Anda di halaman 1dari 15

PENGARUH INFLASI TERHADAP PERTUMBUHAN

EKONOMI
(Studi Kasus Pada Bank Indonesia)

USULAN (PROPOSAL) PENELITIAN

Diajukan sebagai Tugas MID


mata kuliah Metodologi Penelitian
kelas A hari Senin, pukul 13:00-15.00

Disusun oleh:
Abdul Razak Ahiri
NPM. 17 320 049

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN
BAUBAU
2020
KATA PENGANTAR

Assalamu‟alaikum Warahmatullah

Alhamdulillahirabbil„alamin, dengan segala kerendahan hati, penulis


panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah, karena atas izin, rahmat serta
hidayahNya, penulisan Usulan (Proposal) Penelitian yang berjudul “Pengaruh
Inflasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi” dapat diselesaikan.
Penulisan Usulan (Proposal) Penelitian ini dimaksudkan untuk memenuhi
salah satu tugas MID mata kuliah Metodologi Penelitian pada jurusan Akuntansi
di Universitas Dayanu Ikhsanuddin. Usulan (Proposal) Penelitian ini disusun
berdasarkan hasil pencarian, pengamatan, pemilahan, penyusunan, dan sumbangsi
pikiran langsung dari penulis.
Dalam penyajian Usulan (Proposal) Penelitian ini penulis menyadari
masih belum mendekati kesempurnaan, oleh karena itu penulis sangat
mengharapkan koreksi dan saran yang sifatnya membangun sebagai bahan
masukan yang bermanfaat demi perbaikan dan peningkatan diri dalam bidang
ilmu pengetahuan.
Penulis menyadari, berhasilnya penyusunan Usulan (Proposal) Penelitian
ini tidak terlepas dari bantuan beberapa pihak yang telah memberikan masukan
dan saran kepada penulis, sehingga sepatutnya pada kesempatan ini penulis
menghaturkan rasa terima kasih kepada Dosen mata kuliah yang bersangkutan.
Akhir kata semoga Usulan (Proposal) Penelitian ini dapat dimanfaatkan
dan dapat memberikan sumbangsi pemikiran untuk perkembangan pengetahuan
bagi penulis maupun bagi pihak yang berkepentingan.

Wasalamu‟alaikum Warahmatullah

Baubau, 28 Mei 2020

Penulis

Abdul Razak Ahiri

ii
DAFTAR ISI

Halaman Judul Usulan Penelitian


Kata Pengantar .............................................................. ii
Daftar Isi .............................................................. iii
Bab I Pendahuluan .............................................................. 1
1.1 Latar Belakang .............................................................. 1
1.2 Perumusan Masalah ......................................................... 1
1.3 Tujuan Penelitian ............................................................. 2
1.4 Kegunaan Penelitian ........................................................ 2
Bab II Tinjauan Pustaka .............................................................. 3
2.1 Tinjauan Teoritis .............................................................. 3
2.2 Tinjauan Empris ............................................................... 5
Bab III Kerangka Pikir dan Hipotesis ................................................. 8
3.1 Kerangka Pikir .............................................................. 8
3.2 Hipotesis .............................................................. 8
Bab IV Metode Penelitian .............................................................. 9
4.1 Lokasi, Obyek dan Subyek Penelitian ................................ 9
4.2 Jenis dan Sumber Data ..................................................... 9
4.3 Variabel Penelitian ........................................................... 9
4.4 Operasionalsisasi Variabel ................................................. 10
4.5 Teknik Pengumpulan Data ................................................ 10
4.6 Teknik Analisis Data ......................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA ............................................................... 12

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perubahan-perubahan pada berbagai sektor ekonomi akan mengakibatkan


terjadinya pertumbuhan ekonomi, yang ditandai dengan naiknya produksi
nasional, pendapatan nasional, dan pendapatan perkapita. Situasi semacam itu
akan berlangsung secara terus-menerus.

Pertumbuhan ekonomi merupakan pokok permasalahan setiap negara yang


harus terus dikembangkan. Dalam sebuah tatanan ekonomi akan ada pertumbuhan
ekonomi jika disertai pembangunan ekonomi dimana pembangunan ekonomi itu
mengakibatkan perubahan-perubahan pada sektor ekonomi.

Masalah pertumbuhan ekonomi dapat dipandang sebagai masalah makro


ekonomi dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga
sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan
dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Salah satu permasalahan yang
menghambat pertumbuhan ekonomi adalah Inflasi.

Buruknya dampak inflasi terhadap pertumbuhan perekonomian negara


membuat inflasi menjadi permasalahan yang harus dipecahkan dengan solusi yang
tepat agar dapat meminimalisir kerusakan perekonomian.

1.2 Perumusan Masalah

Dari judul di atas maka dapat di cari rumusan masalahnya adalah:


1. Seberapa besar tingkat inflasi di indonesia?
2. Seberapa pesat pertumbuhan ekonomi di Indonesia?
3. Seberapa besar pengaruh inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi.

1
1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah sebagai berikut:


1. Untuk mengetahui seberapa besar tingkat inflasi.
2. Untuk mengetahui bagaimana pertumbuhan ekonomi itu.
3. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh inflasi terhadap pertumbuhan
ekonomi.

1.4 Kegunaan Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan bisa memberikan kontribusi dalam


pengembangan tentang teori-teori yang sudah ada yang berkaitan dengan
pengaruh Inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Teoritis

2.1.1 Inflasi

Inflasi adalah sebuah keadaan perekonomian yang menunjukan adanya


kecenderungan kenaikan tingkat harga secara umum (price level) dan bersifat
secara terus-menerus. Hal ini disebabkan karena tidak seimbangnya arus barang
dan arus uang yang di sebabkan oleh berbagai faktor.

Inflasi merupakan variabel makro ekonomi selain pertumbuhan dan


pengangguran. Semestinya inflasi mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah
dalam hal menjaga tingkat kestabilannya. Karena sesungguhnya inflasi
mencerminkan kestabilan nilai mata uang. Hal itu tercermin dari stabilitas tingkat
harga yang kemudian berpengaruh terhadap realisasi pencapaiaan tujuan
pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Faktor-faktor pemicu tingkat inflasi di pengaruhi oleh berbagai faktor,


contohnya pada kasus perekonomian indonesia terdapat beberapa faktor yang
dapat mendorong kenaikan tingkat inflasi yaitu faktor ekonomi dan non ekonomi
yang di perkirakan akan mempengaruhi tingkat inflasi di negara kita. Hal ini
berasal dari variabel domestik dan variabel eksternal. Variabel domestik berasal
dari peningkatan jumlah uang beredar, terjadinya tekanan yang berasal dari
permintaan maupun penawaran, GDP, tingkat suku bunga, kebijakan pemerintah
(seperti kenaikan harga BBM). Sementara variabel eksternal diantaranya berasal
dari nilai tukar tingkat inflasi negara lain.

2.1.2 Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi umumnya didefinisikan sebagai kenaikan GDP riil


per kapita. Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product, GDP) adalah nilai
pasar keluaran total sebuah negara, yang merupakan nilai pasar semua barang jadi

3
dan jasa akhir yang diproduksi selama periode waktu tertentu oleh faktor-faktor
produksi yang berlokasi di dalam sebuah negara.

Kenaikan GDP dapat muncul melalui:


a. Kenaikan penawaran tenaga kerja
Penawaran tenaga kerja yang meningkat dapat menghasilkan keluaran
yang lebih banyak. Jika stok modal tetap sementara tenaga kerja naik, tenaga kerja
baru cenderung akan kurang produktif dibandingkan tenaga kerja lama.
b. Kenaikan modal fisik atau sumber daya manusia
Kenaikan stok modal dapat juga menaikkan keluaran, bahkan jika tidak
disertai oleh kenaikan angkatan kerja. Modal fisik menaikkan baik produktivitas
tenaga kerja maupun menyediakan secara langsung jasa yang bernilai. Investasi
dalam modal sumber daya manusia merupakan sumber lain dari pertumbuhan
ekonomi.
c. Kenaikan produktivitas
Kenaikan produktivitas masukan menunjukkan setiap unit masukan
tertentu memproduksi lebih banyak keluaran. Produktivitas masukan dapat
dipengaruhi oleh faktor-faktor termasuk perubahan teknologi, kemajuan
pengetahuan lain, dan ekonomisnya skala produksi. (Case dan Fair, 1999;326)

Manfaat Pertumbuhan Ekonomi antara lain sebagai berikut:


1) Laju pertumbuhannya untuk mengukur kemajuan ekonomi sebagai hasil
pembangunan nasional Pendapatan perkapitanya dipergunakan untuk
mengukur tingkat kemakmuran penduduk, sebab semakin meningkat
pendapatan perkapita dengan kerja konstan semakin tinggi tingkat
kemakmuran penduduk dan juga produktivitasnya.
2) Sebagai dasar pembuatan proyeksi atau perkiraan penerimaan negara untuk
perencanaan pembangunan nasional atau sektoral dan regional. Sebagai dasar
penentuan prioritas pemberian bantuan luar negari oleh Bank Dunia atau
lembaga internasional lainnya.
3) Sebagai dasar pembuatan prakiraan bisnis, khususnya persamaan penjualan
bagi perusahaan untuk dasar penyusunan perencanaan produk dan

4
perkembangan sumbur daya (tenaga kerja dan modal). (Dornbuch, R dan
Fischer, S, 1994:649-651).

2.2 Tinjauan Empiris

2.2.1 Inflation and Economic Growth,


Robert J. Barro, NBER Working Paper 5329 (1995)

Berangkat dari anggapan awal bahwa inflasi merupakan suatu yang tidak
baik bagi pertumbuhan ekonomi, Barro berusaha mengestimasi bagaimana
dampak dari tingkat inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi. Dalam riset ini Barro
menggunakan model pertumbuhan ekonomi neo klasik yang dikemukakan dalam
bukunya bersama Xala I Martin (1995). Teknik estimasi yang dilakukan adalah
dengan memasukan inflasi sebagai salah satu variable yang menentukan
pertumbuhan ekonomi bersama-sama dengan variable penentu pertumbuhan
ekonomi lainnya. Hasilnya menunjukan bahwa inflasi secara signifikan
mempunyai dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Kemudian untuk
memahami efek inflasi dengan lebih jelas terhadap pertumbuhan ekonomi, Baro
menggunakan residual hasil regresi model pertumbuhan ekonomi sebagai
dependen variable dan inflasi sebagai independent variable. Dengan teknik ini
dikatakan bahwa hanya bagian dari GDP yang tidak dapat dijelaskan dengan
variable penentu pertumbuhan ekonomi saja yang dianalisis untuk mengetahui
dampak inflasi. Hasilnya juga menunjukan bukti adanya hubungan kausalitas
negatif dari inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi

Berdasarkan hasil riset ini menunjukan bahwa inflasi mempunyai


pengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Barro
menyimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat inflasi akan berdampak pada lebih
rendahnya pertumbuhan ekonomi dan investasi (dalam rasio investasi terhadap
GDP) dalam jangka panjang. Walaupun relatif kecil dampak negatif inflasi
terhadap pertumbuhan ekonomi, namun dalam jangka panjang akan memberikan
dampak yang cukup substantif terhadap kemakmuran masyarakat. Misalnya
dengan perubahan regim kebijakan moneter yang menyebabkan perubahan rata-

5
rata laju inflasi 10% akan menyebabkan turunnya level GDP riil antara 4 sampai 7
persen. Hal ini mengindikasikan kebutuhan untuk kebijakan stabilitas harga dalam
perekonomian.

Namun dalam riset ini tidak disimpulkan bagaimana efek inflasi secara
khusus terhadap negara berkembang yang cenderung memiliki masalah struktural
dalam perekonomiannya. Sehingga kebijakan stabilisasi yang diperlukan untuk
menghindari perubahan tingkat inflasi atau menjaga agar inflasi tidak volatile
dapat saja dari sisi kebijakan moneter atau kebijakan fiskal dan keduanya.

2.2.2 A Revised Tobin Effect From Inflation: Relatif Input Price and
Capital Ratio Realignment, USA and UK 1959-1999.
Max Gillman and Anton Nakov, Economica Vol 70 No. 279
(August 2003)

Dalam analisis yang dilakukan oleh Gillman dan Nakov ini, mereka
berusaha melihat bagaimana transmisi pengaruh inflasi terhadap pertumbuhan
ekonomi jangka panjang. Dengan telah memahami bahwa secara umum telah
terbukti adanya efek jangka panjang dari inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi,
maka dalam tulisan ini perlu juga dipahami bagaimana mekanisme dari inflasi ini
dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Dalam riset ini keduanya membentuk model analisis dengan menggunakan


model teori pertumbuhan endogen dan dengan mengkombinasikan pendapat dari
Tobin dan Stockman yang memberikan kesimpulan berbeda tentang dampak
inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi. Dengan membentuk model yang
menghasilkan hipotesis bahwa dalam kondisi steady state growth, pertumbuhan
ekonomi akan ditentukan oleh return on capital (physical dan human). Dengan
demikian maka pertumbuhan ekonomi akan menurun dengan adanya inflasi yang
akan menyebabkan turunnya return on capital tersebut. Persamaan (15) dalam
model yang dikembangkannya juga mengimplikasikan realokasi input dalam
perekonomian akan mempengaruhi pertumbuhan. Dalam hal ini (mengikuti

6
hipotesis Tobin effect) kenaikan capital to efektif labor ratio akan menyebabkan
penurunan pertumbuhan ekonomi akibat inflasi menjadi berkurang.

Strategi metode empiris yang dilakukan dalam riset ini adalah dengan
menguji apakah ada hubungan kointegrasi antara inflasi dengan return on capital
dengan menggunakan data USA dan UK. Alasan pemilihan dua seri data ini adaah
menyangkut kualitas data untuk return on capital yang relatif sulit dipercaya jika
menggunakan data banyak negara. Uji kointegrasi digunakan untuk mengetahui
adanya hubungan jangka panjang dalam kondisi equilibrium. (model yang
digunakan mensyaratkan kondisi steady state growth). Setelah itu kemudian
mereka menguji hubungan kausalitas antara inflasi dengan return on capital,
sehingga akan dapat diperolah hubungan kausalitas antara inflasi dan
pertumbuhan ekonomi dalam balance growth path.

Hasil riset ini menunjukan bahwa percepatan inflasi menyebabkan


kenaikan rasio upah riil terhadap tingkat bunga riil dan, sehingga meningkatkan
penggunaan physical capital relatif terhadap human capital diseluruh sektor.
Dengan demikian penelitian ini menyimpulkan efek positif inflasi terhadap
pertumbuhan ekonomi terjadi, walaupun tingkat pertumbuhan output mengalami
penurunan pertumbuhan oleh inflasi.

Hasil riset ini menggunakan data USA dan UK yang mempunyai rata-rata
tingkat inflasi yang relatif rendah, sehingga dapat diyakini bisa menyebabkan efek
positif dari inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi. Selanjutnya juga adanya peran
besar human capital dalam pertumbuhan ekonominya juga menyebabkan hasil ini
dapat diyakini.

7
BAB III
KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS

3.1 Kerangka Pikir

Inflasi merupakan masalah dan fenomena moneter yang selalu meresahkan


negara karena kebijakan yang di ambil untuk mengatasi inflasi sering berdampak
pada tingkat pertumbuhan ekonomi secara agregat. Diantaranya keseimbangan
eksternal dan tingkat bunga. Terjadinya guncangan dalam negri akan
menimbulkan fluktuasi harga di pasar domestik yang berakhir dengan
peningkatan inflasi pada perekonomian.

Masalah pertumbuhan ekonomi dapat dipandang sebagai masalah makro


ekonomi dalam jangka panjang. Perkembangan kemampuan memproduksi barang
dan jasa sebagai akibat pertambahan faktor-faktor produksi pada umumnya tidak
selalu diikuti oleh pertambahan produksi barang dan jasa yang sama besarnya.
Pertambahan potensi memproduksi seringkali lebih besar dari pertambahan
produksi yang sebenarnya. Dengan demikian perkembangan ekonomi adalah lebih
lambat dari potensinya. (Sadono Sukirno, 1994;10).

Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan


kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan
pendapatan nasional. Perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan apabila
jumlah balas jasa riil terhadap penggunaan faktor-faktor produksi pada tahun
tertentu lebih besar daripada tahun sebelumnya. Berkelanjutan pertumbuhan
ekonomi harus mengarah standar hidup yang lebih tinggi nyata dan kerja
meningkat.

3.2 Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara teoritis yang perlu di uji


kebenarannya secara empiris. Hipotesis dari penelitian ini diduga pengaruh Inflasi
terhadap pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi.
Dengan asumsi Rumus : Y = a + bx

8
BAB IV
METODE PENELITIAN

4.1 Lokasi, Obyek dan Subyek Penelitian

4.1.1 Lokasi Penelitian


Penelitian dilakukan langsung ke Bank Indonesia yang beralamat di Jl.
MH. Tamrin 2 Jakarta 10350 Indonesia.

4.1.2 Obyek Penelitian


Objek penelitian adalah objek yang diteliti dan dianalisis. Pada penelitian
ini, lingkup objek penelitian yang diterapkan penulis sesuai dengan permasalahan
yang akan diteliti adalah Pengaruh Inflasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi.
Adapun entitas yang dijadikan objek penelitian adalah entitas Bank Indonesia.

4.1.3 Subyek Penelitian


Subyek penelitian yaitu pertumbuhan ekonomi di Indonesia, tingkat inflasi
di Indonesia serta pengaruh inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi.

4.2 Jenis dan Sumber Data

4.2.1 Jenis Data


Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ada data kualitatif
dan data kuantitatif.

4.2.2 Sumber Data


Data penelitian ini diperoleh dari berbagai media baik dari buku, internet
maupun langsung melakukan observasi sehingga data yang diperoleh lengkap.

4.3 Variabel Penelitian

Dari judul di atas, dalam penelitian ini ada dua variabel yang di teliti yaitu:
1. Variabel independen X, yaitu Inflasi adalah sebuah keadaan perekonomian
yang menunjukan adanya kecenderungan kenaikan tingkat harga secara umum
(price level) dan bersifat secara terus-menerus.

9
2. Variabel Dependen Y, yaitu Pertumbuhan ekonomi ( Economic Growth )
adalah perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan
barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah dan
kemakmuran masyarakat meningkat.

4.4 Operasionalisasi Variabel

Variabel memberikan batasan sejauh mana penelitian yang akan


dilakukan. Operasional variabel diperlukan untuk masalah yang diteliti ke dalam
bentuk variabel, kemudian menentukan jenis dan indikator dari variabel-variabel
terkait.
Mengukur variabel penelitian adalah bagian yang penting dalam penelitian
agar dapat menemukan jawaban dari masalah, agar variabel tersebut dapat diukur
maka variabel tersebut harus di operasionalisasikan. Menurut Sakaran (2003:176)
operasionalisasi atau secara operasional mendefinisikan sebuah konsep untuk
membuatnya bisa diukur, dilakukan dengan melihat pada dimensi pola, aspek,
atau sifat yang ditujukan oleh konsep.
Variabel operasional dalam penelitian ini yaitu inflasi (variabel X) dan
pertumbuhan ekonomi (variabel Y).

4.5 Teknik Pengumpulan Data

1. Study Kepustakaan (Library Research)


Dalam hal ini penulis mengumpulkan dan mempelajari buku-buku, media
internet, literatur-literatur serta data-data lainnya yang berhubungan dengan
masalah yang diteliti.

2. Study Lapangan
Penulis mengadakan penelitian langsung di lapangan untuk memperoleh
data yang diperlukan dalam penelitian ini penulis menggunakan taktik :
 Obsevasi (Peninjauan)
Yaitu suatu cara dengan mengamati secara langsung pada objek yang akan
diteliti (sasaran).

10
 Interview (Wawancara)
Yaitu suatu cara atau taktik untuk mengumpulkan data dengan cara
mengadakan tanya jawab serta tatap muka dan langsung dari pihak-pihak yang
berwenang, yang ada hubungannya dengan objek yang sedang diamati dan diteliti.

4.6 Teknik Analisis Data

Dari penelitian di atas metode penelitian yang digunakan adalah metode


penelitian deskriptif. Metode penelitian deskriptif yaitu penelitian yang dilakukan
untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih tanpa
membuat perbandingan dengan variabel lain. Jenis data yang digunakan yaitu data
kualitatif dan data kuantitatif. Oleh karena menggunakan data kualitatif dan
kuantitatif, maka teknik analisis data penelitian terbagi menjadi 2 yaitu teknik
analisis data deskriptif kualitatif dan teknik analisis data deskriptif kuantitatif.

1. Teknik analisis data deskriptif kualitatif


Metode analisis data deskriptif kualitatif berguna untuk mengembangkan
teori yang telah dibangun dari data yang sudah didapatkan di lapangan. Metode
penelitian kualitatif pada tahap awalnya peneliti melakukan penjelajahan,
kemudian dilakukan pengumpulan data sampai mendalam, mulai dari observasi
hingga penyusunan laporan.

2. Teknik analisis data deskriptif kuantitatif


Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif menggunakan statistika.
Dua macam jenis penelitian kuantitatif statistika untuk analisa data ialah statistika
deskriptif dan statistika inferensial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
yaitu metode statistika deskriptif. Statistika deskriptif yaitu statistika yang
digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan data yang sudah
terkumpul, sebagaimana adanya tanpa bermaksud untuk membuat kesimpulan
yang berlaku dalam umum atau generalisasi.

11
DAFTAR PUSTAKA

http://hhproposal.blogspot.com/2016/10/pengaruh-inflasi-terhadap
pertumbuhan_4.html

https://www.researchgate.net/publication/328652687_ANALISIS_DAMPAK_IN
FLASI_TERHADAP_PERTUMBUHAN_EKONOMI_INDONESIA

http://repository.unpas.ac.id/39995/7/Skripsi%20Bab%203.pdf

https://pastiguna.com/teknik-analisis-data/

12