Anda di halaman 1dari 3

Nama : Rosvita Indriawati

Kelas/ semester : S1 Keperawatan / semester 1

Tugas : Resume dan contoh semua prinsip etik dalam pengambilan keputusan

1.Autonomy 

Autonomy adalah mengacu pada hak untuk membuat keputusan sendiri. Perawat yang
menghargai autonomy klien berarti bahwa perawat tersebut menghormati hak klien untuk
mengambil keputusan bahkan ketika pilihan itu tampaknya bukan untuk kebaikan klien itu sendiri.

Contoh :

a.  Tiap individu mampu berfikir sec logis dan membuat keputusan 
b.    pilihan yang harus dihargai oleh orang lain
c.    Tiap individu mempunyai hak untuk membuat keputusan atas dirinya 
d.    Praktek profesional merefleksikan otonomi saat perawat menghargai hak-hak
klien dalam membuat keputusan tentang perawatan dirinya.

contohnya adalah seorang perawat apabila akan menyuntik harus memberitahu untuk apa obat
tersebut, prinsip otonomi ini dilanggar ketika seorang perawat tidak menjelaskan suatu tindakan
keperawatan yang akan dilakukannya

2. Beneficence

Beneficence adalah tindakan yang baik atau tindaakn yang menguntungkan bagi klien.

Contoh :

a. Selalu mengupayakan tiap keputusan dibuat berdasarkan keinginan untuk melakukan yg terbaik 
b.    dan mencegeh kesalahan,tidak merugikan klien  bermanfaat untuk menolong pasien 
c.    Resiko yang mungkin timbul dikurangi sampai seminimal mungkin dan memaksimalkan manfaat
bagi pasien

seorang pasien mengalami perdarahan setelah melahirkan, menurut program terapi pasien tersebut
harus diberikan tranfusi darah, tetapi pasien mempunyai kepercayaan bahwa pemberian tranfusi
bertentangan dengan keyakinanya, dengan demikian perawat mengambil tindakan yang terbaik
dalam rangka penerapan prinsip moral ini yaitu tidak memberikan tranfusi setelah pasien
memberikan pernyataan tertulis tentang penolakanya.

3. Nonmaleficence adalah tindakan untuk "tidak membahayakan" atau "tidak merugikan", seorang


perawat tidak melakukan perbuatan yang memperburuk pasien.

Contoh :

ketika ada klien yang menyatakan kepada dokter secara tertulis menolak pemberian transfusi darah
dan ketika itu penyakit perdarahan (melena) membuat keadaan klien semakin memburuk dan
dokter harus menginstrusikan pemberian transfusi darah.
Akhirnya transfusi darah ridak diberikan karena prinsip beneficence walaupun pada situasi ini juga
terjadi penyalahgunaan prinsip non-maleficence.

4. Justice

Justice adalah keadilan, dimana perawat harus adil terhadap pasiennya dan tidak membeda –
bedakan dengan pasien satu dan yang lainnya.

Contoh :

Perawat melakukan pelayanan yang sama meskipun dari pasien VIP dan kelas 3 . Selalu senyum dan
melakukan sesuai SOAP.

5. Fidelity

Fidelity adalah setia pada janji. Tanggung jawab besar seorang perawat adalah meningkatkan
kesehatan, mencegah penyakit, memulihkan kesehatan, dan meminimalkan penderitaan.

Contoh :

Perawat menjajikan pada pasien, jika pasien sembuh dia akan memakan makanan yang dia mau, dan
tidak melarangnya lagi. Dan perawat itu menepatinya

6. Veracity

Veracity adalah Prinsip ini tidak hanya dimiliki oleh perawat namun harus dimiliki oleh seluruh
pemberi layanan kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada setia klien untuk meyakinkan
agar klien mengerti.

Contoh :

Contoh Ny. A masuk rumah sakit dengan berbagai macam fraktur karena kecelakaan mobil,
suaminya juga ada dalam kecelakaan tersebut dan meninggal dunia. Ny. A selalu bertanya-tanya
tentang keadaan suaminya. Dokter ahli bedah berpesan kepada perawat untuk belum
memberitahukan kematian suaminya kepada klien

7. Confidentiality

Confidentiality atau kerahasiaan adalah informasi tentang klien harus dijaga privasi klien.
Dokumentasi tentang keadaan kesehatan klien hanya bisa dibaca guna keperluan pengobatan, upaya
peningkatan kesehatan klien dan atau atas permintaan pengadilan. Diskusi tentang klien diluar area
pelayanan harus dihindari.

Contoh :

Perawat menjaga privasi klien dan tidak boleh membocorkan pemyakit klien ke semua orang, agar
klien tersebut tidak malu meskipun mempunyai penyakit itu.

8. Accountability

Akuntabilitas adalah standar yang pasti bahwa tindakan seorang professional dapat dinilai dalam
berbagai kondisi tanpa terkecuali.

Contoh :
Contoh perawat bertanggung jawab pada diri sendiri, profesi, klien, sesame teman sejawat,
karyawan, dan masyarakat. Jika perawat salah memberi dosis obat kepada klien perawat dapat
digugat oleh klien yang menerima obat, dokter yang memberi tugas delegatif, dan masyarakat yang
menuntut kemampuan professional