Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH II

“SEKURITAS DILUSIAN & LABA PER SAHAM”

Disusun Oleh :
Kelompok 5

Firmansyah Abdul Hakim 1810091510698


Muhammad Aidil Fitrah 1810091510709
Muhammad Ikhsan 1810091510710

Dosen Pengampu :
Rani Munika, SE.Akt, M.Ak

Prodi Akuntansi
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bangkinang
Tahun 2020
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi wa Baraakaatuh

Syukur Alhamdulillah kami ucapkan rasa syukur yang sebesar-besarnya atas


Rahmat dan Nikmat yang telah Allah berikan kepada kita semua terkhusus kami sebagai
penulis dan penyusun makalah ini, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini demi
memenuhi tugas yang telah diamanahkan kepada kami. Shalawat serta Salam juga kita
sampaikan buat Nabi dan juga Rosul-Nya yang telah membawa penceerahan ilmu
pengetahuan sepaerti yang sedang kita rasakan saat ini.

Makalah ini berjudul “Sekuritas Dilusian dan Laba Per Saham”. Makalah ini
disusun demi memenuhi tugas mata kuliah Akuntansi Keuangan Menegah II dengan
Dosen Pengampu Ibu Rani Munika, SE.Akt, M.Ak. Didalam makalah ini akan dibahas
pengertian, karakteristik, penyajian, pengungkapan, dan akuntansi laporan keuangan
(ALK) dari Sekuritas Dilusian dan Laba Per Saham.

Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu salam
penyusunan makalah ini terutama kepada Dosen Pengampu yang telah sudi membantu dan
membimbing dalam penyusunan makalah ini. Terima kasih juga kami ucapkan kepada
rekan-rekan teman belajar dikelas. Kami sadar bahwa makalah ini jauh dari kata
sempurna. Maka dari itu penulis juga memerlukan kritik dan saran yang bersifat
membangun demi kesempurnaannya makalah ini.

Sampaikanlah ilmu walau hanya satu ayat begitulah kata Nabi Muhammad
Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Wabillahi taufil wal hidayah, fastabiqul khairat.

Wassalamu ‘Alaikum Warahmatullahi wa Baraakaatuh

Bangkinang, 2 Maret 2020


Penulis

Sekuritas Dilusian & Laba Per Saham | 25


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................. 1


DAFTAR ISI ........................................................................................................... 2

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ........................................................................................ 3
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................... 3
1.3 Tujuan Penulisan ..................................................................................... 3

BAB II ISI
2.1 Sekuritas Dilusian ................................................................................... 4
2.2 Laba Per Saham ...................................................................................... 6
2.3 Penyajian ................................................................................................. 12
2.4 Pengungkapan ......................................................................................... 14
2.5 Analisis Laporan Keuangan .................................................................... 14

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan ............................................................................................. 16

DAFTAR
PUSTAKA .............................................................................................. 17

Sekuritas Dilusian & Laba Per Saham | 35


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Laba per saham (Earnings Per Share) merupakan alat ukur yang berguna


untukmembandingkan laba dari berbagai satuan usaha yang berbeda dan untuk
membandingkan labasatu-satuan dari waktu ke waktu manakala terjadinya
perubahan dalam struktur modal.Ketika mengevaluasi perusahaan investor tidak
langsung puas dengan hanya mengetahui labatelah meningkat. Investor ingin
mengetahui bagaimana kaitan antara laba bersih dengan sahamyang dimiliki dan
dengan harga pasar saham. Laba per saham (LPS) dengan ringkas
menyajikankinerja perusahaan dikaitkan dengan harga pasar saham beredar. LPS
yang dikaitkan denganharga pasar saham (Price-Earning Ratio) bisa memberikan
gambaran tentang kinerja perusahaandibanding dengan uang yang ditanam
pemilik perusahaan.
Sekuritas dilutif merupakan surat berharga yang dapat dikonversikan
menjadi saham biasa sehingga pada saat dikonversikan menjadi saham biasa
sehingga pada saat dikonversikan akan mempengaruhi jumlah saham yang
beredar dan berdampak pada penurunan nilai laba per saham atau terdilusi.
Skema kompensasi merupakan program kompensasi yang diberikan
perusahaan kepada pihak-pihak yang terkait baik karyawan maupun
nonkaryawan. Skema kompensasi dapat diberikan dalam berbagai bentuk baik itu
berupa kas maupun non kas.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa itu Sekuritas Dilusian dan Laba Per Saham?
2. Apa karakteristik Sekuritas Dilusian dan Laba Per Saham?
3. Bagaiman cara dan bentuk dari Penyajian, Pengungkapan, dan Analisis
Laporan Keuangan?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Memenuhi tugas mata kuliah Akuntansi Keuangan Menengah II.
2. Mengetahui tentang Sekuritas Dilusian dan Laba Per Saham.
3. Memahami karakteristik Sekuritas Dilusian dan Laba Per Saham.
Memahami cara dan bentuk dari Penyajian, Pengungkapan, dan Analisis
Laporan Keuangan.

Sekuritas Dilusian & Laba Per Saham | 45


BAB II
ISI

2.1 Sekuritas Dilusian

Sekuritas Dilutif dan Skema Kompensasi

Sekuritas dilutif merupakan surat berharga yang dapat dikonversikan


menjadi saham biasa sehingga pada saat dikonversikan menjadi saham biasa
sehingga pada saat dikonversikan akan mempengaruhi jumlah saham yang
beredar dan berdampak pada penurunan nilai laba per saham atau terdilusi.

Skema kompensasi merupakan program kompensasi yang diberikan


perusahaan kepada pihak-pihak yang terkait baik karyawan maupun
nonkaryawan. Skema kompensasi dapat diberikan dalam berbagai bentuk baik itu
berupa kas maupun non kas.

Yang termasuk dalam sekuritas dilutif,

Opsi Saham

Merupakan kontrak yang diterbitkan oleh investor untuk dijual


kepada investor lainnya dimana kontrak tersebut memberikan opsi/hak bagi
penerimanya untuk menjual/membeli suatu saham perusahaan (underlying
stock) yang menjadi dasar perdagangan opsi tersebut dalam jumlahdan pada
harga yang telah ditetapkan sebelumnya tertentu (exercise price), serta
berlaku dalam periode tertentu. Ada dua opsi saham. Opsi beli (call option)
yaitu memberikan hak (bukan kewajiban) kepada pemegang opsi untuk
membeli sejumlah tertentu dari sebuah instrument yang menjadi dasar
kontrak tersebut. Dan sebaliknya, opsi jual (put option).

Waran Saham

Yaitu opsi yang diberikan oleh perusahaan kepada pemilik waran


untuk membeli saham dengan harga tertentu dalam waktu tertentu.
Perbedaan utama antara waran saham dengan opsi saham adalah pihak
yang mengeluarkannya dan jenisnya. Waran dikeluarkan oleh perusahaan
penerbit saham sedangkan opsi dikeluarkan oleh investor dan waran
merupakan jenis call option.

Utang Konversi

Utang konversi merupakan sekuritas hibrida yaitu suatu sekuritas


yang terdiri dari dua unsur (utang dan ekuitas). Utang konversi merupakan
surat utang yang memberikan fitur opsi bagi pemegangnya untuk
mengonversikannya menjadi saham perusahaan setelah, selama, atau pada
tanggal tertentu setelah surat utang dikeluarkan yang biasanya pada rasio
pertukaran yang sudah ditentukan terlebih dahulu pada penerbitan obligasi

Sekuritas Dilusian & Laba Per Saham | 55


tersebut. Terdapat bebrapa alasan bagi perusahaan untuk mengeluarkan
utang konversi. Pertama, meningkatkan permodalan perusahaan dengan
kemungkinan mengeluarkan saham dalam jumlah yang lebih kecil. Kedua,
fitur konversiyang melekat pada obligasi dapat berfungsi sebagai pemanis
yang berdampak pada tingginya permintaan atas obligasi tersebut dan
turunnya biaya modal (tingkat suku bunga yang lebih rendah) dari
pengeluaran obligsi tersebut.

Misalnya perusahaan membutuhkan pendanaan sebesar Rp.


100.000.000.000,- maka perusahaan dapat menerbitkan obligasi konversi
sebanyak 1.000.000 lembar pada nilai pasar Rp. 100.000,- yaitu dimana
tiap lembar obligasi dapat dikonversikan menjadi 10 lembar saham.
Apabila saat itu harga saham sebesar Rp. 5.000,- maka jumlah lembar
saham yang diterbitkan oleh perusahaan bila tidak menerbitkan obligasi
konversi adalah sebesar 20.000.000 lembar saham, sedangkan apabila
menggunakan obligasi konversi perusahaan cukup menerbitkan saham
sebanyak 10.000.000 lembar.

Akuntansi saat penerbitan


Seperti yang telah dijelaskan oleh semester sebelumnya pada Bab 12,
ketika perusahaan menerbitkan utang konversi, maka perusahaan harus
memisahkan antara komponen utang dan komponen ekuitas. Untuk
mengilustrasikan akuntansi utang konversi saat penerbitan ilustrasi berikut
menjelaskan kembali prosedur akuntansi untuk memisahkan kedua
komponen tersebut. Ilustrasi berikut menggunakan contoh penerbitanutang
konversi dalam bentuk yang paling sering diterbitkan perusahaan yaitu
obligasi konversi. Berikut contoh penerbitan obligasi konversi,

PT. DEF mengeluarkan 2.000.000 lembar obligasi konversi pada awal


2013. Jangka waktu 5 tahun dengan bunga nominal 9%, dan dikeluarkan
pada nilai nominal sebesar Rp. 100.000 per obligasi (jumlah penerimaan
atas penerbitan obligasi adalah sebesar Rp. 200.000.000). bunga dibayar
tahunan setiap tanggal 31 Desember. Setiap obligasi dapat dikonversikan
menjadi 200 lembar saham biasa dengan nominal Rp. 100. Tingkat bunga
pasar obligasi non konversi 11%.
Untuk mencatat penerbitan obligasi konversi tersebut, maka perlu
dihitung dulu nilai kini dari komponen utang. Nilai komponen utang
dihitung sebagai berikut.
Nilai kini dari principal (PV = Rp. 200.000.000.000, n= 5, i= 11%) 118.690.265.612
Nilai kini dari pembayaran bunga (anuitas PV= Rp. 18.000.000.000, n= 5, i= 11%) 66.526.146.318
Nilai kini dari komponen utang 185.216.411.929

Nilai wajar dari obligasi konversi pada tanggal penerbitan 200.000.000.000


Dikurangi : Nilai kini dari komponen utang 185.216.411.929
Nilai wajar dari komponen ekuitas pada tanggal penerbitan 14.783.588071

Untuk transaksi diatas, maka pencatatan jurnalnya adalah sebagai


berikut,
Kas 200.000.000.000
Utang Obligasi 185.216.411.929
Premi Saham-Ekuitas Konversi 14.783.588.071

Sekuritas Dilusian & Laba Per Saham | 65


Komponen utang obligasi yang dikeluarkan oleh PT. DEF dicatat
sebagai Utang Obligasi. Jumlah diskon relative terhadap nilai nominalnya
akan diamortisasi pada setiap tanggal pelaporan sampai dengan jatuh tempo
sehingga pada saat jatuh tempo nilai Utang Obligasi adalah sebesar
nominalnya yaitu Rp. 200.000.000.000. komponen ekuitas dicatat dalam
akun Premi Saham – Ekuitas Konversi yang dilaporkan dalam bagian
Ekuitas dalam Laporan Posisi Keuangan. Jumlah tidak berubah sepanjang
periode Obligasi Konversi.

Saham Preferen Konversi

Saham preferen merupakan saham yang memiliki keutamaan dalam


pendistribusian laba. Sering sekali saham preferen ini juga memiliki fitur
konversi. Saham preferen konversi adalah sekuritas saham utama yang
mana pemilik saham preferen dapat mengkonversi menjadi saham biasa
dalam jumlah yang telah ditentukan sebelumnya. Berbeda dengan obligasi
konversi yang mana utamnya merupakan sekuritas utang dan opsi
konversinya merupakan sekuritas ekuitas, sekuritas saham preferen
konversi secara prinsip merupakan sekuritas ekuitas dan opsi konversinya
pun merupakan sekuritas ekuitas. Bila ada saham preferen dikonversi atau
dilunasi, tidak dicatat adanya laba rugi konversi atau pelunasan.

Kompensasi Saham

Kompensasi berbasis saham merupakan imbalan yang diberikan


perusahaan kepada pemasok barang atau jasa yang dapat mencakup pihak
karyawan dan non-karyawan yang mana kompensasi tersebut berbentuk
saham atau pengakuan kewajiban yang jumlahnya ditentukan berdasarkan
pada harga saham atau instrumen ekuitas perusahaan. Efek yang biasa
diberikan dalam program kompensasi berbasis saham adalah opsi saham
kepada karyawan yang dikenal dengan nama ESOP (Employee Stock
Option Program), dimana karyawan inti diberikan pilihan untuk membeli
saham perusahaan pada harga yang telah ditentukan selama periode
tertentu.

2.2 Laba Per Saham

Definisi

Laba Per Saham (LPS) merupakan informasi mengenai berapa jumlah laba
yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa per lembarnya. LPS
menunjukkan seberapa baik perusahaan dalam mengelola modalnya sehingga
menghasilkan profitabilitas yang tinggi. Nilai LPS akan sangat tergantung pada
jumlah laba dan jumlah lembar saham yang beredar.

Sekuritas Dilusian & Laba Per Saham | 75


Perhitungan LPS Dasar untuk Perusahaan dengan Struktur Modal
Sederhana

LPS dasar dihitung dengan membagi laba atau rugi bersih yang tersedia
bagi pemegang saham biasa (laba bersih residual) dengan jumlah rata-rata
tertimbang saham biasa yang beredar dalam satu periode.

LPS Dasar = Laba Bersih Residual


Jumlah Rata-Rata Tertimbang Saham Biasa

Laba residual merupakan laba bersih dikurangi dengan dividen saham


utama.

Dividen saham preferen meliputi :


1. Jumlah dividen dari saham preferen bukan kumulatif yang diumumkan
bagi periode yang bersangkutan.
2. Jumlah dividen preferen kumulatif yang terkumulasikan bagi periode
yang bersangkutan, dividen tersebut sudah atau belum diumumkan.
Jumlah dividen saham utama kumulatif untuk periode yang bersangkutan
tidak mencakup dividen saham preferen kumulatif periode lalu meskipun
dividen tersebut diumumkan atau dibayar dalam periode kini.

Sebagai ilustrasi, PT. STU menghasilkan laba tahun berjalan dari operasi
yang dilanjutkan sebesar Rp. 580.000.000,- dan terdapat keuntungan tahun
berjalan dari operasi yang dihentikan sebesar Rp. 240.000.000,- (setelah
dikurangi pajak). Selama periode berjalan, perusahaan memberikan dividen
untuk pemegang saham preferen Rp. 1.000,- per lembar untuk 100.000 lembar
saham preferen yang beredar.

Sekuritas Dilusian & Laba Per Saham | 85


Berikut informasi perubahan jumlah saham biasa yang beredar pada PT.
STU tahun 2014.

Jumlah
Saham Biasa
Tanggal Perubahan Beredar
1 Januari Saldo Awal 180.000
1 Mei Menarik kembali 30.000 lembar saham biasa (30.000)
150.000
Penambahan 300.000 lembar saham biasa
1 Juli 300.000
karena pemecahan saham (stock split 3 for 1)
450.000
Menerbitkan 50.000 lembar saham biasa untuk
1 November 50.000
memperoleh kas
31 Desember Saldo Akhir 500.000

Berdasarkan informasi diatas, maka perhitungan jumlah rata-rata


tertimbang saham adalah sebagai berikut.

Jumlah
Jumlah Saham Penyajian Factor Rata-Rata
Tanggal Beredar Kembali Pembobot Tertimbang
1 Jan – 1 Mei 180.000 3 4/12 180.000
1 Mei – 1 Juli 150.000 3 2/12 75.000
1 Juli – 31 Des 450.000 6/12 225.000
Jumlah rata-rata tertimbang
480.000
saham yang beredar

Perhitungan laba per saham adalah sebagai berikut.

Jumlah Rata-
Rata Tertimbang
Informasi Laba Saham EPS
Laba tahun berjalan dari operasi
580.000.000 – 100.000.000
yang dilanjutkan tersedia untuk 480.000 1.000
= 480.000.000
pemegang saham
Keuntungan tahun berjalan dari
240.000.000 480.000 500
operasi yang dihentikan
Laba tersedia untuk pemegang
720.000.000 480.000 1.500
saham

Perhitungan LPS Dilusian untuk Perusahaan dengan Struktur Modal


Kompleks

LPS Dasar digunakan sebagai informasi laba yang akan diperoleh oleh
pemegang saham per lembar saham dimilikinya. Apabila perusahaan memiliki
sekuritas dilutif, maka berarti perusahaan tersebut memiliki struktur modal yang
relative kompleks sehingga penyajian LPS Dasar saja dapat memberikan

Sekuritas Dilusian & Laba Per Saham | 95


informasi yang kurang akurat. Dalam perhitungan LPS dilusian, laba residual dan
jumlah rata-rata tertimbang saham biasa beredar harus disesuaikan dengan
memperhitungkan dampak dari semua efek berpotensi saham biasa yang dilutive.

Perhitungan LPS Dilusian untuk perusahaan dengan struktur modal


kompleks adalah sebagai berikut.

Laba bersih residual +/+ Penyesuaian atas efek


Laba = Jumlah rata-rata tertimbang atau berpotensi saham biasa
Saham biasa -/- yang dilutif

LPS Dasar

LPS Dilusian

Beberapa efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutive adalah sebagai
berikut.

1. Opsi, waran, dan instrument keuangan sejenisnya.


2. Instrument yang dapat dikonversikan
3. Saham yang dapat ditempatkan secara kontinjen.
4. Kontrak yang dapat diselesaikan dengan saham biasa atau kas
5. Opsi yang dibeli
6. Opsi jual yang diterbitkan

Dalam melakukan perhitungan LPS Dilusian, perlu dilakukan penyesuaian


atas LPS Dasar. Penyesuaian tersebut dilakukan dengan melakukan penyesuan
terhadap laba residual (setelah pajak) dan penyesuaian terhadap jumlah rata-rata
tertimbang saham biasa beredar.

Untuk tujuan perhitungan LPS Dilusian, perusahaan harus mengasumsikan


semua opsi yang dilutive dan efek berpotensi saham biasa lainnya yang dilutive
dilaksanakan. Selanjutnya, penerimaan dana yang diasumsikan timbul dari
penerbitan tersebut dianggap sebagai penerimaan dan penerbitan sejumlah saham
dengan nilai wajar. Selisih antara jumlah saham yang diterbitkan berdasarkan
opsi atau efek berpotensi saham biasa lainnya dan jumlah saham yang
diasumsikan diterbitkan menurut nilai wajarnya diperlakukan sebagai penerbitan
saham biasa tanpa penerimaan sumber daya.

Contoh Perhitungan Jumlah Saham yang Beredar

Sebagai ilustrasi misalnya PT. DEF memiliki 1.500 opsi beredar dengan
harga pelaksanaan Rp. 300.000,- dan harga wajar saham yang akan diterbitkan
adalah Rp. 500.000,-.
Berapakah asumsi penambahan jumlah saham biasa yang beredar!

Penambahan jumlah saham biasa yang beredar :


= Harga Wajar – Harga Opsi x Jumlah Lembar Opsi
Harga Wajar

Sekuritas Dilusian & Laba Per Saham | 105


= 500.000 – 300.000 x 1.500 lembar opsi
500.000
= 600.000 lembar saham biasa

Dalam perhitungan LPS Dilusian, efek berpotensi saham biasa yang anti
dilutif DIABAIKAN. Dalam menentukan apakah suatu efek berpotensi saham
memiliki dampak dilutif antidilutif. Maka setiap penerbitan harus
dipertimbangkan secara terpisah, bukan secara agregrat atau keseluruhan. Urutan
yang mempertimbangkan efek berpotensi saham biasa dapat mempengaruhi
keputusan apakah efek tersebut digolongkan dilutive atau tidak. Untuk
memaksimalkan dilusi dari LPS Dasar, setiap penerbitan atau setiap seri
penerbitan saham harus dipertimbangkan dalam urutan mulai dari yang paling
dilutif ke yang paling sedikit sifat dilutifnya.

Contoh Ilustrasi LPS Dilusian

Sebagai contoh PT. GHI memiliki beberapa informasi sebagai berikut.

a. Laba dari operasi yang dilanjutkan yang dapat diatribusikan kepada


entitas induk sebesar Rp. 16.400.000,-.
b. Dividen saham preferen sebesar Rp. 6.400.000,-.
c. Rugi dari operasi yang tidak dilanjutkan yang dapat diatribusikan
kepada entitas induk Rp. 4.000.000,-.
d. Berdasarkan informasi diatas, maka laba dari operasi yang
dilanjutkan yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa
entitas induk adalah sebesar Rp. 10.000.000,- dan laba yang dapat
diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk adalah
sebesar Rp. 6.000.000,-.
e. Saham biasa beredar 2.000.000 lembar.
f. Harga rata-rata saham biasa sepanjang tahun adalah Rp. 75.

Berdasarkan informasi diatas maka LPS dasar PT. GHI adalah sebesar Rp.
3 ((Rp. 12.400.000 – Rp. 6.400.000)/ 2.000.000). PT. GHI memiliki beberapa
efek berpotensi saham biasa sebagai berikut.
a. Opsi : 100.000 lembar dengan harga pelaksanaan sebesar Rp. 60,-.
b. Saham preferen yang dapat dikonversikan : 800.000 saham dengan
nilai pasar Rp. 100 yang berhak atas dividen komulatif sebesar Rp.
8,- per saham. Setiap saham preferen dapat dikonversikan menjadi
dua saham biasa.
c. Obligasi konversi dengan bunga 5% : nilai nominal sebesar Rp.
100.000.000,-. Setiap obligasi senilai Rp. 1.000,- dapat dikonversi
menjadi 20 saham biasa. Tidak ada amortasi premium atau diskon
yang memengaruhi penempatan beban bunga. Tarif pajak 40%.

Tahap untuk menghitung LPS Diluisan adalah sebagai berikut.


1. Untuk setiap efek berpotensi saham biasa, tentukan efek per lembar
dengan mengasumsikan efek tersebut dikonversi atau dilaksanakan
(untuk opsi).

Sekuritas Dilusian & Laba Per Saham | 115


2. Peringkat hasil perhitungan pada nomor 1 diatas dengan
mengurutkan efek yang paling kecil hingga yang terbesar efeknya
terhadap LPS.
3. Dimulai dari LPS dasar, hitung kembali LPS dengan menambah
dampak LPS incremental yang lebih kecil dari langkah ke-2.
Apabila hasil kalkulasi menghasilkan nilai LPS yang lebih rendah
dari LPS dasar atau LPS sebelumnya, maka lanjutkan kalkulasi
berikutnya untuk efek terkecil selanjutnya hingga semua efek yang
dimiliki diperhitungkan dalam LPS Dilusian. Apabila terdapat efek
yang memberikan dampak incremental yang meningkatkan nilai
LPS (efek yang antidilutif) maka efek tersebut tidak diperhitungkan
dalam perhitungan LPS Dilusian.

Peningkatan Laba per Saham


Peningkatan Jumlah Saham Inkkremental
Laba (Rp) Biasa (Lembar) (Rp)
Opsi
Peningkatan laba Nil
Penambahan saham diterbitkan
tanpa imbalan ((100.000 x (Rp75 – 20.000 Nil
Rp60)/ Rp75)
Saham preferen yang dapat
dikonversi
Peningkatan laba (Rp800.000 x 6.400.000
100 x 0.8)
Saham incremental (2 x 800.000) 1.600.000 4.000
Obligasi konversi dengan bunga
5%
Peningkatan laba (Rp100.000 x
0.05 x (1 – 0.40)) 3.000.000
Saham incremental (100.000 x 20) 2.000.000 1,5

Berdasarkan tabel diatas, maka urutan dari dampak masing-masing efek


terhadap LPS incremental adalah sebagai berikut.

Dampak inkremental
Opsi Rp. 0
Obligasi konversi dengan bunga 5% Rp. 1,5
Saham preferen yang dapat dikonversi Rp. 4

Sekuritas Dilusian & Laba Per Saham | 125


Berdasarkan urutan efek tersebut maka perhitungan LPS Dilusian adalah
sebagai berikut.

Laba dari Operasi yang


dilanjutkan yang dapat
diatribusikan kepada
pemegang saham biasa Per
entitas induk Saham Saham
(angka kendali dalam Rp) Biasa (Rp)
Sebagaimana dilaporkan 10.000.000 2.000.000 5
Opsi - 20.000
10.000.000 2.020.000 4,95 Dilutif
Obligasi yang dapat 3.000.000 2.000.000
dikonversikan dengan
bunga 5%
13.000.000 4.020.000 3,23 Dilutif
Saham preferen yang 6.400.000 1.600.000
dapat dikonversikan
19.400.000 5.620.000 3,45 Antidilutif

Penyajian dan perbandingan antara LPS dilusian adalah sebagai berikut.

LPS Dasar (Rp) LPS Dilusian (Rp)


Laba dari operasi yang 5,00 3,23
dilanjutkan yang dapat
diatribusikan kepada
pemegang saham biasa entitas
induk
Rugi dari operasi tidak (2,00) (0,99)
dilanjutkan yang dapat (Rp4.000.000/2.000.000) (Rp4.000.000/4.020.000)
diatribusikan kepada
pemegang saham biasa entitas
induk
Laba yang dapat diatribusikan 3,00 2,24
kepada pemegang saham biasa (Rp6.000.000/2.000.000) ((Rp6.000.000+Rp3.000.000)/
entitas induk 4.020.000)

2.3 Penyajian

Untuk penyajian Laba per Saham (LPS), maka perusahaan harus


menyajikan LPS Dasar dan LPS Dilusian pada laporan laba rugi untuk seluruh
periode yang disajikan. Penyajian LPS Dasar dan Dilusian harus tetap dilakukan,
meskipun jumlahnya negatef karena perusahaan menderita rugi (Rugi per
Saham). Perusahaan harus mengungkapan hal-hal berikut ini.

1. Jumlah laba (rugi) yang dipakai sebagai pembilang dalam perhitungan LPS
dasar dan dilusian, dan rekonsiliasinya dengan laba (rugi) untuk periode
yang bersangkutan.

Sekuritas Dilusian & Laba Per Saham | 135


2. Jumlah rata-rata tertimbang saham beredar yang dipakai sebagai penyebut
dalam penghitungan LPS dasar dan dilusian, dan rekonsiliasi penyebut-
penyebut satu dengan yang lain.

Ilustrasi berikut ini akan menunjukkan bagaimana penyajian LPS


perusahaan dalam Laporan Laba Rugi.
P.T. ASURANSI MULTI ARTHA GUNA Tbk P.T. ASURANSI MULTI ARTHA GUNA Tbk
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF STATEMENTS OF COMPREHENSIVE INCOM
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2013 DAN 2012 DECEMBER 31, 2013 AND 2012

Catatan/
2013 Notes 2012
Rp'000 Rp'000

PENDAPATAN INCOME
Premi bruto 555.122.707 21,30 496.024.031 Gross written premiums
Potongan premi (99.621.194) (81.403.886) Discounts on premiums
Premi reasuransi (35.170.542) 21,30,32 (43.096.656) Reinsurance premiums
Premi neto 420.330.971 371.523.489 Net written premiums
Perubahan bruto liabilitas premi (12.490.461) 17,21,30 (2.819.428) Gross change in premium liabilities
Bagian reasuransi atas perubahan Reinsurer's share of gross change in
bruto liabilitas premi 1.286.876 9,21,30 (2.134.548) premium liabilities
Pendapatan premi asuransi neto 409.127.386 366.569.513 Net insurance premium income

Hasil investasi 84.516.871 23,30 71.628.318 Investment income


Pendapatan lain-lain – bersih 3.539.720 24 3.293.268 Other income - net

JUMLAH PENDAPATAN 497.183.977 441.491.099 TOTAL INCOME

BEBAN EXPENSE
Klaim bruto 236.942.362 22,30 174.638.016 Gross claims
Klaim reasuransi (19.506.537) 22,30,32 (13.996.693) Reinsurance claims
Klaim neto 217.435.825 160.641.323 Net claims
Perubahan bruto liabilitas klaim 13.286.257 17,22 37.712.501 Gross change in claim liabilities
Bagian reasuransi atas perubahan Reinsurer's share of gross change in
bruto liabilitas klaim (2.833.460) 9,22 (14.337.953) claim liabilities
Beban klaim neto 227.888.622 184.015.871 Net claims expense

Beban komisi neto – bersih 6.207.742 25,30 9.619.747 Net commission expenses - net
Beban usaha 87.114.556 26,30 75.312.984 Operating expenses

JUMLAH BEBAN 321.210.920 268.948.602 TOTAL EXPENSES

LABA SEBELUM PAJAK 175.973.057 172.542.497 INCOME BEFORE TAX

BEBAN PAJAK (23.203.441) 27 (25.399.816) TAX EXPENSE

LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 152.769.616 147.142.681 NET INCOME

PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN 6 OTHER COMPREHENSIVE INCOME


Rugi (laba) belum direalisasi atas Unrealized decrease (increase) in
penurunan nilai efek-efek value of securities - net of realized
setelah dikurangi realisasi (34.665.843) 11.013.916 gains/lossess
laba/rugi
Manfaat (beban) pajak
penghasilan Income tax benefit (expense) related to
sehubungan dengan
pendapatan
komprehensif lain 8.666.461 (2.753.479) other comprehensive income

Jumlah pendapatan komprehensif lain (25.999.382) 8.260.437 Total other comprehensive income

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF 126.770.234 155.403.118 TOTAL COMPREHENSIVE INCOME

LABA BERSIH PER SAHAM EARNINGS PER SHARE


(dalam Rupiah penuh) 28 (in full Rupiah amount)

Sekuritas Dilusian & Laba Per Saham | 145


Dasar 52,92 51,21 Basic
Dilusian 50,59 51,21 Diluted

2.4 Pengungkapan

Sama halnya dengan penyajian, untuk pengungkapan Laba per Saham


(LPS), maka perusahaan harus menyajikan LPS Dasar dan LPS Dilusian pada
laporan laba rugi untuk seluruh periode yang disajikan.

bb. Laba per Saham bb. Earnings per Shere

Laba per saham dasar dihitung dengan membagi Basic earnings per share is computed by dividing
laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik net income attributable to the owners of the Company
entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang by the weighted average number of shares
saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan outstanding during the year.

dilusian dihitung dengan membagi laba bersih yang Diluted earnings per share is computed by dividing
diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah net income attributable to the owners of the Company
rata-rata tertimbang saham biasa yang telah disesuaikan by the weighted average number of shares outstanding
dengan dampak dari semua efek berpotensi saham biasa as adjusted for the effects of all dilutive potential
yang dilutif. ordinary shares.

28. LABA PER SAHAM 28. EARNINGS PER SHARE

2013 2012
Rp'000 Rp'000

Laba bersih Net income


Laba untuk perhitungan Earnings for computation of basic and
dasar dan dilusian: diluted earnings per share:
Laba bersih 152.769.616 147.142.681 Net income

Jumlah saham (dalam angka penuh) Lembar/Share Lembar/Share Number of shares (in full amount)
Jumlah rata-rata tertimbang saham Weighted average number of ordinary
biasa untuk perhitungan laba shares for computation of basic
per saham dasar 2.886.784.521 2.873.290.213 earnings per share
Pengaruh efek berpotensi saham biasa Effect of dilutive potential ordinary shares -
yang dilutif – waran 132.955.056 - warrants

Jumlah rata-rata tertimbang saham Weighted average number of ordinary


biasa untuk perhitungan shares for computation of diluted
dilusian 3.019.739.577 2.873.290.213 earnings per share

2.5 Analisis Laporan Keuangan


LPS merupakan rasio yang mencerminkan seberapa jumlah laba yang dapat
diatribusikan kepada pemegang saham biasa per lembarnya. Semakin besar LPS
menunjukkan semakin besar jumlah laba yang akan diperoleh oleh pemegang
saham biasa untuk setiap lembar sahamnya. Dalam menganalisis nilai LPS
pembaca laporan keuangan harus memperhatikan paling tidak dua hal yaitu
kualitas dari LPS dan tren dari LPS.

Sekuritas Dilusian & Laba Per Saham | 155


Berikut penjelasan dari kedua aspek tersebut.

1. Kualitas LPS
LPS akan sangan bergantung pada jumlah laba yang dihasilkan oleh
perusahaan. Jumlah Laba tersebut akan sangat tergantung pada kebijakan
akuntansi yang digunakan oleh perusahaan. Oleh karena itu, kualitas laba
akan sangat menetukan kualitas LPS.
Cara yang mudah untuk mengevaluasi kualitas LPS adalah dengan
membandingkan LPS dengan operating cash flow per lembar saham.
Apabila operating cash flow per saham lebih besar dari LPS, maka
dikatakan LPS memiliki kualitas yang lebih tinggi karena kas yang
dihasilkan lebih besar dari laba. Laba yan dilaporkan mungkin lebih rendah
(understated) dari yang seharusnya.

2. Tren LPS
Selain mengevaluasi kualitas LPS, investor juga perlu mempertimbangkan
tren dari LPS dan membandingkannya dengan tren industri.
Apabila perusahaan memiliki LPS yang bertumbuh dan trennya
menunjukan arah yang meningkat secara konsisten, maka perusahaan tersebut
memiliki kinerja yang baik.

Sekuritas Dilusian & Laba Per Saham | 165


BAB III
PENUTUP

3.2 Kesimpulan

Sekuritas dilutif merupakan surat berharga yang dapat dikonversikan


menjadi saham biasa sehingga pada saat dikonversikan menjadi saham biasa
sehingga pada saat dikonversikan akan mempengaruhi jumlah saham yang
beredar dan berdampak pada penurunan nilai laba per saham atau terdilusi.
Termasuk dalam sekuritas dilutif adalah opsi, waran saham. utang konversi,
saham preferen konversi, konvensasi saham.

Laba Per Saham (LPS) merupakan informasi mengenai berapa jumlah laba
yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa per lembarnya. LPS
menunjukkan seberapa baik perusahaan dalam mengelola modalnya sehingga
menghasilkan profitabilitas yang tinggi. Nilai LPS akan sangat tergantung pada
jumlah laba dan jumlah lembar saham yang beredar.

Untuk penyajian dan pengungkapan Laba per Saham (LPS), maka


perusahaan harus menyajikan LPS Dasar dan LPS Dilusian pada laporan laba
rugi untuk seluruh periode yang disajikan. Penyajian LPS Dasar dan Dilusian
harus tetap dilakukan, meskipun jumlahnya negatef karena perusahaan menderita
rugi (Rugi per Saham). Perusahaan harus mengungkapan hal-hal berikut ini.

 Jumlah laba (rugi) yang dipakai sebagai pembilang dalam perhitungan LPS
dasar dan dilusian, dan rekonsiliasinya dengan laba (rugi) untuk periode
yang bersangkutan.
 Jumlah rata-rata tertimbang saham beredar yang dipakai sebagai penyebut
dalam penghitungan LPS dasar dan dilusian, dan rekonsiliasi penyebut-
penyebut satu dengan yang lain.

Sekuritas Dilusian & Laba Per Saham | 175


DAFTAR PUSTAKA

Martani, Dwi dkk. 2015. AKUNTASI KEUANGAN MENENGAH Berbasis


PSAK. Jakarta : Salemba Empat
http://www.mag.co.id/wp-content/uploads/2016/07/Laporan-Keuangan-Audit-
AMAG-2013.pdf (Laporan Keuangan/ Financial Statements PT. Asuransi Multi Altha
Guna Tbk.)

Sekuritas Dilusian & Laba Per Saham | 185