Anda di halaman 1dari 6

Bahan proceeding

Hampir semua energi listrik dibangkitkan dengan menggunakan mesin sinkron. Generator
sinkron (sering disebut alternator) adalah mesin sinkron yangdigunakan untuk mengubah daya
mekanik menjadi daya listrik.

Almost all electrical energy generated by using a synchronous machine. Synchronous generator
(often called alternator) is a synchronous machine that is used to convert mechanical power into
electrical power.

Generator pada umumnya dilengkapi dengan AVR yang berfungsi mengatur tegangan generator
agar nilainya tetap konstan walaupun bebannya berubah-ubah.
Generators are generally equipped with AVR which controls the voltage generator for its value
remains constant despite the load changes.

sistem pengoperasian unit AVR memiliki fungsi untuk menjaga agar tegangan generator tetap
konstan, maksudnya keluaran generator harus tetap selalu stabil, tidak terpengaruh oleh
perubahan beban yang selalu berubah, dikarenakan beban sangat mempengaruhi tegangan
keluaran generator.

AVR unit operating system has a function to keep the generator voltage remains constant,
meaning that the generator output must remain always stable, not affected by changes in load
that is always changing, because the burden greatly affect the output voltage generator.

Apabila tegangan output generator di bawah tegangan nominal tegangan generator, maka AVR
akan memperbesar arus penguatan (excitacy) pada exciter. Sedangkan bila tegangan output
Generator melebihi tegangan nominal generator maka AVR akan mengurangi arus penguatan
(excitacy) pada exciter.

If the generator output voltage below the nominal voltage of the generator voltage, the AVR will
increase the excitation on the exciter. While if the generator output voltage exceeds the nominal
voltage generator, the AVR will reduce the excitation on the exciter.

Dengan demikian apabila terjadi perubahan pada tegangan Generator akan dapat distabilkan oleh
AVR secara otomatis dikarenakan AVR dilengkapi dengan peralatan seperti alat yang digunakan
untuk pembatasan penguat minimum ataupun maximum yang bekerja secara otomatis.

Thus if there is a change in voltage generator will be stabilized by the AVR automatically
because the AVR is equipped with equipment such as devices used to limit the minimum or
maximum amplifier that works automatically.

AVR dioperasikan dengan mendapat catu daya dari permanen magnet generator (PMG) sebagai
contoh AVR dengan tegangan 110V, 20A, 400Hz. Serta mendapat sensor dari potencial
transformer (PT) dan current transformer (CT)
AVR operated with getting power supply from the permanent magnet generator (PMG) as
examples of AVR with voltage 110V, 20A, 400Hz. And got the sensor from potential
transformer (PT) and current transformers (CT).

sistem pengoperasian AVR pada generator Pembangkit Listrik tenaga uap PT PJB

AVR operating system on the generator Steam Power Plant PT PJB Gresik Generation Unit

Sistem pengoperasian AVR pada PLTU PT PJB UP.Gresik terdapat di setiap unitnya, yaitu unit
1, 2, 3, dan 4. Karena saat pelaksanaan kerja praktek terjadi overhaul pada unit 2, maka proses
pengoperasian AVR yang diteliti dikhususkan pada pengoperasian AVR pada PLTU Gresik unit
2.

AVR operating system at steam power plant PT PJB UP.Gresik contained in each unit, ie unit 1,
2, 3, and 4. Since the implementation of work practice occurs overhaul on unit 2, the operation of
the AVR process under study is devoted to the operation of the AVR at Gresik Steam Power
Plant Unit 2.

Since the implementation of practical work occurs overhaul on unit 2, the operation of the AVR
process under study is devoted to the operation of the AVR at Gresik Steam Power Plant Unit 2.

The main parts of the AVR are:

1. Sensing Circuit
2. Comparative amplifier
3. Amplifier circuit
4. Automatic manual change over and mixer circuit
5. Limited circuit
6. Phase syncronizing circuit
7. Thyristor firing circuit
8. Unit Thyristor
9. Field Breaker (41E)
10. Base Adjusting Equipment (70E)
11. Voltage Adjusting Equipment (90R)
12. MEL (minimum excitacy limiter)
13. Automatic follower
Field Breaker 41E memiliki fungsi sebagai saklar penghubung AVR dengan generator exciter.

Field Breaker 41E has a function as a switch connecting the AVR to the generator exciter.
Base Adjusting Equipment (70E) adalah adjustable inductive potensiometer untuk menentukan
sinyal basis bagi system MWTA AVR. Potensiometer ini digerakkan dengan motor DC dan
dikendalikan dari ruangan control.

Adjusting Base Equipment (70E) is an adjustable inductive potentiometer to determine the base
signal for the system MWTA AVR. Potentiometer is driven by DC motors and controlled from
the control room.

Voltage Adjusting Equipment (90R) adalah adjustable inductive potensiometer yang digunakan
untuk mendapatkan level tegangan deteksi (sensing) dari generator agar sesuai dengan nilai
tertentu sehingga didapatkan tegangan keluaran generator yang diinginkan. Alat ini digerakkan
dengan motor DC dan dikendalikan dari ruangan control.

Adjusting Voltage Equipment (90R) is adjustable inductive potentiometer that is used to get the
voltage level detection (sensing) from the generator to match a specific value to obtain the
desired output voltage generator. This tool is driven by DC motors and controlled from the
control room.

Sensing Circuit. Sebelum melalui sensing circuit, Tegangan tiga phasa generator melalui PT dan
90R terlebih dahulu, dan tegangan tiga phasa keluaran dari 90R diturunkan kemudian
disearahkan dengan rangkaian dioda, dan diratakan oleh rangkaian kapasitor dan resistor dan
tegangan ini dapat diatur dengan VR (Variable Resistant). Keuntungan dari sensing circuit
adalah mempunyai respon yang cepat terhadap tegangan output generator.

Sensing Circuit. before passing through the sensing circuit, the three phase voltage of generator
through PT and 90R first, and three phase voltage from the 90R is lowered and then rectified by
diode circuit, and flattened by a series capacitor and resistor and this voltage can be adjusted by
VR (Variable Resistant). The advantage of the sensing circuit is to have a fast response to
generator voltage.

Sensing Output tegangan respon berbanding lurus dengan output tegangan Generator seperti
ditunjukkan pada Gambar

Sensing Output voltage response is proportional to the voltage generator as shown in Figure

Rangkaian comparative amplifier digunakan sebagai pembanding antara sensing circuit dengan
set voltage. Nilai sensing voltage dengan set voltage tidak mempunyai nilai yang sama sehingga
terdapat selisih nilai dari tegangan tersebut. Selisih tegangan disebut dengan error voltage. Ini
akan dihilangkan dengan cara memasang VR (variable resistance) pada set voltage dan sensing
voltage.

Comparative amplifier circuit is used as a comparison between the sensing circuit with a set
voltage. Value sensing voltage with voltage set does not have the same value so that there is
difference in value of these voltages. Voltage difference is called the error voltage. This will be
eliminated by installing VR (variable resistance) on the set voltage and sensing voltage.

Automatic manual change over and mixer circuit. Rangkaian ini disusun secara Auto-manual dan
sebuah rangkaian untuk mengontrol tegangan penguatan medan generator. Auto-manual change
over and mixer circuit pada operasi manual, pengaturan tegangan penguatan medan generator
dilakukan oleh 70E, dan pada saat automatic manual change over and mixer circuit beroperasi
manual maka AVR (automatic voltage Rregulator) belum dapat beroperasi. Dan apabila
rangkaian ini pada kondisi auto maka AVR sudah dapat bekerja untuk mengatur besar arus
medan generator.

Automatic manual change over and mixer circuit. Rangkaian ini disusun secara Auto-manual dan
sebuah rangkaian untuk mengontrol tegangan penguatan medan generator. Auto-manual change
over and mixer circuit pada operasi manual, pengaturan tegangan penguatan medan generator
dilakukan oleh 70E, dan pada saat automatic manual change over and mixer circuit beroperasi
manual maka AVR (automatic voltage Rregulator) belum dapat beroperasi. Dan apabila
rangkaian ini pada kondisi auto maka AVR sudah dapat bekerja untuk mengatur besar arus
medan generator.

Phase synchronizing circuit. Unit tyristor digunakan untuk mengontrol tegangan output tyristor
dengan menggunakan sinyal kontrol yang diberikan pada gerbang tyristor dengan cara mengubah
besarnya sudut sinyal pada gerbang tyristor. Rangkaian phase sinkronisasi berfungsi untuk
mengubah sudut gerbang tyristor yang sesuai dengan tegangan output dari batas sinkronisasi dan
juga sinyal kontrol yang diberikan pada tyristor.

Phase Synchronizing circuit. Tyristor unit used to control the output voltage tyristor using
control signals provided on tyristor gate by changing the angles in the signal at the gate tyristor.
The series of phase synchronization function to change the angle tyristor gate in accordance with
the voltage output of the limit synchronization and control signals are also given in tyristor.

Thyristor firing circuit. Rangkaian ini sebagai pelengkap thyristor untuk memberikan sinyal
kontrol pada gerbang thyristor.

Thyristor firing circuit. The circuit is a complementary thyristors to provide control signals to the
thyristor gate.

Unit Thyristor terdiri dari tyristor dan dioda. Dan juga menggunakan fuse yang digunakan
sebagai pengaman dan juga dilengkapi dengan indikator untuk memantau kerja dari thyristor
yang dipasang pada bagian depan thyristor. Untuk tiap phase diberikan dua fuse yang disusun
pararel dan ketika terjadi kesalahan atau putus, salah satunya masih dapat beroperasi.

The unit consists of tyristor Thyristor and diode. And also use a fuse that is used as a safety and
is also equipped with indicators to monitor the work of the thyristors are mounted on the front of
the thyristor. For each phase is given two fuse are arranged parallel and when something goes
wrong or broken, one can still operate.

MEL (minimum eksitasi limiter) digunakan untuk mencegah terjadinya output yang berlebihan
pada generator. Rangkaian ini digunakan untuk mendeteksi operasi dari generator yaitu dengan
mendeteksi keluaran tegangan dan arus pada generator. Rangkaian ini juga digunakan untuk
membandingkan keluaran tegangan generator dengan eksitasi minimum yang telah diseting.
Rangkaian ini akan memberikan batas sinyal pada rangkaian AVR apabila melebihi eksitasi
minimum, kemudian output dari MEL (Minimum Eksitasi Limiter) dikuatkan oleh amplifier.

MEL (minimum excitation limiter) is used to prevent excessive output on the generator. This
circuit is used to detect the operation of the generator is by detecting the output voltage and
current in the generator. The circuit is also used to compare the output voltage generator with
minimum excitation that has been setup. This series will give signals in the circuit limits the
AVR when the excitation exceeds the minimum, then the output of the MEL (Minimum
Excitation Limiter) boosted by the amplifier.

Automatic follower. Prinsip kerja dari alat ini adalah untuk melengkapi penguatan dengan
pengaturan secara manual oleh 70E. Untuk menyesuaikan pengoperasian generator dalam
pembandingan fluktuasi dari tegangan terminal oleh sinyal error. Hal tersebut digunakan untuk
menjaga kesetabilan tegangan pada generator. Pengoperasian ini digunakan untuk pengaturan
manual (70E) untuk ketepatan tingkatan excitation yang telah disesuaikan. Kondisi
pengoperasian generator dan pembandingan fluktuasi dari tegangan terminal oleh sinyal
tegangan error. Hal tersebut dijadikan pegangan untuk menjaga kestabilan tegangan pada
generator dengan adanya perubahan beban.

Automatic follower. The working principle of this tool is to complement the strengthening of the
settings manually by 70E. To adjust the operation of generators in comparison fluctuation of the
terminal voltage by the error signal. It is used to maintain the stability of the voltage on the
generator. This operation is used for manual setting (70E) to accuracy levels of excitation that
have been adjusted. Generator operating conditions and comparing the fluctuations of the
terminal voltage by an error voltage signal. It will serve as a handle to maintain the stability of
the voltage on the generator with the change in load.

Automatic Follower digunakan untuk mendeteksi keluaran regulator dari sinyal tegangan error
dan pengoperasian otomatis manual adjuster dengan membuat nilai nol. Rangkaian ini untuk
menaikkan sinyal dan menurunkan sinyal yang dikendalikan oleh 70E. Dengan cara memutar
70E untuk mengendalikan sinyal pada rangkaian ini.

Automatic Follower is used to detect the signal from the regulator output voltage error and
automatic operation with manual adjuster makes the value zero. The circuit is to raise signal and
lower signal controlled by 70E. By rotating the 70E for controlling the signal on this circuit.
4.2.4 Spesifikasi
a). Standard preset of voltage regulating range (90R=Kohm)
For hyrdraulic power = +10%- -20%
For Thermal power = +10 - -10%
(kindly refrain from the designation of regulating range more than 30%)
b). Input voltage (AVR)
3 phase 110 volt 50/60 Hz (generator PT secondary voltage)
Burden : about 15 VA
c). Input current (for cross current compensator)
1 phase 5A 50/60Hz (center phase current of generator)
Burden : About 10 VA at 5A at 10V tap
(About 60VA at 5A at maximum Tap)
d). Standard preset of field voltage regulating range (70G = 1Kohm)
50% - 100% of the rated field voltage (in case that the excitation power source and
synchronous, auxiliary power sources of thyristor rectifier are supplied from the station, the
regulating range is 10-100%)
e). Synchronous power source
3 phase 110 Volt 50/60Hz
Burden : Respectively about 25VA (this should synchronize with the excitation power
source of thyristor and also have no wave distortion)
f). Auxiliary Power Source
(for DC power unit used in combination with AVR)
3 phase 110Volt 50/60Hz
Burden : Respectively about 100 VA
g). Gate pulse output
at the output terminals of AVR output
32Volt 0.5A 100-600microseconds

Tambahan

Peralatan utama dari pembangkit listrik tenaga uap adalah ketel uap, turbin, kondensor dan
generator. Untuk menghasilkan uap guna menggerakkan turbin, air yang dimasukkan ke dalam
ketel uap adalah air tawar yang telah mengalami proses desalinisasi dari air laut menggunakan
sistem evaporasi.

Steam Power Plant (Plant) operated using fuel oil High Speed Diesel Oil (HSD) as the
starting boiler and using residual fuel or gas fuel (after the unit is parallel with the
network or when the unit has been producing electrical energy).