Anda di halaman 1dari 2

a.

Nama : Kameliyanti
b. Judul buku : Sajak-Sajak Diam
c. Nama Pengarang : B.Y TAND
d. Bentuk : Kumpulan Puisi

e. Pendapat pembaca tentang apa buku itu ?


Sajak-Sajak Diam, buku ini berbicara tentang diam, tapi bukan diam tanpa
gejolak. Melalui imaji-imaji konkret, penyair berhasil menyatukan hubungan
dunia luar dan dunia batin, atau hubungan antara apa tampak dan tak tampak
yang sangat hakiki dalam penciptaan puisi. Sajak-sajak padat ini begitu
mempesona dan mengandung kedalaman.

f. Apa yang disukai dari isi buku itu ?


Saya menyukai puisi yang terdapat pada halaman 32 berjudul :
Doa Seorang Manusia
Tuhanku
Jadikan aku batu-batu tembok kota Jakarta
Biar kusimpan semua rahasia penghuninya
Dalam diamku yang setia
Karena diamku sebagai manusia
tak dapat kupercaya.

g. Tuliskan kenapa pembaca suka dengan isi buku itu ?


Suatu hal menarik yang saya sukai terdapat pada kediaman yang ditampilkan
oleh manusia ditengah keramaian kota Jakarta dan gejolak yang dirasakan.
Hingga manusia tersebut lebih menginginkan menjadi batu atau tembok
untuk menyimpan rahasia penghuni kota, manusia itu sudah berpasrah dalam
diamnya dan hanya percaya dengan doa.. Keunikan dari Sajak-Sajak Diam
adalah bagaimana si penyair mengungkapkannya dengan cara yang khas
yang tak mau menuntut kita mencari cara yang khas pula untuk menangkap
maknanya
h. Tuliskan sesuatu yang baru dari apa yang disukai (bentuknya bebas )

Satu Waktu
Oleh : Kameliyanti

Waktu berkarat
Menembus batas rindu
Begitu lambat begitu berat
Dengan segala kemungkinan

Merubah kebaikan-kebaikan
Atau kesesatan sesaat
Mungkin juga tidak pada keduanya
Segala berubah melebihi udara bertuba

Satu waktu
Nona menggerutu,
“Jangan berkata pada denting perihal rindu”
dengan tabah :
“sebab kekasih hanya tiba pada waktu sakralNya”

Waktu hadir dalam fana


Menghitung kemungkinan bisa terlampau sia
Tuhan berkata :
“doa adalah sahabat paling akrab bagi anak manusia”