Anda di halaman 1dari 16

PAPER

TATA CARA PROMOSI KESEHATAN


METODE BRAIN STROMING

DOSEN PENGAJAR:
Eni Supriyaningsih, SKM, M.Kes

DISUSUN OLEH :

Amalia Karina Putri .A (P21130218006)


Eli Inda Lestari (P21130218024)

PROGRAM STUDI D-IV


TEKNIK RADIOLOGI PENCITRAAN
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAKARTA II
TAHUN AJARAN 2020/2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat
dan karunianya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah
ini kami buat untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan dan Promosi Kesehatan
dengan bahan kajian “Tata cara promosi kesehatan dengan metode brain stroming”.
Tidak lupa kami memohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam pembuatan
makalah ini, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Kami menyadari bahwa
makalah kami masih jauh dari kata sempurna, untuk itu kami sangat menerima kritik
dan saran dari pembaca.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membagi pengetahuannya, sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Penulis menyadari
bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran
yang membangun penulis nantikan demi kesempurnaan makalah ini.

Jakarta, 20 Juni 2020

Penulis

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.....................................................................................................1

DAFTAR ISI....................................................................................................................2

BAB I PENDAHULUAN................................................................................................4

1.1 Latar Belakang.........................................................................................................4

1.2 Rumusan Masalah....................................................................................................4

1.3 Tujuan Makalah.......................................................................................................4

1.4 Manfaat Penulisan....................................................................................................5

BAB II PEMBAHASAN.................................................................................................6

2.1 Definisi Pendidikan dan Promosi Kesehatan...........................................................6

2.2 Definisi Brain Stroming...........................................................................................6

2.3 Tujuan dan Manfat Brainstorming..........................................................................8

2.4 Model-model Dari Brain Stroming........................................................................10

2.5 Peraturan Metode Brain Storming.........................................................................10

2.6 Tahapan Dari Teknik Brain Stroming...................................................................11

2.7 Langkah-langkah Dalam Melakukan Brain Storming...........................................12

2.8 Kelebihan Dan Kelemahan Metode Brain Storming.............................................13

2.9 Contoh Penerapan Metode Brain Stroming...........................................................14

BAB III PENUTUP.......................................................................................................15

3.1 Kesimpulan............................................................................................................15

3.2 Saran......................................................................................................................15

2
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Masalah pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting. Salah satu
masalah yang dihadapi guru dalam menyelenggarakan pelajaran adalah bagaimana
menimbulkan aktifitas dan keaktifan dalam diri siswa untuk dapat belajar secara
efektif. Sebab, keberhasilan dalam suatu pengajaran sangat dipengaruhi oleh
adanya aktifitas belajar siswa. Salah satu cara untuk menimbulkan aktifitas belajar
siswa adalah dengan merubah kegiatan-kegiatan belajar yang monoton. Dalam hal
ini guru memerlukan strategi yang sesuai. Salah satu strategi yang bisa digunakan
guru dalam menyelenggarakan pelajaran adalah strategi brainstorming.
Mengingat pentingnya metode pembelajaran curah pendapat untuk
kemajuan dalam proses pembelajaran dan melatih kemampuan berpikir kritis dalam
memecahkan permasalahan yang dialami peserta didik baik dalam pelajaran
ataupun kehidupan sehari-harinya, maka peneliti beranggapan perlu dilakukan
penelitian tindakan kelas untuk mengetahui kemampuan berpikir kritisdalam
pembelajaran Geografi.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa definisi dari Brain Stroming ?
2. Apa saja tujuan dan manfat Brainstorming?
3. Apa saja Model-model dari Brain Stroming ?
4. Bagaimana tahapan dan peraturan metode Brain Storming ?
5. Bagaimana langkah-langkah dalam melakukan Brain Storming?
6. Apa saja kelebihan dan kelemahan metode Brain Storming?
7. Bagaimana contoh penerapan metode Brain Stroming?
1.3 Tujuan Makalah
1. Untuk mendeskripsikan pengertian Brainstorming dalam Pendidikan dan
Promosi Kesehatan

3
2. Untuk mengetahui tujuan dan manfaat Brainstorming dalam Pendidikan dan
Promosi Kesehatan
3. Untuk mengetahui tahapan-tahapan dan peraturan dalam metode
Brainstorming dalam Pendidikan dan Promosi Kesehatan
4. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan Brainstorming dalam
Pendidikan dan Promosi Kesehatan
5. Untuk mengetahui model – model dari Brainstorming dalam Pendidikan dan
Promosi Kesehatan
6. Untuk mengetahui langkah – langkah metode Brainstorming dalam
Pendidikan dan Promosi Kesehatan
7. Untuk mengetahui contoh penerapan Brainstroming dalam Pendidikan dan
Promosi Kesehatan
1.4 Manfaat Penulisan
1. Bagi Guru, supaya dapat dipakai sebagai salah satu pilihan pembelajaran
oleh guru agartercipta suasana pembelajaran yang efektif dan efisien serta
berkualitas.
2. Bagi Siswa, supaya siswa dapat berlatih untuk menghargai pendapat teman,
meredam sifat egois, dominasi siswa pintar dalam kelompok dapat
berkurang, belajar menghargai orang lain,meningkatkan kepercayaan diri,
berlatih kemampuan berfikir/intelektual, Memberikan pengalaman belajar
secara langsung menggunakan metode pembelajaran brainstorming, dapat
mengaplikasikan materi yang didapat di kelas dengan kehidupan langsung di
masyarakat, dan melatih berbicara yang baik dan benar.
3. Bagi Peneliti, sebagai pengembangan ilmu pengetahuan terkait metode
Brainstroming

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi Pendidikan dan Promosi Kesehatan


Pendidikan kesehatan pada hakikatnya adalah suatu kegiatan atau usaha
menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, kelompok atau individu.
Dengan harapan bahwa dengan adanya pesan tersebut, maka masyarakat, kelompok
atau individu dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik.
Pengetahuan tersebut pada akhirnya diharapkan dapat berpengaruh terhadap
perilaku. Dengan kata lain dengan adanya promosi kesehtan tersebut diharapkan
dapat membawa akibat terhadap perubahan perilaku kesehatan dari sasaran.
Promosi atau pendidikan kesehatan juga sebagai suatu proses dimana
proses tersebut mempunyai masukan (input) dan keluaran (output). Di dalam suatu
proses pendidikan kesehatan yang menuju tercapainya tujuan promosi, yakni
perubahan perilaku, dipegaruhi oleh banyak faktor. Faktor yang mempengaruhi
suatu proses pendidikan disamping faktor masukannya sendiri juga metode, faktor
materi atau pesanya, pendidik atau petugas yang melakukannya, dan alat-alat bantu
media yang digunakan untuk menyampaikan pesan. Agar dicapai suatu hasil yang
optimal, maka faktor-faktor tersebut harus bekerja sama secara harmonis. Hal ini
berarti bahwa untuk masukan (sasaran pendidikan) tertentu harus menggunakan cara
tertentu pula. Materi juga harus disesuaikan dengan sasaran.  Demikian juga alat
bentu pendidikan disesuaikan. Untuk sasaran kelompok, maka metodenya harus
berbeda dengan sasaran media massa dan sasaran individual. Untuk sasaran masssa
pun harus berbeda dengan sasaran individual dan sebagainya. Salah satunya dengan
kelompok kecil, apabila peserta kegiatan itu kurang dari 15 orang biasanya kita
sebut kelompok kecil. Metode-metode yang cocok untuk kelompok kecil yang akan
dibahas adalah metode dengan brain Stroming

2.2 Definisi Brain Storming


Teknik brainstorming pertama kali dicetuskan oleh Alex Osborn pada tahun

5
1953 dalam bukunya Applied Imagination. Penggalian ide dengan  teknik ini
bermula dari pemikiran Osborn yang menganggap bahwa aliran ide spontan yang
muncul dari banyak orang lebih baik daripada gagasan seorang diri. Brainstorming
mengacu pada penggalian ide berdasarkan kreativitas berpikir manusia. Peserta
diskusi bebas menyampaikan pendapat tanpa rasa takut terhadap kritik dan
penilaian sebab selama tahap pengumpulan ide semua gagasan akan ditampung
tanpa memberi label ide baik atau ide buruk. Proses diskusi dan evaluasi baru
dimulai ketika semua ide telah tergali habis dan tidak ada lagi gagasan menarik
yang ingin disampaikan oleh anggota kelompok.    

Metode curah pendapat brainstorming adalah metode pengumpulan-


pengumpulan sejumlah besar gagasan dari sekelompok orang dalam waktu singkat,
metode ini sering digunakan dalam pemecahan atau penyelesaian masalah yang
kreatif dan dapat digunakan sendiri atau sebagai bagian dari strategi lain (Sani,
2013).
Menurut Morgan (Suprijanto, 2009) brainstorming adalah salah satu bentuk
berpikir kreatif sehingga pertimbangan memberikan jalan untuk berinisiatif kreatif.
Peserta didorong untuk mencurahkan semua ide yang timbul dari pikirannya dalam
jangka waktu tertentu berkenaan dengan beberapa masalah, dan tidak diminta
untuk menilainya selama curah pendapat berlangsung
Kang dan Song (Suprijanto, 2009) metode brainstorming adalah teknik
diskusi kelompok dimana anggotanya menyatakan sebanyak mungkin ide-idenya
atas topik tertentu tanpa hambatan dan pertimbangan aplikasi praktisnya.
Spontanitas dan kreativitas merupakan bagian penting dalam curah pendapat
penilaian terhadap ide-ide dilakukan pada sesi berikutnya.

6
Menurut peneliti dapat disimpulkan bahwa metode brainstorming adalah
suatu bentuk diskusi dimana peserta didorong untuk menyatakan gagasan,
pendapat, informasi, pengetahuan, pengalaman serta ide-ide mengenai suatu
masalah tanpa adanya penilaian dari peserta lain.
Metode ini modifikasi dari metode diskusi kelompok. Prinsipnya sana
dengan metode diskusi kelompok. Bedanya, pada permulaan pemimpin kelompok
memancing dengan satu masalah dan kemudian tiap peserta memberikan jawaban
atau tanggapan (curah pendapat). Tanggapan atau jawaban-jawaban tersebut
ditampung dan ditulis dalam flipchart atau papan tulis. Sebelum semua peserta
mencurahkan pendapatnya, tidak boleh dikomentari oleh siapa pun. Baru setelah
semua anggota dikeluarkan pendapatnya, tiap anggota dapat mengomentari, dan
akhirnya terjadi diskusi.
Berikut ini adalah karakteristik dari proses berpikir kritis dan penjabarannya :
1. Konseptualisasi: Konseptualisasi artinya proses intelektual membentuk suatu
konsep. Dan konseptualisasi merupakan pemikiran abstrak yang digeneralisasi
secara otomatis menjadi simbol-simbol dan disimpan di dalam otak.
2. Rasional dan Beralasan (reasonable): Artinya argumen yang diberikan selalu
berdasarkan analisis dan mempunyai dasar kuat dari fakta atau fenomena nyata.
3. Reflektif: Artinya bahwa seorang pemikir kritis tidak menggunakan asumsi atau
persepsi dalam berfikir atau mengambil keputusan, tetapi akan menyediakan
waktu untuk mengumpulkan data dan menganalisisnya berdasarkan disiplin
ilmu, fakta, dan kejadian.
4. Bagian dari suatu sikap: Yaitu bagian dari suatu sikap yang harus diambil.
Pemikir kritis akan selalu menguji apakah sesuatu yang dihadapi itu lebih baik
atau lebih buruk dibanding yang lain, dengan menjawab pertanyaan mengapa
bisa begitu dan bagaimana seharusnya.
5. Kemandirian Berfikir: Seorang pemikir kritis selalu berfikir dalam dirinya,
tidak pasif menerima pemikiran dan keyakinan orang lain, menganalisis semua
isu, memutuskan secara benar, dan dapat dipercaya.

2.3 Tujuan dan Manfat Brainstorming


1. Tujuan Brainstorming

7
Brainstorming bertujuan untuk mendapatkan gagasan dan ide-ide baru
dari anggota kelompok dalam waktu yang relatif singkat tanpa adanya sifat kritis
yang ketat, untuk membuat kompilasi (kumpulan) pendapat, informasi,
pengalaman semua peserta yang sama atau berbeda. Hasilnya kemudian
dijadikan peta informasi, peta pengalaman, atau peta gagasan (mindmap) untuk
menjadi pembelajaran bersama. Metode ini digunakan untuk menguras habis apa
yang dipikirkan para siswa dalam menanggapi masalah yang dilontarkan guru di
kelas tersebut.
2. Manfaat Brainstorming
Sedangkan manfaat yang bisa diperoleh oleh suatu tim kerja yang
melakukan teknik brainstorming, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi masalah:
Teknik brainstorming cukup efektif untuk menyelidiki sebab
akibat terjadinya masalah karena masing-masing peserta diskusi akan
mengeksplorasi faktor-faktor pemicu masalah. Setelah semua peserta
mengutarakan gagasannya mediator bisa menarik kesimpulan penyebab
permasalahan tersebut. 
2. Menganalisis situasi:
Peserta diskusi akan menganalisis permasalahan dan situasi yang
dihadapi oleh tim kerja tersebut saat ini.
3. Mengalirkan ide-ide baru:
Manfaat utama dari teknik brainstorming adalah mendapatkan
ide sebanyak mungkin dari para anggota. Semua peserta bebas
menyampaikan ide kreatif tanpa dibatasi oleh aturan-aturan tertentu.
4. Menganalisis ide-ide:
Aliran ide-ide segar dan inovatif dari peserta diskusi akan
dianalisis dalam sebuah diskusi lanjutan. Panel diskusi kemudian akan
membahas ide-ide mana saja yang relevan dan dapat diterapkan untuk
mengatasi masalah tersebut.
5. Menentukan alternatif pemecahan masalah:
Panel diskusi menentukan alternatif pemecahan masalah
berdasarkan ide-ide yang telah disepakati bersama. 

8
6. Merencanakan langkah-langkah dan kegiatan yang akan dilakukan untuk
memperbaiki masalah

Salah satu manfaat dari teknik ini adalah untuk menyusun langkah-
langkah berikutnya sebagai upaya perbaikan masalah. Panel diskusi dapat
merumuskan perencanaan jangka panjang berdasarkan curah gagasan atau sumbang
saran dari peserta brainstorming.

2.4 Model-model Dari Brain Stroming


1. Verbal Brainstorming adalah kegiatan bertukar pikiran dalam sebuah
kelompok yang dilakukan secara verbal dengan tatap muka dalam sebuah
pertemuan langsung.
2. Nominal Brainstorming adalah kegiatan bertukar pikiran dalam sebuah
kelompok akan tetapi tidak dilakukan secara langsung artinya ketika
bertukar pikiran menggunakan alat bantu seperti kertas atau dengan
cara chatting.
3. Electronic Brainstorming adalah kegiatan bertukar pikiran dalam sebuah
kelompok yang dilakukan secara elektronik dengan menggunakan alat
seperti group support system. 

2.5 Peraturan Metode Brain Storming


Tujuan penggunaan metode brainstorming menurut Subana (2009:106)
ialah “menguras habis segala sesuatu yang dipikirkan oleh peserta dalam
menanggapi masalah yang dilontarkan pendidik kepadanya”. Ada seperangkat
aturan bagi peserta yang harus diikuti dan prosedur yang dirancang secara jelas
terhadap seluruh kegiatan. Peraturan dalam melaksanakan brainstorming (Sani,
2013) adalah sebagai berikut:
1. Tidak ada kritik: Pendidik dan peserta didik juga tidak boleh menilai atau
mengkritik ide dalam tahap mengeluarkan ide. Penilaian ditangguhkan pada
tahap evaluasi ide. Jika tidak ada penilaian dan kritik pada tahap
penyampaian ide, hambatan dalam menyampaikan ide dapat diatasi sehingga
kreatif individu dapat berkembang.
2. Bebas dan santai: Setiap peserta didik bebas untuk menyumbang ide setiap

9
saat dan membangun ide-ide lain bagi dirinya.
3. Fokus pada kuantitas ide (bukan kualitas): Tujuan kegiatan adalah untuk
menghasilkan ide sebanyak mungkin, pada tahap awal kegiatan, sangat
penting untuk menggali ide sebanyak mungkin tanpa memperhatikan
kualitas ide yang disampaikan peserta didik.
4. Setiap ide harus dicatat: Setiap ide harus ditulis, walaupun bukan merupakan
ide yang bagus atau mirip dengan ide yang telah disampaikan sebelumnya,
asalkan dikemukakan dengan cara yang berbeda.
5. Inkubasi sebelum mengevaluasi: Peserta didik harus diberi kesempatan
untuk berhenti atau beristirahat (beberapa menit atau mungkin satu malam)
setelah tahap mengemukakan ide.
2.6 Tahapan Dari Teknik Brain Stroming
1. Pemberian informasi dan motivasi: Pada tahap ini leader menjelaskan
masalah yang akan dibahas dan latar belakangnya,  kemudian mengajak
kelompoknya agar aktif untuk memberikan tanggapannya. 
2. Identifikasi: Anggota diajak memberikan sumbang saran pemikiran
sebanyak-banyaknya. Semua saran yang diberikan anggota ditampung,
ditulis dan jangan dikritik. Pemimpin kelompok dan peserta dibolehkan
mengajukan pertanyaan hanya untuk meminta penjelasan.  
3. Klasifikasi: Mengklasifikasi berdasarkan kriteria yang dibuat dan disepakati
oleh kelompok. Klasifikasi bisa juga berdasarkan struktur atau faktor-
faktor lain.  
4. Verifikasi: Kelompok secara bersama meninjau kembali sumbang saran
yang telah diklasifikasikan. Setiap sumbang saran diuji relevansinya dengan
permasalahan yang dibahas. Apabila terdapat kesamaan maka yang diambil
adalah salah satunya dan yang tidak relevan dicoret. Namun kepada pemberi
sumbang saran bisa dimintai argumentasinya.  
5. Konklusi (Penyepakatan): Pimpinan kelompok beserta peserta lain mencoba
menyimpulkan butir-butir alternatif pemecahan masalah yang disetujui.
Setelah semua puas, maka diambil kesepakatan terakhir cara pemecahan
masalah yang dianggap paling tepat. 

10
2.7 Langkah-langkah Dalam Melakukan Brain Storming
Tahapan yang umum dilakukan dalam mengumpulkan dan mengevaluasi
ide melalui brainstorming menurut Sani (2013) adalah sebagai berikut:

1. Persiapan:
a. Menentukan dan mempersiapkan alat peraga ataupun media
pembelajaran lainya yang digunakan
b. Mempersiapkan jawaban yang bena tentang permasalahan yang dibahas
peserta didik
2. Pendidik menjelaskan aturan pelaksanaan curah pendapat dan menentukan
topik atau permasalahan yang akan dikaji.
3. Pendidik memilih salah seorang peserta didik untuk menjadi notulen yang
akan menulis semua ide atau pendapat yang diajukan peserta didik.
4. Semua peserta didik didorong untuk mengemukakan ide atau pendapat tanpa
ada kritik.
5. Pendidik memberikan waktu istirahat dan meminta pada notulen untuk
menampilkan catatan yang telah dibuat (boleh menggunkan proyektor atau
kertas yang ditempel di papan tulis).
6. Pendidik memandu kelas untuk menganalisis dan mengevaluasi ide yang
telah dikumpulkan untuk memilih ide yang relevan dan membuang ide yang
tidak relevan dibuat menjadi satu ide.
7. Jika anggota kelompok tidak aktif menyumbangkan ide. Pendidik perlu
menekankan kembali aturan dan proses. Hal ini yang perlu ditinjau pada
kelompok adalah kualitas pemimpin atau ketua kelompok yang harusnya

11
antusias, memiliki rasa humor, mampu mengemukakan ide sendiri ketika ide
kelompok mulai mengering dan hal lain yang dapat membantu keberhasilan
kelompok.
beberapa variasi dapat dilakukan dalam pelaksanaan brainstorming
menurut Sani (2013), misalnya sebagai berikut:
a. Pengumpulan ide berkeliling (brainstorming circle), yakni melakukan
pengumpulan ide dalam setiap kelompok secara bergantian pada selembar
kertas. Ketua kelompok dapat memulai menulis sebuah ide, kemudian kertas
diberikan pada teman yang disebelahnya dan diminta untuk menuliskan
idenya, demikian seterusnya sampai semua peserta didik menulis idenya.
b. Curah pendapat dengan bergerak keliling (carousel brainstorming) dapat
digunakan dengan menempelkan masing-masing kertas pendapat pada
dinding atau ditempel di meja kelompok dan anggota kelompok yang lain
menambahkan ide pada kertas tersebut.
c. Pemilihan konsep-konsep utama dari daftar ide dan membuat pencabangan
pada ide lainnya (brainstorming tree). Pembuatan jejaring ide ini dapat
dilakukan pada tahap evaluasi dalam upaya memilih ide yang paling penting
atau mengidentifikasi faktor-faktor yang saling terkait dengan topik dan
masalah yang akan diselesaikan.
2.8 Kelebihan Dan Kelemahan Metode Brain Storming
Setiap metode yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran memiliki
kelebihan maupun kekurangan masing-masing. Kelebihan dapat digunakan sebagai
acuan dalam pelaksanaan metode pembelajaran tersebut sedangkan. Menurut
Roestiyah (2012) kelebihan metode brainstrorming sebagai berikut:
1. Anak-anak aktif berfikir untuk menyatakan pendapat.
2. Melatih peserta berpikir dengan cepat dan tersusun logis.
3. Merangsang peserta untuk selalu siap berpendapat yang berhubungan dengan
masalah yang diberikan oleh pendidik.
4. Meningkatkan partisipasi peserta dalam menerima pelajaran.
5. Peserta yang kurang aktif mendapat bantuan dari temannya yang pandai atau
dari pendidik.
6. Terjadinya persaingan yang sehat.

12
7. Anak merasa bebas dan gembira.
8. Suasana demokrasi dan disiplin dapat ditumbuhkan.
Walaupun teknik ini baik dan memiliki kelebihan tetapi juga mempunyai
kelemahan. Kekurangan dapat dijadikan acuan agar metode pembelajaran itu dapat
berjalan dengan lebih baik lagi. Menurut Roestiyah (2012) beberapa kelemahan
metode brainstorming sebagai berikut:
1. Pendidik kurang memberi waktu yang cukup kepada peserta untuk berpikir
dengan baik.
2. Anak yang kurang selalu ketinggalan.
3. Kadang-kadang pembicaraan hanya dimonopoli oleh anak yang pandai saja.
4. Pendidik hanya menampung pendapat tidak pernah merumuskan
kesimpulan.
5. Peserta tidak segera tahu apakah pendapatnya itu betul atau salah.
6. Masalah bisa berkembang ke arah yang tidak diharapkan.
2.9 Contoh Penerapan Metode Brain Stroming
Brainstorming biasa dilakukan dilingkungan organisasi yang sifatnya
formal. Lingkungan organisasi yang menerapkan brainstorming, biasanya
digunakan sebagai alat pengambilan keputusan guna menggagas ide-ide yang tepat
untuk diterapkan dalam berbagai penugasan-penugasan yang sifatnya formal.
Pengambilan suatu keputusan yang dilakukan akan disepakati bersama
oleh tiap-tiap anggota organisasi dan pimpinan penyelenggara brainstorming.
Setelah diputuskan bersama, gagasan atau ide tersebut mulai diterapkan sesuai
dengan rangkaian atau urutan yang dibuat dan disepakati. Pelaksanaan dari gagasan
atau ide tersebut harus dilaksanakan dengan baik dan sesuai agar tercipta kondisi
kerja aktif pada tiap-tiap anggota dalam organisasi. Berikut contoh pengaturan
penerapan Brainstroming

Peserta:

Pelaksana:

13
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Curah pendapat (brainstorming) adalah suatu teknik kreativitas yang


mengupayakan pencarian penyelesaian dari suatu masalah tertentu dengan
mengumpulkan gagasan secara spontan dari anggota kelompok. Beberapa hal yang
perlu diperhatikan dalam pelaksanaan curah pendapat adalah metode (anonim atau
tidak, penggunaan komputer, dll.), insentif bagi para peserta, serta hambatan yang
mungkin muncul (sifat individu, interaksi sosial, dll).
Proses pembelajaran dengan menggunakan metode brainstorming ini
memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mampu menampilkan
kemandirian serta pengarahan diri, memiliki keterbukaan dan keutuhan diri dalam
memilih alternatif tindakan terbaik, mampu menyampaikan pendapat dan
mengaktualisasi diri dalam memecahkan suatu masalah serta mampu menghargai
pendapat orang lain.

3.1 Saran
Dalam penulisan dan penyusunan makalah ini penulis menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan terdapat banyak kekurangan yang
harus diperbaiki. Hal ini dikarenakan masih minimnya pengetahuan penulis. Oleh
karena itu kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat penulis harapkan
sebagai bahan evaluasi untuk kedepannya.

14
DAFTAR PUSTAKA

Novalia ifa. 2018. Pengaruh metode Brainstroming, Buzz group and Simulation (BBS)
terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan merokok pada remaja [tesis]. Surabaya [ID]:
Universitas Airlangga Surabaya
eprints.ums.ac.id › Bab_IPDF
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Curah_pendapat
http://www.sumbarsehat.com/2014/03/metode-pelaksanaan-promosi-kesehatan.html?
m=1j
https://id.scribd.com/doc/56617129/MODEL-Brainstorming-and-Mind-Mapping
http://derissovianpratama.blogspot.com/2016/12/tugas-brainstorming.html?m=1
http://adfa19.blogspot.com/2013/05/brainstorming.html?m=1
http://selvia91.blogspot.com/2014/05/brainstorming.html?m=1
https://www.google.com/url?
sa=t&source=web&rct=j&url=http://jurnal.fkip.unila.ac.id/index.php/JKD/article/downl
oad/4286/2682&ved=2ahUKEwjegomp44_qAhWk4nMBHUlcDvo4ChAWMAJ6BAg
GEAs&usg=AOvVaw0FXdGBZWF7VsHYWBGgeCXf

15