Anda di halaman 1dari 2

Tugas 3 Farmakologi

Perawat bertanggungjawab terhadap keamanan pasien dalam pemberian terapi, olehkarena itu
dalam memberikan obat, seorang perawat harus melakukan tujuh hal yang benar (tepat): pasien
yang benar, obat yang benar, dosis yang benar, waktu yang benar, rute yang benar,dan
dokumentasi yang benar serta informasi yang benar.

Pada kenyataannya banyak hal keterangan tentang obat yang jika tidak diperhatikan secara
seksama dapat mengakibatkan kesalahan dalam pemberian obat. Untuk mencegah kesalahan
dalam pemberian obat kepada pasien,perawatharus memperhatikan beberapa hal tentang obat.

Dibawah ini adalah tabel dimana kolom pertama berisikan kenyataan yang terjadi tentang obat
sedangkan kolom kedua adalah bagaimana yang harus dilakukan perawat untuk menghindari
kesalahan dalam pemberian obat. Kolom kedua tersebut harus diisi oleh mahasiswa. Gunakan
referensi yang relapan atau pelajari pada materi kuliah yang sudah bapak berikan.

No Kenyataan yang ada pada obat Kewaspadaan


(yang harus dilakukan oleh perawat)
1 Banyak produk yang tersedia dalam kotak,
warna, dan bentuk yang sama.
2 Kebanyakan dosis terdiri dari satu atau dua
tablet ataukapsul atau vial dosis tunggal.
Interpretasi yang salahterhadap program obat
dapat mengakibatkan pemberiandosis tinggi
berlebihan.
3 Banyak nama obat terdengar sama
(misalnya, digoksindandigitoksin, keflex dan
keflin, orinase dan ornade)
4 Beberapa obat tersedia dalam jumlah seperti
dibawah ini :tablet coumadin dalam tablet
2,5 dan 25 mg, Thorazine dalam Spansules
(sejenis kapsul) 30 dan 300 mg.
5 Kebanyakan dosis diprogramkan secara
bertahap supaya dokter dapat memantau efek
terapeutik dan responsnya.
6 Jika dokter tidak lazim dengan obat tersebut
maka risiko pemberian dosis yang tidak
akurat menjadi besar
7 Banyak dokter menggunakan nama pendek
atau singkatantidak resmi untuk obat yang
sering diprogramkan. Apabila perawat atau
ahli farmasi tidak mengenal nama
tersebut,obat yang diberikan atau
dikeluarkan bisa salah
8 Apabila ragu, tanyakan kepada dokter.
Kesempatanterjadinya salah interpretasi
besar, kecuali jika perawat mempertanyakan
program obat yang sulit dibaca.
9 Seringkali, satu dua orang klien memiliki
nama akhir yangsama atau mirip. Label
khusus pada kardeks atau bukuobat dapat
memberi peringatan tentang masalah yang
potensial.
10 Saat tergesa-gesa, salah baca ekuivalen
mudah terjadi (contoh, dibaca miligram,
padahal mililiter)

Selamat mengerjakan
#staysafety #stayathome