Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

“ Kebutuhan Manusia Di Era Industri 4.0 ”


Mata Kuliah : Pendidikan Kewirausahaan

Dosen Pengampu : Mona Adria Wirda, M.Pd

Oleh Kelompok 2

Kelas C Reguler 2016

1. Ahmad Sabar (3161131003)


2. Jonas Jhonson Lumbantobing (3163131016)
3. Nur Hafizqi (3163131024)
4. Rio Nainggolan (3162131005)

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas
rahmatNya kami dapat menyelesaikan penulisan makalah yang berjudul “
Kebutuhan Manusia Di Era Industri 4.0” ini dengan baik dan tepat waktu. Dan
kami juga mengucapkan terimakasih kepada Ibu Mona Adria Wirda, M.Pd selaku
dosen mata kuliah Pendidikan Kewirausahaan yang telah memberikan tugas ini
kepada kami.
Kami berharap makalah yang telah disusun ini dapat berguna dalam rangka
menambah wawasan serta pengetahuan pembaca dan penulis. Terlepas dari semua
itu, kami menyadari bahwa masih banyak kesalahan dan kekurangan pada
makalah ini, baik dalam susunan kalimat maupun tata bahasanya. Hal ini
dikarenakan keterbatasaan kemampuan kami. Oleh karena itu, kami
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak guna
penyempurnaan makalah ini.

Deli Serdang, Februari 2019

Hormat kami,
Kelompok 2

i
DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR.........................................................................................
...............................................................................................................................i

DAFTAR ISI........................................................................................................
...............................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN....................................................................................
...............................................................................................................................1

A. Latar Belakang .......................................................................................


1

B. Rumusan Masalah...................................................................................
......................................................................................................................1

C. Tujuan......................................................................................................
......................................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN.....................................................................................
...............................................................................................................................3

A. Pengertian Industri 4.0..............................................................................


...............................................................................................................................3

B. Prinsip Rancangan 4.0..............................................................................


...............................................................................................................................4

C. Kebutuhan Manusia Menghadapi Industri 4.0.........................................


...............................................................................................................................5

BAB III PENUTUP.............................................................................................


...............................................................................................................................8

A. Kesimpulan.............................................................................................
......................................................................................................................8

B. Saran........................................................................................................
......................................................................................................................8

ii
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................
...............................................................................................................................9

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Saat ini, dunia tengah memasuki era revolusi industri 4.0. atau revolusi industri
dunia ke empat dimana teknologi telah menjadi basis dalam kehidupan manusia. Segala
hal menjadi tanpa batas dan tidak terbatas akibat perkembangan internet dan teknologi
digital. Era ini telah mempengaruhi banyak aspek kehidupan baik di bidang ekonomi,
politik, kebudayaan, seni, dan bahkan sampai ke dunia pendidikan.
Globalisasi telah memasuki era baru yang bernama Revolusi Industri 4.0. Klaus
(Shwab, 2016) melalui The Fourth Industrial Revolution menyatakan bahwa dunia telah
mengalami empat tahapan revolusi, yaitu: 1) Revolusi Industri 1.0 terjadi pada abad ke
18 melalui penemuan mesin uap, sehingga memungkinkan barang dapat diproduksi
secara masal, 2) Revolusi Industri 2.0 terjadi pada abad ke 19-20 melalui penggunaan
listrik yang membuat biaya produksi menjadi murah, 3) Revolusi Industri 3.0 terjadi pada
sekitar tahun 1970an melalui penggunaan komputerisasi, dan 4) Revolusi Industri 4.0
sendiri terjadi pada sekitar tahun 2010an melalui rekayasa intelegensia dan internet of
thing sebagai tulang punggung pergerakan dan konektivitas manusia dan mesin.
Revolusi Industri 4.0 secara fundamental mengakibatkan berubahnya cara manusia
berpikir, hidup, dan berhubungan satu dengan yang lain. Era ini akan mendisrupsi
berbagai aktivitas manusia dalam berbagai bidang, tidak hanya dalam bidang teknologi
saja, namun juga bidang yang lain seperti ekonomi, sosial, dan politik.
Di sektor ekonomi telah terlihat bagaimana sektor jasa transportasi dari
kehadiran taksi dan ojek daring. Hal yang sama juga terjadi di bidang sosial dan politik.
Interaksi sosial pun menjadi tanpa batas (unlimited), karena kemudahan akses internet
dan teknologi. Hal yang sama juga terjadi dalambidang politik.Melalui kemudahan akses
digital, perilaku masyarakat pun bergeser. Aksi politik kini dapat dihimpun melalui
gerakan-gerakan berbasis media sosial dengan mengusung ideology politik tertentu.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1. Apa pengertian dari Industri 4.0?
2. Apa-apa saja Prinsip Rancangan Industri 4.0 ?
3. Apa saja yang Dibutuhkan Manusia Dalam Industri 4.0?

1
C. Tujuan
Dari rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui pengertian dari Industri 4.0.
2. Untuk mengetahui apa-apa saja Prinsip Rancangan Industri 4.0.
3. Untuk mengetahui apa saja yang Dibutuhkan Manusia Dalam Industri 4.0.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Industri 4.0

2
Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan revolusi industri 4.0? Secara singkat,
pengertian industri 4.0 adalah tren di dunia industri yang menggabungkan
teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber. Pada industri 4.0, teknologi
manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data. Hal tersebut
mencakup sistem cyber-fisik, internet of things (IoT), komputasi awan, dan
komputasi kognitif. Tren ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia,
termasukekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup manusia itu sendiri.
Singkatnya, revolusi 4.0 menanamkan teknologi cerdas yang dapat terhubung
dengan berbagai bidang kehidupan manusia.
Definisi mengenai Industri 4.0 beragam karena masih dalam tahap penelitian
dan pengembangan. Berikut defenisi Industri 4.0 menurut para ahli :

1. Kanselir Jerman, Angela Merkel (2014)


Industri 4.0 adalah transformasi komprehensif dari keseluruhan aspek
produksi di industri melalui penggabungan teknologi digital dan internet
dengan industri konvensional.

2. Schlechtendahl dkk (2015)


Definisi kepada unsur kecepatan dari ketersediaan informasi, yaitu sebuah
lingkungan industri di mana seluruh entitasnya selalu terhubung dan mampu
berbagi informasi satu dengan yang lain.

3. Kagermann dkk (2013)


Industri 4.0 adalah integrasi dari Cyber Physical System (CPS) dan
Internet of Things and Services (IoT dan IoS) ke dalam proses industri meliputi
manufaktur dan logistik serta proses lainnya. CPS adalah teknologi untuk
menggabungkan antara dunia nyata dengan dunia maya. Penggabungan ini
dapat terwujud melalui integrasi antara proses fisik dan komputasi (teknologi
embedded computers dan jaringan) secara close loop (Lee, 2008).

4. Hermann dkk (2015)

3
Industri 4.0 adalah istilah untuk menyebut sekumpulan teknologi dan
organisasi rantai nilai berupa smart factory, CPS, IoT dan IoS. Smart factory
adalah pabrik modular dengan teknologi CPS yang memonitor proses fisik
produksi kemudian menampilkannya secara virtual dan melakukan
desentralisasi pengambilan keputusan. Melalui IoT, CPS mampu saling
berkomunikasi dan bekerja sama secara real time termasuk dengan manusia.
IoS adalah semua aplikasi layanan yang dapat dimanfaatkan oleh setiap
pemangku kepentingan baik secara internal maupun antar organisasi. Terdapat
enam prinsip desain Industri 4.0 yaitu interoperability, virtualisasi,
desentralisasi, kemampuan real time, berorientasi layanan dan bersifat
modular.
Berdasarkan beberapa penjelasan di atas, Industri 4.0 dapat diartikan
sebagai era industri di mana seluruh entitas yang ada di dalamnya dapat saling
berkomunikasi secara real time kapan saja dengan berlandaskan pemanfaatan
teknologi internet dan CPS guna mencapai tujuan tercapainya kreasi nilai baru
ataupun optimasi nilai yang sudah ada dari setiap proses di industri.

B. Prinsip Rancangan Industri 4.0


Berdasarkan Wikipedia, revolusi industri 4.0 memiliki empat prinsip yang
memungkinkan setiap perusahaan untuk mengidentifikasi dan
mengimplementasikan berbagai skenario industri 4.0, diantaranya adalah :
1. Interoperabilitas (kesesuaian)
Kemampuan mesin, perangkat, sensor, dan manusia untuk terhubung dan
saling berkomunikasi satu sama lain melalui media internet untuk segalanya
(IoT) atau internet untuk khalayak (IoT).

2. Transparansi Informasi
Kemampuan sistem informasi untuk menciptakan salinan dunia fisik
secara virtual dengan memperkaya model pabrik digital dengan data sensor.

4
3. Bantuan Teknis
Pertama kemampuan sistem bantuan untuk membantu manusia
mengumpulkan data dan membuat visualisasi agar dapat membuat keputusan
yang bijak. Kedua, kemampuan sistem siber-fisik untuk membantu manusia
melakukan berbagai tugas yang berat, tidak menyenangkan, atau tidak aman
bagi manusia.

4. Keputusan Mandiri
Kemampuan sistem siber-fisik untuk membuat keputusan dan melakukan
tugas semandiri mungkin.

C. Kebutuhan Manusia Menghadapai Industri 4.0


Para pakar meramalkan bahwa di tahun 2020, dunia akan memasuki era
Industri 4.0. Di era tersebut, akan banyak bermunculan robot canggih,
superkomputer, kendaraan otonom, 3D printing, serta pengoptimasian fungsi otak
manusia dengan editing genetik dan perkembangan neuroteknologi.
Mungkin terlihat canggih dan membuat takjub, akan tetapi bukan berarti tidak
ada kerugian yang ditimbulkan oleh revolusi industri tersebut. Mengutip dari hasil
Forum Internasional tahunan yang bertemakan “Mastering the Fourth Industrial
Revolution” pada 2016 lalu, Revolusi Industri 4.0 ini akan menyebabkan disrupsi
atau gangguan bukan hanya di bidang bisnis saja, namun juga pada pasar tenaga
kerja.
Hal ini berarti akan ada banyak jenis pekerjaan yang hilang dan tergantikan
oleh fungsi robot atau artificial intelligence. Para tenaga kerja manusia pun tidak
menutup kemungkinan akan menghadapi jenis pekerjaan baru yang tidak pernah
terpikirkan sebelumnya, sehingga revolusi ini mau tak mau menuntut kita untuk
terus mengembangkan skill  yang sekiranya dapat bermanfaat serta mumpuni di
masa depan. Lantas, apa saja yang dibutuhkan manusia untuk menghadapi
Revolusi Industri 4.0?
1. Complex problem solving
Complex problem solving disini merupakan kemampuan penyeleasaian
masalah kompleks dengan dimulai dari melakukan identifikasi, menentukan

5
elemen utama masalah, melihat berbagai kemungkinan sebagai solusi, melakukan
aksi/tindakan untuk menyelesaikan masalah, serta mencari pelajaran untuk
dipelajari dalam rangka penyelesaian masalah.

2. Critical thinking
Critical thinking  atau kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan untuk
berpikir masuk akal, kognitif dan membentuk strategi yang akan meningkatkan
kemungkinan hasil yang diharapkan. Berpikir kritis juga bisa disebut berpikir
dengan tujuan yang jelas, beralasan, dan berorientasi pada sasaran.

3. Creativity
Creativity atau kreatifitas adalah kemampuan dan kemamuan untuk terus
berinovasi, menemukan sesuatu yang unik serta bermanfaat bagi masyarakat dan
lingkungan. Creativity disini dapat juga diartikan mengembangkan sesuatu hal
yang sudah ada sehingga dapat menjadi lebih baik.

4. People management
People management adalah kemampuan untuk mengatur, memimpin dan
memanfaatkan sumber daya manusia secara tepat sasaran dan efektif.

5. Coordinating with other


Kemampuan untuk kerjasama tim ataupun bekerja dengan orang lain yang
berasal dari luar tim.

6. Emotion intelligence
Emotion intelligence  atau kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang
untuk mengatur, menilai, menerima, serta mengontrol emosi dirinya dan orang
lain di sekitarnya.

6
7. Judgment and decision making
Judgement and decision making adalah kemampuan untuk menarik
kesimpulan atas situasi yang dihadapi serta kemampuan untuk mengambil
keputusan dalam kondisi apapun, termasuk saat sedang berada di bawah tekanan.

8. Service orientation
Service orientation adalah keinginan untuk membantu dan melayani orang
lain sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan mereka. Dengan
memiliki service orientation, kita akan selalu berusaha memberikan yang terbaik
pada pelanggan tanpa mengharapkan penghargaan semata.

9. Negotiation
Kemampuan berbicara, bernegosiasi, dan meyakinkan orang dalam aspek
pekerjaan. Tidak semua orang secara alamiah memiliki kemampuan untuk
mengadakan kesepakatan yang berbuah hasil yang diharapkan, namun hal ini
dapat dikuasai dengan banyak latihan dan pembiasaan diri.

10. Cognitive flexibility


Cognitive flexibility atau fleksibilitas kognitif adalah kemampuan untuk
menyusun secara spontan suatu pengetahuan, dalam banyak cara, dalam memberi
respon penyesuaikan diri untuk secara radikal merubah tuntutan situasional.

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan

7
industri 4.0 adalah tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi
otomatisasi dengan teknologi cyber. Pada industri 4.0, teknologi manufaktur
sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data. Hal tersebut mencakup
sistem cyber-fisik, internet of things (IoT), komputasi awan, dan komputasi
kognitif. Tren ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia,
termasukekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup manusia itu sendiri.
Singkatnya, revolusi 4.0 menanamkan teknologi cerdas yang dapat terhubung
dengan berbagai bidang kehidupan manusia. Menurut Kanselir Jerman, Angela
Merkel (2014) Industri 4.0 adalah transformasi komprehensif dari keseluruhan
aspek produksi di industri melalui penggabungan teknologi digital dan internet
dengan industri konvensional. Berdasarkan Wikipedia, revolusi industri 4.0
memiliki empat prinsip yang memungkinkan setiap perusahaan untuk
mengidentifikasi dan mengimplementasikan berbagai skenario industri 4.0,
diantaranya adalah : Interoperabilitas (kesesuaian), Transparansi Informasi ,
Bantuan Teknis, Keputusan Mandiri. Lantas, apa saja yang dibutuhkan manusia
untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0? yang dibutuhkan manusia untuk
Revolusi Industri 4. O adalah Complex problem solving, Critical thinking,
Creativity, People management, Coordinating with other, Emotion intelligence,
Judgment and decision making, Service orientation, Negotiation, Cognitive
flexibility.

B. Saran
Kami menyadari bahwa masih banyak kesalahan dan kekurangan pada
makalah ini, baik dalam susunan kalimat maupun tata bahasanya. Hal ini
dikarenakan keterbatasaan kemampuan kami. Oleh karena itu, kami
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak guna
penyempurnaan makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA

8
9