Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN KIMIA ORGANIK

Percobaan - 03
PEMISAHAN SENYAWA ORGANIK
Ekstraksi : Isolasi kafein dari teh dan uji alkaloid

Tanggal praktikum : 28 September2010


Tanggal kumpul : 6 Oktober 2010

Disusun oleh:
Dias Mandala Nurhutama
10609056 / kelompok 4

PROGRAM STUDI KIMIA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
BANDUNG
2010
Percobaan - 03
PEMISAHAN SENYAWA ORGANIK
Ekstraksi : Isolasi kafein dari teh dan uji alkaloid

I. TUJUAN
1. Menentukan titik leleh kristal kafein
2. Menentukan Rf masing-masing noda

II. TEORI DASAR


Percobaan kali ini adalah pemisahan senyawa organik yang ekstraksi padat – cair dan
ekstraksi cair – cair. Prinsip dasar pemisahan senyawa organic adalah terdapat perbedaan
kelarutan antara kedua senyawa. Kelarutan senyawa dalam suatu pelarut adalah jumlah gram
zat terlarut dalam 100 ml pelarut pada keadaan suhu kamar (±25º C). Kelarutan suatu
senyawa itu sendiri ditentukan dari kepolaran senyawa tersebut..
Ekstraksi adalah cara pemisahan yang melibatkan proses pemindahan satu atau lebih
senyawa dari satu fasa ke fasa lain dan didasarkan pada prinsip kelarutan. Ada tiga jenis
ekstraksi, yaitu :
1. Ekstraksi cair-cair : menggunakan prinsip perbedaan kelarutan yang jauh di
dalam pelarut
2. Ekstraksi asam-basa : menggunakan prinsip asam-basa senyawa organik dan
kelarutannya
3. Ekstraksi padat-cair : menggunakan prinsip bahwa zat yang diekstraksi terdapat
dalam senyawa padat
Alkaloid adalah suatu senyawa yang mengandung atom nitrogen di dalam strukturnya.
Kafein dikenal sebagai trimethylxanthine yang tergolong dalam methylxanthine,
bersama-sama dengan tefilin dan teobromin. Kafein memiliki rumus C6H10N4O2. Kafein
memiliki titik leleh 238o C.

III. DATA PENGAMATAN


Ekstraksi padat-cair : ekstraksi kafein dari teh
Massa kafein bersih 1 : 0,07gr

Massa kafein bersih 2 : 0,06 gr

Titik leleh kafein : 228°C


Data uji kromatografi lapis tipis ( TLC )

Eluen Jarak garis ke garis Jarak garis ke titik Rf


3:1 4 cm 2,7 cm
=0,675
9:1 4 cm 3,1 cm

Uji alkaloid
Kafein + pereaksi Dragendorff = warna kuning hampir jingga

Kafein + pereaksi Meyer = warna kuning (muda)

Ekstraksi cair-cair

Perlakuan Volume asam asetat (mL) Volume NaOH


(tidak ada) 5 9,9 mL
Diektraksi dengan 1x 15 5 5,1 mL
mL eter
Diekstraksi dengan 3x 5 5 3,5 mL
mL eter

IV. PENGOLAHAN DATA


a. Uji kromatografi lapis tipis

Eluen etil asetat-metanol (3:1)

= 0.675
Eluen kloroform-metanol (9:1)

= 0.775
Rata-rata Rf =

b. Ekstraksi cair – cair


M1 x V1 = M2 x V2
• Tanpa perlakuan :
9.9 x 0.3 = 5 x V2
V2 = 0.594
• Diekstraksi dengan 1x15 ml eter :
5.1x 0,3 = 5 x V2
V2 = 0.306
• Diekstraksi dengan 3x5 ml eter :
3.5 x 0,3 = 5 x V2
V2 = 0.21
Mol asam asetat glasial = mol NaOH
Mol NaOH = M x V

Titrasi
• Titrasi asam asetat:
Mol NaOH = 0,3 x 0,594
= 0.1782 mol

• Titrasi asam asetat dengan eter:


Mol NaOH = 0,3 x 0,306
= 0.0918 mol
• Titrasi air ekstraksi eter:
Mol NaOH = 0,3 x
= 0.063 mol

% asam asetat fasa air =

= 47.9%

% asam asetat fasa eter =


=

= 52.06 %

V. PEMBAHASAN
Dari hasil percobaan yang dilakukan, didapatkan titik leleh kafein sebesar 228 .

Berdasarkan literatur, diketahui bahwa titik leleh kafein sebesar 238 . Percobaan pertama

memiliki galat yang relatif cukup besar, yaitu sekitar ±10 . Adanya perbedaan data
percobaan dengan literatur yang diperoleh dapat disebabkan oleh kristal yang terdapat di
dalam pipa kapiler yang tidak padat atau terlalu banyak.
Rf yang didapatkan dari hasil percobaan dengan menggunakan eluen etil asetat :
metanol (3:1) didapatkan hasil Rf 0.675 pada percobaan pertama, sedangkan pada saat
digunakan eluen kloroform : metanol (9 : 1) didapatkan hasil 0,775 pada percobaan kedua.
Berdasarkan literatur, Rf yang baik harus berkisar di dalam rentangan 0,2-0,8. Sehingga
berdasarkan percobaan dapat disimpulakn bahwa pada percobaan dengan menggunakan eluen
etil asetat : metanol (3:1 ) dan eluen kloroform : metanol sudah cukup mengikuti dan sesuai
dengan literatur.

VI. KESIMPULAN
• Titik leleh kristal kafein dari teh adalah 228°C.
• Rf dari kafein pada teh adalah sebesar 0,725.

DAFTAR PUSTAKA
Brady, Russel, Hollum. 2000. Chemistry : Matter and Its Changes. New York : John Wiley &
Sons.halaman 207
Potter, Norman.1995. Food Science 5th ed. New York : Chapman & Hall.halaman 35-36
Hart, Harold, et al. 2003. Kimia Organik. Jakarta: Erlangga
Mayo, D. W. et al. 1994. Microscale Organic Laboratory 3rd Edition. New York: John Wiley
& Sons