Anda di halaman 1dari 16

Plagiarism Checker X Originality Report

Similarity Found: 19%

Date: Tuesday, June 09, 2020


Statistics: 626 words Plagiarized / 3263 Total words
Remarks: Low Plagiarism Detected - Your Document needs Optional Improvement.
-------------------------------------------------------------------------------------------

LAPORAN STUDI KELAYAKAN USAHA TANAMAN CABAI MERAH Untuk Memenuhi


Tugas Mata Kuliah Studi Kelayakan Agribisnis Dosen Pengampu : Dr. Tri Ratna Saridewi,
S.Pi., M.Si. Disusun oleh : Ubaidillah Hamzah : 04.1.17.1005 PROGRAM STUDI
PENYULUHAN PERTANIAN BERKELANJUTAN JURUSAN PERTANIAN POLITEKNIK
PEMBANGUNAN PERTANIAN BOGOR KEMENTERIAN PERTANIAN 2020
KATA PENGANTAR Sembah sujud penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena
anugerah dan rahmat-Nya jualah sehingga Laporan Studi Kelayakan Usaha Tanaman
Cabai Merah penyusunan laporan ini, penulis telah berusaha semaksimal mungkin, yang
mana telah memakan waktu dan pengorbanan yang tak ternilai dari semua pihak yang
memberikan bantuannya, yang secara langsung merupakan suatu dorongan yang positif
bagi penulis ketika menghadapi hambatan-hambatan dalam menghimpun bahan untuk
menyusun laporan ini. Namun penulis menyadari bahwa laporan ini masih sangat jauh
dari kesempurnaan, baik dari segi penyajian maupun dari segi bahasanya.

Karena itu saran dan kritik yang bersifat konstruktif senantiasa penulis harapkan demi
untuk melengkapi dan menyempurnakan laporan ini. Tasikmalaya, Juni 2020 Penulis
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii PENDAHULUAN 1 Latar Belakang 1
Tujuan 3 TINJAUAN PUSTAKA 5 PEMBAHASAN 8 Aspek Sosial 8 Aspek Lingkungan 9
Analisis Finansial 10 PENUTUP 18 Kesimpulan 18 DAFTAR PUSTAKA 19
PENDAHULUAN Latar Belakang Pengembangan hortikultura merupakan salah satu
aspek pembangunan pertanian. Usaha meningkatkan produksi hortikultura pada tahun-
tahun terakhir ini cukup mendapat perhatian dari pemerintah.

Hal ini tidak lepas dari potensi pengembangan yang baik serta prospek pemasaran yang
cukup cerah. Luas tanah Kabupaten Tasikmalaya setelah pemekaran dengan Kota
Tasikmalaya adalah sebesar 270.882 ha yang dipergunakan sebagai lahan pertanian
dengan luas 190.450 ha. Pemanfaatan lahan potensial secara optimal untuk
meningkatkan usaha hortikultura. Berbagai jenis komoditi sayuran, buah-buahan dan
tanaman hias yang memiliki prospek pasar perlu dikembangan secara intensif dengan
permintaan pasar yang paling menguntungkan.

Diharapkan melalui usaha ini dapat meningkatkan pendapatan, banyak menyerap


tenanga kerja serta perolehan devisa negara dapat ditingkatan. Pada tahun 2015 sampai
2017 berdasarkan data BPS NTP hortikultura selalu berada di atas angka 100 tertinggi
kedua setelah subsektor peternakan. Hal tersebut dapat diindikasikan bahwa adanya
peningkatan pendapatan petani dari hasil produksi yang lebih besar dari peningkatan
pengeluaran kebutuhan petani.

Tanaman cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai
ekonomi yang penting di Indonesia. Usahatani tanaman hotikultura di Indonesia
memiliki prospek pengembangan yang sangat baik karena memiliki nilai ekonomi yang
tinggi serta potensi pasar yang terbuka lebar, baik dalam negeri maupun di luar negeri.
Siklus kebutuhan cabai di Indonesia meningkat menjelang event tertentu, seperti saat
memasuki bulan ramadhan dan hari raya, sehingga permintaan cabai yang tinggi diiringi
dengan harga yang tinggi pula.

Faktor lain yang membuat harga cabai menjadi mahal disebabkan karena musim
penghujan, karena petani yang menanam cabai sedikit dan gagal panen karena
serangan hama penyakit tanaman. Akibatnya keberadaan cabai di pasaran menjadi
langka dan harga melonjak tajam. Selain itu, Indonesia merupakan negara tropis
sehingga tanaman cabai dapat dengan baik, pada tahun 1970an menjadi pengekspor
cabai kering. Sedangkan setelah memasuki tahun 1980an ekspor cabai kering
mengalami penurun.

Studi kelayakan usaha tanaman cabai penting untuk dilakukan tujuannya untuk
meminimalkan risiko yang dapat dikendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan,
memudahkkan perencanaan, memudahkan pengawasan dan memmudahkan
pengendalian.
TINJAUAN PUSTAKA Aspek finansial merupakan suatu gambaran yang bertujuan untuk
menilai kelayakan suatu usaha untuk dijalankan atau tidak dijalankan dengan melihat
dari beberapa indikator yaitu keuntungan. Break Event Point (BEP) Analisis ini bertujuan
untuk mengetahui sampai batas mana usaha yang dilakukan dapat memberikan
keuntungan atau pada tingkat tidak rugi dan tidak untung.

Estimasi ini digunakan dalam kaitannya antara pendapatan dan biaya (Syarif, 2011).
Payback Period adalah suatu periode yang diperlukan untuk menutup kembali
pengeluaran investasi (initial cash investment) dengan menggunakan aliran kas, yang
bertujuan untuk mengetahui seberapa lama modal yang telah ditanamkan dapat
kembali dalam satuan waktu. Net Present Value (NPV) merupakan ukuran yang
digunakan untuk mendapatkan hasil neto (net benefit) secara maksimal yang dapat
dicapai dengan investasi modal atau pengorbanan sumber-sumber lain.

Analisis ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keuntungan yang diperoleh selama
umur ekonomi proyek. Net Benefit/ Cost Ratio, perbandingan antara present value dari
net benefit positif dengan present value dari net benefit negatif. Analisis ini bertujuan
untuk mengetahui berapa besarnya keuntungan dibandingkan dengan pengeluaran
selama umur ekonomis proyek. Proyek dinyatakan layak dilaksanakan jika nilai B/C rasio
yang diperoleh lebih besar atau sama dengan satu, dan merugi dan tidak layak
dilakukan jika nilai B/C rasio yang diperoleh lebih kecil dari satu.

IRR (Internal Rate of Return) merupakan tingkat suku bunga yang dapat membuat
besarnya nilai NPV dari suatu usaha sama dengan nol (0) atau yang dapat membuat
nilai Net B/C ratio sama dengan satu dalam jangka waktu tertentu. Tanaman cabai
tergolong dalam famili terung-terungan (Solanaceae) yang tumbuh sebagai perdu atau
semak. Cabai termasuk tanaman semusim atau berumur pendek. Menurut Haryanto,
(2018), dalam sistematika tumbuh-tumbuhan cabai diklasifikasikan sebagai berikut :
Kingdom : Plantae Divisi : Spermatophyta Sub Divisio : Angiospermae Classis :
Dicotyledoneae Ordo : Tubiflorae (Solanales) Famili : Solanaceae Genus : Capsicum
Spesies : Capsicum annuum L. Cabai merupakan tanaman perdu dari famili terong-
terongan yang memiliki nama ilmiah Capsicum sp.

Cabai berasal dari benua Amerika tepatnya daerah Peru dan menyebar ke negara-
negara benua Amerika, Eropa dan Asia termasuk negara Indonesia (Baharuddin, 2016).
Cabai memiliki banyak kandungan gizi dan vitamin. Diantaranya Kalori, Protein, Lemak,
Kabohidarat, Kalsium, Vitamin A, B1 dan Vitamin C. Selain digunakan untuk keperluan
rumah tangga, cabai juga dapat digunakan untuk keperluan industri diantaranya,
Industri bumbu masakan, industri makanan dan industri obat-obatan atau jamu.
Cabai termasuk komoditas sayuran yang hemat lahan karena untuk peningkatan
produksinya lebih mengutamakan perbaikan teknologi budidaya. Penanaman dan
pemeliharaan cabai yang intensif dan dilanjutkan dengan penggunaan teknologi pasca
panen akan membuka lapangan pekerjaan baru. Oleh karena itu, dibutuhkan tenaga
kerja yang menguasai teknologi dalam usaha tani cabai yang berwawasan agribisnis dan
agroindustry (Pratama et al., 2017).

Morplogi Tanaman Cabai Merah Bagian-bagian utama tanaman cabai meliputi bagian
akar, batang, daun, bunga dan buah. Penjelasan bagian-bagian tersebut sebagai
berikut ; Akar Tanaman cabai mempunyai akar tunggang yang terdiri atas akar utama
(primer) dan akar lateral (sekunder). Akar lateral mengeluarkan serabut-serabut akar
yang disebut akar tersier. Akar tersier menembus kedalaman tanah sampai 50 cm dan
melebar sampai 45 cm. Rata-rata panjang akar primer antara 35 cm sampai 50 cm dan
akar lateral sekitar 35 sampai 45 cm (Pratama et al., 2017).

Batang Batang cabai umumnya berwarna hijau tua, berkayu, bercabang lebar dengan
jumlah cabang yang banyak. Panjang batang berkisar antara 30 cm sampai 37,5 cm
dengan diameter 1,5 cm sampai 3 cm. Jumlah cabangnya berkisar antara 7 sampai 15
per tanaman. Panjang cabang sekitar 5 cm sampai 7 cm dengan diameter 0,5 cm sampai
1 cm. Pada daerah percabangan terdapat tangkai daun. Ukuran tangkai daun ini sangat
pendek yakni hanya 2 cm sampai 5 cm (Pratama et al., 2017). Daun Daun cabai
merupakan daun tunggal berwarna hijau sampai hijau tua dengan helai daun yang
bervariasi bentuknya antara lain deltoid, ovate atau 7 lanceolate (IPGRI, 1995).

Daun muncul di tunas-tunas samping yang berurutan di batang utama yang tersusun
sepiral (Pratama et al., 2017). Bunga Bunga cabai merupakan bunga tunggal dan muncul
di bagian ujung ruas tunas, mahkota bunga berwarna putih, kuning muda, kuning, ungu
dengan dasar putih, putih dengan dasar ungu, atau ungu tergantung dari varietas.
Bunga cabai berbentuk seperti bintang dengan kelopak seperti lonceng. Alat kelamin
jantan dan betina terletak di satu bunga sehingga tergolong bunga sempurna. Posisi
bunga cabai ada yang menggantung, horizontal, dan tegak (Pratama et al., 2017).

Buah Buah cabai memiliki plasenta sebagai tempat melekatnya biji. Plasenta ini terdapat
pada bagian dalam buah. Pada umumnya daging buah cabai renyah dan ada pula yang
lunak. Ukuran buah cabai beragam, mulai dari pendek sampai panjang dengan ujung
tumpul atau runcing (Pratama et al., 2017).
PEMBAHASAN Aspek Sosial Analisis dampak dari aspek sosial dengan adanya usaha
terhadap kesempatan kerja atau pengangguran, peningkatan pendapatan masyarakat,
dan pengaruh kegiatan usaha pada budaya masyarakat sekitar.

Tersedianya Kesempatan Lapangan Pekerjaan Berdasarkan data BPS tentang keadaan


ketenagakerjaan di Jawa Barat 2019 sebanyak 1,9 juta orang belum mendapat
pekerjaan. Usahatani cabai merah ini berpengaruh pada ketersediaan kesempatan kerja
bagi masyarakat sekitar, dengan adanya usahatani cabai salah satu lapangan pekerjaan
bagi masyarakat di Kecamatan Sukahening Kabupaten Tasikmalaya. Diharapkan
kedepannya dengan semakin banyaknya masyarakat/petani yang melakukan usahatani
cabai merah ini, maka kesempatan kerja bagi masyarakat akan semakin terbuka
didukung dengan tingkat pendidikan yang baik dan usia petani yang produktif.

Peningkatan Pendapatan Pengaruh usahatani cabai merah terhadap pendapatan cukup


signifikan, karena pendapatan budidaya cabai saat ini masih sangat tinggi sehingga
peningkatan pendapatan terhadap petani cabai merah cukup banyak. Bahkan usahatani
ini menjadi salah satu sumber peningkatan ekonomi keluarga petani di Kecamatan
Sukahening Kabupaten Tasikmalaya. Pengaruh Terhadap Budaya Pengaruh usahatani
terhadap perubahan kebiasaan masyarakat/petani relatif tidak ada pengaruh yang
signifikan karena kegiatan budidaya cabai tidak mengganggu atau merubah pada
budaya sekitarnya, karena mata pencaharian pada umumnya sebagai petani. Sejauh ini
pengaruhnya hanya terjadi pada daya beli petani cabai merah yang meningkat, yang
disebabkan peningkatan pendapatan dari hasil usahatani cabai merah.

Pajak usahatani cabai merah sesuai dengan putusan Mahkamah Agung Nomor
70P/HUM/2013 yaitu barang hasil pertanian berupa buah-buahan dan sayur-sayuran
sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2007
termasuk barang yang tidak dikenakan PPN (Bukan Barang Kena Pajak) sesuai Pasal 4A
ayat (2) huruf b Undang-Undang PPN sehingga atas penyerahan, impor, maupun
ekspornya tidak dikenakan PPN. Aspek Lingkungan Wilayah Kabupaten Tasikmalaya
memiliki ketinggian berkisar antara 0-2.500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Secara
umum wilayah tersebut dapat dibedakan menurut ketinggiannya, yaitu: bagian utara
merupakan wilayah dataran tinggi dengan ketinggian berkisar antara 1.000 – 2.500 mdpl
dan bagian selatan merupakan wilayah dataran rendah dengan ketinggian berkisar
antara 0 – 100 meter dpl (BPS Kabupaten Tasikmalaya, 2016).

Iklim Kabupaten Tasikmalaya wilayah dataran tinggi cocok untuk budidaya cabai merah
karena memenuhi persyaratan tumbuh tanaman cabai merah. Analisis dampak usaha
terhadap lingkungan di sekitamya, baik terhadap tanah, air, dan udara yang berdampak
terhadap kehidupan masyarakat di sekitarnya. Aspek lingkungan umumnya
berhubungan dengan adanya pencemaran atau tidak terhadap lingkungan sekitar lokasi
usaha yang berasal dari limbah usaha.

Tanah Kegiatan budidaya cabai merah tidak akan merusak tanah karena pengolahan
tanah dikelola dengan tetap menjaga keseimbangan didalam tanah. Unsur hara yang
tersedia dalam tanah akan berkurang sehingga membutuhkan pupuk untuk mensuplai
kebutuhan hara pada tanah untuk memenuhi kebutuhan pada tanaman cabai merah.
Usahatani cabai merah dapat meningkatkan kesuburan tanah setelah panen cabai bila
dirotasi dengan komoditas alternatif lain. Air Sumber air yang akan digunakan berasal
dari pegunungan.

Dampak terhadap air yang disebabkan oleh kegiatan usahatani cabai merah sangat
sedikit karena minimnya limbah dari hasil usahatani yang dapat mencemair sanitasi air
serta tidak mengurangi ketersediaan air yang ada disekitar lahan usahatani. Udara
Dampak negatif usahatani cabai terhadap udara sekitar relatif tidak ada karena proses
budidaya tidak menyebabkan polusi udara bagi lingkungan. Aspek Lingkungan akan
menciptakan dampak negatif apabila terjadi ketidakseimbangan ekosistem yang
disebabkan oleh kegiatan pertanian disengaja maupun tidak disengaja.

Usaha agribisnis dapat menghasilkan limbah, namun perlu adanya pengelolaan yang
baik sebagai upaya pencegahan dampak negatif bagi lingkungan yaitu dengan
menerapkan pedoman dalam budidaya pertanian GAP (Good Agricultural Practices),
penerapan sistem pertanian terpadu dan lainnya. Analisis Finansial Sumber Modal No.
Komponen (Rp) Proporsi (%) Total (Rp) 1. Modal sendiri 23.097.600 30% .23.097.600 2.
Modal pinjaman 53.894.400 70% 53.894.400 Jumlah (Rp) 76.992.000 Modal usaha
budidaya tanaman cabai merah sebesar Rp.76.992.000 dengan sumber 30% modal
sendiri dan 70%modal pinjaman dari bank.

nilai modal untuk waktu 5 tahun mendatang dengan tingkat bunga 20% yaitu Future
Value = P (1+i)n Keterangan : p (present value) i (interest rate) n (periode waktu) Tahun
Present Value Fc Future velue Rp.76.992.000 1,2 92.390.400 Rp.76.992.000 1,44
110.868.480 Rp.76.992.000 1,728 133.042.176 Rp.76.992.000 2,0736 159.650.611,2
Rp.76.992.000 2.48832 191.580.733,4 Nilai Modal Sendiri Tahun Present Value Fc
Future velue Rp.23.097.600 1,2 27717120 Rp.23.097.600 1,44 33260544
Rp.23.097.600 1,728 39912652,8 Rp.23.097.600 2,0736 47895183,36 Rp.23.097.600
2.48832 57.474.220,03 Nilai Modal Pinjaman Tahun Present Value Fc Future velue
Rp.53.894.400 1,2 64.673.280 Rp.53.894.400 1,44 77.607.936 Rp.53.894.400 1,728
93.129.523,2 Rp.53.894.400 2,0736 111.755.427,8 Rp.53.894.400 2.48832
134.106.513,40 Jadwal Pelunasan Pinjaman Peminjaman modal sebanyak Rp. 53.894.400
dengan bunga bank 7% sehingga uang yang harus dikembalikan sebesar : Future Value
= P (1+i)n = Rp.53.894.400 (1+7%)5 = Rp.53.894.400 (1,4025517307) =75.589.684
Metode Flate Rate Th Ke Saldo Awal (Rp) Cicilan (Rp) Saldo Akhir (Rp) Pokok Bunga
Total 1. 53.894.400 10.778.880 3.772.608 14.551.488 43.115.520 2. 43.115.520
10.778.880 3.772.608 14.551.488 32.336.640 3 32.336.640 10.778.880 3.772.608
14.551.488 21.557.760 4 21.557.760 10.778.880 3.772.608 14.551.488 10.778.880 5
10.778.880 10.778.880 3.772.608 14.551.488 0 Jumlah (Rp) 53.894.400 18.863.040
72.757.440 - Metode Sliding Rate Th Ke Saldo Awal (Rp) Cicilan (Rp) Saldo Akhir (Rp)
Pokok Bunga Total 1. 53.894.400 10.778.880 10.778.880 21.557.760 43.115.520 2.
43.115.520 10.778.880 8.623.104 19.401.984 32.336.640 3 32.336.640 10.778.880
6.467.328 17.246.208 21.557.760 4 21.557.760 10.778.880 4.311.552 15.090.432
10.778.880 5 10.778.880 10.778.880 2.155.7776 32.336.656 0 Jumlah (Rp) 53.894.400
51.738.640 105.633.040 - Modal Investasi No Komponen Jumlah Harga Satuan (Rp)
Jumlah (Rp) Tanah 10.000m² - 10.000.000 Selang 200m 140.000 140.000 Drum 2
buah 125.000 250.000 Gembor 2 buah 50.000 100.000 Speayer 2 buah 400.000
800.000 Sepatu bot 5 buah 65.000 325.000 Cangkul 5 buah 70.000 350.000
Kultivator 1 buah 22.000.000 22.000.000 Bambu ajir 45 batang 10.000 450.000
Perizinan, dll 3.500.0000 3.500.0000 Jumlah 37.915.000 Modal Kerja No Komponen
Jumlah Kebutuhan Harga Satuan (Rp) Jumlah (RP) Tenaga Kerja - - 7.780.000 Benih 22
pack 140.000 3.080.000 Pupuk kompos 10 Karung 20.000 200.000 Pupuk kandang
1000 karung 12.000 12.000.000 Sekam bakar 5 Karung 15.000 75.000 Pupuk NPK 500
kg 11.000 5.500.000 Tali majun 25kg 13 000 325.000 Mulsa MPHP 12 roll 350.000
4.200.000 Pestisida 10 botol 3 bungkus 10 bungkus 80.000 35.000 140.000 2.305.000
Tray 22 tray 14.000 3.612.000 Jumlah 39.077.000 TOTAL INPUT (Cost) Sarana Produksi
No Faktor Produksi Jumlah Satuan Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp) Benih 22 pack
140.000 3.080.000 Pupuk kompos 10 Karung 20.000 200.000 Pupuk kandang 1000
karung 12.000 12.000.000 Sekam bakar 5 Karung 15.000 75.000 Pupuk NPK 500 kg
11.000 5.500.000 Tali majun 25kg 13 000 325.000 Mulsa MPHP 12 roll 350.000
4.200.000 Pestisida Curacron Furadan Antracol 10 botol 3 bungkus 10 bungkus 80.000
35.000 140.000 2.305.000 Tray 258 tray 14.000 3.612.000 Jumlah 31.297.000 Tenaga
Kerja No Kegiatan HKP/HKW (Rp) Jumlah Satuan Jumlah Pengolahan tanah 4 HKP
60.000 240000 Penanaman 20 HKW 40.000 800000 Pelubangan mulsa 2 HKP 60.000
120000 Pemasangan ajir 15 HKP 60.000 900000 Pengikatan ajir 10 HKW 40.000
400000 Penyulaman 10 HKW 40.000 400000 Penyiangan 10 HKW 40.000 400000
Pemangkasan 8 HKW 40.000 320000 Pemupukan susulan 30 HKP 60.000 1800000
Pengendalian OPT 40 HKP 60.000 2400000 Jumlah 7.780.000 Input Tetap No
Komponen Jumlah Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp) JUE (Thn) Jumlah Penyusutan MT
Selang 200m 140.000 140.000 3 14.000 Drum 2 buah 125.000 250.000 3 25.000
Gembor 2 buah 50.000 100.000 3 10.000 Speayer 2 buah 400.000 800.000 5 48.000
Sepatu bot 5 buah 65.000 325.000 3 32.500 Cangkul 5 buah 70.000 350.000 5 21.000
Kultivator 1 buah 22.000.000 22.000.000 5 1.320.000 Bambu ajir 45 batang 10.000
450.000 1 135.000 Jumlah 34.415.000 1.605.500 Biaya Total = Biaya Variabel+Biaya
Tetap (Penyusutan+Sewa Lahan) = Rp.50.682.500 Penerimaan (Revenue) (Populasi x
berat per pohon) x Rp.20.000 (27.000 x 0,5) x Rp.20.000 = Rp.270.000.000 Arus Kas (Cash
Flow) Uraian Tahun Ke (Rp) 1 2 3 4 5 Arus Kas Masuk (Cash Inflow) Modal Sendiri
Modal Pinjaman Penjualan Penyusutan Amortisasi 23.097.600 53.894.400 270.000.000
1.605.500 700.000 - - 270.000.000 1.605.500 700.000 - - 270.000.000 1.605.500 700.000
- - 270.000.000 1.605.500 700.000 - - 270.000.000 1.605.500 700.000 Jumlah
349.297.500 272.305.500 272.305.500 272.305.500 272.305.500 Arus kas keluar (Cash
Out) Selang Drum Gembor Spreayer Sepatu bot Cangkul Bambu Biaya Tetap Bunga
Pinjaman Cicilan pokok Kultivator Sewa Lahan Biaya Variabel Benih Pupuk kompos
Pupuk kandang Sekam bakar Pupuk NPK Tali majun Pestisida Tray TK 140.000 250.000
100.000 800.000 325.000 350.000 450.000 3.601.108 10.288.880 10.000.000 22.000.000
3.080.000 200.000 12.000.000 75.000 5.500.000 325.000 2.305.000 3.612.000 7.780.000 -
- - - - - 450.000 3.601.108 10.288.880 10.000.000 - 3.080.000 200.000 12.000.000 75.000
5.500.000 325.000 2.305.000 3.612.000 7.780.000 - - - - - - 450.000 3.601.108 10.288.880
10.000.000 - 3.080.000 200.000 12.000.000 75.000 5.500.000 325.000 2.305.000 3.612.000
7.780.000 140.000 250.000 100.000 - 325.000 - 450.000 3.601.108 10.288.880 10.000.000
- 3.080.000 200.000 12.000.000 75.000 5.500.000 325.000 2.305.000 3.612.000 7.780.000
- - - - - - 450.000 3.601.108 10.288.880 10.000.000 - 3.080.000 200.000 12.000.000
75.000 5.500.000 325.000 2.305.000 3.612.000 7.780.000 Jumlah 82.791.988 59.216.988
59.216.988 60.031.988 59.216.988 Arus Kas Bersih (1-2) 266.505.512 213.088.512
213.088.512 212.273.512 213.088.512 Kas Awal 0 266.505.512 479.594.024
692.682.536 904.956.048 Kas Akhir (3+4) 266.505.512 479.594.024 692.682.536
904.956.048 1.118.044.560 R/C : ???????????????????? ?????????? ?????????? =
Rp.270.000.000,- Rp.50.682.500- =5,3 Artinya setiap menginvestasikan Rp.1,00 akan
menghasilakan penerimaan Rp.

5,32 atau setiap pengeluaran Rp.1,00 mendapatkan keuntungan Rp.4,3 sehingga layak
untuk diusahakan. Break Even Point (BEP) a. BEP (dalam, ribuan Rp) = Biaya Tetap : 1 –
Biaya Variabel Penjualan = Rp.11.605.500 : 1 – Rp.39.077.000 Rp.270.000.000 = Rp.
13.569.393,26 b. BEP (dalam kg) = Biaya Tetap Harga Satuan – (Biaya variabel x Harga
Satuan) Penjualan = Rp.11.605.500 Rp.12.000– (Rp. 39.077.000 x Rp.12.000)
Rp.270.000.000 = 1.130,78 kg
Payback Periode Th. Ke Cash Out (Rp) Cash In (Rp) Net Cash Flow (Rp) Commulative
Net Cash Flow (Rp) 0. 37.915.000 - (-37.915.000) 1. 82.791.988 349.297.500
266.505.512 228.590.512 2. 59.216.988 272.305.500 213.088.512 - 3. 59.216.988
272.305.500 213.088.512 - 4. 60.031.988 272.305.500 212.273.512 - 5. 59.216.988
272.305.500 213.088.512 - Analisis NPV, B/C dan IRR Usaha Budidaya Tanaman Cabai /
Gross B/C 7%: 3,649175409 Net B/C 7% : 22,19695359 IRR : 504,913554 NPV 7% :
803.682.495,4655 NPV 505% : -78.241,77065
PENUTUP Kesimpulan Dari penjabaran di atas dapat disimpulkan bahwa perusahaan
usaha tanaman cabai merah layak diusahakan karena dilihat beberapa uji kelayakan
usaha diantaranya : R/V nya senilai 5,3 yaitu setiap 1 rupiah yang dikeluarkan maka akan
menghasilkan pendapatan sebesar 5,3 atau mendapatkan keuntungan sebesar 4,3
rupiah maka usaha tersebut layak di usahakan.

Hasil analisa tabel B/C yang diperoleh dalam usaha tanaman cabai merah yaitu sebesar
3,6 Hal tersebut berarti usaha dikatakan layak karena nilai B/C diatas 1. Hasil analisa
tabel NPV 7% yang diperoleh dalam usaha tanaman cabai merah yaitu sebesar
803.682.495,46 bernilai positif. Hal ini berarti apabila dalam usaha tanaman cabai merah
ingin meminjam modal usaha dengan bunga bank yang ditawarkan sebesar 7% maka
usaha tanaman cabai merah masih menguntungkan karna NPV bernilai positif, maka
dari itu usaha tersebut layak untuk di usahakan. Nilai IRR nya yaitu sebesar 504,91%
lebih besar daripada 7% suku bunga bank jadi perusahaan tersebut layak untuk di
jalankan.
DAFTAR PUSTAKA https://www.wartaekonomi.co.id/read248609/meneropong-
kontribusi-subsektor-hortikultura-di-indonesia.

Diakses : 3 Mei 2020 https://www.sarno.id/2019/10/aspek-ekonomi-dan-sosial-dalam-


studi-kelayakan-bisnis/. Diakses : 3 Mei 2020 Kumawari Lisda, Dedi H dan Tito H. Analisis
Saluran Pemasaran Cabai Merah Varietas Tanjung 2. Fakultas Pertanian Universitas
Galuh. Pertiwi, Q. D., Hartadi, R., & Mustapit, M. (2014). Analisis Finansial dan
Keberlanjutan Agribisnis Pepaya (Carica Papaya L.) di Desa Ledokombo Kecamatan
Ledokombo Kabupaten Jember. Berkala Ilmiah Agridevina, 3(2), 123-143. Sumber :
http://eprints.umm.ac.id/43172/3/BAB%20II.pdf. Diunduh 10 Mei 2020 Sumber :
http://digilib.unila.ac.id/4304/15/BAB%20II.pdf.

Diunduh 10 Mei 2020

INTERNET SOURCES:
-------------------------------------------------------------------------------------------
<1% - polbangtan-bogor.ac.id/page/penyuluhan-pertanian...
1% - https://rikigandungblog.blogspot.com/2016/04/makalah-biologi-tentang-
nemathelminthes.html
1% - http://jurnal-unita.org/index.php/agribisnis/article/download/112/104
1% - https://www.wartaekonomi.co.id/read248609/meneropong-kontribusi-subsektor-
hortikultura-di-indonesia
<1% - http://repository.utu.ac.id/127/1/I-V.pdf
1% - https://ilmupeternakandanpertanian.blogspot.com/2016/04/dampak-pengaruh-
dan-perobahan-iklim_30.html
1% - http://scholar.unand.ac.id/19422/2/BAB%201.pdf
1% - https://id.123dok.com/document/6qm6l35y-analisis-harga-pokok-produksi-cabai-
merah-ramah-lingkungan-dan-non-ramah-lingkungan-serta-penyebab-rendahnya-
minat-petani-untuk-menerapkan-budidaya-cabai-merah-ramah-lingkungan-di-
kabupaten-lampung-selatan.html
<1% - https://text-id.123dok.com/document/4zppd60z-preferensi-konsumen-dan-
analisis-rantai-nilai-produk-olahan-cabai-merah-kering-studi-kasus-wilayah-bogor.html
6% - https://id.123dok.com/document/myjrj6kz-analisis-kelayakan-finansial-dan-
sensitivitas-usaha-kecil-menengah-ukm-produsen-keripik-pisang-di-kota-bandar-
lampung.html
2% - http://digilib.unila.ac.id/4304/15/BAB%20II.pdf
<1% - https://malawitu.blogspot.com/2016/03/pengaruh-lama-perendaman-benih-
cendana.html
1% - http://digilib.unila.ac.id/12232/3/BAB%202.pdf
1% - https://askuning.blogspot.com/2012/11/proposal-budi-daya-cabe.html
1% - http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/9109
1% - https://digilib.uns.ac.id/dokumen/download/4766/MTMwNjg=/Pengaruh-
populasi-awal-Nematoda-Puru-Akar-Meloidogyne-spp-terhadap-pertumbuhan-dan-
hasil-tanaman-cabai-merah-Capsicum-annuum-L-varietas-hot-beauty-dan-tm-888-
BAB-II.pdf
2% - https://mafiadoc.com/i-budidaya-tanaman-cabai-merah-capsicum-annum-l-di-
_59df8f5b1723dd67c75a00ff.html
<1% -
https://repositori.unud.ac.id/protected/storage/upload/penelitianSimdos/e9f1b0269b77
3c63b54b67acd76b7eb3.pdf
<1% - https://id.123dok.com/document/6zk0xe1y-profil-anatomi-daun-cabai-merah-
keriting-capsicum-annuum-l-akibat-pemberian-ekstrak-air-biji-kembang-sungsang-
gloriosa-superba-l.html
<1% - https://unikspesial.blogspot.com/2015/04/laporan-budidaya-tanaman-cabe.html
<1% - https://id.123dok.com/document/wq2v2gjy-evaluasi-daya-hasil-11-cabai-
hibrida-harapan-di-kebun-percobaan-ipb-leuwikopo.html
<1% - https://putratani.com/penjelasan-tentang-tanaman-cabai/
<1% - https://text-id.123dok.com/document/nzw44d1q-peran-predator-serta-musuh-
alami-lain-pada-agroekosistem-wortel-di-wilayah-cikajang-kabupaten-garut.html
<1% - https://mafiadoc.com/strategi-pengembangan-usahatani-lele-dumbo-di-
_5a047d811723dd2cf07b3329.html
1% - https://tasikmalayakab.go.id/index.php/en/about/dokumen-
perencanaan/rkpd/rkpd-3/send/9-rkpd/26-bab-ii
1% - https://tasikmalayakab.go.id/index.php/en/about/dokumen-
perencanaan/rkpd/rkpd-2/send/11-rkpd-2016/17-bab-ii
<1% -
https://www.researchgate.net/publication/336001191_DAMPAK_URBANISASI_BAGI_PER
KEMBANGAN_KOTA_DI_INDONESIA
<1% - https://tanonmandiritaniorganik.blogspot.com/2011/12/unsur-hara-pada-
tanaman.html
<1% - https://pt.scribd.com/document/28834853/Rakitan-Teknologi-Budidaya-Cabai-
Merah
<1% - https://id.scribd.com/doc/161625290/Prosiding-Seminar-Dan-Kolokium-Nasional
<1% - https://www.facebook.com/directory/pages/U-2399127-2399955