuh mengenai struktur Laporan Tahunan Emiten atau
kepemilikan di Indonesia dengan disandingkan Perusahaan Publik. Jakarta: Badan
dengan tingkat konsentrasi kepemilikan yang Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
dikuantitatifkan ke dalam Herfindahl Index. Keuangan (Bapepam-LK).
Basuony, M. A. K. and E. K. A. Mohamed.
DAFTAR PUSTAKA 2014. Determinants of Internet Financial
Disclosure in GCC Countries. Asian
Alali, F. and S. Romero. 2012. The Use of Journal of Finance & Accounting, 6 (1),
the Internet for Corporate Reporting 70-89.
in the Mercosur (Southern Common Boubaker, S., F. Lakhal, and M. Nekhili.
Market): The Argentina Case. Advances 2012. The Determinants of Web-
in Accounting, incorporating Advances in Based Corporate Reporting in France.
International Accounting, 28 (1), 157-167. Managerial Auditing Journal, 27 (2),
Ali, A., T. Chen, and S. Radhakrishnan. 2007. 126-155.
Corporate Disclosures by Family Firms. Byun, H., L. Hwang, and W. Lee. 2011.
Journal of Accounting and Economics, How Does Ownership Concentration
44 (1-2), 238-286. Exacerbate Information Asymmetry
Almilia, L. S. 2009. Determining Factors among Equity Investors?. Pacific-Basin
of Internet Financial Reporting in Finance Journal, 19 (5), 511-534.
Indonesia. Accounting & Taxation, 1 (1), Cairney, T. D. 2003. Institutional Investors
87-99. and Trading Volume Reactions to
Anderson, R. and D. Reeb. 2003. Founding- Management Forecasts of Annual
Family Ownership and Firm Earnings. Review of Accounting and
Performance: Evidence from S&P 500. Finance, 2 (3), 91-105.
The Journal of Finance, 58 (3), 1301- Chang, M., G. D’Anna, I. Watson, and M.
1328. Wee. 2008. Does Disclosure Quality via
Andrew, V. 2011. Disclosure Frequency and Investor Relations Affect Information
Information Asymmetry. Working Paper, Asymmetry?. Australian Journal of
Ohio State University. Management, 33 (2), 375-390.
Arifin, Z. 2003. Masalah Agensi dan Mekanisme Chau, G. and S. J. Gray. 2010. Family
Kontrol pada Perusahaan dengan Ownership, Board Independence and
Struktur Kepemilikan Terkonsentrasi Voluntary Disclosure: Evidence from
yang Dikontrol Keluarga: Bukti dari Hong Kong. Journal of International
Perusahaan Publik di Indonesia. Accounting, Auditing and Taxation, 19
Disertasi, Universitas Indonesia. (2), 93-109.
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Desember 2015, Vol. 12, No. 2, hal 123 - 146 143

Cheng, A., S. Lawrence, and D. Coy. 2000. the Internet. Corporate Communications:
Measuring the Quality of Corporate An International Journal, 12 (2), 145-
Financial Websites: A New Zealand 160.
Study. Paper presented at the 12th Asian- Hutton, A. P. 2007. A Discussion of ‘Corporate
Pacific Conference on International Disclosure by Family Firms’. Journal of
Accounting Issues, Beijing, China. Accounting and Economics, 44 (1-2),
Claessens, S., S. Djankov, and L. H. P. Lang. 287-297.
2000. The Separation of Ownership and Indonesian Stock Exchange. 2010. Tentang
Control in East Asian Corporations. XBRL, Diakses tanggal 22 September
Journal of Financial Economics, 58 (1- 2014, http://www.idx.co.id/id-id/
2), 81-112. beranda/perusahaantercatat/xbrl/
Copeland, T. E. and D. Galai. 1983. Information tentangxbrl.aspx.
Effects on the Bid-Ask Spread. The Jabeen, M. and A. Shah. 2011. A Review on
Journal of Finance, 38 (5), 1457-1469. Family Ownership and Information
Diyanty, Vera. 2012. Pengaruh Kepemilikan Asymmetry. African Journal of Business
Pengendali Akhir terhadap Transaksi Management, 3 (35), 13550-13558.
Pihak Berelasi dan Kualitas Laba. Jaggi, B., S. Leung, F. A. Gul. 2009. Family
Disertasi, Universitas Indonesia. Control Board Independence and
Erer, M. and O. M. Dalgic. 2011. The Earnings Management: Evidence
Impact of Corporate Governance Based on Hong Kong Firms. Journal of
on Internet Financial Reporting: Accounting and Public Policy, 28 (4),
Evidence From Turkey. International 281-300.
Journal of Business Research, 11 (3), 26. Jensen, M. C. and W. H. Meckling. 1976.
Evans, J., D. Henderson, and B. Trinkle. 2011. Theory of the Firm: Managerial Behavior,
The Link between Internet Financial Agency Costs and Ownership Structure.
Reporting and Information Asymmetry Journal of Financial Economics, 3 (4),
for American Depository Receipts. 305-360.
Journal of Modern Accounting and Jiang, H., A. Habib, and B. Hu. 2011.
Auditing, 7 (9), 947-965. Ownership Concentration, Voluntary
Fan, J. P. H. dan T. J. Wong. 2005. Do Disclosures and Information Asymmetry
External Auditors Perform a Corporate in New Zealand. The British Accounting
Governance Role in Emerging Markets? Review, 43 (1), 39-53.
Evidence from East Asia. Journal of Kanagaretnam, K., G. J. Lobo, and D. J.
Accounting Research, 43 (1), 35-72. Whalen. 2007. Does Good Corporate
Fu, R., A. Kraft, and H. Zhang. 2012. Financial Governance Reduce Information
Reporting Frequency, Information Asymmetry Around Quarterly Earnings
Asymmetry, and the Cost of Equity. Announcements?. Journal of Accounting
Journal of Accounting and Economics, and Public Policy, 26 (4), 497-522.
54 (2-3), 132-149. Khan, M. N. A. and N. A. Ismail. 2011. The
Godfrey, J., et al. 2010. Accounting Theory, Use of Disclosure Indices in Internet
7th Edition. New Jersey: John Wiley & Financial Reporting Research. Journal
Sons, Inc. of Global Business and Economics, 3
Gowthorpe, C. 2004. Asymmetrical Dialogue? (1), 157-173.
Corporate Financial Reporting via the Kim, O. and R. E. Verrecchia. 1991. Trading
Internet. Corporate Communications: Volume and Price Reactions to Public
An International Journal, 9 (4), 283-293. Announcements. Journal of Accounting
Hassink, H., L. Bollen, and M. Steggink. Research, 29, 302-321.
2007. Symmetrical versus Asymmetrical Kristian, A. 2014. Analisis Pengaruh Reputasi
Company-Investor Communications via Auditor, Umur Perusahaan, Struktur
144 Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Desember 2015, Vol. 12, No. 2, hal 123 - 146

Kepemilikan, dan Jenis Industri terhadap Wang, D. 2006. Founding Family Ownership
Pengungkapan Informasi Keuangan and Earnings Quality. Journal of
Internet. Skripsi, Universitas Indonesia. Accounting Research, 44 (3), 619-656.
La Porta, R., F. Lopez-De-Silanes, and A. Yap, K. and Z. Saleh. 2011. Internet Financial
Shleifer. 1999. Corporate Ownership Reporting in Malaysia: The Preparers’
Around the World. Journal of Finance, View. Asian Journal of Finance &
54 (2), 471-517. Accounting, 3 (1), 138-161.
Morck, R., A. Shleifer, and R. W. Vishny. 1988. Yoon, H., H. Zo, and A. P. Ciganek. 2011. Does
Management Ownership and Market XBRL Adoption Reduce Information
Valuation: An Empirical Analysis. Asymmetry?. Journal of Business
Journal of Financial Economics, 20 (1- Research, 64 (2), 157-163.
2), 293-315.
Namira. 2010. Pengaruh Kepemilikan Saham
Keluarga terhadap Kualitas Laba.
Skripsi, Universitas Indonesia.
Omari, J., A. Fazlzade, and M. M. Nahidi. 2014.
The Relationship between Ownership
Concentration and Information
Asymmetry Considering Level of
Voluntary Disclosure of Firms Listed
in Tehran Stock Exchange. Research
Journal of Recent Sciences, 3 (4), 40-46.
Poon, P. L., D. Li, and Y. T. Yu. 2003. Internet
Financial Reporting. Information
Systems Control Journal, 1, 1-3.
Republik Indonesia. 2015. Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 8/POJK.04/2015
tentang Situs Web Emiten atau
Perusahaan Publik. Jakarta: Republik
Indonesia.
Scott, W. R. 2009. Financial Accounting
Theory, 5th Edition. New York: Prentice
Hall, Inc.
Simamora, F. R. 2013. Pengaruh Konsentrasi
Kepemilikan Keluarga dan Institusi
Keuangan terhadap Asimetri Informasi
dengan Pengungkapan Sukarela
sebagai Variabel Pemoderasi. Skripsi,
Universitas Indonesia.
Utama, S. and W. M. Cready. 1997. Institutional
Ownership, Differential Predisclosure
Precision and Trading Volume at
Announcement Dates. Journal of Accounting
and Economics, 24 (2), 129-150.
Villalonga, B. and R. Amit. 2006. How
Do Family Ownership, Control and
Management Affect Firm Value?.
Journal of Financial Economics, 80 (2),
385-417.
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Desember 2015, Vol. 12, No. 2, hal 123 - 146 145

LAMPIRAN 1
Data Perusahaan Matahari Department Store Tbk (LPPF)

No. Index Items Exp. Score Multiplier Max Index Score


The Content Index of Internet Disclosure Instruments (Max Weight 0,4) 0,344
1 Component of Financial Information

Statement of Financial Position


1.1 Pdf 1 = yes, 0 = no 1 1 1 1
HTML 1 = yes, 0 = no 1 2 2 2
Statement of Financial Performance
1.2 Pdf 1 = yes, 0 = no 1 1 1 1
HTML 1 = yes, 0 = no 1 2 2 2
Statement of Cash Flows
1.3 Pdf 1 = yes, 0 = no 1 1 1 1
HTML 1 = yes, 0 = no 1 2 2 2
Statement of Movement in Equity
1.4 Pdf 1 = yes, 0 = no 1 1 1 1
HTML 1 = yes, 0 = no 1 2 2 2
Notes to the Financial Statement
1.5 Pdf 1 = yes, 0 = no 1 1 1 1
HTML 1 = yes, 0 = no 1 2 2 2
Disclosures of Quarterly Results
1.6 Pdf 1 = yes, 0 = no 1 1 1 1
HTML 1 = yes, 0 = no 0 2 2 0
Financial Highlight/Year-in-Review
Pdf 1 = yes, 0 = no 1 1 1
1.7
HTML 1 = yes, 0 = no 1 2 2 2
Growth Rate, Ratios, Charts 1 = yes, 0 = no 1 2 2 2
Chairman’s Report
1.8 Pdf 1 = yes, 0 = no 1 1 1 1
HTML 1 = yes, 0 = no 1 2 2 2
Auditors’ Report
1.9 Pdf 1 = yes, 0 = no 1 1 1 1
HTML 1 = yes, 0 = no 0 2 2 0
Stakeholder Information
1.10 Pdf 1 = yes, 0 = no 1 1 1 1
HTML 1 = yes, 0 = no 1 2 2 2
Corporate Information
1.11 Pdf 1 = yes, 0 = no 1 1 1 1
HTML 1 = yes, 0 = no 1 2 2 2
Social Responsibility
1.12 Pdf 1 = yes, 0 = no 1 1 1 1
HTML 1 = yes, 0 = no 0 2 2 0
Number of Years/Quarters Shown
2 Annual Report No. of years 4 0,5 2 2
Quarterly Report No. of quarters 4 0,5 2 2
Past Information (HTML Only)
Annual Report 1 = yes, 0 = no 1 1 1 1
3
Quarterly Report 1 = yes, 0 = no 1 1 1 1
Graph of Share Price 1 = yes, 0 = no 1 2 2 2
Language
English 1 = yes, 0 = no 1 2 2 2
Other than English or Indonesia 1 = yes, 0 = no 0 1 1 0
Address (HTML Only)
Company Address 1 = yes, 0 = no 1 1 1 1
The Timeliness Index of Internet Disclosure Instruments (Max Weight 0,2) 0,176
Press Releases
Existence 1 = yes, 0 = no 1 2 2 2
Number of Days Since Last Updated 3 = 30 days or less, 3 1 3 3
1
News (Around Release Date of Annual 2 = 31-60 days, 1 =
Report/Financial Report) more than 60 days,
0 = no update
146 Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Desember 2015, Vol. 12, No. 2, hal 123 - 146

Unaudited Latest Quarterly Result


2 Existence 1 = yes, 0 = no 1 2 2 2
With Proper Disclaimer 1 = yes, 0 = no 0 1 1 0
Stock Quote
Existence 1 = yes, 0 = no 1 2 2 2
Updated in How Many Hours 3 = update every 3 1 3 3
3 hour, 2 = update
every day, 1 =
update every week,
0 = no update
Vision Statement/Forward Looking
Statement
4 Existence 1 = yes, 0 = no 1 2 2 2
Proper Disclaimer 1 = yes, 0 = no 0 1 1 0
Charts of Future Profit Forecasts/Trends 1 = yes, 0 = no 1 1 1 1
The Technology Index of Internet Disclosure Instruments (Max Weight 0,2) 0,078
Download Plug-in On Spot 1 = yes, 0 = no 0 2 2 0
Online Feedback 1 = yes, 0 = no 1 2 2 2
Use of Presentation Slides 1 = yes, 0 = no 1 2 2 2
Use of Multimedia Technology 1 = yes, 0 = no 1 3 3 3
Analysis Tools 1 = yes, 0 = no 0 4 4 0
Advance Features (XBRL) 1 = yes, 0 = no 0 5 5 0
The User Support Index of Internet Disclosure Instruments (Max Weight 0,2) 0,173
Help and Frequently Asked Question 1 = yes, 0 = no 1 2 2 2
Link to Home Page 1 = yes, 0 = no 1 1 1 1
Link to Top 1 = yes, 0 = no 0 1 1 0
Site Map 1 = yes, 0 = no 1 2 2 2
Site Search 1 = yes, 0 = no 1 2 2 2
Number of Clicks to get to Financial 3 = 1 clicks, 2 = 2 2 1 3 2
Info clicks dst
Consistency of Web Page Design 0 = poor, 1 = fair, 2 2 2 4 4
= good
IFR Index 0,772