Anda di halaman 1dari 13

Nama : Amalia Karina Putri Azzahra

Kelas : DIV 3A

NPM : P21130218006

I. Pengertian Hepatitis

Hepatitis merupakan penyakit yang mengacu pada peradangan di dalam hati atau liver
sehingga menyebabkan gangguan pada fungsi hati. Hepatitis merupakan salah satu risiko
utama dari kanker hati. Secara umum penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus sehingga bisa
ditularkan dengan mudah dari satu orang ke orang lainnya. Hepatitis dapat terbagi menjadi
dua kategori, yaitu hepatitis akut dan hepatitis kronis. Hepatitis yang terjadi kurang dari 6
bulan dapat disebut sebagai hepatitis akut. Sedangkan, hepatitis yang lebih dari 6 bulan
disebut dengan hepatitis kronis. Data Riskedas tahun 2014 mencatat diperkirakan terdapat 28
juta penduduk Indonesia yang terinfeksi virus hepatitis B dan C. Akan tetapi, hepatitis juga bisa
disebabkan oleh faktor-faktor lainnya seperti efek samping dari konsumsi obat-obatan,
alkohol, ataupun penyakit autoimun. Jenis hepatitis ini memang tidak menular, namun dapat
memiliki dampak kesehatan yang lebih serius dari hepatitis virus.

Hampir semua kasus hepatitis virus akut disebabkan oleh salah satu dari lima jenis
virus yaitu: virus hepatitis A (HAV), virus hepatitis B (HBV), virus hepatitis C (HCV), virus
hepatitis D (HDV) dan virus hepatitis E (HEV). Jenis virus lain yang ditularkan pascatransfusi
seperti virus hepatitis G dan virus TT telah dapat diidentifikasi akan tetapi tidak menyebabkan
hepatitis. Semua jenis hepatitis virus yang menyerang manusia merupakan virus RNA kecuali
virus hepatitis B, yang merupakan virus DNA. Walaupun virus-virus tersebut berbeda dalam
sifat molecular dan antigen, akan tetapi semua jenis virus tersebut memperlihatkan kesamaan
dalam gejala klinis dan perjalanan penyakitnya. Gambaran klinis hepatitis virus sangat
bervariasi mulai dari asimtomatik sampai yang sangat berat yaitu hepatitis fulminan yang
dapat menimbulkan kematian. Selain itu, gejala juga bisa bervariasi dari infeksi persisten
subklinis sampai penyakit hati kronik progresif cepat dengan sirosis hepatis dan karsinoma
hepatoseluler yang umum ditemukan pada tipe virus yang ditransmisi melalui darah (HBV,
HCV, dan HDV).
Peradangan hati karena hepatitis memiliki kemungkinan menjadi fibrosis atau jaringan
parut, sirosis, hingga kanker hati. Penyebab paling umum yang menyebabkan hepatitis yaitu
virus. Namun, infeksi hati atau liver juga dapat terjadi karena zat beracun dan juga penyakit
autoimun. Penyebab hepatitis lainnya yaitu mononukleosis infeksiosa, demam kuning, dan
infeksi sitomegalovirus. Selain itu, hepatitis jenis B dan C dapat menyebabkan penyakit kronis
kepada jutaan orang dan yang menjadi penyebab umum sirosis atau pengerasan dan kanker
hati. Infeksi dari virus hepatitis mungkin saja tidak menunjukkan gejala dan gejala yang sering
terjadi yaitu penyakit kuning, urine berwarna hitam, cepat lelah, mual, muntah, dan sakit
perut. Selain itu, hepatitis B juga dibarengi dengan sakit di persendian.

Penyakit hepatitis yang paling berbahaya adalah hepatitis yang tidak diobati dan
dikontrol dengan baik, sehingga berkembang menjadi hepatitis kronis. Penyakit hepatitis yang
paling sering berkembang menjadi kronis adalah hepatitis B dan C. Karena ketika menjadi
kronis, hepatitis tersebut dapat berakhir menjadi kanker hati atau sirosis hati.

II. Berikut merupakan Jenis Hepatitis :

A. Virus Hepatitis A (HAV)

Virus hepatitis A menyebabkan hepatitis A, yang merupakan infeksi hati


menular. Jenis hepatitis ini merupakan endemik di negara-negara berkembang karena
penyakit ini sangat berkaitan dengan kualitas kebersihan lingkungan dan perilaku
bersih dan sehat. Buruknya sistem sanitasi di negara-negara berkembang menjadi
faktor penyebab meluasnya penyebaran jenis hepatitis ini. Virus hepatitis A (HAV)
dapat ditularkan lewat konsumsi makanan dan minuman yang tercemar virus, atau air
yang terkontaminasi feses orang yang terinfeksi. Selain itu, kontak langsung dengan
penderita juga seperti melakukan hubungan seksual juga bisa menularkan penyakit ini. 

Hepatitis A berisifat akut, penularannya melalui fekal oral. Sumber


penularannya umumnya terjadi karena pencemaran air minum, makanan yang tidak
dimasak, makanan yang tercemar, sanitasi yang buruk, dan personal higin rendah.
Gejala bersifat akut, tidak khas bisa berupa demam, sakit kepala, mual dan muntah
sampai ikterus, bahkan dapat menyebabkan pembengkakan hati. Pencegahan dan
pengobatan menjaga keseimbangan nutrisi dan kebersihan lingkungan

 Gejala hepatitis A

Tidak semua orang yang terinfeksi virus hepatitis A menunjukkan gejala,


terutama anak-anak. Pada orang dewasa gejala hepatitis A biasanya muncul
setelah 2 sampai 6 minggu infeksi terjadi. Jenis hepatitis ini menampilkan gejala
yang bersifat ringan, seperti mual dan muntah-muntah, nyeri pada perut, pusing,
gatal-gatal, namun sewaktu-waktu ikterus atau kulit dan selaput mata yang
menguning juga dapat muncul.

Setiap orang yang terjangkit jenis hepatitis A sebenarnya mengalami


gejala yang berlangsung dalam durasi yang berbeda-beda. Gejala hepatitis A yang
ringan umumnya berlangsung selam 1 sampai 2 minggu. Sebagian besar orang
akan membaik setelah 3 minggu masa infeksi dimulai. Namun dalam beberapa
kasus infeksi virus HAV yang parah, gejala hepatitis A dapat berlangsung selama 3
sampai 9 bulan.

 Etiologi

Virus hepatitis A merupakan partikel dengan ukuran diameter 27


nanometer dengan bentuk kubus simetrik tergolong virus hepatitis terkecil,
termasuk golongan pikornavirus. Ciri khas dari antigen Virus hepatitis A bisa dibiak
dalam kultur jaringan. Replikasi dalam tubuh dapat terjadi dalam sel epitel usus dan
epitel hati. Virus hepatitis A yang ditemukan di tinja berasal dari empedu yang
dieksresikan dari sel-sel hatisetelah replikasinya, melalui sel saluran empedu dan
dari sel epitel usus. Virus hepatitis A sangat stabil dan tidak rusak dengan
perebusan singkat dan tahan terhadap panas pada suhu 60ºC selama ± 1 jam. Stabil
pada suhu udara dan pH yang rendah. Tahan terhadap pH asam dan asam empedu
memungkinkan VHA melalui lambung dan dikeluarkan dari tubuh melalui saluran
empedu

 Pengobatan hepatitis A
Kasus hepatitis A ringan tidak memerlukan pengobatan, dan kebanyakan
orang yang terinfeksi bisa pulih sepenuhnya tanpa kerusakan hati permanen.
Namun, infeksi HAV juga bisa bersifat parah dan mengancam nyawa. Sebagian
besar orang yang tinggal di wilayah negara dengan sistem sanitasi buruk telah
terinfeksi jenis hepatitis ini. Menerapkan kebersihan yang baik, termasuk sering
mencuci tangan, adalah salah satu cara terbaik untuk melindungi diri dari
hepatitis A. Tersedia imunisasi yang aman dan efektif untuk mencegah HAV.
Pengobatan yang diberikan biasanya hanya bersifat supportif. Pada umumnya
terapi pengobatan yang disarankan dokter adalah sebagai berikut :
a. Tirah baring (bedrest) yaitu istirahat total ditempat tidur diawal fase
penyakit.
b. Pengaturan pola makan. Makanan yang diberikan harus mudah dicerna dan
mengurangi keluhan yang ada. Sebaiknya makan makanan yang tinggi protein
dan karbohidrat tetapi rendah serat. Misalnya dengan membagi dan disantap
5-6 kali sehai. Usahakan mengkonsumsi makanan yang lebih lembut seperti
sup, bubur, nasi tim, yoghurt, dan jus buah-buahan.
c. Simptomatik yaitu memberi pengobatan berdasarkan keluhan yang ada.
Memberikan paracetamol diberikan pada penderita demam dan sakit kepala,
antasida diberikan bila mual dan muntah, dan obat tradisional lainnya yang
mempercepat penyembuhan dan turunnya transaminase (SGPT,SGOT).
d. Perawatan di rumah sakit bila penderita muntah terus menerus sehingga
memerlukan cairan infus atau penyakitnya bertambah berat (fulminan).

B. Virus Hepatitis B (HBV)

Hepatitis B adalah infeksi hati serius yang disebabkan oleh virus hepatitis B
(HBV). Virus ini ditularkan melalui kontak dengan darah, air mani, dan cairan tubuh
lainnya yang mengandung virus HBV. Penularan jenis hepatitis ini juga bisa terjadi
lewat transfusi darah dan produk darah yang terkontaminasi HBV, jarum suntik yang
terkontaminasi dalam prosedur medis, dan dengan berbagi narkoba suntik.

Selain itu, HBV juga bisa ditularkan dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya
pada saat kelahiran atau dari anggota keluarga ke bayi di tahap usia dini. Jenis
hepatitis ini dapat berlangsung selama 6 bulan (akut) atau lebih (kronis). Orang
dewasa umumnya mengalaomi hepatitis B akut. Jenis hepatitis B kronis kebanyakan
terjadi pada bayi yang ditularkan pada saat proses persalinan. Menderita hepatitis B
kronis meningkatkan risiko untuk terkena gagal hati, kanker hati atau sirosis — suatu
kondisi yang menyebabkan kerusakan permanen pada hati.

Etiologi virus Hepatitis B dari golongan virus DNA. Masa inkubasi 60-90 hari,
penularan vertikal 95% terjadi masa perinatal (saat persalinan) dan 5% intra uterine.
Penularan horizontal melalui transfusi darah, jarum suntik tercemar, pisau cukur,
tattoo, transplantasi organ. Gejala tidak khas seperti lesu, nafsu makan berkurang,
demam ringan, nyeri abdomen sebelah kanan, dapat timbul ikterus, air kencing
warna teh. Diagnosis ditegakkan dengan test fungsi hati serum transaminase (ALT
meningkat), serologi HBsAg dan IgM anti HBC dalam serum.

 Gejala hepatitis B

Jenis hepatitis ini dapat memunculkan gejala yang bersifat ringan sampai
sedang dan akan berlangsung selama 1 sampai 4 bulan. Akan tetapi, pada anak-
anak kemungkinan gejala ini muncul hanya 5 %-15%. Sedangkan pada bayi
(kurang dari 12 bulan) hanya 1 % saja kemungkinannya.

Gejala bisa saja baru muncul ketika infeksi jenis hepatitis ini telah
berlangsung selama 2 minggu. Tidak jauh berbeda dengan hepatitis A, jenis
hepatitis ini juga menimbulkan gangguan kesehatan seperti nyeri pada perut,
mual, dan muntah disertai dengan warna urin yang berubah gelap dan terjadinya
ikterus.

 Pengobatan dan pencegahan hepatitis B

Tidak ada obat khusus yang diberikan untuk mengatasi infeksi jenis
hepatitis ini Ini, namun perawatan sederhana seperti memperbanyak istirahat
dan langkah pencegahan bisa dilakukan.
Tersedia vaksin hepatitis B yang aman dan efektif untuk mencegah penyebaran
jenis hepatitis ini. Obat-obatan tertentu bisa membantu mengelola gejala dan
mencegah penularan HBV ke orang lain. Penatalaksanaan terpai dan pengobatan
pada penderita antara lain :
a. Tirah baring (bedrest) yaitu intirahat total ditempat tidur diawal fase
penyakit.
b. Diet. Penderita harus mendapat cukup kalori dengan ukuran 30-35 kalori
per kilogram berat badan atau sekitar 150-175% dari kebutuhan kalori
basal. Makanan yang kaya hidrat arangkompleks yaitu 300-400 gram per
hari agar dapat melindungi protein tubuh.protein atau asam amino
diberikan sebanyak 0,75 gram per kilogram berat badan.
c. Obat-obatan. Kortikosteroid, mengurangi proses peradangan hati,
sehingga edema sel berkurang dan statis (sumbatan) aliran empedu
menghilang sehingga terjadi penurunan bilirubin. Imunomodulator,
golongan obat ini dapat memodulasi sistem kekebalan tubuh.
Simptomatik yaitu memberi pengobatan berdasarkan keluhan yang ada.
Memberikan paracetamol diberikan pada penderita demam dan sakit
kepala, antasida diberikan bila mual dan muntah, dan obat tradisional
lainnya yang mempercepat penyembuhan.
d. Pada tahap kronis malakukan pengobatan dengan IFN (interferon), yang
merupakan salah satu unsur penting dalam sistem kekebalan alamiah
disamping ikut mengatur sistem kekebalan yang didapat.
e. Adenosine arabinoside (ARA-A)
f. Ribavirin (new atirival agent)
g. Penekan virus (viral supressors)
h. Obat Imunomodulator

C. Virus Hepatitis C (HCV)

Hepatitis C adalah peradangan hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis
C (HCV). Infeksi yang terjadi dapat mengarah pada kerusakan hati yang lebih kronis.
Virus ini paling banyak ditularkan melalui kontak dengan darah yang terkontaminasi.
Dalam kebanyakan kasus jenis hepatitis C, darah pembawa HCV dapat menempel pada
jarum suntik yang digunakan bersama-sama untuk obat atau untuk pembuatan
tato. Penularan lewat kontak seksual mungkin saja terjadi, tetapi jarang ditemukan.

Penyebab Hepatitis C adalah sirosis dan kanker hati, etiologi virus Hepatitis C
termasuk golongan virus RNA, masa inkubasi 2-24 minggu. Penularan Hepatitis C
melaluli darah dan cairan tubuh, penularan masa perinatal sangat kecil, melalui jarum
suntik, transplantasi organ, hubungan seks dapat menularkan tetapi sangat kecil.
Kronisitasinya 80% penderita akan menjadi kronik.

 Gejala hepatitis C

Gejala dari hepatitis C belum tentu muncul sekalipun infeksi telah


berlangsung parah selama bertahun-tahun di mana sel-sel hati juga telah
mengalami kerusakan dan bisa menyebabkan kegagalan fungsi hati. Gejala yang
dialami penderita jenis hepatitis ini bersifat lebih serius seperti mudah
mengalami pendarahan dan memar, kelelahan, gatal-gatal, dan nyeri pada otot.

Ikterus atau perubahan warna kulit dan selaput mata yang menguning
juga menjadi tanda-tanda infeksi HCV. Gejala yang berlangsung selama 1 sampai
3 minggu setelah infeksi mulai terjadi menandakan jenis hepatitis C akut. Namun
apabila telah melalui periode tersebut gejala dapat perubah ke fase kronis yang
mana semakin parah atau gejala secara tiba-tiba hilang karena tubuh melakukan
yang dinamakan pemusnahan virus.

 Pengobatan hepatitis C

Jenis hepatitis ini pada umumnya dianggap sebagai infeksi yang paling
serius dari segala jenis virus hepatitis. Hingga sekarang belum ada vaksin yang
bisa digunakan untuk mencegah jenis hepatitis ini. Oleh karena itu, menghindari
faktor resiko sangat dianjurkan agar sepenuhnya bebas dari serangan infeksi
HCV. Tujuan pengobatan dari Hepatitis C adalah menghilangkan virus dari tubuh
anda sedini mungkin untuk mencegah perkembangan yang memburuk dan
stadium akhir penyakit hati.
Kebanyakan bentuk interferon alfa hanya dapat bertahan satu hari tetapi
dapat dimodifikasi melalui proses pegilasi untuk membuatnya bertahan lebih
lama. Meskipun interferon alfa dapat digunakan sebagai obat Hepatitis C tunggal
termasuk pegylated interferon, penelitian menunjukkan lebih efektif bila
dikombinasi dengan anti virus ribavirin.
a. Interferon alfa
Adalah suatu protein yang dibuat secara alami oleh tubuh manusia untuk
meningkatkan sistem daya tahan tubuh/imunitas dan mengatur fungsi sel
lainnya. Obat yang direkomendasikan untuk penyakit Hepatitis C kronis
adalah dari inteferon alfa bisa dalam bentuk alami ataupun sintetisnya.
b. Pegylated interferon alfa
Dibuat dengan menggabungkan molekul yang larut air yang disebut
"polyethylene glycol (PEG)" dengan molekul interferon alfa. Modifikasi
interferon alfa ini lebih lama ada dalam tubuh, dan penelitian menunjukkan
lebih efektif dalam membuat respon bertahan terhadap virus dari pasien
Hepatitis C kronis dibandingkan interferon alfa biasa.
c. Ribavirin
Adalah obat anti virus yang digunakan bersama interferon alfa untuk
pengobatan Hepatitis C kronis. Ribavirin kalau dipakai tunggal tidak efektif
melawan virus Hepatitis C, tetapi dengan kombinasi interferon alfa, lebih
efektif daripada inteferon alfa sendiri.
Pengobatan ini telah diterima berdasarkan kemampuannya dalam
menghasilkan respon melawan virus pada penderita penyakit Hepatitis C kronis.
Penderita dikatakan memiliki respon melawan virus jika jumlah virus
Hepatitis C begitu rendah sehingga tidak terdeteksi pada tes standar RNA virus
Hepatitis C dan jika level tersebut tetap tidak terdeteksi selama lebih dari 6 bulan
setelah pengobatan selesai.
Pengobatan HCV biasanya berjalan selama 3-12 bulan. Tujuan pengobatan
HCV adalah untuk memberantas virus, dan tetap bebas virus selama enam bulan
setelah pengobatan selesai. Hal ini disebut tanggapan virologi tetap (sustained
virological response / SVR), atau “penyembuhan”. Setelah pengobatan, kurang lebih
45% pasien dengan HCV genotipe 1 dan 80% pasien dengan genotipe 2 atau 3
mencapai SVR.

D. Virus Hepatitis D (HDV)

Virus hepatitis D (HDV) atau yang disebut dengan virus delta merupakan jenis
hepatitis virus yang paling jarang ditemukan, namun juga paling berbahaya di antara
virus hepatitis lainnya. Virus jenis hepatitis ini memerlukan VHB untuk dapat
berkembang biak sehingga hanya bisa ditemukan pada penderita hepatitis B.

Infeksi ganda  HDV dan HBV bisa menyebabkan penyakit yang lebih serius
dan berakibat lebih buruk. Vaksin untuk jenis hepatitis B juga memberikan
perlindungan terhadap jenis hepatitis ini. Virus ini termasuk virus RNA yang sangat
kecil. Virion VHD hanya berukuran kira-kira 36 nm tersusun atas genom RNA single
stranded dan kira-kira 60 kopi antigen delta yang merupakan satu-satunya jenis
protein di kode oleh VHD. Tidak ada vaksin hepatitis D, namun dengan mendapatkan
vaksinasi hepatitis B maka otomatis Anda akan terlindungi dari virus ini karena HDV
tidak mungkin hidup tanpa HBV.

E. Virus Hepatitis E (HEV)

Hepatitis E mirip dengan hepatitis A. Virus hepatitis E (HEV) ditularkan


melalui kotoran manusia ke mulut dan menyebar melalui makanan atau minuman
yang terkontaminasi. Tingkat tertinggi infeksi hepatitis E terjadi di daerah bersanitasi
buruk yang mendukung penularan virus.
Hepatitis E menyebabkan penyakit akut tetapi tidak menyebabkan infeksi
kronis. Secara umum, penderita hepatitis E sembuh tanpa penyakit jangka panjang.
Pada sebagian sangat kecil pasien (1-4%), terutama pada ibu hamil, hepatitis E
menyebabkan gagal hati akut yang berbahaya. Saat ini belum ada vaksin hepatitis E
yang tersedia secara komersial. Anda hanya dapat mencegahnya melalui penerapan
standar kebersihan yang baik.
Hepatitis E paling banyak ditularkan melalui konsumsi air atau makanan yang
terkontaminasi feses yang mengandung virus hepatitis E (HEV). Memasak daging
setengah matang dan transfusi darah yang terinfeksi juga bisa menjadi faktor risiko
penularan jenis hepatitis ini.
HEV biasanya menyebabkan wabah hepatitis di beberapa negara
berkembang. Wabah jenis hepatitis E banyak terjadi di daerah Asia dan pernah
menyebabkan kejadian luar biasa di Indonesia. Vaksin yang aman dan efektif untuk
mencegah infeksi virus jenis hepatitis E sudah dikembangkan tetapi belum banyak
tersedia.

III. Perbedaan Hepatitis A, B, C, D, E

Virus Hepatitis
Keterangan
A B C D E
Genom RNA DNA RNA RNA RNA
Keluarga Picorna Hepadna Flavi/Pesti Viroid calcili
Masa
15 – 45 hari 30 - 180 hari 15 – 150 hari 30 – 180 hari 30 – 180 hari
inkubasi
Darah /
Penularan Fekal / oral Darah Darah Darah
sekret
Tipe
Akut Akut / kronis Akut / kronis Akut / kronis Akut
penyakit
Ringan – Ringan – Ringan – Ringan –
Gejala Ringan
berat berat berat berat
Karier Tidak Ya Ya Ya Tidak
Sirosis Tidak Ya Ya Ya Tidak
Hepatoma Tidak Ya Ya Ya Tidak
Mak SGPT 800 – 1000 1000 – 1500 300 – 800 1000 – 1500 800 – 1000
Fluk SGPT Tidak Tidak Ya Tidak Tidak
Simptomatik Simptomatik Simptomatik
Pengobatan Simptomatik Simptomatik
Anti - viral Anti - viral Anti - viral
IV. Diagnosis Hepatitis

Dokter akan menanyakan keluhan dan riwayat kesehatan pasien dan


keluarga. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mencari perubahan
warna pada kulit dan bagian putih mata (sklera), serta melakukan penekanan di area
perut pasien untuk mendeteksi pembesaran hati dan nyeri tekan pada perut sisi
kanan atas. Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan
penunjang berupa:

 Tes fungsi hati, untuk memeriksa kinerja hati dan mengetahui jika ada masalah
pada organ tersebut
 Tes antibodi virus hepatitis, untuk menentukan keberadaan antibodi yang
spesifik untuk virus HAV, HBV, dan HCV, serta menentukan apakah hepatitis
bersifat akut atau kronis
 Pemindaian dengan USG perut, untuk mendeteksi kelainan pada organ hati,
seperti kerusakan hati, pembesaran hati, atau tumor hati, serta untuk
mendeteksi kelainan pada kandung empedu
 Biopsi hati, untuk menentukan penyebab kerusakan di jaringan hati

V. Pencegahan Hepatitis

Anda dapat menurunkan risiko terjadinya hepatitis dengan melakukan beberapa


langkah berikut:

 Cuci tangan secara teratur dengan air dan sabun, terutama setelah beraktivitas di
luar ruangan dan sebelum makan.
 Lakukan hubungan seks yang aman, misalnya dengan menggunakan kondom dan
tidak bergonta-ganti pasangan.
 Hindari berbagi penggunaan barang-barang pribadi, seperti sikat gigi atau
handuk, termasuk juga peralatan makan.
 Jaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan
bergizi, berolahraga secara teratur, dan beristirahat yang cukup.
 Jangan mengonsumsi alkohol dan NAPZA.
 Hindari mengonsumsi makanan yang belum dimasak hingga matang dan air
minum yang tidak terjamin kebersihannya atau belum direbus hingga mendidih.
 Lakukan vaksinasi hepatitis sesuai jadwal yang diberikan oleh dokter.
DAFTAR PUSTAKA

http://sir.stikom.edu/119/5/BAB%20II.pdf
http://spiritia.or.id/dokumen/buku-hepatitis.pdf
http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-hepatitis.pdf
https://www.halodoc.com/a-b-c-d-atau-e-jenis-hepatitis-yang-paling-parah
https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/gangguan-pencernaan/berbagai-jenis hepatitis-
adalah/?amp
https://www.alodokter.com/hepatitis