Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Ibadah Qurban adalah ibadah yang di perintah kan oleh Allah SWT
karena berqurban adalah salah satu bentuk pernyataan rasa sukur kita atas
nikmat yang telah di berikan. Jadi, bagi orang yang mampu, maka di wajibkan
untuk berqurban.
Disamping itu ibadah qurban merupakan ungkapan rasa persaudaraan
antara saudara kita yang mampu dengan saudara kita yang mampu secara
ekonomi, untuk saling berbagi rezeki. Menumbuhkan sifat untuk saling
berkorban untuk orang lain. Saling tolong menolong untuk mempererat tali
persatuan antara umat manusia , khususnya umat islam.
Ibadah qurban hanya di batasi 4 hari  yaitu pada hari Raya Idul Adha
pada tanggal 10 Dzulhijjah dan Hari Tasyrik yaitu tanggal 11, 12 , dan 13
dzulhijjah. Daripada itu ibadah qurban juga mempunyai banyak sekali hikmah
diantaranya dapat merajut jalinan kebahagiaan kepada fakir dan miskin,
dengan membagikan daging qurban, menyadarkan manusia bahwa hidup ini
penuh pengorbanan, memupuk solidaritas terhadap sesama manusia dan
masih banyak lagi.
Ibadah aqiqah adalah penyembelihan hewan pada hari ke 7, dan 14.
Aqiqah juga dapat di laksanakan pada saat anak itu dewasa. Menyembelih
hewan aqiqah hukumnya sunnah muakkad. Pada jaman Nabi Muhammad
SAW, yang pertama kali di akikah kan adalah 2 orang saudara kembarnya
yaitu Hasan dan Husein, yang tidak lain adalah cucu dari Nabi Muhammad
SAW.
Ibadah aqiqah mengandung banyak sekali hikmah dan manfaat,
diantaranya adalah merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT
atas kehadiran seorang anak, dapat menumbuhkan jalinan kasih dan sikap
hormat anak kepada orang tuanya.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Ketentuan Ajaran Islam Tentang Qurban Dan Hikmahnya


Pengertian
   Qurban bahasa berasal dari bahasa arab, yaitu “al-udhiyah” diambil dari
kata “adh-ha” yang bermakna : permulaan siang setelah terbitnya matahari
dan dhuha yang selama ini sering kita gunakan untuk sebuah nama sholat,
yaitu sholat dhuha di saat terbitnya matahari hingga menjadi putih cemerlang.
Adapun al-udhiyah/qurban menurut syariat adalah sesuatu yang disembelih
dari binatang ternak yang berupa unta, sapi dan kambing untuk mendekatkan
diri kepada Allah yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan Hari Tasyrik.
Hari Tasyrik adalah hari ke 11, 12, dan 13 Dzulhijah.
                                                                                                        
َ ‫ َف‬  )3( ‫شانِ َئ َك ه َُو اأْل َ ْب َت ُر‬
‫إِ َّنا أَ ْع َط ْي َنا َك ا ْل َك ْو َث َر‬  )2( ‫صل ِّ ل َِر ِّب َك َوا ْن َح ْر‬ َ َّ‫إِن‬
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berqurbanlah. Sesungguhnya
orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus” (QS. Al Kautsar : 1-
3).
Qurban merupakan salah satu ibadah yang asal muasalnya dari kisah Nabi
Ibrahim ‘alayhis salam dan Nabi Isma’il ‘alayhis salam, hal ini diabadikan oleh
Allah Subahanhu wa Ta’alaa didalam Al-Qur’an :

‫س َت ِج ُد‬َ  ‫ ُت ْؤ َم ُر‬ ‫ َما‬ ْ‫ا ْف َعل‬ ‫ت‬ ِ ‫أَ َب‬ ‫ َيا‬ َ ‫ َقال‬ ‫ َت َرى‬ ‫ َم َاذا‬ ‫ َفان ُظ ْر‬ ‫أَ ْذ َب ُح َك‬ ‫أَ ِّني‬ ‫ا ْل َم َن ِام‬ ‫فِي‬ ‫أَ َرى‬ ‫إِ ِّني‬ ‫ ُب َن َّي‬ ‫ َيا‬ َ ‫ َقال‬ ‫س ْع َي‬ َّ ‫ال‬ ‫ َم َع ُه‬ ‫ َبلَ َغ‬ ‫َفلَ َّما‬
‫ َن ْج ِز‬ ‫ َك َذلِ َك‬ ‫إِ َّنا‬ ‫الر ْؤ َيا‬ َ   ْ‫ َقد‬ .‫إِ ْب َراهِي ُم‬ ‫ َيا‬  ْ‫أَن‬ ُ‫ َو َنا َد ْي َناه‬ .‫ين‬
ُّ   َ‫ص َّد ْقت‬ َّ ‫ال‬  َ‫مِن‬ ُ ‫هَّللا‬ ‫شاء‬
ِ ِ‫لِ ْل َجب‬ ‫ َو َتلَّ ُه‬ ‫أَ ْسلَ َما‬ ‫ َفلَ َّما‬ . َ‫صابِ ِرين‬ َ  ‫إِن‬ ‫نِي‬

ٍ ِ‫ َعظ‬ ‫ ِب ِذ ْب ٍح‬ ُ‫ َو َف َد ْي َناه‬ . ُ‫ا ْل ُم ِبين‬ ‫ا ْل َباَل ء‬ ‫لَ ُه َو‬ ‫ َه َذا‬  َّ‫إِن‬ . َ‫ا ْل ُم ْحسِ نِين‬ ‫ي‬
‫يم‬

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-
sama Ibrahim, Ibrahim berkata : "Hai anakku sesungguhnya aku melihat
dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa
pendapatmu!" Ia menjawab : "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang
diperintahkan kepadamu ; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk
orang-orang yang sabar. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim
2
membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya).
Dan Kami panggillah dia : "Hai Ibrahim,. sesungguhnya kamu telah
membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan
kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu
ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang
besar”. (QS. Ash-Shaaffat 37 : 102-107)

B. Hukum Qurban
Hukum menyembelih qurban menurut madzhab Imam Syafi’i dan jumhur
Ulama adalah sunnah yang sangat diharap dan dikukuhkan. Ibadah Qurban
adalah termasuk syiar agama dan yang memupuk makna kasih sayang dan
peduli kepada sesama yang harus digalakkan.

Dan sunnah disini ada 2 macam :

1. Sunnah ‘Ainiyah, yaitu : Sunnah yang dilakukan oleh setiap orang


yang mampu.
2. Sunnah Kifayah, yaitu : Disunnahkan dilakukan oleh sebuah
keuarga dengan menyembelih 1 ekor atau 2 ekor untuk semua keluarga
yang ada di dalam rumah.

Hukum Qurban menurut Imam Abu Hanifah adalah wajib bagi yang mampu.


Perintah qurban datang pada tahun ke-2 (dua) Hijriyah. Adapun qurban bagi
Nabi Muhammad SAW adalah wajib, dan ini adalah hukum khusus bagi
beliau.

Imam An-Nawawi rahimahullah didalam Al Majmu syarah Al-Muhadzdzab


mengatakan : “Telah kami tuturkan bahwa madzhab kami (syafi’iyah)
menyatakan sunnah muakkad bagi orang yang kaya (makmur) namun tidak
wajib, seperti inilah juga pendapat Aktsarul Ulama (kebanyakan ulama),
diantara mereka Sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khaththab, Bilal,
Abu Mas’ud al-Badri, Sa’id bin al-Musayyab, ‘Atha’, Aqlamah, al-Aswad,
Malik, Ahmad, Abu Yusuf, Ishaq, Abu Tsaur, al-Muzanni, Daud adl-Dhohiri
dan Ibnul Mandzur. Sedangkan Rabi’iah, al-Laits bin Sa’ad, Abu Hanifah dan

3
al-Auza’i berpendapat wajib bagi orang kaya kecuali orang yang haji di Mina.
Muhammad al-Hasan (ulama Hanafi) berpendapat wajib bagi muqim
(penduduk tetap) di semua wilayah namun yang masyhur dari Abu Hanifah
adalah wajib bagi muqim serta mencapai nishob”.
Terkait dasar pensyariatan Qurban, menurut ulama adalah Al-Qur’an, As-
Sunnah dan Ijma’ul ummah. Diantaranya adalah surah Al Kautsar ayat 2:
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah

Maksud shalat dalam ayat tersebut adalah shalat ‘Ied (hari raya) dan
sembelihlah (hewan) sembelihan. Diantaranya lagi, adalah hadits yang
diriwayatkan oleh Imam Muslim :

ِ ‫أَ َقرْ َني‬ ‫ْن‬


َ ‫ َو َو‬ ‫ َو َكب ََّر‬ ‫ َو َسمَّى‬ ‫ ِب َي ِد ِه‬ ‫ َذ َب َح ُه َما‬ ‫ْن‬
 ‫صِ َفا‬ ‫ َعلَى‬ ‫ ِرجْ لَ ُه‬ ‫ض َع‬ ِ ‫أَ ْملَ َحي‬ ‫ْن‬
ِ ‫ ِب َك ْب َشي‬ - ‫ َو َسلَّ َم‬ ‫ َعلَ ْي ِه‬ ُ ‫هَّللا‬ ‫صلَّى‬
َ  -  ُّ‫ال َّن ِبي‬ ‫ضحَّ ى‬
َ
‫ح ِِه َما‬

“Nabi shallallahu ‘alayhi wa Sallam berqurban dengan dua kambing kibasy


berwarna putih lagi panjang tanduknya, beliau menyembelihnya dengan
tangan beliau sendiri yang mulia seraya membaca basmalah, bertakbir dan
meletakkan kaki beliau yang berkah diatas leher keduanya”.

C. Kapan Qurban Menjadi Wajib Dalam Madzhab Imam Syafi’i Dan Jumhur
Ulama?

Qurban akan menjadi wajib dengan 2 hal :

1. Dengan bernadzar, seperti : Seseorang berkata : “Aku wajibkan


atasku qurban tahun ini.” Atau “Aku bernadzar qurban tahun ini.” Maka
saat itu qurban menjadi wajib bagi orang tersebut.
2. Dengan menentukan, maksudnya : Jika seseorang mempunyai
seekor kambing lalu berkata : “Kambing ini aku pastikan menjadi qurban.”
Maka saat itu qurban dengan kambing tersebut adalah wajib.

Dalam hal ini sangat berbeda dengan ungkapan seseorang : “Aku mau
berkorban dengan kambing ini.“ Maka dengan ungkapan ini tidak akan
menjadi wajib karena dia belum memastikan dan menentukan. Dan sangat

4
berbeda dengan kalimat yang sebelumnya, yaitu “Aku jadikan kambing ini
kambing qurban.”

D. Waktu Menyembelih Qurban


       Adapun waktu yang di perbolehkan melaksanakan penyembelihan
qurban hanya di batasi 4 hari, yaitu pada hari Raya Idul Adha yang
bertepatan pada tanggal 10 Dzulhijja dan Hari Tasyrik yaitu tanggal 11, 12,
dan 13 dzulhijjah.
 Waktu menyembelih qurban itu di perkirakan di mulai dari : selesai solat idul
adha. Bagi yang tidak melakukan solat hari Raya Idul Adha, ia harus
memperkirakan dengan perkiraan tersebut atau menunggu selesai nya solat
idul Adha dan khutbahnya dari masjid yang ada di daerah tersebut atau
sekkitarnya. Dan waktu berakhirnya berqurban saat terbenamnya matahari di
hari tasyrik 13 dzulhijjah.
      Sebaik baik waktu menyembelih hewan qurban adalah setelah solat idul
Adha dan khutbah di hari idul adha.
          Sabda Rasulullah SAW :

َ ‫اب ُس َّن َة ْالمُسْ لِم‬


‫ِين‬ َ ‫ص‬َ َ‫صاَل ِة َف َق ْد َت َّم ُن ُس ُك ُه َوأ‬
َّ ‫صاَل ِة َفإِ َّن َما َذ َب َح لِ َن ْفسِ ِه َو َمنْ َذ َب َح َبعْ َد ال‬
َّ ‫َمنْ َذ َب َح َق ْب َل ال‬

Artinya :“Barang siapa menyembelih qurban sebelum sholat Idul Adh-ha (10
Zulhijjah) maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya sendiri. Dan
barangsiapa menyembelih qurban sesudah sholat Idul Adh-ha dan dua
khutbahnya, maka sesungguhnya ia telah menyempurnakan ibadahnya
(berqurban) dan telah sesuai dengan sunnah (ketentuan) Islam.” (HR.
Bukhari)
Adalah sejak terbitnya matahari pada Yaumun Nahr (10 Dzulhijjah, penj) )
dan telah berlalu terbitnya dengan kadar shalat dua raka’at serta dua khutbah
yang ringan, atau setelah masuk waktu shalat ‘Dluha dengan kadar shalat
dua raka’at beserta khutbahnya yang sedang (ringan). Hal ini berdasarkan
riwayat dari Al Barra’ bin ‘Asib radliyallahu ‘anh, ia berkata :

5
:‫ َف َقا َل‬ ،ِ‫صالَة‬ َّ ‫ال‬ ‫ َبعْ َد‬ ‫ال َّنحْ ِر‬ ‫ َي ْو َم‬ ‫ َو َسلَّ َم‬ ‫ َعلَ ْي ِه‬ ُ‫هللا‬ ‫صلَّى‬ َ  ِ ‫هَّللا‬ ‫ َرسُو ُل‬ ‫َخ َط َب َنا‬
َ ‫ َفت ِْل‬ ،ِ‫صالَة‬
‫لَحْ ٍم‬ ُ‫ َشاة‬ ‫ك‬ َّ ‫ال‬ ‫ َق ْب َل‬ ‫ك‬ َ ‫ال ُّن ُس‬ ‫اب‬
َ ‫ َن َس‬  ْ‫ َو َمن‬ ،‫ك‬ َ ‫ص‬ َ َ‫أ‬ ‫ َف َق ْد‬ ،‫ ُنسْ َك َنا‬ ‫ك‬ َ  ‫صلَّى‬
َ ‫ َو َن َس‬ ،‫صالَ َت َنا‬ َ   ْ‫« َمن‬

“Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam berkhutbah kepada kami pada


yaumun Nahr (hari raya qurban) setelah shalat, beliau bersabda : “barang
siapa yang shalat seumpama kami shalat dan menyembelih seumpama kami
menyembelih (yaitu setelah shalat), maka sungguh ia telah benar, dan
barang siapa yang menyembelih sebelum shalat maka itu daging kambing
biasa (bukan qurban)”. (HR. Al Bukhari)

Catatan penting :
Jika seseorang menyembelih sebelum waktunya, atau sudah kelewat
waktunya, misalnya : menyembelih di malam hari raya raya idul adha atau
menyembelih setelah terbenamnya matahari tanggal 13 hari tasyrik maka
sembelihan itu tidak menjadi qurban dan menjadi sedekah biasa. Maka
hendaknya bagi panitia qurban untuk memperhatikan masalah ini
                                                                       
E. Syarat Orang Yang Berqurban
Syarat orang yang berkurban adalah :
1. Seorang muslim atau Muslimah
2. Usia baligh
Baligh ada 3 tanda , yaitu :
a. Keluar air mani (Bagi anak laki laki da perempuan) pada usia 9 tahun
b. Keluar Darah haid pada usia 9 tahun (bagi anak perempuan) . Jika
tidak keluar mani dan tidak haid , maka di tunggu hingga umur 15
tahun .
c. Dan jika sudah genap 15 tahun , maka ia telah baligh dengan usia ,
yaitu usia 15 tahun . Dan jika ada anak belum baligh , maka ia tidak
diminta untuk qurban, akan tetapi sunnah bagi walinya untuk qurban
atas nama anak tersebut.
3. Berakal
Maka orang gila tidak diminta untuk melakukan qurban, akan tetapi
sunnah bagi walinya untuk berqurban atas nama orang gila tersebut.
6
4. Mampu
Mampu disini adalah punya kelebihan dari makanan pokok, pakaian dan
tempat tinggal untuk dirinya di hari raya idul adha dan hari tasyrik .
5. Orang yang bermukim.
Musafir tidaklah wajib untuk berqurban.  Syarat ini dikenakan bagi yang
menyatakan bahwa berqurban itu wajib. Karena qurban tidak diambil
dari seluruh harta atau dilakukan setiap saat, namun dilakukan dengan
hewan tertentu dan waktu tertentu. Sedangkan musafir tidak berada di
setiap tempat dan tidak berada pada pelaksanaan qurban. Seandainya
kita mewajibkan pada musafir, maka ia harus membawa hewan
qurbannya saat ia bersafar. Dan tentu ini adalah suatu kesulitan atau bisa
jadi pula ia harus meninggalkan safar sehingga jadilah ada dampak jelek
untuk dirinya.

Namun bagi yang tidak mengatakan wajib, tidak berlaku syarat ini. Karena
kalau disyaratkan, maka itu jadi beban. Artinya, boleh saja qurban dilakukan
oleh seorang musafir semisal ketika berhaji dia meninggalkan negerinya,
namun pun ia ikut menunaikan udhiyah atau qurban. Bahkan ada hadist yang
mendukung hal ini,

‫ َق ْب َل أَنْ َت ْد ُخ َل‬، ‫ف‬ َ ‫َعنْ َعا ِئ َش َة – رضى هللا عنها – أَنَّ ال َّن ِبىَّ – صلى هللا عليه وسلم – َد َخ َل َعلَ ْي َها َو َحا‬
ْ ‫ض‬
َ ‫ت ِب َس ِر‬
‫َم َّك َة َوهْ َى َت ْبكِى‬
‫ َفا ْقضِ ى َما َي ْقضِ ى ْال َحا ُّج َغي َْر‬، ‫ت آ َد َم‬ ِ ‫ َقا َل « إِنَّ َه َذا أَ ْم ٌر َك َت َب ُه هَّللا ُ َعلَى َب َنا‬. ‫ت َن َع ْم‬ ِ ْ‫َف َقا َل « َما لَكِ أَ َنفِس‬
ْ َ‫ َقال‬. » ‫ت‬
‫ضحَّ ى َرسُو ُل هَّللا ِ – صلى هللا عليه‬ ُ ‫ َفلَمَّا ُك َّنا ِب ِم ًنى أُت‬. » ‫ت‬
ُ ‫ َفقُ ْل‬، ‫ِيت ِبلَحْ ِم َب َق ٍر‬
َ ‫ت َما َه َذا َقالُوا‬ ُ ‫أَنْ الَ َت‬
ِ ‫طوفِى ِب ْال َب ْي‬
‫وسلم – َعنْ أَ ْز َوا ِج ِه ِب ْال َب َق ِر‬

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa


sallam pernah menemuinya dan ia dalam keadaan haid di Sarif sebelum ia
memasuki Makkah dan ia dalam keadaan menangis. Lalu beliau berkata pada
‘Aisyah, “Ada apa engkau, apakah engkau sedang haid?” ‘Aisyah menjawab,
“Iya.” Beliau bersabda, “Ini adalah sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah
pada wanita. Lakukanlah seperti yang dilakukan orang yang berhaji selain
melakukan thowaf di Baitul Haram.” Ketika kami sedang di Mina, aku pernah
diberi daging sapi. Lalu aku berkata, “Apa ini?” Mereka (para sahabat)
7
berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berqurban untuk istri-istrinya
dengan sapi.”
.
F. Macam Macam Binatang Yang Boleh Di Jadikan Qurban
1. Unta , di perkirakan umurnya 5-6 tahun
2. Sapi atau kerbau , di perkirakan umurnya 2 tahun keatas
3. Kambing atau domba dengan berbagai macam macam jenisnya , di
perkirakan umurnya 1-2 tahun

]34 :‫مِنْ َب ِهي َم ِة اأْل َ ْن َع ِام} [الحج‬ ‫َولِ ُك ِّل أ ُ َّم ٍة َج َع ْل َنا َم ْن َس ًكا لِ َي ْذ ُكرُوا اسْ َم هَّللا ِ َعلَى َما َر َز َق ُه ْم‬
dan bagi tiap-tiap umat telah Aku syariatkan Mansak, supaya mereka
menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah
kepada mereka (Al-Hajj; 34)

Oleh karena itu, yang sah menjadi hewan kurban hanyalah unta, sapi,
kambing dan domba. Kerbau, banteng, kijang, jerapah, ayam, kelinci, merpati
dan semua hewan yang tidak termasuk keempat macam ini tidak sah
dijadikan sebagai hewan kurban. Hewan peranakan hasil persilangan silang
antara hewan yang sah dijadikan berkurban dengan hewan yang tidak sah
dijadikan berkurban juga tidak boleh dijadikan hewan kurban, karena
persilangan tersebut membuat keturunannya tidak tercakup dalam definisi
asal hewan induknya sebagaimana keturunan hasil persilangan antara  kuda
dengan keledai disebut Bighal, dan tidak disebut kuda atau disebut keledai.

)263 /17( ‫صحيح البخاري‬


ْ‫اس• َت ْق َب َل قِ ْبلَ َت َن••ا َفاَل َي• ْ•ذ َبح‬ َ ‫ص•لَّى‬
ْ ‫ص•اَل َت َنا َو‬ َ ْ‫ات َي• ْ•و ٍم َف َق•ا َل َمن‬َ ‫صلَّى هَّللا ُ َعلَ ْي ِه َو َسلَّ َم َذ‬َ ِ ‫صلَّى َرسُو ُل هَّللا‬ َ  ‫َعنْ ْال َب َرا ِء َقا َل‬
‫ِي َخ ْي ٌر‬ َ ‫ت َف َقا َل ه َُو َشيْ ٌء َعجَّ ْل َت ُه َقا َل َفإِنَّ عِ ْندِي َج َذ َع ًة ه‬ ُ ‫ار َف َقا َل َيا َرسُو َل هَّللا ِ َف َع ْل‬ ٍ ‫ف َف َقا َم أَبُو بُرْ َد َة بْنُ ِن َي‬
َ ‫ص ِر‬َ ‫َح َّتى َي ْن‬
‫اَل َت ْج ِزي َعنْ أَ َح ٍد َب ْع َد َك‬ ‫ْن ْآذ َب ُح َها َقا َل َن َع ْم ُث َّم‬
ِ ‫مِنْ مُسِ َّن َتي‬
                                                                       
“Dari Al Bara` dia berkata ; “Pada suatu hari Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam mengerjakan shalat, setelah itu beliau bersabda : “Barang
siapa mengerjakan shalat seperti shalat kami, dan menghadap kiblat kami,
hendaknya tidak menyembelih binatang kurban sehingga selesai

8
mengerjakan shalat.” Lalu Abu Burdah bin Niyar berdiri dan berkata; “Wahai
Rasulullah, padahal aku telah melakukannya.
” Beliau bersabda : “Itu adalah ibadah yang kamu kerjakan dengan
tergesa-gesa.” Abu Burdah berkata ; “Sesungguhnya aku masih memiki
Jadza’ah dan dia lebih baik daripada dua Musinnah, apakah aku juga harus
menyembelihnya untuk berkurban ? Beliau bersabda : “Ya, namun hal itu
tidak sah untuk orang lain setelahmu.” (H.R.Bukhari)”

G. Sifat-Sifat Binatang Yang Tidak Boleh Dijadikan Qurban


1. Bermata sebelah / buta
2. Pincang
3. Yang amat kurus, karena penyakit.
4. Berpenyakit yang parah

‫ ٌع اَل‬w‫ "أَ ْر َب‬- :َ‫ال‬w‫ َف َق‬ - ‫لم‬w‫ه وس‬w‫لى هللا علي‬w‫ص‬ - ِ ‫ول ُ هَّللَا‬w‫س‬ ُ ‫ا َر‬w‫ا َم فِي َن‬w‫ َق‬ :َ‫ب َرضِ َي هَّللَا ُ َع ْن ُه َما َقال‬ ٍ ‫از‬ ِ ‫بن َع‬ ِ ِ‫َو َع ِن اَ ْل َب َراء‬
‫يرةُ اَلَّتِي اَل‬ ُ ‫ ُة اَ ْل َب ِّينُ َم َر‬w‫يض‬
َ w‫ َه َوا ْل َك ِس‬w‫ ا ُء اَ ْل َب ِّينُ َظ ْل ُع‬w‫ َوا ْل َع ْر َج‬ ,‫ َها‬w‫ض‬ َ ‫ َوا ْل َم ِر‬ ,‫اَ ْل َع ْو َرا ُء اَ ْل َب ِّينُ َع َو ُرهَا‬ :‫ض َحا َيا‬
َّ ‫َت ُجو ُز فِي اَل‬
‫" ُت ْنقِي‬
ُّ ‫ص َّح َح ُه اَل ِّت ْر ِمذ‬
( ‫ َوا ْبنُ ِح َّبان‬ ,‫ِي‬ َ ‫ َر َواهُ اَ ْل َخ ْم‬ )
َ ‫ َو‬ .‫سة‬

Dari Al Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhuma, ia berkata, "Rasulullah


shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berdiri di tengah-tengah kami dan
berkata, "Ada empat cacat yang tidak dibolehkan pada hewan kurban : (1)
buta sebelah dan jelas sekali kebutaannya, (2) sakit dan tampak jelas
sakitnya, (3) pincang dan tampak jelas pincangnya, (4) sangat kurus sampai-
sampai seolah tidak berdaging dan bersum-sum.”  (Dikeluarkan oleh yang
lima (empat penulis kitab sunan ditambah dengan Imam Ahmad).
Dishahihkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Hibban )

H. Kesunahan dalam menyembelih qurban


1. Dalam keadaan bersuci
2. Menghadap qiblat
3. Kesunnahan lain saat menyembelih qurban, hendaknya : Mulai awal
bulan Dzulhijah tanggal 1 hingga saat menyembelih qurban agar tidak

9
memotong / mencabut rambut atau kukunya, seperti yang disabdakan
Nabi SAW :

ِ ‫ش ْع ِر ِه َوأَ ْظ َف‬
‫ار ِه‬ َ ‫إِ َذا َرأَ ْي ُت ْم ِهالَل َ ذِى ا ْلح َِّج ِة َوأَ َرا َد أَ َح ُد ُك ْم أَنْ ُي‬
َ ْ‫ض ِّح َى َف ْل ُي ْمسِ ْك َعن‬
(‫)رواه مسلم‬
“Jika masuk bulan Dzulhijah dan salah seorang dari kalian ingin
menyembelih qurban, maka hendaklah ia tidak memotong sedikitpun dari
rambut dan kukunya.” (H.R. Muslim)

 Jika bisa, menyembelih sendiri bagi yang mampu.


 Mempertajam kembali pisaunya
 Mempercepat cara penyembelihan
 Membaca Bismillah dan Takbir (seperti yang telah disebutkan)
sebelum membaca doa.
 Di depan warga, agar semakin banyak yang mendo’akannya.
 Untuk qurban yang sunnah (bukan nadzar) disunnahkan bagi yang
nadzar untuk mengambil bagian dari daging qurban biarpun hanya
sedikit.

I. Cara membagi daging qurban


Pemilik hewan kurban berhak mendapatkannya dan memakannya. Hal ini
berdasarkan perintah dari Allah Ta’ala sendiri :

َ ‫َف ُكلُوا ِم ْن َها َوأَ ْط ِعمُوا ْال َبائ‬


َ ‫ِس ْال َفق‬
 ‫ِير‬

“.. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah


untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.” (QS. Al Hajj (22): 28).
Ayat ini menunjukkan bahwa pemilik hewan kurban berhak memakannya, lalu
dibagikan untuk orang sengsara dan faqir, mereka adalah pihak yang lebih
utama untuk mendapatkannya. Selain mereka pun boleh mendapatkannya,
walau bukan prioritas.

10
Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah memaparkan cara pembagian sebagai
berikut :

‫ وله كذلك أن يهدي أو‬،‫ بال تحديد‬،‫للمهدي أن يأكل من هديه الذي يباح له االكل منه أي مقدار يشاء أن يأكله‬
،‫ ويهدي الثلث‬،‫ فيأكل الثلث‬،‫يقسمه أثالثا‬ :‫وقيل‬. ‫ ويتصدق بالنصف‬،‫يأكل النصف‬ :‫وقيل‬ .‫يتصدق بما يراه‬
‫ويتصدق بالثلث‬.

“Si pemilik hewan kurban dibolehkan makan bagian yang dibolehkan baginya


sesuai keinginannya tanpa batas. Dia pun boleh menghadiahkan atau
menyedekahkan sesuka hatinya. Ada pula yang mengatakan dia boleh
memakannya setengah dan menyedekahkan setengah. Dan dikatakan :
dibagi tiga bagian, untuknya adalah sepertiga, dihadiahkan sepertiga, dan
disedekahkan sepertiga.

Jika korban wajib karena nadzar : Maka semua dari daging korban harus
dibagikan kepada fakir miskin. Dan jika orang yang berkorban atau orang
yang wajib dinafkahinya ikut makan, maka wajib baginya untuk menggantinya
sesuai dengan yang dimakannya.

Adapun jika korban sunnah : Maka tidak disyaratkan sesuatu apapun


dalam pembagiannya, asalkan ada bagian uintuk orang fakir miskin,
seberapapun bagian tersebut. Dan dianjurkan untuk bisa membagi menjadi 3
bagian, 1/3 untuk keluarga, 1/3 untuk dihidangkan tamu, 1/3 untuk dibagikan
kepada fakir miskin. Dan semakin banyak yang dikeluarkan tentu semakin
besar pahalanya.

J. Hikmah Qurban

1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban


Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata : “Wahai Rasulullah
SAW, apakah qurban itu ?” Rasulullah menjawab : “Qurban adalah
sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab : “Apa
keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu ?” Rasulullah
menjawab : “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan. ”Mereka

11
menjawab : “Kalau bulu-bulunya ?” Rasulullah menjawab : “Setiap satu
helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]
2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda : “Siapa yang mendapati
dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia
mendekati tempat shalat Ied kami.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]
3. Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling baik
Amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah
melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban),
sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang
lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu-bulunya.
Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah-sebagai qurban di
manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka
ikhlaskanlah menyembelihnya.” [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi
menyatakan : Hadits ini adalah hasan gharib
4. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama,
menggembirakan kaum dhuafa

“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada
Allah” [HR. Muslim]

5. Berkurban adalah ibadah yang paling utama

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” [Qur’an


Surat Al Kautsar : 2]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa


(16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan
: “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk
mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih
qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh
kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan
ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta

12
keutamaan-Nya.”

“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku


dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [Qur’an Surat Al
An’am : 162]

Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah
menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah
shalat…”

6. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban),


supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang
telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang
Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah
kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)”
[Qur’an Surat Al Hajj : 34]

7. Mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-
sama Ibrahim, Ibrahim berkata : “Hai anakku sesungguhnya aku melihat
dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa
pendapatmu!” Ia menjawab : “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang
diperintahkan kepadamu ; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk
orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan
Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran
keduanya). Dan Kami panggillah dia : “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu
telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi
balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-

13
benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor
sembelihan yang besar.” [Qur’an Surat Ash Shaffat : 102 – 107]

K. Ketentuan Ajaran Islam Tentang Aqiqah Dan Hikmahnya


1. Pengertian
Aqiqah menurut Bahasa artinya memotong. Pada asalnya ialah rambut yang
tumbuh dikepala bayi ketika bayi tersebut keluar dari rahim ibunya, karena itu
rambut tersebut harus dipotong (dicukur). Adapun menurut istilah hukum
syara’ aqiqah adalah penyembelihan hewan tertentu untuk kepentingan anak,
pada saat mencukur dan pemberian nama anak itu.
Secara umum Aqiqah adalah menyembelih binatang pada hari ketujuh,
keempat belas dan kedua puluh satu dari kelahiran anak. Aqiqah di barengi
dengan pemberian nama dan pemotongan rambut anak tersebut.
Menyembelih hewan aqiqah hukumnya sunnah muakad bagi orang tua yang
dianugerahi anak. Hukumnya menjadi wajib,jika aqiqah itu di niatkan sebagai
nazar.

Hadist Nabi Muhammad SAW menyebutkan:

‫كل غالم مرتهن بعقيقته تذبح عنه يوم سابعه ويحلق ويتصدق بوزن شعره فضة أو ما يعادلها ويسمى‬

Artinya : ”Dari samurah,sesungguhnya Rasullulah SAW telah bersabda :


”Tiap-tiap anak laki-laki tergadai dengan aqiqahnya. Disembelih aqiqah itu
untuknya pada hari ketujuh,dicukur rambutnya, dan diberi nama” (HR. Ahmad
dan Imam Empat)
Pada zaman Nabi Muhammad yang pertama kali diaqiqahkan adalah dua
orang saudara kembar yaitu cucu Nabi Muhammad SAW dari perkawinan
fatimah dengan ali bin abi thalib yang bernama Hasan dan Husein.
2.    Hukum Aqiqah
Aqiqah hukumnya sunah muakkad yaitu sunah yang sangat dianjurkan
bagi orang tua atau orang yang mempunyai kewajiban menanggung nafkah si
anak. Aqiqah dilaksanakan 1 kali dalam seumur hidup. Apabila disaat kecil
belum melaksanakan aqiqah karena belum kuasa, maka aqiqah dapat

14
dilaksanakan setelah dewasa, karena saat itu dia sudah dapat dikatakan
mampu dalam melaksanakan aqiqah.
3.  Waktu Dan Tata Cara Pelaksanaan Aqiqah
       Waktu pelaksanaan aqiqah sudah diatur dalam islam, jadi tidak semua
waktu dapat dilaksanakannya aqiqah. Aqiqah sebaiknya dilaksanakan
pada hari ketujuh setelah kelahiran anak sekaligus memberi nama anak pada
anak. Jika hari ketujuh telah berlalu, maka hendaklah menyembelih pada hari
keempat belas. Dan jika hari keempat belas terlewat juga, maka hendaklah
pada hari yang kedua puluh satu.
Hal ini sebagaimana telah disebutkan dalam hadist Rasulullah SAW “Aqiqah
disembelih pada hari ketujuh, keempat belas, dan kedua puluh satu”. (HR.
Tirmidzi)
Adapun syarat dan tata cara pemotongan hewan yang sah sebagai aqiqah
juga sama dengan syarat hewan yang sah sebagai qurban. Jumlahnya sesuai
dengan hadist Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu
Majah adalah untuk laki-laki dua ekor, sedangkan untuk anak perempuan
satu ekor.

Tata cara pemotongan hewan aqiqah.


a. Membaca basmalah
b. Membaca shalawat kepada Nbi Muhammd saw
c. Membaca takbir
d. Membaca doa aqiqah
e. Hewan aqiqah dihadapkan kearah kiblat
f. Menggunakan alat pemotong yang tajam, agar cepat mati.

4. Jenis Dan Syarat Hewan Aqiqah


Jenis hewan yang sah untuk Aqiqah adalah sebagai berikut :
1) Unta yang telah berumur 5 tahun
2) Sapi yang telah berumur 2 tahun
3) Kambing yang sudah berumur 1 tahun
4) Domba atau biri-biri yang sudah berumur satu taun atau telah lepas
giginya, sesudah berumur 6 bulan atau di sebut dhan.

15
Syaratnya :
Hewan yang dalam keadaan baik, yaitu matanya tidak buta sebelah, tidak
pincang kakinya, tidak berpenyakit, tidak kurus, tidak terlalu tua, tidak dalam
keadaan hamil atau baru melahirkan, sebagaimana hadits Rasulullah SAW
yang artinya “bahwasanya Rasulullah SAW, memerintahkan orang-orang
agar menyembelih aqiqah untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang
umurnya sama dan untuk anak perempuan seekor kambing (HR. Tirmidzi).

5. Manfaat aqiqah dalam kehidupan sehari-hari :


Manfaat  yang di timbulkan karena adanya pelaksanaan aqiqah, diantaranya
sebagai berikut :
a. Merupakan perwujudan rasa syukur kepada Allah SWT, atas kehadiran
seorang anak dan keselamatannnya mulai dari masih dalam kandungan
sampai lahir ke dunia ini.
b. Diharapkan akan menambah erat jalinan kasih sayang, sikap hormat
seorang anak kepada kedua orangtuanya karena ia telah mengetahiu
bahwa kelahirannya di dunia ini di harapkan dan di syukuri dengan
menyembelih hewan aqiqah
c. Menyuburkan hubungan yang  baik sesama tetangga maupun saudara
dengan ikut merasakan kegembiraan atas lahirnya seorang anak dan
karena merasa mendapat bagian dari daging aqiqah tersebut.
d. Menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran dalam beragama,
bermasyarakat, serta menanamkan rasa persatuan, toleransi dan tolong
menolong sesama anggota masyarakat. Dengan aqiqah berarti salah satu
syariat Islam telah dilaksanakan.
e. Sebagai pelajaran bagi orang tua, bahwa harus bertanggung jawab dalam
membesarkan anak.
f. Mengorganisasikan pembagian daging aqiqah
Pembagian daging aqiqah berbeda dengan pembagian dagig qurban.
Pembagian daging aqiqah di bagikan kepada fakir miskin setelah di masak
terlebih dahulu

6. Hikmah Aqiqah

16
a. Menghidupkan sunah Nabi Muhammad Shallallahu alahi wa sallam dalam
meneladani Nabiyyullah Ibrahim alaihissalam tatkala Allah Subhanahu wa
Ta’ala menebus putra Ibrahim yang tercinta Ismail alaihissalam.
b. Dalam akikah ini mengandung unsur perlindungan dari syaitan yang dapat
mengganggu anak yang terlahir itu, dan ini sesuai dengan makna hadis,
yang artinya : “Setiap anak itu tergadai dengan akikahnya.” Sehingga
Anak yang telah ditunaikan akikahnya insya Allah lebih terlindung dari
gangguan syaithan yang sering mengganggu anak-anak. Hal inilah yang
dimaksud oleh Al Imam Ibnu Al Qayyim Al Jauziyah "bahwa lepasnya dia
dari syaithan tergadai oleh akikahnya".
c. Akikah merupakan tebusan hutang anak untuk memberikan syafaat bagi
kedua orang tuanya kelak pada hari perhitungan. Sebagaimana Imam
Ahmad mengatakan : "Dia tergadai dari memberikan syafaat bagi kedua
orangtuanya (dengan akikahnya)".
d. Merupakan bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah Subhanahu wa
Ta’ala sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang
dianugerahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan lahirnya sang anak.
e. Akikah sebagai sarana menampakkan rasa gembira dalam melaksanakan
syari'at Islam & bertambahnya keturunan mukmin yang akan
memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat.

17
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Qurban adalah menyembelih hewan pada hari raya idul adha yakni tanggal 10
Dzulhijjah dan hari tasyrik yakni tanggal 11,12 dan 13 dzulhijjah. Ibadah
berqurban adalah tujuan kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Apabila kita berqurban (menyembelih hewan) pada hari tasyrik yang bertepatan
pada tanggal 13 Dzulhijjah setelah terbenamnya matahari, maka itu tidak
termasuk berqurban, akan tetapi hanya sedekah biasa. Firman Allah SWT yang
menjelaskan tentang qurban terdapat pada surah Al-kautsar 1-3. Bagi orang
yang mampu, berqurban hukumnya wajib, hewan untuk berqurban juga hanya
boleh hewan sapi, kerbau, unta, dan kambing, kita tidak boleh berqurban selain
hewan itu. Hewan tersebut juga harus cukup umurnya, tidak boleh cacat, harus
dalam keadaan yang baik dan sehat. Berqurban juga mengenang peristiwa
monumental kepatuhan Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s, yang menjalankan
perintah Allah SWT. Salah satu manfaat berqurban yaitu memberikan
kesenangan kepada fakir dan  miskin dengan memberikan daging qurban,
walaupun tidak terlalu banyak.

18
Aqiqah adalah menyembelih hewan (kambing) pada hari ke 7, 14, ataupun 21
setelah kelahiran anak. Hukum aqiqah adalah sunah muakkad, bagi orang  tua
yang telah dianugerahi seorang anak. Jadi orang tua harus melakukan aqiqah,
sebagai rasa syukur yang telah di anugerahi seorang anak. Hewan (kambing)
untuk anak seorang laki-laki, maka kambingnya harus 2 ekor, dan untuk anak
seorang perempuan, maka hewan(kambing) yang harus dikeluarkan 1 ekor .

Kritik dan saran


Demikian makalah ketentuan ajaran islam tentang aqiqah dan kurban
menumbuhkan kepedulian umat yang kami susun, kami sadar penyusunan
makalah ini masih jauh dari kata sempurna karena keterbatasan kami sebagai
manusia, tapi kami telah berusaha untuk memberikan sedikit pengetahuan kami
tentang masalah aqiqah dan kurban menumbuhkan kepedulian umat tersebut.
Kami selaku penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran untuk
kesempurnaan makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Wahab Khallaf. Tt. Ilmu Ushul Fiqih. Beirut

Sayid Sabiq. 1983. Fiqhu  Sunnah. Jilid I,II,III, cet IV. Beirut : Dar al fikr

Sulaiman Rasyid. 2004. Fiqh Islam. Bndung : Sinar baru Algensindo. Cet ke-4

19