Anda di halaman 1dari 16

PENGERTIAN EKONOMI ISLAM

Ekonomi Islam adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang tingkah laku manusia yang
berhubungan dengan kebutuhan dan sumber daya manusia untuk melaksanakan kewajiban
kepada Allah dan masyarakat dan diilhami oleh nilai-nilai islam. Ekonomi Islam menurut Abdul
Mun'in al-Jamal adalah kumpulan dasar-dasar umum tentang ekonomiyang digali dari al-qur'an
al-karim dan as-sunnah.

Menurut Syauqi Al-Fanjari ekonomi islam adalah aktivitas ekonomi yang diatur sesuai dengan
dasar-dasar dan prinsip-prinsip ekonomi Islam. Dan dapat disimpulkan bahwa ekonomi islam itu
mempunyai dua bagian, yaitu:

Pertama, bagian yang tetap (tsabit) yang berhubungan dengan prinsip-prinsip dan dasar
ekonomi islam yang dibawa oleh nash-nash Al- qur'an dan sunnah. Masih banyak dasar-dasar
lain yang ada dalam Al-qur'an dan sunnah yang semuanya disebut dengan istilah dasar-dasar
ekonomi ilahiyah (usul ilahiyah).

Kedua, dan bagian yang berubah (Al-Mutaghaiyar) bagian ini merupakan metode atau langkah-
langkah praktis yang disingkapkan oleh para ulama dari sumber pokok dan prinsip ekonomi
Islam yang ada dalam Al- qur'an dan hadis. Bagian ini disebut dengan teori ekonomi Islam.
(Rozalinda,2014:2-13)

PERBEDAAN EKONOMI ISLAM DENGAN EKONOMI KAPITALIS DAN SOSIALIS

Dalam ekonomi Islam juga mempunyai tiga sistem ekonomi yang dikenal oleh dunia yaitu ada
sistem ekonomi kapitalis, sistem ekonomi sosialis dan sistem ekonomi islam. Sistem ekonomi
kapitalis merupakan sistem yang menganut mekanisme pasar.

Dan dalam sistem ini mengakui adanya campur tangan yang tidak tampak dalam mekanisme
pasarnya, sehingga tiap individu dapat melakukan kegiatan ekonominya dengan diakui
kepemilikan pribadi. Sedangkan sistem ekonomi sosialis kebalikan dari sistem ekonomi
kapitalis. Sistem ini tidak ada kebebasan bagi yang melakukan kegiatan ekonomi secara pribadi,
individu maupun sendiri. Namun, kegiatan ekonominya dilakukan untuk kepentingan bersama.

Dan yang terakhir adalah sistem ekonomi islam, yang mana sistem ini ditekankan untuk
terciptanya pemerataan distribusi pendapatan, seperti yang dijelaskan dalam Qs.Al-Hasyr: 7.
(Abdul Wadud Nafis,2010:11-12)

     

 ()              
"Harta rampasan fai' yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (yang berasal) dari penduduk
beberapa negeri, adalah untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang
miskin, dan untuk orang-orang yang dalam perjalanan, agar harta itu jangan hanya beredar di
antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka
terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada
Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya."
(QS. Al-Hasyr: Ayat 7)

Hadis Nabi :
.:.
" engkau ambil Zakat itu dari orng-orang yang kaya di antara mereka dan engkau serahkan
kepada orang-orang fakir di antara mereka.

Sistem ekonomi kapitalis didirikan atas landasan teori yang bebas atau liberal. Adapun prinsip
dari ekonomi kapitalis :

1.Kebebasan memiliki harta secara perorangan.

2.Kebebasan ekonomi dan persainagan bebas.

3.Ketimpangan ekonomi.

 Dan juga prinsip dari ekonomi sosialis :

1.Pemilikan harta oleh negara.

2.Disiplin politik.

3. Kesamaan ekonomi.

 Sedangkan prinsip dari ekonomi islam :

1.Kebebasan individu

2.Ketidaksamaan ekonomi dalam batas yang wajar

3.Kesamaan sosial

4.Jaminan sosial

5.Hak terhadap harta


Pada dasarnya Islam memandang masalah ekonomi tidak dari sudut pandang kapitalis yang
memberikan kebebasan serta hak pemilikan kepada individu dan menggalakkan usaha secara
perseorangan. Namun tidak pula dari sudut pandang sosialis, yang ingin menghapus semua hak
individu untuk dijadikan kepemilikan negara. Tetapi Islam menganjurkan suatu sistem yang
sangat sederhana untuk peningkatan ekonomi masyarakat yang membolehkan anggotanya untuk
melakukukan proses pembangunan ekonomi yang seimbang, bebas dari sistem kapitalis maupun
sosialis. Dan sisitem ekonomi Islam menyediakan peluang yang sama dan hak alami kepada
semua yaitu hak terhadap harta dan bebasa berusaha dan dalam menjamin keseimbangan dalam
distribusi kekayaan, semata-semata untuk tujuan memelihara kesetabilan dalam sitem ekonomi.

Dengan demikian dalam sistem ekonomi Islam tidak terdapat individu-individu yang menjadi
pengelola kekayaan negara ataupun sebaliknya semua individu secara paksa diletakkan pada
tinngkat ekonomi yang sama. (Afzalur Rahman,1995:2-12)

Dalam persoalan ini, M.Nejatullah berpendapat bahwa ilmu ekonomi Islam yang cocok untuk
masyarakat Islam akan tercipta jika sejumlah orang bersikap dalam suasana yang Islami.
(Nejjatullah Siddiqi,1980:259).

Pemikiran tentang sistem ekonomi Islam terus berkembang. Bahkan pemikiran islam tersebut
telah terjadi dalam sebuah gerakan yang mana telah dimanifestasikan dalam bentuk nyata dengan
berdirinya perekonomian islam seperti Bank Islam, asuransi Syari'ah, pegadaian syari'ah, BMT,
Bank Unit Syari'ah, modal Syari'ah dan lain sebagainya. Kenyataan ini menunjukkan
bahwasanya sistem ekonomi Islam tidak diragukan lagi kebenarannya, karena prinsip dasarnya
tertera dalam al-qur'an dan hadis rasulullah Saw.    

Prinsip-prinsip Ekonomi Islam

Prinsip-prinsip dasar ekonomi Islam merupakan implikasi dari nilai filosofis ekonomi islam yang
dijadikan sebagai konstruksi sosial dan perilaku ekonomi. Dan berikut ini nilai-nilai filosofis
ekonomi islam yaitu :

*Semua yang ada di bumi adalah milik Allah.(Qs An-Najm:31)

 Allah SWT berfirman:

  

() 
"Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. (Dengan demikian) Dia
akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah
mereka kerjakan dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan
pahala yang lebih baik (surga)."
(QS. An-Najm: Ayat 31)

*Allah Swt adalah pencipta alam semesta ini dan semua yang diciptakan-nya untuk tunduk dan
patuh padanya.

*Beriman kepada hari perhitungan (yaum al-hisab).

Nilai-nilai filosof yang ada dalam ekonomi Islam merupakan fondasi dari munculnya prinsip-
prinsip ekonomi islam yang menjadi acuan dalam seluruh aktivitas atau kegiatan ekonomi dalam
islam. Berikut ini prinsip-prinsip ekonomi islam menurut Yusuf Qardharwi adalah:

* Tauhid

Prinsip tauhid ini merupakan perkembangan dari adanya keyakinan, bahwa seluruh sumber daya
yang ada di bumi adala ciptaan Allah Swt., sedangkan manusia hanya diberi amanah untuk
mengelolanya, memiliki, dan memanfaatkannya sementara. Prinsip ini juga dikembangkan dari
keyakinan, bahwa seluruh aktivitas manusia termasuk ekonominya diawasi oleh Allah Swt.dan
akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah di akhirat kelak.

*Akhlaq

Akhlaq merupakan hal yang penting juga dalam sifat-sifat yang harus utama dimiliki oleh nabi
dan rosul-nya dalam seluruh kegiatan ekonomi, yaitu sebagai berikut :

Shidiq (benar)

Tabliq (menyampaikan kebenaran)

Amanah (dapat dipercaya)

Fathonah (cerdas)

*Keseimbangan

Keseimbangan merupakan nilai dasar yang mempengaruhi berbagai aspek tingkah laku ekonomi
seorang muslim. Asas keseimbangan dalam ekonomi ini terwujud dalam kesederhanaan, hemat,
dan menjauhi pemborosan serta tidak bakhil (Qs.Al-Furqon :67).
 

Allah SWT berfirman:

 
() 

"Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila
menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara
wajar,"
(QS. Al-Furqan: Ayat 67)

*Kebebasan individu

Kebebasan dalam ekonomi merupakan implikasi dari prinsip tanggung jawab individu terhadap
aktivitas kehidupannya termasuk aktifitas ekonomi. Karena dalam kebebasan tersebut seorang
muslim tidak dapat melaksanakan hak dan kewajibannya dalam kehidupan.

*Keadilan

Keadilan mempunyai makna yang dalam dan urgen dalam islam serta menyangkut seluruh aspek
kehidupan. Karena keadilan merupakan dasar, sekaligus tujuan semua tindakan manusia dalam
kehidupan.

Daftar Pustaka

Rozalinda.2015.Ekonomi Islam.Jakarta.PT Raja Grafindo Persada

https://www.kompasiana.com/nadiaavitasari/5c7c6af9bde5754218180a54/perbandingan-antara-
ekonomi-islam-dengan-ekonomi-kapitalis-dan-ekonomi-sosialis?page=all
Krisi ekonomi yang sering terjadi dalam dunia perekonomian adalah ulah ekonomi konvesional
dimana sistem ekonomi konvesional ini sistemnya lebih mengedepankan sistem bunga sebagai
instrumen profitnya. Berbeda jauh dengan ekonomi islam atau yang sering disebut dengan
ekonomi syariah dimana sistem ini menawarkan profitnya,yaitu sistem bagi hasil. 

Ekonomi islam ini sangat dibutuhkan pada era milenial seperti sekarang karena ekonomi islam
mempunyai tujuan memberikan keselarasan bagi kehidupandunia. Hal ini karena islam tidak
hanya kehidupan muslim, tetapi untuk seluruh makhluk di muka bumi. Dalam pandangan Al-
Qur'an, filsafat fundamental ekonomi islam adalah tauhid. (sukarno,2013:29)

Ekonomi islam sendri mempunyai dua bagian yakni, pertama bagian yang tetap (tsabit) yang
berhubungan dengan prinsip ekonomi islam yang disampaikan melalui nash-nash Al-Qur'an dan
sunah. Bagian kedua ialah bagian yang berubah (al-mutaghaiyar), pada bagian kedua inilah yang
berkaitan dengan langkah-langkah praktis yang disampaikan oleh para ulama dari sumber pokok
dan prinsip ekonomi islam yang ada dilam Al-Qur'an. (pangiyok,2011:15)

Dalam ekonomi islam juga dijelaskan bahwa dalam persoalan praktik ekonomi yang dinilai
mengandung riba atau keuntungan yang diharamkan seperti yang sudah dijelaskan dalam surah
Al-Baqarah ayat 275. Ekonomi islam juga sangat menekankan empat sifat yaitu, kesatuan,
keseimbangan, kebebsan, tanggung jawab.

Ekonomi kapitalis, yaitu dimana manusia dianggap memiliki hak yang mutlak karenanya
dianggap memiliki hak mutlak untuk memanfaatkan sesuai dengan kepintingan. Sebagai
ekonomi yang berbasis konvensional yang melatar belakangi individual tentu saja memiliki
impilikasi yang serius terhadap perekonomian. 

Pengutamaan hak-hak invidu dalam sistem ekonomi kapitalis  ini seringkali memunculkan
konflik antar anggota masyarakat. Dalam konflik seperti inilah banyak masyarakat miskin
dikalahkan oleh kelompok orang kaya yang lebih banyak menguasai sumber daya ekonomi.
Sedengkan ekonomi sosialis ialah ekonomi yang memberikan hampir semua tanggung jawabnya
kepada warganya. (Sukarno,2013:31)

  

Esensi Perbandingan Ekonomi islam dengan Ekonomi kapitalis dan Ekonomi sosialis

Perbandingan antara ketiga sistem ekonomi itu diantaranya adalah, Ekonomi islam dimana
ekonomi ini dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. Dalam sistem ekonomi islam mengatur
berbagai kegiatan perekonomian, seperti: jual beli, investasi, simpan pinjam dan berbagai
kegiatan lainnya. Ekonomi islam sendiri mempunyai prinsip dasar yaitu:

a. Kebebasan individu 
Individu mempunyai hak kebebesan  sepenuhnya untuk berpendapat atau membuat keputusan
yang  dianggap perlu di negara islam.

b. Hak terhadap harta

Islam mengakui hak individu untuk memiliki harta, walau dengan memberikan batasan tertentu
supaya kebebasan itu tidak merugikan masyarakat umum.

c. Ketidaksamaan ekonomi 

Dalam batasan ekonomi, islam mengakui adanya ketidaksamaan diantara orang per orang, tetapi
tidak membiyarkannya menjadi luas, islam mencoba menjadikan perbedaan tersebut dalam
batas-batas yang wajar, adil, dan tidak berlebihan.

d. Kesamaan sosial 

Islam tidak menganjurkan kesamaan ekonomi tetapi islam mendukung adanya kesamaan sosial
sehingga sampai tahap bahwa kekayaan negara yang dimiliki tidak hanya dinikmati olehk
elompok masyarakat tertentu. Setiap individu (islam) mempunyai peluang yang sama untuk
mendaaptkan pekerjaan atau menjalakan berbgai aktivitas ekonomi.

e. Jaminan sosial

Setiap individu mempunyai hak untuk hidup, tugas dan tanggung jawab utama bagi negara islam
adalah menjamin setiap warga negara dalam, memenuhi kebutuhan hidup.

f. Distribusi kekayaan secara luas 

Islam mencegah penumpukan kekayaan pada oarang tertentu, dan islam menganjurkan untuk
mendistribusikan kekayaannya kepada semua masyarakat.

g. Larangan terhadap organisasi antisosial

Melarang semua praktik ekonomi yang merusak dan antisosial yang terdapat dalam masyarakat,
seperti penumpukan kekayaan, riba,pasar gelap dan lain sebagainya.

h. Kesejahteraan individu atau masyarakat 

Ekonomi islam sangat mengakui kesejahteraan individu dan kesejahteraan sosial masyarakat
yang saling melangkapi, bukan saling bertentangan satu sama lain. (Sukarno,2013:41)
Selanjutnya adalah sistem ekonomi kapitalis sitem yang dimana didirikan atas landasan teori
yang bebas atau liberal. Sistem ekonomi kapitalis yang dicetuskan oleh Adam Smith sejak tahun
1776. Kapitalis yaitu suatu sistem yang sangatmendukung kebebasan individu dan hak milik
pribadi dalam meningkatkan pertumbuhan. Sistem kapitalis muncul dari sumber umum yaitu
pandangan etika. 

Dalam pandangan agama islam, islam tidak memandang pemupukan kekayaan oleh kaum
kapitalis sebagai kebijakan absolut tanpa tanpa memperhatikan kosekuensi sosialnya. Hal-hal
berikut yang harus diperhatikan untuk mengetahui perbedaan intersismetik. 

Pertama, dari sudut pandang agama islam  penekanan yang berlebihan oleh kapitalisme terhadap
nilai-nilai materil yang tipis antara perilaku ekonomi dan etik. Kedua, dengan berlawanan sanlsi
(moral) kapitalisme terhadap tindakan menimbun kekayaan tanpa batas yang jelas, karena dalam
islam dengan jelas sudah mengakui bahwa sebagian kekayaan seseorang adalah milik
orangmiskin. 

Ketiga, dalam sistem kapitalis ini merupakan keharusan bagi individu dan kemajuan sosial.
Sedangkan dalam masyarakat islam sendr kebebasan individu berasal dari prinsip kehendak
bebas yang ditegakkan berdasarkan keyakinan bahwa harta benda adalah milik allah dan manusia
dipercaya allah untuk mengusainya. Keempat, kapitalis memaksakan rasa tanggung jawab sosial
pada individu. 

Dalam kapitalis sendiri orang miskin tidak memiliki hak atas kekayaan orang kaya. Islam sendiri
mempunyai teori yang jelas terhadap kewajiban individu, yaitu individu harus mengeluarkan
sebagian kekayaannya sebagai hak masyarakat. (Sukarno,2013:31)

Dalam sistem kapitalis terdapat sistem, dimana ini pemerintah mengedepankan prinsip invertasi
pasar guna memperoleh keuntungan bersama, tetapi invertasi pemerintah ini dilakukan secera
besar-besaran untuk kepentingan pribadi. Prinsip sistem ekonomi kapitalis yaitu:

a. Kebebasan memiliki harta secara perseorangan  

Dimana setiap individu dapat memiliki harta secara perseorangan, untuk membeli, menjual
hartanya yang dikehandakinya tanpa batas. Setiap individu mempunyai hak kuasa penuh
terhadap harta yang dimilikinya dan bebas menggunakan sumber ekonomi sesuai dengan cara
yang dikehendakinya.

b. Kebebasan ekonomi dan persaingan bebas 

Setiap individu dapat mendirikan, mengorganisir, dan mengelola perusahaan yang diinginkan.
Dalam prinsip ini negara tidak boleh ikut campur tangan dalam sebuah kegiatan ekonomi dengan
tujuan untuk mencari keuntungan selagi pelaksanaan kegiatan tersebut sah dan sesuai dengan
peraturan yang berlaku. 
Prinsip ini juga diakui mempunyai kelebihan dan keunggulan yaitu, kebebasan ekonomi yang
dianut dalam ekonomi kapitalis akan meningkatkan produktivitas masyarakat. Persaingan bebas
diantara individu-individu akan mempertahankan keuntungan dan upah pada tingkat yang
sederhana dan rasional. Memotoivasi mendapatkan keuntungan yang terbaik yang sebanding
dengan tujuan memaksimalkan produksi. (Rozalinda,2017:27)

Ekonomi sosialis yaitu sistem ekonomi yang dimunculkan oleh sistem kapitalis,  dimana sistem
ini dimunculkan karena golongan tertindas yang mencoba melahirkan paham baru dengan nama
sosialis yang berarti kemasyarakatan. Adapun yang menjaddi prinsip dasar ekonomi sosialis
adalah:
Advertisment

a. Pemilikan harta oleh negara

Dimana hak individu untuk memiliki harta atau memanfaatkan hasil produksi tidak
diperbolehkan. Sistem ini dibangun atas dasar bahwa alat-alat produksi seluruhnya milik
bersama antar anggota masyarakat.  

b. Kesamaan ekonomi

Sistem ekonomi sosialis, menyatakan bahwa hak-hak individu dalam satu bidang ekonomi
ditentukan oleh prinsip kesamaan. Setiap individu disediakan kebutuhan hidup sesuai keperluan
masing-masing. Sistem ini diakui memiliki beberapa kelebihan, yaitu dimana semua pekerjaan
dalam bidang produksi perencanaan yang sempurna.

c. Disiplin politik

Untuk mencapai semua tujuan di atas, keseluruhan negara diletakkan dibawah peraturan kaum
buruh, yang mengambil alih semua aturan produksi dan  distribusi. (Rozalinda,2017:29)

https://www.kompasiana.com/rinaarsi/5c7c2534677ffb33303f9442/ekonomi-islam-ekonomi-sosialis-
ekonomi-kapitalis-dan-perbandingannya?page=all
TOKOHITA. Madani Institute (Center for Islamic Studies) mengadakan Madani Islamic
Forum (MIF) dengan pembahasan tentang Perbandingan Sistem Ekonomi Islam dan
Barat bertempat di Aula Lantai 3 Rabbani Boleuvard Makassar, Sabtu (14/7/2019).

Kegiatan ini menghadirkan pembicara Dr. Khaerul Akbar, M.E.I. yang merupakan
alumni Program Doktor Ekonomi Islam UIN Alauddin Makassar, dengan mengupas
tema perbandingan konsep antara ekonomi Islam dan barat.

Terdapat prinsip-prinsip dalam sistem ekonomi Islam, salah satunya di dasarkan pada
nilai-nilai Islam itu sendiri. "Sistem ekonomi Islam adalah sistem ekonomi yang di
dasarkan pada nilai-nilai Islam. Prinsip dasarnya adalah prinsip tauhid yaitu segala
sesuatu diciptakan oleh Allah dengan tujuan," katanya.

Adapun prinsip yang lain dalam sistem ekonomi Islam dengan sistem ekonomi barat
memiliki perbedaan yang sangat mendasar. "Kapitalisme itu harta dikuasai penuh oleh
manusia. Sosialisme itu dikuasai oleh negara, sedangkan Islam segala harta apapun
bentuknya adalah pemberian Allah, yang penggunaannya diatur menurut aturan-aturan
Allah," ungkap Khaerul.

Di akhir materinya, pembina Yayasan Muamalah Syariah Indonesia ini, memaparkan


manfaat yang didapatkan dalam menerapkan sistem ekonomi Islam. "Manfaat
penerapan sistem ekonomi Islam adalah nilai-nilai ekonomi Islam sangat kuat dan
pelakunya tidak akan melakukan kecurangan, karena sadar akan
dipertanggungjawabkan," ulas Khaerul.

Selanjutnya, sistem ekonomi Islam sangat memperhatikan kepemilikan individu dengan


batasan-batasan yang ditentukan oleh agama. Yang mana negara merupakan institusi
penting dalam perekonomian sebagai kontroling. Selain itu, sistem ekonomi Islam
memiliki sistem yang baik dalam memenuhi pemerataan melalui zakat, infak, dan
sedekah. "Setiap individu dalam sistem ekonomi Islam akan termotivasi untuk bekerja
keras," tukas Khaerul.

https://www.tokohkita.co/read/20190714/607/ini-perbedaan-sistem-ekonomi-islam-dengan-kapitalis
PERBEDAAN SISTEM EKONOMI ISLAM, SOSIALIS &
KAPITALIS

Sistem Ekonomi Islam


Sistem Ekonomi Islam adalah sekumpulan dasar-dasar umum ekonomi yang disimpulkan dari Al-Qur’an
dan As-Sunnah, dan merupakan bangunan perekonomian yang di dirikan atas landasan dasar-dasar
tersebut yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan masa.

Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam:


1. Berbagai sumber daya dipandang sebagai pemberian atau titipan dari Allah swt kepada manusia.
2. Islam mengakui pemilikan pribadi dalam batas-batas tertentu.
3. Kekuatan penggerak utama ekonomi Islam adalah kerja sama.
4. Ekonomi Islam menolak terjadinya akumulasi kekayaan yang dikuasai oleh segelintir orang saja.
5. Ekonomi Islam menjamin pemilikan masyarakat dan penggunaannya direncanakan untuk
kepentingan banyak orang.
6. Seorang mulsim harus takut kepada Allah swt dan hari penentuan di akhirat nanti.
7. Zakat harus dibayarkan atas kekayaan yang telah memenuhi batas (nisab)
8. Islam melarang riba dalam segala bentuk.
Ciri-ciri Ekonomi Islam:
1. Aqidah sebagai substansi (inti) yang menggerakkan dan mengarahhkan kegiatan ekonomi
2. Syari’ah sebagai batasan untuk memformulasi keputusan ekonomi
3. Akhlak berfungsi sebagai parameter dalam proses optimalisasi kegiatan ekonomi
 

Sistem Ekonomi Sosialis


Sosialis adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada
setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah.
Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta
jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara seperti air,
listrik, telekomunikasi, gas lng, dan lain sebagainya.
Sistem ekonomi sosialis adalah suatu sistem ekonomi dengan kebijakan atau teori yang bertujuan untuk
memperoleh suatu distribusi yang lebih baik dengan tindakan otoritas demokratisasi terpusat dan
kepadanya perolehan produksi kekayaan yang lebih baik daripada yang kini berlaku sebagaimana yang
diharapkan.
Sistem Sosialis (Socialist Economy) berpandangan bahwa kemakmuran individu hanya mungkin tercapai
bila berfondasikan kemakmuran bersama. Sebagai Konsekuensinya, penguasaan individu atas aset-aset
ekonomi atau faktor-faktor produksi sebagian besar merupakan kepemilikan sosial.

Prinsip Dasar Ekonomi Sosialis


 Pemilikan harta oleh negara
 Kesamaan ekonomi
 Disiplin Politik
Ciri-ciri Ekonomi Sosialis:
1. Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).
2. Peran pemerintah sangat kuat
3. Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi

Sistem Ekonomi Kapitalis


Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap
orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi baang, manjual barang,
menyalurkan barang dan lain sebagainya. Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil bagian untuk
memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang berjalan, tetapi bisa juga
pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi.
Dalam perekonomian kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan
kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya.
Semua orang bebas malakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas dengan berbagai cara.

Ciri-ciri sistem ekonomi Kapitalis :


1. Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi
2. Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar
3. Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus, yang selalu mengejar kepentingann
(keuntungan) sendiri
4. Paham individualisme didasarkan materialisme, warisan zaman Yunani Kuno (disebut
hedonisme)

Perbedaan Konsep Ekonomi Islam, Kapitalis dan Sosialis


Konsep Islam Sosialis Kapitslis
 Sumber kekayaan  Sumber kekayaan  Sumber kekayaan
 Sumber Kekayaan  alam semesta dari  sangat langka  sangat langka
 ALLAH SWT  (scarcity of resources)  (scarcity of resources)
 Sumber kekayayan  Sumber kekayaan di  Setiap pribadi di
 yang kita miliki  dapat dari  bebaskan untuk
 Kepemilikan  adalah titipan dari  pemberdayaan tenaga  memiliki semua
 ALLAH SWT  kerja (buruh)  kekayaan yang di
 perolehnya
 Untuk mencapai  Kesetaraan
 Tujuan Gaya Hidup   kemakmuran/success  penghasilan diantara  Kepuasan pribadi
 Perorangan  (Al-Falah), di Dunia  kaum buruh
 dan di Akhirat
http://ekonomisyariahbmt.blogspot.com/2017/09/perbedaan-sistem-ekonomi-islam-sosialis.html?m=1