Anda di halaman 1dari 9

BAB III

MATERI DAN METODE PENELITIAN

3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian


Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai
Maret 2019 bertempat di UPT PT – HMT Singosari
Kabupaten Malang. Analisis dilakukan pada bulan November
2018 dan April - Juni 2019. Analisis pakan dan analisis BK,
BO feses dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan
Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, untuk
analisis protein kasar feses dilakukan di Laboratorium KOP
SAE Pujon dan analisis N urin dilakukan di Laboratorium PT
Perkebunan Nusantara X Pusat Penelitian Gula Kediri.
3.2.1. Ternak
Ternak yang digunakan adalah kambing PE dengan
umur kebuntingan rata – rata 5 bulan sebanyak 16 ekor
yang dikelompokkan berdasarkan bobot badan menjadi 4
kelompok terdiri dari 4 ekor. Adapun pengelompokkan
kambing berdasarkan bobot badan sebagai berikut :
 Kelompok ternak 1: 41 – 45 kg
 Kelompok ternak 2 : 48 – 50 kg
 Kelompok ternak 3 : 51 – 58 kg
 Kelompok ternak 4 : 59 – 61 kg

3.2.2 Pakan
Pakan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri
dari Rumput Gajah cv Taiwan umur potong 3 bulan dan
konsentrat (terdiri dari pollard, DDGS, bungkil kopra,
bungkil jagung, dan mineral) yang diperoleh dari UPT PT
– HMT Singosari Kabupaten Malang serta tepung

23
Indigofera sp diperoleh dari BBIB Singosari Kabupaten
Malang.
3.2.3 Alat dan Bahan
Peralatan yang digunakan, yaitu :
a. Kandang metabolis yang dilengkapi dengan tempat
pakan, tempat minum, penampungan feses dan
penampungan urin.
b. Timbangan ternak (Salter) dengan kapasitas 100 kg
digunakan untuk menimbang bobot ternak.
c. Timbangan digital untuk menimbang sampel pakan
(pemberian dan sisa), feses dan urin.
d. Seperangkat alat untuk menyimpan sampel pakan
pemberian, pakan sisa, feses dan urin.
e. Seperangkat alat untuk analisis proksimat untuk
analisis bahan kering (BK) ,bahan organik (BO),
protein kasar (PK) dan retensi nitrogen (Retensi-N).

Bahan kimia yang digunakan dalam penelitian meliputi :


a. Formalin 10% untuk mengawetkan feses.
b. H2SO4 10% untuk mengawetkan urin.

3.3 Metode Penelitian


3.3.1 Persiapan Penelitian
Metode dalam penelitian ini adalah percobaan
kecernaan in vivo sesuai petunjuk Harris (1970) dengan
Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4
perlakuan, 4 kelompok ulangan. Perlakuan pakan yang
diberikan adalah :

24
P0 : 0% Tepung Indigofera sp. + 40% Konsentrat + 60%
Rumput gajah Taiwan
P1 : 5% Tepung Indigofera sp. + 35% Konsentrat + 60%
Rumput gajah Taiwan
P2 : 10% Tepung Indigofera sp. + 30% Konsentrat + 60%
Rumput gajah Taiwan
P3 : 15% Tepung Indigofera sp. + 25% Konsentrat + 60%
Rumput gajah Taiwan

Tabel 2. Kandungan pakan perlakuan (Konsentrat : Tepung


Indigofera sp.)
Kandungan Nutrien
Pakan Perlakuan (Konsentrat :
Abu BO PK
Tepung Indigofera sp.) BK (%)
(%)* (%)* (%)*
P1 89,44 16,86 83,18 14,77
P2 87,92 10,40 89,59 15,03
P3 89,08 17,01 82,98 16,84
Keterangan : *Berdasarkan 100% BK.
Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak
Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya
(2018)

3.3.2 Pelaksanaan Penelitian


Kambing dikelompokkan menjadi 4 kelompok
berdasarkan bobot badan, selanjutnya setiap kelompok
diberikan 4 pakan perlakuan secara acak. Lalu dilakukan
steaming-up dengan percobaan in vivo yakni tahap
adaptasi, tahap pendahuluan dan tahap koleksi data.

1. Tahap adaptasi
Pemeliharaan dilakukan dikandang metabolis,
ternak diseleksi berdasarkan bobot badan dan umur

25
kebuntingan. Tahap adaptasi dilakukan untuk
menghilangkan pakan sebelumnya dan membiasakan
ternak didalam kandang metabolis. Selama satu minggu
ternak diberikan pakan hijauan dan konsentrat adlibitum.
Satu minggu kemudian ternak dibiasakan diberi pakan
perlakuan secara bertahap. Pemberian pakan dilakukan 2
kali sehari, pagi dan sore pada pukul 07.30 dan 15.00
WIB. Air minum diberikan secara adlibitum.

2. Tahap pendahuluan
Tahap pendahuluan bertujuan untuk mengetahui
jumlah pakan yang dikonsumsi serta feses dan urin yang
dikeluarkan. Dilakukan penimbangan bobot badan setiap
akhir minggu.

3. Tahap koleksi data


Pada tahap ini dilakukan pencatatan terhadap
jumlah pakan yang diberikan, jumlah sisa pakan, serta
feses dan urin yang dikeluarkan. Koleksi data dilakukan
dengan cara sebagai berikut :

a. Koleksi sampel pakan pemberian dan sisa pakan


Pakan diambil sampel 10% setiap hari, lalu
dikeringkan dibawah matahari hingga kering kemudian
ditimbang berat awal dan berat akhir untuk mengetahui
BK matahari.. Tahap selanjutnya dilakukan sampling dan
dimasukkan ke dalam kantong plastik yang telah diberi
label nama sampel, nomor ternak dan tanggal
pengambilan sampel. Sampel dimasukkan ke dalam
karung dan disimpan di ruangan yang teduh dan tidak
lembab agar tidak berjamur. Pada akhir periode sampel

26
dikomposit dan diambil sub sampel. Kemudian
dimasukkan dalam oven dengan suhu 60oC selama 24 jam
(berat sebelum dan sesudah masuk oven ditimbang)
selanjutnya digiling dengan grinder untuk dianalisis BK,
BO dan PK.

b. Koleksi Feses
Koleksi total feses dilakukan dalam satu hari (24
jam). Selama 14 hari terakhir sebelum ternak partus feses
diambil setiap kali ternak membuang feses dan
dikumpulkan. Selanjutnya feses segar tersebut disemprot
dengan formalin 10% selanjutnya feses ditimbang untuk
mengetahui berat totalnya. Kemudian feses diaduk
sampai merata, lalu diambil sampel sebesar 100 gram
untuk kemudian dimasukkan oven 60oC untuk analisis
BK udara kemudian dikomposit sampai periode koleksi
selesai. Sub sampel yang diperoleh diberi label kode
kambing, hari, tanggal, dan bulan koleksi. Selanjutnya
diambil sampel untuk dianalisis kandungan BK, BO, dan
PK.

c. Koleksi Urin
Koleksi urin dilakukan dalam satu hari (24 jam)
dan terpisah dengan feses. Pada setiap akhir koleksi
harian urin, urin disemprotkan dengan H 2SO4 10% sedikit
demi sedikit sampai pH urin di bawah 3. Urin yang sudah
diencerkan tersebut diaduk dan diukur total volume urin
harian, kemudian disaring dan diambil sampel kira-kira
10 ml. Sub sampel yang diperoleh diberi label kode
kambing, hari, tanggal, dan bulan koleksi kemudian

27
disimpan dalam lemari pendingin untuk dianalisis
kandungan N-nya.

3.4 Variabel Pengamatan


Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah :
1. Kecernaan BK, BO dan PK (Reksohadiprodjo, 1988) :

Kecernaan BK (%) =

Kecernaan BO (%) =

Kecernaan PK (%) =

2. Retensi-N = Konsumsi N – (N Feses + N Urin)


(Anggorodi, 1985)

3.5 Analisis Data


Data hasil penelitian ditabulasi pada Microsoft Excel
dan dianalisis dengan menggunakan Rancangan Acak
Kelompok (RAK). Model matematik dari rancangan
percobaan ini adalah :

Keterangan :
: Hasil pengamatan pada respon yang diamati (kecernaan
BK, BO, PK dan Retensi-N)

28
: nilai rataan umum dari pengamatan

: pengaruh perlakuan ke-i (steaming-up)

: pengaruh kelompok ke –j (bobot badan kambing PE)

: pengaruh acak pada perlakuan ke-i dan kelompok ke-j (4


perlakuan pakan)
j : banyaknya kelompok/ ulangan
i : banyaknya perlakuan

Apabila terjadi perbedaan maka dilanjutkan dengan Uji


Berbeda Nyata Terkecil (Yitnosumarto, 1993). Rumus untuk
Uji Berbeda Nyata Terkecil adalah sebagai berikut :

Keterangan :
BNT : Berbeda Nyata Terkecil
KTG : Kuadran Tengah Galat
r : Perlakuan

3.6 Batasan Istilah


Steaming-Up : Pemberian pakan benutrisi tinggi
terutama protein dan energi untuk induk
kambing bunting tua menjelang partus.
Kecernaan : Jumlah zat yang dapat diserap oleh
saluran pencernaan, dengan mengukur
jumlah pakan yang dikonsumsi dan

29
jumlah pakan yang dikeluarkan melalui
feses.
Retensi-N : Sejumlah nitrogen dalam protein
ransum yang masuk ke dalam tubuh
kemudian diserap dan digunakan oleh
ternak.

30
31