Anda di halaman 1dari 2

Anemia Pada Lansia

Di Amerika Serikat, 40-60% pasien lansia menderita kondisi anemia dengan jumlah kematian
akibat kondisi tersebut yang signifikan. Anemia dapat menurunkan, menghambat kegiatan
sehari-hari dan mengarahkan kepada kesalahan diagnosis pada pasien lansia. Memahami
penyebab dan akar dari anemia pada lansia, keluhan pada anemia, diagnosis dan pengobatan
akan membantu pelayan kesehatan, orang dewasa dan anak-anak beserta dokter untuk melakukan
penanganan yang sesuai untuk pasien lansia.

Anemia pada lansia dapat disebabkan oleh berbagai factor, termasuk keturunan, kekurangan
vitamin, kekurangan besi dan penyakit. Penyebab umum tersering anemia pada lansia
dihubungkan pada penyakit menahun, termasuk penyakit peradangan, keganasan dan infeksi
menahun. Selain yang tersebut sebelumnya, anemia pada lansia juga dihubungkan kepada
penurunan kadar nutrisi, secara khusus adalah kurangnya asam folat dan vitamin B12. Sebagai
tambahan, ini merupakan hal yang penting untuk diperhatikan bahwa banyak kasus anemia pada
lansia tidak memiliki penyebab dasar sebanyak 15%.

Hemoglobin ditemukan secara alami dalam tubuh dan berada dalam sel darah merah, bertugas
menyediakan oksigen untuk tubuh. Untuk melakukan tugas tersebut, sel darah merah harus kaya
dengan besi. Diproduksi di sumsum tulang, besi meningkatkan produksi sel darah merah dimana
transport oksigen dapat dilakukan ke seluruh tubuh dan menyediakan energy dan rasa
kewaspadaan bagi pasien. Saat berada dalam kondisi anemia, pemeriksaan laboratorium darah
akan menampilkan kondisi rendahnya jumlah sel darah merah dalam tubuh sebagai kemungkinan
akibat tubuh menghancurkan sel-sel tersebut dalam jumlah yang besar dibandingkan dengan
jumlah produksi atau sel-sel tersebut tidak dapat diproduksi karena kurangnya bahan baku besi.
Pada pasien lansia yang menderita penyakit yang mengganggu sumsum tulang, anemia menjadi
isu utama dan sering menyebabkan kematian.

Keluhan pada anemia dapat bervariasi dan dapat meliputi kondisi lemas, kulit pucat, sakit kepala
yang sering, pusing, suhu tubuh menurun dan nyeri dada. Dalam beberapa kasus, kemunduran
atau kelambatan kognitif dapat ditemukan. Sayangnya pada beberapa pasien lansia, keluhan
tersebut mungkiin sulit diutarakan oleh yang bersangkutan, khususnya bagi mereka yang
memiliki keterbatasan berbicara. Kecenderungan komunitas kesehatan untuk mendiagnosis
anemia sebagai kondisi yang muncul karena proses penuaan menjadi perhatian tersendiri karena
dokter akan kehilangan kesempatan untuk mendiagnosis penyakit menahun dalam kondisi
terminal, misalkan pendarahan saluran cerna.

Untuk mendiagnosis anemia pada lansia, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan
laboratorium.

To diagnose geriatric anemia, the physician may order a variety of laboratory tests. However, if
the elderly patient was ill within a two week period prior to the testing, the laboratory results
may be difficult to interpret and could lead to false positive or false negative result.  The two test
combination most commonly seen, in diagnosing geriatric anemia, includes hemoglobin and
hematocrit levels.  Testing is simple as blood is drawn by venipuncture; through the arm. In
addition to standard blood work, the physician may consider testing for chronic infection,
including renal and hepatic related diseases.

Once diagnosed with geriatric anemia, the physician will recommend a variety of treatment
options. The first line of defense being increased dietary nutritional value including limited
cow’s milk, avoiding juice intake and increasing intake of iron fortified cereal. In patients with
anemia induced by chronic disease, the administration of iron supplements or iron therapy is of
no benefit.   As a result, the physician may, instead, consider administration of erythropoietin,
three times daily.  What is important to note is that these treatment options are affordable and
may provide a significant improvement in the daily living activities of the geriatric anemia
sufferer.

Without treatment, the geriatric patient will have limited daily living activities and may often
miss the opportunity to obtain diagnosis of a more chronic health condition or disease. Studies
have shown anemic patients suffer from decreased mental activity, suffer from increased fear,
anguish, fatigue, anxiety in addition to the standard physical symptoms of fatigue, lethargy,
paleness and chest pain. A patient exhibiting these symptoms may not be anemic. However, if
the symptoms persist, a battery of tests should be completed, including intelligence testing, to
determine if anemia is present and, in some cases, an underlying chronic, geriatric based disease,
has developed. 

With age, most individuals begin to lose physical and mental health.   Understanding the signs
and syptoms of anemia will provide the geriatric patient with the tools and resources
to identify signs

 of general aging versus sympoms associated with disease.  Treatment to relieve the anemia
symptoms and improve red blood cell health, in addition to more extensive testing into an
underly chronic disease complication should be discussed with the physician.   When faced with
anemia type symptoms, a consultation, with laboratory testing, is highly recommended and may
lead to a more prolonged and improved life.