Anda di halaman 1dari 12

PT PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL, SULTRA DAN SULBAR

UP3 MAKASSAR UTARA


ULP KAREBOSI

LAPORAN AKTIVITAS ON THE JOB TRAINING PRA JABATAN


D3K PT. PLN (PERSERO) POLITEKNIK NEGERI UJUNG
PADANG ANGKATAN 2017
Nama MUHAMMAD NOER MADANI
No. Tes 321 17 062
Bidang Distribusi
Okupasi Jabatan Pelaksana madya pemeliharaan distribusi tegangan menengah
Kemungkin Jabatan Junior technician pemeliharaan jaringan tegangan menengah
Kode Unit D.35.135.01.005.1
Nama Unit Melaksanakan Pemeliharaan Jaringan Tegangan Menengah
Element Kompetensi Merencanakan pelaksana pemeliharaan
KUK Pengetahuan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pemeliharaan
dipelajari

Workplan - Memahami latar belakang, tujuan, dan manfaat diadakannya


pemeliharaan jaringan tegangan menengah.
- Mempelajari dasar teori dan perhitungan untuk pemeliharaan
jaringan tegangan menengah.
- Mempelajari pengetahuan yang dibutuhkan dalam
melaksanakan kegiatan pemeliharaan jaringan tegangan
menengah, terutama pada pengetahuan yang diterapkan pala
rayon karebosi, area Makassar Utara. - Mempelajari terkait buku
manual, dokumen, form, SOP, alat kerja, material kerja,
spesifikasi alat/material standar, K2 & K3, APD yang dikenakan,
serta skateholder terkait untuk pemeliharaan Jaringan Tegangan
Menengah.
PT PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL, SULTRA DAN SULBAR
UP3 MAKASSAR UTARA
ULP KAREBOSI

1. Pengertian Pemeliharaan

Dari tahun ke tahun bidang pemeliharaan jaringan distribusi diperkirakan


menempati kedudukan paling tinggi, baik dilihat dari fungsinya maupun dilihat dari
anggaran biaya yang diperlukan.

Keadaan ini dapat terjadi karena sistem distribusi terus semakin padat dari waktu
ke waktu.

Pada hakekatnya pemeliharaan merupakan suatu pekerjaan yang dimaksudkan


untuk mendapatkan jaminan bahwa suatu sistem/peralatan akan berfungsi secara
optimal, umur teknisnya meningkat dan aman baik bagi personil maupun bagi
masyarakat umum.

2. Tujuan Pemeliharaan

Dengan dasar Surat Edaran Direksi PT.PLN (Persero) Nomor


: 040.E/152/DIR/1999 maksud diadakannya pemeliharaan adalah jaringan
distribusi, tujuan utamanya yaitu :

 Menjaga peralatan/komponen agar dapat dioperasikan secara optimal


berdasarkan spesifikasinya sehingga sesuai dengan umur ekonomisnya.

 Menjamin agar jaringan tetap berfungsi dengan baik untuk menyalurkan


energi listrik dari pusat energi hingga ke sisi pelanggan.

 Menjamin agar kualitas energi listrik yang diterima oleh pelanggan dalam
keadaan yang baik.
 Menjaga kondisi peralatan atau sistem dengan baik, sehingga kwalitas
produksi atau kwalitas kerja dapat dipertahankan.

3. Pemeliharaan Jaringan Tegangan Menengah

Dikarenakan saluran udara jaringan tegangan menengah berada di lingkungan


yang terbuka, kemungkinan gangguan berasal dari beberapa hal yaitu sebagai
berikut :

 Petir
PT PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL, SULTRA DAN SULBAR
UP3 MAKASSAR UTARA
ULP KAREBOSI

Karena ujung tiang berada agak tinggi maka sering terjadi sambaran petir
pada daerah tersebut, ketika terjadi maka tahanan pada tiang cukup rendah
agar dapat menyalurkan sambaran petir tersebut ke permukaan tanah,
dapat terjadi flashover ke konduktor fasa menyebabkan gangguan pada
tanah.
 Binatang
Ular, kodok, burung, dapat menjadi penyebab terjadinya hubung singkat
antar fasa.

 Manusia
Layang – layang dapat menjadi penyebab terjadinya hubung singkat antar
fasa dikarenakan benang yang menghubungkan antar fasa.

 Tumbuhan
Tumbuhan dapat menjadi penyebab gangguan bersifat sementara karena
pohon menjadi penghantar fasa antar fasa.

 Jumper putus
Jumper putus dikarenakan terjadinya korosi pada jumper konduktor.

 Isolator retak atau pecah

4. Proses pemeliharaan Jaringan Tegangan Menengah

Dalam pemeliharaannya, pemeliharaan tahanan kontak yang buruk dilakukan


dengan cara pengamatan sambungan dengan gunakan thermavision. Bila
ditemukan temperatur tinggi pada sambungan maka hal yang harus dilakukan
sebagai berikut :

 Memadamkan jaringan.
 Mengukur tahanan kontak.
 Membersihkan permukaan kontak.
 Apabila klem penjepit sambungan rusak maka harus dilakukakn
penggatian.
 Jaringan kembali disambungkan dan tahanan kontaknya kembali diukur.
 Apabila hasil pengukuran baik maka jaringan kembali di supply.
PT PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL, SULTRA DAN SULBAR
UP3 MAKASSAR UTARA
ULP KAREBOSI

5. Komponen Jaringan tegangan menengah

Komponen jaringan tegangan menengah dibedakan menjadi 2 yaitu utama dan


pelengkap, dikatakan material utama dikarenakan fungsi dari komponen tersebut
sangat penting sehingga merupakan komponen yang tidak dapat tergantikan,
sedangkan material pelengkap untuk menunjang pemasangan material distribusi
utama pada suatu konstruksi.

 Tiang
Sebagai penyangga kawat agar berada di atas tiang dengan
jarak aman sesuai dengan ketetentuan. Terbuat dari bahan yang kuat
menahan beban tarik maupun tekan yang berasal dari kawat ataupun
tekanan angin. Dari bahannya tiang terbagi atas :

1. Tiang Beton

Dari bahan campuran semen, pasir dan batu split, dicor dengan kerangka
besi baja.

Bentuk tiang beton ada 2 ( dua ) macam, yaitu berbentuk profil H dan
berbentuk bulat. Tiang berbentuk profil H konstruksi kerangka besi yang
diregangkan dengan kekuatan tertentu sesuai dengan kekuatan tiang, dicor
dengan bahan campuran beton menggunakan cetakan. Bahan campuara
beton di pres sampai padat pada cetakannya, dipanasi beberapa saat
sampai mengeras.

Kekuatan tiang berada pada 2 ( dua ) sisi yang tidak sama besarnya . ( lihat
gambar tiang beton type H ).

Tiang beton berbentuk bulat lebih banyak digunakan karena mempunyai


kekuatan yang sama di setiap sisinya. Dibuat dengan kerangka baja yang
dibentuk bulat dan diregangkan sesuai kekuatan tiang yang diinginkan,
kemudian dicor dengan bahan campuran beton pada cetakan berbentuk
PT PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL, SULTRA DAN SULBAR
UP3 MAKASSAR UTARA
ULP KAREBOSI

bulat. Untuk pengerasannya dengan cara diputar dengan kecepatan tinggi


selama beberapa waktu, sampai akhirnya membentuk seperti pipa , dimana
bagian tengahnya berupa lobang. Tiang beton dapat digunakan setelah
dipanaskan denga temperatur cukup tinggi selama beberapa menit dan
kemudian didinginkan kembali secara alami.

2. Tiang Kayu

Dari kayu yang tahan perubahan cuaca ( panas, hujan ) dan tidak mudah
rapuh oleh bahan-bahan lain yang ada didalam tanah, tidak dimakan rayap
atau binatang pangerat. Nama kayu yang banyak dipakai menjadi tiang
antara lain kayu rasamala. Pada saat ini tiang kayu sudah jarang digunakan
lagi dengan alasan ekonomis, yaitu tiang dari bahan beton lebih murah
harganya.

3. Tiang Besi

Dari bahan baja ( steel ) terdiri dari 2 atau 3 susun pipa dengan ukuran
berbeda bagian atas lebih kecil dari bagian di bawahnya, setiap pipa
disambung, bagian yang lebih kecil dimasukkan ke dalam bagian yang lebih
besar sepanjang 50 cm dipasang pen dan dilas.

 Travers (Cross-arm)

Berfungsi untuk tempat pemasangan isolator. Beberapa konstruksi SUTM di


Jawa Tengah travers tidak diperlukan dikarenakan isolator langsung
dipasang pada tiang. Bahannya dari besi baja dilapisi galvanis berbentuk
kanal U berukuran 10 x 5 x 5 cm dengan ketebalan 5 mm atau berbentuk
persegi panjang berukuran 7,5 x 7,5 x 7,5 x 7,5 cm dengan , ketebalan 5
mm.

Berdasarkan besarnya sudut tarikan kawat ukuran panjangnya dibedakan


menjadi 3 yaitu :

1. Panjang 1800 mm untuk sudut tarikan dari 00 s/d 180


PT PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL, SULTRA DAN SULBAR
UP3 MAKASSAR UTARA
ULP KAREBOSI

2. Panjang 2662 mm untuk sudut tarikan dari 180 s/d 600


3. Panjang 2500 mm untuk sudut tarikan dari 600 s/d 900

Pemasangan travers pada tiang diikat dengan klem dan mur-baut, tetapi
pada tiang beton tidak diperlukan klem, karena baut langsung bisa
menembus tiang dan travers. Untuk menjaga agar travers tidak miring
setelah dibebani isolator dan kawat, maka dipasang konstruksi berupa besi
penyangga atau berupa plat simpul.

 Isolator

Fungsi utamanya adalah sebagai penyekat listrik pada penghantar terhadap


penghantar lainnya dan penghantar terhadap tanah. Tetapi karena
penghantar yang disekatkan tersebut mempunyai gaya mekanis berupa
berat dan gaya tarik yang berasal dari berat penghantar itu sendiri, dari
tarikan dan karena perubahan akibat temperatur dan angin, maka isolator
harus mempunyai kemampuan untuk menahan beban mekanis yang harus
dipikulnya. Untuk penyekatan terhadap tanah berarti mengandalkan
kemampuan isolasi antara kawat dan batang besi pengikat isolator ke
travers, sedangkan untuk penyekatan antar fasa maka jarak antara
penghantar satu dengan yang dilakukan adalah memberi jarak antara
isolator satu dengn lainnya dimana pada kondisi suhu panas sampai batas
maksimum dan angin yang meniup sekencang apapun dua penghantar
tidak akan saling bersentuhan.

Bahan isolator untuk SUTM adalah porselin / keramik yang dilapisi glazur
dan gelas, tetapi yang paling banyak adalah dari porselin ketimbang dari
gelas, dikarenakan udara yang mempunyai kelembaban tinggi pada
umumnya di Indonesia isolator dari bahan gelas permukaannya mudah
ditempeli embun. Warna isolator pada umumnya coklat untuk bahan
porselin dan hijau-bening untuk bahan gelas.
PT PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL, SULTRA DAN SULBAR
UP3 MAKASSAR UTARA
ULP KAREBOSI

Konstruksi Isolator pada umumnya dibuat dengan bentuk lekukan-lekukan


yang bertujuan untuk memperjauh jarak rambatan, sehingga pada kondisi
hujan maka ada bagian permukaan isolator yang tidak ditempeli air hujan.

Berdasarkan beban yang dipikulnya isolator dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :

1. Isolator tumpu

Beban yang dipikul oleh isolator berupa beban berat penghantar, jika
penghantar dipasang di bagian atas isolator ( top side ) untuk tarikan
dengan sudut maksimal 2 ° dan beban tarik ringan jika penghantar
dipasang di bagian sisi ( leher ) isolator untuk tarikan dengan sudut
maksimal 18 °. Isolator dipasang tegak-lurus dii atas travers.

2. Isolator tarik

Beban yang dipikul oleh isolator berupa beban berat penghantar


ditambah dengan beban akibat pengencangan ( tarikan ) penghantar,
seperti pada konstruksi tiang awal / akhir, tiang sudut , tiang
percabangan dan tiang penegang. Isolator dipasang di bagian sisi
Travers atau searah dengan tarikan penghantar. Penghantar diikat
dengan Strain Clamp dengan pengencangan mur – bautnya. Isolator
jenis ini pada sebagian konstruksi SUTM di Jawa Barat dipakai juga
untuk tarikan lurus atau sudut kecil yang dipasang menggantung di
bawah travers dan sebagai pengikat penghantarnya digunakan
suspension clamp seperti pada konstruksi SUTT.

 Konduktor/Penghantar

Berfungsi untuk menghantarkan arus listrik. Penghantar untuk saluran udara


biasanya disebut kawat yaitu peghantar tanpa isolasi ( telanjang ),
sedangkan untuk saluran dalam tanah atau saluran udara berisolasi
biasanya disebut dengan kabel.

Penghantar yang baik harus mempunyai sifat :


PT PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL, SULTRA DAN SULBAR
UP3 MAKASSAR UTARA
ULP KAREBOSI

1. Konduktivitas / Daya Hantar Tinggi


2. Kekuatan Tarik Tinggi
3. Fleksibilitas Tinggi
4. Ringan
5. Tidak Rapuh

6. Konstruksi Jaringan Tegangan Menengah

Saluran udara yang digelar di lingkungan terbuka merupakan yang sering


digunakan untuk JTM, dimana konduktor ditarik dari tiang ketiang dengan
ketinggian diatas tanah rata-rata ± 14 m. Pada tiap tiang, konduktor diikatkan ke
isolator 24 kv, dimana isolator tersebut terikat di travers. jarak antara isolator di
travers ± > 30 cm, jenis isolator yang digunakan adalah.

 isolator tumpu yaitu konduktor menumpu diatas isolator,


 isolator tarik yaitu isolator yang dipasang pada sambungan konduktor atau
pada tiang yang melayani pembelokan konduktor,

sedangkan bahan isolator yang paling banyak digunakan adalah dari porselin, ada
juga yang terbuat dari bahan gelas, sementara untuk keperluan mengalirkan arus
listrik dari gardu ke tiang pertama digunakan kabel 20 kv dan disetiap titik jaringan
yang akan masuk gardu /trafo dipasang arrester sebagai pengaman trafo terhadap
tegangan lebih yang disebabkan oleh sambaran petir dan switching (SPLN
se.002/PST/73). Karena panjang konduktor tiap haspelnya terbatas ± 300 m,
sedang jaringan T.M ditarik sampai beberapa km maka dilakukan penyambungan
di tiang sama halnya dengan cara penyambungan di gardu tiap sambungan
konduktor jaringan, perlu ditutupi dengan karet (sealer) yang kedap air / uap air
karena celah antara sambungan konduktor di udara terbuka lebih mudah
kemasukan air atau asam hal ini menyebabkan proses oksidasi lebih besar
kemungkinannya, Bila tidak ada sealer, oksidasi dapat menyebabkan :

 Tahanan kontak menjadi buruk.

 Menimbul hot spot.


PT PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL, SULTRA DAN SULBAR
UP3 MAKASSAR UTARA
ULP KAREBOSI

 membuat konduktor lumer (putus).

Maka hal yang harus diperhatikan adalah pada posisi sambungan pada jaringan

buat agar sambungan konduktor hanya pada isolator yang menghadap ke sisi

sumber, sedang konduktor utuh berada di isolator sisi beban, tapi bila akhirnya

terputus juga maka GFR (Ground Foult Relay) yang berfungsi sebagai pendeteksi

gangguan yang dikoordinasikan dengan recloser akan bekerja.

Gambar 1 kontruksi Jaringan Tegangan Menengah

Gambar 2 kontruksi Jaringan Tegangan Menengah jenis TM-1


PT PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL, SULTRA DAN SULBAR
UP3 MAKASSAR UTARA
ULP KAREBOSI

Gambar 3 kontruksi Jaringan Tegangan Menengah jenis TM-2

Gambar 4 kontruksi Jaringan Tegangan Menengah jenis TM-3


PT PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL, SULTRA DAN SULBAR
UP3 MAKASSAR UTARA
ULP KAREBOSI

7. Alat Ukur dan Pengukuran Besaran Listrik

 Multi Tester

1. Untuk mengukur tegangan sumber arus searah alat kontrol, proteksi,

kumparan pembuka/penutup alat hubung.

2. Untuk mengukur sumber arus bolak balik tegangan rendah untuk

pemanas.

3. Untuk mengukur kontinunitas sambungan kabel – kabel kontrol.

 Meter Tahanan Isolasi

Biasa disebut dengan insulated tester, untuk mengukur tahanan isolasi

instalasi tegangan menengah dan tegangan rendah. Untuk instalasi

tegangan menengah digunakan megger dengan batas ukur megger dengan

batas ukur Mega sampai Giga ohm dan tegangan alat ukur antara 5000

sampai dengan 10.000 Volt arus searah. Untuk instalasi tegangan rendah

digunakan megger dengan batas ukur 500 sampai dengan 1000 arus

searah.

 Meter Tahanan Pentanahan

Biasa disebut dengan Earth tester digunakan untuk mengukur tahanan

pentanahan pada tiang.

 Tester 20 kV

Untuk mengetahui tegangan 20 kV pada konduktor.


PT PLN (PERSERO) WILAYAH SULSEL, SULTRA DAN SULBAR
UP3 MAKASSAR UTARA
ULP KAREBOSI

Lampiran