Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
1
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG
Dalam dunia industri, hampir semua mesin-mesin untuk
industri maupun mesin-mesin yang dipakai oleh masyarakat,
menggunakan sistem transmisi (gear box). Untuk mempermudah
menjalankan beban yang berat agar motor dapat dengan mudah untuk
memindah, mengangkat atau mendorong beban yang berat tersebut.
Dalam hal ini penulis mengambil judul “PERENCANAAN
SISTEM TRANSMISI (GEAR BOX)”. Dalam tugas ini membahas
mengenai segala sesuatu yang ada dalam sistem transmisi (gear box).

1.2. MAKSUD DAN TUJUAN PENULISAN
Mengacu pada tujuan pendidikan di perguruan tinggi, maka
maksud penulisan ini adalah:
1. Menyiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat yang
memiliki kemampuan akademik yang dapat menerapkan,
mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan dan
teknologi untuk berperan serta dalam pembangunan.
2. Mengembangkan ilmu pengetahuan dan .
3. Memperdalam ilmu dan merencanakan dimensi bagian
mesin serta hal-hal lain, sehinggga dapat diterapkan di
lapangan.
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
2
Tujuan dari penulisan ini adalah mentransmisikan daya dari
putaran penggerak (motor listrik, turbin motor bensin, dll).

1.3. BATASAN MASALAH
Dalam perencanaan gear box ini diperlukan elemen-elemen
pendukung yang memiliki kekuatan tertentu sesuai dengan kebutuhan
dengan besarnya daya yang dipindahkan. Masalah dari tugas ini adalah
pada dimensi dari elemen yang mempengaruhi perencanaan sistem
transmisi (gear box), diantaranya adalah:
1. Roda gigi.
2. Poros
3. Pasak
4. Bantalan.
5. Pelumasan


1.4. SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika pembahasan pada tugas ini adalah sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang masalah, batasan
permasalahan dan sistematika penulisan.
BAB II : TEORI PENUNJANG
Berisi tentang teori penunjang yang digunakan dalam
penyelesaian permasalahan-permasalahan pada tugas ini
yaitu mengenai roda gigi, poros, pasak, bantalan dan
pelumasan.
BAB III : PERENCANAAN RODA GIGI (GEAR BOX)
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
3
Berisi tentang gambar mengenai perencanaan sistem
transmisi (gear box)
BAB IV : PERANCANGAN POROS, PASAK, BANTALAN,
DAN PELUMASAN
Bab ini berisi tentang perhitungan perencanaan poros,
perhitungan perencanaan pasak, perhitungan perencanaan
bantalan, perhitungan perencanaan pelumas.
BAB V : PENUTUP
Berisi tentang kesimpulan hasil perencanaan eksperimen
sistem transmisi (gear box).













Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
4
BAB II
TEORI PENUNJANG

2.1 SISTEM TRANSMISI (RODA GIGI)
Pada dasarnya sistem transmisi ( roda gigi ) merupakan suatu
alat atau mekanisme mentransmisikan daya. Tranmisi daya dengan
memakai sistem tranmisi ( RODA GIGI ), adalah pemindahan daya yang
dapat memberikan putaran yang tetap maupun putaran yang berubah.
Sehingga banyak dipergunakan pada bidang industri baik berskala besar
maupun kecil. Dengan menggunakan sistem transmisi ini
menguntungkan, diantaranya:
1. Dapat dipakai untuk putaran tinggi maupun rendah.
2. Kemungkinan terjadinya slip kecil
3. Tidak menimbulkan kebisingan.
Sedangkan sistem transmisi ( RODA GIGI ) tersebut memiliki
bermacam macam jenis dan kegunaannya.

2.2 MACAM – MACAM SISTEM TRANSMISI (RODA GIGI)
2.2.1 RODA GIGI LURUS (SPUR GEAR)
Roda gigi lurus harus dipakai untuk mentransmisikan daya
dan gerak pada dua poros pararel. Dalam suatu rangkaian roda gigi
berpasangan. PINION merupakan roda gigi penggerak dan GEAR
merupakan roda gigi yang digerakkan.
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
5

Gambar 2.1. Roda Gigi Lurus
Persamaan yang digunakan pada spurs gear:
a) Perbandingan kecepatan / ratio velocity ( rv )
2
1
2
1
1
2
d
d
Nt
Nt
n
n
= = = D
Dimana:
rv = perbandingan percepatan
n
1
, n
2
= putaran roda gigi (rpm).
Nt
1
, Nt
2
= jumlah gigi (buah).
d
1
,d
2
= Diameter Roda gigi (mm).
b) Jarak poros antara dua roda gigi (C).
Inch C
2
d d
2 1
+
=
Dimana:
C = jarak poros antara dua roda gigi (inch).
d = diameter roda gigi (inch).

c) Diametral Pitch (P).
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
6
|
.
|

\
|
=
Inchi
JumlahGigi
P
d
Nt

Dimana:
Nt = jumlah gigi (buah).
d = diameter lingkaran pitch (inch).
d) Standart ukuran roda gigi:
Nama
°
=
2
1
14 o
20° 20° dipotong 25°
Addendum (A)
P
1

P
1

P
8 , 0

P
1

Dedendum (b)
P
157 , 1

P
25 , 1

P
1

P
25 , 1

Tinggi gigi ©
P
157 , 2

P
25 , 2

P
8 , 1

P
2

Tinggi kontak (d)
P
2

P
2

P
6 , 1

P
2

celah
( )
( ) d c
a b
P ÷
÷
/
157 , 0

P
25 , 0

P
2 , 0

P
25 , 0


e) Jari – jari base circle :
Rb = r cos u ;
2
d
r =
Dimana:
r = radius pitch circle (in)
u = sudut kontak (
o
)
f) Kecepatan putaran roda gigi (Vp).
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
7
12
n d π × ×
= vp
Dimana:
Vp = kecepetan putaran
D = diameter roda gigi (inch).
N = putaran roda gigi (rpm).
g) Gaya – gaya pada roda gigi lurus, meliputi:
Torsi yang dipindahkan (T).
|
.
|

\
|
=
in
lb
T
n
daya
63000
÷ Gaya tangensial (Ft).
Vp
N 33.000×
= Ft
Dimana:
Ft = Gaya tangensial.
N = daya.
Vp = kecepatan garis kontak
n = putaran roda gigi (rpm)

÷ Gaya Normal (Fn).
lb
Ft
Fn
o cos
=
÷ Gaya Radial (Fr).
o Sin Fn Fr · =
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
8
÷ Gaya Dinamis (Fd).
Ft Fd
|
.
|

\
| +
=
600
Vp 600
 Untuk 0 < Vp s 2000 ft / menit
Ft Fd
|
.
|

\
| +
=
1200
Vp) 1200
Untuk 2000 <Vps 4000 Ft/menit

|
|
.
|

\
|
+
= Ft Fd
78
) Vp (78
Untuk Vp > 4000 Ft/menit
Dimana Fw > Fd dan Fb > Fd
Dimana:
Fd = beban dinamis ( lb )
Vp = kecepatan putaran roda gigi ( Ft/menit )
Ft = Gaya tangensial.
h) Menentukan lebar gigi ( b ).

k . Q . d
Fd
= b

2 1
2
d d
2d
+
= Q
Dimana:
b = lebar gigi ( inchi ).
Fd = beban dinamis ( lb ).
d
1
= diameter pinion.
d
2
= diameter gear.
Q = factor beban.
k = factor beban terkecil.
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
9
Syarat keamanan:
p
13
b
p
9
<


Gambar. 2.2. Distribusi Gaya-Gaya.
Penjelasan distribusi gaya-gaya:
÷ Gaya radial ( Fr ) = Gaya yang berimpit dengan jari-
jari.
÷ Gaya tangensial = Gaya yang biasa disaebut sebagai
garis singgung.
÷ Gaya normal = Gaya yang tegak lurus bidang.
i) Menentukan baban ijin bending ( Fb ).
p
y
b s Fb . .
0
=

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
10
Dimana:
y = faktor bentuk Lewis
s = ketahanan permukaan ijin
j) Koreksi Metode AGMA.
Sad =
Kr x Kt
Ki Sat ×
Psi
Dimana :
Sad = Tegangan ijin max perencanaan ( Psi )
Sat = Tegangan ijin bahan ( Psi )
Ki = Faktor umur = 1 sembarang umum
Kt = Faktor tempratur = 1
Kr = Faktor keamanan = 1,333
Tegangan yang pernah terjadi pada kaki gigi ( ot ).
ot =
j B Kv
Km Ks P Ko Ft
× ×
× × × ×

ot = Tegangan yang terjadi ( Psi )
Ft = Gaya tangensial ( lb )
Ko = Faktor koreksi beban lebih 1, 25
Ks = Faktor koreksi ukuran = 1
Km = Faktor koreksi distrubusi beban
Kv = Faktor koreksi distribusi beban
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
11
j = Faktor koreksi beban lebih 1, 25
P = diameter Pitch
b = lebar gigi
Syarat keamanan; sad > ot

2.2.2 RODA GIGI KERUCUT / KONIS ( BEVEL GEAR )
Roda gigi ini dipakai untuk memindahkan daya dengan
kedudukan poros yang tidak pararel dan saling berpotongan, baik yang
membentuk sudut 90
0
maupun yang lebih, Bevel gear ini paling baik
untuk jenis roda gigi konis, karena yang memuat gigi memang sudah
berbentuk konis, dan tidak berbentuk silindris.
Type-type Bevel Gear:
a). Straight bevel gear ( untuk putaran rendah, paling sederhana )
b). Zerol bevel gear ( memiliki gigi melengkung dengan spiral nol )
c). Spiral bevel gear.
d). Hypoid bevel gear.
Keterangan:
1. Roda gigi konis dengan gigi lurus ( straight bevel gear ) adalah
jenis bevel gear yang paling sederhana, dimana berdasarkan
kenyataan bahwa giginya dipotong / dibuat lurus, mengecil ke
dalam ( taper ).
Perbandingan kecepatan untuk bevel gear adalah:
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
12
rv =
driver n
driven n

Sedang sudut antara kedua poros roda gigi adalah jumlah dari sudut
pitch-nya:
E = I + ¸
Dimana:
E = sudut poros
I = sudut pitch gear
¸ = sudut pitch pinion
Sudut picth dapat dicari dengan rumus:
Tan I =
Σ cos Ntg) / (Ntp
Σ sin
+

tan ¸ =
Σ cos Ntp) / (Ntg
Σ sin
+

Dengan demikian apabila sudut poros = 90
0
, maka:
tan I =
Ntp
Ntg

tan ¸ =
Ntg
Ntp

2. Jumlah gigi equivalent dapat dihitung dengan :
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
13
Nt’g =
Γ cos
Ntg
; Nt’p =
γ cos
Ntp

Dimana:
Nt’ = jumlah gigi equivalent
Nt = jumlah gigi sebenarnya
3. Kekuatan gigi bevel.
4. Bahan dinamis untuk bevel gear.
Kecepatan pitch-line = Vp, dan yang dipakai pada persamaan ini
dicari pada pitch diameter rata-rata
Diharapkan besarnya = Fb > Fd
5. Beban keausan ijin dapat memakai rumus:
Estimasi beban keausan ijin dapat memakai rumus:
Fw =
γ cos
' Q . k . dp

dp = diameter pitch diukur dari bagian belakang gigi
Q =
tg N' tp N'
tg N' 2
+

Dimana:
N’tp dan N’tg = jumlah gigi eqivalent pada pinion dan gear.
6. Metode AGMA untuk perencanaan bevel gear.
Faktor koreksi khusus bevel gear persamaanya adalah:
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
14
ot =
j . b . Kv
Km . Ks . P . ko . Ft

Dimana:
ot = Tegangan yang terjadi sepanjang kontak gigi ( psi )
Ft = Beban transmisi ( lb ) didasarkan pada harga diameter
picth yang paling besar.
Kt = Faktor keamanan ( kepercayaan )
Dari dua persamaan diatas, maka harga ot harus lebih kecil atau
sama dengan S
ad
……..maka ot s S
ad
.
Ko = Faktor koreksi beban lebih ( lihat table pada spurs
gear….table 4 )
P = Diameter pitch, diambil harga yang palig besar.
Ks = Faktor koreksi ukuran ( diambil dalam grafik )
Km = Koreksi distribusi beban.
Kv = Faktor dinamis, memakai grafik untuk spor gear.
b = lebar gigi.
J = factor geometri, dilihat dari grafik untuk sudut tekan 20
0

dan 25
0
pada bevel gear dan gigi lurus.
Tegangan maksimum untuk perencanaan menurut AGMA:
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
15
S
ad
=
r . t
l at
K K
K . S

Dimana:
S
ad
= Tegangan ijin maksimum perencanaan. ;( psi )
S
at
= Tegangan ijin material ;( psi )
K
l
= Faktor umur………………………… lihat pada spurs gear
= Faktor temperatur……lihat cara mencari pada spor gear.
7. Keausan
Untuk perhitungan keausan, persamaan AGMA dapat
dipakai sebagai dasar perhitungan
o
c
= C
p
.
I . b . d . C
C . C . C . C . F
v
f m s o t

oc = Tegangan kontak yang terjadi.
Cp = Koefisien yang dipengaruhi oleh sifat elastis beban.
Ft = Gaya tangensial yang terjadi / dipindahkan yang
didasarkan pada harga diameter picth yang terbesar.
Co = overload faktor.
Cv = faktor dinamis.
d = diameter pitch pinion diambil yang terbesar ( in )
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
16
b = lebar gigi, diukur pada lebar gigi yang bersentuhan dengan
gigi pasanganya.
Cs = faktor ukuran.
Cm = Faktor distribusi beban.
I = faktor geometri.
Cf = faktor kondisi permukaan
Setelah mencari harga c, kemudian harga ini harus memenuhi
persyaratan;
oc s Sac .

R T
H L
C . C
C . C

Dimana:
Sac = Tegangan kontak ijin.
C
L
= Faktor umur
C
H
= Faktor pengerasan
C
T
= Faktor temperatur
C
R
= Faktor keamanan.
Daya maksimum yang dapat dipindahkan bila didasarkan pada
keausan dapat dicari dengan rumus:
Pac =

R T p
H L
C . C . C
C . C . Sad
Co Cf. . Cs . 126000
Cv . I . b . np

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
17

Gambar 2.3. Roda Gigi Kerucut

2.2.3. RODA GIGI MIRING ( HELICAL GEAR )
Roda gigi miring dipakai untuk memindahkan daya yang
kedudukan porosnya pararel maupun tidak pararel. Perbedaan secara
umum dengan roda gigi lurus, pada roda gigi miring dipakai untuk
putaran tinggi ( > 3600 rpm ) dan pemindahaan daya besar serta
masalah kebisingan tidak menjadi masalah.
Kerugian roda gigi ini adalah sudut HELIX yang menimbulkan
beban frusit ( beban aksial terhadap poros ) sehingga harus memakai
bantalan. Bearing bone yang dapat menahan beban tersebut sebaik
beban radial.
Rumus-rumus yang terdapat pada Helical Gear:
a) Ukuran geometri pada Helical Gear
 Normal circular pitch ( Pn ) adalah jarak antara dua titik pada gigi
yang ada pada satu bidang yang tegak lurus terhadap sudut helix.
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
18
 Transverse Circular pitch ( P ) adalah diukur pada bidang yang
tegak lurus sumbu poros.
 Aksial picth ( Pa ) adalah jarak yang diukur dari bidang yang
sejajar sumbu poros.
Pn = P . cos m
Pa = P . cos m
P =
d
Nt

Dimana:
P = diameter pitch pada bidang yang tegak lurus sumbu poros.
Et = jumlah gigi gear
d = diameter circle
Pn = normal diameter pitch
P.p = t ; Pn . Pn = t dan Pn =
φ cos
P

b) Jumlah gigi equivalent
Radius ellip
Nc =
φ cos 2
d
2

Jumlah gigi equivalent dapat dihitung dengan rumus;
Nte = Pn . 2 . rc
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
19
Dimana Pn = normal diameter pitch, dengan demikian;
Nte = Pn . 2
φ cos 2
d
2

c) Beban dinamis pada helical gear
Dapat diperkirakan dengan rumus :
Fd = Ft
78
Vp 78+

Dimana:
Vp = pitch line velocity
d) Tegangan bending pada helical gear
Persamaan lewis :
Fb =
Pn . Kf
y . b . s

Dimana :
Fb = bidang normal.
Pn = diameter pitch
ot =
j . b . Kv
Km . Ks . P . ko . Ft

S
ad
=
r . t
l at
K K
K . S


Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
20
Dimana:
Ko = faktor beban lebih.
Kv = faktor dinamis
Km = faktor distribusi beban.
J = faktor geometri


Gambar 2.4. Roda Gigi Miring

2.2.4. RODA GIGI CACING ( Worm Gear )
Fungsi roda gigi ini adalah untuk menstransmisikan daya pada
poros yang paling tegak lurus dan sebagai reduser dengan
perbandingan kecepatan yang besar. Keuntungan dari Worm Gear
adalah tidak timbulnya pukulan yang terjadi pada roda gigi yang lain.
Ukuran dan persamaan:
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
21
 Persamaan kinematik yang penting pada Worm gear adalah :
tan ì =
Vpw
Vpq
dw . π
I
=
dimana:
Vpq = kecepatan pitch line pada gear.
Vpw = kecepatan pitch line pada worm.
ìw = sudut lead pada worm.
I = lead = Ntw x Paw = jumlah gigi atau ulir pada
worm x axial pitch pada worm.
dw = pitch diameter worm
 Pencegahan besarnya dw menurut AGMA memakai rumusan
berikut :
dw >
2 , 2
875 , 0
C
~ 3 pq
Dimana:
pq = circular pitch pada gear dalam satuan inch perbandingan
kecepatan :
rv =
dq . π
l
Ntq
Ntw
ww
wq
= =
 Kekuatan worm gear.
Mencari kekuatan gigi pada gear yaitu:
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
22
Fb = Pn . y . P s.
Pn
b . y . s
=
 Beban dinamis
Beban dinamis dapat diperkirakan dengan memakai rumusan:
Fd = Ft
1200
Vpq 1200
|
.
|

\
|
+

Dimana:
Vpq = kecepatan pada pitch line dari gear dalam feet per-
menit
Ft = Besarnya beban yang ditransmisikan besarnya
daya yang bekerja diterima pada gear.
 Beban keausan
Rumus untuk mencari beban keausan:
Fw = dq . b . k’
Dimana:
dq = diameter pitch dari gear.
b = lebar permukaan gigi.
k' = konstanta yang berkaitan dengan material serta
ukuran dari roda gigi.

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
23


Gambar 2.5. Roda Gigi Cacing

2.3. POROS ( SHAFT )
Poros adalah merupakan bagian / elemen dari mesin yang dalam
penggunaannya dapat berfungsi sebagai poros yang meneruskan tenaga,
poros penggerak kelep (cam-shaft) poros penghubung dan lainnya.
Beberapa definisi dari poros
1. Shaft : adalah poros yang ikut berputar untuk
memindahkan daya dari mesin ke mekanisme yang
digerakkan.
2. Axle : adalah poros yang tetap dan mekanisme yang
berputar pada poros tersebut, juga berfungsi sebagai
pendukung.
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
24
3. Spindle : adalah poros yang pendek terdapat pada mesin
perkakas dan mampu / sangat aman terhadap momen bending.
4. Line shaft: (juga disebut “power transmission shaft”), adalah
suatu poros yang langsung berhubungan dengan mekanisme
yang digerakkan dan berfungsi memindahkan daya dari
penggerak ke mekanisme tersebut.
5. Jack shaft: adalah poros yang pendek, biasanya dipakai pada
dongkrak “jack” mobil.
6. Fleksibel shaft: adalah poros yang juga berfungsi
memindahkan daya dari dua mekanisme (antara motor dan
mekanisme), dimana perputaran poros membentuk sudut
dengan poros yang lainya. Daya yang dipindahkan relatif
rendah.

Poros dapat dibedakan menjadi:
a. Poros Lurus
Sebatang logam yang berpenampang lingkaran berfungsi
memindahkan putaran atau mendukung beban. Beban yang didukung poros
adalah puntir dan beban bending.

Gambar 2.6. Poros Lurus
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
25
b. Poros Bintang
Sebatang logan yang berpenampang lingkaran dan terdapat
sirip yang mempunyai bintang, poros dihubungkan dengan roda gigi tanpa
memakai pasak.
7. Persamaan yang digunakan pada poros bintang :
a) Tegangan geser maksimum ( o max )
o max = Psi
N
Syp x 0,5

Dimana:
o max = tegangan geser maksimum ( Psi )
N = faktor keamanan
Syp = yield posisi dari material
b) Diameter poros
d =
N
Syp
x 0,5 x π
T MB x 16
2 2
+

Dimana:
d = diameter poros (inch)
MB = momen bending yang diterima poros (lb. in)
T = momen torsi myang diterima poros


Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
26
2.4. PASAK ( KEY )
Pasak adalah beagian dari elemen mesin, disamping digunakan
untuk menyambung, juga digunakan untuk menjaga hubungan putaran
relatif antara poros dari mesin dengan perlatan mesin yang lain. Seperti
roda gigi, pulley, sproket, cam, lever, flywheel, impeller, yang
disambungkan dengan poros mesin tersebut.
Adapun macam-macam pasak:
a. Pasak datar segi empat ( standart square key )
Type pasak ini adalah suatu type yang umumnya
mempunyai dimensi ( w ) yaitu lebar dan tinggi ( H ) yang
sama, yang kira-kira sama dengan ¼ dari diameter poros.
b. Pasak datar standart ( standart flat key )
Pasak ini adalah jenis pasak yang yang sama dengan
pasak datar segi empat, tetapi hanya disini tinggi pasak tidak
sama dengan lebar pasak tetatp itngginya mempunyai
dimensi yang tersendiri.
Dimensinya adalah:
W = lebar pasak.
L = panjang pasak
H = tinggi pasak.
c. Pasak tirus (tapered keys)
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
27
Pasak ini biasanya digunakan untuk menghubungkan
poros roda dimana poros sering direncanakan untuk
menerima gaya kompresi apabila pasak ini terpasang secara
tetap pada alur pasak diporos maupun diklopnya.
d. Pasak bidang lingkaran ( Woodruff Keys )
Pasak ini adalah salah satu pasak yang dibatasi oleh
satu bidang datar pada bagian atas dan bidang bawah
merupakan busur lingkaran ( semi circular ) hampir berupa
setengah lingkaran.
.
Gambar 2.7. Macam-macam Pasak
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
28
Persamaan yang digunakan pada pasak:
a. Gaya ( F )
F =
D/2
T
=
D
2T

Dimana:
F = besarnya gaya ( lb )
T = besarnya torsi ( lb/in )
D = diameter poros ( in )
b. Tegangan geser yang terjadi ( os )
os =
D . L . W
T x 2
A
F
=
Dimana:
F = gaya pada pasak. ( lb )
W = lebar pasak ( in )
L = panjang pasak ( in )
D = diameter pasak ( in )
Syarat keamanan:
Ssyp =
D . L . W
T x 2

Dimana:
Ssyp = 0,58 x Syp
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
29
N = faktor keamanan
c. Tegangan kompresi yang timbul ( oc )
oc =
N
syp
Wd x σc
T x 4
=
2.5. BANTALAN ( BEARING )
Bantalan dibuat untuk menerima beban radial, aksial, ataupun
gabungan keduanya dan bantalan dapat dibedakan macamnya sebagai
berikut:
1. Bantalan gelinding bola radial :
a. Bantalan gelinding dengan bola radial.
b. Bantalan gelinding dengan bola radial dengan kotak
penyudut.
c. Bantalan gelinding aksial.
2. Bantalan gelinding dengan rol.
a. Bantalan rol silinder.
b. Bantalan rol jarum.
c. Bantalan rol tirus.
d. Bantalan rol bentuk bola.
Persamaan yang digunakan pada bantalan:
I. Umur bantalan (L
10
)
L
10
=
6
b
10
P
C
×

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
30
Dimana:
L
10
= umur bantalan ( jam )
C = beban dinamis ( lb )
P = beban equivalen ( lb )
b = konstanta tipe bantalan
II. Beban equivalen (P)
P = Fc . { (xv . Fy) + (yFa) }
Dimana:
Fc = konstanta beban.
x = konstanta radial
v = faktor putaran
y = konstanta aksial
Fr = beban radial
Fa = beban aksial
Beberapa bentalan dinetralisis seperti terlihat pada gambar 2.9
Adapun jenis bantalan yang lain adalah bantalan rol silindris
seperti yang ditujukan pada gambar 2.10.

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
31

Gambar 2.8. Macam-macam bantalan
Keterangan:
a. Rool lurus
b. Rool aksial berbentuk bola.
c. Rool aksial kerucut.
d. Jarum.
e. Rool kerucut.
f. Rool kerucut bersudut enam.


2.6. TEORI DASAR PELUMASAN
Perawatan roda gigi merupakan kelengkapan yang harus
diberikan agar kondisi operasional roda gigi selalu berjalan dengan baik.
Salah satu perawatan adalah dengan minyak pelumas pada bagian-bagian
mesin yang bergerak.
Tugas dari pemberian pelumas pada system trasmisi antara lain:
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
32
1. Untuk mengurangi keausan yang terjadi akibat dari adanya
gesekan antara dua bagian yang saling bergerak.
2. Mengurangi suara berderit pada bagian-bagian mesin yang
saling bersentuhan.
3. Mengurangi kehilangan daya akibat adanya gaya gesek antara
bagian-bagian yang bergerak yang dapat menaikkan
temperatur.
4. Membawa kotoran atau geram yang dihasilkan akibat adanya
gesekan.
Ditinjau dari segi temperatur, viskositas minyak pelumas
dipengaruhi besarnya temperatur. Semakin tinggi temperatur, maka
viscositas minyak pelumas akan turun dengan demikian untuk
pengoperasian selanjutnya minyak pelumas perlu diganti bila
viscositasnya sudah terlalu rendah.
Dalam pemilihan cara pelumasan agar mendapat hasil baik,
sangat perlu diperhatikan konstruksi dari elemen mesin yang akan
dilumasi, kondisi kerja dan letak bantalan. Disamping itu pula tempat
pelumasan, bentuk serta kekasaran alur pelumasnya juga merupakan hal
yamg penting untuk diperhatikan.
Oleh karena itu dalam memilih cara pelumasan yang spesifik
untuk problem yang ada, tergantung dari berapa besar perhatian yang
harus diberikan pada bantalan dan juga bagaimana pentingnya bantalan
dalam suatu bagian dari system tersebut.
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
33
A. Macam macam pelumasan menurut bentuknya:
 Pelumasan padat
 Pelumasan semi padat.
 Pelumasan cair.
B. Menurut caranya yang paling banyak dipakai adalah:
 Pelumasan tangan ( Hand Oiling ): dipakai untuk beban
yang ringan dan kerja yang tidak kontinyu ( dilakukan
oleh tangan ), system ini tidak bekerja secara terus
menerus. Kekurangan dari metode ini adalah banyak
terjadi kebocoran, aliran pelumasan tidak teratur, tidak
kontinyu, tidak cukup menghasilkan lapisan film pelumas.
Pelumas cara ini biasanya dipakai bila tidak ada
alternative cara lain yang dapat dipakai.
 Pelumasan tetes ( Drop – Feed Oiler ): minyak diteteskan
dengan jumlah yang teratur melalui sebuah katup jarum.
Cara ini juga dapat dikontrol dengan mengatur posisi
waktunya, sehingga kebutuhan pelumas sesaui dengan
yang diinginkan, dan juga kontinyuitas aliran dapat
dipertahankan. Cara ini juga lebih baik dari cara
pelumasan tangan, hanya cukup berbahaya bagi
bantalan apabila pelumasnya mengandung kotoran yang
dapat menutup lubang katup sehingga aliran terhenti.
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
34
 Pelumasan sumbu ( Weck – Feed Oiler ): pelumasan
dengan menggunakan sumbu untuk menghisap minyak
dan dicelupkan salah satu ujungnya kedalam reservoir
pelumas dan ujung yang lainnya di kontak langsung
dengan bantalan yang akan dilumasi, dengan gaya kapiler
pelumas terhisap dan diteruskan melalui sumbu
kebantalan. Cara ini lebih baik dari pada cara pelumasan
tangan, karena aliran pelumas dapat lebih kontinyu dan
kontinyuitas aliran juga dapat di control, ini sangat
tergantung terhadap bahan dan kontruksi sumbunya.

Gambar 2.9 Pelumasan Sumbu
 Pelumasan percik dan celup ( Splash – Systems Oiled ):
bila mesin menggunakan bagian-bagian yang berputar dan
ada bantalan, minyak dari bak penampung dipercikkan
dan biasanya digunakan dalam pelumasan torak, silinder
motor yang mempunyai putaran tinggi. Seperti pada poros
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
35
engkol ( crank shaft ), roda gigi ( gear ), maka cara
pelumasan ini sangat cocok untuk mekanisme yang
mempunyai rumah kotak seperti, kotak roda gigi dengan
mekanisme gigi-giginya.

Gambar 2.10 pelumasan percik
 Pelumasan cincin ( Ring – Oiled Bearing ): pelumasan ini
menggunakan cincin atau rantai yang digantung pada
poros dekat bantalan sehingga cincin ini ikut berputar
bersama poros dan mengangkat minyak yang diperlukan
dari bawah. Cara ini dipakai pada beban-beban sedang dan
putaran relative tinggi.
 Pelumasan pompa ( Pump Oiled ): cara ini bertujuan
untuk memberikan pelumasan kebantalan atau bagian-
bagian yang perlu pelumasan dimana dari konstruksinya
sulit dilaksanakan dengan cara-cara terdahulu, dalam hal
ini diperlukan pompa untuk memompa pelumas kebagian-
bagian tersebut. Cara ini banyak digunakan pada akhir-
akhir ini, baik untuk mekanisme putaran tinggi dan beban
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
36
besar. Panas akan dilepaskan, karena di reservoir
dilakukan pendinginan. Variabel utama dengan cara ini
adalah tekanan yang dihasilkan dari pompa. Disini pompa
digunakan untuk mengalirkan minyak ke bantalan karena
letaknya sulit.
 Pelumasan gravitasi: dari sebuah tangki diatas bantalan
minyak dialirkan oleh gaya beratnya sendiri.
 Pelumasan rendam: sebagian dari komponen mesin
direndam dalam minyak.
Tujuan dari pelumasan adalah untuk mencari viscositas absolut dan
mencari jenis pelumasan yang akan digunakan yaitu SAE.
÷ Perencanaan viscositas absolut dari pelumas
|
.
|

\
|
÷ =
Sus
Sus t Z
180
. 22 , 0 p
Dimana : Z = Absolute viscositas ( cp )
pt = Spesific gravity pada temperatur test ( t )
Kp = 1,45 x 10
-7
Reynold
÷ Jenis pelumas SAE ( Society American of Engineering )
Dengan mengetahuiviskositas absolut suatu pelumas
dalam reynold, dimana:
( )
7
10 45 , 1
÷
= x Z u Reynold
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
37
Dengan menggunakan figure 8-13 ( A.D. Deutschman hal.426 )
dimana ( temperature test of ) maka diperoleh jenis minyak
pelumas SAE tertentu.







































Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
38
BAB III
PERENCANAAN RODA GIGI

3.1. Perencanaan roda 1 dan 2 (Perhitungan tingkat kecepatan 1)
Dengan data-data sebagai berikut:
- Daya motor ( N ) = 30 hp
- Putaran input ( n
inp
) = 4000 rpm
- Putaran output ( n
1
) = 1000 rpm
- Asumsi : - o ( sudut kontak ) = 25° full depth
- C ( arak poros I dan II ) = 8 in
- P ( diametral pitch ) = 10
Menentukan diameter roda gigi 1 & 2.
a. perbandingan kecepatan (rv).
4
1
4000
1000
= = =
in
out
n
n
rv
¬
2 1
2
1
4
4000
1000
d d
d
d
= ¬ =
b. Karena jarak sumbu poros © = 8 in, maka :
( )
in d
d d
d d
c
2 . 3
4 16
8
2
1
1 1
2 1
=
+ =
=
+
=
;
( )
in d
d
d d
8 . 12
2 . 3 16
2
8
2
2
2 1
=
+ =
+
=

Jadi: d
1
= 3.2 in
d
2
= 12.8 in
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
39
c. Menentukan jumlah gigi
Karena diametral pitch (P) = 10, maka :
d
Nt
P = ¬ Nt
1
= P. d
1
= 10. 3.2 = 32 gigi
Nt
2
= P. d
2
= 10. 12.8 = 128 gigi
d. Menentukan addendum dan dedendum untuk o = 25° full depth

( )
( )
( )
( ) in
P
d Dedendum Diameter
in
P
d Addendum Diameter
in
P
d Dedendum Diameter
in
P
d Addendum Diameter
in
P P
Gigi Tinggi
in
P
Kontak Tinggi
in
P
Celah
in
p
Dedendum
in
P
Addendum
55 . 12 125 . 0 2 8 . 12
1
2
13 1 . 0 2 8 . 12
1
2
45 . 1 125 . 0 2 2 . 3
25 . 1
2
4 , 3 1 . 0 2 2 . 3
1
2
225 . 0
25 . 2 25 . 2
2 . 0
10
2 2
025 . 0
10
25 . 0 25 . 0
125 . 0
10
25 . 1 25 . 1
1 . 0
10
1 1
2
2
1
1
= ÷ =
|
.
|

\
|
÷ =
= + =
|
.
|

\
|
+ =
= ÷ =
|
.
|

\
|
÷ =
= + =
|
.
|

\
|
+ =
= = =
= = =
= = =
= = =
= = =

e. Jari jari base circle (rb
1
,rb
2
)
rb
1
= r
1
. cos o 45 , 1 91 . 0 .
2
2 . 3
25 cos .
2
1
= = =
d

rb
2
= r
2
. cos o in
d
82 . 5 91 . 0
2
8 . 12
25 cos
2
2
= = =

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
40

f. Kecepatan keliling (Vp)
menit
ft
n d
Vp
in
33489
12
4000 . 2 , 3 . 14 , 3
12
. .
1
= = =
t

g. Perhitungan gaya gaya yang terjadi pada roda gigi 1 & 2

gaya roda gigi 1 gaya roda gigi 2
T = 63025.
n
N

T
1
= 63000.
4000
30
= 472.5 lb. in (roda gigi 1)
T
2
= 63000.
1000
30
= 1890 lb . in (roda gigi 2)
- Gaya tangensial ( Ft )
lb
Vp
N
Ft 61 . 295
3349
30 33000 33000
1
=
×
=
×
=
Ft
2
= Ft
1
(arahnya berlawanan)
- Gaya normal (Fn)
lb
Ft
Fn 17 . 326
25 cos
61 . 295
cos
1
1
= = =

o

Fn
2
= Fn
1
(arahnya berlawanan)
- Gaya radial (Fr)
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
41
Fr
1
= Fn
1
.sin o = 386,664 sin 25° = 163,559 lb
Fr
2
= Fr
1
(arahnya berlawanan)
- Gaya dinamis (Fd)
Untuk 2000 < vp s 4000
menit
ft

lb
Ft
vp
Fd
61 . 1120 61 . 295
1200
3349 1200
.
1200
1200
= ×
+
=
+
=

h. Menentukan lebar gigi
k q d
Fd
b
. .
1
>
Dimana: 6 . 1
8 . 12 3
8 . 12 . 2 . 2
2 1
2
=
+
=
+
=
d d
d
Q
k = 200 (Steel BHN 275) Tabel 10.11
Maka: b = in b 09 . 1
200 6 , 1 2 . 3
61 . 1120
=
× ×
=
Cek lebar gigi :
P
b
P
13 9
< <
karena 0.9 < 1.09 < 1.3 maka lebar gigi aman.


i. Mencari beban ijin bending (Fb) :
P
Y
b So Fb . . =
Dimana : Y
1
= 0,433 ( untuk Nt = 32 gigi ) table 10.2
Y
2
= 0,530 ( untuk Nt = 128 gigi ) table 10.2
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
42
Bahan cast steel (low carbon) 0.20% WTQ mempunyai
So = 25000 psi (BHN250) table 10.3
- Untuk pinion
Fb
1
= 25000 . 1,09 . psi 93 . 1179
10
433 , 0
=
- Untuk gear
Fb
2
= 25000 . 1,09 . psi 25 . 1444
10
530 , 0
=
Karena Fb
1
> Fd dan Fb
2
> Fd, maka perencanaan roda gigi
aman
j. Pemeriksaan tegangan ijin maksimum perencanaan
R T
K K
K Sat
Sad
.
.
1
=
Dimana : K
1
: 1( umur tidak pasti )
K
T
: 1 ( temperatur pelumasan kurang dari 250°F )
K
R
: 1,33 ( normal design, table 10.10 )
Sat : 39380 psi (Tabel 10.7)
Maka :
psi Sad 85 . 65139
) 33 , 1 ( 1
1 . 1 . 39380
= =
Tegangan yang terjadi
j b Kv
Km Ks P Ko Ft
. .
. . . .
1
o
Dimana : Ko = 1,25 ( table 10.4 )
Ks = 1 ( spur gear )
Km = 1,3 ( table 10.5 )
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
43
J = 0,36 ( Grafik 10.22 )
Maka:
46 . 0
3349 50
50
50
50
=
+
=
+
=
Vp
Kv
Maka:
psi 5 . 26612
) 36 , 0 ( ) 09 , 1 ( ) 46 , 0 (
) 3 , 1 . 1 ( ) 10 ( ) 25 , 1 ( ) 91 , 295 (
1
= o
Karena o
1
( 26612,5 psi ) < Sad ( 65139.85 psi ), maka
perencanaan roda gigi aman.

3.2. Perencanaan roda 3 dan 4 (Perhitungan tingkat kecepatan II)
Dengan data-data sebagai berikut:
÷ Daya motor ( N ) = 30 hp
÷ Putaran input ( n
inp
) = 4000 rpm
÷ Putaran output ( n
1
) = 2000 rpm
÷ Asumsi : - o ( sudut kontak ) = 25° full depth
- C ( jarak poros II dan III ) = 8 in
- P ( diametral pitch ) = 10

Menentukan diameter roda gigi 3 & 4.
a. perbandingan kecepatan (rv).
2
1
4000
2000
= = =
in
out
n
n
rv
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
44
¬
4 3
4
3
2 d d
d
d
= ¬
b. Karena jarak sumbu poros © =8 in, maka :
( )
in d
d d
d d
c
3 , 5
2 16
8
2
3
3 3
4 3
=
+ =
=
+
=
;
( )
in d
d
d d
7 , 10
3 , 5 16
2
8
4
4
4 3
=
+ =
+
=

Jadi: d
3
= 5,3 in
d
4
= 10,7 in
c. Menentukan jumlah gigi
Bila diametral pitch (P) = 10, maka :
d
Nt
P = ¬ Nt
1
= P. d
1
= 10. 5,3 = 53 gigi
Nt
2
= P. d
2
= 10. 10,7 = 107 gigi
d. Menentukan addendum dan dedendum untuk o = 25° full depth

( )
( )
( )
( ) in
P
d Dedendum Diameter
in
P
d Addendum Diameter
in
P
d Dedendum Diameter
in
P
d Addendum Diameter
45 , 10 125 . 0 2 7 , 10
1
2
9 , 10 1 . 0 2 7 , 10
1
2
05 , 5 125 . 0 2 3 , 5
25 . 1
2
5 , 5 1 . 0 2 3 , 5
1
2
4
4
3
3
= ÷ =
|
.
|

\
|
÷ =
= + =
|
.
|

\
|
+ =
= ÷ =
|
.
|

\
|
÷ =
= + =
|
.
|

\
|
+ =


e. Jari jari base circle (rb
1
,rb
2
)
rb
3
= r
3
. cos o in
d
402 , 2 25 cos
2
3 , 5
25 cos
2
3
= = = ;
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
45
rb
4
= r
4
. cos o in
d
849 , 4 25 cos
2
7 , 10
25 cos
2
4
= = =

f. Kecepatan keliling (Vp).
menit
ft
n d
Vp
in
33 , 5547
12
4000 . 3 , 5 . 14 , 3
12
. .
3
= = =
t

g. Perhitungan gaya gaya yang terjadi pada roda gigi 3 & 4
T = 63000.
n
N

T
3
= 63000.
4000
30
= 472,69 lb. in (roda gigi 3)
T
4
= 63000.
2000
30
= 945,38 lb . in (roda gigi 4)
- Gaya tangensial (Ft)
lb
Vp
N
Ft 46 , 178
33 , 5547
30 33000 33000
3
=
×
=
×
=
Ft
4
= Ft
3
(arahnya berlawanan)
- Gaya normal (Fn)
lb
Ft
Fn 91 , 196
25 cos
46 , 178
cos
3
3
= = =

o

Fn
4
= Fn
3
(arahnya berlawanan)
- Gaya radial (Fr)
Fr
3
= Fn
3
sin o = 196,91 sin 25° = 83,22 lb
Fr
4
= Fr
3
(arahnya berlawanan)

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
46
- Gaya dinamis (Fd)
lb
Ft
vp
Fd
43 , 948 46 , 178
78
33 , 5547 78
.
78
78
= ×
+
=
+
=

h. Menentukan lebar gigi.
k q d
Fd
b
. .
3
=
Dimana: in
d d
d
Q 34 , 1
7 , 10 3 , 5
7 , 10 . 2 . 2
4 3
4
=
+
=
+
=
k = 51 ( BHN Steel 150) Tabel 10.11
Maka: in b 96 , 0
51 34 , 1 3 , 5
87 , 348
=
× ×
=
Cek lebar gigi :
P
b
P
13 9
< <
karena 0.9 < 1.22 < 1.3, maka lebar gigi dinyatakan aman.
i. Mencari beban ijin bending (Fb) :
P
Y
b So Fb . . =
Dimana : Y
3
= 0,481 ( untuk Nt = 53 gigi )
Y
4
= 0,523 ( untuk Nt = 107 gigi )
Bahan cast steel (low carbon) 0,20% WTQ mempunyai So =
25000 psi (BHN 250) table 10.3
- Untuk pinion
Fb
3
= 25000 . 0,96 . psi 4 , 1154
10
481 , 0
=
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
47
- Untuk gear
Fb
4
= 25000 . 0,96 . psi 8 , 1276
10
532 , 0
=
Karena Fb
3
> Fd dan Fb
4
> Fd, maka perencanaan roda gigi
aman.
j. Pemeriksaan tegangan ijin maksimum perencanaan
R T
L
K K
K Sat
Sad
.
.
=
Dimana : K
L
: 1,1 ( table 10.8 )
K
T
: 1 ( temperatur pelumasan kurang dari 250°F )
K
R
: 1,33 ( normal design, table 10.10 )
Sat : 39380 psi (Tabel 10.7)
Maka:
psi Sad 93 , 32569
33 , 1 . 1
1 , 1 . 39380
= =
Tegangan yang terjadi
j b Kv
Km Ks P Ko Ft
. .
. . . .
1
o
Dimana : Ko = 1,25 ( table 10.4 )
Ks = 1 ( spur gear )
Km = 1,3 ( table 10.5 )
J = 0,47 ( figure 10.22 )
Maka:
402 , 0
33 , 5547 50
50
50
50
=
+
=
+
=
Vp
Kv
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
48
Maka:
psi 18 , 15988
47 , 0 . 96 , 0 . 402 , 0
) 3 , 1 ( ) 1 ( ) 10 ( ) 25 , 1 ( ) 46 , 178 (
1
= o
Karena o
1
(15988,18) < Sad (32569,93), maka perencanaan
roda gigi aman.

3.3. Perencanaan roda 5 dan 6 (Perhitungan tingkat kecepatan III)
Dengan data-data sebagai berikut:
÷ Daya motor ( N ) = 30 hp
÷ Putaran input ( n
inp
) = 4000 rpm
÷ Putaran output ( n
3
) = 4000 rpm
÷ Asumsi : - o ( sudut kontak ) = 25° full depth
- C ( jarak poros ) = 8 in
- P ( diametral pitch ) = 10
Menentukan diameter roda gigi 3 & 4.
a. perbandingan kecepatan (rv).
1
1
4000
4000
= = =
in
out
n
n
rv

6 5
6
5
d d
d
d
= ¬


b. Karena jarak sumbu poros © = 8 in, maka :
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
49
( )
6 5
6 5
16
8
2
d d
d d
c
+ =
=
+
=

Jadi: d
5
= 8 in
d
6
= 8 in
c. Menentukan jumlah gigi
Bila diametral pitch (P) = 10, maka :
d
Nt
P = ¬ Nt
1
= P. d
5
= 10.8 = 80 gigi
Nt
2
= P. d
6
= 10. 8 = 80 gigi
d. Menentukan addendum dan dedendum untuk o = 25° full depth.
( )
( )
( )
( ) in
P
d Dedendum Diameter
in
P
d Addendum Diameter
in
P
d Dedendum Diameter
in
P
d Addendum Diameter
75 , 7 125 . 0 2 8
1
2
2 , 8 1 . 0 2 8
1
2
75 , 7 125 . 0 2 8
25 . 1
2
2 , 8 1 . 0 2 8
1
2
6
6
5
5
= ÷ =
|
.
|

\
|
÷ =
= + =
|
.
|

\
|
+ =
= ÷ =
|
.
|

\
|
÷ =
= + =
|
.
|

\
|
+ =

e. Jari jari base circle (rb
5
,rb
6
)
rb
5
= r
5
. cos o= in
d
r 63 , 3 25 cos
2
8
25 cos
2
25 cos
5
5
= = =
rb
6
= r
6
. cos o= in
d
r 63 , 3 25 cos
2
8
25 cos
2
25 cos
5
6
= = =
f. Kecepatan keliling (Vp).
menit
ft
n d
Vp
in
33 , 8373
12
4000 . 8 . 14 , 3
12
. .
5
= = =
t

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
50
g. Perhitungan gaya gaya yang terjadi pada roda gigi 5 & 6
T = 63000.
n
N

T
5
= 63000.
4000
30
= 472,69 lb. in (roda gigi 5)
T
6
= 63000.
4000
30
= 472,69 lb . in (roda gigi 6)
- Gaya tangensial (Ft)
lb
Vp
N
Ft 23 , 118
33 , 8373
30 33000 33000
5
=
×
=
×
=
Ft
6
= Ft
5
(arahnya berlawanan)
- Gaya normal (Fn)
lb
Ft
Fn 45 , 130
25 cos
23 , 118
cos
5
5
= = =

o

Fn
6
= Fn
5
(arahnya berlawanan)
- Gaya radial (Fr)
Fr
5
= Fn
5
.sin o = 130,45 sin 25° = 55,13 lb
Fr
6
= Fr
5
(arahnya berlawanan)
- Gaya dinamis (Fd)
Untuk vp > 4000
menit
ft

lb
Ft
vp
Fd
93 , 256 23 , 118
78
33 , 8373 78
.
78
78
= ×
+
=
+
=


Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
51
h. Menentukan lebar gigi.
k q d
Fd
b
. .
5
=
Dimana: 1
8 8
8 . 2 . 2
6 5
6
=
+
=
+
=
d d
d
Q
k = 30 ( Steel BHN 150 ) Tabel 10.11
Maka: in b 07 , 1
30 1 8
93 , 256
=
× ×
=
Cek lebar gigi :
P
b
P
13 9
< <
karena 0.9 < 1.07 < 1.3 maka lebar gigi dinyatakan aman.
i. Mencari beban ijin bending (Fb) :
P
Y
b So Fb . . =
Dimana : Y
5
= 0,509 ( untuk Nt = 80 gigi )
Y
6
= 0,509 ( untuk Nt = 80 gigi )
Bahan cast steel (low carbon) 0,20% WTQ mempunyai So =
25000 psi (BHN 250) table 10.3
- Untuk pinion
Fb
5
= 25000 . 1,07 . psi 58 , 1361
10
509 , 0
=
- Untuk gear
Fb
6
== 25000 . 1,07 . psi 58 , 1361
10
509 , 0
=
Karena Fb
5
> Fd dan Fb
6
> Fd, maka perencanaan roda gigi
aman.
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
52
j. Pemeriksaan tegangan ijin maksimum perencanaan
R T
L
K K
K Sat
Sad
.
.
=
Dimana : K
L
: 1,1
K
T
: 1 ( temperatur pelumasan kurang dari 250°F )
K
R
: 1,33( normal design, table 10.10 )
Sat : 39380 psi (Tabel 10.7)
Maka :
psi Sad 93 , 32569
33 , 1 . 1
1 , 1 . 39380
= =
Tegangan yang terjadi
j b Kv
Km Ks P Ko Ft
. .
. . . .
1
o
Dimana : Ko = 1,25 ( table 10.4 )
Ks = 1 ( spur gear )
Km = 1,3 ( table 10.5 )
J = 0,45 (figure 10.22)
Maka:
35 , 0
33 , 8373 50
50
50
50
=
+
=
+
=
Vp
Kv

Maka:
psi 31 , 11400
45 , 0 . 07 , 1 . 35 , 0
3 , 1 . 1 . 10 . 25 , 1 . 23 , 118
1
= o
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
53
Karena o
1
(11400,31) < Sad ( 32569,93 ), maka perencanaan
roda gigi aman.


3.4. Perencanaan roda 7,8 dan 9 (Perhitungan tingkat kecepatan reverse)
Dengan data-data sebagai berikut:
÷ Daya motor ( N ) = 30 hp
÷ Putaran input ( n
inp
) = 4000 rpm
÷ Putaran output ( n
r
) = 1000 rpm
÷ Asumsi : - o ( sudut kontak ) = 25° full depth
- C ( jarak poros ) = 8 in
- P ( diameter pitch ) = 10

Menentukan diameter roda gigi 7 & 8
a. perbandingan kecepatan (rv).
4
1
4000
1000
= = =
in
revers
n
n
rv

8 9
9
8
4d d
d
d
= ¬ =
b. Karena jarak sumbu poros c = 6 in, maka :

( )
in d
d d
d d
c
2 , 3
4 16
8
2
7
7 7
8 7
=
+ =
=
+
=
;
( )
in d
d
d d
c
8 , 12
2 , 3 16
8
2
9
9
9 7
=
+ =
=
+
=
in d
d
4 , 6
8 , 12 .
2
1
8
8
=
=

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
54
c. Menentukan jumlah gigi
Bila diametral pitch (P) = 10, maka :
d
Nt
P = ¬ Nt
7
= P. d
7
= 10.3,2 = 32 gigi
Nt
8
= P. d
8
= 10.6,4 = 64 gigi
Nt
9
= P. d
9
= 10.12,8 = 128 gigi

d. Menentukan addendum dan dedendum untuk o = 25° full depth

( )
( )
( )
( ) in
P
d Dedendum Diameter
in
P
d Addendum Diameter
in
P
d Dedendum Diameter
in
P
d Addendum Diameter
15 , 6 125 . 0 2 4 , 6
1
2
6 . 6 1 . 0 2 4 , 6
1
2
95 , 2 125 . 0 2 2 , 3
25 . 1
2
4 , 3 1 . 0 2 2 , 3
1
2
9
9
8 . 7
8 . 7
= ÷ =
|
.
|

\
|
÷ =
= + =
|
.
|

\
|
+ =
= ÷ =
|
.
|

\
|
÷ =
= + =
|
.
|

\
|
+ =

e. Jari jari base circle (rb
7.8
,rb
9
)
rb
7
= r
7
. cos o in
d
45 , 1 25 cos
2
2 , 3
25 cos
2
7
= = =
rb
8
= r
8
. cos o in
d
9 , 2 25 cos
2
4 , 6
25 cos
2
8
= = =
rb
9
= r
9
. cos o in
d
8 , 5 25 cos
2
8 , 12
25 cos
2
9
= = =
f. Kecepatan keliling (Vp).
menit
ft
n d
Vp
in
3349
12
4000 . 2 , 3 . 14 , 3
12
. .
8 , 7
= = =
t

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
55
menit
ft
n d
Vp
in
33 , 3349
12
4000 . 8 , 12 . 14 , 3
12
. .
9
= = =
t


g. Perhitungan gaya gaya yang terjadi pada roda gigi 7,8 & 9
T = 63000.
n
N

T
7.8
= 63000.
4000
30
= 472,69 lb. in ( roda gigi 7 & 8 )
T
9
= 63000.
1000
30
= 1890,75lb . in ( roda gigi 9 )
- Gaya tangensial ( Ft )
lb
Vp
N
Ft 61 , 295
3349
30 33000 33000
8 . 7
=
×
=
×
=
Ft
9
= Ft
7,8
( arahnya berlawanan )
- Gaya normal ( Fn )
lb
Ft
Fn 17 , 326
25 cos
61 , 295
cos
8 . 7
8 . 7
= = =

o

Fn
9
= Fn
7,8
( arahnya berlawanan )
- Gaya radial ( Fr )
Fr
7.8
= Fn sin o = 326,17 sin 25° = 137,85 lb
Fr
9
= Fr
7,8
( arahnya berlawanan )
- Gaya dinamis ( Fd )
Untuk 2000 <
p
V s 4000
menit
ft

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
56
lb
Ft
vp
Fd
61 , 1120 61 , 295 .
1200
3349 1200
.
1200
1200
=
+
=
+
=

h. Menentukan lebar gigi.
k q d
Fd
b
. .
7
=
Dimana: in
d d
d
Q 6 , 1
8 , 12 2 , 3
8 , 12 . 2 . 2
9 8 . 7
9
=
+
=
+
=
k = 200 (Steel BHN 275) Tabel 10.11
Maka: in b 09 , 1
200 6 , 1 2 , 3
61 , 1120
=
× ×
=
Cek lebar gigi :
P
b
P
13 9
< <
karena 0.9 < 1,09 < 1.3 maka lebar gigi dinyatakan aman.
i. Mencari beban ijin bending ( Fb ) :
P
Y
b So Fb . . =
Dimana : Y
7
= 0,433 (untuk Nt = 32 gigi)
Y
8
= 0,495 (untuk Nt = 64 gigi)
Y
9
= 0,530 (untuk Nt = 128 gigi)
Bahan cast steel (low carbon) 0,20% WTQ mempunyai So =
25000 psi (BHN 250) table 10.3
- Untuk pinion
Fb
7
= 25000 . 1,09 . psi 93 , 1179
10
433 , 0
=

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
57
- Untuk gear
Fb
8
= 25000 . 1,09 . psi 88 , 1348
10
495 , 0
=
Fb
9
= 25000 . 1,09 . psi 25 , 1444
10
350 , 0
=
Karena Fb
5
> Fd dan Fb
6
> Fd, maka perencanaan roda gigi
aman
j. Pemeriksaan tegangan ijin maksimum perencanaan
R T
l
K K
K Sat
Sad
.
.
=
Dimana : K
L
: 1,1 (table 10.8)
K
T
: 1 ( temperatur pelumasan kurang dari 250°F)
K
R
: 1,33 ( normal design, table 10.10 )
Sat : 39380 psi (Tabel 10.7)
Maka :
psi Sad 93 , 32569
33 , 1 . 1
1 , 1 . 39380
= =
Tegangan yang terjadi
j b Kv
Km Ks P Ko Ft
. .
. . . .
1
o
Dimana : Ko = 1,25 ( table 10.4 )
Ks = 1 (spur gear)
Km = 1,3 ( table 10.5 )
J = 0,36 (figure 10.22)
46 , 0
3349 50
50
50
50
=
+
=
+
=
Vp
Kv
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
58
Maka:
psi 5 , 26612
36 , 0 . 09 , 1 . 46 , 0
3 , 1 . 1 . 10 . 25 , 1 . 61 , 295
1
= o
Karena o
1
( 26612,5 ) < Sad ( 32569,93 ), maka perencanaan
roda gigi aman.



















Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
59

BAB IV
PERENCANAAN POROS, PASAK, BANTALAN DAN PELUMASAN
4.1. Perencanaan poros I
Data yang diketahui:
÷ Daya input ( N
in
) = 30 hp
÷ Putaran input ( n
in
) = 4000 rpm
÷ Sudut kontak ( u ) = 25
o
full depth
÷ Gaya yang terjadi
a.
1
t
F =
2
t
F = 295,61 lb
1
r
F =
2
r
F = 137,85 lb
1
n
F =
2
n
F = 326,17 lb
b.
3
t
F =
4
t
F = 178,46 lb
3
r
F =
4
r
F = 83,22 lb
3
n
F =
4
n
F = 196,91 lb
c.
5
t
F =
6
t
F = 118,23 lb
5
r
F =
6
r
F = 55,13 lb
5
n
F =
6
n
F = 130,45 lb
d.
7
t
F =
8
t
F = 295,61 lb
7
r
F =
8
r
F = 137,85 lb
7
n
F =
8
n
F = 326,17 lb
T = 473 lb.in

4.1.1. Perencanaan poros I kondisi 1










RB
V
A
RA
V

RA

4 in
12 in
B
C
RB
H

RB

RA
H
Fr
1

Fn
1

Ft
1

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
60
 Analisa momen bending





Reaksi di A dan B
E MA = 0
Fn
1
. AC – RB. AB = 0
lb
AC Fn
RB 543 , 81
16
4 17 , 326
16
1
=
·
=
·
=
E v = 0
RA – Fn
1
+ RB =0
RA = Fn
1
– RB = 326,17 – 81,543 = 244,627 lb
 Momen bending yang terjadi pada poros daerah AC
MC = 244,627 . 4 = 978,508 lb.in





Diagram momen poros I kondisi 1


A B
4 in 12 in
RA
RB
C
Fn
1

978,508
lb.in lbin
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
61
4.1.2. Perencanaan poros I kondisi 2












 Analisa momen bending





Reaksi di A dan B
E MA = 0
Fn
3
. AD – RB. AB = 0
lb
AD Fn
RB 455 , 98
16
8 . 91 , 196
16
3
= =
·
=
E v = 0
RA – Fn
3
+ RB = 0
RA = Fn
3
– RB = 196,91 – 98,455 = 98,455 lb

A B
8 in 8 in
RA RB
D
Fn
3

RB
H

RB
V
A
RA
V

RA

8 in
8 in
B
D
RB

RA
H
Fr
3

Fn
3
Ft
3

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
62
 Momen bending yang terjadi pada poros daerah AD
MD = RA.AD=98,455 . 8 = 787,64 lbin





Diagram momen poros I kondisi 2

4.1.3. Perencanaan poros I kondisi 3







 Analisa momen bending








787,64 lbin
A
B
10 in
6 in
RA
RB
E
Fn
5

RB
V
A
RA
V

R
A

10
in
6 in
B
E
RB
H

R
B

RA
H
Fr
5

Fn
5
Ft
5

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
63
Reaksi di A dan B
E MA = 0
Fn
5
. AE – RB. AB = 0
lb
AB
Fn
RB 531 , 81
16
10 . 45 , 130 8
5
= =
·
=
E v = 0
RA – Fn
5
+ RB = 0
RA = Fn
5
– RB = 130,45 – 81,531 = 48,919 lb
 Momen bending yang terjadi pada poros daerah AE
ME=RA.AE = 48,919.10 = 489,19 lbin




Diagram momen poros I kondisi 3

4.1.4. Perencanaan poros I kondisi 4







489,19 lbin
R
A

13 in
43
in
A
B
F
RB
V
RB
H

R
B

RA
H
RA
V

Fr
7

Fn
7
Ft
7
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
64
 Analisa momen bending





Reaksi di A dan B
E MA = 0
Fn
7
. AF – RB. AB = 0
lb
AB
AF Fn
RB 013 , 265
16
13 17 , 326
7
=
·
=
·
=
E v = 0
RA – Fn
7
+ RB = 0
RA = Fn
7
– RB = 326,17 – 265,013 = 61,157 lb
 Momen bending yang terjadi pada poros daerah AF
MF =RA.AF = 61,157 . 13 = 795,041 lb.in





Diagram momen poros I kondisi 4



795,041 lb.in
Fn
9

A
B
3 in

13 in
RA
RB
F
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
65
Perencanaan diameter poros I
Momen yang terjadi :
Kondisi 1: 978,508 lbin ( MC )
Kondisi 2: 787,64 lbin ( MD )
Kondisi 3: 489,17 lbin ( ME )
Kondisi 4: 795,041 lbin ( MF )
Dimana: M max = 978,508 lbin ( MD )
T = 473 lb.in
Bahan poros yang digunakan adalah AISI 1045 N dengan Syp =
61.000 psi ( tabel A-2 Apendix A ) dengan angka keamanan, N = 3,75.
( ) ( )
2 2
3
max
16 58 , 0
max T Mb
D N
Syp
+ > =
t
t
Diameter poros
( ) ( ) 3
2 2
max
58 , 0
16
T Mb
Syp
N
D +
· ·
·
>
t

( ) ( ) 3
2 2
473 508 , 978
61000 58 , 0 14 , 3
75 , 3 16
+
· ·
·
>
in D 84 , 0 >
Dengan memperhitungkan ukuran bantalan yang
tersedia maka diameter poros diambil 0,9843 in ( 25mm ).
 Pengecekan kekuatan poros
 Tegangan geser yang terjadi maximum yang diijinkan dari
bahan (Ssyp)
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
66
N
Syp
Ssyp
·
=
58 , 0

psi 67 , 9434
75 , 3
61000 58 , 0
=
·
=
 Tegangan geser yang terjadi pada poros ( t max )
2
2
max
2
t
o
t + |
.
|

\
|
=
x

Dimana:
( )
Psi
D
M
x
45 , 10466
984 , 0
508 , 978 32
32
3
3
=
·
·
=
·
·
=
t
t
o


( )
Psi
D
T
68 , 2529
984 , 0
473 16
16
3
3
=
·
·
=
·
·
=
t
t
t

Maka:

( )
( ) Psi
x
57 , 5812 68 , 2529
2
45 , 10466
2
2
2
2
2
max
= +
|
.
|

\
|
=
+ |
.
|

\
|
= t
o
t

Karena t max ( 5812,57 Psi ) < Ssyp ( 9434,57 Psi ) maka
perencanaan diameter poros I aman.




Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
67
4.2. Perencanaan poros II
Gaya yang terjadi
Ft
8
= 295,61 lb Fn
8
= 326,17 lb
Fr
8
= 137,85 lb T = 473 lb






 Analisa momen bending.





E MA = 0
Fn
8
. 2 – RI. 4 = 0
lb
Fn
RI 805 , 147
4
2 61 , 295
4
2
8
=
·
=
·
=
E v = 0
RH - Ft8+ RI= 0
RH=Ft8 – RI= 295,61 – 147,805= 147,805 lb
H
I
J
RH
H
RH
V
RI
H
RI
V
2in
n in
2in
Fn
8

I H J
RH
H
RI
H
2 in 2 in
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
68
 Momen gaya:
MJ = RH. HJ = 147,805 . 2 = 295,61 lb




Diagram momen poros II.

a. Perencanaan diameter poros II:
Dimana : M max = 295,61 lb.in
T = 473 lb.in
Bahan poros yang digunakan adalah AISI 1045 N dengan Syp =
61.000 psi ( tabel A-2 Apendix A ) dengan angka keamanan, N = 3,75.
( ) ( )
2 2
3
max
16 58 , 0
max T Mb
D N
Syp
+
·
>
·
=
t
t
Diameter poros
( ) ( ) 3
2 2
max
58 , 0
16
T Mb
Syp
N
D +
· ·
·
>
t

( ) ( ) 3
2 2
473 61 , 295
61000 58 , 0
75 , 3 16
+
· ·
·
>
t

in D 67 , 0 >
Dengan memperhitungkan ukuran bantalan yang tersedia
maka diameter poros diambil 0,984 (25 mm).

295,61 lbin
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
69
 Pengecekan kekuatan poros
 Tegangan geser yang terjadi maximum yang diijinkan dari
bahan (Ss)
N
Syp
Ssyp
·
=
58 , 0

psi 67 , 9434
75 , 3
61000 58 , 0
=
·
=
 Tegangan geser yang terjadi pada poros (t max)
2
2
max
2
t
o
t + |
.
|

\
|
=
x

Dimana:
3
32
D
M
x
·
·
=
t
o

( )
psi 94 , 3161
984 , 0
61 , 295 32
3
=
·
=
t


3
16
D
T
·
·
=
t
t

( )
psi 68 , 2529
984 , 0
473 16
3
=
·
=
t

Maka: ( )
2
2
max
2
t
o
t + |
.
|

\
|
=
x

( )
2
2
68 , 2529
2
94 , 3161
+
|
.
|

\
|
=
psi 08 , 2983 =
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
70
Karena t max ( 2983,08Psi ) < Ssyp ( 9434,67Psi )
maka perencanaan diameter poros II aman.
Perencanaan poros III sama dengan perencanaan poros I,Aman.

4.3. PERENCANAAN PASAK
a. Perencanaan pasak spline pada poros I
Data yang diketahui :
 Bahan pasak AISI 1050 CD ; Syp = 104000 psi ; N=3
 Diameter poros ( D ) = 0,9843 in ; T = 473 lbin.
 Jumlah spline ( n ) = 6 ( tabel 7-9 )
Dari tabel 7-9 diperoleh :
Lebar spline (W) = 0, 25. in
Tinggi spline (H) = 0,050 in
Diameter dalam spline = 0,76 in
 Gaya yang bekerja pada pasak
lb
nxD
T
Ft 23 , 160
9843 , 0 6
473 2 2
=
×
·
=
·
=
Panjang spline
L = b = 1,8 in ( panjang spline yang bekerja pada
roda gigi ). Panjang spline keseluruhan sama dengan panjang
poros.
 Pengecekan kekuatan pasak
Ditinjau dari tegangan geser
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
71
L = b = 1,8 in

A
F
s = t
Psi
A
F
s 07 , 356
8 , 1 . 250 , 0
23 , 160
= = = t
Ditinjau dari tegangan tekan / kompresi
L = Bb = 1,8 in

A
F
c = t
Psi
L H
F
c 33 , 1780
8 , 1 050 , 0 5 , 0
23 , 160
5 , 0
=
· ·
=
· ·
= t
Syarat perencanaan aman : t s dan tc < Ssyp
Dimana:
Ak
syp
Ssyp
·
=
58 , 0

Psi 67 , 20106
3
104000 58 , 0
=
·
=
karena ts dan tc < Ssyp maka perencanaan pasak aman.
b. Perencanaan pasak pada poros II
Type pasak pada poros II dipakai standard flat key.
Direncanakan bahan pasak AISI 1050 CD ; syp = 104000 psi ; Ak =
3. Dengan data :
 Diameter poros (D) = 0,984 in
 Tinggi pasak ( H ) = 0,123 in
 Lebar pasak ( W ) = 0,237 in
 Torsi maksimum ( T ) = 473 lbin
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
72
 Pengecekan kekuatan pasak ( L = b = 1,8 in )
Ditinjau dari tegangan geser

A
F
s = t
Psi
L W
F
s 59 , 2253
8 , 1 . 237 , 0
38 , 961
= =
·
= t
Ditinjau dari tegangan tekan / kompresi

A
F
c = t
Psi
L H
F
c 55 , 8684
8 , 1 123 , 0 5 , 0
38 , 961
5 , 0
=
· ·
=
· ·
= t
Syarat perencanaan aman : t s dan tc < Ssyp
Dimana:
Psi
AK
syp
Ssyp
20106
3
104000 58 , 0
58 , 0
=
×
=
×
=

Karena ts dan tc < Ssyp maka perencanaan pasak aman.
c. Perencanaan pasak pada poros III
Type pasak pada poros II dipakai standard flat key.
Direncanakan bahan pasak AISI 1050 CD ; syp = 104000 psi ; Ak =
3. Dengan data :
 Diameter poros (D) = 0,984 in
 Tinggi pasak ( H ) = 0,074 in
 Lebar pasak ( W ) = 0,246 in
 Torsi maksimum ( T ) = 1890 lbin
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
73
 Pengecekan kekuatan pasak ( L = b = 1,8 in )
Ditinjau dari tegangan geser

A
F
s = t
Psi
L W
F
s 89 , 1445
8 , 1 . 246 , 0
24 , 640
= =
·
= t
Ditinjau dari tegangan tekan / kompresi

A
F
c = t
Psi
L H
F
c 61 , 4806
8 , 1 074 , 0 5 , 0
24 , 640
5 , 0
=
· ·
=
· ·
= t
Syarat perencanaan aman : t s dan tc < Ssyp
Dimana:
Psi
AK
syp
Ssyp
67 , 20106
3
104000 58 , 0
58 , 0
=
×
=
×
=

Karena ts dan tc < Ssyp maka perencanaan pasak aman.




4.4. PERENCANAAN BANTALAN
4.5.1. Bantalan pada poros I
Data yang diketahui:
- Data perhitungan poros I
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
74
Kondisi RA (lb) RB (lb)
1 244,672 81,543
2 98,455 98,455
3 48,919 81,531
4 61,157 265,013

 Kecepatan putaran ( n ) = 4000 rpm
 Diameter poros ( D ) = 0,9843 in
 Fa (gaya aksial) = 0
 Fr = RB = 265,013 lb ( gaya terbesar )
 Bantalan yang digunakan jenis Double Row Notch Ball
Bearing dengan dimension series 32.
Data Dari tabel 9-2 didapat C = 3700 lb
 Mencari beban equivalen
P = Fs (x.v.Fr + Y.Fa)
Dimana: x = 1
v= 1,0 ( untuk ring dalam berputar )
Y = 0
Fs= 1 ( tabel 9-8, uniform and steady load )
P = 1 ( 1.1.265,013 + 0 )
=265,013 lb


Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
75
 Mencari umur bantalan
n P
C
L
b
. 60
10
6
10
·
|
.
|

\
|
= ( Jam )
Dimana: b = 3,0 (type bantalan bola)

4000 . 60
10
013 , 265
3700
6
3
10
· |
.
|

\
|
= L
= 11339,46 jam

4.5.2. Bantalan pada poros II
Data yang diketahui:
- Data perhitungan poros II
Kondisi I RH (lb) RI (lb)
I 147,805 147,805

 Kecepatan putaran ( n ) = 4000 rpm
 Diameter poros ( D ) = 0,984 in
 Fa ( gaya aksial ) = 0
 Fr = RI = 147,805 lb ( gaya terbesar )
 Bantalan yang digunakan jenis Double Roe Notch Ball
Bearing dengan dimension series 32.
Dari tabel 9-2 didapat C = 3700 lb
 Mencari beban equivalen
P = Fs ( x.v.Fr + Y.Fa )
Dimana: x = 0
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
76
v = 1,0 ( untuk ring dalam berputar )
Y = 0
Fs = 1 ( tabel 9-8, uniform and steady load )
P = 1( 1.1.147,805 + 0 )
= 147,805 lb
 Mencari umur bantalan
n P
C
h L
b
. 60
10
6
10
·
|
.
|

\
|
= (Jam)
Dimana: b = 3,0 (type bantalan bola)

4000 . 60
10
805 , 147
3700
6
3
10
· |
.
|

\
|
= h L
= 65362,18 jam

4.5.3. Bantalan pada poros III
Data yang diketahui:
- Data perhitungan poros I
Kondisi RA (lb) RB (lb)
1 244,672 81,543
2 98,455 98,455
3 48,919 81,531
4 61,157 265,013

 Kecepatan putaran ( n ) = 4000 rpm
 Diameter poros ( D ) = 0,9843 in
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
77
 Fa (gaya aksial) = 0
 Fr = RB = 265,013 lb ( gaya terbesar )
 Bantalan yang digunakan jenis Double Row Notch Ball
Bearing dengan dimension series 32.
Data Dari tabel 9-2 didapat C = 3700 lb
 Mencari beban equivalen
P = Fs (x.v.Fr + Y.Fa)
Dimana: x = 1
v= 1,0 ( untuk ring dalam berputar )
Y = 0
Fs= 1 ( tabel 9-8, uniform and steady load )
P = 1 ( 1.1.265,013 + 0 )
=265,013 lb


 Mencari umur bantalan
n P
C
L
b
. 60
10
6
10
·
|
.
|

\
|
= ( Jam )
Dimana: b = 3,0 (type bantalan bola)

4000 . 60
10
013 , 265
3700
6
3
10
· |
.
|

\
|
= L
= 11339,46 jam

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
78
4.5. PERENCANAAN PELUMASAN
Data yang diketahui:
 Putaran ( n
in
) = 4000 rpm
 Temperatur operasi = 150
o

F
 Diameter poros = 0,9843 in = 25 mm
 D . n = 25 . 4000
= 100000 ( dengan temperatur kerja 150
o
F )
 Minyak pelumas dengan viscositas 300 SUS pada temperatur 150
o
F.
Z = pt ( 0,22 SUS – 180 / SUS )
Dimana : Z = Viscositas absolut ( cp )
SUS = Saybolt Universal Seconds = 300
pt = Spesific gravity pada temperatur t
pt = p.60 – 0,00035 ( t – 60
o
)
p 60 = Spesific gravity pada 60
o
F = 0,89
t = temperatur test = 150
o
F
pt = 0,89. 60 – 0,00035 ( 150
o
– 60
o
) = 0,8585
Maka :
Z = 0,8585 ( 0,22 . 120 – 180 / 120 )
= 21,386 cp
 Viscositas absolut dalam reyns
u = 1,45.10
-7
. Z
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
79
= 21,38.10
-7
. 1,45
=31,001. 10
-7
reyns
 Dari grafik 8-13 dengan T = 150
o
F dan u = 31,001. 10
-7
reyns
didapat pelumas dengan SAE 20 sampai 50. Sistem pada pelumasan
menggunakan sistem rendam.


































Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
80

BAB V
KESIMPULAN

Dari hasil perhitungan diperoleh:
÷ N = 30 hp.
÷ nin = 4000 rpm.
÷ n1 = 1000 rpm.
÷ n2 = 2000 rpm.
÷ n3 = 4000 rpm.
÷ nreverse = 1000 rpm.
÷ Jarak poros = 8 in.
÷ Diametral pitch = 10

5.1.Roda Gigi.
÷ Diameter roda gigi 1 (d1) = 3,2 in.
÷ Diameter roda gigi 2 (d2) = 12,8 in.
÷ Diameter roda gigi 3 (d3) = 5,3 in.
÷ Diameter roda gigi 4 (d4) = 10,7 in.
÷ Diameter roda gigi 5 (d5) = 8 in.
÷ Diameter roda gigi 6 (d6) = 8 in.
÷ Diameter roda gigi 7 (d7) = 3,2 in.
÷ Diameter roda gigi 8 (d8) = 12,8 in.
÷ Diameter roda gigi 9 (d9) = 6,4 in.
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
81
5.2.Poros.
÷ Diameter Poros I = 0,9843 in
÷ Diameter Poros I = 0,9843 in
÷ Diameter Poros III = 0,9843 in

5.3.Pasak.
÷ Poros I (L) = 1,8 in.
(W) = 0,250 in.
(h) = 0,050 in.
÷ Poros II (L) = 1,8 in.
(W) = 0,237 in.
(h) = 0,123 in.
÷ Poros III (L) =1,8 in.
(W) = 0,246 in.
(h) = 0,074 in.

5.4.Bantalan.
÷ Poros I = Bearing bore (d) : 0,9843 in
Diameter Luar (D) : 2,0472 in
Lebar (b) : 1,8 in
÷ Poros II = Bearing bore (d) : 0,9843 in
Diameter Luar (D) : 2,0472 in
Lebar (b) : 1,8 in
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
82
÷ Poros III = Bearing bore (d) : 0,9843 in
Diameter Luar (D) : 2,0472 in
Lebar (b) : 1,8 in


5.5.Pelumasan.
Untuk pelumasan menggunakan SAE 20 sampai SAE 50
dengan sistem rendam.

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI - Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box

Tujuan dari penulisan ini adalah mentransmisikan daya dari putaran penggerak (motor listrik, turbin motor bensin, dll).

1.3. BATASAN MASALAH Dalam perencanaan gear box ini diperlukan elemen-elemen pendukung yang memiliki kekuatan tertentu sesuai dengan kebutuhan dengan besarnya daya yang dipindahkan. Masalah dari tugas ini adalah pada dimensi dari elemen yang mempengaruhi perencanaan sistem transmisi (gear box), diantaranya adalah: 1. Roda gigi. 2. Poros 3. Pasak 4. Bantalan. 5. Pelumasan

1.4. SISTEMATIKA PENULISAN Sistematika pembahasan pada tugas ini adalah sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN Berisi tentang latar belakang masalah, batasan

permasalahan dan sistematika penulisan. BAB II : TEORI PENUNJANG Berisi tentang teori penunjang yang digunakan dalam penyelesaian permasalahan-permasalahan pada tugas ini yaitu mengenai roda gigi, poros, pasak, bantalan dan pelumasan. BAB III : PERENCANAAN RODA GIGI (GEAR BOX)

2

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI - Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box

Berisi tentang gambar mengenai perencanaan sistem transmisi (gear box) BAB IV : PERANCANGAN POROS, PASAK, BANTALAN, DAN PELUMASAN Bab ini berisi tentang perhitungan perencanaan poros, perhitungan perencanaan pasak, perhitungan perencanaan bantalan, perhitungan perencanaan pelumas. BAB V : PENUTUP Berisi tentang kesimpulan hasil perencanaan eksperimen sistem transmisi (gear box).

3

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI - Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box

BAB II TEORI PENUNJANG

2.1 SISTEM TRANSMISI (RODA GIGI) Pada dasarnya sistem transmisi ( roda gigi ) merupakan suatu alat atau mekanisme mentransmisikan daya. Tranmisi daya dengan memakai sistem tranmisi ( RODA GIGI ), adalah pemindahan daya yang dapat memberikan putaran yang tetap maupun putaran yang berubah. Sehingga banyak dipergunakan pada bidang industri baik berskala besar maupun kecil. Dengan menggunakan sistem transmisi ini

menguntungkan, diantaranya: 1. Dapat dipakai untuk putaran tinggi maupun rendah. 2. Kemungkinan terjadinya slip kecil 3. Tidak menimbulkan kebisingan. Sedangkan sistem transmisi ( RODA GIGI ) tersebut memiliki bermacam macam jenis dan kegunaannya.

2.2 MACAM – MACAM SISTEM TRANSMISI (RODA GIGI) 2.2.1 RODA GIGI LURUS (SPUR GEAR) Roda gigi lurus harus dipakai untuk mentransmisikan daya dan gerak pada dua poros pararel. Dalam suatu rangkaian roda gigi berpasangan. PINION merupakan roda gigi penggerak dan GEAR merupakan roda gigi yang digerakkan.

4

Roda Gigi Lurus Persamaan yang digunakan pada spurs gear: a) Perbandingan kecepatan / ratio velocity ( rv ) D n 2 Nt1 d1   n 1 Nt 2 d 2 Dimana: rv = perbandingan percepatan n1.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . Nt2 = jumlah gigi (buah). d1 . C d1  d 2 2 Inch Dimana: C d = jarak poros antara dua roda gigi (inch).d2 b) = Diameter Roda gigi (mm). n2 = putaran roda gigi (rpm). = diameter roda gigi (inch). Nt1.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Gambar 2. Jarak poros antara dua roda gigi (C). 5 .1. c) Diametral Pitch (P).

8 P 1.25 P 0.6 P Tinggi gigi © 2.25 P 2.157 b  a  / P c  d  Tinggi kontak (d) 2 P 0.25 P Dedendum (b) 1.25 P 2 P 2 P 0.157 P 1 P 1.25 P celah 0. 6 . r  Dimana: r = radius pitch circle (in)  = sudut kontak (o) d 2 f) Kecepatan putaran roda gigi (Vp). Standart ukuran roda gigi:   14 1 P 1 2  20° 20° dipotong 25° Addendum (A) 1 P 1.8 P 1 P 1.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box P Nt d  JumlahGigi    Inchi   Dimana: Nt d d) Nama = jumlah gigi (buah).2 P e) Jari – jari base circle : Rb = r cos  . = diameter lingkaran pitch (inch).157 P 2 P 0.

T  63000 daya  lb    n  in   Gaya tangensial (Ft). Ft  33.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .000 N Vp Dimana: Ft = Gaya tangensial. Vp = kecepatan garis kontak n = putaran roda gigi (rpm)  Gaya Normal (Fn). N= daya.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box vp  πdn 12 Dimana: Vp D= N= g) = kecepetan putaran diameter roda gigi (inch). Fn  Ft cos  lb  Gaya Radial (Fr). meliputi: Torsi yang dipindahkan (T). putaran roda gigi (rpm). Fr  Fn  Sin 7 . Gaya – gaya pada roda gigi lurus.

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI - Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box

 Gaya Dinamis (Fd).

 600  Vp  Fd    Ft  600 

 Untuk 0 < Vp  2000 ft / menit

 1200  Vp)  Fd    Ft Untuk 2000 <Vp 4000 Ft/menit  1200 
 (78  Vp )  Fd   Ft  Untuk Vp > 4000 Ft/menit   78  

Dimana Fw  Fd dan Fb  Fd Dimana: Fd Vp Ft h) = beban dinamis ( lb ) = kecepatan putaran roda gigi ( Ft/menit ) = Gaya tangensial.

Menentukan lebar gigi ( b ).

b

Fd d .Q.k
2d 2 d1  d 2

Q

Dimana: b Fd d1 d2 Q k = = = = = = lebar gigi ( inchi ). beban dinamis ( lb ). diameter pinion. diameter gear. factor beban. factor beban terkecil.

8

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI - Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box

Syarat keamanan:

9 13 b p p

Gambar. 2.2. Distribusi Gaya-Gaya. Penjelasan distribusi gaya-gaya:  Gaya radial ( Fr ) = Gaya yang berimpit dengan jarijari.  Gaya tangensial = Gaya yang biasa disaebut sebagai garis singgung.  Gaya normal i) = Gaya yang tegak lurus bidang.

Menentukan baban ijin bending ( Fb ).
Fb  s0 .b. y p

9

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI - Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box

Dimana: y = faktor bentuk Lewis s = ketahanan permukaan ijin j) Koreksi Metode AGMA. Sad =
Sat  Ki Psi Kt x Kr

Dimana : Sad Sat Ki Kt Kr = = = = = Tegangan ijin max perencanaan ( Psi ) Tegangan ijin bahan ( Psi ) Faktor umur = 1 sembarang umum Faktor tempratur = 1 Faktor keamanan = 1,333

Tegangan yang pernah terjadi pada kaki gigi ( t ). t =
Ft  Ko  P  Ks  Km Kv  B  j

t = Ft = Ko = Ks Km Kv

Tegangan yang terjadi ( Psi ) Gaya tangensial ( lb ) Faktor koreksi beban lebih 1, 25 = = = Faktor koreksi ukuran = 1 Faktor koreksi distrubusi beban Faktor koreksi distribusi beban 10

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI - Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box

j P b

= = =

Faktor koreksi beban lebih 1, 25 diameter Pitch lebar gigi

Syarat keamanan; sad > t

2.2.2 RODA GIGI KERUCUT / KONIS ( BEVEL GEAR ) Roda gigi ini dipakai untuk memindahkan daya dengan kedudukan poros yang tidak pararel dan saling berpotongan, baik yang membentuk sudut 900 maupun yang lebih, Bevel gear ini paling baik untuk jenis roda gigi konis, karena yang memuat gigi memang sudah berbentuk konis, dan tidak berbentuk silindris. Type-type Bevel Gear: a). b). c). d). Straight bevel gear ( untuk putaran rendah, paling sederhana ) Zerol bevel gear ( memiliki gigi melengkung dengan spiral nol ) Spiral bevel gear. Hypoid bevel gear.

Keterangan: 1. Roda gigi konis dengan gigi lurus ( straight bevel gear ) adalah jenis bevel gear yang paling sederhana, dimana berdasarkan kenyataan bahwa giginya dipotong / dibuat lurus, mengecil ke dalam ( taper ). Perbandingan kecepatan untuk bevel gear adalah: 11

Jumlah gigi equivalent dapat dihitung dengan : 12 .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . maka: tan  = Ntg Ntp Ntp Ntg tan  = 2.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box rv = n driven n driver Sedang sudut antara kedua poros roda gigi adalah jumlah dari sudut pitch-nya: =+ Dimana:  = sudut poros  = sudut pitch gear  = sudut pitch pinion Sudut picth dapat dicari dengan rumus: Tan  = sin Σ (Ntp / Ntg)  cos Σ sin Σ (Ntg / Ntp) cos Σ tan  = Dengan demikian apabila sudut poros = 900.

Metode AGMA untuk perencanaan bevel gear. 6. 4.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Nt’g = Ntg . dan yang dipakai pada persamaan ini dicari pada pitch diameter rata-rata Diharapkan besarnya = Fb  Fd 5. Bahan dinamis untuk bevel gear. Q ' cos γ Fw = dp = diameter pitch diukur dari bagian belakang gigi Q = 2 N' tg N' tp  N' tg Dimana: N’tp dan N’tg = jumlah gigi eqivalent pada pinion dan gear. cos Γ Nt’p = Ntp cos γ Dimana: Nt’ = jumlah gigi equivalent Nt = jumlah gigi sebenarnya 3. k . Kecepatan pitch-line = Vp. Beban keausan ijin dapat memakai rumus: Estimasi beban keausan ijin dapat memakai rumus: dp .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . Faktor koreksi khusus bevel gear persamaanya adalah: 13 . Kekuatan gigi bevel.

j Dimana: t Ft = Tegangan yang terjadi sepanjang kontak gigi ( psi ) = Beban transmisi ( lb ) didasarkan pada harga diameter picth yang paling besar. = factor geometri.maka t  Sad. = lebar gigi.. = Faktor koreksi ukuran ( diambil dalam grafik ) = Koreksi distribusi beban.table 4 ) P Ks Km Kv b J = Diameter pitch. Km Kv . memakai grafik untuk spor gear. Tegangan maksimum untuk perencanaan menurut AGMA: 14 . Ko = Faktor koreksi beban lebih ( lihat table pada spurs gear….Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box t = Ft . ko .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . P . b . = Faktor dinamis. maka harga t harus lebih kecil atau sama dengan Sad ……. Ks . dilihat dari grafik untuk sudut tekan 20 0 dan 250 pada bevel gear dan gigi lurus. diambil harga yang palig besar. Kt = Faktor keamanan ( kepercayaan ) Dari dua persamaan diatas.

K l K t. C o .( psi ) = Faktor umur………………………… lihat pada spurs gear = Faktor temperatur……lihat cara mencari pada spor gear. C s . = Koefisien yang dipengaruhi oleh sifat elastis beban. Kr Dimana: Sad Sat Kl = Tegangan ijin maksimum perencanaan. C f Cv . Keausan Untuk perhitungan keausan. = faktor dinamis. C m . = Gaya tangensial yang terjadi / dipindahkan yang didasarkan pada harga diameter picth yang terbesar. = Tegangan ijin material . d . 7. b . = diameter pitch pinion diambil yang terbesar ( in ) 15 . I c = Cp . persamaan AGMA dapat dipakai sebagai dasar perhitungan Ft . Co Cv d = overload faktor.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .( psi ) . c Cp Ft = Tegangan kontak yang terjadi.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Sad = S at .

= faktor geometri. C T . CR    Dimana: Sac CL CH CT CR = Tegangan kontak ijin. Cv   126000 . Cs .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box b = lebar gigi. Cs Cm I Cf = faktor ukuran.  C . = Faktor umur = Faktor pengerasan = Faktor temperatur = Faktor keamanan. Co  C p . CH  c  Sac . C L . = Faktor distribusi beban. = faktor kondisi permukaan Setelah mencari harga c. C H  np . C R    Pac = 16 . I . Cf.  L  CT . kemudian harga ini harus memenuhi persyaratan. diukur pada lebar gigi yang bersentuhan dengan gigi pasanganya. Daya maksimum yang dapat dipindahkan bila didasarkan pada keausan dapat dicari dengan rumus:  Sad . b .

pada roda gigi miring dipakai untuk putaran tinggi ( > 3600 rpm ) dan pemindahaan daya besar serta masalah kebisingan tidak menjadi masalah.3. Roda Gigi Kerucut 2.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Gambar 2. RODA GIGI MIRING ( HELICAL GEAR ) Roda gigi miring dipakai untuk memindahkan daya yang kedudukan porosnya pararel maupun tidak pararel. 17 . Perbedaan secara umum dengan roda gigi lurus.3. Bearing bone yang dapat menahan beban tersebut sebaik beban radial.2.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . Rumus-rumus yang terdapat pada Helical Gear: a) Ukuran geometri pada Helical Gear  Normal circular pitch ( Pn ) adalah jarak antara dua titik pada gigi yang ada pada satu bidang yang tegak lurus terhadap sudut helix. Kerugian roda gigi ini adalah sudut HELIX yang menimbulkan beban frusit ( beban aksial terhadap poros ) sehingga harus memakai bantalan.

rc 18 . = jumlah gigi gear = diameter circle = normal diameter pitch P. Nte = Pn .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .p =  . 2 . Pn =  dan Pn = P cos φ b) Jumlah gigi equivalent Radius ellip Nc = d 2 cos 2 φ Jumlah gigi equivalent dapat dihitung dengan rumus.  Aksial picth ( Pa ) adalah jarak yang diukur dari bidang yang sejajar sumbu poros.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box  Transverse Circular pitch ( P ) adalah diukur pada bidang yang tegak lurus sumbu poros. cos  P = Nt d Dimana: P t d Pn = diameter pitch pada bidang yang tegak lurus sumbu poros. Pn . cos  = P . Pn Pa = P .

Km Kv . Kr 19 . dengan demikian. 2 d 2 cos 2 φ c) Beban dinamis pada helical gear Dapat diperkirakan dengan rumus : 78  Vp 78 Fd = Ft Dimana: Vp = pitch line velocity d) Tegangan bending pada helical gear Persamaan lewis : s. ko . y Kf .Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Dimana Pn = normal diameter pitch. b. b . = diameter pitch t Ft . Pn Fb = Dimana : Fb Pn = bidang normal. P . j = Sad = S at . K l K t. Nte = Pn .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . Ks .

Roda Gigi Miring 2.2. Ukuran dan persamaan: 20 . RODA GIGI CACING ( Worm Gear ) Fungsi roda gigi ini adalah untuk menstransmisikan daya pada poros yang paling tegak lurus dan sebagai reduser dengan perbandingan kecepatan yang besar.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Dimana: Ko Kv Km J = faktor beban lebih. Keuntungan dari Worm Gear adalah tidak timbulnya pukulan yang terjadi pada roda gigi yang lain.4. = faktor geometri Gambar 2.4.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . = faktor dinamis = faktor distribusi beban.

Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box  Persamaan kinematik yang penting pada Worm gear adalah : tan  = I Vpq  π .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . = sudut lead pada worm. dq  Kekuatan worm gear. = lead = Ntw x Paw = jumlah gigi atau ulir pada worm x axial pitch pada worm.875 dw   3 pq 2. dw  = pitch diameter worm Pencegahan besarnya dw menurut AGMA memakai rumusan berikut : C 0. = kecepatan pitch line pada worm. dw Vpw dimana: Vpq Vpw w I = kecepatan pitch line pada gear. Mencari kekuatan gigi pada gear yaitu: 21 .2 Dimana: pq = circular pitch pada gear dalam satuan inch perbandingan kecepatan : rv = wq Ntw l   ww Ntq π .

= lebar permukaan gigi. y.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Fb =  s. b  s. k’ Dimana: dq b k' = diameter pitch dari gear.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . 22 . = konstanta yang berkaitan dengan material serta ukuran dari roda gigi. b . P . Pn Pn Beban dinamis Beban dinamis dapat diperkirakan dengan memakai rumusan:  1200  Vpq  Fd =   Ft  1200  Dimana: Vpq = kecepatan pada pitch line dari gear dalam feet permenit Ft = Besarnya beban yang ditransmisikan besarnya daya yang bekerja diterima pada gear. y .  Beban keausan Rumus untuk mencari beban keausan: Fw = dq .

juga berfungsi sebagai pendukung. POROS ( SHAFT ) Poros adalah merupakan bagian / elemen dari mesin yang dalam penggunaannya dapat berfungsi sebagai poros yang meneruskan tenaga.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .3. 2. Beberapa definisi dari poros 1. poros penggerak kelep (cam-shaft) poros penghubung dan lainnya. Axle : adalah poros yang tetap dan mekanisme yang berputar pada poros tersebut. Shaft : adalah daya poros dari yang mesin ikut ke berputar mekanisme untuk yang memindahkan digerakkan. Roda Gigi Cacing 2. 23 .5.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Gambar 2.

biasanya dipakai pada dongkrak “jack” mobil. Poros Lurus 24 . Poros dapat dibedakan menjadi: a. Line shaft: (juga disebut “power transmission shaft”). dimana perputaran poros membentuk sudut dengan poros yang lainya. 6. 4. Fleksibel shaft: adalah poros yang juga berfungsi memindahkan daya dari dua mekanisme (antara motor dan mekanisme). Daya yang dipindahkan relatif rendah. 5. adalah suatu poros yang langsung berhubungan dengan mekanisme yang digerakkan dan berfungsi memindahkan daya dari penggerak ke mekanisme tersebut. Gambar 2. Poros Lurus yang berpenampang lingkaran berfungsi Sebatang logam memindahkan putaran atau mendukung beban.6.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . Beban yang didukung poros adalah puntir dan beban bending. Spindle : adalah poros yang pendek terdapat pada mesin perkakas dan mampu / sangat aman terhadap momen bending.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box 3. Jack shaft: adalah poros yang pendek.

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . 7.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box b. Persamaan yang digunakan pada poros bintang : a) Tegangan geser maksimum (  max )  max = 0. poros dihubungkan dengan roda gigi tanpa memakai pasak.5 x N Dimana: d MB T = diameter poros (inch) = momen bending yang diterima poros (lb. in) = momen torsi myang diterima poros 25 .5 x Syp Psi N Dimana:  max N Syp = = = tegangan geser maksimum ( Psi ) faktor keamanan yield posisi dari material b) Diameter poros d= 16 x M B2  T 2 Syp π x 0. Poros Bintang Sebatang logan yang berpenampang lingkaran dan terdapat sirip yang mempunyai bintang.

sproket. cam. Pasak datar standart ( standart flat key ) Pasak ini adalah jenis pasak yang yang sama dengan pasak datar segi empat. yang kira-kira sama dengan ¼ dari diameter poros. Pasak datar segi empat ( standart square key ) Type pasak ini adalah suatu type yang umumnya mempunyai dimensi ( w ) yaitu lebar dan tinggi ( H ) yang sama. Seperti roda gigi. juga digunakan untuk menjaga hubungan putaran relatif antara poros dari mesin dengan perlatan mesin yang lain. tetapi hanya disini tinggi pasak tidak sama dengan lebar pasak tetatp itngginya mempunyai dimensi yang tersendiri. disamping digunakan untuk menyambung. impeller. pulley. PASAK ( KEY ) Pasak adalah beagian dari elemen mesin. yang disambungkan dengan poros mesin tersebut. Pasak tirus (tapered keys) 26 .Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box 2. lebar pasak. b. panjang pasak tinggi pasak. Dimensinya adalah: W = L = H = c. flywheel.4.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . lever. Adapun macam-macam pasak: a.

Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Pasak ini biasanya digunakan untuk menghubungkan poros roda dimana poros sering direncanakan untuk menerima gaya kompresi apabila pasak ini terpasang secara tetap pada alur pasak diporos maupun diklopnya.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .7. d. Macam-macam Pasak 27 . Gambar 2. Pasak bidang lingkaran ( Woodruff Keys ) Pasak ini adalah salah satu pasak yang dibatasi oleh satu bidang datar pada bagian atas dan bidang bawah merupakan busur lingkaran ( semi circular ) hampir berupa setengah lingkaran. .

58 x Syp 28 .Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Persamaan yang digunakan pada pasak: a. D Dimana: F W L D = gaya pada pasak. L. D Ssyp = Dimana: Ssyp = 0. Gaya ( F ) F= 2T T = D D/2 Dimana: F T = besarnya gaya ( lb ) = besarnya torsi ( lb/in ) D = diameter poros ( in ) b.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . L. ( lb ) = lebar pasak ( in ) = panjang pasak ( in ) = diameter pasak ( in ) Syarat keamanan: 2xT W. Tegangan geser yang terjadi ( s ) s = 2xT F  A W.

Bantalan gelinding aksial. b. Bantalan rol bentuk bola. Persamaan yang digunakan pada bantalan: I. aksial. a. 2. BANTALAN ( BEARING ) Bantalan dibuat untuk menerima beban radial.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box N c. d.5. Bantalan gelinding dengan rol.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . c. Bantalan rol silinder. Bantalan rol tirus. Umur bantalan (L10) C L10 =    10 6 P b 29 . b. Bantalan gelinding dengan bola radial. Bantalan rol jarum. c. = faktor keamanan Tegangan kompresi yang timbul ( c ) c = 4xT syp  σc x Wd N 2. ataupun gabungan keduanya dan bantalan dapat dibedakan macamnya sebagai berikut: 1. Bantalan gelinding dengan bola radial dengan kotak penyudut. Bantalan gelinding bola radial : a.

10. 30 . konstanta radial faktor putaran konstanta aksial beban radial beban aksial = Fc . = umur bantalan ( jam ) beban dinamis ( lb ) beban equivalen ( lb ) konstanta tipe bantalan Beban equivalen (P) P Dimana: Fc = x v y = = = konstanta beban. Fy) + (yFa) } Fr = Fa = Beberapa bentalan dinetralisis seperti terlihat pada gambar 2. { (xv .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .9 Adapun jenis bantalan yang lain adalah bantalan rol silindris seperti yang ditujukan pada gambar 2.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Dimana: L10 = C = P = b II.

Rool lurus b.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . e. Rool kerucut bersudut enam. Rool aksial berbentuk bola. f.8. Jarum.6. Macam-macam bantalan Keterangan: a. 2. Rool aksial kerucut. c. TEORI DASAR PELUMASAN Perawatan roda gigi merupakan kelengkapan yang harus diberikan agar kondisi operasional roda gigi selalu berjalan dengan baik. Salah satu perawatan adalah dengan minyak pelumas pada bagian-bagian mesin yang bergerak. Tugas dari pemberian pelumas pada system trasmisi antara lain: 31 . d. Rool kerucut.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Gambar 2.

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . Ditinjau dari segi temperatur. maka viscositas minyak pelumas akan turun dengan demikian untuk pengoperasian selanjutnya minyak pelumas perlu diganti bila yang bergerak yang dapat menaikkan viscositasnya sudah terlalu rendah. bentuk serta kekasaran alur pelumasnya juga merupakan hal yamg penting untuk diperhatikan. Untuk mengurangi keausan yang terjadi akibat dari adanya gesekan antara dua bagian yang saling bergerak. Oleh karena itu dalam memilih cara pelumasan yang spesifik untuk problem yang ada. viskositas minyak pelumas dipengaruhi besarnya temperatur. Mengurangi kehilangan daya akibat adanya gaya gesek antara bagian-bagian temperatur.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box 1. 32 . Dalam pemilihan cara pelumasan agar mendapat hasil baik. Disamping itu pula tempat pelumasan. Mengurangi suara berderit pada bagian-bagian mesin yang saling bersentuhan. sangat perlu diperhatikan konstruksi dari elemen mesin yang akan dilumasi. tergantung dari berapa besar perhatian yang harus diberikan pada bantalan dan juga bagaimana pentingnya bantalan dalam suatu bagian dari system tersebut. 4. 2. kondisi kerja dan letak bantalan. Membawa kotoran atau geram yang dihasilkan akibat adanya gesekan. Semakin tinggi temperatur. 3.

tidak cukup menghasilkan lapisan film pelumas. aliran pelumasan tidak teratur. Macam macam pelumasan menurut bentuknya:  Pelumasan padat  Pelumasan semi padat. Pelumas cara ini biasanya dipakai bila tidak ada alternative cara lain yang dapat dipakai.  Pelumasan cair. B. Cara ini juga dapat dikontrol dengan mengatur posisi waktunya. hanya cukup berbahaya bagi bantalan apabila pelumasnya mengandung kotoran yang dapat menutup lubang katup sehingga aliran terhenti.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . Kekurangan dari metode ini adalah banyak terjadi kebocoran.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box A. dan juga kontinyuitas aliran dapat dipertahankan. tidak kontinyu. system ini tidak bekerja secara terus menerus. Cara ini juga lebih baik dari cara pelumasan tangan.  Pelumasan tetes ( Drop – Feed Oiler ): minyak diteteskan dengan jumlah yang teratur melalui sebuah katup jarum. sehingga kebutuhan pelumas sesaui dengan yang diinginkan. 33 .  Menurut caranya yang paling banyak dipakai adalah: Pelumasan tangan ( Hand Oiling ): dipakai untuk beban yang ringan dan kerja yang tidak kontinyu ( dilakukan oleh tangan ).

Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box  Pelumasan sumbu ( Weck – Feed Oiler ): pelumasan dengan menggunakan sumbu untuk menghisap minyak dan dicelupkan salah satu ujungnya kedalam reservoir pelumas dan ujung yang lainnya di kontak langsung dengan bantalan yang akan dilumasi. karena aliran pelumas dapat lebih kontinyu dan kontinyuitas aliran juga dapat di control. ini sangat tergantung terhadap bahan dan kontruksi sumbunya. Gambar 2. silinder motor yang mempunyai putaran tinggi. Cara ini lebih baik dari pada cara pelumasan tangan.9 Pelumasan Sumbu  Pelumasan percik dan celup ( Splash – Systems Oiled ): bila mesin menggunakan bagian-bagian yang berputar dan ada bantalan. Seperti pada poros 34 . dengan gaya kapiler pelumas terhisap dan diteruskan melalui sumbu kebantalan. minyak dari bak penampung dipercikkan dan biasanya digunakan dalam pelumasan torak.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . Cara ini banyak digunakan pada akhirakhir ini.10 pelumasan percik  Pelumasan cincin ( Ring – Oiled Bearing ): pelumasan ini menggunakan cincin atau rantai yang digantung pada poros dekat bantalan sehingga cincin ini ikut berputar bersama poros dan mengangkat minyak yang diperlukan dari bawah. baik untuk mekanisme putaran tinggi dan beban 35 . maka cara pelumasan ini sangat cocok untuk mekanisme yang mempunyai rumah kotak seperti.  Pelumasan pompa ( Pump Oiled ): cara ini bertujuan untuk memberikan pelumasan kebantalan atau bagianbagian yang perlu pelumasan dimana dari konstruksinya sulit dilaksanakan dengan cara-cara terdahulu. dalam hal ini diperlukan pompa untuk memompa pelumas kebagianbagian tersebut. Cara ini dipakai pada beban-beban sedang dan putaran relative tinggi. kotak roda gigi dengan mekanisme gigi-giginya. Gambar 2.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box engkol ( crank shaft ). roda gigi ( gear ).

 Pelumasan gravitasi: dari sebuah tangki diatas bantalan minyak dialirkan oleh gaya beratnya sendiri. Disini pompa digunakan untuk mengalirkan minyak ke bantalan karena letaknya sulit. Variabel utama dengan cara ini adalah tekanan yang dihasilkan dari pompa.Sus   Sus   Dimana : Z = Absolute viscositas ( cp ) t = Spesific gravity pada temperatur test ( t ) Kp = 1.45x107  Reynold 36 . dimana:   Z 1.45 x 10-7 Reynold  Jenis pelumas SAE ( Society American of Engineering ) Dengan mengetahuiviskositas absolut suatu pelumas dalam reynold.  Perencanaan viscositas absolut dari pelumas 180   Z  t  0. Panas akan dilepaskan.  Pelumasan rendam: sebagian dari komponen mesin direndam dalam minyak. Tujuan dari pelumasan adalah untuk mencari viscositas absolut dan mencari jenis pelumasan yang akan digunakan yaitu SAE. karena di reservoir dilakukan pendinginan.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box besar.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .22.

37 .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .D.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Dengan menggunakan figure 8-13 ( A.426 ) dimana ( temperature test of ) maka diperoleh jenis minyak pelumas SAE tertentu. Deutschman hal.

Perencanaan roda 1 dan 2 (Perhitungan tingkat kecepatan 1) Dengan data-data sebagai berikut:     Daya motor ( N ) Putaran input ( ninp ) Putaran output ( n1 ) Asumsi : = 30 hp = 4000 rpm = 1000 rpm = 25 full depth .Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box BAB III PERENCANAAN RODA GIGI 3. a. perbandingan kecepatan (rv).8 in 8 d1  d 2  Jadi: d1 = 3.1. ( sudut kontak ) .2  d 2 d 2  12.C ( arak poros I dan II ) = 8 in . rv  nout 1000 1   nin 4000 4 = 10  1000 d1   4d 1  d 2 4000 d 2 b.2 in d2 = 12. 2 16  3.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . Karena jarak sumbu poros © = 8 in.P ( diametral pitch ) Menentukan diameter roda gigi 1 & 2.2 in 8 .8 in 38 . maka : c d1  d 2  2 16  d 1  4d 1 d 1  3.

82 in 2 2 rb2 = r2 .225 in P P 1 Diameter Addendum  d1  2    3.rb2) rb1 = r1 .8  2 0.2 in P 10 2. Jari jari base circle (rb1.125 in p 10 0.2  2 0.8 = 128 gigi d.55 in P e. d1 = 10.25 1. cos   39 .25 2.2  2 0.45 in  P  1 Diameter Addendum  d 2  2    12. d2 = 10.25 0.45 2 2 d2 12. cos 25  . cos   d1 3.91  5. Menentukan addendum dan dedendum untuk  = 25 full depth 1 1   0.8  2 0.125  1.2 = 32 gigi Nt2 = P. 3.1  3.2 .1 in P 10 1.25 Celah    0.125  12.8 cos 25  0.91  1.025 in P 10 2 2 Tinggi Kontak    0. maka : P Nt d  Nt1 = P.25 Tinggi Gigi    0. Menentukan jumlah gigi Karena diametral pitch (P) = 10.25 Dedendum    0.0. 12.4 in P  1.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box c.1  13 in P Addendum  1 Diameter Dedendum  d 2  2    12.25  Diameter Dedendum  d1  2    3.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .

61 lb Vp 3349 Ft2 = Ft1 (arahnya berlawanan)  Gaya normal (Fn) Fn1  Ft1 295. T2 = 63000.4000  33489 ft menit 12 g.14.17 lb cos  cos 25 Fn2 = Fn1 (arahnya berlawanan)  Gaya radial (Fr) 40 .3. in (roda gigi 2) 1000 Gaya tangensial ( Ft ) Ft1  33000  N 33000  30   295. in (roda gigi 1) 4000 T1 = 63000.2. gaya roda gigi 2 N n 30 = 472.  30 = 1890 lb .nin 12  3. Kecepatan keliling (Vp) Vp   .61   326. Perhitungan gaya gaya yang terjadi pada roda gigi 1 & 2 gaya roda gigi 1 T = 63025.d1 .Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box f.5 lb.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .

k 2.b.664 sin 25 = 163.9 < 1.11 Maka: b = b  1120.8 Dimana: Q  k = 200 (Steel BHN 275) Tabel 10.2 41 .2  1.61 lb 1200 h.6  200 Cek lebar gigi : 9 13 b P P karena 0.2 Y2 = 0.Ft 1200 1200  3349   295. Y P Dimana : Y1 = 0.09 < 1. i.61  1.3 maka lebar gigi aman.8   1.433 ( untuk Nt = 32 gigi ) table 10.sin  = 386.12.61  1120.d 2 2.q. Menentukan lebar gigi b Fd d1 .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .09 in 3.530 ( untuk Nt = 128 gigi ) table 10. Mencari beban ijin bending (Fb) : Fb  So.6 d1  d 2 3  12.559 lb Fr2 = Fr1 (arahnya berlawanan)  Gaya dinamis (Fd) Untuk 2000 < vp  4000 ft menit Fd  1200  vp .Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Fr1 = Fn1.

33 ) Tegangan yang terjadi  1 Ft . 0. Pemeriksaan tegangan ijin maksimum perencanaan Sad  Sat.1.b. 1.P.1  65139.33 ( normal design.25 ( table 10.530  1444.5 ) 42 .09 .433  1179.K R Dimana : K1 : 1( umur tidak pasti ) KT : 1 ( temperatur pelumasan kurang dari 250F ) KR : 1.4 ) Ks = 1 ( spur gear ) Km = 1. Untuk gear Fb2 = 25000 .25 psi 10 Karena Fb1 > Fd dan Fb2 > Fd. j Dimana : Ko = 1.93 psi 10 0.7) Maka : Sad  39380.K1 K T . table 10.85 psi 1(1.3 ( table 10. 1.20% WTQ mempunyai So = 25000 psi (BHN250) table 10.Km Kv.Ks.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .3 Untuk pinion Fb1 = 25000 .09 . maka perencanaan roda gigi aman j.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Bahan cast steel (low carbon) 0.10 ) Sat : 39380 psi (Tabel 10.Ko.

Perencanaan roda 3 dan 4 (Perhitungan tingkat kecepatan II) Dengan data-data sebagai berikut:  Daya motor ( N )  Putaran input ( ninp )  Putaran output ( n1 )  Asumsi : = 30 hp = 4000 rpm = 2000 rpm = 25 full depth .09 ) ( 0. ( sudut kontak ) .P ( diametral pitch ) = 10 Menentukan diameter roda gigi 3 & 4.36 ( Grafik 10. 3.22 ) Maka: Kv  50 50  Vp  50  0.85 psi ).3 )  26612.91) (1.46 ) (1.2.1. a.25 ) (10 ) (1. rv  nout 2000 1   nin 4000 2 43 .5 psi ( 0.5 psi ) < Sad ( 65139.36 ) Karena 1 ( 26612.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . maka perencanaan roda gigi aman.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box J = 0.46 50  3349 Maka: 1 ( 295.C ( jarak poros II dan III ) = 8 in . perbandingan kecepatan (rv).

1  10.1  5.7  2 0.7 in c.5 in P  1.9 in P 1 Diameter Dedendum  d 4  2    10.3 in c d 3  d 4  8 .402 in 2 2 . d2 = 10.3  2 0.rb2) rb3 = r3 .7 in 8 d 3  d 4  Jadi: d3 = 5.125  10. 10.7 = 107 gigi d. Karena jarak sumbu poros © =8 in.3  2 0. Menentukan jumlah gigi Bila diametral pitch (P) = 10.3 cos 25  cos 25  2.7  2 0. 5. Menentukan addendum dan dedendum untuk  = 25 full depth 1 Diameter Addendum  d 3  2    5. Jari jari base circle (rb1. 44 .25  Diameter Dedendum  d 3  2    5. maka : P Nt d  Nt1 = P.05 in  P  1 Diameter Addendum  d 4  2    10. 2 16  5. maka : 2 16  d 3  2d 3 d 3  5.3 = 53 gigi Nt2 = P.3  d 4 d 4  10. cos   d3 5.125  5. d1 = 10.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .45 in P e.3 in d4 = 10.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box  d3  2d 3  d 4 d4 b.

Perhitungan gaya gaya yang terjadi pada roda gigi 3 & 4 T = 63000. N n 30 = 472.38 lb . Vp   .69 lb.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .22 lb Fr4 = Fr3 (arahnya berlawanan) 45 .4000  5547. in (roda gigi 4) 2000 T3 = 63000.849 in 2 2 f.91 sin 25 = 83.46   196.91 lb cos  cos 25 Fn4 = Fn3 (arahnya berlawanan)  Gaya radial (Fr) Fr3 = Fn3 sin  = 196. in (roda gigi 3) 4000 30 = 945.7 cos 25  cos 25  4.5.33 Ft4 = Ft3 (arahnya berlawanan)  Gaya normal (Fn) Fn3  Ft 3 178.14.nin 12  3.46 lb Vp 5547. T4 = 63000.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box rb4 = r4 .3. Kecepatan keliling (Vp). cos   d4 10.  Gaya tangensial (Ft) Ft 3  33000  N 33000  30   178.d 3 .33 ft menit 12 g.

i.3. 0.481 ( untuk Nt = 53 gigi ) Y4 = 0.34 in d 3  d 4 5.43 lb 78 78  vp h.96 .4 psi 10 46 .7   1.20% WTQ mempunyai So = 25000 psi (BHN 250) table 10.87  0.34  51 Cek lebar gigi : 9 13 b P P karena 0.q.10. b Fd d 3 .d 4 2. 0.3 .33   178. Mencari beban ijin bending (Fb) : Fb  So.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box  Gaya dinamis (Fd) Fd  .7 Dimana: Q  k = 51 ( BHN Steel 150) Tabel 10.523 ( untuk Nt = 107 gigi ) Bahan cast steel (low carbon) 0.Ft 78 78  5547.481  1154.96 in 5.9 < 1.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .k 2.11 Maka: b  348.3  10.46  948. maka lebar gigi dinyatakan aman.Untuk pinion Fb3 = 25000 . Dimana : Y P Y3 = 0.b. Menentukan lebar gigi.22 < 1.3  1.

7) Maka: Sad  39380.402 47 . 0.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box - Untuk gear Fb4 = 25000 .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . Pemeriksaan tegangan ijin maksimum perencanaan Sad  Sat.33  0.33 Tegangan yang terjadi  1 Dimana : Ft .47 ( figure 10. j Ko = 1.1.Ko. maka perencanaan roda gigi aman.P.Ks.1 ( table 10.25 ( table 10.8 psi 10 Karena Fb3 > Fd dan Fb4 > Fd.96 .b.K L K T .1.K R Dimana : KL : 1. table 10.93 psi 1.1  32569.33 ( normal design.532  1276.5 ) J = 0. 0.22 ) Maka: Kv  50 50  Vp  50 50  5547.10 ) Sat : 39380 psi (Tabel 10.Km Kv.3 ( table 10. j.8 ) KT : 1 ( temperatur pelumasan kurang dari 250F ) KR : 1.4 ) Ks = 1 ( spur gear ) Km = 1.

 ( sudut kontak ) .93).96. maka : 48 .0.18 psi 0.47 Karena 1 (15988. perbandingan kecepatan (rv).46 ) (1.P ( diametral pitch ) Menentukan diameter roda gigi 3 & 4.3.402. Perencanaan roda 5 dan 6 (Perhitungan tingkat kecepatan III) Dengan data-data sebagai berikut:  Daya motor ( N )  Putaran input ( ninp )  Putaran output ( n3 )  Asumsi : = 30 hp = 4000 rpm = 4000 rpm = 25 full depth = 8 in = 10 . maka perencanaan roda gigi aman.18) < Sad (32569.C ( jarak poros ) .25 ) (10 ) (1) (1.0. Karena jarak sumbu poros © = 8 in.3 )  15988. rv  nout 4000 1   nin 4000 1 d5  d5  d6 d6 b. a. 3.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Maka: 1 (178.

Kecepatan keliling (Vp).75 in  P  1 Diameter Addendum  d 6  2    8  2 0.125  7. cos = r6 cos 25  f.1  8.2 in P 1 Diameter Dedendum  d 6  2    8  2 0.8 = 80 gigi Nt2 = P. Menentukan jumlah gigi Bila diametral pitch (P) = 10. d6 = 10. d5 = 10.14. Jari jari base circle (rb5.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .75 in P e.4000  8373.1  8.63 in 2 2 d5 8 cos 25  cos 25  3.25  Diameter Dedendum  d 5  2    8  2 0. cos = r5 cos 25  d5 8 cos 25  cos 25  3.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box 2 16  d 5  d 6 Jadi: d5 = 8 in d6 = 8 in c d 5  d 6  8 c. 8 = 80 gigi d. 1 Diameter Addendum  d 5  2    8  2 0. maka : P Nt  d Nt1 = P.33 ft menit 12 49 .8. Vp   .d 5 .nin 12  3.125  7. Menentukan addendum dan dedendum untuk  = 25 full depth.2 in P  1.rb6) rb5 = r5 .63 in 2 2 rb6 = r6 .

in (roda gigi 6) 4000 Gaya tangensial (Ft) Ft 5  33000  N 33000  30   118. Perhitungan gaya gaya yang terjadi pada roda gigi 5 & 6 T = 63000.  30 = 472.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box g.45 lb cos  cos 25 Fn6 = Fn5 (arahnya berlawanan)  Gaya radial (Fr) Fr5 = Fn5.93 lb 78 50 . N n 30 = 472.33   118.13 lb Fr6 = Fr5 (arahnya berlawanan)  Gaya dinamis (Fd) Untuk vp > 4000 ft menit Fd  78  vp .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .Ft 78 78  8373.sin  = 130.69 lb.23  256.23   130.45 sin 25 = 55.33 Ft6 = Ft5 (arahnya berlawanan)  Gaya normal (Fn) Fn5  Ft 5 118.69 lb . in (roda gigi 5) 4000 T5 = 63000. T6 = 63000.23 lb Vp 8373.

3 Untuk pinion Fb5 = 25000 .d 6 2.07 .509 ( untuk Nt = 80 gigi ) Bahan cast steel (low carbon) 0.20% WTQ mempunyai So = 25000 psi (BHN 250) table 10.b.509  1361.07 < 1.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . 51 .58 psi 10 Karena Fb5 > Fd dan Fb6 > Fd. Mencari beban ijin bending (Fb) : Fb  So.509 ( untuk Nt = 80 gigi ) Y6 = 0.3 maka lebar gigi dinyatakan aman.58 psi 10 0.8  1 d5  d6 8  8 Dimana: Q  k = 30 ( Steel BHN 150 ) Tabel 10.07 .93  1. 1. Untuk gear Fb6 == 25000 .509  1361.q. 0.07 in 8  1  30 9 13 b P P Cek lebar gigi : karena 0. Menentukan lebar gigi. b Fd d 5 . Dimana : Y P Y5 = 0.11 Maka: b  256. i. 1.9 < 1. maka perencanaan roda gigi aman.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box h.k 2.

4 ) Ks = 1 ( spur gear ) Km = 1.Ko.1. j Dimana : Ko = 1.1  32569.33( normal design.K R Dimana : KL : 1.P.1 KT : 1 ( temperatur pelumasan kurang dari 250F ) KR : 1.23.b. Pemeriksaan tegangan ijin maksimum perencanaan Sad  Sat.1.K L K T .Km Kv.93 psi 1.0.25 ( table 10.1.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box j.5 ) J Maka: = 0.3  11400.35.22) Kv  50 50  Vp  50 50  8373. table 10.33 Tegangan yang terjadi  1 Ft .45 52 .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .1.33  0.7) Maka : Sad  39380.07.25.31 psi 0.1.35 Maka: 1 118.45 (figure 10.Ks.10.1.10 ) Sat : 39380 psi (Tabel 10.3 ( table 10.

2 16  3.31) < Sad ( 32569.8 in c d 7  d 9  8 1 d 8  .2  d 9 d 9  12.P ( diameter pitch ) Menentukan diameter roda gigi 7 & 8 a. 3. ( sudut kontak ) . rv  nrevers 1000 1   nin 4000 4  d8  d 9  4d 8 d9 b.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . maka perencanaan roda gigi aman. Karena jarak sumbu poros c = 6 in.4. perbandingan kecepatan (rv).C ( jarak poros ) .4 in 53 . Perencanaan roda 7.12. maka : 2 16  d 7  4d 7 d 7  3.2 in c d 7  d 8  8 .8 2 d 8  6.8 dan 9 (Perhitungan tingkat kecepatan reverse) Dengan data-data sebagai berikut:  Daya motor ( N )  Putaran input ( ninp )  Putaran output ( nr ) = 30 hp = 4000 rpm = 1000 rpm = 25 full depth = 8 in = 10  Asumsi : .Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Karena 1 (11400.93 ).

2.25  Diameter Dedendum  d 7.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .8 in 2 2 rb8 = r8 .Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box c.12.14. d7 = 10.4 = 64 gigi = 10.1  6.3. maka : P Nt  d Nt7 = P.125  6. Menentukan jumlah gigi Bila diametral pitch (P) = 10.125  2.4  2 0.2  2 0.2 cos 25  cos 25  1.9 in 2 2 d9 12.8  2    3. d9 = 10.45 in 2 2 d8 6.1  3.95 in  P  1 Diameter Addendum  d 9  2    6. Jari jari base circle (rb7.8 . d8 Nt9 = P.8  2    3. Menentukan addendum dan dedendum untuk  = 25 full depth 1 Diameter Addendum  d 7. Vp   .2  2 0.6.2 = 32 gigi Nt8 = P.8 = 128 gigi d.8 cos 25  cos 25  5.4  2 0.nin 12  3. cos   rb9 = r9 .4 cos 25  cos 25  2.4000  3349 ft menit 12 54 .rb9) rb7 = r7 . cos   f.15 in P e. Kecepatan keliling (Vp).3.8.6 in P 1 Diameter Dedendum  d 9  2    6.4 in P  1. cos   d7 3.d 7.

33 ft menit 12 g.85 lb Fr9 = Fr7.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Vp   .8 ( arahnya berlawanan )  Gaya normal ( Fn ) Fn 7.8  Ft 7.8 & 9 T = 63000. Perhitungan gaya gaya yang terjadi pada roda gigi 7.8 295.12.8 ( arahnya berlawanan )  Gaya radial ( Fr ) Fr7. in ( roda gigi 7 & 8 ) 4000 T7.75lb .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .61 lb Vp 3349 Ft9 = Ft7.17 lb cos  cos 25 Fn9 = Fn7.8 = Fn sin  = 326.8 = 63000.61   326.8. in ( roda gigi 9 ) 1000 Gaya tangensial ( Ft ) Ft 7.14.8 ( arahnya berlawanan )  Gaya dinamis ( Fd ) Untuk 2000 < V p  4000 ft menit 55 .17 sin 25 = 137.nin 12  3. N n 30 = 472.d 9 .4000  3349.  30 = 1890. T9 = 63000.69 lb.8  33000  N 33000  30   295.

8 Dimana: Q  k = 200 (Steel BHN 275) Tabel 10. Mencari beban ijin bending ( Fb ) : Fb  So.3 Untuk pinion Fb7 = 25000 .q. 0.09 .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . i.93 psi 10 56 .Ft 1200 1200  3349  .8  1.530 (untuk Nt = 128 gigi) Bahan cast steel (low carbon) 0.b.09 < 1.09 in 3.2  12.495 (untuk Nt = 64 gigi) Y9 = 0.61  1120. Menentukan lebar gigi.6  200 Cek lebar gigi : 9 13 b P P karena 0.3 maka lebar gigi dinyatakan aman.433 (untuk Nt = 32 gigi) Y8 = 0.61 lb 1200 h.295.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Fd  1200  vp .12.9 < 1.d 9 2.20% WTQ mempunyai So = 25000 psi (BHN 250) table 10.k 2. 1.2  1.61  1.6 in d 7. Y P Dimana : Y7 = 0.433  1179. b Fd d 7 .11 Maka: b  1120.8  d 9 3.

Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box .8) KT : 1 ( temperatur pelumasan kurang dari 250F) KR : 1. table 10.1.46 57 . j Ko = 1.495  1348.25 ( table 10.4 ) Ks = 1 (spur gear) Km = 1.350  1444.1. Karena Fb5 > Fd dan Fb6 > Fd.22) Kv  50 50  Vp  50 50  3349  0.09 .88 psi 10 0.Km Kv.93 psi 1.K l K T .1  32569.36 (figure 10.3 ( table 10. Pemeriksaan tegangan ijin maksimum perencanaan Sad  Sat. 0.P. 1.10 ) Sat : 39380 psi (Tabel 10.Untuk gear Fb8 = 25000 .7) Maka : Sad  39380.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .Ko.5 ) J = 0.Ks.33 ( normal design.09 . maka perencanaan roda gigi aman j. 1.33 Tegangan yang terjadi  1 Dimana : Ft .25 psi 10 Fb9 = 25000 .K R Dimana : KL : 1.1 (table 10.b.

93 ).25.61.5 psi 0. maka perencanaan roda gigi aman.1. 58 .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .0.3  26612.1.46.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Maka: 1 295.36 Karena 1 ( 26612.1.1.10.09.5 ) < Sad ( 32569.

Ft 7 = Ft8 = 295.91 lb Fn5 = Fn6 = 130.46 lb c. Ft1 = Ft2 = 295. PASAK.1.45 lb Fn7 = Fn8 = 326. Perencanaan poros I Data yang diketahui:  Daya input ( Nin ) = 30 hp  Putaran input ( nin ) = 4000 rpm  Sudut kontak (  )  Gaya yang terjadi a.1. Ft 5 = Ft 6 = 118.in = 25o full depth Fr1 = Fr2 = 137.17 lb Fn3 = Fn4 = 196.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . Ft 3 = Ft 4 = 178.17 lb 4.13 lb Fr7 = Fr8 = 137.85 lb Fn1 = Fn2 = 326.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box BAB IV PERENCANAAN POROS. BANTALAN DAN PELUMASAN 4.1.61 lb T = 473 lb.23 lb d. Perencanaan poros I kondisi 1 RBH C RAH A RAV 4 in Fr1 Fn1 12 in Ft1 RB B RBV RA 59 .61 lb b.22 lb Fr5 = Fr6 = 55.85 lb Fr3 = Fr4 = 83.

627 lb  Momen bending yang terjadi pada poros daerah AC MC = 244.in 978.543 = 244. AC – RB.17  4   81. AB = 0 RB  Fn1  AC 326.in lbin Diagram momen poros I kondisi 1 60 .17 – 81.508 lb.508 lb.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . 4 = 978.627 .Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box  Analisa momen bending Fn1 A RA 4 in C 12 in B RB Reaksi di A dan B  MA = 0 Fn1.543 lb 16 16 v=0 RA – Fn1 + RB =0 RA = Fn1 – RB = 326.

AD – RB. Perencanaan poros I kondisi 2 RBH B D RAH A Fr3 RAV 8 in RB Fn3 8 in Ft3 RBV RA  Analisa momen bending Fn3 A RA 8 in D 8 in B RB Reaksi di A dan B  MA = 0 Fn3.455 lb 16 16 v=0 RA – Fn3 + RB = 0 RA = Fn3 – RB = 196.455 = 98. AB = 0 RB  Fn3  AD 196.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box 4.91 – 98.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .2.8   98.1.91.455 lb 61 .

Perencanaan poros I kondisi 3 RB H B RB V E RA H A RA V Fr5 Fn5 Ft R B 6 in R A 10 in 5  Analisa momen bending Fn5 A RA 10 in E 6 in B RB 62 .64 lbin 787.3.455 .AD=98.64 lbin Diagram momen poros I kondisi 2 4.1. 8 = 787.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box  Momen bending yang terjadi pada poros daerah AD MD = RA.

4.45 – 81. AB = 0 RB  Fn5  8 130. AE – RB.919 lb  Momen bending yang terjadi pada poros daerah AE ME=RA.531 = 48.10   81.919.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Reaksi di A dan B  MA = 0 Fn5.531 lb AB 16 v=0 RA – Fn5 + RB = 0 RA = Fn5 – RB = 130. Perencanaan poros I kondisi 4 RB F Fr RA H H B RB V R B Fn 7 A RA V 7 Ft7 43 in R A 13 in 63 .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .1.45.AE = 48.10 = 489.19 lbin Diagram momen poros I kondisi 3 4.19 lbin 489.

013 lb AB 16 v=0 RA – Fn7 + RB = 0 RA = Fn7 – RB = 326. AB = 0 RB  Fn 7  AF 326.17  13   265.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box  Analisa momen bending Fn9 A RA 13 in F 3 in B RB Reaksi di A dan B  MA = 0 Fn7.in Diagram momen poros I kondisi 4 64 .157 lb  Momen bending yang terjadi pada poros daerah AF MF =RA. 13 = 795.AF = 61.157 .17 – 265.041 lb.in 795.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .013 = 61.041 lb. AF – RB.

64 lbin ( MD ) Kondisi 3: 489.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Perencanaan diameter poros I Momen yang terjadi : Kondisi 1: 978.84 in Dengan memperhitungkan ukuran bantalan yang tersedia maka diameter poros diambil 0.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .58  Syp Mb max 2  T 2 978.17 lbin ( ME ) Kondisi 4: 795.5082  4732 3 16  3.  Pengecekan kekuatan poros  Tegangan geser yang terjadi maximum yang diijinkan dari bahan (Ssyp) 65 .041 lbin ( MF ) Dimana: M max = 978.58  61000 D  0.  max  0.75.58Syp 16  N D 3 Mb max 2  T 2 Diameter poros D3 16  N   0.000 psi ( tabel A-2 Apendix A ) dengan angka keamanan.508 lbin ( MD ) T = 473 lb.14  0. N = 3.9843 in ( 25mm ).508 lbin ( MC ) Kondisi 2: 787.in Bahan poros yang digunakan adalah AISI 1045 N dengan Syp = 61.75 3.

58  Syp N 0.9843  10466.45  2     2529.45 Psi   Maka: 16  T   D3 16  473   0. 66 .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .508   0.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Ssyp   0.57 Psi ) < Ssyp ( 9434.9843  2529.57 Psi ) maka perencanaan diameter poros I aman.67 psi 3.57 Psi 2   2 Karena  max ( 5812.75  Tegangan geser yang terjadi pada poros (  max )  max     x   2  2  2 x  Dimana:  32  M   D3 32  978.58  61000  9434.68  5812.68 Psi  max   2   x      2  2  10466.

4 = 0 2 in RI  Fn8  2 295. Fn8 H RHH J I RIH 2 in  MA = 0 Fn8.805 lb 4 4 v=0 RH . 2 – RI.2.805= 147.61 – 147.61  2   147. Perencanaan poros II Gaya yang terjadi Ft8 Fr8 = 295.17 lb = 473 lb RIH J RHH H RHV 2in 2in n in I RIV  Analisa momen bending.805 lb 67 .Ft8+ RI= 0 RH=Ft8 – RI= 295.61 lb = 137.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box 4.85 lb Fn8 T = 326.

75.58  61000 D  0. HJ = 147.67 in Dengan memperhitungkan ukuran bantalan yang tersedia maka diameter poros diambil 0.58  Syp 16  N   D3 Mb max 2  T 2 Diameter poros D3 16  N   0.984 (25 mm). 68 .Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box  Momen gaya: MJ = RH.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .in T = 473 lb.000 psi ( tabel A-2 Apendix A ) dengan angka keamanan.61 lb.in Bahan poros yang digunakan adalah AISI 1045 N dengan Syp = 61. N = 3.805 . Perencanaan diameter poros II: Dimana :M max = 295.61 lbin Diagram momen poros II. 2 = 295.612  4732 3 16  3.58  Syp Mb max 2  T 2 295.61 lb 295. a.75   0.  max  0.

58  61000  9434.08 psi 69 .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .94  2     2529.58  Syp N   0.9843  max 16  473  2529.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box  Pengecekan kekuatan poros  Tegangan geser yang terjadi maximum yang diijinkan dari bahan (Ss) Ssyp  0.9843 32  295.94 psi   16  T   D3  0.75 Tegangan geser yang terjadi pada poros ( max)  max     x   2  2  2 Dimana:  x   32  M   D3  0.61  3161.68 psi Maka:   2   x      2  2  3161.68  2  2  2983.67 psi 3.

9843 Panjang spline L = b = 1.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Karena  max ( 2983. in = 0.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .Aman.3.67Psi ) maka perencanaan diameter poros II aman. N=3 Diameter poros ( D ) = 0. 4.050 in = 0.76 in . PERENCANAAN PASAK a. Ft  2 T 2  473   160.9843 in Jumlah spline ( n ) = 6 ( tabel 7-9 ) Dari tabel 7-9 diperoleh : Lebar spline (W) Tinggi spline (H) Diameter dalam spline  Gaya yang bekerja pada pasak = 0.08Psi ) < Ssyp ( 9434. 25.  Pengecekan kekuatan pasak Ditinjau dari tegangan geser 70 . Perencanaan poros III sama dengan perencanaan poros I. T = 473 lbin. Syp = 104000 psi . Panjang spline keseluruhan sama dengan panjang poros. Perencanaan pasak spline pada poros I Data yang diketahui :    Bahan pasak AISI 1050 CD .8 in ( panjang spline yang bekerja pada roda gigi ).23 lb nxD 6  0.

07 Psi A 0.8 c  Syarat perencanaan aman :  s dan c < Ssyp Dimana: Ssyp  0.67 Psi 3  karena s dan c < Ssyp maka perencanaan pasak aman.23   356. Perencanaan pasak pada poros II Type pasak pada poros II dipakai standard flat key. syp = 104000 psi .58  syp Ak 0. b.58  104000  20106.8 in c  F A F 160.8 in s  F A F 160.237 in  Torsi maksimum ( T ) = 473 lbin 71 . Direncanakan bahan pasak AISI 1050 CD .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box L = b = 1. Dengan data :  Diameter poros (D)  Tinggi pasak ( H )  Lebar pasak ( W ) = 0.8 s  Ditinjau dari tegangan tekan / kompresi L = Bb = 1. Ak = 3.33 Psi 0.1.23   1780.250.123 in = 0.5  0.050  1.5  H  L 0.984 in = 0.

58  syp AK 0.1.38   8684.8 in ) Ditinjau dari tegangan geser s  F A F 961. Direncanakan bahan pasak AISI 1050 CD . c.8 c  Syarat perencanaan aman :  s dan c < Ssyp Ssyp  Dimana: 0. Dengan data :  Diameter poros (D)  Tinggi pasak ( H )  Lebar pasak ( W ) = 0.5  0.237. syp = 104000 psi .123  1.55 Psi 0.984 in = 0.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .58  104000   20106 Psi 3 Karena s dan c < Ssyp maka perencanaan pasak aman.8 s  Ditinjau dari tegangan tekan / kompresi c  F A F 961.5  H  L 0. Ak = 3.074 in = 0.59 Psi W  L 0.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box  Pengecekan kekuatan pasak ( L = b = 1. Perencanaan pasak pada poros III Type pasak pada poros II dipakai standard flat key.246 in  Torsi maksimum ( T ) = 1890 lbin 72 .38   2253.

4.4.8 in ) Ditinjau dari tegangan geser s  F A F 640.24   4806.24   1445.5  H  L 0.5.1.61 Psi 0.8 c  Syarat perencanaan aman :  s dan c < Ssyp Ssyp  Dimana: 0.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box  Pengecekan kekuatan pasak ( L = b = 1. Bantalan pada poros I Data yang diketahui:  Data perhitungan poros I 73 . PERENCANAAN BANTALAN 4.074  1.58  syp AK 0.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .8 s  Ditinjau dari tegangan tekan / kompresi c  F A F 640.58  104000   20106.67 Psi 3 Karena s dan c < Ssyp maka perencanaan pasak aman.1.246.5  0.89 Psi W  L 0.

Fa) Dimana: x = 1 v= 1.531 265.265.455 48.157 RB (lb) 81. Data Dari tabel 9-2 didapat C = 3700 lb  Mencari beban equivalen P = Fs (x.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Kondisi 1 2 3 4 RA (lb) 244.013 lb 74 .543 98.1.Fr + Y.919 61.013 + 0 ) =265.013      Kecepatan putaran ( n ) Diameter poros ( D ) Fa (gaya aksial) Fr = RB = 4000 rpm = 0.0 ( untuk ring dalam berputar ) Y= 0 Fs= 1 ( tabel 9-8.9843 in =0 = 265. uniform and steady load ) P = 1 ( 1.455 81.013 lb ( gaya terbesar ) Bantalan yang digunakan jenis Double Row Notch Ball Bearing dengan dimension series 32.v.672 98.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .

013  60.2.46 jam 3 4.984 in =0 = 147. Dari tabel 9-2 didapat C = 3700 lb  Mencari beban equivalen P = Fs ( x. Bantalan pada poros II Data yang diketahui:  Data perhitungan poros II Kondisi I I RH (lb) 147.0 (type bantalan bola) 10 6  3700  L10      265.5.805 RI (lb) 147.4000 = 11339.805      Kecepatan putaran ( n ) Diameter poros ( D ) Fa ( gaya aksial ) Fr = RI = 4000 rpm = 0.Fr + Y.n b ( Jam ) Dimana: b = 3.Fa ) Dimana: x = 0 75 .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .805 lb ( gaya terbesar ) Bantalan yang digunakan jenis Double Roe Notch Ball Bearing dengan dimension series 32.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box  Mencari umur bantalan 6  C  10 L10      P  60.v.

531 265.n b (Jam) Dimana: b = 3.013   Kecepatan putaran ( n ) Diameter poros ( D ) = 4000 rpm = 0.543 98.3.0 ( untuk ring dalam berputar ) =0 = 1 ( tabel 9-8.0 (type bantalan bola) 10 6  3700  L10 h      147.1.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .18 jam 3 4.805  60.805 + 0 ) = 147.919 61.672 98.9843 in 76 .455 81.147. uniform and steady load ) P = 1( 1. Bantalan pada poros III Data yang diketahui:  Data perhitungan poros I Kondisi 1 2 3 4 RA (lb) 244.5.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box v Y Fs = 1.157 RB (lb) 81.455 48.805 lb  Mencari umur bantalan 6  C  10 L10 h      P  60.4000 = 65362.

013 lb  Mencari umur bantalan 6  C  10 L10      P  60.1.46 jam 3 77 .013 + 0 ) =265.v.Fr + Y.n b ( Jam ) Dimana: b = 3.0 ( untuk ring dalam berputar ) Y= 0 Fs= 1 ( tabel 9-8.Fa) Dimana: x = 1 v= 1. uniform and steady load ) P = 1 ( 1.013 lb ( gaya terbesar ) Bantalan yang digunakan jenis Double Row Notch Ball Bearing dengan dimension series 32.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . Data Dari tabel 9-2 didapat C = 3700 lb  Mencari beban equivalen P = Fs (x.0 (type bantalan bola) 10 6  3700  L10      265.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box    Fa (gaya aksial) Fr = RB =0 = 265.013  60.265.4000 = 11339.

89.89 = temperatur test = 150 F = 0.10 .9843 in = 25 mm o = Viscositas absolut ( cp ) = Saybolt Universal Seconds = 300 = Spesific gravity pada temperatur t = .60 – 0.22 SUS – 180 / SUS ) Dimana : Z SUS t t  60 t t Maka : Z = 0. n = 25 . Z -7 o o = 4000 rpm = 150 F = 0. PERENCANAAN PELUMASAN Data yang diketahui:     Putaran ( nin ) Temperatur operasi Diameter poros D .8585 ( 0.8585 o o o o o 78 .45.5. Z = t ( 0. 120 – 180 / 120 ) = 21.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . 4000 = 100000 ( dengan temperatur kerja 150 F )  Minyak pelumas dengan viscositas 300 SUS pada temperatur 150 F.00035 ( t – 60 ) = Spesific gravity pada 60 F = 0.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box 4.00035 ( 150 – 60 ) = 0.22 .386 cp  Viscositas absolut dalam reyns  = 1. 60 – 0.

79 .38.001. 10 reyns didapat pelumas dengan SAE 20 sampai 50.45 reyns o -7 =31. Sistem pada pelumasan menggunakan sistem rendam.001.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . 10  -7 Dari grafik 8-13 dengan T = 150 F dan  = 31. 1.10 .Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box -7 = 21.

= 1000 rpm.  Diameter roda gigi 9 (d9) = 6. = 4000 rpm.  Diameter roda gigi 7 (d7) = 3.8 in.7 in.2 in.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .  Diameter roda gigi 2 (d2) = 12.3 in.  Diameter roda gigi 4 (d4) = 10.  Diameter roda gigi 3 (d3) = 5.8 in. = 4000 rpm. 80 . = 10  Jarak poros  Diametral pitch 5.4 in.  Diameter roda gigi 5 (d5) = 8 in. = 1000 rpm.  Diameter roda gigi 1 (d1) = 3.2 in. = 8 in.Roda Gigi. = 2000 rpm.1.  Diameter roda gigi 8 (d8) = 12.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box BAB V KESIMPULAN Dari hasil perhitungan diperoleh:  N  nin  n1  n2  n3  nreverse = 30 hp.  Diameter roda gigi 6 (d6) = 8 in.

Poros.Pasak.4.  Diameter Poros I = 0.8 in.237 in. = 0. = 0.123 in.9843 in  Diameter Poros III = 0. = 0.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box 5.8 in.0472 in Lebar (b)  Poros II = Bearing bore (d) : 1.8 in.050 in.9843 in  Diameter Poros I = 0.246 in.  Poros I = Bearing bore (d) : 0. = 0.9843 in 5.8 in : 0. = 0.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .Bantalan.3.250 in. 5. =1.2.9843 in Diameter Luar (D) : 2.8 in 81 . = 1.  Poros I (L) (W) (h)  Poros II (L) (W) (h)  Poros III (L) (W) (h) = 1.0472 in Lebar (b) : 1.9843 in Diameter Luar (D) : 2.074 in. = 0.

0472 in Lebar (b) : 1. Untuk pelumasan menggunakan SAE 20 sampai SAE 50 dengan sistem rendam.Pelumasan.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box  Poros III = Bearing bore (d) : 0.5. 82 .8 in 5.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .9843 in Diameter Luar (D) : 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful