Anda di halaman 1dari 6

YAYASAN BAKTI NUSANTARA

PERKASA
SMK JAKARTA RAYA 3
Status Terakreditasi B
Program Studi Teknik Bisnis Sepeda Motor, Multimedia dan Otomatisasi Tatakelola
Perkantoran
Jl. Baru Pemda Bambu Kuning No. 32 Bojonggede Bogor (16320)
Tlp. 021 - 8798 3102 Provinsi Jawa Barat – Indonesia
Email : jakartaraya3.smk@gmail.com Website : smkjakra3.sch.id

PROFIL SEKOLAH
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)
JAKARTA RAYA 3

I. IDENTITAS SEKOLAH

Nama Sekolah : SMK JAKARTA RAYA 3


Kode Sekolah : -
Status Sekolah :  Negeri  Swasta (pilih salah satu)
NSS / NPSN : 20254110
Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa; Teknologi Informasi dan Komunikasi;
Bisnis dan Manajemen
Kompetensi Keahlian : 1. Teknik dan Bisnis Sepeda Motor
2. Multimedia
3. Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran
Alamat Sekolah : Jl. Baru Pemda Bambu Kuning no. 32, Kelurahan Bojonggede,
Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16320
Hp. 082119638909
e-mail : jakartaraya3.smk@gmail.com
Website : smkjakra3.sch.id
Kurikulum :  1994  2013
2
Luas Tanah : 5625m
Tahun Pendirian Sekolah : 2006
Penyelenggaraan KBM : Pagi dari jam 07.00 – 14.45
SK/Izin Pendirian Sekolah : 421/4517-Dikmen
Nomor :-
Tanggal Dikeluarkan : 09-11-2006
Status Akreditasi Terakhir :B
II. ANALISIS SWOT

Strengths Weaknesses
Kode Kode
(Kekuatan) (Kelemahan)
Kurikulum sesuai dengan Kurikulum belum dikembangkan melalui
S.1 W.1
Keputusan Dirjen program penyelarasan bersama industri
Memiliki ruang kelas yang luas dan Pembelajaran melibatkan industri di
S.2 W.2
sesuai standar sekolah dan di DU/DI belum terencana
Memiliki bengkel untuk praktek
S.3 W.3 Kerjasama dengan industri belum optimal
siswa TBSM
Suasana nyaman dari keramaian
Rendahmya kompetensi, kreativitas, inovasi
dan jalan raya utama, karena ada
S.4 W.4 dan daya adaptasi guru dengan perubahan
banyaknya pepohonan sehingga
teknologi
terasa sejuk
Memiliki lapangan futsal dan
Kurangnya tenaga guru kejuruan yang
S.5 lapangan yang lain untuk aktivitas W.5
mumpuni
outdoor siswanya
Kemampuan kompetensi akademik guru
S.6 W.6
kejuruan masih belum optimal
Masih belum tertib untuk mendisiplinkan
S.7 W.7
siswa terhadap alat-alat praktek di bengkel
Belum terpenuhinya sarana praktikum
S.8 W.8 siswa untuk pencapaian kompetensi
kejuruan
W.9 Belum mengembangkan Teaching Factory
Masih adanya siswa yang belum disiplin
W.10
dalam belajar
W.11 Prestasi siswa bidang kejuruan belum ada
Belum mengembangkan pembelajaran
W.12
kewirausahaan
W.13 Pemanfaatan IT dalam pembelajaran masih
belum optimal
W.14 Penilaian kejuruan belum sesuai prosedur
W.15 Belum memiliki TUK
W.16 Belum mengembangkan BKK dan
penelusuran tamatan
W.17 Penyerapan siswa bekerja di industri
/melanjutkan masih rendah
W.18 Penyerapan siswa bekerja di industri
/melanjutkan masih rendah
W.19 Penyerapan siswa bekerja di industri
/melanjutkan masih rendah
W.20 Ruang Bengkel, LAboratorium OTKP,
Laboratorium MM belum sesuai standar
DU/DI

Kode Opportunities (Peluang) Kode Threats (Ancaman)


O1 Lokasi sekolah mudah terjangkau T1 Pengaruh informasi negatif berbasis IT
Kompetensi keahlian masih
O2 T2 Perkembangan Revolusi Industri 4.0
diminati
Diberikan bantah dalam Pesaingan / sulitnya mendapat pekerjaan
O3 T3
pengembangan SPMI di Sekolah pasca lulus pendidikan SMK
O4 Diberikan bantah SMK rujukan T4 Lulusan belum sesuai kebutuhan DU/DI
Jumlah SMK disekitar banyak menjadi
O5 T5
pesaing dalam mendapatkan siswa baru
O6 T6 Kurang peminat pada pelaksanaan PPDB
RUANG LINGKUP STRATEGI SWOT

Opportunities (Peluang)

Lingkungan Ekternal 1. Lokasi sekolah mudah terjangkau

Lingkungan Internal

Strengths (Kekuatan) KEBIJAKAN STRATEGIS

1. Memiliki Guru Kejuruan sesuai Berdasar kajian kebijakan yang dijadikan strategi
kebutuhan pengembangan SMK JAKARTA RAYA 3 adalah
2. Sebagai Berikut:

1. Teaching factory
2. Penyusunan bahan ajar/modul untuk
mendukung kegiatan pembelajaran di
industry
3. Peningkatan SDM berkualitas

1. Strategi mengaktifkan Teaching Factory di SMK Jakarta Raya 3

Teaching factory merupakan suatu konsep pembelajaran yang berorientasi pada


produksi dan bisnis untuk menjawab tantangan perkembangan industry saat ini dan
nanti.
Teaching Factory merupakan tindak lanjut dari program pemerintah, yaitu
tentang revitalisasi SMK. Dimana revitalisasi ini mengubah mindset SMK dari yang
tradisional menuju ke revolusi industry 4.0.

Sehingga yang dibuat Teaching Factory itu harus produk-produk yang ada di dunia usaha
yang bisa dipasarkan seperti halnya di dunia usaha industry,
program Teaching Factory harus dapat menghasilkan lulusan yang terampil dan
mempunyai jiwa wirausaha.

Harapan Kami dengan adanya Teaching Factory Lulusan SMK Jakarta Raya 3 nantinya
setelah lulus dapat menciptakan lapangan kerja dan menjadi wirausahawan, minimal
untuk dirinya sendiri sehingga tidak tergantung dengan orang lain.

Kami Berharap Pemerintah mendukung Pelaksanaan sistem pembelajaran Teaching


Factory di jurusan, Bisnis Sepeda Motor dan Multimedia dan Otomatisasi Tata Kelola
Perkantoran di sekolah kami,,dengan memberikan bantuan terutama dari Direktorat
Pembinaan SMK Kemendikbud. 

Melalui program Teaching Factory, SMK Jakarta Raya 3 akan menjalin kerjasama dengan
dunia industry dan usaha, dalam bentuk program magang guru.
Minimal ada dua orang guru yang akan kita magangkan di dunia usaha, industry atau
perusahaan kemudian dari hasil magang itu nanti guru kan mempunyai kewajiban
untuk mendiseminasikan hasil magang kepada guru yang lain.

Dari program magang, para guru harus menyusun modul pembelajaran dalam bentuk
Job Sheet.

Dengan metode pembelajaran yang diterapkan SMK Jakarta Raya 3, setiap tahun banyak
perusahaan yang datang langsung ke sekolah menyeleksi siswa untuk melanjutkan ke
dunia kerja. Diharapakan nantinya dapat ditangani BKK (Bursa Kerja Khusus) yang
mendapat izin dari Kementerian Tenaga Kerja sebagai penyalur Lulusan SMK.

Jadi setiap perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja lulusan SMK Jakarta Raya 3
akan datang ke sekolah untuk mengadakan seleksi Administrasi, fisik, medical cek up
dan wawancara.

2. Strategi Penyusunan bahan ajar/modul untuk mendukung kegiatan


pembelajaran di industry .

Agar dapat tercipta kualitas lulusan SMK Jakarta Raya 3 yang kompeten dan siap
kerja, guru mempunyai tangung jawab sebagai Konsultan, Asesor dan Fasilitator
serta guru harus memberikan mempunyai tanggungjawab moral kepada siswa.

Kualitas Guru dapat diukur dengan tingkat keberhasilan siswanya


mengaplikasikan ilmu yang didapat, mampu memaksimalkan potensi siswa,
memfasilitasi siswa untuk berkembang, dan mampu menciptakan kondisi yang
kondusif agar siswa nyaman, senang, dan tertarik untuk belajar (Kuswantoro, 2014:
24-25).

Menurut Khoiron dalam jurnalnya yang berjudul The 'Influence Ofteaching


Factory learning Model Implementation To The Students’ Occupational
Readiness(2016: 128)

Perkembangan dari model pembelajaran berbasis Teaching Factory diharapkan


dapat berjalan secara terus menerus. Hal ini akan memperbaiki dan
mengembangkan kemampuan guru dalam implementasi Teaching Factory dalam
pembelajaran. Kesiapan Guru juga menjadi faktor penting dalam mengukur kesiapan
pembelajaran, karena guru juga berkaitan langsung dengan peserta didik dalam
proses pembelajaran.

Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung


serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang
berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam proses
pembelajaran, tersirat adanya satu kesatuan kegiatan yang tak terpisahkan antara
siswa yang belajar dan guru yang mengajar.

3. Strategi Peningkatan SDM berkualitas.

Sumber Daya Manusia yang Paling Vital Di SMK Jakarta Raya 3 adalah Guru
Produktif yang merupaka Lokomotif berjalanya proses Kegiatan Belajar Mengajar di
Sekolah Kejuruan, di tambah Tenaga Administrasi Sekolah dan Struktural.

Guru Produktif merupakan satu komponen yang harus mendapat perhatian khusus,
Guru Produktif harus memiliki Latar belakang Akademis yang kompeten ,namun juga
mempunyai pengalaman pernah bekerja di Dunia Industri yang kompeten dengan
kompetensi yang ada di Sekolah kami agar dapat mendongkrak mutu lulusan dalam
proses belajar mengajar terutama dalam proses pembentukan sumber daya
manusia yang potensial sesuai dengan kompetensinya.

Kreativitas dan kompetensi merupakan salah satu kualifikasi guru yang


terpenting. Bila kreativitas dan kompetensi ini tidak ada pada diri seorang guru, ia
tidak akan berkompeten dalam melakukan tugasnya dan hasilnyapun tidak akan
optimal. Dengan kreativitas dan kompetensi yang dimiliki, selain menguasai materi
dan dapat mengolah program pembelajaran, guru juga dituntut dapat
melaksanakan evaluasi dan pengadministrasiannya.

Kompetensi dasar yang harus dimiliki seorang guru dikembangkan melalui


kurikulum Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Sepuluh kompetensi
tersebut adalah :
(1) Kemampuan Menguasai Bahan Pelajaran akan diajarkan
(2) Kemampuan Mengelola Program Belajar Mengajar
(3) Kemampuan Mengelola Kelas
(4) Kemampuan Menggunakan Media Atau Sumber Belajar
(5) Kemampuan Menguasai Landasan-Landasan Kependidikan
(6) Kemampuan Mengelola Interaksi Belajar Mengajar(interaktif);
(7) Kemampuan Menilai Peserta Didik
(8) Kemampuan Mengenal Fungsi dan Program;
(9)Kemampuan Mengenal Dan Menyelenggarakan Administrasi Sekolah; Dan
(10) Kemampuan Memahami Prinsip-Prinsip Dan Menafsirkan Hasil Penelitian
Pendidikan.

III. VISI dan MISI

 Visi SMK Jakarta Raya 3:


“Menyiapkan lulusan berkarakter, berakhlak dan siap berkompetisi di era global”.

 Misi SMK Jakarta Raya 3:


1. Meningkatkan karakter peserta didik melalui peningkatan pembentukan karakter
jujur, disiplin, sopan dan ramah.
2. Meningkatkan pembelajaran yang humanis dan berbudi luhur melalui
pengembangan nilai-nilai kebangsaan dan ketakwaan.
3. Mengembangkan keunggulan kompetitif melalui peningkatan ketrampilan yang
mendorong kreatifitas peserta didik.

2. Penyusunan Bahan Ajar


IV. GAMBARAN SMK 5 TAHUN KE DEPAN

TAHUN KE CAPAIAN PROGRAM

TERSEDIANYA FASILITAS SESUAI DENGAN STANDAR YANG


1
DITETAPKAN OLEH DINAS PENDIDIKAN

TERSEDIANYA FASILITAS YANG SESUAI DENGAN STANDAR


2
MITRA INDUSTRI (DU/DI)

MENINGKATKAN TENAGA PENDIDIK MELALUI PELATIHAN


3
DAN MAGANG PADA MITRA INDUSTRI

MENJALIN KERJASAMA DENGAN BNSP UNTUK MEMBERIKAN


4 SERTIFIKAT KOMPETENSI KEPADA TENAGA PENDIDIK SESUAI
DENGAN KOMPETENSI KEJURUANNYA

MEMBERIKAN JAMINAN KESEJAHTERAAN, KESEHATAN DAN


5 JAMINAN HARI TUA KEPADA TENAGA PENDIDIK DAN NON
KEPENDIDIKAN

V.

Bojonggede, 28 Juni 2020


Kepala SMK Jakarta Raya 3

Enies Sukmawijayanti, SP.

Tembusan :
1. Yth. Yayasan Bakti Nusantara Perkasa
2. Arsip