Anda di halaman 1dari 3

Nama : andini agustin chamelia

NIM : 1702012389
Kelas : 6b Keperawatan

A. RUANG LINGKUP KEPERAWATAN KELUARA

1. Keluarga sebagai konteks


Pada asuhan keperawatan tingkatan pertama ini yang menjadi fokus pelayanan kesehatan adalah
individu, sedangkan keluarga merupakan latar belakang atau fokus sekunder. Keluarga
dipandang sebagai area yang penting dari klien dan oleh karena itu keluarga merupakan
dukungan terbesar bagi klien. Atau kata lain asuhan yang berfokus pada keluarga.
Contoh : Gangguan pola nafas pada An. E (2 Th) di keluarga Tn. N (29 th) dengan Asma.

2. Keluarga dipandang sebagai kumpulan atau atau jumlah anggota keluarga secara
individu
Asuhan keperawatan diberikan bukan hanya pada satu individu tetapi bisa lebih dalam satu
keluarga. Dalam tingkatan ini garis depannya adalah masing-masing klien yang dilihat sebagai
unit terpisah dengan unit yang berinteraksi.
Contoh : Tidak efektifnya bersihan jalan nafas pada An. C (14 th) dan An. H (7 Th) dikeluarga
Tn. O (45 th) dengan Diare.

3. Subsistem keluarga sebagai klien


Sub sistem keluarga adalah pusat perhatian atau fokus sebagai penerima pengkajian serta
intervensi. Keluarga initi, keluarga besar, dan sub sistem keluarga lainya adalah unit analisis dan
asuhan.
Contoh : Masalah pada keluarga yang diawali dengan komunikasi yang tidak efektif antar
anggota keluarga.
Contoh : Kesalahpahaman yang terjadi pada pasangan baru menikah terhadap peran dan
fungsinya masing-masing.

4.  Keluarga sebaga klien


Keluarga dipandang sebagai klien atau fokus keperawatan, keluarga menjadi bagian depan
sedangkan anggota keluarga yang lain menjadi latar belakang.
Contoh : Masalah yang timbul pada sebuah keluarga dikarenakan koping   
Keluarga tidak efektif  saat menunggu kehadiran anggota keluarga yang baru.

B. PERAN PERAWAT DALAM KELUARGA


Sebagai kekhususan perawat keluarga memiliki peran yang cukup banyak dalam memberikan
asuhan keperawatan keluarga diantaranya:
1.Peran perawat sebagai pendidik/educator
Perawat memberikan pendidikan kesehatan pada keluarga dalam rentang sehat sakit.
Contoh:
a. Pendidikan kesehatan tentang pentingnya imunisasi pada balita.
b. Mengajarkan pencegahan ISPA pada ibu dengan anak-anak beresiko terserang ISPA
c. Mengajarkan cara membersihkan kotoran pada hidung anak saat anak terserang batuk pilek

2.Peran perawat sebagai penghubung/kodinator/kolaborator


Dalam menjalankan peran ini, perawat mengkoordinasikan keluarga dengan pelayanan
kesehatan.
Contoh :
a. Perawat membantu dan membimbing keluarga yang diketahui terserang TB  
    mendapatkan pengobatan TB paru di puskesmas.
b. Perawat bersama keluarga menentukan siapa individu yang akan dijadikan
    sebagai orang yang selalu mengingatkan anggota keluarga dengan TB untuk
    minum obat.
  
3.Peran perawat sebagai pelindung/advocate
Perawat memberikan perlindungan atas kesamaan keluarga dalam mendapatkan pelayanan
kesehatan.
Contoh :
Perawat membantu keluarga dalam pengurusan surat keterangan tidak mampu      dalam rangka
mendapatkan dana kesehatan melalui program pemerintah melalui jaring pengaman
kesehatan/askeskin pada keluarga miskin.

4.Peran perawat sebagai pemberi pelayanan langsung


Perawat memberikan pelayanan kesehatan langsung pada keluarga.
Contoh :
Mengajarkan pada keluarga pembuatan obat pereda batuk pilek dengan perasan jeruk nipis yang
dicampur madu.
     
5.Peran perawat sebagai konselor
Perawat memberikan beberapa alternatif pemecahan masalah berkaitan dengan masalah yang
dihadapi keluarga tanpa harus ikut dalam pengambilan keputusan keluarga tersebut.
Contoh :
a. Perawat keluarga memberikan beberapa alternatif alat kontrasepsi yang akan dipilh pasangan
muda, dengan keputusan tetap ada paa pasangan muda tersebut.
b. Perawat keluarga memberikan informasi jenis pelayanan kesehatan yang bisa dikunjungi
keluarga.

6.Peran perawat sebagai modifikator lingkungan


Contoh :
Perawat memberikan gambaran yang jelas bagaimana lingkungan yang aman pada keluarga
dengan lansia yang sudah menurun penglihatannya, seperti halnya lantai yang dibuat tidak licin,
penataan peralatan rumah tangga yang rapi, diberikan pegangan ke ruangan lansia ataupun ke
kamar mandi.
Contoh :
Perawat memberikan penjelasan berkaitan dengan bagaimana mencegah anak terkena ISPA
dengan tidak memberikan jajanan sembarangan, orangtua khususnya ibu membuat makanan
tambahan yang menarik dengan gizi seimbang.