Anda di halaman 1dari 10

TUGAS FINAL

MODIFIKASI PERILAKU

OLEH

DIAH CANTIKA ADIL NUR


1771342002

PAREPARE

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2020

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadiran Allah SWT. karena atas izin-Nya

sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas final matakuliah Modifikasi Perilaku

ini.

Salawat teriring salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Besar Muhammad

SAW. beserta keluarganya karena telah menuntun manusia dari alam kegelapan

menuju alam penuh pengetahuan.

Penulis berterima kasih kepada rekan-rekan sekalian yang telah membantu

dalam pengujian skala ini. Penulis sangat mengharapkan pembaca memberikan

saran serta kritikan agar karya selanjutnya akan lebih baik dibandingkan

sebelumnya.

Parepare, 10 Juni 2020

Penulis

2
DAFTAR ISI

HAL
SAMPUL………………………………………………………………… 1
KATA PENGANTAR…………………………………………………… 2
DAFTAR ISI…………………………………………………………….. 3
BAB I GAMBARAN MASALAH..…………………………………….. 4
BAB II LANDASAN TEORI DAN TEKNIK YANG DIGUNAKAN…. 5
BAB III TARGET CAPAIAN……………………..…………………….. 8
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN…….…………………………… 9
DAFTAR PUSTAKA.…………………………………………………… 10

BAB I

GAMBARAN MASALAH

3
Nail picking adalah hal yang umum dalam populasi yang besar (Keuthen et

al., 2000). Masalah ini tidak dimasukkan sebagai diagnosis spesifik dalam DSM-5

(APA, 2013), tetapi dapat diklasifikasikan sebagai gangguan perilaku berulang

yang berfokus pada tubuh (BFRBD) di bawah kategori gangguan obsesif-

kompulsif dan terkait lainnya yang ditentukan spesifik.

Penulis sering melakukan nail picking pada jari telunjuk dan jempol di kedua

tangan. Penulis sering melakukan perilaku ini ketika sedang frustasi dalam

mengerjakan atau stress karena tugas. Selain itu, penulis juga melakukan perilaku

ketika sedang berpikir, mencemaskan sesuatu, atau karena bosan. Penulis

biasanya melakukan perilaku ini selama lebih dari satu jam. Terkadang penulis

juga melakukan nail biting dan skin picking.

Dampak dari perilaku nail-picking yang dilakukan penulis yaitu uku rusak dan

berdarah.

BAB II

LANDASAN TEORI DAN TEKNIK YANG DIGUNAKAN

4
A. Perilaku Nail-picking

Snorrason & Woods (2014) nail picking disorder (onychotillomania)

adalah kebiasaan memetik atau menarik jari sendiri atau kuku kaki yang

berlebihan. Menurut Bhardwaj & dkk (2016), onychotillomania ditandai oleh

dorongan kompulsif atau tak tertahankan pada pasien untuk mengambil,

menarik, atau menggigit atau mengunyah kuku mereka dengan cara yang

berbahaya. Onychotillomania merupakan gangguan perilaku yang

mempengaruhi kuku. Perilaku ini secara khusus digambarkan dengan

pengambilan dan perawatan kuku yang berulang dan berlebihan, dengan jari

atau alat, yang menghasilkan onikodistrofi yang menonjol dan, dalam kasus

yang parah, onikoatrofi. Kuku dapat pula diperparah oleh infeksi dan / atau

paronikia. Pola nail-picking ini telah diklasifikasikan dalam bidang

psychocutaneous ailments, karena memiliki kecenderungan yang tinggi dalam

keterlibatan dengan komorbiditas neuropsikiatri atau gangguan perilaku

lainnya. Umumnya terkait dengan gangguan kejiwaan seperti neurosis depresi,

delusi infestasi dan hypochondriasis (Wikipedia 2020). Menurut

Classification of Diseases-10 (ICD-10), onychotillomania merupakan

gangguan perilaku berulang yang berfokus pada tubuh (BFRBD) yaitu

gangguan obsesif-kompulsif.

Nail-picking (Sidiropoulou & dkk, 2019) didefinisikan sebagai dorongan

yang tak tertahankan pada pasien untuk mengambil atau menarik kuku mereka

sendiri dan / atau kuku jari kaki. Mayoritas nail-picker menggunakan jari /

kuku mereka sendiri untuk merusak kuku lainnya, namun ada pula yang

5
menggunakan instrumen yang tajam, dari gunting hingga pisau atau tusuk

gigi. Hal ini dapat mengarah pada self-grooming yang berlebihan

(Sidiropoulou & dkk, 2019). Self-grooming adalah tindakan perilaku

kebiasaan yang berulang dan disengaja yang mengakibatkan kerusakan fisik.

Perilaku ini biasanya dilakukan untuk menghilangkan perasaan stress (Maraz

& dkk, 2017). Biasanya penderita akan merasakan perasaan tertekan (urge)

yang kemudian memicu perilaku ini. Ketika perilaku ini menimbulkan

perasaan nyaman, maka si penderita melakukan nail picking tiap menghadapi

tekanan. Perilaku tersebut kemudian menjadi suatu habit.

Nail-picking yang cukup intens dapat mengakibatkan pendarahan pada

kuku, untuk onikodistrofi, paronikia, dan penggelapan kuku (Wikipedia 2020).

B. Reinforcement negative

Reinforcement negatif (Crosbie, 1998) didefinisikan sebagai tindakan di

mana tingkat respons meningkat atau dipertahankan ketika respons berkurang,

berakhir (lolos), atau mencegah atau menunda (menghindari) stimulus aversif.

Proses reinforcement negatif biasanya melibatkan penghapusan, pengurangan,

penundaan, atau pencegahan stimulas (Hineline, 1977 dalam Iwata, 1987).

Salah satu bentuk dari reinforcement negative adalah perilaku avoidance.

Dalam metode ini, seseorang menghindari stimulus yang berkaitan dengan

munculnya perilaku. Teknik yang digunakan berkaitan dengan perilaku nail

picking adalah pemotongan kuku sehingga dengan begitu penulis dapat

menghentikan nail picking.

6
BAB III

TARGET CAPAIAN

7
Target capaian dalam rancangan ini adalah berhentinya perilaku nail picking

sehingga dampak yang ditimbulkan juga dapat hilang. Selain itu, dengan adanya

rancangan ini penulis juga berharap bahwa seiring dengan waktu, kuku dapat

tumbuh dengan sehat.

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

8
A. Kesimpulan

Nail picking adalah tindakan yang mendorong penderitanya untuk

mengambil kuku tangan atau kakinya. Perilaku ini sering dikaitkan dengan

kecemasan. Penderita merasa bahwa perilaku ini menghilangkan

kecemasannya sehingga penderita mempertahankan perilaku ini hingga ke

tahap eksesif dan memberikan dampak negative pada bagian target

perilaku.

Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan teknik avoidance

yaitu dengan menghilangkan stimulus yang menjadi penyebab munculnya

perilaku itu. Penulis melakukan pemotongan kuku yang rutin untuk

mencegah rusaknya kuku.

B. Saran

Saran penulis dalam melakukan laporan rancangan adalah melakukan

penelitian referensi dan membaca banyak literatur untuk melakukan

rancangan yang lebih efektif lagi ke depannya.

DAFTAR PUSTAKA

9
Bhardwaj, A., Agarwal, S., Koolwal, A., Bhardwaj, C., & Sharma, R. (2016).
Onychotillomania as manifestation for underlying depressive
disorder. Indian journal of psychiatry, 58(1).

Crosbie, J. (1998). Negative reinforcement and punishment. In Handbook of


research methods in human operant behavior (pp. 163-189). Springer,
Boston, MA.

Iwata, B. A. (1987). Negative reinforcement in applied behavior analysis: An


emerging technology. Journal of Applied Behavior Analysis, 20(4), 361-378.

Maraz, A., Hende, B., Urbán, R., & Demetrovics, Z. (2017). Pathological
grooming: Evidence for a single factor behind trichotillomania, skin picking
and nail biting. PloS one, 12(9).

Miltenberger, Raymond G. 2012. Behavior Modification: Principles and


Procedures, Fifth Edition. USA: WADSWORTH.

Sidiropoulou, P., Sgouros, D., Theodoropoulos, K., Katoulis, A., & Rigopoulos,
D. (2019). Onychotillomania: A Chameleon-Like Disorder: Case Report and
Review of Literature. Skin appendage disorders, 5(2), 104-107.

Snorrason, I., & Woods, D. W. (2014). Nail picking disorder (onychotillomania):


A case report. Journal of anxiety disorders, 28(2), 211-214.

Wikipedia. 2020. Onychotillomania. Online.


https://en.wikipedia.org/wiki/Onychotillomania, diakses tanggal 10 Juni
2020.

10