Anda di halaman 1dari 109

SKRIPSI

EFEKTIVITAS PERBEDAAN PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG


PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN MEDIA BUKU
INTERAKTIF DAN FLIP CHART PADA SISWA KELAS V
SEKOLAH DASAR NEGERI 01 PADANG UTARA
KOTA PADANG TAHUN 2020

Penelitian Kesehatan Masyarakat

ROHMANTO
NIM : 1703047

PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
SYEDZA SAINTIKA PADANG
SKRIPSI

EFEKTIVITAS PERBEDAAN PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG


PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN MEDIA BUKU
INTERAKTIF DAN FLIP CHART PADA SISWA KELAS V
SEKOLAH DASAR NEGERI 01 PADANG UTARA
KOTA PADANG TAHUN 2020

Penelitian Kesehatan Masyarakat

ROHMANTO
NIM : 1703047

PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
SYEDZA SAINTIKA PADANG

ii
SKRIPSI

EFEKTIVITAS PERBEDAAN PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG


PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN MEDIA BUKU
INTERAKTIF DAN FLIP CHART PADA SISWA KELAS V
SEKOLAH DASAR NEGERI 01 PADANG UTARA
KOTA PADANG TAHUN 2020

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana


Kesehatan Masyarakat Pada Program Studi Ilmu Kesehatan
Masyarakat STIKes Syedza Saintika

Oleh :

ROHMANTO
NIM : 1703047

PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
SYEDZA SAINTIKA PADANG

iii
PERNYATAAN PERSETUJUAN

Nama : Rohmanto
NIM : 1703047
Prodi : S1 Kesehatan Masyarakat
Judul Skripsi : Efektifitas Perbedaan Peningkatan Pengetahuan Tentang
Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Buku
Interaktif Dan Flip Chart Pada Siswa SD Negeri 01
Padang Utara Kota Padang

Skripsi ini telah diperiksa, disetujui dan dipertahankan di hadapan Tim


penguji Skripsi Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Stikes Syedza
Saintika Padang pada tanggal 2020

Komisi Pembimbing

Pembimbing I Pembimbing II

(Edison, M.Kes) (Ropendi Pardede, MBA)

Menyetujui :
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
SYEDZA SAINTIKA PADANG

Ketua Stikes

(Drs. H. Hasrinal, A.Md. Kep, MM)


PERNYATAAN PENGESAHAN PEMBIMBING

iv
Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan pada sidang ujian
Skripsi Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan Syedza Saintika Tanggal 2020

Oleh :
Komisi Pembimbing

Pembimbing I Pembimbing II

(Edison, M.Kes) (Ropendi Pardede, MBA)

Mengesahkan,
KETUA PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
STIKES SYEDZA SAINTIKA PADANG

(Oktariyani Dasril, M.Kes)

v
PENETAPAN PANITIA PENGUJI SKRIPSI

EFEKTIFITAS PERBEDAAN PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG


PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN BUKU INTERAKTIF
DAN FLIP CHART PADA SISWA SD NEGERI 01 PADANG UTARA
KOTA PADANG TAHUN 2020

Oleh :
Rohmanto
NIM. 1703047

Skripsi ini telah diuji dan dinilai oleh panitia penguji Program Studi Ilmu
Kesehatan Masyarakat STIKes Syedza Saintika pada tanggal 2020

Panitia Penguji

1 Dr. Nova Arikman (…………………………………..)

2 Wiya Elsa Fitri, M.Si (…………………………….…….)

vi
PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Rohmanto
Judul Skripsi : Efektifitas Perbedaan Peningkatan Pengetahuan Tentang
Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Buku Interaktif
dan Flip Chart Pada Siswa SD Negeri 01 Padang Utara Kota
Padang
NIM : 1703047

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi ini adalah tulisan saya sendiri.
Dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian dari karya tulis orang
lain yang saya ambil dengan cara menyalin atau meniru dalam bentuk kalimat
ataupun simbol yang menunjukkan pendapat atau pemikiran orang lain yang saya
akui seolah - olah tulisan tersebut adalah saya sendiri kecuali dengan
mencantumkan nama pengarang atau penulis asli dari penelitiannya.
Apabila saya melakukan tindakan yang bertentangan dengan hal tersebut diatas
baik disengaja maupun tidak disengaja, maka saya bersedia menarik kembali
skripsi yang saya ajukan sebagai tugas akhir. Bila terbukti saya menyalin dan
melakukan plagiat dikemudian hari, berarti gelar sarjana dan ijazah yang diberikan
oleh Stikes Syedza Saintika Padang tidak sah saya terima.

Padang, April 2020


Peneliti

(Rohmanto)

vii
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SYEDZA SAINTIKA PADANG
PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
Skripsi, April 2020
Rohmanto
Efektifitas Perbedaan Peningkatan Pengetahuan tentang Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat dengan Buku Interaktif dan Flip Chart pada Siswa SD
Negeri 01 Padang Utara Kota Padang
xvi + 53 Halaman + 4 Tabel + 2 Bagan + 8 Gambar + 9 Lampiran

ABSTRAK

Munculnya penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah, misalnya


diare, cacingan dan anemia berkaitan dengan perilaku hidup bersih dan sehat
(PHBS). Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai PHBS di sekolah merupakan
kebutuhan mutlak dan dapat dilakukan melalui pedekatan usaha kesehatan
Sekolah. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas perbedaan peningkatan
pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat dengan buku interaktif dan
flip chart pada siswa SD Negeri 01 Padang Utara Kota Padang. Penelitian
mengunakan quesi experimental dengan desain non equivalent control grup
desiqn. Penelitian dilakukan di kelas 5 Sekolah Dasar Negeri 01 Ulak Karang
Padang pada tanggal 16 Maret – 30 Maret 2020. Teknik pengambilan sampel
menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Data
di analisa menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji t test Independent.
Hasil analisis univariat menunjukkan rata-rata pengetahuan responden pretest
dengan media buku interaktif yaitu 9.93, sedangkan menggunakan flipchart adalah
11.27. Sementara itu, rata-rata pengetahuan responden posttest dengan media buku
interaktif yaitu 17.00, sedangkan menggunakan flipchart adalah 18.07. Hasil
analisis bivariat menunjukkan ada perbedaan peningkatan pengetahuan tentang
hidup bersih dan sehat dengan media buku interaktif dan flip chart pada siswa
dengan p value 0.022. Dapat disimpulkan terjadi peningkatan pengetahuan siswa
tentang hidup bersih dan sehat setelah dilakukan pendidikan kesehatan.
Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi
institusi Kesehatan mengenai media edukasi kesehatan yang lebih inovatif dan
efektif sehingga dapat menjadi agen of change di kehidupan yang akan mendatang.

Kata Kunci : Pengetahuan, PHBS, Buku Interaktif, Flipchart


Daftar Pustaka : 33 (2002 – 2018)

viii
HIGH SCHOOL OF HEALTH SCIENCE SYEDZA SAINTIKA PADANG
COMMUNITY HEALTH SCIENCE STUDY PROGRAM
Script, April 2020
Rohmanto
Effectiveness of Differences in Increasing Knowledge about Clean and Healthy
Behavior with Interactive Books and Flip Charts on Elementary Students 01
Padang Utara, Padang City
xvi + 53 pages + 4 tables + 2 charts + 8 pictures + 9 attachments

ABSTRACT

The emergence of diseases that often attack school-age children, such as


diarrhea, intestinal worms and anemia associated with clean and healthy living
behavior (PHBS). Therefore, inculcation of PHBS values in schools is an absolute
necessity and can be done through the School's health business approach. The
purpose of this study was to determine the effectiveness of differences in
increasing knowledge about clean and healthy living behaviors with interactive
books and flip charts on students of SD Negeri 01 Padang Utara Padang City. The
study used an experimental quesi with a non equivalent control design group
desiqn. The study was conducted in grade 5 of SD Negeri 1 Ulak Karang Padang
on March 16 - March 30, 2020. The sampling technique used purposive sampling,
with a total sample of 30 people. Data were analyzed using univariate and
bivariate using Independent t test. Univariate analysis results showed the average
knowledge of respondents pretest with interactive book media was 9.93, while
using a flipchart was 11.27. Meanwhile, the average knowledge of posttest
respondents with interactive book media is 17.00, while using flipcharts is 18.07.
The results of the bivariate analysis showed there were differences in the increase
in knowledge about clean and healthy living with interactive book media and flip
charts on students with a p value of 0.022. It can be concluded that there was an
increase in students' knowledge about clean and healthy living after health
education. It is hoped that the results of this study can be used as input for health
institutions regarding health education media that are more innovative and
effective so that they can become agents of change in the future life.

Keywords: Knowledge, PHBS, Interactive Book, Flipchart


References: 33 (2002 - 2018)

ix
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan

karunia-Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

“Efektifitas Perbedaan Peningkatan Pengetahuan Tentang Perilaku Hidup Bersih

Dan Sehat dengan Buku Interaktif dan Flip Chart Pada siswa SD Negeri 01

Padang Utara Kota Padang”.

Dalam menyusun skripsi ini penulis sangat banyak mendapatkan bantuan

serta sumbangan gagasan dan pikiran dari berbagai pihak. Untaian terima kasih

pun kami ucapkan kepada pihak yang telah mendukung terlaksananya skripsi ini,

diantaranya yang terhormat:

1. Bapak Drs.Hasrinal.Amd.kep.M.M selaku ketua Stikes Syedza Saintika Padang

2. Bapak Edison M.Kes selaku Pembimbing I yang selalu memberikan nasihat,

Bimbingan dan Petunjuk dalam Pelaksanaan Pembuatan Penulisan skripsi ini.

3. Bapak Ropendi Pardede, MBA Selaku Pembimbing II yang telah banyak

memberikan banyak dorongan, semangat dan bimbingan hingga dapaat

menyelesaikan penulisan Skripsi ini.

4. Bapak Dr.Nova Arikman Selaku Penguji I

5. Ibu Wiya Elsa Fitri, M.Si Selaku Penguji II

6. Teman Teman yang membantu memberikan masukan dan saran sehingga

penelitian dapat terselesaikan dengan baik.

x
Kami menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari

kesempurnaan, oleh karena itu, peneliti sangat mengharapkan kritik dan saran yang

bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga laporan ini

bermanfaat bagi penulis dan Pembaca. Atas Perhatiannya Kami Ucapkan Terima

kasih.

Padang, April 2020

Penulis

xi
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL DEPAN...............................................................................i


HALAMAN SAMPUL DALAM.............................................................................ii
HALAMAN PRASYARAT GELAR.....................................................................iii
PERSETUJUAN SKRIPSI.....................................................................................iv
PENGESAHAN PEMBIMBING...........................................................................v
PENETAPAN PANITIA PENGUJI SKRIPSI.....................................................vi
HALAMAN KEASLIAN PENELITIAN.............................................................vii
ABSTRAK..............................................................................................................viii
ABSTRACT...............................................................................................................ix
KATA PENGANTAR..............................................................................................x
DAFTAR ISI...........................................................................................................xii
DAFTAR TABEL..................................................................................................xiv
DAFTAR BAGAN..................................................................................................xv
DAFTAR GAMBAR.............................................................................................xvi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang...............................................................................................1
B. Rumusan Masalah..........................................................................................5
C. Tujuan Penelitian............................................................................................5
D. Manfaat Penelitian..........................................................................................6
E. Ruang Lingkup Penelitian..............................................................................7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. PHBS..............................................................................................................8
B. Pengetahuan..................................................................................................13
C. Media Pendidikan Kesehatan.......................................................................19
D. Kerangka Teori.............................................................................................29
BAB III METODE PENELITIAN

xii
A. Jenis dan Desain Penelitian..........................................................................30
B. Tempat dan Waktu Penelitian......................................................................31
C. Populasi dan Sampel....................................................................................31
D. Etika Penelitian.............................................................................................32
E. Jenis dan Teknik Pengumpulan Data...........................................................34
F. Teknik Pengolahan Data..............................................................................35
G. Analisa Data.................................................................................................36
H. Kerangka Konsep.........................................................................................38
I. Hipotesis.......................................................................................................38
H. Defenisi Operasional....................................................................................38
BAB IVHASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum Penelitian........................................................................40
B. Analisa Univariat..........................................................................................41
C. Analisa Bivariat............................................................................................42
BAB V PEMBAHASAN
A. Analisa Univariat..........................................................................................43
B. Analisa Bivariat............................................................................................48
BAB VI PENUTUP
A. Kesimpulan...................................................................................................52
B. Saran.............................................................................................................52
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN – LAMPIRAN

xiii
xiv
DAFTAR TABEL

No. Tabel Halaman

Tabel 3.1 Defenisi Operasional............................................................... 39

Tabel 4.1 Rata- Rata Tingkat Pengetahuan Siswa Sebelum Diberi


Media Buku Interaktif dan Flip Chart.................................... 41

Tabel 4.2 Rata- Rata Tingkat Pengetahuan Siswa Sesudah Diberi


Media Buku Interaktif dan Flip Chart..................................... 41

Tabel 4.3 Perbedaan Peningkatan Pengetahuan Tentang Hidup Bersih


dan Sehat Dengan Media Buku Interaktif Dan Flip Chart
Pada Siswa SD........................................................................ 42

xv
DAFTAR BAGAN

No. Bagan Halaman

Bagan 2.1 Kerangka Teori........................................................................... 29


Bagan 3.1 Kerangka Konsep........................................................................ 38

xvi
DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Halaman

Gambar 2.1 Buku interaktif pop up............................................................................................


21
Gambar 2.2 Buku Interaktif Peek a Boo.....................................................................................
21
Gambar 2.3 Buku Interaktif Pull Tab.........................................................................................
22
Gambar 2.4 Buku Interaktif Hidden Objects book.....................................................................
22
Gambar 2.5 Buku interaktif Games............................................................................................
23
Gambar 2.6 Buku Interaktif Perticipation..................................................................................
23
Gambar 2.7 Buku Interaktif Play-A-Song/Play-A-Sound...........................................................
23
Gambar 2.8 Buku Interaktif Touch and feel...............................................................................
24

xvii
DAFTAR LAMPIRAN

No. Lampiran

Lampiran 1 : Ghancart
Lampiran 2 : Permohonan Menjadi Responden

Lampiran 3 : Informed Consent

Lampiran 4 : Instrumen Penelitian

Lampiran 5 : SAP

Lampiran 6 : Master Tabel

Lampiran 7 : Olahan SPSS

Lampiran 8 : Lembar Konsultasi / Bimbingan Skripsi

Lampiran 9 : Surat Izin Penelitian dari Stikes Syedza Saintika Padang

xviii
BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kualitas sumber daya manusia (SDM) antara lain ditentukan dua faktor

yang satu sama yang lain saling berhubungan, berkaitan dan saling bergantung

yakni pendidikan dan kesehatan. Kesehatan merupakan prasyarat utama agar

upaya pendidikan berhasil, sebaliknya pendidikan yang diperoleh akan sangat

mendukung tercapainya peningkatan status kesehatan seseorang. Sekolah

sebagai salah satu sasaran PHBS di tatanan institusi pendidikan. Hal ini

disebabkan karena banyaknya data yang menyebutkan bahwa munculnya

sebagian penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah (usia 6-10),

misalnya diare, kecacingan dan anemia ternyata umumnya berkaitan dengan

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Oleh karena itu, penanaman nilai-

nilai PHBS disekolah merupakan kebutuhan mutlak dan dapat dilakukan

melalui pedekatan usaha kesehatan Sekolah. Memperkenalkan dunia kesehatan

pada anak-anak di sekolah, seyogyanya tidak terlalu susah karena pada

umumnya tiap sekolah sudah memiliki Usaha Kesehatan Sekolah (Ali, 2010).

PHBS dapat diterapkan pada semua golongan masyarakat termasuk anak

usia sekolah. Anak sekolah merupakan generasi penerus bangsa yang perlu

dijaga, ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya. Jumlah anak yang cukup

besar yakni 30% dari jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 73 juta orang

merupakan masa keemasan untuk menanamkan nilai-nilai PHBS sehingga

1
2

berpotensi sebagai agen perubahan untuk mempromosikan PHBS, baik di

lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat (Melva, 2014).

Menurut World Health Organization (WHO), setiap tahunnya sekitar 2,2

juta orang di negara-negara berkembang terutama anak-anak meninggal dunia

akibat Berbagai Penyakit yang Di sebabkan oleh kurangnya air minum yang

aman, sanitasi dan hygieneyang buruk. Selain itu, terdapat bukti bahwa

pelayanan sanitasi yang menandai Persediaan air yang aman, sistem

pembuangan sampah serta pendidikan hygiene dapat menakan angka kematian

akibat diare sampai 65% serta penyakit penyakit lain sebagainya 26% ( WHO,

2016).

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 pasal 79 tentang Kesehatan,

ditegaskan bahwa "Kesehatan Sekolah" diselenggarakan untuk meningkatkan

kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat sehingga

peserta didik dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan

setinggi-tingginya sehingga diharapkan dapat menjadi sumber daya manusia

yang berkualitas. Di dalam peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia

No. 2269 /Menkes/Per/X/2011 telah diatur tentang pedoman penyelenggaraan

PHBS di berbagai tatanan termasuk di institusi pendidikan.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 secara nasional, penduduk

yang telah memenuhi kriteria PHBS baik sebesar 38,7%. Terdapat lima provinsi

dengan pencapaian di atas angka nasional yaitu DI Yogyakarta (59,4%), Bali

(53,7%), Kalimantan Timur (52,4%), Jawa Tengah (51,2%), dan Sulawesi Utara

(50,4%). Sedangkan provinsi dengan pencapaian PHBS rendah berturut-turut


3

adalah Gorontalo (33,8%), Riau (30,1%), dan Sumatera Barat (28,2%), Nusa

Tenggara Timur (26,8%), Papua (24,4%).

Menurut Data Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2018, Wilayah Kerja

Puskesmas yang memiliki presentase rumah tangga ber- PHBS tinggi adalah

Puskesmas Ambacang sebesar 73,3%, sedangkan wilayah kerja Puskesmas

Yang memiliki Presentase rumah tangga ber-PHBS rendah adalah Puskesmas

ulak karang dengan Presentase sebesar 7,1% Kurangnya PHBS pada tatanan

rumah tangga di Wilayah ulak karang dapat Mempengaruhi PHBS anak anak

yang ada dalam lingkunganKeluarga,sehingga akan dapat mempengaruhi

perilaku anak anak di sekolah ( Dinas Kesehatan Kota Padang, 2018).

Masa Sekolah dasar adalah masa Keemasan untuk menentukan nilai nilai

PHBS dan berpotensi sebagai agen of change untuk mempromosikan PHBS

baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat sehingga tercipta

sumber daya manusia yang berkualitas nantinya. Data mengenai jumlah anak

sekolah bahwa,tahun 2010 jumlah anak anak di indonesia di estimasikan

mencapai 64,85 juta jiwa. Di perkirakan mencapai 65,31 juta jiwa pada tahun

2015. Porsi jumlah penduduk anak anak indonesia dengan kategori usia 0-14

tahun sekitar 28% - 34% terdapat jumlah penduduk indonesia yang pada tahun

lalu mencapai 235 juta jiwa.Saluran yang cocok untuk memberikan sosialisasi

dan praktik kesehatan sejak dini pada anak- anak adalah melalui sekolah

( Pramono, 2011).

Media merupakan alat untuk promosi kesehatan yang dapat dilihat,

didengar, diraba, dan dirasa, untuk memperlancar komunikasi dan


4

pengebarluasan informasi. Media pendidikan adalah alat bantu yang digunakan

oleh pemberi materi atau pesan kesehatan untuk menyampaikan bahan atau

materi kesehatan. Media pendidikan kesehatan terbagi atas tiga bentuk yaitu

media cetak, elektronik dan papan. Media cetak sebagai media untuk

menyampaikan pesan-pesan kesehatan sangat bervariasi, seperti. Flip chart

adalah media penyampaian pesan kesehatan dalam bentuk lembar balik. Hasil

penelitian Syiva (2012), menunjukkan bahwa media flip chart efektif untuk

meningkatkan pengetahuan anak sebesar 21% dan hasil penelitian tersebut juga

menunjukkan bahwa media flip chart tidak memiliki retensi yang baik jika

dibandingkan dengan media berbasis komputer yang diteliti pada penelitia

tersebut. Buku interaktif adalah lembar kertas yang berjilid yang dapat

melakukan aksi dan saling aktif sehingga sangat menarik bagi pembacanya.

Hasil penelitian Yuzak, dkk menunjukkan bahwa media buku interaktif efektif

untuk meningkatkan pengetahuan pada anak usia 6-9 tahun.

Anak-anak sebagai sasaran pendidikan memiliki karakteristik tertentu

sesuai dengan perkembangan kognitifnya. anak usia 7-11 tahun berada dalam

tahap perkembangan kognitif konkret operasional. Pada tahap ini anak baru

mampu berpikir sistematis mengenai benda-benda dan peristiwa peritiwa yang

konkret, selain itu anak pada usia ini memiliki daya ingat yang tinggi sehingga

dapat menghasilkan retensi pengetahuan yang baik. Perkembangan koqnitif

merupakan salah satu aspek yang perlu di perhatikan untuk menentukan media

yang cocok untuk di gunakan dalam membantu proses belajar agar tercapainya

tujuan belajar atau tujuan pendidikan (Walgito, 2012).


5

Media pendidikan disusun berdasarkan prinsip bahwa pengetahuan yang

ada pada setiap manusia diterima atau ditangkap melalui panca indra, semakin

banyak panca indra yang digunakan untuk menerima sesuatu maka semakin

banyak dan semakin Jelas pula prosesnya pengetahuan yang di peroleh. Selain

itu media yang sesuai akan menghasilkan retensi pengetahuan yang baik. Anak

kelas 5 Sekolah Dasar dengan rata-rata anak usia 8-11 tahun berada dalam tahap

perkembangan kognitif konkret operasional. Pada tahap ini anak baru mampu

berpikir sistematis mengenai benda-benda dan peristiwa peritiwa yang konkret.

Berdasarkan uraian dari latar belakang tersebut di atas maka Peneliti telah

melakukan penelitian ”Efektifitas perbedaan peningkatan pengetahuan tentang

hidup bersih dan sehat dengan media buku interaktif dan flip chart pada siswa

SD Negeri 01 Padang Utara Kota Padang”.

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah pada

penelitian ini adalah bagaimana perbedaan tingkat pengetahuan tentang hidup

bersih dan sehat dengan media buku interaktif dan flip chart pada siswa SD

Negeri 01 Padang Utara Kota Padang.

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui perbedaan peningkatan pengetahuan tentang hidup

bersih dan sehat dengan media buku interaktif dan flip chart pada siswa SD

Negeri 01 Padang Utara Kota Padang Tahun 2020.


6

2. Tujuan Khusus

a. Diketahui rata- rata tingkat pengetahuan siswa sebelum diberi media buku

interaktif dan flip chart di SD Negeri 01 Padang Utara Kota Padang

Tahun 2020.

b. Diketahui rata- rata tingkat pengetahuan siswa sesudah diberi media buku

interaktif dan flip chart di SD Negeri 01 Padang Utara Kota Padang

Tahun 2020.

c. Diketahui perbedaan peningkatan pengetahuan tentang hidup bersih dan

sehat dengan media buku interaktif dan flip chart pada siswa SD Negeri

01 Padang Utara Kota Padang Tahun 2020.

D. Manfaat Penelitian

1. Bagi Peneliti

Untuk meningkatkan kemampuan menulis dalam penelitian mengenai

masalah dan wadah serta sarana dan mengaplikasikan ilmu yang di peroleh

selama kuliah serta menambah pengetahuan dan pengalaman di lapangan.

2. Bagi Institusi Kesehatan

Sebagai bahan masukan bagi institusi Kesehatan mengenai media

edukasi kesehatan yang lebih inovatif dan efektif sehingga dapat menjadi

agen of change di kehidupan yang akan mendatang.

3. Bagi Institusi Pendidikan

Sebagai bahan masukan bagi SD Sebagai pengembangan ilmu

pengetahuan serta Sebagai bahan masukan bagi institusi di bidang kesehatan

dan pendidikan,mengenai media edukasi kesehatan yang lebih inovatif dan


7

efektif bagi anak sekolah dasar sehingga dapat menjadi agen of change di

kehidupan yang akan mendadatang. Serta memberikan informasi dan

pengalaman belajar dengan media edukasi yang berbeda, serta memberikan

pengetahuan kepada siswa mengenai pentingnya menerapkan Perilaku Hidup

Bersih dan Sehat di Sekolah SDN 01 Padang Utara.

E. Ruang Lingkup Penelitian

Ruang Lingkup penelitian ini yaitu Efektifitas Perbedaan Peningkatan

Pengetahuan Tentang Hidup Bersih dan Sehat dengan media Buku Interaktif

dan Flip Chart Pada Siswa SD Negeri 01 Padang Utara Kota Padang. Penelitian

telah dilakukan di SD Negeri 01 yang berlokasi di Ulak Karang Kota Padang

pada tanggal 16 Maret – 30 Maret Tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan

dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan

menggunakan rancangan Non-Equivalent Control Group. Rancangan ini sangat

baik digunakan untuk evaluasi program pendidikan kesehatan atau pelatihan-

pelatihan lainnya. Disamping itu rancangan ini juga baik untuk desa, dengan

kecamatan atau desa lainnya. Dalam rancangan ini, pengelompokkan anggota

sampel pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak dilakukan

secara random atau acak. Oleh sebab itu rancangan ini sering juga ‘Non-

randomized Control Group Pretest-Posttest Design”. Populasi pada penelitian

ini berjumlah 30 siswa dan pengambilan sampel pada penelitian ini

menggunakan tehnik total sampling dengan jumlah sampel 30 orang.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

1. Definisi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Beberapa pengertian kaitannya dengan Perilaku Hidup Bersih dan

Sehat (PHBS) adalah:

a. Perilaku Sehat adalah pengetahuan, sikap dan tindakan proaktif untuk

memelihara dan mencegah risiko terjadinya penyakit, melindungi diri

dari ancaman penyakit, serta berperan aktif dalam Gerakan Kesehatan

Masyarakat.

b. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah wujud pemberdayaan

masyarakat yang sadar, mau dan mampu mempraktekkan PHBS. Dalam

hal ini ada 5 program prioritas yaitu KIA, Gizi, Kesehatan Lingkungan,

Gaya Hidup, dan Dana Sehat/Asuransi Kesehatan/JPKM.

c. Tatanan, adalah tempat dimana sekumpulan orang hidup, bekerja,

bermain, berinteraksi dan lain-lain. Dalam hal ini ada 5 tatanan PHBS

yaitu Rumah Tangga, Sekolah, Tempat Kerja, Sarana Kesehatan dan

Tempat Tempat Umum (Kemenkes, 2011).

2. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Tatanan Sekolah

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 pasal 79 tentang Kesehatan,

ditegaskan bahwa "Kesehatan Sekolah" diselenggarakan untuk

meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan

8
9

hidup sehat sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh dan berkembang

secara harmonis dan setinggi-tingginya sehingga diharapkan dapat menjadi

sumber daya manusia yang berkualitas. Di dalam peraturan Menteri

Kesehatan Republik Indonesia No. 2269 /Menkes/Per/X/2011 telah diatur

tentang pedoman penyelenggaraan PHBS di berbagai tatanan termasuk di

Institusi pendidikan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk

meningkatkan PHBS adalah dengan melakukan promosi PHBS ke seluruh

lapisan masyarakat. Kelompok masyarakat yang potensial dijadikan saaran

promosi PHBS adalah anak anak tingkat sekolah dasar SD karena pada usia

tersebut mereka aktif bergerak dan bermain dengan tanah yang merupakan

media penularan penyakit merupakan masa eksploratif ( bermain main)

dengan lingkungan serta usia yang tepat untuk menerima atau menyerap

untuk informasi dengan cepat (Kemenkes, 2011).

PHBS untuk anak usia sekolah dasar dimulai dengan mmbentuk

kebiasaan sikat gigi, dengan benar, mencuci tangan serta amembersihkan

kuku dan rambut.PHBS yang sangat sederhana tersebut akan mengurangi

risiko terkena penyakit. Salah satunya adalah diare, penyakit diare menjadi

penyebab kematian kedua yang paling umum untuk anak anak terutama

balita. Sebuah ulasan yang membahas sekitar 30 penelitian terkait

menemukan bahwa cuci tangan dengan sabun dapat memangkas angka

penderita diare hingga separuh. Promosi PHBS perlu dimulai sejak usia

dini agar menjadi tambahan pengetahuan dan selanjutnya diharapkan dapat

di praktekkan dalam kehidupan sehari hari. Serta menjadi dari norma hidup
10

mereka. Promosi PHBS bisa disampaikan melalui berbagai media masa,

baik media cetak, maupun media elektronik (Wowor, 2011).

Masih rendahnya pelaksananaan Program Perilaku Hidup Bersih dan

Sehat (PHBS) pada anak sekolah terutama pada pelaksanaan cuci tangan

pakai sabun, berolahraga secara teratur, menimbang berat badan dan

mengukur tinggi badan, memberantas jentik di sekolah dan membuang

sampah pada tempatnya. Hal ini disebabkan masih kurangnya informasi dan

pengetahuan anak tersebut tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

tersebut, kurangnya fasilitas sarana yang mendukung kegiatan tersebut, dan

masih rendahnya peran guru dan petugas kesehatan dalam memberikan

informasi guna mendukung kegiatan pelaksanaan program Perilaku Hidup

Bersih dan Sehat (PHBS) pada lingkungan sekolah (Gunarsa, 2012).

Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai

PHBS di sekolah, antara lain:

a. Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun

b. Mengonsumsi Jajanan Sehat di kantin sekolah, karena lebih terjamin

kebersihannya.

c. Menggunakan Jamban yang bersih dan sehat, serta Menjaga Kebersihan

Jamban.

d. Olahraga dan aktifitas Fisik yang teratur dan terukur sehingga

meningkatkan Kebugaran dan kesehatan Peserta Didik.

e. Memberantas Jentik Nyamuk di sekolah secara Rutin.

f. Tidak Merokok di Sekolah.


11

g. Menimbang Berat Badan Dan Mengukur Tinggi Badan Peserta didik

setiap 6 bulan Untuk memantau Pertumbuhan.

h. Membuang sampah Pada Tempatnya.

3. Langkah-langkah Pembinaan PHBS di sekolah

a. Analisis Situasi

Penentu kebijakan/pimpinan disekolah melakukan pengkajian

ulang tentang ada tidaknya kebijakan tentang PHBS di sekolah serta

bagaimana sikap dan perilaku khalayak sasaran (siswa, warga sekolah

dan masyarakat lingkungan sekolah) terhadap kebijakan PHBS

disekolah. Kajian ini untuk memperoleh data sebagai dasar membuat

kebijakan.

b. Pembentukan Kelompok Kerja

Pihak Pimpinan sekolah mengajak bicara/berdialog guru, komite

sekolah dan tim pelaksana atau Pembina UKS tentang :

1) Maksud, tujuan dan manfaat penerapan PHBS disekolah membahas

rencana kebijakan tentang penerapan PHBS di sekolah.

2) Meminta masukan tentang penerapan PHBS di sekolah, antisipasi

kendala sekaligus alternative solusi.

3) Menetapkan penanggung jawab PHBS disekolah dan mekanisme

pengawasannya. Membahas cara sosialisasi yang efektif bagi siswa,

warga sekolah dan masyarakat sekolah.

4) Pimpinan sekolah membentuk kelompok kerja penyusunan

kebijakan PHBS di sekolah (Tjitarsa, 2010).


12

4. Penyiapan Infastruktur

Membuat surat keputusan tentang penanggung jawab dan pengawasan

PHBS di sekolah instrumen pengawasan materi sosialisasi penerapan PHBS

di sekolah pembuatan dan penemtuan pesan di tempat tempat strategis di

sekolah sekolah pelatihan bagi pengelola PHBS di sekolah.

a. Sosialisasi penerapan PHBS di sekolah di lingkungan internal

b. Penggunaan jamban sehat dan air bersih

c. Pemberantasan Sarang nyamuk (PSN)

d. Larangan merokok disekolah dan kawasan tanpa rokok di sekolah

e. Membuang sampah ditempatnya

5. Manfaat Pembinaan PHBS di Sekolah

a. Terciptanya sekolah yang bersih dan sehat sehingga siswa, guru dan

masyarakat lingkungan sekolah terlindungi dari berbagai gangguan dan

ancaman penyakit.

b. Meningkatkan semangat proses belajar mengajar yang berdampak pada

prestasi belajar siswa

c. Citra sekolah sebagai institusi pendidikan semakin meningkat sehingga

mampu menarik minat orang tua.

d. Meningkatkan citra pemerintah daerah di bidang pendidikan

e. Menjadi percontohan sekolah sehat bagi daerah lain (Tjitarsa, 2010).


13

B. Pengetahuan (Knowledge)

1. Pengertian Pengetahuan

Pengetahuan adalah kesan didalam pikiran manusia sebagai hasil

penggunaan panca indranya dan berbeda dengan kepercayaan (beliefes),

takhayul (superstition), dan penerangan-penerangan yang keliru

(misinformation) (Soekanto, 2003).

Pengetahuan merupakan hasil dari tahu yang terjadi setelah orang

melakukan penginderan terhadap suatu objek tertentu. Objek dalam

pengetahuan adalah benda atau hal yang diselidiki oleh pengetahuan itu.

Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni indera raba, rasa,

penglihatan, pendengaran dan penciuman. Karena itu pengetahuan

dimungkinakan didapat dari berbagai sumber dan pengalaman

(Notoadmodjo, 2010).

Jadi dapat disimpulkan bahwa pengetahuan adalah hasil dari

pengalaman dan kesan didalam pikiran manusia yang diselidiki melalui

panca inderanya untuk mendapatkan pengetahuan.

2. Tingkatan Pengetahuan

Dalam domain kognitif ada 6 (enam) tingkatan pengetahuan yaitu:

a. Tahu (know)

Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah

dipelajari sebelum termasuk ke dalam pengetahuan tingkat ini adalah

mengingat kembali (recall) terhadap spesifik dari seluruh badan yang

dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Oleh karena itu tahu
14

merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah. Kata kerja untuk

mengukur bahwaborang itu tahu tentang apa yang dipelajari antara lain

menyebutkan, mengarahkan, mendefenisikan, dan menyatakan.

b. Memahami (Comprehension)

Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan

secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan

akan berjalan optimal (Marimbi, 2010). materi tersebut secara benar.

Orang telah paham terhadap objek atau materi harus dapat menjelaskan,

menyebutkan contoh, menyimpulkan, meramalkan terhadap objek yang

dipelajari.

c. Aplikasi (Application)

Aplikais diartikan sebagai kemampuan untuk mengeluarkan

materi yang telah dipelajari pada situasi dan kondisi riel (sebenarnya).

d. Analisis (Analysis)

Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau

suatu objek ke dalam komponen-komponen, tetapi masih dalam suatu

struktur organisasi tersebut dan masih ada kaitannya satu sama lain.

Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan ata kerja, seperti

dapat menggambarkan (membuat bagan), membedakan, memisahkan,

dan mengelompokkan.

e. Sintesis (Syntesis)

Sintesis menunjuk pada suatu kemampuan untuk meletakkan atau

menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang


15

baru, dengan kat lain sintesisi adalah suatu kemampuan formulasi baru

dari formulasi yang ada.

f. Evaluasi (Evaluation)

Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan

justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaian-

penilaian itu berdasarkan suatu kriteria yang ditemukan sendiri atau

menggunakan kriteria-kriteria yang ada.

Menurut Notoatmodjo (2010), dalam buku Ilmu Kesehatan

Masyarakat mengemukakan bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku

baru (berperilaku baru) di dalam diri orang tersebut terjadi proses yang

berurutan yaitu:

a. Kesadaran (Awareness), dimana oarang tersebut menyadari dalam arti

mengetahui dalam arti mengetahui terlebih dahulu terhadap stimulus.

b. Merasa tertarik (Interest) terhadap stimulus atau objek tersebut. Disini

sikap subjek sudah mulai timbul.

c. Menimbang-menimbang (Evalution) terhadap baik atau tidaknya

stimulus tersebut bagi dirinya. Hal ini berarti sikap responden sudah lebih

baik lagi.

d. Mencoba (Trial), dimana subjek ini mulai mencoba melakukan sesuatu

sesuai dengan apa yang telah dikehendaki oleh stimulus. Adoption,

dimana subjek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan,

kesadaran dan sikapnya terhadap stimulus.


16

3. Faktor- faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan

a. Faktor Internal

1) Pendidikan

Pendidikan berarti bimbingan yang diberikan seseorang

terhadap perkembangan orang lain menuju ke arah cita-cita tertentu

yang menentukan manusia untuk berbuat dan mengisi kehidupan

untu mencapai keselamatan dan kebahagiaan. Pendidikan diperlukan

untuk mendapat informasi misalnya hal-hal yang menunjang

kesehatan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Menurut

Notoatmodjo, (2010), pendidikan dapat mempengaruhi seseorang

termasuk juga perilaku seseorang akan pola hidup terutama dalam

memotivasi untukm sikap berperean serta dalam pembangunan. Pada

umumnya makin tinggi pendidikan seseorang makin mudah

menerima informasi.

2) Pekerjaan

Menurut Thomas yang dikutip oleh Nursalam (2008),

pekerjaan adalah keburukan yang harus dilakukan terutama untuk

menunjang kehidupannya dan kehidupan keluarga. Pekerjaan

bukanlah sumber kesenangan, tetapi lebih banyak merupakan cara

mencari nafkah yang membosankan, berulang dan banyak tantangan.

Sedangkan bekerja umumnya merupakan kegiatan yang menyita

waktu.
17

3) Umur

Menurut Elisabeth BH yang dikutip Nursalam (2008), usia

adalah umur individu yang terhitung mulai saat melahirkan sampai

berulang tahun. Dari segi kepercayaan masyarakat seseorang yang

lebih dewasa dipercayai dari orang yang belum tinggi

kedewasaannya.

4) Pengalaman

Pengalaman merupakan guru yang terbaik. Pepatah tersebut

dapat diartikan bahwa pengalaman itu suatu cara untuk memperoleh

kebenaran pengetahuan. Oleh sebab itu pengalaman pribadi pun

dapat digunakan sebagai upaya untuk memperoleh pengetahuan. Hal

ini dilakukan dengan cara mengulang kembali pengamalan yang

diperoleh dalam memcahkan permasalahan yang dihadapi pada masa

lalu. (Notoatmodjo, 2010).

b. Faktor Eksternal

1) Lingkungan

Menurut Ann. Mariner yang dikutip dari Nursalam (2008),

lingkungan merupakan seluruh kondisi yang ada di sekitar manusia

dan pengaruhnya yang dapat mempengaruhi perkembangan dan

perilaku orang atau kelompok.


18

2) Sosial Budaya

Sosial budaya yang ada pada masyarakat dapat

mempengaruhi sikap dan menerima informasi. Sosial budaya

mempunyai pengaruh pada pengetahuan seseorang.

4. Cara Memperoleh Pengetahuan

Notoatmodjo (2010), menyatakan cara memperoleh kebenaran

pengetahuan sepanjang sejarah, dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) yaitu:

a. Cara Tradisional

Cara-cara penemuan pengetahuan pada periode ini antara lain :

1) Cara coba-coba

Ini dilakukan dengan menggunakn kemungkinan tersebut tidak

berhasil dicoba kemngkinan yang lama.

2) Cara kekuasaan (Otoritas)

Dimana pengetahuan diperoleh berdasarkan pada kekuasaan,

baik otoritas tradisi, otoritas pemerintah, otoritas pemimpin, maupun

otoritas ahli ilmu pengetahuan.

3) Berdasarkan pengalaman

Hal ini dilakukan dengan cara mengulang kembali pengalaman

yang diperoleh dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi

pada masa lalu.

4) Melalui jalan pikiran

Manusia telah mampu menggunakan penalarannya dalam

memperoleh pengetahuan.
19

5. Pengukuran pengetahuan

Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau

angket yang menanyakan tentang isi materi yang ingin diukur dari subjek

penelitian atau responden. Kedalaman pengetahuan yang ingin diketahui

atau diukur dapat disesuaikan dengan tingkatan-tingkatan di atas (Arikunto

2009). Penilaian pengetahuan dapat dilihat dari setiap item pertanyaan yang

akan diberikan peneliti kepada responden. Menurut Arikunto (2009),

kategori pengetahuan dapat ditentukan dengan kriteria :

a. Pengetahuan baik : jika jawaban benar 76 – 100 %

b. Pengetahuan cukup : jika jawaban benar 56 – 75 %

c. Pengetahuan kurang : jika jawaban benar ≤ 55

C. Media Pendidikan Kesehatan

1. Pengertian Media

Media atau alat peraga dalam promosi kesehatan dapat diartikan sebagai

alat bantu untuk promosi kesehatan yang dapat dilihat, didengar, diraba,

dirasa atau dicium, untuk memperlancar komunikasi dan penyebarluasan

informasi.

2. Fungsi Media

Media memiliki beberapa fungsi, diantaranya adalah :

a. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang

dimiliki oleh para audience.

b. Media pembelajaran dapat melampui batasan ruang promosi.


20

c. Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara

audience dengan ligkungannya.

d. Media menghasilkan keseragaman pengamatan

e. Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkret, dan realistis

f. Media membangkitkan keinginan dan minat baru

g. Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.

h. Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang

konkretsampai dengan abstrak ( Sakinatun, 2013).

3. Manfaat Media Pendidikan Kesehatan

Manfaat media Pendidikan Kesehatan yaitu:

1. Media Pembelajaran menungkinkan adanya interaksi langsung antara

sasaran Pendidikan dengan Lingkungan

2. Media menghasilkan keseragaman lingkungan

3. Media Membangkitkan keinginan minat Baru Media Membangkitkan

Motivasi dan Merangsang anak Untuk belajar

4. Macam Macam media Pendidikan Kesehatan

Media atau alat peraga akan sangat membantu didalam promosi

kesehatan agar pesan pesan kesehatan dapat disampaikan lebih jelas dan

masyarakat atau sasaran dapat menerima pesan tersebut dengan jelas dan

tepat pula.

a. Media Buku Interaktif

Pengertian Buku Interaktif Menurut Kamus Besar Bahasa

Indonesia dalam penelitan Oey (2012), buku adalah lembar kertas yang
21

berjilid, berisi tulisan atau kosong; kitab. Sedangkan menurut Oxford

dictionary, buku mempunyai arti sebagai hasil karya yang ditulis atau

dicetak dengan halaman-halaman yang dijilid pada satu sisi ataupun juga

merupakan suatu hasil karya yang ditujukan untuk penerbitan. Sedangkan

arti dari interaktif adalah bersifat saling melakukan aksi, antar hubungan,

saling aktif. Dengan demikian, buku interaktif dapat berarti sebagai

lembar kertas yang berjilid yang dapat melakukan aksi, antar hubungan,

dan saling aktif. Jenis-Jenis Buku Interaktif Buku interaktif memiliki

bermacam-macam bentuk, yaitu terdiri atas:

i. Buku interaktif pop up Merupakan jenis buku interaktif berupa lipatan

gambar yang terlihat 3 dimensi dengan menggunakan lipatan kertas

Gambar 2.1 Buku interaktif pop up

ii. Buku interaktif peek a boo Terkadang disebut juga dengan buku

interaktif lift a flap merupakan jenis buku interaktif yang halaman

bukunya harus dibuka untuk mengetahui kejutan di balik halaman

tersebut.

Gambar 2.2 Buku interaktif peek a boo


22

iii. Buku interaktif pull tab Merupakan jenis buku interaktif berupa kertas

yang ditarik pada halaman bukunya

Gambar 2.3 Buku interaktif pull tab

iv. Buku interaktif hidden objects book Jenis buku interaktif yang

mengajak anak untuk menemukan objek yang telah disamarkan pada

bagian halaman dan membawa cerita melalui itu.

Gambar 2.4 Buku interaktif hidden objects book

v. Buku interaktif games, jenis buku interaktif berupa permainan

menggunakan alat tulis atau tidak menggunakan alat tulis.

Gambar 2.5 Buku interaktif games


23

vi. Buku interaktif participation, jenis buku interaktif yang berisi

penjelasan atau cerita disertai dengan tanya jawab dan atau instruksi

untuk melakukan sesuatu guna menguji penjelasan atau cerita yang

ada dalam buku tersebut.

Gambar 2.6 Buku interaktif participation

vii. Buku interaktif Play-A-Song atau Play-A-Sound Merupakan jenis

buku interaktif yang dilengkapi dengan tombol-tombol yang apabila

ditekan akan mengeluarkan bunyi-bunyian berupa lagu atau suara-

suara yang berhubungan dengan cerita di dalam bukunya

Gambar 2.7
Buku interaktif Play-A-Song atau Play-A-Sound

viii. Buku interaktif touch and feel Jenis buku interaktif yang biasa

digunakan untuk anak usia pre-school dengan tujuan untuk

mengembangkan minat mereka dalam belajar mengenal tekstur

berbeda, misalnya bulu halus pada gambar burung.


24

Gambar 2.8
Buku interaktif touch and feel

ix. Buku interaktif campuran, jenis buku interaktif yang berisi gabungan

dari beberapa bentuk jenis penerapan bentuk buku interaktif. Contoh:

buku interaktif yang berisi campuran antara pull up dan peek a boo.

b. Media flip chart

i. Pengertian flip chart (bagan balikan)

flip chart (bagan balikan) merupakan lembaran-lembaran

kertas yang menyerupai album atau kalender berukuran 50 x 75 cm,

atau ukuran yang lebih kecil 28 x 21 cm sebagai flip book yang

disusun dalam urutan yang diikat pada bagian atasnya. Flip chart

(bagan balikan) merupakan media visual yang salah satu fungsinya

memberikan informasi secara simbolis (Arifiandi, 2013).

Menurut Arifiandi (2013) penggunaan flip chart (bagan

balikan) ini adalah salah satu cara guru dalam menghemat waktunya

untuk menulis di papan tulis dan juga sangat efektif untuk

mempermudah guru dalam mengajar, sehingga materi yang


25

disampaikan dapat di serap dengan baik oleh semua siswa. Penyajian

informasi flip chart (bagan balikan) dapat berupa gambar, huruf,

diagram dan angka. Jauh sebelum teknologi OHP, slide film, dan

LCD memasuki ruang belajar, flip chart (bagan balikan) sudah

digunakan untuk media presentasi guru. Sampai saat ini, flip chart

(bagan balikan) juga masih digunakan karena kepraktisannya. Ketika

pembelajaran di alam terbuka yang jauh dari aliran listrik, flip chart

(bagan balikan) sangat tepat untuk membantu presentasi guru.

Bendel flip chart (bagan balikan) mudah dibawa ke mana saja

bergantung tempat presentasi.

flip chart secara umum terbagi dalam dua sajian:

a) flip chart (bagan balikan) yang hanya berisi lembaran-lembaran

kertas kosong yang siap diisi pesan pembelajaran.

b) flip chart (bagan balikan) yang berisi pesan-pesan pembelajaran

yang telah disiapkan sebelumnya yang isinya bisa berupa gambar,

teks, grafik, bagan dan lain-lain.

ii. Ciri-Ciri flip chart

flip chart (bagan balikan) memiliki berbagai macam ciri,

diantaranya:

a) Bahan flip chart (bagan balikan) biasanya kertas berukuran

plano;

b) Kertas yang digunakan mudah di bolak-balik;

c) Kertas yang digunakan mudah untuk ditulis;


26

d) Berwarna cerah;

e) Menggunakan bahan yang mudah digunakan;

f) Bersifat menarik.

iii. Kelebihan dan Kekurangan Flip Chart

Menurut Arsyad (2004) Dalam penggunaan media flip chart

(bagan balikan) memiliki beberapa kelebihan, yaitu:

a) Mampu menyajikan pesan pembelajaran atau informasi secara

ringkas praktis dan bertahap.

b) Apabila informasi yang akan disajikan tersebut sulit ditunjukkan

dalam selembar chat (bagan), maka bagan balikan (flip chart)

dapat dipakai

c) Penyajian dengan flip chart (bagan balikan) sangat

menguntungkan untuk informasi visual seperti kerangka pikiran,

diagram, bagan/chart, atau grafik karena dengan mudah karton-

karton lebar yang disusun sebelum penyajian dibuka dan dibalik

dan jika perlu dapat ditunjukkan kembali kemudian.

d) Bahan pembuatan relatif lebih murah.

e) Pada umumnya berukuran sedang lebih kecil dari ukuran white

board maka pesan pembelajaran yang di sajikan harus ringkas

hanya mencakup pokok-pokok materi pembelajaran.

f) Dapat digunakan di dalam ruangan atau luar ruangan.

g) Penggunaan media flip chart (bagan balikan) adalah cara yang

paling mudah untuk pengajaran.


27

h) Dalam penggunaannya dapat dibalik jika pesan pada lembaran

depan sudah ditampilkan dan digantikan dengan lembaran

berikutnya.

i) Merupakan suatu cara lain agar siswa telah tidak bosan sehingga

siswa lebih berimajinasi dalam mengembangkan ide-idenya

dalam belajar atau dapat meningkatkan aktivitas siswa.

j) Menghemat waktu guru untuk tidak menulis di papan tulis.

Dalam penggunaan media flip chart (bagan balikan) memiliki

beberapa kekurangan, yaitu:

a) Membutuhkan waktu untuk mempersiapkan media dalam

melaksanakan pembelajaran, seperti: dalam pembuatan alat

penyangganya, mencari objek gambar yang relevan.

b) flip chart (bagan balikan) hanya cocok untuk pembelajaran

kelompok kecil yaitu 30 orang.

c) Penggunaan flip chart (bagan balikan) hannya digunakan sesuai

dengan jarak maksimum siswa dalam melihat.

Berdasarkan tujuan yang telah kita tentukan maka dipilih bentuk flip

chart (bagan balikan) yang sesuai. Membuat flip chart (bagan balikan)

yang sudah berisi pesan pembelajaran diperlukan tahap-tahap seperti:

a) Membuat alat penyangga dari kayu;

b) Kemudian mengumpulkan gambar-gambar yang relevan dengan

tujuan menuliskan pesan pada kertas atau kalau perlu objek gambar

yang sudah ada misalnya dari koran atau majalah dapat ditempelkan;
28

c) Diatur komposisinya, jika gambar langsung dibuat pada kertas

tersebut perlu dibuat sketsa terlebih dulu, membuat outline dan

mewarnai;

d) Materi yang disajikan pada media flip chart (bagan balikan) tidak

dalam bentuk uraian panjang, dengan menggunakan kalimat

majemuk seperti halnya pada buku teks namun materi disarikan,

diambil pokok-pokoknya.

Menurut Jurnal ekonomi dan pendidikan (2011), Adapun cara-cara

menggunakan flip chart (bagan balikan):

a) Mempersiapkan diri. Dosen/Guru perlu menguasai bahan

pembelajaran dengan baik, dan memiliki keterampilan untuk

menggunakan media tersebut.

b) Penempatan yang tepat. Perhatikan posisi flip chart, sehingga dapat

dilihat dengan baik oleh semua siswa yang ada di ruangan kelas

tersebut.

c) Pengaturan siswa. Misalnya siswa dibentuk menjadi setengah

lingkaran, atau leter U, pastikan semua siswa memperoleh

pandangan yang baik.

d) Perkenalkan pokok materi. Materi yang disajikan terlebih dahulu

diperkenalkan kepada siswa pada saat awal membuka pelajaran.

e) Sajikan gambar. Setelah masuk pada materi, mulailah

memperlihatkan lembaran-lembaran gambar flip chart (bagan

balikan) dan berikan keterangan yang cukup.


29

f) Beri kesempatan siswa untuk bertanya. Berikan stimulus agar siswa

mau bertanya, meminta klarifikasi apakah materi yang telah

disampaikannya jelas dipahami atau masih kurang jelas. Beri

kesempatan siswa memberikan komentar terhadap isi flip chart yang

disajikan.

D. Kerangka Teori

Berdasarkan dasar teori yang telah diuraikan, maka dikembangkan suatu

kerangka teori untuk pengukuran hasil pendidikan kesehatan, yakni:

1. Pengertian Pengetahuan
2. Tingkat Pengetahuan
3. Faktor-Faktor yang
Perilaku Hidup Media Buku
mempegaruhi tingkat
Bersih dan Interaktif dan Flip
pengetahuan
Sehat sekolah Chart
4. Cara memperoleh
Pengetahuan
5. Pengukuran pengetahuan

Sumber : Marimbi (2010), Notoatmodjo (2010), Arikunto (2009), Oey


(2012)
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah quesi experimental

menggunakan desain penelitian non equivalent control grup desiqn. Dilakukan

pre test, perlakuan,dan post test, pada dua kelompok subjek yang sama tetapi

dengan perlakuan yang berbeda (Notoadmojo, 2011).

Pretest Intervensi Posttest


01 X1 02
01 X2 02
SUDAH DIRUBAH PAK.

Keretangan:

01 : Pretest

X1 : Perlakuan atau intervensi dengan media buku interaktif

X2 : Perlakuan atau intervensi dengan media flip chart

02 : Posttest

(Notoatmodjo, 2011)

Dengan rancangan tersebut kuesioner yang sama diteskan (diujikan)

kepada responden yang sama sebanyak dua kali. Sedangkan waktu antara tes

yang pertama (pretest) dengan yang kedua (posttest), tidak terlalu jauh, tetapi

juga tidak terlalu dekat saat diberikan pengetahuan tentang perilaku hidup

bersih dan sehat untuk memenuhi syarat (Notoatmodjo, 2011). Apabila selang

waktu terlalu pendek, kemungkinan responden masih ingat pertanyaan-

pertanyaan pada tes yang pertama. Sedangkan kalau selang waktu terlalu lama,

30
31

perubahan pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat pada responden

sangat mungkin terjadi.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di kelas 5 Sekolah Dasar Negeri 01 Ulak

Karang Kota Padang pada tanggal 16 Maret - 30 Maret 2020.

C. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian yang akan diteliti.

Populasi dapat berupa orang, benda, gejala atau wilayah yang ingin diketahui

oleh peneliti (Kartika, 2017). Populasi yang diteliti adalah siswa kelas 5

Sekolah Dasar Negeri 01 Ulak Karang yang berlokasi di Ulak Karang Kota

Padang dengan jumlah 30 orang siswa.

2. Sampel

Sampel sebagian dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap

mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo, 2012). Pengambilan sampel dalam

penelitian ini dengan mengambil seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak

30 responden. Cara pengambilan sampel dalam penelitian yaitu total

sampling, dimana jumlah sampel sama dengan populasi. Alasan mengambil

total sampling karena menurut (sugiyono, 2007) jumlah populasi yang

kurang dari 100 seluruh populasi dijadikan sampel penelitian semuanya.

Sampel yang diambil peneliti yaitu sebanyak 30 orang.


32

Adapun kriteria inklusi dan ekslusi sebagai berikut:

a. Kriteria inklusi subyek penelitian ini adalah:

1) Anak usia 8-11 tahun

2) Kelas V Sekolah Dasar

k) Kriteria Eksklusi subyek penelitian ini:

1) Siswa yang tidak hadir pada saat penelitian

2) Siswa yang bersangkutan sedang sakit

D. Etika Penelitian

Komite Nasional Etika Penelitian telah membagi empat etika yang harus

ada dalam melakukan penelitian kesehatan yaitu:

1. Menghormati harkat dan martabat manusia (respect for human dignity).

Peneliti perlu mempertimbangkan hak-hak subyek untuk mendapatkan

informasi yang terbuka berkaitan dengan jalannya penelitian serta

berpartisipasi dalam kegiatan penelitian (autonomy). Beberapa tindakan yang

terkait dengan prinsip menghormati harkat dan martabat manusia adalah

peneliti mempersiapkan formulir persetujuan subyek (informed consent).

2. Menghormati privasi dan kerahasiaan subyek penelitian (respect forprivacy

and confidentiality).

Setiap manusia memiliki hak-hak dasar individu termasuk privasi

dankebebasan individu. Pada dasarnya penelitian akan memberikan akibat

terbukanya informasi individu termasuk informasi yang bersifat

pribadi.Sedangkan, tidak semua orang menginginkan informasinya diketahui

oleh orang lain, sehingga peneliti perlu memperhatikan hak-hak dasar


33

individu tersebut. Dalam aplikasinya, peneliti tidak boleh menampilkan

informasi mengenai identitas baik nama maupun alamat asal subyek dalam

kuesioner untuk menjaga anonimitas dan kerahasiaan identitas subyek.

Peneliti dapat menggunakan koding (inisial atau identification number)

sebagai pengganti identitas responden.

3. Keadilan dan inklusivitas (respect for justice and inclusiveness).

Prinsip keadilan memiliki konotasi keterbukaan dan adil. Untuk

memenuhi prinsip keterbukaan, penelitian dilakukan secara jujur, hatihati,

profesional, berperikemanusiaan, dan memperhatikan faktor-faktor

ketepatan, keseksamaan, kecermatan, intimitas, psikologis serta perasaan

religius subyek penelitian. Lingkungan penelitian dikondisikan agar

memenuhi prinsip keterbukaan yaitu kejelasan prosedur penelitian. Keadilan

memiliki bermacam-macam teori, namun yang terpenting adalah

bagaimanakah keuntungan dan beban harus didistribusikan diantara anggota

kelompok masyarakat. Prinsip keadilan menekankan sejauh mana kebijakan

penelitian membagikan keuntungan dan beban secara merata atau menurut

kebutuhan, kemampuan, kontribusi dan pilihan bebas masyarakat.

4. Memperhitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan (balancing harms

and benefits)

Peneliti melaksanakan penelitian sesuai dengan prosedur penelitian

guna mendapatkan hasil yang bermanfaat semaksimal mungkin bagi subyek

penelitian dan dapat digeneralisasikan di tingkat populasi (beneficence)


34

Peneliti meminimalisasi dampak yang merugikan bagi subyek

(nonmaleficence).

E. Teknik Pengumpulan Data

1. Data Primer

Data primer diperoleh dari responden dengan menggunakan kuesioner

yang di berikan kepada anak- anak sekolah dasar sebelum dan sesudah

perlakuan.

2. Data Sekunder

Data sekunder diperoleh dari pencatatan dan pelaporan dari Dinas

Kesehatan Kota Padang dan Puskesmas Ulak Karang kota Padang.

3. Langkah-Langkah Pengumpulan data

Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu :

a. Tahap Persiapan

Kegiatan yang dilakukan meliputi :

1) Melakukan pengumpulan data awal dari Dinas Kesehatan Kota

Padang serta pengamatan secara langsung.

2) Menentukan sampel penelitian sesuai jumlah dan teknik sampel.

3) Mengumpulkan daftar nama siswa-siswi yang akan menjadi sampel

penelitian.

4) Mempersiapkan media Buku Interaktif dan Flip Chart

5) Menyusun jadwal penelitian

b. Tahap pelaksanaan penelitian

1) Menemui responden yang memenuhi kriteria inklusi


35

2) Memperkenalkan diri, maksud dan tujuan penelitian

3) Dibantu dengan 2 Enumator

4) Lingkungan harus tenang

5) Memberikan pre test menggunakan kuesioner kepada anak Sekolah

Dasar yang merupakan sampel penelitian untuk mengetahui tingkat

pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebelum

diberikan media buku interaktif dan flip chart

6) Memberikan intervensi tentang Perilaku hidup Bersih dan Sehat

dengan media Buku Interaktif dan Flip Chart.

7) Memberikan post test menggunakan kuesioner kepada anak Sekolah

Dasar untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang Perilaku Hidup

Bersih dan Sehat setelah diberikan media buku interaktif dan flip

chart

F. Teknik Pengolahan Data

Data yang dikumpulkan dari hasil dokumentasi dari pengukuran

kemudian diolah dengan tahap-tahap sebagai berikut:

1. Editing

Langkah ini dilakukan dengan maksud mengantisipasi kesalahan dari

data yang dikumpulkan, juga memonitor jangan sampai terjadi kekosongan

dari data yang dibutuhkan.


36

2. Coding

Coding Merupakan usaha untuk mengelompokkan data menurut

variabel penelitian. Coding dilakukan untuk mempermudah dalam proses

tabulasi dan analisa data selanjutnya.

3. Proccesing

Proccesing Merupakan pemprosesan data yang dilakukan dengan cara

meng-entry data dari lembar observasi ke paket program computer.

4. Cleaning

Cleaning Merupakan pengecekan kembali data yang sudah di entry

dengan missing data, variasi data dan konsistensi data.

5. Tabulating

Kegiatan memasukkan data hasil penelitian kedalam tabel kemudian

diolah dengan bantuan komputer.

G. Teknik Analisa Data

Analisa data merupakan analisis terhadap data yang berhasil

dikumpulkan oleh peneliti melalui perangkat metodelogi tertentu. Dalam

penelitian ini, data yang sudah terkumpul selanjutnya diolah dan dianalisis

dengan teknik statistik. Proses pemasukan data dan pengolahan data

menggunakan aplikasi perangkat lunak komputer.

1. Analisa Univariat

Analisa Univariat merupakan proses analisis data pada tiap

variabelnya. Pada penelitian ini analisis univariat dilakukan terhadap variabel


37

dari hasil penelitian, analisa ini akan menghasilkan distribusi dan frekuensi

dari tiap variabel yang diteliti.

2. Analisa Bivariat

Analisis ini digunakan untuk melihat hubungan variabel independen

dan variabel dependen yaitu untuk melihat perbedaan tingkat pengetahuan

sebelum dan sesudah diberikan media buku Interaktif dan Flip Chart. Data

yang didapatkan diolah dengan uji T test Independen dengan tingkat

kepercayaan 95% (α = 0,05). Sebelum dilakukan uji T test Independen,

peneliti melakukan uji normalitas data terlebih dahulu dengan menggunakan

saphirowilk dimana sampel < 50. Jika data yang didapatkan normal maka

peneliti akan melakukan analisis bivariat dengan uji T independen namun

jika data tidak normal maka peneliti melakukan analisis bivariat dengan uji

alternatif yaitu uji wilcoxon (Dahlan, 2010).

H. Kerangka Konsep

Variabel Independen Variabel Dependen

Tingkat Pengetahuan
Media Buku Sebelum dan Sesudah
Interaktif Dan Flip intervensi
Chart

Gambar 3.1 Kerangka Konsep Edukasi Kesehatan antara Buku


Interaktif dan Flip Chart
38

I. Hipotesis

Hipotesis Merupakan suatu simpulan sementara atau jawaban sementara

dari suatu penelitian. Hipotesis dari penelitian ini adalah :

Ha : ada perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan media

buku Interaktif dan Flip Chart

J. Defenisi Operasional

Defenisi operasional adalah mendefenisikan variable secara operasional

berdasarkan karakteristik yang diamati, sehingga memungkinkan peneliti

untuk melakukan observasi atau pengukuran secara cermat terhadap suatu

objek atau fenomena (Hidayat, 2008).

Tabel 3.1
Defenisi operasional

N Variabel Defenisi Operasional Alat Cara Ukur Hasil Ukur Skala


o Ukur Ukur
1 Variabel - buku interaktif dapat Buku Pemberian - -
Independen berarti sebagai lembar Interaktif materi
(Media Buku kertas yang berjilid dan Flip tentang
Interaktif dan yang dapat melakukan Chart PHBS
Flip Chart) aksi, antar hubungan,
dan saling aktif
(Oey,2012)
- flip chart (bagan
balikan) merupakan
lembaran-lembaran
kertas yang menyerupai
album atau kalender
berukuran 50 x 75 cm,
atau ukuran yang lebih
kecil 28 x 21 cm
sebagai flip book yang
disusun dalam urutan
yang diikat pada bagian
atasnya. (Arifiandi,
2013).
39

Variabel Tingkat pengetahuan Kuesioner angket a. Pengetahuan Rasio


Dependen siswa baik : jika
(Tingkat tentang Perilaku Hidup jawaban
pengetahuan Bersih benar 76 –
tentang dan Sehat (PHBS) yang 100 %
PHBS) meliputi pemahaman b. Pengetahuan
mengenai cukup : jika
pengertian PHBS, jawaban
indikator benar 56 –
PHBS Institusi 75 %
Pendidikan, c. Pengetahuan
tujuan PHBS Institusi kurang : jika
Pendidikan dan jawaban
penerapannya benar ≤ 55
dalam kehidupan (Arikunto,
sehari-hari 2009)
BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum Penelitian

Penelitian ini dilakukan di kelas 5 Sekolah Dasar Negeri 01 Ulak Karang

Padang pada tanggal 16 Maret – 30 Maret 2020. SD Negeri 01 Padang Utara

Kota Padang terletak di Ulak Karang Kota Padang. Sarana dan prasarana SD

Negeri 01 Padang Utara Kota Padang berjumlah 12 ruangan, dimana 15 ruangan

teori/ kelas, 1 buah ruang laboratorium, 1 buah laboratorium komputer, 1 buah

ruang perpustakaan, 1 buah ruang kepala sekolah dan 1 buah ruang guru.

Sekolah ini memiliki 25 orang tenaga pendidik yang terdiri dari 1 orang kepala

sekolah, 4 orang wakil kepala sekolah, guru PNS 6 orang, guru tidak tetap 9

orang, 4 orang pegawai tata usaha dan 1 orang penjaga kelas.

B. Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan tentang efektifitas

perbedaan peningkatan pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat

dengan buku interaktif dan flip chart pada siswa SD Negeri 01 Padang Utara

Kota Padang dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang didapatkan hasil

penelitian sebagai berikut :

40
41

1. Analisis Univariat

a. Rata- Rata Tingkat Pengetahuan Siswa Sebelum Diberi Media Buku


Interaktif dan Flip Chart

Tabel 4.1
Rata- Rata Tingkat Pengetahuan Siswa Sebelum Diberi Media
Buku Interaktif dan Flip Chart di SD Negeri 01 Padang Utara
Tahun 2020

No Variabel N Mean Standar Deviasi Min- Max


1. Pretest Buku 8 - 13
15 9.93 1.486
Interaktif
2. Pretest flip 9 - 13
15 11.27 1.163
chart

Tabel 4.1 menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan

responden sebelum diberi media buku interaktif yaitu 9.93, dengan

standar deviasi 1.486, pengetahuan minimal 8 dan maksimal 13.

Sementara itu, rata-rata tingkat pengetahuan responden sebelum diberi

media flipchart adalah 11.27, dengan standar deviasi 1.163, pengetahuan

minimal 9 dan maksimal 13.

b. Rata- Rata Tingkat Pengetahuan Siswa Sesudah Diberi Media Buku


Interaktif dan Flip Chart

Tabel 4.2
Rata- Rata Tingkat Pengetahuan Siswa Sesudah Diberi Media Buku
Interaktif dan Flip Chart di SD Negeri 01 Padang Utara
Tahun 2020

No Variabel N Mean Standar deviasi Min- Max


1. post test Buku 15 - 19
15 17.00 1.309
Interaktif
2. post test Flip 16 - 20
15 18.07 1.100
chart
42

Tabel 4.2 menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan

responden sesudah diberi media buku interaktif yaitu 17.00, dengan

standar deviasi 1.309, pengetahuan minimal 15 dan maksimal 19.

Sementara itu, rata-rata tingkat pengetahuan responden sebelum diberi

flipchart adalah 18.07, dengan standar deviasi 1.100, pengetahuan

minimal 16 dan maksimal 20.

2. Analisis Bivariat

Perbedaan Peningkatan Pengetahuan Tentang Hidup Bersih dan Sehat


Dengan Media Buku Interaktif dan FlipChart

Tabel 4.3
Perbedaan Peningkatan Pengetahuan Tentang Hidup Bersih dan Sehat
Antara Media Buku Interaktif dan Flip Chart Pada Siswa SDNegeri 01
Padang Utara Tahun 2020

Mean Std. Deviasi Std. Error T (t-test) P


Variabel
(SD) Mean Value
Pengetahuan
a. Media buku 17.00 1.309 0.338
interaktif 2.416 0.022
b. Media 18.07 1.100 0.284
flipchart

Tabel 4.3 menunjukkan bahwa pada media buku interaktif rata-rata

adalah 17.00 dengan standar deviasi 1.309, sedangkan pada media flipchart

rata-rata adalah 18.07 dengan standar deviasi 1.100. Hasil analisis bivariat

menunjukkan nilai p value 0.022, sehingga dapat disimpulkan ada

perbedaan peningkatan pengetahuan tentang hidup bersih dan sehat antara

media buku interaktif dan flip chart pada siswa SD Negeri 01 Padang Utara

Kota Padang Tahun 2020.


BAB V

PEMBAHASAN

A. Analisa Univariat

1. Rata- Rata Tingkat Pengetahuan Siswa Sebelum Diberi Media Buku


Interaktif dan Flip Chart

Tabel 4.1 menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan responden

dengan media buku interaktif yaitu 9.93, dengan standar deviasi 1.486,

pengetahuan minimal 8 dan maksimal 13. Sementara itu, rata-rata

pengetahuan responden dengan menggunakan flipchart adalah 11.27,

dengan standar deviasi 1.163, pengetahuan minimal 9 dan maksimal 13.

Hasil ini sesuai dengan penelitian Dewi (2015), terkait dengan

tingkat pengetahuan dalam PHBS, dimana rata-rata pengetahuan pada

kelompok kontrol tanpa perlakuan dengan rata-rata 13,74 dan SD 1,39

dengan nilai skor ninimal 10 dan maksimal 16. Sedangkan pada kelompok

eksperimen dengan perlakuan skor rata-rata 14,39 dan SD 2,04, skor

minimal 9 dan nilai skor maksimal 18.

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 pasal 79 tentang

Kesehatan, ditegaskan bahwa "Kesehatan Sekolah" diselenggarakan untuk

43
44

meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan

hidup sehat sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh dan berkembang

secara harmonis dan setinggi-tingginya sehingga diharapkan dapat menjadi

sumber daya manusia yang berkualitas. Di dalam peraturan Menteri

Kesehatan Republik Indonesia No. 2269 /Menkes/Per/X/2011 telah diatur

tentang pedoman penyelenggaraan PHBS di berbagai tatanan termasuk di

Institusi pendidikan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk

meningkatkan PHBS adalah dengan melakukan promosi PHBS ke seluruh

lapisan masyarakat. Kelompok masyarakat yang potensial dijadikan saaran

promosi PHBS adalah anak anak tingkat sekolah dasar SD karena pada usia

tersebut mereka aktif bergerak dan bermain dengan tanah yang merupakan

media penularan penyakit merupakan masa eksploratif (bermain main)

dengan lingkungan serta usia yang tepat untuk menerima atau menyerap

untuk informasi dengan cepat (Kemenkes, 2011).

PHBS untuk anak usia sekolah dasar dimulai dengan membentuk

kebiasaan sikat gigi dengan benar, mencuci tangan serta membersihkan

kuku dan rambut. PHBS yang sangat sederhana tersebut akan mengurangi

risiko terkena penyakit. Salah satunya adalah diare, dimana penyakit diare

menjadi penyebab kematian kedua yang paling umum untuk anak anak

terutama balita. Sebuah ulasan yang membahas sekitar 30 penelitian terkait

menemukan bahwa cuci tangan dengan sabun dapat memangkas angka

penderita diare hingga separuh. Promosi PHBS perlu dimulai sejak usia

dini agar menjadi tambahan pengetahuan dan selanjutnya diharapkan dapat


45

di praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Promosi PHBS bisa

disampaikan melalui berbagai media masa, baik media cetak, maupun

media elektronik (Wowor, 2011).

Masih rendahnya pelaksananaan Program Perilaku Hidup Bersih

dan Sehat (PHBS) pada anak sekolah terutama pada pelaksanaan cuci

tangan pakai sabun, berolahraga secara teratur, menimbang berat badan dan

mengukur tinggi badan, memberantas jentik di sekolah dan membuang

sampah pada tempatnya. Hal ini disebabkan masih kurangnya informasi

dan pengetahuan anak tersebut tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

(PHBS) tersebut, kurangnya fasilitas sarana yang mendukung kegiatan

tersebut, dan masih rendahnya peran guru dan petugas kesehatan dalam

memberikan informasi guna mendukung kegiatan pelaksanaan program

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada lingkungan sekolah

(Gunarsa, 2012).

Menurut analisa peneliti, dari penelitian diketahui bahwa rata- rata

jawaban responden terkait perilaku hidup bersih dan sehat dengan media

buku interaktif yaitu 9.93 dan flipchart yaitu 11.27. Hal ini menunjukkan

bahwa pengetahuan responden tentang perilaku hidup bersih dan sehat

masih kurang yang disebabkan karena kurang adanya pemahaman yang

diterima dari pemberian informasi dan responden belum mendapatkan

pendidikan kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat.

Pengetahuan responden yang rendah bisa dilihat dari hasil

instrumen penelitian, dimana 21 orang tidak mengetahui bagaimana cara


46

mencuci tangan yang benar dan bagaimana cara menggunakan jamban

dengan benar, 22 orang tidak mengetahui persiapan olahraga di sekolah dan

bagaimana terhindar dari merokok, 27 orang tidak mengetahui bagaimana

cara memberantas jentik- jentik nyamuk, 25 orang tidak mengetahui cara

pemberantasan jentik nyamuk, 28 orang tidak mengetahui jenis pembagian

sampah.

2. Rata - Rata Tingkat Pengetahuan Siswa Sesudah Diberi Media Buku


Interaktif dan Flip Chart

Tabel 4.2 menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan responden

dengan media buku interaktif yaitu 17.00, dengan standar deviasi 1.309,

pengetahuan minimal 15 dan maksimal 19. Sementara itu, rata-rata

pengetahuan responden dengan menggunakan flipchart adalah 18.07,

dengan standar deviasi 1.100, pengetahuan minimal 16 dan maksimal 20.

Penelitian ini sejalan dengan Syiva (2012), dimana hasil penelitian

menunjukkan bahwa media flip chart efektif untuk meningkatkan

pengetahuan anak sebesar 21%. Sementara itu, hasil penelitian Yuzak, dkk

menunjukkan bahwa media buku interaktif efektif untuk meningkatkan

pengetahuan pada anak usia 6-9 tahun. Hasil penelitian Nadhiroh (2015)

didapatkan hasil lebih baik menggunakan media flip chart dalam

meningkatkan praktik keterampilan mencuci tangan siswa.

Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting

untuk terbentuknya tindakan seseorang (overt behaviour). Dari penelitian

ternyata perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng


47

daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. Pengetahuan

kesehatan memiliki pengaruh terhadap perilaku sebagai hasil jangka

menengah (intermediate impact) dari pendidikan kesehatan. Kemudian

perilaku kesehatan akan memiliki pengaruh terhadap meningkatnya

indikator kesehatan masyarakat sebagai keluaran (outcome) pendidikan

kesehatan (Notoadmojo, 2012).

Salah satu strategi untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang

perilaku hidup bersih dan sehat adalah melalui pendidikan kesehatan,

pendidikan kesehatan akan mempunyai efek yang baik apabila dalam

prosesnya metode maupun media yang baik. Media pendidikan kesehatan

adalah menggunakan buku interaktif dan flipchart (Notoatmojo, 2012).

Menurut analisa peneliti, dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa

media flipchart lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa

tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Hasil penelitian menunjukkan rata-

rata pengetahuan dengan media flipchart lebih tinggi dari pada buku

interaktif. Hal ini disebabkan karena menggunakan gambar peragaan dan

dibaliknya berisi kalimat-kalimat penjelas mengenai gambar tersebut akan

memudahkan anak untuk menerima informasi. Pendapat ini didukung oleh

teori, dimana menurut Zaman (2010), anak lebih tertarik dengan melihat

gambar dalam buku sehingga media flip chart akan sangat menguntungkan

untuk digunakan sebagai media dalam menyampaikan informasi.

Peningkatan pengetahuan responden tentang perilaku hidup bersih

dan sehat disebabkan karena informasi telah didapatkan responden dari


48

pendidikan kesehatan yang diberikan oleh peneliti. Pada saat melakukan

pendidikan kesehatan, peneliti menggunakan media buku interaktif dan

flipchart. Media yang digunakan oleh peneliti mudah untuk dimengerti dan

dipahami dengan baik oleh responden.

B. Analisa Bivariat

Perbedaan Peningkatan Pengetahuan Tentang Hidup Bersih dan Sehat


Dengan Media Buku Interaktif Dan Flip Chart Pada Siswa SD

Tabel 4.3 menunjukkan bahwa pada media buku interaktif rata-rata

adalah 17.00 dengan standar deviasi 1.309, sedangkan pada media flipchart

rata-rata adalah 18.07 dengan standar deviasi 1.100. Hasil analisis bivariat

menunjukkan nilai p value 0.022, sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan

peningkatan pengetahuan tentang hidup bersih dan sehat dengan media buku

interaktif dan flip chart pada siswa SD Negeri 01 Padang Utara Kota Padang

Tahun 2020.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Inayah

(2018), hasil penelitian menjelaskan analisa data yang digunakan adalah

analisa bivariat Uji Paired Sample T test, dimana hasil penelitian membuktikan

bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan (p= 0,001) tentang PHBS pada

siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Serut Panti Kabupaten Jember. Hasil penelitian

ini juga sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pratama, et al.

(2013), yang membuktikan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap

perubahan pengetahuan tentang kebiasaan berprilaku hidup bersih dan sehat.

Didukung oleh penelitian Kurniatillah (2016), yang membuktikan bahwa ada


49

pengaruh pemberian penyuluhan PHBS tentang cuci tangan pakai sabun

terhadap pengetahuan cuci tangan pakai sabun pada siswa kelas V di SDN

Taman Kota Serang.

Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah

seseorang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Berdasarkan

pengalaman penelitian terbukti bahwa prilaku yang didasarkan oleh

pengetahuan akan lebih langgeng dari pada prilaku yang tidak didasarkan oleh

pengetahuan (Notoatmodjo, 2012). Salah satu strategi untuk meningkatkan

pengetahuan adalah melalui pendidikan kesehatan, pendidikan kesehatan akan

mempunyai efek yang baik apabila dalam prosesnya metode maupun media

yang baik.

Pendidikan kesehatan sekolah merupakan masalah penting yang perlu

mendapatkan perhatian semua pihak, sekolah merupakan langkah yang strategis

dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat karena sekolah merupakan

lembaga yang sengaja didirikan untuk membina dan meningkatkan sumber daya

manusia baik fisik, mental, moral maupun intelektual. Pendidikan kesehatan

melalui sekolah paling efektif diantara usaha kesehatan masyarakat yang lain

(Notoatmodjo, 2012).

Pendidikan kesehatan merupakan salah satu upaya kesehatan yang

direncanakan untuk meningkatkan pengetahuan seseorang. Pengetahuan

tersebut dapat menimbulkan kesadaran mereka dan akan menyebabkan

seseorang dapat berprilaku sesuai pengetahuan yang ia miliki. Hal tersebut


50

didukung dengan pendapat Tampubolon (2009), bahwa dengan pendekatan

edukasional dapat merubah perilaku seseorang termasuk pengetahuan, dimana

intervensi yang diberikan merupakan proses pendidikan kesehatan untuk

merubah kearah yang positif.

Pendidikan kesehatan dengan media presentasi ini menampilkan slide

gerak dan gambar sedangkan media poster menampilkan tulisan dan gambar

secara langsung yang membuat terkesan formal. Pada saat penelitian responden

terbilang baru mendapatkan pendidikan kesehatan menggunakan media

presentasi dan media poster sebagian besar responden memiliki keingintahuan

besar dan sangat antusias. Penggunaan media diartikan sebagai perantara yang

sering dijumpai dalam berbagai kegiatan seperti proses belajar mengajar,

seminar, rapat dan kegiatan ceramah lainnya. Serta media sebagai sumber pesan

dengan penerima pesan atau informasi sehingga media dapat diartikan sebagai

perantara atau penghubung antara dua pihak (Anita, 2010).

Media merupakan alat untuk promosi kesehatan yang dapat dilihat,

didengar, diraba, dan dirasa, untuk memperlancar komunikasi dan

pengebarluasan informasi. Media pendidikan adalah alat bantu yang digunakan

oleh pemberi materi atau pesan kesehatan untuk menyampaikan bahan atau

materi kesehatan. Media pendidikan kesehatan terbagi atas tiga bentuk yaitu

media cetak, elektronik dan papan. Media cetak sebagai media untuk

menyampaikan pesan-pesan kesehatan sangat bervariasi, seperti. Flip chart

adalah media penyampaian pesan kesehatan dalam bentuk lembar balik.


51

Menurut analisa peneliti, adanya perbedaan pengetahuan setelah

dilakukan pendidikan kesehatan dengan media buku interaktif dan flipchart,

disebabkan karena media yang digunakan oleh peneliti membuat responden

mudah mengeti dengan informasi yang diberikan sehingga meningkatkan

pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Setelah dilakukan

pendidikan kesehatan didapatkan hasil bahwa pengetahuan responden sebelum

diberikan pendidikan kesehatan maksimal 13 dan setelah diberikan pendidikan

kesehatan maksimal 20. Rendahnya pengetahuan responden sebelum dilakukan

pendidikan kesehatan disebabkan karena kurangnya informasi yang diperoleh

responden tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Setelah dilakukan

pendidikan kesehatan, pengetahuan responden meningkat dari yang awalnya

rendah menjadi tinggi, hal ini disebabkan karena responden mudah memahami

materi yang disampaikan peneliti dengan menggunakan media buku interaktif

dan flipchart.
BAB VI

PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Rata-rata pengetahuan responden dengan media buku interaktif yaitu 9.93,

sedangkan rata-rata pengetahuan responden dengan menggunakan flipchart

adalah 11.27.

2. Rata-rata pengetahuan responden dengan media buku interaktif yaitu 17.00,

sedangkan rata-rata pengetahuan responden dengan menggunakan flipchart

adalah 18.07.

3. Ada perbedaan peningkatan pengetahuan tentang hidup bersih dan sehat

dengan media buku interaktif dan flip chart pada siswa SD Negeri 01

Padang Utara Kota Padang Tahun 2020 dengan p value 0.022.

B. Saran

1. Bagi Institusi Kesehatan

52
53

Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan

bagi institusi Kesehatan mengenai media edukasi kesehatan yang lebih

inovatif dan efektif sehingga dapat menjadi agen of change di kehidupan

yang akan mendatang.

2. Bagi Institusi Pendidikan

Diharapkan hasil penelitian ini bisa memberikan informasi dan

pengalaman belajar dengan media edukasi yang berbeda, serta memberikan

pengetahuan kepada siswa mengenai pentingnya menerapkan Perilaku Hidup

Bersih dan Sehat di Sekolah SDN 01 Padang Utara

3. Bagi peneliti selanjutnya

Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk pengembangan

penelitian lebih lanjut agar dapat meneliti faktor lain yang berhubungan

dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.


54

DAFTAR PUSTAKA

Ali, S H.Zaidin MM,MBA. 2010. Dasar-dasar Pendidikan Kesehatan Masyarakat


dan Promosi kesehatan. Jakarta: Trans Info Media.

Arifiandi. 2013. Media Pembelajaran. Bandung : CV. Wacana Prima


55

Arikunto, S. 2011. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta :


Rineka Cipta

Arsyad. 2004. Media Pengajaran. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada

Dilla. 2016. Perbedaan Peningkatan Pengetahuan dan Retensi Ingatan Edukasi


Kesehatan Mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Antara Buku
Interaktif dan Flip Chart Pada Siswa SD N 29 Dadok Tunggul Hitam
Kecamatan Koto Tangah Kota Padang.Universitas Andalas.

Dinkes Kota Padang. 2018. Profil Kota Padang. Padang: Dinas Kesehatan Kota
Padang tahun 2017

Gunarsa SD. 2012. Dasar dan Teori Perkembangan Anak. Jakarta: Gunung Mulia.

Hidayat, Alimul. 2007. Metode Penelitian dan Teknik Analisa Data. Jakarta :
Salemba Medika

Hidayat, Alimul. 2008. Metode Penelitian dan Teknik Analisa Data. Jakarta :
Salemba Medika
56

Ira, Iin Kartika. 2017. Buku Ajar Dasar Dasar Riset Keperawatan Dan
Pengolahan Data Statistik. Jakarta : Trans Info Media

Kurniatillah, N. 2016. Pengaruh Penyuluhan PHBS tentang Cuci Tangan Pakai


Sabun Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Praktik Siswa Kelas V SDN
Taman Kota Serang. Faletehan Health Journal, 4(3). Serang : Akademi
Kebidanan BPH Serang. http://lppm-
stikes.faletehan.ac.id/ejurnal/index.php/fale/article/view/45.

Marimbi. 2010. Tumbuh Kembang Status Gizi dan Imunisasi Dasar Pada Balita.
Yogyakarta : Nuha Offset

Melva. 2014. Pelaksanaan Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di
SD Negeri 001 Tanjung Balaikarimun. Skripsi

MENKES/PER/XI/2011 PMKRIn. 2011. Pedoman pembinaan perilaku hidup


bersih dan sehat (PHBS). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Nadhiroh. 2015. Perbedaan Penggunaan Media Audiovisual dan Flip Chart


Terhadap Praktik Keterampilan Cuci Tangan pada Siswa Sekolah Dasar.
Program Studi DIV Bidan Pendidik, Fakultas Kedokteran. Universitas
Sebelas Maret Surakarta

Notoatmodjo, S. 2012. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta


57

_____________. 2011. Metodeologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta

Nursalam. 2008. Manajemen keperawatan: Aplikasi dan Praktik Keperawatan


Profesional, Edisi Kedua. Jakarta: Salemba Medika

Oey FW, Waluyanto HD, Zacky A. 2010. Perancangan Buku Interaktif


Pengenalan dan Pelestarian Sugar Glider di Indonesia Bagi Anak 7-12
Tahun. Institut Seni Indonesia.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 2269 /Menkes/Per/X/2011.

Pramono MS, Paramita A. 2011. Peningkatan Pengetahuan Anak-Anak tentang


PHBS dan Penyakit Menular Melalui Teknik KIE Berupa Permainan
Elektronik.

Pratama, R.K.O., Widodo, A., Listyorini, D. 2013. Pengaruh Pendidikan


Kesehatan Terhadap Perubahan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Tentang
Kebiasaan Berprilaku Hidup Bersih dan Sehat Siswa SDN 1 Mandong.
Naskah Publikasi. Surakarta : Universitas Muhammadiyah Surakarta.
http://eprints.ums.ac.id/27163/

Profil Kesehatan Kota Padang 2014. Dinas Kesehatan Kota Padang 2015.
58

Riskesdas. 2010. Laporan hasil riset kesehatan dasar riskesdas nasional. Jakarta:
Depkes RI

Sakinatun, S. 2013. Perbedaan Efek Edukasi Kesehatan Menggunakan Media


Berbasis Komputer dengan Media Lembar Balik terhadap Pengetahuan dan
Retensinya pada Anak Usia 7- 8 tahun. Jakarta: Universitas Indonesia.

Soekanto. 2002. Sosiologi untuk pengantar. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

Supranto. 2007. Teknik Sampling Untuk Survey dan Eksperimen. jakarta : Rineka
Cipta.

Susanto. 2007. Metode Penelitian utuk Skripsi Dan Tesis. Jakarta : PT. Grafindo
Persada

Tampubolon. 2009. Pengaruh Media Visual Poster dan Leaflet Makanan Sehat
Terhadap Perilaku Konsumsi Makanan Jajanan Pelajar Kelas Khusus SMA
Negeri 1 Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal. Skripsi. Medan : Gizi
Kesehatan Masyarakat USU.

Tjitarsa IB. 2010. Pendidikan Kesehatan. Bandung: ITB dan Universitas Udayana.

Wowor S, Sondakh RC, Rombot D. Gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS) Sekolah pada Siswa Sekolah Dasar GMIM LEMOH Image of Clean
59

Living and Healthy Behavior of School In Elementary School Students


GMIM LEMOH.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Zaman dan Eliyawati. 2010. Media Pembelajaran Anak Usia Dini. Bahan Ajar
Pendidikan Profesi Guru. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia.
60

Lampiran 1

Efektifitas Perbedaan Peningkatan Pengetahuan Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat

Dengan Buku Interaktif Dan Flip Chart Pada Siswa SD Negeri 01 Padang Utara

Kota Padang Tahun 2020

Bulan / Minggu

N
Kegiatan Januari Feruari Maret April Mei Juni
o

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1 Mengajukan Judul                                                

2 Acc Judul                                                
61

3 Konsultasi Proposal                                                

4 Seminar Proposal                                                

5 Perbaikan Proposal                                                

6 Pengumpulan Data                                                

7 Pengolahan Data                                                

8 Penyusunan Skripsi                                                

9 Konsultasi Skripsi                                                

10 Ujian Sidang Skripsi                                                

11 Perbaikan Skripsi                                                

12 Pengumpulan Skripsi                                                
62

Pembimbing I Padang, April 2020

Pembimbing II
Peneliti

Edison, M.Kes Ropendi Pardede, MBA Rohmanto


Lampiran 2

PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN

Kepada Yth :
Calon Responden
di
Tempat

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan dibawah ini adalah Mahasiswa Program Studi
Ilmu Kesehatan Masyarakat Stikes Syedza Saintika Padang :
Nama : Rohmanto
NIM : 1703047
Alamat : Padang

Akan mengadakan penelitian dengan judul “Efektifitas Perbedaan


Peningkatan Pengetahuan Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan
Buku Interaktif Dan Flip Chart Pada Siswa SD Negeri 01 Padang Utara Kota
Padang”. Penelitian ini tidak menimbulkan akibat yang merugikan bagi saudara
sebagai responden. Kerahasiaan semua informasi yang diberikan akan dijaga dan
hanya digunakan untuk kepentingan penelitian.
Apabila saudara menyetujui, maka dengan ini saya mohon kesediaan untuk
menandatangani lembar persetujuan dan menjawab pertanyaan – pertanyaan yang
saya ajukan. Apabila saudara tidak bersedia menjadi responden dalam penelitian
ini, maka saudara berhak untuk menolak berpartisipasi.
Atas perhatian saudara sebagai responden saya ucapkan terima kasih.

Padang, Maret 2020


Peneliti

(Rohmanto)
lxiv

Lampiran 3

INFORMED CONSENT

Yang bertanda tangan dibawah ini :


Nama :
Umur :
Jenis Kelamin :
Dengan ini menyatakan bersedia mengisi / menjawab pertanyaan - pertanyaan
dalam instrumen penelitian yang berjudul “Efektifitas Perbedaan Peningkatan
Pengetahuan Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Buku Interaktif
Dan Flip Chart Pada Siswa SD Negeri 01 Padang Utara Kota Padang”. Dengan
sejujur - jujurnya tanpa paksaan dari siapapun dengan catatan digunakan hanya
untuk kepentingan penelitian dan dijamin kerahasiaannya.
Demikian pernyataan ini kami buat dengan sebesar-besarnya agar yang
berkepentingan dapat memakluminya.

Padang, Maret 2020


Yang Membuat Pernyataan

( )
lxv

Lampiran 4

INSTRUMEN PENGETAHUAN PHBS SISWA


SEKOLAH DASAR NEGERI 01 PADANG UTARA

Nama :

No. Responden :

Kelas :

Pengetahuan Tentang PHBS

Petunjuk Pengisian :
a) Bacalah setiap pertanyaan dengan seksama, pilih salah satu jawaban yang
benar.
b) Berilah tanda silang (X) pada salah satu jawaban yang adik pilih benar,
setiap pertanyaan hanya diisi satu jawaban.

1. Menurut adik-adik, apa singkatan PHBS ?


a. Pelaksanaan Hidup Bersih Sehat
b. Pelaksanaan Hidup Budaya Sehat
c. Perilaku Hidup Budaya Sehat
d. Perilaku Hidup Bersih Sehat
2. Di bawah ini, mana yang termasuk PHBS di Sekolah ?
a. Mencuci tangan sebelum makan
b. Membuang sampah sembarangan di lingkungan sekolah
c. Meminjam pakaian milik teman
d. Memakai kamar mandi siswa tanpa membersihkannya
3. Apa manfaat mencuci tangan berdasarkan kesehatan?
a. Agar terhindar dari kuman penyakit
b. Agar tidak dimarahi guru
c. Agar tidak dijauhi teman
d. Agar mendapat pujian
lxvi

4. Bagaimana cara mencuci tangan yang benar?


a. Cukup dibilas dengan air saja
b. Cuci dengan air dan sabun
c. Hanya bagian kotor yang dicuci
d. Cukup cuci tangan sebelah kanan saja
5. Ada berapa cara mencuci tangan?
a. 2
b. 3
c. 4
d. 6
6.bagaimana cara memilih jajanan sehat di kantin sekolah?
a. Bersih, Jauh dari tempat sampah, Got, debu dan asap kendaraan bermotor
b. terlalu manis dan warna mencolok
c. Masih Segar, tidak tertutup dan dipegang pegang orang
d.tidak mengandung zat pemanus dan berbau apek
7. Sebutkan Jajanan sehat dikantin sekolah ?
a. bakso bahan pengenyal
b. Es berwarna yang mencolok
c. roti dan biskuit
d. gorengan
8. apa dampak dari jajan tidak sehat ?
a. sehat dan kuat
b. demam, diare, mual muntah
c. nafsu makan meningkat
d. sehat dan nafsu makan menurun
9. Bagaimana cara menggunakan jamban dengan benar?
a. Buang Air Kecil dan Buang Air Besar Sembarangan
b. tidak menyiram setelah BAB dan BAK
c. Menyiram hingga bersih setelah BAB dan BAK
d. Membuang sampah di WC/Toilet
lxvii

10. mengapa harus memakai jamban saat BAK dan BAB?


a. agar mencemari sumber air sekitar
b. agar datang nya serangga atau lalar
c. Untuk menjaga lingkungan agar selalu bersih, sehat dan tidak berbau
d. agar tidak berbau
11. Apa saja persiapan olahraga disekolah ?
a. pakai sepatu dan seragam sekolah
b. tidak melakukan pemanasan
c. tidak mengikuti arahan guru olahraga
d. memakai baju olahraga, pakai sepat sesuai ukuran kaki, lakukan
pemanasan sebelum olahraga dan pilih olahraga yang sesuai dengan arahan
guru
12. apa saja tujuan olahraga secara rutin ?
a. agar sakit
b. menjadi semangat untuk belajar dan agar tetap sehat
c. pertumbuhan dan perkembangan fisik yang tidak normal
d. agar tubuh kita selalu lesu dan lelah
13.Untuk Apa memberantas Jentik-Jentik Nyamuk ?
a. Agar nyamuk berkembang biak
b. Agar terjadi penyakit malaria dan penyakit gajah
c. Agar terhindar dari gigitan nyamuk, penyakit seperti malaria dan penyakit
kaki gajah dapat dicegah
d. agar banyak terjadinya penyakit
14.Bagaimana Cara membertas Jentik –jentik Nyamuk ?
a. Dengan Melakukan 6M
b. Dengan Melakukan 5M
c. Dengan Melakukan 4M
d. Dengan Melakukan 3M
15. Sebutkan Cara Memberantas jentik nyamuk ?
a. Menguras, Menutup dan Mengubur
b. Membuang, Menutup dan Mengubur
lxviii

c. Menutup, Mengubur, dan Membakar


d. Menguras, Mengubur dan Menutup
16. Sampah dibedakan menjadi tiga jenis, sebutkan?
a. Sampah Kering. Sampah basah, dan Sampah berbahaya
b. Sampah kotor, sampah tergenang dan sampah kering
c. Sampah berbahaya, sampah kering dan Sampah kotor
d. Sampah basah, sampah kering dan sampah tergenang
17. apa akibat membuang sampah sembarangan ?
a. Gatal-gatal
b. Demam berdarah
c. Sesak nafas
d. tempat hidup kuman- kuman yag membahayakan kesehatan
18. Bagaimana kita terhindar dari merokok ?
a. Jangan pernah coba merokok dan tegur kalau ada yng merokok disekolah
b. membeli rokok
c. Mau di bujuk rayu untuk merokok
d. tidak berani bilang tidak kalau ada yang menawari
19. apa saja zat didalam rokok ?
a. Nikotin, Karbon monoksida
b. Tar, ganja
c. Nikotin, sabu
d. tujuh kali seminggu
20. apa saja bahaya merokok ?
a. Tidak merasa capek
b. dapat menderita kanker , kerusakan gigi
c. Badan merasa lemas
d. Akan lebih fokus belajar di kelas
lxix

Lampiran 5

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI SEKOLAH

ROHMANTO

NIM : 1703047

PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
SYEDZA SAINTIKA PADANG
70
71

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

MAHASISWA S1 KESEHATAN MASYARAKAT


STIKES SYEDZA SAINTIKA PADANG

Pokok Bahasan : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)


Sub Pokok Bahasan : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Sekolah
Hari/Tanggal :
Waktu/jam : 30 menit/
Sasaran : Siswa SD Kelas 5
Tempat : SDN 01 Padang Utara

I. Latar belakang
Anak adalah pribadi yang unik. Ia bukanlah seorang dewasa yang bertubuh
kecil. Namun ia adalah sosok pribadi yang berada dalam masa pertumbuhan, baik
secara fisik, mental dan intelektual. Sehat merupakan sebuah hasil yang
memerlukan proses atau usaha. Memahami arti pentingnya kesehatan diri harus
dimulai sejak dini, agar hasil itu bisa dirasakan di kemudian hari. Pendidikan
kesehatan harus diajarkan sejak dini pada anak, karena anak sehat menjadi
cerminan keluarga yang juga sehat.
Dalam memberikan Pendidikan kesehatan pada anak, seringkali orang tua
dan guru hanya membatasi pada kesehatan tubuh saja. Padahal, ini tidak hanya
membahas pada fisik tubuh, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan mental,
perubahan sikap, perubahan kebiasaan dan perubahan cara pandang.
Pencegahan dan penyadaran harus menjadi prioritas utama. Kita sebaiknya
mengatakan pada anak-anak tentang cara mencegah dan melindungi diri dari sakit.
Kita perlu mengajarkan hal-hal yang kecil dan sederhana yang dapat mereka
lakukan sendiri tentang kesehatan.
II. Tujuan Intruksional Umum
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan peserta lebih memahami dan
lebih mengerti tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Sekolah
72

III. Tujuan Intruksional Khusus


Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan peserta mampu:
1. Mengetahui Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan

sabun

2. Mengetahui konsumsi Jajanan Sehat di kantin sekolah, karena lebih terjamin

kebersihannya.

3. Mengetahui Jamban yang bersih dan sehat, serta Menjaga Kebersihan

Jamban.

4. Mengetahui Olahraga dan aktifitas Fisik yang teratur dan terukur sehingga

meningkatkan Kebugaran dan kesehatan Peserta Didik.

5. Mengetahui berantas Jentik Nyamuk di sekolah secara Rutin.

6. Tidak Merokok di Sekolah.

7. Membuang sampah Pada Tempatnya.

IV. Metode dan teknik penyuluhan


1. Ceramah
2. Tanya jawab

V. Media
1. Buku Interaktif
2. Flip chart
73

VI. Kegiatan penyuluhan


N Kegiatan Kegiatan Penyuluhan Peserta Waktu
o
1 Pembukaan a. Membuka kegiatan dengan a. Menjawab 5 menit
. mengucap salam salam
b. Memperkenalkan diri b. Mendengarkan
c. Menjelaskan tujuan dari c. Memperhatikan
penyuluhan
d. Kontrak waktu d. Memperhatikan
e. Menyebutkan materi yang e. Memperhatikan
akan diberikan
f. Melakukan apersepsi f. Memperhatikan
2 Isi Memberi penjelasan tentang : peserta 10
. 1. Pengertian perilaku hidup mendengarkan menit
bersih dan sehat penjelasan yang
2. Indikator perilaku hidup diberikan dan
bersih dan sehat di sekolah memperhatikan.
3. Siapa saja yang harus
menjalankan perilaku hidup
bersih dan sehat di sekolah
4. Cara mencuci tangan yang
baik
5. Tujuan dan manfaat
perilaku hidup bersih dan
sehat di sekolah
6. Dampak buruk tidak
melakukan perilaku hidup
bersih dan sehat di sekolah
3 Evaluasi a. Kesempatan peserta untuk a. Peserta 10
. bertanya bertanya menit
b. Penyuluh bertanya pada b. Peserta
peserta menjawab
4 Terminasi a. Kesimpulan a. Memperhatikan 5 menit
. b. Mengucap terima kasih atas b. Mendengarkan
perhatian peserta
c. Mengucap salam penutup c. Menjawab
salam

VII. Pengorganisasian
a. Penyaji (pembawa acara/menjelaskan materi)

\
74

VIII. Setting tempat

Keterangan:

: peserta

: penyaji

IX. Evaluasi
Dilakukan setelah ceramah diberikan dengan mengacu pada tujuan yang di
tetapkan. Kriteria evaluasi sebagai berikut :
1. Evaluasi struktur
a. Semua peserta hadir/ikut dalam kegiatan penyuluhan
b. Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan di gedung kampus Ngudia Husada
Madura
c. Pengorganisasian penyuluhan dilakukan hari sebelumnya
2. Evaluasi proses
a. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
b. Peserta tidak meninggalkan tempat sebelum kegiatan selesai
c. Peserta terlibat aktif dalam kegiatan penyuluhan
3. Evaluasi hasil
a. Peserta mengerti tentang perilaku hidup bersih dan sehat
b. Dapat menyebutkan pengertian, indikator, siapa saja yang harus melakukan
perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah,tujuan dan manfaat perilaku
75

hidup bersih dan sehat dan dampak buruk tidak melakukan perilaku hidup
bersih dan sehat di sekolah

X. Materi penyuluhan
1. Pengertian
PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di Sekolah adalah kebiasaan/
perilaku positif yang dilakukan oleh setiap siswa, guru,penjaga
sekolah,petugas kantin sekolah, orang tua siswa dan lain-lain yang dengan
kesadarannya untuk mencegah penyakait, meningkatkan kesehatannya secara
dalam menjaga lingkungan sehat di sekolah.
2. Indikator
Beberapa indikator PHBS di lingkungan sekolah antara lain:
1) Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun
CTPS merupakan kebiasaan yang bermanfaat untuk membersihkan
tangan dari kotoran dan membunuh kuman penyebab penyakit yang
merugikan kesehatan. Mencuci tangan yang baik membutuhkan beberapa
peralatan berikut: sabun antiseptik, air bersih, dan handuk atau lap tangan
bersih. Untuk hasil yang maksimal disarankan untuk mencuci tangan
selama 20-30 detik.
Langkah-langkah mencuci tangan:
a. Basahi tangan dengan air bersih yang mengalir
b. Gunakan sabun secukupnya
c. Usap-usap kedua telapak tangan
d. Gosok semua selas-sela jari
e. Usap-usap kedua punggung tangan
f. Gosok jari dan kuku tangan kanan ke telapak tangan kiri, lakukan
sebaliknya
g. Bersihkan ibu jari
h. Bersihkan pergelangan tangan
i. Bilas kedua tangan kita dengan air bersih
j. Keringkan tangan kita dengan menggunakan handuk atau lap tangan
76

k. Jangan lupa untuk mematikan kran air setelah mencuci tangan


Ada 5 waktu penting cuci tangan pakai sabun, diantaranya sebelum
makan, sesudah buang air besar, sebelum memegang bayi, sesudah
menceboki anak, dan sebelum menyiapkan makanan. Kebiasaan CTPS
yang bersih dan teratur dapat menjauhkan kita dari bakteri dan kuman
penyebab penyakit yang ikut masuk ke dalam tubuh melalui makanan,
misalnya diare.
2) Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah
Pengertian : jajanan yang bergizi dan tidak mengandung zat-zat
berbahaya
Manfaat : sehat, terhindar dari penyakit
Cara Memilih :
a. Bersih
b. Jauh dari tempat sampah, got, debu dan asap kendaraan bermotor
c. Tertutup
d. Tidak bekas dipegang-pegang orang
e. Tidak terlalu manis dan berwarna mencolok
f. Masih segar
g. Tidak digoreng dengan minyak goreng yang sudah keruh
h. Tidak mengandung zat pemanis, zat pengawet, zat penyedap, dan
zat pewarna buatan
i. Bau tidak apek atau tengik
j. Tidak dibungkus dengan kertas bekas atau koran
k. Dikemas dengan plastik atau kemasan lain yang bersih dan aman
l. Lihat tanggal kadaluwarsa
Jajanan Sehat : susu, roti, biskuit, buah-buahan
Jajanan Tidak Sehat:
a. Es mambo berwarna mencolok dan terlalu manis, pemanis buatan
dan pewarna pakaian
b. Permen pemanis buatan dan pewarna pakaian
c. Bakso bahan pengenyal
77

d. Chiki/ makanan ringan yang menggunakan MSG sebagai penambah


rasa, zat pewarna dan pemanis buatan
e. Gorengan pakai minyak goreng bekas dipakai berkali-kali sehingga
minyak sudah berwarna sangat keruh
f. Cakwe, cilok dan bakso goreng pakai saus/ sambal berwarna merah
cerah dan terbuat dari bahan-bahan yang telah busuk
g. Kue berwarna mencolok yang memakai pewarna pakaian
h. Es sirup/ minuman berwarna mencolok dan tidak higienis, memakai
air mentah, dan terdapat zat pewarna pakaian
Dampak
a. Pemanis buatan: kanker kandung kemih
b. Pewarna tekstil: pertumbuhan lambat, gelisah
c. Bahan pengenyal (boraks): demam, kerusakan ginjal, diare, mual,
muntah, pingsan, kematian
d. Penambah rasa seperti Mono Sodium Glutamat (MSG): pusing,
selera makan terganggu, mual, kematian
e. Bahan pengawet: formalin: sakit perut, kejang-kejang, muntah,
kencing darah, tidak bisa kencing, muntah darah, hingga akhirnya
menyebabkan kematian.
f. Timah: pikiran kacau, pingsan, lemah, tidak ingin bermain, sulit
bicara, mual, muntah
g. Makanan tidak bergizi: Gangguan berfikir
h. Makanan mengandung mikroba, basi atau beracu: sakit perut,
diare
3) Menggunakan jamban yang bersih dan sehat
Bagaimana Cara Menggunakan Jamban Dengan Benar ?
a. Buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) di jamban
dengan benar, yaitu bila menggunakan jamban duduk jangan
berjongkok karena kaki /alas kaki akan mengotori jamban
b. Menyiram hingga bersih setelah buang air kecil dan buang air besar
78

c. Membuang sampah pada tempatnya, agar jamban tidak tersumbat


dan penuh dengan sampah
d. Mengingatkan siswa/i dan penjaga sekolah untuk mengawasi dan
memastikan
e. Jamban yang tersedia selalu dalam keadaan bersih.

Bagaimana Cara Memeliharanya ?


a. Membersihkan lantai jamban dan menghindari terjadi genangan air
b. Membersihkan jamban secara teratur sehingga ruang jamban dalam
keadaan bersih dan tidak ada kotoran didalam jamban, tidak ada
serangga (kecoa,lalat) dan tikus yang berkeliaran
c. Selalu tersedia alat pembersih (sabun,sikat dan air bersih )
d. Apabila ada kerusakan segera diperbaiki
 Buang Air Kecil Dan Buang Air Besar Dijamban Sekolah
Mengapa harus memakai jamban saat buang air kecil dan buang air
besar ?
a. Untuk mmenjaga lingkungan agar selalu bersih, sehat dan tidak
berbau.
b. Supaya tidak mencemari sumber air yang ada sekitarnya.
c. Agar tidak mengundang datangnya lalar atau serangga yang dapat
menjadi penular penyakit seperti diare, kolera, disentri, thypus,
cacingan, penyakit infeksi saluran pencernaan, penyakit kulit dan
keracunan.
Bagaimana jamban yang sehat itu ?
a. Tidak mencemari sumber air minum (jarak antara sumber air minum
dengan lubang penampungan minimal 10 meter )
b. Tidak berbau
c. Kotoran tidak dapat dijamah oleh serangga dan tikus
d. Tidak mencemari tanah sekitarnya
e. Mudah dibersihkan dan aman digunakan
f. Dilengkapi dinding dan atap pelindung
79

g. Penerangan dan ventilasi cukup


h. Lantai kedap air dan luas ruangan memadai
i. Tersedia air dan luas ruangan memadai
j. Tersedia air,sabun dan alat pembersih
4) Olahraga yang teratur dan terukur
Persiapan Olahraga
a. Pakai pakaian olahraga yang menyerap keringat
b. Pakai sepatu olahraga yang sesuai ukuran kaki
c. Lakukan pemanasan sebelum berolahraga
d. Pilih olahraga yang sesuai arahan guru
Tujuan olahraga secara rutin adalah :
a. Agar tubuh kita selalu bugar
b. Kita menjadi semangat untuk belajar
c. Untuk memelihara kesehatan fisik dan mental agar tetap sehat dan
tidak mudah sakit
d. Untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik yang optimal
Manfaat olahraga secara rutin adalah :
a. Berat badan terkendali
b. Otot lebih lentur dan tulang lebih kuat
c. Bentuk tubuh menjadi ideal dan proposional
d. Lebih bertenaga dan bugar
e. Daya tahan tubuh terhadap penyakit lebih baik
f. Terhindar dari penyakit jantung, stroke, osteoporosis, kanker,
tekanan darah tinggi, kencing manis, dll
5) Memberantas Jentik-Jentik Nyamuk
Dengan menghindari gigitan nyamuk,penyakit lainnya seperti malaria
dan penyakit kaki gajah (filariasis) dapat dicegah.
 Cara Memberantas Jentik
Dengan melakukan cara 3M yaitu :
a. Menguras dan menyikat dinding tempat-tempat penampungan air
sekurangkurangnya seminggu sekali
80

b. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air


c. Menguburkan, mengumpulkan, memanfaatkan atau menyingkirkan
barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan, seperti kaleng
bekas, plastik bekas dan lain-lain.
Bagaimana Melakukan Pemeriksaan Jentik Berkala ?
a. Menggunakan senter untuk melihat keberadaan jentik
b. Jika ditemukan jentik, warga sekolah harus segera melakukan
pemberantasan jentik dengan melakukan 3M dan plus cara lainnya
c. Memeriksa hasil pemeriksaan jentik
Kapan Dilakukan Pemeriksaan Jentik Berkala Dan 3m ?
Sebaiknya pemeriksaan jentik berkala dan 3M dilakukan secara teratur
setiap minggu (satu hari dalam satu minggu) di sekolah.
 Memberantaskan Jentik di Sekolah
Apa yang dimaksud dengan memberantas jentik di sekolah ?
Kegiatan memeriksa dan membersihkan tempat-tempat penampungan
air bersih yang ada disekolah agar terbebas dari jentik nyamuk.
Mengapa perlu memberantas jentik disekolah ?
a. Agar siswa terhindar dari berbagai penyakit yang ditularkan oleh
nyamuk seperti demam berdarah,malaria dan kaki gajah.
b. Lingkungan sekolah menjadi bersih dan sehat.

Bagaimana siklus hidup nyamuk ?


Telur – jentik – kepompong – nyamuk
a. Telur
a) Setiap kali bertelur, nyamuk betina dapat mengeluarkan telur
sebanyak 100 butir.
b) Telur nyamuk Aedes aegypti berwarna hitam dengan ukuran 0.80
mm.
c) Telur ini di tempat yang kering (tanpa air) dapat bertahan sampai 6
bulan.
81

Telur itu akan menetas menjadi jentik dalam waktu lebih kurang 2
hari setelah terendam air.
b. Jentik
a) Jentik kecil yang menetas dari telur itu akan tumbuh menjadi besar
yang panjangnya 0.5-1 cm
b) Jentik Aedes aegypti akan selalu bergerak aktif dalam air.
Geraknya berulangulang dari bawah keatas permukaan air untuk
bernafas (mengambil udara) kemudian turun, kembali kebawah
dan seterusnya.
c) Pada waktu istirahat, posisinya hamper tegak lurus dengan
permukaan air. Biasanya berada disekitar dinding tempat
penampungan air.
d) Setelah 6 – 8 hari jentik itu akan berkembang / berubah menjadi
kepompong.
c. Kepompong
a) Berbentuk seperti koma
b) Gerakannya lamban
c) Sering berada dipermukaan air
d) Setelah 1 – 2 hari akan menjadi nyamuk dewasa
Dimanakah tempat perkembangbiakan jentik nyamuk ?
a. Tempat penampungan air untuk keperluan sehari – hari seperti drum,
tangki
b. Reservoir,bak mandi / WC. Ember dan lain-lain
c. Tempat penampungan air bukan untuk keperluan sehari – hari
seperti : tempat
d. Minum burung, vas bunga, kaleng, botol, plastic dan lain-lain
e. Tempat penampungan air alamiah seperti lobang pohon, lobang batu,
pelepah daun dan lain – lain.
6) Membuang sampah pada tempatnya
Kita perlu memilah-milah sampah. Sampah adalah suatu bahan yang
terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun alam.
82

Secara garis besar, sampah dibedakan menjadi tiga jenis yaitu :


a. Sampah anorganik/kering, yang tidak dapat mengalami pembusukan
secaranalami, contoh : logam, besi, kaleng, kertas, plastic, karet, atau
botol.
b. Sampah organic/basah, yang dapat mengalami pembusukan secara
alami, contoh : daun-daunan, sampah dapur, sampah restoran ,sisa
sayuran, rempah-rempah atau sisa buah.
c. Sampah berbahaya, contoh : baterai, botol obat nyamuk. Jarum suntik
bekas, botol sisa kimia, atau pecahan kaca.
Membuang sampah pada tempatnya
Sampah adalah sarang kuman dan bakteri penyakit. Membuang sampah
pada tempatnya menghindari tubuh supaya tidak tertular penyakit, juga
menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Akibat membuang sampah sembarangan
a. Sampah menjadi tempat berkembangbiak dan sarang serangga dan
tikus.
b. Sampah menjadi sumber polusi dan pencemaran tanah, air dan udara
c. Sampah menjadi sumber dan tempat hidup kuman-kuman yang
membahayakan kesehatan.
d. Sampah dapat menimbulkan kecelakaan dan kebakaran .
7) Tidak merokok di sekolah
Apa yang dimaksud dengan perokok aktif dan pasif ?
a. Perokok aktif adalah orang – orang yang menghisap rokok secara
rutin dengan jumlah yang paling kecil sekalipun misalnya merokok 1
batang dalam sehari atau merokok karena sekedar coba-coba saja,
atau merokok hanya menghembus hembusan asap rokok.
b. Sementara perokok pasif adalah orang yang bukan perokok tetapi
menghisap asap rokok orang lain atau berada dalam satu ruangan
tertutup dengan orang yang sedang merokok.
c. Perokok pasif dapat menderita penyakit sama dengan yang diderita
oleh perokok aktif dan bahkan lebih berbahaya dari perokok aktif
83

karena tidak adanya kekebalan tubuh yang terbentuk dalam tubuh


perokok pasif saat racun asap rokok masuk kedalam tubuh.
Bagaimana supaya kita terhindar dari merokok ?
a. Jangan pernah mencoba untuk merokok
b. Jangan mau terbujuk oleh rayuan untuk merokok
c. Berani bilang TIDAK kalau ada yang menawari kita
merokok
d. Katakan TIDAK MAU kalau ada yang mengajak
merokok
e. TEGUR kalau ada yang merokok disekolah
f. KATAKAN TIDAK BOLEH kepada penjual rokok
disekitar sekolah
g. PILIH dan bergaulah dengan teman yang tidak merokok
BEBASKAN DIRIMU DARI ASAP ROKOK
Zat apa saja yang ada dalam rokok ?
Dalam 1 batang rokok mengandung 4000 bahan kimia dan 43 senyawa
tersebut terbukti menyebabkan kanker. Bahan utama rokok terdiri dari
nikotin, tar dan karbon monoksida (co).
a. Nikotin dapat merusak jantung dan aliran dalam darah
terganggu seperti terjadinya penyempitan pembuluh darah mengeras
dan terjadinya penggumpalan darah. Nikotin menyebabkan perokok
menjadi kecanduan.
b. Tar merupaka n bahan kimia beracun yang dapat
mengakibatkan kerusakan sel paru – paru dan menyebabkan kanker,
terutama kanker paru.
c. Karbon monoksida, merupakan gas beracun yang
berakibat pada kurangnya kemampuan darah membawa oksigen
sehingga mengakibatkan otak, jantung dan organ tubuh yang penting
menjadi kekurangan oksigen.
Apa saja bahaya merokok ?
84

a. Dapat menderita kanker paru, kanker mulut, kanker organ tubuh yang
lainnya, penyakit jantung dan pembuluh darah, batuk – batuk yang
menahun ( kronik ), kelainan kehamilan, katarak, kerusakan ginjal,
kerusakan gigi, kehilangan pendengaran, tulang mudah patah dan
lain-lain.
b. Selain dapat menyebabkan penyakit juga memberikan pengaruh pada
pikiran, perasaan dan tingkah laku perokok seperti menjadi ketagihan,
kemudian ketergantungan pada rokok tinggi.
3. Tujuan dan Manfaat PHBS di Sekolah
1) Tujuan
PHBS adalah upaya memberikan pengalaman belajar bagi perorangan,
keluarga, kelompok, dan masyarakat dengan membuka jalur komunikasi,
memberikan informasi dan edukasi guna meningkatkan pengetahuan,
sikap dan perilaku melalui pendekatan advokasi, bina suasana (social
support), dan gerakan masyarakat (empowerment) sehingga dapat
menerapkan cara-cara hidup sehat dalam rangka menjaga, memelihara,
dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Aplikasi paradigma hidup sehat
dapat dilihat dalam program perilaku hidup bersih dan sehat.12 Kebijakan
pembangunan kesehatan ditekankan pada upaya promotif dan preventif
agar orang yang sehat menjadi lebih sehat dan produktif. Pola hidup sehat
merupakan perwujudan paradigma sehat yang berkaitan dengan perilaku
perorangan, keluarga, kelompok, dan masyarakat yang berorientasi sehat
dapat meningkatkan, memelihara, dan melindungi kualitas kesehatan baik
fisik, mental, spiritual maupun sosial.
2) Manfaat
Manfaat PHBS di lingkungan sekolah yaitu agar terwujudnya sekolah
yang bersih dan sehat sehingga siswa, guru dan masyarakat lingkungan
sekolah terlindungi dari berbagai ancaman penyakit, meningkatkan
semangat proses belajar mengajar yang berdampak pada prestasi belajar
siswa, citra sekolah sebagai institusi pendidikan semakin meningkat
sehingga mampu menarik minat orang tua dan dapat mengangkat citra dan
85

kinerja pemerintah dibidang pendidikan, serta menjadi percontohan


sekolah sehat bagi daerah lain.

XI. Daftar pustaka


Arikunto, 2005. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta : Rineka
Cipta.
Notoadmodjo, 2007. Promosi Kesehatan Dan Ilmu Perilaku,, Jakarta : Rineka
Cipta.
86

Lampiran 7
Hasil Pengolahan Data

1. Uji Normalitas
a. Pretest
Case Processing Summary
Cases
Valid Missing Total
N Percent N Percent N Percent
pengetahuan
dengan buku 15 100,0% 0 0,0% 15 100,0%
interaktif pretest
pengetahuan
dengan flipchart 15 100,0% 0 0,0% 15 100,0%
pretest

Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statisti
c df Sig. Statistic df Sig.
pengetahuan
dengan buku ,215 15 ,059 ,904 15 ,110
interaktif pretest
pengetahuan
dengan flipchart ,203 15 ,099 ,929 15 ,262
pretest
a. Lilliefors Significance Correction

b. Posttest
Case Processing Summary
Cases
Valid Missing Total
N Percent N Percent N Percent
pengetahuan dengan
buku interaktif 15 100,0% 0 0,0% 15 100,0%
posttest
pengetahuan dengan
15 100,0% 0 0,0% 15 100,0%
flipchart posttest
87

Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statisti
c df Sig. Statistic df Sig.
pengetahuan
dengan buku ,177 15 ,200* ,922 15 ,208
interaktif posttest
pengetahuan
dengan flipchart ,202 15 ,101 ,924 15 ,218
posttest
a. Lilliefors Significance Correction

2. Analisa Univariat
a. Pretest
Descriptives
Std.
Statistic Error
pengetahuan dengan Mean 9,93 ,384
buku interaktif pretest 95% Confidence Lower
9,11
Interval for Mean Bound
Upper
10,76
Bound
5% Trimmed Mean 9,87
Median 10,00
Variance 2,210
Std. Deviation 1,486
Minimum 8
Maximum 13
Range 5
Interquartile Range 2
Skewness ,733 ,580
Kurtosis -,214 1,121
Mean 11,27 ,300
88

pengetahuan dengan 95% Confidence Lower


flipchart pretest 10,62
Interval for Mean Bound
Upper
11,91
Bound
5% Trimmed Mean 11,30
Median 11,00
Variance 1,352
Std. Deviation 1,163
Minimum 9
Maximum 13
Range 4
Interquartile Range 2
Skewness -,285 ,580
Kurtosis -,546 1,121

b. Posttest

Descriptives
Std.
Statistic Error
pengetahuan dengan Mean 17,00 ,338
buku interaktif 95% Confidence Lower Bound 16,27
posttest Interval for Mean Upper Bound 17,73
5% Trimmed Mean 17,00
Median 17,00
Variance 1,714
Std. Deviation 1,309
Minimum 15
Maximum 19
Range 4
89

Interquartile Range 2
Skewness ,000 ,580
Kurtosis -1,077 1,121
pengetahuan dengan Mean 18,07 ,284
flipchart posttest 95% Confidence Lower Bound 17,46
Interval for Mean Upper Bound 18,68
5% Trimmed Mean 18,07
Median 18,00
Variance 1,210
Std. Deviation 1,100
Minimum 16
Maximum 20
Range 4
Interquartile Range 2
Skewness -,148 ,580
Kurtosis -,676 1,121

3. Analisa Bivariat

T-Test
Group Statistics

Std. Std. Error


media N Mean Deviation Mean

efektifitas buku
15 17,00 1,309 ,338
pendidikan interaktif
kesehatan terhadap
pengetahuan flipchart 15 18,07 1,100 ,284
90

Uji T Independent

Independent Samples Test


Levene's
Test for
Equality of
Variances t-test for Equality of Means
95%
Std. Confidence
Mean Error Interval of the
Sig. (2- Differenc Differenc Difference
F Sig. t df tailed) e e Lower Upper
efektifitas Equal
- -
pendidikan variances ,597 ,446 28 ,022 -1,067 ,441 -,162
2,416 1,971
kesehatan assumed
terhadap Equal
pengetahuan - 27,19 -
variances not ,023 -1,067 ,441 -,161
2,416 0 1,972
assumed
91