Anda di halaman 1dari 44

CARA-CARA MELAKUKAN PERAWATAN PADA KOMPONEN SEPEDA

MOTOR

1. RANTAI

1.1 Cara Merawat Rantai Sepeda Motor.

Salah satu komponen dalam sepeda motor yang dapat menjamin keamanan
dan kenyamanan dalam berkendara adalah rantai sepeda motor. Namun, beberapa
orang kurang memperhatikan komponen sepeda motor yang satu ini. Padahal jika
tidak dirawat dengan benar, dapat terkena risiko kecelakaan yang fatal. Berikut ini
adalah beberapa kiat bagaimana cara merawat rantai sepeda motor Anda agar
tetap dalam kondisi prima.

1) Periksalah bagian-bagian lain rantai secara teliti. Salah satu bagian


yang perlu Anda periksa adalah bagian pin dan sambungan rantai.
Periksalah pin dan sambungan pada rantai apakah pemasangannya
sudah benar. Perhatikan juga apakah ada perubahan pada posisi pin
dan sambungan. Sebab, jika terjadi kesalahan dalam pemasangan
atau posisi klip / penguncinya berubah, dapat menyebabkan rantai
lepas dari sambungan. Biasanya hal ini terjadi ketika Anda
memacu sepeda motor dalam kecepatan tinggi atau memacu sepeda
motor dengan beban yang berat.
2) Ukurlah tingkat kekencangan pada rantai. Jarak simpangan atau
ukuran kekencangan dapat mempengaruhi kencang atau kendurnya
rantai. Oleh sebab itu, simpangan atau jarak kekencangan rantai
harus diperhatikan. Informasi tentang hal ini dapat Anda lihat pada
stiker yang ada di tutup rantai roda.
3) Periksalah posisi rantai dengan penutupnya agar tidak renggang.
Hal ini akan menghindarkan terjadinya gesekan antara rantai
dengan penutupnya sehingga dapat mengurangi keluarnya suara
yang bising.

1
4) Pilihlah pelumas yang tepat untuk rantai. Hal ini akan membantu
juga mengurangi keausan rantai dan sprocket-nya dari gesekan.
Selain itu, pelumas pun akan membuat umur rantai lebih awet.
5) Segeralah periksa jika terdengar suara-suara yang aneh keluar dari
rantai sepeda motor, Hal untuk menghindari berbagai macam
kemungkinan yang dapat terjadi. Jika terdengar suara, segera
berhentikan sepeda motor, kemudian periksa apakah penyebabnya.
Biasanya, salah satu penyebab timbulnya suara adalah karena
longgarnya rantai sepeda motor.
6) Periksalah kebersihan rantai sepeda motor. Perawatan rantai sepeda
motor agar tetap bersih perlu dilakukan secara berkala. Hal ini penting
karena dapat mempengaruhi kekuatan rantai sepeda motor Anda.

2. KNALPOT

Knalpot merupakan komponen yang berfungsi untuk mengeluarkan sisa


pembakaran yang terjadi pada mesin yang sangat berguna dan salah satu peredam
suara salah satunya.

2.1 Cara Merawat Knalpot:

1) Bersihkan Kerak yang terdapat pada leher knalpot.


2) Periksa Ring yang terdapat antar mesin dan knalpot, Karen jika tidak akan
menyebabkan kebocoran dan kemasukan air karena tidak rapat.
3) Periksa kekencangan baut pada tiap kenalpot, Karen jika kendor knalpot
akan mudah bocor dan mengakibatkan knalpot bisa patah.
4) Berikan pelumas ( oli bekas) dengan memasukannya kedalan knalpot
secukupnya yang bertujuan agar kenalpot tidak mudah keropos.

2
3. VELG

Velg merupaka salah satu tumpuan pada sepeda motor yang harus dijaga
kekuatanya agar tidak terjadi kekacauan dalam berkendara dan nyaman dalm
perjalanan.

3.1 Cara Merawat Velg:

1) Bersihkan velg dengan menyemprotkan air bertekanan dan sabun hingga


bersih kemudian dilap hinga kering .
2) Janga mencuci dengan bahan kimia yang memiliki daya abrasif tinggi
(antara lain seperti senyawa chrome polish, rubbing compound, ordinary
wax yang memang dibuat untuk mengkilapkan cat bodi).
3) Bila velg telah kehilangan lapisan antikarat, bersihkan permukaan velg
dengan senyawa kimia seperti kompon atau mag wheel polish. Setelah
bersih, idealnya velg jenis ini Anda lapisi dengan cat baru setelah
sebelumnya diampelas rata pada seluruh permukaannya. Ini akan
membantu menahan serangan korosi yang semakin meningkat di musim
hujan.
4) Periksa kekencangan jari-jari agar velg selalu senter dan tidak oleng pada
waktu jalan.

4. REM

Rem merupakan komponen yang sangat penting untuk mengendalikan


kencangnya laju kendaraan serta untuk memberhentikan laju kendaraan.

4.1 MACAM-MACAM REM DAN PERAWATANNYA:

3
1) REM CAKRAM

Rem cakram merupakan rem yang menggunakan plat dengan kampas re


mini sangat efektif bekerjanya yaitu dengan sedikit system hidrilik dengan
pelumas oli untuk menekan.

CARA PERAWATAN REM CAKRAM:

a) Bersihkan piringan cakram jangan sampaia ada benda asing yang


masuk ke sela-sela antara kampas dengan piringan.
b) Periksa selalu pelumas dan jangan sampai habis.
c) Lepaskan Arm cakram jika terjadi kemacetan bonkar dan bersihkan
system hidroliknya sampai keluar masuknya seperti biasa.

2) REM TROMOL.

Rem tromol ini biasanya terdapat pada bagian belakang yang berguna
unyik memperhentikan roda pada laju kecepatan, fungsinya sama dengan
rem cakram

CARA PERAWATAN REM TROMOL

a) Periksa selalu kampas rem dengan membuka tromol bagian


belakang dengan melepas roda bagian belakang.
b) Jika kampas sudah tipis gantilah dengan yang baru.
c) Berikan oli pada tuas yang menarik kampas yang teradat pada
bagian bawah pada lanjutan pijakan agar tidak terjadi lengket.

5. OIL

4
Buat perawatan motor, ganti oli adalah hal yang paling penting, terutama
untuk motor 4 tak yang kebanyakan ada di dunia. Karena oli merupakan bagian
pelumas yang sangat penting supaya kinerja mesin tetap terjaga.

5.1 FUNGSI DARI PELUMASAN OLI PADA MESIN:

1) Mencegah gesekan secara langsung dua buah alat yang saling brputar atau
pun saling berhubungan.
2) Sebagai pendingin.
3) Merdam suara pada alat-alat yang saling bergesekan.
4) Memperpanjang umur alat yang saling berhubungan
5) Merapatkan hubungan kontak – kontak alat yang saling berhubungan

5.2 CARA MENGGANTI OLI YANG BENAR:

1) Ganti oli pada saat kondisi mesin panas, tujuannya agar oli mudah
mengalir pada kondisi panas.
2) buka tutup oli bagian atas kemudian buka bagiat tab ali yang terdapat di
bawah.
3) Siapkan tempat untuk menampung oli .
4) Jika oli suda tidak menetes , semprotkan angin kedalam bak oli agar sisan-
sia oli yang di dalam keluar.
5) Jika sudah bersih, tutup kembali baut penutup bagian bawah tang terdapat
pada blok mesin bawah.
6) Isikan oli yang sudah di siapkan sesuai dengan batas oli yang ada.
7) Pasang tutup oli ,engkol mesin tetapi kontak tetap pada posisis OFF agar
oli menyebar terlebih dahulu.
8) Hidupkan mesin.

Note:

5
Untuk menjaga agar mesin memiliki kemampuan yang tinggi, serta untuk
menjaga umur dari sebuah mesin, system pergantuan minyak pelumas secara
berkala harus di jaga baik-baik.

1) Untuk mesin yang masih baru atau pecobaan ( Runing In) gantilah
minyak pelumas setiap 500 Km.
2) Untuk mesin yang sudah lama, gantilah minyak pelumas setiap kendaraan
sudah di oprasikan 1500 – 2500 Km.

5.3 TANDA-TANDA GANGGUAN PADA SYSTEM PELUMASAN:

1) Minyak pelumas boros:

a) Siel katup rusak, atau batang katu longgar dengan rumahnya


b) Oli ikut terbakar, karena kerusakan ring piston, atau di karenakan
piston sudah longgar pada cylindernya.

2) Minyak Pelumas Cepat Encer:

a) Bensin masuk kedalam bak carter


b) Stelan karburator kurang tepat.
c) System pengaliran udara terhambat
d) Ring piston rusak atau patah
e) Piston sudah longgar pada cylindernya
f) Cylinder cacat atau aus.

6. SHOCKBREAKER

Shockbreaker memiliki peranan yang sangat penting untuk menunjang


kenyamaman dalam berkendara. Melalui alat ini, guncangan yang terasa pada
bodi mobil mampu diredam. Namun, akibat piranti berbahan logam baja tersebut
letaknya tersembunyi, banyak yang kurang memperhatikan perawatan

6
shockbreaker. Padahal alat ini juga memiliki umur yang terbatas. Apabila
shockbreaker mengalami keausan, maka daya tahannya pun berkurang, yang
membuat kenyamanan dalam berkendara menurun.

6.1 CARA MERAWAT SHOCKBREAKER:

1) Hindari jalan berlubang.


2) Jangan mengangkut beban berlebihan.
3) Bersihkan kotoran/debu yang menempel pada piston agar tidak terjadi
goresan yang mengakibatkan kebocoran dan juga bias mengakibatkan
kerusakan seal.
4) Periksa oli yang terdapat pada shocbreaker apakah masih banyak ato tidak,
jika sudah sedikt isikan kembali denganmenguras oli terlebih dahulu.
5) Periksa spring antara kanan dan kiri apakah masih sam panjangnya, Karen
jika tidak sama akan menyebabkan lenturan yang menyebabkan tidak
seimbang.

7. KARBURATOR.

Karburator salah satu komponen yang paling penting, maka dari itu harus
rajin-rajin membersihkan karburator. Pesawat karburator selalu terpasang pada
motor-motor bensin yang berfungsi untuk memproses bahan bakar bensin dengan
udara atmosfir, supaya menghasilkan kabut gas. Kabut gas yang telah mampu di
produksi oleh karburator, selnjutnya dihisap ke dalam silinder motor. Oleh Karen
itu, adanya perbedaan tekanan sewaktu piston melakukan langkah penghisapan.

Tenaga hasil pembakaran yang terjadi dalam cylinder sangat tergantung dari
kwlitas gas yang di produksi oleh karburator. Kabut gas yang terlampau banyak
bensin tetapi kurang udara akan mengakibatkan hasil pembakaran kurang

7
sempurna, secara penggunaan bahan bakar boros. Sedangkan kabut gas yang
telampau banyak udara tetapi kurang bensin mengakibatkan sulit untuk di bakar,
sehingga tenaga motor menjadi lemah. Pada motor bensin, perbandingan bahan
bakar dengan udara berkisar 1:6.

Pada sebuah mesin kwlitas bahan bakar yang masuk kedalam cylinder motor
sangat tergantung dari beberapa factor:

1) Nilai Oktan / kwalitas bahan bakar tersebut baik atau tidak. Bahan bakar
yang memiliki bilangan oktan yang tinggi sifatnya akan mudah terbakar
contohnya: premium super, premix memiliki bilangan oktan 98, sedangkan
bensin atau premium saja memiliki bilangan oktan 86. Angka oktan tinggi
menyebabkan motor tidak terdetonasi ( knocking).
2) Banyak sedikitnya bahan bakar di ruang pengabutan.
3) Banyak sedikitnya pengaliran udara yang terhisap oleh motor.

7.1 GANGGUAN YANG SERING TERJADI PADA MOTOR YANG


BERHUBUNGAN DENGAN SISTEM BAHAN BAKAR BIASANYA:

1) Motor Tidak hidup: di karenakan pengaliran bahan bakar dari tangki ke


karburator terhambat ( slang tersumbat)
2) Motor Sulit Hidup: dikarnakan kwalitas kabut gas yang masuk cylinder
tidak sebanding.
3) Bensin Boros: karena campuran bahab bakar terlampau kaya.

7.2 GANGGUAN YANG SERING TERJADI PADA KARBURATOR:

1) Piston Skep macet pada rumahnya, sehingga tidak dapat bergerak naik
turun.
2) Jarum skep aus, sehingga bensin boros.

8
3) Pelampung bocor,sehingga bensin banjir dan motor sulit hidup.
4) Stelan pelampung terlalu tinggi, sehingga bensin tidak lancar.
5) Stelan pelampung terlalu rendah sehingga karburator banjir.
6) Baut stelan udara tidak tepat sehingga hasil pengabutan tidak sempurna.
7) Slowjet/nedljet dan main motor jet kotor , akan menggangu axelerasi dan
hidupnya motor.
8) Karburator kotor , akan menggangu hidupnya motor.

7.3 CARA MERAWAT KARBURATOR.

1) Menyetel Pelampung

Tujuannya untuk mengatur tinggi rendahnya bensin di ruang pelampung.

Caranya:

 Robahlah posisi plat pada lidah pelampung.

2) Penyetelan Udara.

Tujuanya untuk mencari percampuran udara dengan bahan bakar.

Caranya:

 Hidupkan motor pada putaran stationer ( 800rpm)


 Putar kekanan atau kekiri baut setelan udara untuk mencari
putaran terringgi.
 Kembalikan putaran baut bila mesin akan mati.

3) Menyetel Hidup Stationer

Tujuannya untuk mencari pposisi sewakyu motor pada putaran indling


tidak mati, dan motornya dapat hidup dengan rata/langsam.

9
Caranya:

 Hidupkan motor diam di tempat dan kendorkan stelan gas kekiri


sampai motor dapat hidup pada putaran yang rendah tetapi tidak
pincang dan tidak mudah mati (700/800 rpm)

7.4 GANGGUAN UTAMA YANG SERING TERJADI ADALAH


KARBURATOR KOTOR DAN TANDA-TANDANYA YANG KELIHATAN
ADALAH.

1) Motor tidak dapat hidup stationernya.


2) Untuk exelerasi tinggi motor tersendat-sendat.
3) Motor sulit di hidupkan.

7.5 JALUR PENGALIRAN BAHAN BAKAR PADA MOTOR.

Pada sepeda motor Pengaliran bahan bakar ke cylinder di sebut pengaliran


arus turun. Karena mesin sepeda motor selalu terletak lebih rendah dari tangki
bahan bakarnya. Jalur pengaliran bahan bakar ke m,esin adalah seperti di bawah
ini:

1) Tempat penyimpanan bensin ( tangki)


2) Saringan bensin dan kran bensin, tanda pada kran bensin R = cadangan,
ON bensin mengalir, dan OFF penutupan aliran bensin
3) Saluran slang bensin
4) Ruang pelampung pada karburator
5) Ruang pengabut pada karburator.

8. PESAWAT KATUP

10
Tugas utama pesawt katup terutama pad motor 4 tak yaitu sebagai pintu
masuk bahan bakar gas hasil produksi karburator kedalam mesin. Sedangkan
katup EX berfungsi sebagia jalan keluar gas hasil pembakaran dari cylinder.

Khususnya untuk motor Honda saat pembukaan katup IN sekitar 10 o sebelum


piston mencapai TMA pada awal penghisapan, dan penutupan sepenuhnya
berkisar 48o setelah piston mulai akan melakukan langkah compresi.sedangkan
untuk katup EX pembukaanya sudah di mulai pada 480 awal langkah buang
sampai menutup rapat sekitar 10o setelah TMA, dimana piston mulai melakukan
langkah penghisapan.

8.1 HAL-HAL YANG PERLU DI PERHATIKAN PADA PESAWT KATUP.

1) Periksa kerak karbon dan keadaan muka katup.


2) Ukurlah celah bebas antara batang katup dengan jalan katup.
3) Periksalah spring katup untuk daya pengeperannya.
4) Sewaktu pemasnganga natara katup IN dan EX jangan sampi salah.
5) Bila katup bocor lakukan penyekuran.
6) Apabila katup dig anti , ganti pila spi katupnya.

8.2 PEDOMAN PENYETELAN KATUP.

Besar kecilnya tenaga motor di pengaruhi oleh saat pembukaan dan


penutupan pesawt katup. Oleh Karena itu secara berkala katup harus selalu di
periksa untuk di setel ulang. Yang di maksud dengan penyetelan katup ialah
mengukur karak kerenggangan antara tatakan dan ujung katup, kerenggangan
harus ada sewaktu Roker Arm sedang bebas tidak ada tonjolan pada noken As.

8.3 CARA MENYETEL KATUP:

1) Bukalah tutup katup IN atas dan katup EX bawah.


2) Buka pula businya.
3) Siapkan vuler, drei/obeng min (-) dan kunci ring.

11
4) Dengan memutar baut pada ROTOR nya, posisikan piston pada titik TMA
untuk mencari langkah akhir compresi.
5) Pada saat ROTOR di putar, dengan ibu jari tutuplah lubang busi
6) Untuk mencari TMA langkah akhir compresi, tanda pada ritor tepatkan
pada TP nya, dan udar menghembus keluar busi.
7) Masuk kanlah vuler 0.05 di antara timlar dengan batang katup
8) Stel celahnya dengan mengendorkan baut penyetel dan mur penguncinya
9) Penyetelan yang tepa, saat vuler di tarik agak seret, pastikan pula bahwa
waktu vuler masuk tidak terlalu longgar.
10) Pastikan bahwa celah katup IN dan EX sudah betul-berul tepat.

9. CYLINDER BLOCK.

9.1 HAL-HAL YANG PERLU DI PERHATIKAN PADA SEBUAH CYLINDER


BLOCK.

1) Periksalah, apakah cylinder ngantong atau tidak, ukurlah cylinder pada 3


tempat atas, tengah. Bawah.
2) Periksalah, terjadi keretakan atau tidak
3) Periksalah terjadi goresan atau tidak.
4) Perksa hubungan piston dengan cylinder longgar atu tidak, batas keausas
dinding cylinder yang di perbolehkan adalah 6/1000 sampai 8/1000 x D.
5) Bila cylinder cacat atau melebihi batas keausan, maka harus dicorter.

Ukuran Diameter dalam Cylinder

KODE ARTINYA
STD STANDARD ( ORIGINAL)
O/S 0.25 CORTER 1 KALI
O/S 0.50 CORTER 2 KALI
O/S 0.75 CORTER 3 KALI
O/S 1.00 CORTER TERAKHIR

12
10. PESAWAT KOPLING.

Pesawat kopling ialah penghubung dan pemutus antara tenaga motor dengan
pesawt prosnelling. Dengan demikian tenaga mesin baru tersalurkan ke
prosnelling apabila pesawat kopling ini berhubungan, atau apabila kanvas kopling
terhimpit oleh plat-plat kopling. Pada kendaraan yang pada saat ini , terhimpitnya
kanvas kopling oleh plat kopling, di bedakan oleh 2 cara:

1) Cara mekanis, yang menggunakan handle kopling ( biasanya di gerakan


dengan tangan kiri ).
2) Secara otomatis ( pesawat berputar kopling akan bekerja secara otomatis
apabila adanya gaya sentrifugal dari putaran krug As )

10.1 Tanda-Tanda Gangguan Akibat Adanya Kerusakan Pada Pessawat Kopling


Ataupun Adanya Kerja Yang Kurang Baik Pada Pesawat Kopling Memberikan
Tanda-Tanda Sebagai Berikut:

1) Tenaga motor lemah

Akibat kanvas kopling sudah tipis atau plat gesek aus, atau pegas kopling
rusak, atau bandul kopling rusak.

2) Motor tidak mau jalan, walaupun prosnelling sudah dimasukkan. Akibat


kesalahn dalam penyetelan alat-alatnya.
3) Roda belakang tidak mau berhenti berputar walaupun hubungan pesawat
kopling sudah dilepas. Akibat filter plat kopling bengkok atau filter dan
bandul rusak.
4) Sulit menghubungkan dengan gigi prosnelling. Akibat kesalahan dalam
penyetelan atau akibat kamvas kopling habis.
5) Setiap prosnelling dihubungkan timbul bunyi, akibat kesalahan penyetelan
atau salah penggunaan.

13
10.2 PROSEDUR PENYETELAN KOPLING YANG TEPAT

1) Matikan mesin

 Masukkan prosnelling kegigi satu.


 Engkol motor berulang-ulang, bila roda belakang tidak turut
berputar, tanda stelan kopling sudah tepat.

2) Hidupkan motor.

 Tekan pedal kopling dan masukkan gigi satu.


 Handle kopling tetap ditekan, tambahkan putaran motor.
 Bila motor tidak berjalan dan mesin tidak mati, pertanda
stelan kopling sudah baik.

3) Jalankan kendaraan.

 Tekanlah handle kopling dalam-dalam.


 Injaklah pedal rem, bila kendaraan berhenti, dan mesin
tetap hidup itu pertandastelan kopling sudah baik.

4) Untuk jenis kopling otomatis.

 Hidupkan motor dan masukkan ke gigi satu.


 Tambahkan putaran motornya,roda belakang harus
berputar.
 Lepaskan handle gas nya dan tekanlah pedal remnya.
 Bila motor tetap hidup pada posisi prosnelling masuk gigi
berarti stelan sudah baik.

14
11. KRUG AS DAN PERLENGKAPANNYA.

11.1 HAL-HAL YANG PERLU DI PERHATIKAN SEWAKTU MERAKIT:

1) Ukurlah radial kepala besar stang piston pada titik simetris. (batas
ukur 0.05 mm)
2) Ukur celah sisi kepala besar stang piston dengan vuler (batas service
0.6 mm)
3) Periksa diameter dalam kepala besar piston (std. 13.013 – 13.043 dan
batas service 13.10)
4) Periksa keolengan poros engkol (batas service 0.1)
5) Periksa hubungan pen dengan bantalannya (dengan rumus 0.13 + 10-
4
D.
6) Periksa ring piston pada alur piston ( dng rumus 0.25 + D/500mm).
7) Periksa celah gap ring piston sewaktu berada di dalam cylinder
( rumus 2D/100 mm)

11.2 HUBUNGAN KRUG AS DENGAN NOKEN AS.

Pada motor 4 tak, agar katup dapat membuka dan menutup di gerakan oleh
noken AS. Berputarnya noken As digerakan secara langsung maupun tidak
langsung oleh krug As nya.

Selamnya untuk motor 4 tak, apabila krug As berputar 1x300 0 maka noken
As berputa 1/2x 3000. Sehinga untuk menyesuaikan kerja ini , roda gigi krug As
jumlahnya ½ x jumlah gigi pada noken As nya. Pada umumnya hubunga krug As
dengan noken As di bedakan dalam 2 bentuk hubungan:

1) Hubungan secara langsung gigi dengan gigi.


2) Hubungan secara tidak langsung ( menggunakan rantai).

Hidup dan tidaknya mesin sangat tergantung tepat atau tidaknya hubungan
antara Krug As dengan Noken As. Untuk itu sewaktu melakukan penyetelan

15
kedua alat tersebut perlu suatu ketelitian secara khusus.untuk itu perhatikan rumus
pemasanga rantai Sporkit seperti di bawah ini.

1) Putar rotor sehingga piston berada di titik TMA, atau tepatkan tanda garis
T pada rotor dengan tanda O pada penyesuaian (gir).
2) Putar baut cam sporkit sehingga katup IN posisi akan awal kerja atau tanda
titiknya tepat pada tanda penyesuaian.
3) Pasang rantai penghubung dengan kedua gigi tersebut, pada saat tanda paa
kedua gigi tepat pada tanda TP-nya.

11.3 GANGUAN YANG SERING TERJADI PADA PERLENGKAPAN INI.

1) Hubungan gigi antara rantai slip sehingga rotor sulit atau sama sekali tidak
dapat hidup.
2) Rantai sudah mulur sehingga menimbulkan bunyi.
3) Gigi timming atupun gigi sporkit aus, sehingga timbul bunyi.
4) Stelan kencangan timming tidak tepat sehingga menimbulka bunyi.

12. BAK MESIN, POROS ENGKOL, KICK STARTER,TRANSMISI.

12.1 CARA PEMBONGKARAN TROMOL PEMINDAH GIGI ( Shift Drum)

1) Cabut guide pin clip dan pin pembimbing (guide pin) garpu pemindah.
2) Lepaskan garpu pemindah dari tromol pemindah gigi.

Note: Berilah tanda pada garpu pemindah kiri dan kanan untuk menjamin
perakitan yang benar.

12.2 PEMERIKSAAN GARPU PEMINDAH DAN PIN PEMBIMBING ( Guide


Pin)

1) Periksa garpu pemindah dan guide pin dari keausan atau kerusakan.

16
2) Ukur diameter dalm garpu tersebut. Batas service 34.14 mm
3) Ukur tebal cakram garpu batas service 4.60 mm.

12.3 PEMERIKSAAN TROMOL PEMINDAH GIGI ( Gearshift Drum)

1) Periksa tromol pemindah gigi dari keausan atau kerusakan


2) Ukur diameter luar tromol , batas service 39.93 mm.

12.4 PEMERIKSAAN BANTALAN TRANSMISI ( Bhearing)

1) Putar cincin dalam bantalan dengan jari-jari, Bantalan harus berputar


dengan halus dan lembut, juga periksa
2) Cincin luarnya apakah terpasang kencang pada bak mesin. Ganti bantalan
bila sedah tidak normal.

Perakitan:

1) Rakit poros utama dan poros


2) Periksa apakah snap ring masuk dengan baik pada alurnya dan tepatkan
celah pada ujung-ujungnya dengan salah satu bukit dari pada seplain.

13. KICK STARTER.

CARA PEMBONGKARAN KICK STARTER.

1) Lepaskan thrust washer dan circlip.


2) Lepaskan starter rhichert dan pegas gesek.
3) Lepaskan circlip, trush washer dan kick starter pinion.

CARA PERAKITAN KICK STARTER.

1) Paskan kick starter spindle dengan prosedur kebalikanya dari


pembongkaran.

17
Pemasangan : pasang poros engkol dan kick starter pada bak mesin kiri.

Note : tepatkan celah pegas pada bak mesin dengan ujung rachet.

14. TRANSMISI.

CARA PEMBONGKARAN:

1) Lepaskan kick starter spindle dari bak mesin kiri


2) Lapisi tiap gigi dan bos dengan oli mesin bersih.
3) Periksa kelembutan pergerakannya.
4) Pasang garpu pemindah gigi kiri dan kanan pada tromol pemindah gigi.
5) Masukan pin pembimbing dan clip pin pembimbing ( guide pin clip).
6) Pasang poros utama, poros lawan ari tromol pemindah gigi sebagai satu
kesatuan.

Note: pasang pegas gesek, collar dan plat pengunci tromol dengan baik
dan perhatikan arah dan pelat pengunci.

15. SISTEM LISTRIK PADA SEPEDA MOTOR.

Alat-alat sepeda motor banyak sekali menggunakan perlengkapan listik untuk


menunjang perlengkapan yang ada.

Secara haris besar sistem kelistrrikan pada sepeda motor dapat dibagi menjadi
beberapa bagian yaitu:

a) Sistem Pengapian Mesin

18
1. Bateray 5. CDI Unit
2. Generator 6. Coil
3. Kunci kontak 7. Busi
4. Platina 8. Condensator

b) Sistem Pengisian

1. Bateray
2. Generator ( Alternator)
3. Regulator
4. Penyearah Arus (Kiprok)

c) Sistem Penerangan

1. Perlengkapan Lampu Besar


2. Perlengkapan Lampu Senja
3. Perlengkapan Lampu Belakang

d) Sistem TAnda-tanda

1. Klakson
2. Meter mesin
3. Lampu control oli
4. Lampu rem
5. Lampu reting ( sein)
6. Lampu netral

e) System Starter.

1. Motor Starter
2. Relay Starter.

19
16. SISTEM PENGAPIAN MESIN.

Timbulnya tenaga pada sebuah mesin adalah adanya bahan bakar gas yang
bertekanan tinggi yang di bakar oleh bunga api listrik yang bertekanan tinggi yang
di hasilkan oleh Busi.

Dan hidupnya sebuah motor adlah di pengaruhi oleh factor berikut:

1. Adanya gas yang bertekanan tinggi di dalam cylinder


2. Harus ada listrik beetekanan tinggi.
3. Saat pembakaran gas harus tepat yaitu sekitar 5 derajat samapie 20 derajat
sebelum piston mencapai TMA akhir compresi.

16.1 FUNGSI ALAT-ALAT PADA SISTEM PENGAPIAN:

1. BATERAY dan GENARTOR

Berfungsi menyimpan arus listrik AC maupun DC yang nantinya akan di


robah oleh Coil menjadi sekitar 10.000 Volt untuk membakar gas di dalm
cylinder.

2. PLATINA

Berfungsi untuk kontak pemutus dan penghubung arus primer dari Coil ke
massa. Plaitina juga berfungsi agar medan magnet yang ada pada coil
berubah-ubah sehingga terjadi induksi agar Coil mampu memproduksi
arus lisrik bertegangan tinggi.

3. CONDENSATOR

Berufungsi mencegah loncatan bunga api listrik untuk sementara, sewaktu


platina dalam keadaan terbuka. Sehingga arus primere Coill tidak
mengakibatkan platina rusak dan berlubang.

20
4. COIL

Berfungsi untuk bekerja sam dengan platina dan condensator merubah


arus lisrik ari bateray atu generator yang memiliki kapasitas 6 – 12 volt
menjadi 10.000 Volt sampai 20.000 Volt. Pada sepeda motor di kenal
dengan 2 jenis Coil yaiti Coil AC dan DC.

5. BUSI

Berfungsi untuk meletikan bunga api istrik bertegangan tinggi hasil


produksi Coil di dalam Cylinder motor.

6. KUNCI KONTAK

Bertugas untuk mengatur penggunaan arus listrik setiap alat yang


membutuhkan sesuai dengan kebutuhan

7. CDI UNIT

Sebuah yunit penyala yang menggunakan komponen transistor dan unit


amplifier. Pada penyalaan system CDI selalu terpasang unit pembangkit
Pulsa, yang di ginakan untuk menjaga tegangan yang di hasilkan sesuai
spesifikasinya.

System penyalaan dengan Cdi tidak menggumakan Platina, seperti halnya


konvensional. Pada system ini tidak perlu melakukan penyetelan saat
pengapian, karena sudah dis et dari pabriknya.

16.2 PENYETELAN SYSTEM PENGAPIAN.

Yang di maksud dengan menyetel saat pengapian ialah mengatur peletikan


bunga api listrik dari busi tepat di mana piston hamper mencapai TMA akhir

21
compresi. Saat pengapian pada setiap jenis motor berbeda-beda . tetapi dapat di
gunakan pedoman, bahwa semua motor saat pengapianya jatuh berkisar antara 5
derajat sampai dengan 20 derajat,sebelum piston mencapai TMA akir compresi.
Pada setiap motor tanda saat pengapian tepat hamper semua sama. Yaiti tept di
mana busi mulai meletik, garis /F pada rotor tepat pada tanda TP-nya. Untuk
mendaptakan saat penyetelan ynag tepat sering di gunakan alat bantu penyetelan
antara lain:

 Timming light
 Multi tester
 Lampu tester
 Radio tester

Apabila akan melakukan penyetlan dengan mengunakan alat bantu tersebut ,


sebelumnya penguasaan penyetelan tersebut harus di kuasai betul-betul. Untuk
lebih jelasnya ikuti contoh di bawah inh:

16.2.1 MEMERIKSA SAAT PENGAPIAN DENGAN TIMMING LIGHT

1. Buka tutup rotor magnet


2. Pasangkan kabel yimming light ke kabel tegangan tinggi busi
3. Hidupkan motor sekitar 800 rpm
4. Arahkan timming light ke rotornya
5. Arti hasil pemeriksaan:

 Garis /F tepat pada tandat TP-nya, berarti penyetelan tepat.


 Tanda TP tepat pada garis //, sewaktu putaran motor di naikan,
berate penyetelan tepat.
 Tanda TP diantara F dan //, berarti penyalaan Voor.
 Tanda TP diantara T dan F , berate penyalaan lambat.

16.2.2 MEMERIKSA SAAT PENGAPIAN DENGAN LAMPU TESTER

22
1. Motor dalam keadaan mati
2. Posisi kunci kontak ON
3. Hubungkan kabel positif lampu dengan platina positf
4. Hubungkan negative lampu dengan mesin.
5. Putar rotor searah putaran mesin, pada posisi Top compresi
6. Tepat pada posisi Top, gerakan rotor kekiri dan kekanan sehingga lampu
hidup terus mati, bila yanda TP tepat garis /F berate penyalaan tepat.

16.2.3 MEMERIKSA PENGAPIAN DENGAN VOLT METER.

1. Hubungkan kabel-kabel tester dengan platina + dan -.


2. Lakukan prosedur sepeti menggunakan lampu.
3. Tanda pembacaan tanda pengetesan sama dengan keternagan di atas.

16.3 FUNGSI PENYETELAN PLATINA

Hampir sebgaian besar ganguan yang ada pada sebuah sepeda motor di
akibatkan oleh kondisi platina atau punsetelan platina yang kurang tepat.
Ganguan-ganguan yang terjadi platina atupun setelan platina akan berpengaruh
pada:

 Besar kecilnya listrik teganan tinggi pada Coil


 Kuat atau lemahnya tenga hasil pembakaran.
 Cepat atau lambatnya saat penyalaan.
 Boros dan tidaknya pengggunaan bahan bakar.

Dari penjelasan di atas dapat di simpulkan betapa pentignnya kondisi sebuah


platina, ataupun betapa pentingnya ketelitian sewaktu mengadakan peyeltelan
platina.

23
16.3.1 PROSEDUR PENYETELAN SEBUAH PLATINA.

Penyetelan platina adlah mengatur jarak lamanya kontak pemutus saling


berhubungan, atau mengatur gap antara platina duduk dengan platina pemukul.
Dengan sendirinya akan mempengaruhi pula, proses cepata atu lambatnya
pembangkitan magnet di dalm Coil. Di samping itu sewaktu kita menyetel platina,
kit juga harus meghiting sudut bubungnya. Karena besarnya sudut bubung sangat
berpengaruh terhadap output coil:

Untuk Menyetel Platina Ikuti Prosedur Di Bawah Ini:

1. Tempatkan platina pada dudukannya


2. Pasang baut platina, sementara jangan di keraskan dulu
3. Putarlah rotor searah putaran mesin sehingga luas plaitna pada posisi
puncak Cam tertinggi.
4. Geser platina untuk menapatkan celah sesuai dengan spesifikasinya.
5. Spesifikasi celahpenyetelan dengan vuller 0.30 – 0.40.
6. Keraskan baut pengunci apabla betul-betul sudah tepat
7. Pengukuran alat akan mendapatakan setepat-tepatnya apabila
menggunakan alat bantu poin cheker atau dwell angle.

16.4 GANGUAN YANG SERING TERJADI PADA ALAT-ALAT SISTEM


PENGAPIAN:

1. Busi kotor, atau kurang kerengganganya, celahnya.


2. Spesifikasi kerenggangan busi antara 0.60 – 0.70 mm.
3. Platina terbakar, akibat kondensor rusak.
4. Kumparan coil terbakar.
5. Posisi platina hammer dan platina duduk tidak tepat.
6. Kumparan spull terbakar.

Pedoman saat penyetelan saat pengapian untuk berbagai konstruksi sepeda motor
dapat dibedakan menjadi 3 macam:

24
1. Merubah posisi firing order plat dudukan platina.
2. Merubah jarak renggang / sudut hubung platina.
3. Mengeser posisi starter, pada beberapa jenis kendaraan yang
menggunakan system pengapian elektronik.

16.5 GANGGUAN – GANGGUAN PADA MOTOR SISTEM CDI

A. TIDAK ADA PERCIKAN BUNGA API PADA ELEKTRODA BUSI

1) Lupa memutar kontak pada posisi ON.


2) Mungkin beberapa kabel longgar / kendor, konsleting, atau putus
pada:

 Antara Alternator dan CDI unit


 Antara CDI unit dan kunci kontak
 Antara CDI unit dan coil pengapian
 Antara coil pengapian dengan busi
 Antara pembangkit pulsa dan CDI unit
 Antara CDI unit dangan massa
 Coil pengapian rusak
 Kunci kontak rusak
 Kumparan pada alternator rusak

B. MESIN HIDUP HANYA SEMENTARA TAPI MATI LAGI

1) Busi lemah atau mati


2) Waktu pengapian tidak tepat

C. MESIN TIDAK DAPAT HIDUP DENGAN STATIONER ( LANGSAM )

1) Periksa rangkaian primer pengapian

 Coil pengapian rusak

25
 CDI rusak
 Pembangkit pulsa rusak
 Komponen rangkaian kendor atau kurang kontak

2) Periksa rangkain sekunder pengapian

 Busi kotor

3) Waktu pengapian tidak tepat

 Pembangkit pulsa rusak


 CDI rusak
 Kumparan pembangkit alternator rusak

17 SISTEM PENGISIAN.

Dikarenakan banyaknya alat-alat pada motor menggunakan kebutuhan arus


listrik, maka untuk menjaga agar arus listrik yanga ada pada sumber listrik tidak
habis, pada sepeda motor di lengkapi dengan system pengisisan Batrray.

Pada motor-motor system magnet yang tidak menggunakan arus bateray,


menggunakan banyak alat yang membutuhkan arus listrik yang besar seaktu
motor berputar lambat, akan mempengaruhi kerja motor tersebut.

17.1 ALAT-ALAT YANG ADA PADA SISTEM PENGISIAN.

1. Bateray sebagai pentimpan arus listrik.


2. Alternator / Generator, alat yang mampu memproduksi listrik.
3. Regulator alat yang mampu mengatur aga tegangan yang di hasillkan
akan selalu constant pada putaran cepata atu lambat.
4. Kiprock/ Rectifier untuk menyearahkan arus listrik hasil produksi
alternator, untuk di simmpan ke dalam Accu.

26
5. Kunci kontak sebagai penghubung dan pemutus hubungan Accu dengan
alternator, untuk untuk mencegah arus balik sewaktu kendaraar sewaktu
tidak di gunakan.

17.2 PRINSIP KERJA ALAT-ALAT PADA SISTEM PENGAPIAN.

1. GENERATOR

Alat ini berfungsi untuk suplai arus listrik kea lat-alat yang
membutuhkan. Generator bejerja dengan cara mengubah energy
meckanis menjadi energy listrik, melalui kawat, yang merupakan hasil
pemotongan garis-garis gaya magnet.

2. ALTERNATOR

Prinsip kerja alat ini hamper sama dengan generator . kelebihan


alternator bila di bandingkan dengan generator terletak pada:

 Kumparan rotor/Stator hanya sedikit


 Kemampuan produksi arus listrik lebih baik
 Regulatornya cukup sederhan.

3. REGULATOR

Alat ini bertugas:

 Mencegah arus balik dari bateray


 Mengontrol tegangan listrik yang di hasilkan, pada saat putaran
lambat alat cepat.

4. REGTIFIER.

Penyearah arus listriksistem Alternator.

27
5. KIPROCK TUNGGAL.

Penyearah arus listrik system Generator magnet ke Accu.

6. KIPROCK GANDA.

Penyearah arus listrik pada sistem generator, dan langsung membagi


sebagian ke accu dan sebagian ke alat yang membutuhkannya.

Cara Melepaskan Regulator / Regtifier:

1. Lepaskan tutup samping kiri


2. Lepaskan hubungan kopler regulator / regtifier
3. Lepaskan regulator / regtifier denganmelepaskan baut pengikatnya.

Pemerikasaan.

1. Periksa tahanan dia antara katup-katup terminalnya.


2. Gantilah regulator / regtifier bila pembacaan tidak berada dalam batas-
batas pembacaan yang telah di tentukan.

Note: untuk mendapatkan hasil tes yang telitiperlu memakai tester yang di
tentukan, mengggunakan tester yang tidak tepat atau pengukuran skala
yang tidak tepat akan mengakibatkan bacaan yang salah.

18 MOTOR STARTER.

Pada sepeda motor banyak sekali yang di lengkapi dengan 2 sistem starter
antara lain:

28
1. Menggumakan starter manual / kick starter
2. Mengunakan motor starter, yang mengunakan tenaga listrik.

Pada dasarnya tugas kedua jenis starter itu sama, yaitu untuk menggerakan sumbu
engkol yang pertama kali supaya motor hidup.

18.1 ALAT-ALAT YANG ADA PADA MOTOR STARTER.

1. Rantai transioner 5. Jangkar / amatur


2. Kopling starter 6. Relay starter
3. Collector / komitator. 7. Tombol starter.
4. Sikat / coldboster.

18.2 GANGGUAN YANG SERING TERJADI PADA MOTOR STARTER:

A. MOTOR STARTER TIDAK MAU BERPUTAR (Penyebab):

 Bateray rusak atau lemah


 Tombol starter rusak
 Relay starter rusak
 Motor starter rusak.

B. PUTARAN MOTOR STARTER BERAT ATAU LAMBAT.

 Tahanan yang berlebihan pada rangkaian


 Ada listrikyang macet di dalam motor starter

C. MOTOR STARTER MAU BERPUTAR TAPI TIDAK MAU HIDUP.

 Kopling starter rusak


 Gigi starter rusak
 Sproket / cakra dan rantai starter rusak.

D. TERJADI KEMAGNETAN PADA MOTOR STARTER.

29
 Kolektor kotor
 Colboster sudah pendek
 Kumparan field konslet / terbakar.
 Kumparan pada relay starter kotor
 Kunci belum ON.

18.3 PENGETESAN ALAT-ALAT PADA STARTER.

1. Periksa kontinuitas antara pasangan batang-batang pemutar.


2. Periksa juga tekanan listrik pada masing-masing batang komutator dengan
poros Amutare. ( tidak boleh ada hubungan kontinuitas)

18.3.1 PERAKITAN STARTER LISTRIK.

1. Periksa bantalan roda gigi starter dengan cara memutar dengan jari – jari
2. Bantalan yang baik harus berputar lembut dan halus.
3. Perksa juga apakah cincin dalam bantalan menempel dengan kencang pada
roda gigi.
4. Pasang gigi starter pada rumahnya.
5. Periksa apakah cincin luar bantalan menempel dengan kencang pada
rumah gigi starter.
6. Pasang pegas sikat dan sikat-sikat pada pemegang sikat.
7. Ujung amature pada pemegang sikat, dengan merenggangkan sikat-sikat
keluar.
8. Pasang O-ring yang bari dan beri sedikit pelumas.
9. Pasang rumah starter.
10. Pasang gasket pada pemegang sikat
11. Periksa lubang untuk ujung roda gigi starter dari pada pemegang sikat
terhadap keausan atau kerusakan.
12. Beri gemuk / gris pada ujung lobang dan juga pada gigi starter.
13. Pasang rumah gigi starter pada motor starter.

30
CARA MENGATASI KESUKARAN/KESULITAN PADA SEPEDA MOTOR.

1. MESIN TIDAK MAU HIDUP atau SULIT DI HIDUPKAN

2. Periksa apakah bensin masuk ke karburator.

Jika bensin tidak masuk ke dalam karburator kemungkinan penyebabnya:

• Tidak ada bensin di dalam tanki.

• Saluran bensin antara tanki dan karburator tersumbat.

• Katup pelampung tersumbat.

• Saringan kasa bahan bakar tersumbat.

• Element saringan bahan bakar tersumbat.

3. Periksa busi dan letikan Api-nya.

Busi lemah atau tidak ada letikan Api.

• Busi risak

• Busi kotor

• CDI Unit rusak.

• Pembangkit pulsa rusak.

• Kabel tegangan tinggi putus atau konslet.

• Kunci kontak rusak.

31
• Tutup kepala busi longgar.

• Kumparan pembangkit generator tidak dapat memutar mesin.

• Coil pengapian putus / konslet.

Note: jika letikian Api busi kuat, periksa tekanan kompresi


Cylinder dengan menjalankan kick starter.

4. Periksa tekanan compresi Cylinder dengan menjalankan kick starter.

Compresi rendah.

• Pedal kick starter slip hingga tidak dapt memutar mesin.

• Renggang/celah katup terlalu kecil.

• Katup terbuka terus / macet.

• Cylinder atau torak aus.

• Waktu tertib pembukaan katup tidak tepat.

Note: jika Compresi normal, hidupkan mesin dengan mengikuti


prosedur starter normal.

5. Hidupkan mesin dengan mengikuti prosedur starter normal.

Mesin hidup kemudian mati lagi.

• Cuk karburator tertutup berlebihan

• Skrup udara karburator terbuka berlebihan.

• Ada udara luar masuk melalui pipa masuk.

• Waktu pengapian tidak tepat.

32
Note: jika mesin tidak mau hidup maka lepaskan busi dan
keringkan/bersihkan

6. Lepaskan busi.

Busi basah.

• Karburator banjir.

• Cuk tertutup berlebihan

• Katup gas terbuka berlebihan.

Busi kering.

• Hidupkan mesin dengan cuk tertutup.

2. TENAGA MESIN KURANG.

PERIKSA

1. Periksa tekanan udara roda

Tekanan udara terlalu rendah

• Ban bocor.

• Pentil roda rusak.

Note: jika tekana udara roda normal, naikan standarkan 2 dan putar
dengan tangan.

2. Naikan standarkan 2 dan putar dengan tangan.

Roda tidak berputar dengan bebas.

• Rem menyangkut

33
• Bantalan rem rusak/aus.

• Bantalam roda kurang pelumas.

• Rantai roda terlalu kencang.

• Mur roda belakang terlalu kencang.

Note: Roda berputar bebas, Coba berakselerasi dengan cepat dari


gigi satu ke gigi tinggi.

3. Coba berakselerasi dengan cepat dari gigi satu ke gigi tinggi.ak

Kecepatan sepesa motor tidak bertambah.

• Kopling slip

• Piringan kanvas kopling aus.

• Piringan kanvas kopling tidak rata/bengkok.

Note: jika kecepatan sepeda motor bertambah , Coba berakselerasi


dengan ringan

4. Coba berakselerasi dengan ringan.

Kecepatan tidak cukup bertambah.

• Cuk karburator tertutup.

• Aliran bahan bakar tersumbat.

• Lupang pernapasan tanki tersumbat.

• Knalpot tersumbat.

Note: jika kecepatan bertambah, Periksa waktu pengapian dengan


menggunakan Timing Light.

34
5. Periksa waktu pengapian dengan menggunakan Timing Light.

Waktu pengapian tidak tepat.

• CDI Unit rusak

• Pembangkit pulsa rusak.

• Kumparan pembangkit rusak.

Note: ketika saat pengapian tepat, maka periksa renggang katup.

6. Periksa renggang katup.

Renggang katup tidak tepat

• Penyetelan renggang katup tidak tepat.

• Dudukan katup aus.

Note: jika renggang katup normal, Periksa Compresi Cylinder


dengan menjalankan Kick starter.

7. Periksa Compresi Cylinder dengan menjalankan Kick starter.

Tekanan Compresi rendah.

• Katup terbuka terus.

• Cylinder atau torak Aus.

• Basket kepala cylinder rusak.

• Waktu pembukaan katup tidak tepat.

Note: jika Tekanan compresi normal, Periksa apakah karburator


tersumbat.

35
8. Periksa apakah karburator tersumbat.

Karburator tersumbat.

• Saringan kasa bahan bakar rusak

• Karbuarator kurang mendapat perawatan

Note: jika karburator tidak tersumbat, Lepaskan Busi.

9. Periksa apakah karburator tersumbat.

Busi kotor atau berubah warna.

• Busi kurang mendapat perawatan.

• Penggunaan busi tidak repat dengan derjat panas yang di haruskan.

Note: jika busi tidak kotor dan tidak berubah warna, Periksa tinggi
permukaan pelumas oil, periksa terhaap kotoran.

10. Periksa tinggi permukaan pelumas oil, periksa terhaap kotoran.

Permukaan pelumas terlalu rendah / tinggi.

• Permukaan terlalu tinggi mengakibatkan tenaga kurang.

• Permukaan terlalu rrendah.

• Minyak pelumas sudah membusuk.

Note: jika tinggi pelumas tepat, lepaskan tutup lubang pemeriksaan


katup kepal cylinder untuk mengetahui apakah paralatan katup
terlumasi dengan baik.

11. lepaskan tutup lubang pemeriksaan katup kepal cylinder untuk mengetahui
apakah paralatan katup terlumasi dengan baik.

Peralatan katp tidak terlumas dengan baik.

36
• Permukaan pelumas terlalu rendah.

• Menyak pelumas kotor

• Pompa minyak pelumas tidak bekerja.

• Saluran minyak pelumas tersumbat.

Note: jika peralatan katup terlumasi dengan baik, Periksa apakah


mesin terlalu panas.

12. Periksa apakah mesin terlalu panas.

Mesinterlalu panas.

• Terlalu banyak karbon di dalam ruang bakar.

• Penggunaan bahan bakar yang kualitasnya jelek.

• Campuran bahan bakat/udara terlalu sedikit.

• Kopling slip.

Note: jika mesin tidak terlalu panas, Coba Berakselerasi aatu


menjalankan dengan kecepatan tinggi.

13. Coba Berakselerasi aatu menjalankan dengan kecepatan tinggi.

Mesin menggelitik ( berdetonasi)

• Cincin torak ( ring piston ) dan Cylinder Aus.

• Campuran bahan bakat/udara terlalu sedikit.

• Terlalu banyak karbon di dalam ruang bakar.

• Waktu pengapian terlampau maju.

37
3. PRESTASI MESIN KURANG PADA PUTARAN STATIONER DAN
KECEPATA RENDAH.

PERIKSA.

1. Periksa waktu pengapian dan renggang katup.

Tidak tepat.

• Renggang katup tidak tepat.

• Kumparan [embangkit rusak.

• CDI Unit rusak

• Pembangkit pulsa rusak.

Note: Jika normal, Periksa penyetelan skrup udara karburator.

2. Penyetelan skrup udara karburator.

Tidak tepat.

• Campuran bahan bakar atau udaraterlalu sedikit ( putar kedalam


untuk memperbaiki).

• Campuran bahan bakar / udara terlalu banyak ( putar keluar untuk


memperbaiki ).

Note : jika normal dan tepat, Periksa tegangan pegas katup

3. Periksa tegangan pegas katup

• Pegas katup sudah jelek.

4. Pengendalian kemudi terasa berat.

• Periksa tekanan ban/roda.

38
• Mur ulur poros kemudi terlalu kencang.

• Peluru kemudi cincin atau peluru atau konus rusak.

5. Roda beleakng atau depan bergoyang berlebihan.

• Kelonggaran berlebihan di dalam bantalan/ bearing roda.

• Velg bengkok

• Pusat roda tidak terpasang dengan baik.

• Bos engkol lengan ayun aus berlebihan.

• Rangka / chasis bengkok.

• Penyetelan rantai roda tidak benar.

6. Kendaraan terasa menarik ke satu arah sewaktu berjalan.

• Shockbreaker tidak seimbang ( kanan kiri, depan belakang)

• Reda depan dengan belakang tidak center .

• Garpu depan bengkok.

• Lengan ayun belakang bengkok.

39
ARTI WARNA KABEL KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR

Warna kabel tiap merek motor berbeda-beda. Pada dasarnya warna kabel itu
hanya mewakili muatan positif (+) dan negatif (-).

Berikut Penjelasannya Arti Warna Kabel Kelistrikan Sepeda Motor :

1. HONDA

• Hijau : (-) masa, berlaku untuk semua negative.

• Merah : (+) aki.

• Hitam : (+) kunci kontak

• Putih : (+) alternator pengisian.


: (+) lampu dekat.
• Kuning : (+) arus beban ke saklar lampu

40
• Biru : (+) lampu jauh

• Abu-abu : (+) flasher

• Biru Laut : (+) sein/reting kanan

• Oranye : (+) sein/reting kiri

• Coklat : (+) lampu kota

• Hitam-Merah : (+) spul CDI

• Hitam-Putih : (+) kunci kontsk

• Hitam-Kuning : (+) koil

• Biru-Kuning : (+) pulser CDI

• Hijau-Kuning : (+) lampu rem.

2. YAMAHA

• Hitam : (-) masa, berlaku untuk semua negative

• Hijau : (+) arus beban penerangan

• Merah : (+) arus positif dari aki

• Kuning : (+) lampu jauh

• Coklat : (+) sein/reting kiri

• Hijau : (+) arus beban (penerangan, dll)

• Putih-Merah : (+) pulser CDI

• Hijau-Hitam : (+) rem.

41
3. SUZUKI.

• Hitam-Putih : (-) masa, berlaku untuk semua negative

• Putih-Merah : (+) pengisian dari magnet

• Putih-Biru : (+) koil ke CDI

• Putih-Hitam : (+) lampu rem

• Kuning-Putih : (+) penerangan/lampu

• Biru-Kuning : (+) pulser ke CDI

• Merah : (+) aki

• Oranye : (+) kunci kontak

• Abu-abu : (+) lampu belakang

• Hijau Muda : (+) Sein/reting kanan

• Hitam : (+) sein/reting kiri.

4. KAWASAKI

• Hitam-Kuning : (-) masa, berlaku untuk semua negative


• Putih-Merah : (+) aki
• Merah-Hitam : (+) lampu jauh
• Merah-Kuning: (+) lampu dekat
• Abu-abu : (+) Sein/reting kanan
• Hijau : (+) sein/reting kiri
• Biru : (+) lampu rem
• Merah : (+) lampu belakang

42
• Coklat : (+) klakson

KESIMPULAN

Berdasarkan makalah yang telah saya buat, maka dapat di tarik kesimpulan
sebagai berikut:

1. Bahwa setiap sepeda motor yang di pergunakan untuk kebutuhan sehari-


hari harus di perhatikan dan selalu di rawat guna memperlancar dalam
penggunaannya.

2. Dalam perawatan sepeda motor yang baik yaitu harus sesuai dengan
prosedur-prosedur yang telah di tentukan

3. Dan dalam penggunaan sepeda motor harus sesuai dengan kapasitas dan
kemampuan sepeda motor tersebut, agar sepeda motor tersebut tidak
mengalami kerusakan-kerusakan yang tidak semestinya di derita motor
tersebut.

4. Sebaiknya dalam perawatan sepeda motor perlu di perhatikan dan jangan


pernah meremehkan tentang perawatan sepeda motor, agar di kemudian
hari tidak akan terjadi kerusakan yang lebih parah maupun kecelakaan
yang tidak di inginkan.

5. Pergunakanlah buku panduan yang di berikan oleh pembuatnya sebagai


acuan untuk mengecek kerusakan maupun masa berlaku dari part-part
tersebut. Seperti :

• Pergantian oli.

• Pergantian busi.

43
• Pergantian kanvas rem.

6. Jangan menambah ataupun mengurangi komponen-komponen pada sepeda


motor karena akan lebih cepat merusak sepeda motor itu sendiri.

7. Dan jangan pernah sekali-kali melakukan perhitungan terhadap perawatan


sepeda motor, agar di kemudian hari kita tidak akan mengeluarkan biaya
yang lebih besar untuk perawatan.

44