Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN


INDONESIA SETELAH KEMERDEKAAN 1945

SMK TARUNA BANGSA CIAMIS


JL. Raya Banjar, Km. 3, Cijantung Dewasari, Dewasari, Kec. Ciamis,
Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46271
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan
karunia-Nya . sehingga kami dapat menyelesaikan makalah sejarah perkembangan
keperawatan Indonesaia setelah kemerdekaan 1945 dengan baik dan tepat pada
waktunya. Dalam penyusunan makalah mungkin ada sedikit hambatan. Namun
berkat bantuan dukungan dari teman-teman serta bimbingan dari guru pembimbing.
Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.

Dengan adanya makalah ini, diharapkan dapat membantu proses


pembelajaran dan dapat menambah pengetahuan bagi para pembaca. Penulis juga
tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, atas bantuan,dukungan
dan doa nya.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membaca
makalah ini dan dapat mengetahui tentang sejarah perkembangan keperawatan dunia
dan Indonesial. Makalah ini mungkin kurang sempurna, untuk itu kami mengharap
kritik dan saran untuk penyempurnaan makalah ini.

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...................................................................................................i

DAFTAR ISI ..................................................................................................................ii

BAB I .............................................................................................................................1

1.1 Latar Belakang ..................................................................................................1

1.2 Bahasan-bahasan ...............................................................................................1

1.3 Tujuan ...............................................................................................................1

1.4 Manfaat .............................................................................................................1

BAB II ............................................................................................................................2

2.1 Perkembangan Keperawatan Indonesia Setelah Kemerdekaan 1945................2

2.2 Sejarah Perkembangan PPNI.............................................................................4

BAB III...........................................................................................................................10

3.1 Kesimpulan .......................................................................................................10

3.2 Saran .................................................................................................................10

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................11


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Merawat orang sakit merupakan salah satu sifat kemanusiaan yang terdapat
dalam diri manusia. Politik, agama, serta keadaan masyarakat selama ini
memainkan peranan dalam timbulnya pekerjaan keperawatan dan pelayanan.

Pada masa lalu, pasang surut keperawatan selalu berkaitan dengan peperangan,
serta kemakmuran. Perkembangam keperawatan di Indonesia dipengaruhi oleh
kondisi sosial ekonomi yaitu pada saat penjajahan kolonial Belanda, Inggris
dan Jepang. Pada umumnya pelayanan orang-orang sakit tersebut dipandang
sebagai suatu tindakan amal.

1.2 Batasan Bahasan

1. Masa setelah kemerdekaan


2. Sejarah perkembangan PPNI

1.3 Tujuan

1. Siswa mampu menjelaskan sejarah perkembangan keperawatan di


Indonesia
2. Mengetahui sejarah keperawatan di Indonesia

1.4 Manfaat

1. Menambah wawasan dan pengetahuan tentang sejarah perkembangan di


Indonesia
2. Meningkatkan kulaitas mahasiswa keperawatan dengan mengetahui
sejarah keperawatan agar dapat menasosiasikan terhadap ilmunya.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Perkembangan Keperawatan Indonesia Setelah Kemerdekaan 1945

1. Periode tahun 1945-1962

Tahun 1945-1950 merupakan periode awal kemerdekaan dan merupakan masa


transisi Pemerintah Republik Indonesia sehingga dapat dimaklumi jika masa ini
boleh dikatakan tidak ada perkembangan. Demikian pula tenaga perawat yang
digunakan diunit-unit pelayanan keperawatan adalah tenaga yang ada,
pendidikan tenaga keperawatan masih meneruskan sistem pendidikan yang telah
ada (lulusan pendidikan “Perawat” Pemerintah Belanda).

Pendidikan keperawatan dari awal kemerdekaan sampai tahun 1953 masih


berpola pada pendidikan yang dilaksanakan oleh pemerintah Hindia Belanda.
Sebagai contoh, sampai dengan tahun 1950 pendidikan tenaga keperawatan yang
ada adalah pendidikan tenaga keperawatan dengan dasar pendidikan umum
Mulo +3 tahun untuk mendapatkan ijazah A (perawat umum) dan ijazah B untuk
perawat jiwa. Ada juga pendidikan perawat dengan dasar sekolah rakyat +4
tahun pendidikan yang lulusannya disebut mantri juru rawat. Baru pada tahun
1953 dibuka sekolah pengatur rawat dengan tujuan untuk menghasilkan tenaga
keperawatan yang lebih berkualitas. Namun, pendidikan dasar umum tetap SMP
yang setara dengan Mulo dengan lama pendidikan tiga tahun. Pendidikan ini
dibuka di tiga tempat (yaitu di Jakarta, di Bandung dan di Surabaya), kecuali
pendidikan perawat di Bandung, keduanya berada dalam institusi rumah sakit.

Tahun 1955 di buka Sekolah Djuru Kesehatan (SDK) dengan pendidikan dasar
umum sekolah rakyat ditambah pendidikan satu tahun dan Sekolah Pengamat
Kesehatan yaitu sebagai pengembangan SDK ditambah pendidikan satu tahun.
Ditinjau dari aspek pengembangannya sampai dengan tahun 1955 ini tampak
pengembangan keperawatan tidak berpola, baik tatanan pendidikannya maupun
pola ketenagaan yang diharapkan.
Tahun 1962 dibuka Akademi Perawatan, yaitu pendidikan tenaga keperawatan
dengan dasar pendidikan umum SMA di Jakarta, di RSUP Cipto
Mangunkusumo yang sekarang kita kenal sebagai Poltekkes Jurusan
Keperawatan Jakarta yang berada di Jalan Kimia No. 17 Jakarta Pusat.
Sekalipun sudah ada keinginan bahwa pendidikan tenaga perawat berada pada
pendidikan tinggi, namun konsep-konsep pendidikan tinggi belum tampak. Hal
ini dapat ditinjau dari kelembagaannya yang berada dalam organisasi rumah
sakit, kegiatan institusi yang belum mencerminkan konsep pendidikan tinggi
yaitu kemandirian dan pelaksanaan fungsi perguruan tinggi yang disebut Tri
Dharma Perguruan Tinggi, di samping itu Akademi Keperawatan tidak berada
dalam sistem pendidikan tinggi nasional namun, berada dalam struktur
organisasi institusi pelayanan kesehatan yaitu rumah sakit. Demikian juga
penerapan kurikulumnya yang masih berorientasi pada keterampilan tindakan
dan belum dikenalkannya konsep-konsep keperawatan.

2. Periode tahun 1963-1982

Pada masa tahun 1963 hingga 1982 tidak terlalu banyak perkembangan di
bidang keperawatan, sekalipun sudah banyak perubahan dalam pelayanan,
tempat tenaga lulusan Akademi Keperawatan banyak diminati oleh rumah sakit-
rumah sakit, khususnya rumah sakit besar.

3. Periode tahun 1983-sekarang

Sejak adanya kesepakatan pada lokakarya nasional (Januari 1983) tentang


pengakuan dan diterimanya keperawatan sebagai suatu profesi, dan
pendidikannya berada pada pendidikan tinggi, terjadi perubahan mendasar
dalam pandangan tentang pendidikan keperawatan. Pendidikan keperawatan
bukan lagi menekankan pada penguasaan keterampilan, tetapi lebih pada
penumbuhan, pembinaan sikap dan keterampilan profesional keperawatan,
disertai dengan landasan ilmu pengetahuan khususnya ilmu keperawatan.

Tahun 1983 merupakan tahun kebangkitan profesi keperawatan di Indonesia,


sebagai perwujudan lokakarya tersebut di atas pada tahun 1984 diberlakukan
kurikulum nasional untuk Diploma III Keperawatan.
Dari sinilah awal pengembangan profesi keperawatan Indonesia, yang sampai
saat ini masih perlu perjuangan, karena keperawatan di Indonesia sudah diakui
sebagai suatu profesi maka pelayanan atau asuhan keperawatan yang diberikan
harus didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan. Hal ini sejalan dengan
tuntutan UU No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, terutama pada pasal 32
yang berbunyi:

Ayat 3: Pengobatan dan atau perawatan dapat dilakukan berdasarkan ilmu


kedokteran atau ilmu keperawatan atau cara lain yang dapat
dipertanggungjawabkan.

Ayat 4: Pelaksanaan pengobatan dan atau perawatan berdasarkan ilmu


kedokteran atau ilmu keperawatan hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan
yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu.

Tahun 1985 dibuka Program Studi Ilmu Keperawatan di Fakultas Kedokteran


Universitas Indonesia dan kurikulum pendidikan tenaga keperawatan jenjang S1
juga disahkan.

Tahun 1992 merupakan tahun penting bagi profesi keperawatan karena pada
tahun ini secara hukum keberadaan tenaga keperawatan sebagai profesi diakui
dalam undang-undang yaitu yang dikenal dengan Undang-Undang No. 23 Tahun
1992 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 1996 tentang
Tenaga Kesehatan sebagai penjabarannya.

Tahun 1995 dibuka lagi Program Studi Keperawatan di Indonesia, yaitu di


Universitas Padjajaran Bandung dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
berubah menjadi Fakultas Keperawatan.

Tahun 1998 dibuka kembali program Keperawatan yang ketiga yaitu Program
Studi Ilmu Keperawatan di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Kurikulum
Ners. disahkan, digunakannya kurikulum ini merupakan hasil pembaharuan
kurikulum S1 Keperawatan tahun 1985.

Tahun 1999 Program S1 kembali dibuka, yaitu Program Studi Ilmu


Keperawatan (PSIK) di Universitas Airlangga Surabaya, PSIK di Universitas
Brawijaya Malang, PSIK di Universitas Hasanuddin Ujung Pandang, PSIK di
Universitas Sumatera Utara, PSIK di Universitas Diponegoro Jawa Tengah,
PSIK di Universitas Andalas, dan dengan SK Mendikbud No. 129/D/0/1999
dibuka juga Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIK) di St. Carolus Jakarta.
Pada tahun ini juga (1999) kurikulum DIII Keperwatan selesai diperbaharui dan
mulai didesiminasikan serta diberlakukan secara nasional.

Tahun 2000 diterbitkan SK Menkes No. 647 tentang Registrasi dan Praktik
Perawat sebagai regulasi praktik keperawatan sekaligus kekuatan hukum bagi
tenaga perawat dalam menjalankan praktik keperawatan secara professional.

2.2 Sejarah Perkembangan PPNI

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) adalah perhimpunan seluruh


perawat indonesia, didirikan pada Tanggal 17 Maret 1974. Kebulatan tekad
spirit yang sama dicetuskan oleh perintis perawat bahwa tenaga keperawatan
harus berada pada wadah / organisasi nasional (fusi dan federasi). Sebagai fusi
dari beberapa organisasi yang ada sebelumnya, PPNI mengalami beberapa kali
perubahan baik dalam bentuknya maupun namanya. Embrio PPNI adalah

Perkumpulan Kaum Velpleger Boemibatera (PKVB) yang didirikan pada


tahun 1921. Pada saat itu profesi perawat sangat dihormati oleh masyarakat
berkenaan dengan tugas mulia yang dilaksanakan dalam merawat orang sakit.
Lahirnya Sumpah Pemuda tahun 1928 mendorong perubahan nama PKVB
menjadi Perkumpulan Kaum Velpleger Indonesia (PKVI). Pergantian kata
Boemibatera menjadi Indonesia pada PKVI bertahan hingga tahun 1942. Pada
masa penjajahan Jepang perkembangan keperawatan di Indonesia mengalami
kemunduran dan merupakan zaman kegelapan bagi bagi keperawatan Indonesia.
Pelayanan keperawatan dikerjakan oleh orang yang tidak memahami ilmu
keperawatan, demikian pula organisasi profesi tidak jelas keberadaannya.

Bersama dengan Proklamasi 17 Agusutus 1945, tumbuh Organisasi Profesi


Keperawatan. Setidaknya ada tiga organisasi profesi antara tahun 1945-1954
yaitu Persatuan Djuru Kesehatan Indonesia (PDKI), Persatuan Djuru Rawat
Islam (PENJURAIS) dan Serikat Buruh Kesehatan (SBK). Pada tahun 1951
terjadi pembaharuan organisasi profesi keperawatan yaitu terjadi fusi organisasi
profesi yang ada menjadi Persatuan Djuru Kesehatan Indonesia (PDKI). sebagai
upaya konsolidasi organisasi profesi tanpa mengikutsertakan Serikat Buruh
Kesehatan (SBK) karena terlibat dengan pemberontakan Partai Komunis
Indonesia (PKI).

Dalam kurun waktu 1951-1958 diadakan Kongres di Bandung dengan


mengubah nama PDKI menjadi Persatuan Pegawai Dalam Kesehatan Indonesia
(PPDKI) dengan keanggotaan bukan dari perawat saja. Demikian pula pada
tahun 1959-1974, terjadi pengelompokan organisasi keperawatan kecuali Serikat
Buruh Kesehatan (SBK) bergabung menjadi satu organisasi Profesi tingkat
Nasional dengan nama Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Nama
inilah yang resmi dipakai sebagai nama Organisasi Profesi Keperawatan di
Indonesia hingga saat ini.

Nama-nama pendiri PPNI antara lain:

1. Oyoh Radiat, MSc dari IPI-Jakarta (PB)


2. H.B. Barnas dari IPI-Jakarta (PB)
3. Maskoep Soerjo Soemantri dari IPI-Jakarta (PB)
4. J. Soewardi dari Persatuan Perawat Indonesia Bandung
5. Sjuamsunir Adam dari Persatuan Perawat Indonesia Bandung
6. L. Harningsih dari Persatuan Perawat Indonesia Bandung
7. Wim Sumarandek, SH dari Persatuan Perawat Indonesia Bandung

Kongres Pertama (I) dibuka oleh Menkes RI di Balai Sidang Senayan Jakarta
dan siding-sidang dilaksanakan di Komplek Angkatan Laut jalan Kwini Jakarta
Pusat berlangsung pada tanggal 15-20 Nopember 1976 dengan hasil-hasil
Konggres:

1. Kode Etik Keperawatan Indonesia


2. AD/ART PPNI
3. Garis-Garis Besar Program Kerja PPNI
4. Bendera dan Lambang Organisasi
5. Pergantian Kepengurusan:

Ketua : Oyoh Radiat, MSc

Sekretaris : Maskoep Soerjo Soemantri


Sekretariat : Jalan Kimia 10 Jakarta Pusat

Konggres Kedua (II) dilaksanakan pada tanggal 17-21 Juni 1980 di Surabaya
The Smilling Nurse Oyoh Radiat, MSc terpilih kembali sebagai ketua dan telah
terjadi regenerasi walaupun masih terbatas. Keperawatan sebagai pendidikan
tinggi mulai dibicarakan lebih inten, konsep keperawatan sebagai profesi belum
tergali dengan baik, kontak dengan International Council Nurse (ICN) telah
diprakarsai walupun belum inten dan efektif.

Hasil keputusan Kongres:

1. AD/ART PPNI
2. Garis-Garis Besar Program Kerja PPNI
3. Penetapan Kepengurusan:

Ketua : Oyoh Radiat, MSc

Sekretaris : Maskoep Soerjo Soemantri

Sekretariat : Jalan Kimia 10 Jakarta Pusat

Konggres Ketiga (III) dilaksanakan pada tanggal 15-18 Desember 1984 di


Jakarta. Konggres ini dibuka di Istana Negara oleh Presiden RI Bapak Soeharto,
sidang ilmiah dan organisasi dilaksanakan di Wisma Wiladatika / Panti Usila
Cibubur Jakarta Timur.

Hasil Konggres Ketiga adalah:

1. AD/ART PPNI
2. Garis-Garis Besar Program Kerja PPNI
3. Pergantian Kepengurusan:

Ketua : Oyoh Radiat, MSc

Sekretaris : Drs. Husein, SKM

Sekretariat : Jalan Kimia 10 Jakarta Pusat

Pada Konggres Ketiga ini diadakan penyempurnaan AD / ART ang intinya


adalah mengganti istilah:
1. Konggres Nasional menjadi Musyawarah Nasional
2. Pengurus Besar menjadi Dewan Pimpinan Pusat
3. Pengurus Wilayah menjadi Dewan Pimpinan Daerah Tingkat I
4. Pengurus Cabang menjadi Dewan Pimpinan Daerah Tingkat II

Musyawarah Nasional Keempat (IV) berlangsung pada tanggal 27 Nopember-1


Desember 1989 dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah. Hasil yang disepakati pada
Munas IV ini adalah:

1. AD/ART PPNI
2. Garis-Garis Besar Program Kerja PPNI
3. Pergantian Kepengurusan:

Ketua : Setien Wuntu, MPH

Sekretaris : Drs. Zaidin Ali

Sekretariat : Pusdiklat Depkes RI Jl. Hangjabat Kebayoran Baru Jakarta


Selatan

Dalam Munas IV ini telah diputuskan “Ikrar Perawat Indonesia”

Musyawarah Nasional Kelima (V) dilaksanakan pada tanggal 5-29 Januari 1995
bertempat di Wisma Haji Pondok Gede Jakarta Timur. Kegiatan ini dibuka oleh
Wakil Presiden RI Bapak Tri Sutrisno. Sidang – sidang ilmiah dan organisasi
juga diselenggarakan di Wisma Haji Jakarta.

Hasil Munas Kelima adalah:

1. AD/ART PPNI
2. Garis-Garis Besar Program Kerja PPNI
3. Pergantian Kepengurusan:

Ketua : Drs. Husein, SKM

Sekretaris : Drs. Zaidin Ali

1. Sekretariat : Jalan Kimia 10 Jakarta Pusat


Musyawarah Nasional Keenam (VI) diselenggarakan di Bandung pada tanggal
16-18 April 2000, Munas dibuka oleh Menteri Kesehatan RI Bapak dr. Sujudi,
MPH.

Hasil kesepakatan Munas VI antara lain:

1. AD/ART PPNI
2. Garis-Garis Program Kerja PPNI
3. 13 Keputusan dan Rekomendasi diantaranya:
1. Kode Etik Keperawatan Indonesia
2. Legislasi Praktek Keperawatan
3. Dewan Pimpinan Pusat diganti Dewan Pengurus Pusat
4. Dewan Pimpinan Daerah Tingkat I diganti Pengurus Propinsi
5. Dewan Pimpinan Daerah Tingkat II diganti Pengurus Kabupaten / Kota

Pergantian Kepengurusan :

Ketua : Achir Yani S. Hamid, DNSc

Sekretaris : Dra. Herawani Aziz, M. Kes., M. Kep.

Sekretariat : Jalan Kimia 10 Jakarta Pusat

Musyawarah Nasional Ketujuh (VII) dilaksanakan pada tanggal 24-28 Juli 2005
di Menado Convention Centre (MCC) Jalan Piere Tendean Boulevard Manado.

Sejarah perkembangan keperawatan Indonesia setelah kemerdekaan adalah


sebagai berikut:

1. Sebelum tahun 1950 : Indonesia belum mempunyai konsep dasar


tentang keperawatan.
2. Tahun 1950 : Indonesia mendirikan pendidikan perawat yaitu
Sekolah Penata Rawat (SPR).
3. Tahun 1945-1950 : Berdirinya beberapa organisasi profesi, diantaranya
yaitu Persatuan Djuru Rawat dan Bidan Indonesia (PDBI), Serikat Buruh
Kesehatan, Persatuan Djuru Kesehatan Indonesia (PDKI), Persatuan
Pegawai Dalam Kesehatan.
4. Tahun 1962 : Berdirinya Akademi Keperawatan (Akper).
5. Tahun 1955-1974 : Organisasi profesi keperawatan mengalami
perubahan yaitu Ikatan Perawat Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia,
Ikatan Guru Perawat Indonesia, Korps Perawat Indonesia, Majelis
Permusyawaratan Perawat Indonesia Sementara (MAPPIS), dan Federasi
Tenaga Keperawatan.
6. Tahun 1974 : Rapat Kerja Nasional tentang Pendidikan Tenaga
Perawat Tingkat Dasar yaitu berdirinya Sekolah Perawat Kesehatan
(SPK) yang mengganti Sekolah Penata Rawat (SPR).
7. Tahun 1974 : Berdirinya Persatuan Perawat Nasional Indonesia
(PPNI).
8. Tahun 1876 : Pendidikan Keperawatan di Indonesia yang semula
menyatu dengan pelayanan di rumah sakit, telah mulai memisahkan diri
(terpisah) dari rumah sakit.
9. Pada Januari 1983 : Dilaksanakannya Lokakarya Nasional
Keperawatan I yang menghasilkan:
a. Peranan Independen dan Interdependen yang lebih terintegrasi
dalam pelayanan kesehatan;
b. Program gelar dalam pendidikan keperawatan;
c. Pengakuan terhadap keperawatan sebagai suatu profesi yang
mempunyai identitas profesional berotonomi, berkeahlian,
mempunyai hak untuk mengawasi praktek keperawatan dan
pendidikan keperawatan.
10. Tahun 1985 : Berdiri Pendidikan Keperawatan Setingkat Sarjana
(S1-Keperawatan) yang pertama yaitu Fakultas Ilmu Keperawatan
Universitas Indonesia yang menjadi momentum terbaik kebangkitan
Profesi Keperawatan di Indonesia.
11. Tahun 1999 : Berdiri Pendidikan Keperawatan Pasca Sarjana (S2
Keperawatan).
12. Tahun 2000 : Keluarnya Lisensi Praktek Keperawatan berupa Peraturan
Menteri Kesehatan.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Keperawatan merupakan sebuah ilmu dan profesi yang memberikan pelayanan


keseahatan guna untuk meningkatkan keseahatan bagi masyarakat. Keperawatan
ternyata sudah ada sejak manusia itu ada dan hingga saat ini profesi keperawatan
berkembang dengan pesat. Sejarah perkembangan keperawatan di Indonesia tidak
hanya berlangsung di tatanan praktik, dalam hal ini layanan keperawatan, tetapi juga
di dunia pendidikan keperawatan. Tidak asing lagi, pendidikan keperawatan
memberi pengaruh yang besar terhadap kualitas pelayanan keperawatan. Karenanya
perawat harus terus meningkatkan potensi dirinya, salah satunya melalui pendidikan
keperawatan yang berkelanjutan.

3.2 Saran

Dari kesimpulan yang ada maka kita sebagai calon perawat harus terus
meningkatkan kompetensi dirinya, salah satunya melalui pendidikan keperawatan
yang berkelanjutan, sehingga kita tidak mengalami ketertinggalan dari keperawatan
internasional. Selain itu , sebagai calon perawat kita sebaiknya mempelajari
bagaimana sejarah perkembangan dunia keperawatan yang ada, sehingga kita lebih
mengenal bagaimana profesi keperawatan dan melalui hal itu kita bisa belajar
menghargai profesi yang kita jalani.
DAFTAR PUSTAKA

______, http://www.slideshare.net/MuhammadRiduansyah/sejarah-perkembangan-
keperawatan-di-indonesia/download (Diakses pada tanggal 25 Juli 2012)

______, http://www.scribd.com/doc/53040233/Profesi-Keperawatan-dan-
Organisasi-Profesi-di-Indonesia (Diakses pada tanggal 25 Juli 2012)

_____. 2006. Buku Panduan Organisasi Profesi Persatuan Perawat Nasional


Indonesia. Jawa Timur: Pengurus Propinsi PPNI.

Samba, Suharyati. 2009. Perjalanan Keperawatan Indonesia. Bandung: Yayasan


Nusantara Bandung