Anda di halaman 1dari 6

BUKU NONFIKSI

Buku nonfiksi merupakan buku yang dibuat berdasarkan fakta, realitas, atau hal-hal yang
benar-benar terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Jenis buku nonfiksi salah satunya adalah buku pengayaan. Buku pengayaan adalah buku yang
isinya bermanfaat untuk menambah dan meningkatkan pengetahuan siapa saja yang
membacanya, baik dalam hal ilmu pengetahuan maupun keterampilan. Dalam dunia
pendidikan, buku pengayaan juga memiliki tujuan membentuk kepribadian peserta didik dan
pendidik.”
Jenis-jenis buku nonfiksi

JENIS JENIS BUKU NONFIKSI 

1. BUKU BIOGRAFI 
    Buku biografi adalah buku yang berisi riwayat hidup seseorang. Buku itu ditulis untuk
mendokumentasikan peristiwa penting yang dialami seseorang, tentu buku biografi ditulis agar
dapat menginspirasi pembaca. 

2. BUKU PENDAMPING 
    Buku pendamping adalah buku yang berfungsi untuk mendampingi buku utama. Biasanya
buku pendamping disebut pula buku pengayaan jadi, buku pendamping biasanya ditulis setelah
ada buku utama. Sebagai contoh, buku pengayaan untuk anak sekolah. Kegiatan buku pelajaran
itu masih bersifat umum. Jadi, buku pelajaran memerlukan buku pendamping untuk menjelaskan
buku utama, karena ada beberapa bagian dari buku utama yang tidak bisa dijelaskan dalam buku
utama. Ini disebabkan space atau pedoman penulisan buku utama tersebut. 

3. BUKU LITERATUR
    Buku literatur adalah buku yang difungsikan sebagai rujukan kajian keilmuan, buku literatur
sering di sebut diktat atau buku kuliah, buku literatur sering  ditulis berdasarkan penelitian. Jadi,
buku ini mempunyai kadar keilmiahan sangat tinggi. Maka, buku ini sering ditulis dosen atau
peneliti. 

4. BUKU MOTIVASI
    Buku motivasi adalah buku yang berisi kajian psikologis untuk membantu mengbangkitkan
gairah atau semangat pembacanya. Buku motivasi dapat disusun berdasarkan kajian keagamaan
dan moral. Buku motivasi sering ditulis oleh entrepreneur. Dengan membaca buku motivasi,
pembaca mendapatkan energi baru untuk meneruskan hidup. 

CIRI CIRI BUKU NONFIKSI

1. Memiliki ide yang ditulis secara jelas, logis dan sistematika


2. Mengandung informasi yang sesuai dengan fakta/data
3. Menyajikan temuan baru atau merupakan penyempurna dari temuan yang sudah ada 
4. Memuat motivasi, rancangan, dan pelaksanaannya penelitian yang tertuang jelas. 
5. Penulis menyajikan analisis data yang dipaparkan dalam tulisannya 

1. Prinsip
a. Butir-butir penting buku pengayaan terdiri dari identitas buku, manfaat materi/isi buku,
format buku, penyajian materi/isi buku, bahasa yang digunakan, kelebihan buku.

2. Prosedur
a. Langkah-langkah menemukan butir-butir penting dari satu buku pengayaan (nonfiksi)
yang dibaca:
1) Menentukan butir-butir penting buku pengayaan (nonfiksi);
a) Menentukan identitas buku,
b) Menentukan manfaat materi/isi buku,
c) Menentukan format buku,
d) Menentukan penyajian materi/isi buku,
e) Menentukan bahasa yang digunakan buku,
f) Menentukan kelebihan buku,
g) Menentukan kekurangan buku.

b. Langkah-langkah menyusun laporan butir-butir penting dari buku pengayaan


(nonfiksi):
1) Menyusun laporan hasil analisis butir-butir penting dari buku pengayaan (nonfiksi)
yang dibaca;
a) Menyusun laporan hasil analisis identitas buku yang dibaca,
b) Menyusun laporan hasil analisis manfaat materi/isi buku yang dibaca,
c) Menyusun laporan hasil analisis format buku yang dibaca,
d) Menyusun laporan hasil analisis penyajian materi/isi buku yang dibaca,
e) Menyusun laporan hasil analisis bahasa yang digunakan buku yang dibaca ,
f) Menyusun laporan hasil analisis kelebihan buku yang dibaca,
g) Menyusun laporan hasil analisis kekurangan buku yang dibaca.

2) Mengungkapkan hasil analisis butir-butir penting dari buku pengayaan (nonfiksi) yang
dibaca.
a) Mengungkapkan hasil analisis identitas buku yang dibaca,
b) Mengungkapkan hasil analisis manfaat materi/isi buku yang dibaca,
c) Mengungkapkan hasil analisis format buku yang dibaca,
d) Mengungkapkan hasil analisis penyajian materi/isi buku yang dibaca,
e) Mengungkapkan hasil analisis bahasa yang digunakan buku yang dibaca ,
f) Mengungkapkan hasil analisis kelebihan buku yang dibaca,
g) Mengungkapkan hasil analisis kekurangan buku yang dibaca.
A. Butir-butir Penting Buku Pengayaan (Nonfiksi)
butir-butir penting buku pengayaan (nonfiksi) adalah sebagai berikut :
1. Identitas Buku
Identitas buku perlu dicatat agar pembaca mengetahui referensi buku. Untuk mencatat
identitas buku, klasifikasi buku itu perlu dipaparkan sedetail mungkin agar buku yang sudah
dibaca dapat diidentifikasi oleh pembaca yang lain.
Contoh penulisan identitas buku nonfiksi.
Judul : 4 Hari Mahir Menulis Artikel, Cerpen, Novel, Skripsi
ISBN : 978-602-7608-72-6
Penulis : Agustina Soebachman
Penerbit : Syura Media Utama
Terbit : Februari 2014
Isi : 102 halaman

2. Manfaat Materi/Isi Buku


Setelah membaca buku nonfiksi, pembaca perlu mencatat manfaatnya untuk mendalami
informasi ataupun materi dari buku tersebut.

3. Format Buku
Format buku sangat menentukan seberapa besar pembaca tertarik pada isinya, seperti sampul
buku/cover yang dikemas dengan menarik. Tampilan buku dan gambar-gambar pendukung juga
menjadi daya tarik khusus bagi pembaca, karena dengan format buku yang menarik, orang-orang
akan termotivasi untuk mengetahui materi buku secara mendalam.

4. Penyajian Materi/Isi Buku


Penyajian materi dalam buku nonfiksi harus menarik, terutama dalam menyampaikan isi.
Penyajian isi yang baik harus memenuhi beberapa kriteria, antara lain memenuhi standar
penulisan ilmiah, bahasa pengarang mudah dipahami, dilengkapi dengan contoh atau ilustrasi,
dan ilustrasi mendukung uraian. Penyajian isi yang baik dan menarik akan lebih mendapat
perhatian pembaca dibandingkan dengan penyajian yang biasa-biasa saja.

5. Bahasa yang Digunakan


Bahasa yang digunakan dalam buku nonfiksi hendaknya bahasa yang lugas, logis, menarik,
dan mudah dipahami. Bahasa yang mudah dipahami tidak banyak menggunakan majas.

6. Kelebihan Buku
Sebuah buku nonfiksi dianggap bermutu atau memiliki kelebihan apabila memenuhi
kebutuhan informasi atau ilmu pengetahuan pembaca, isinya dapat dipertanggungjawabkan,
menyajikan sebuah perspektif yang baru dan segar terhadap suatu topik, dan memberi inspirasi.

B. Format Menyusun Laporan Butir-butir Penting Buku Pengayaan (Nonfiksi)

No Butir-butir Penting Buku Uraian


. Pengayaan (Nonfiksi)
Judul :
ISBN :
Penulis :
1. Identitas Buku
Penerbit :
Terbit :
Isi :
2. Manfaat Materi/Isi Buku
3. Format Buku
4. Penyajian Materi/Isi Buku
5. Bahasa yang Digunakan
6. Kelebihan Buku
7. Kekurangan Buku

Contoh :

No Butir-butir Penting Buku Uraian


. Pengayaan (Nonfiksi)
1. Identitas Buku Judul : Kemahiran Menyimak (Teori dan
Pembelajaran)
ISBN : 978-602-99394-3-9
Penulis : Prof. Dr. Dedi Heryadi, M.Pd.
Penerbit : Program PPS Unsil Press
Terbit : 2014
Isi : 165 halaman
2. Manfaat Materi/Isi Buku Buku “Kemahiran Menyimak (Teori dan
Pembelajaran)” materi atau isinya sangat bermanfaat
untuk pembaca agar lebih bisa memahami hakikat
menyimak yang sesungguhnya, pembaca mengetahui
faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi
keberhasilan menyimak, dan agar pembaca
mengetahui kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik
dalam menyimak.
Khusus bagi para guru dan calon guru bahasa,
buku ini bermanfaat untuk menambah wawasan
tentang model-model pembelajaran menyimak
sehingga terdorong untuk meningkatkan aktivitas
pembelajaran menyimak pada para siswa yang
dididiknya.
3. Format Buku Bentuk buku “Kemahiran Menyimak (Teori dan
Pembelajaran)” agak kurang menarik karena sampul
bukunya tidak menggunakan gambar, tetapi hanya
menggunakan warna, yaitu perpaduan antara warna
hijau muda dan warna hijau tua. Bagian sampul
belakang buku ini terdapat catatan tentang penulis
dan terdapat pula foto penulisnya, sehingga pembaca
bisa lebih mengetahui latar belakang dan wajah
penulis.
Buku ini berukuran agak kecil, yaitu 21cm x
16cm, dan tebalnya hanya 1cm, sehingga mudah dan
tidak berat untuk dibawa-bawa.
4. Penyajian Materi/Isi Buku Penyajian materi/isi buku “Kemahiran
Menyimak (Teori dan Pembelajaran)” menggunakan
bahasa yang mudah dipahami, materi yang dijelaskan
juga dilengkapi dengan contoh atau ilustrasi, dan
ilustrasinya pun mendukung penjelasan atau uraian
yang disampaikan.
5. Bahasa yang Digunakan Bahasa buku “Kemahiran Menyimak (Teori dan
Pembelajaran)” menggunakan bahasa yang lugas,
logis, mudah dipahami, tidak menggunakan majas,
dan tidak menimbulkan makna ganda.
6. Kelebihan Buku Buku “Kemahiran Menyimak (Teori dan
Pembelajaran)” sudah memenuhi kebutuhan
informasi atau ilmu pengetahuan pembaca tentang
kemahiran menyimak, isinya dapat
dipertanggungjawabkan karena buku ini memiliki
daftar pustaka, dan buku ini memberikan inspirasi
kepada pembaca agar bisa menyimak dengan baik.
7. Kekurangan Buku Buku “Kemahiran Menyimak (Teori dan
Pembelajaran)” memiliki kekurangan pada format
bukunya, karena tampilan buku ini terlihat biasa-
biasa saja dan tidak terdapat gambar-gambar
pendukung, sehingga tidak ada daya tarik khusus
bagi pembaca.