Anda di halaman 1dari 5

Cara Deteksi Kanker Serviks saat Awal Menyerang

Kanker serviks adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Human papillomavirus atau HPV.
Virus ini dapat menular ke orang lain melalui hubungan intim hingga kontak dari kulit ke kulit.
Penyebaran yang terbilang mudah terjadi dan gangguan yang dapat menimbulkan komplikasi berbahaya
sangat berisiko ketika menyerang.

Penyakit yang berbahaya bagi wanita setelah kanker payudara ini ternyata terbilang mudah untuk
disembuhkan apabila dideteksi dengan cepat. Deteksi dini pada kanker serviks sangat penting agar
peluang untuk sembuh dapat meningkat. Teknologi yang semakin canggih dapat membuat dokter lebih
mudah untuk mengambil langkah selanjutnya. Berikut adalah beberapa cara deteksi kanker serviks:

1. Pap Smear

Cara deteksi kanker serviks yang pertama dapat dilakukan adalah dengan menggunakan metode pap
smear. Hal ini terbilang ampuh untuk dilakukan, bahkan kondisi sebelum terjadinya kanker juga dapat
diketahui. Pap smear dilakukan dengan memeriksa kondisi jaringan sel serviks dan mengambil sedikit
bagiannya untuk dilakukan pengecekan di laboratorium. Maka dari itu, pemeriksaan ini dilakukan saat
tidak sedang haid.

Kanker serviks dapat menyebabkan beberapa komplikasi yang berbahaya jika tidak segera diatasi. Maka
dari itu, jika kamu mempunyai pertanyaan perihal cara deteksi kanker serviks, dokter dari Halodoc siap
membantu. Selain itu, kamu juga dapat melakukan pemesanan pemeriksaan gangguan ini di rumah
sakit. Caranya mudah, hanya dengan download aplikasi Halodoc di smartphone-mu!

Baca juga: Kenali 7 Tanda dan Gejala Kanker Serviks

2. Tes IVA

Pemeriksaan lainnya yang dapat dilakukan sebagai cara deteksi kanker serviks yang efektif adalah
dengan tes IVA. Tes IVA atau Inspeksi Visual Asam Asetat adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk
mendeteksi kanker serviks tahap awal dan terbilang lebih murah. Hal tersebut lantaran pemeriksaan ini
hasilnya dapat diolah tanpa menunggu hasil lab.
Pemeriksaan ini dibutuhkan asam asetat dengan kadar sekitar 3-5 persen yang kemudian dioleskan ke
leher rahim. Setelahnya dilakukan penilaian apabila mengidap kanker serviks atau tidak. Jika timbul luka,
berubah menjadi putih, atau mengeluarkan darah saat dioleskan, maka kemungkinan besar terdapat sel
kanker. Apabila jaringan leher rahimnya normal, maka tidak ada gangguan yang timbul.

Pemeriksaan HPV DNA

Pemeriksaan HPV DNA juga dapat dilakukan untuk memastikan seseorang mengidap kanker serviks atau
tidak. Metode ini dilakukan dengan cara mendeteksi infeksi yang ditimbulkan oleh virus HPV yang dapat
menimbulkan risiko tinggi. Dokter akan memastikan adanya materi genetik (DNA) dari HPV pada bagian
serviks wanita yang terindikasi mengidap kanker serviks. Cara ini dapat dilakukan bersamaan dengan
pap smear untuk lebih memastikan kanker serviks yang menyerang.

logo

What are you searching for..

Kanker > Kanker Serviks

Macam-Macam Tes Medis untuk Deteksi Kanker Serviks Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan | Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Terakhir diperbarui: 26/04/2020 . Waktu baca 7 menit

Bagikan sekarang

deteksi dini kanker serviks

Deteksi dini kanker serviks penting untuk dilakukan. Pasalnya, semakin dini ditemukan, peluang
kesembuhan Anda pun akan semakin besar. Bahkan, bukan tidak mungkin Anda mampu mencegah
kanker serviks berkembang ke tahap yang lebih berat. Pemeriksaan apa saja yang perlu dilakukan untuk
mencari tahu gejala atau kemungkinan adanya kanker serviks?

Pentingnya pemeriksaan rutin untuk deteksi dini kanker serviks

Selama ini, tingkat kematian akibat kanker serviks cukup tinggi. Hal ini karena banyak wanita yang tidak
melakukan deteksi dini, sehingga baru tahu dirinya kena kanker serviks saat memasuki stadium lanjut,
atau bahkan sudah menyebar.

Padahal, jika ditemukan lebih cepat, peluang keberhasilan perawatan untuk kanker serviks akan jauh
lebih besar. Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan rutin kanker serviks.

Cara deteksi dini kanker serviks

Ada 3 cara untuk melakukan mendeteks kanker serviks sejak dini, meliputi:

1. Pemeriksaan pap smear

tahap pemeriksaan pap smear

Deteksi dini kanker serviks dengan melakukan pemeriksaan pap smear umumnya direkomendasikan
untuk wanita yang telah aktif berhubungan seksual, atau setidaknya berusia di atas 21 tahun. Tes ini
bertujuan untuk mengetahui kemungkinan adanya pertumbuhan sel abnormal di dalam rahim dan leher
rahim (serviks).

Pemeriksaan kanker serviks dengan pap smear dilakukan dengan menggunakan sebuah alat khusus yang
dimasukkan ke dalam vagina, bernama spekulum.
Spekulum akan dimasukkan dokter ke dalam vagina, sehingga dapat membantu untuk melebarkan serta
memberi jalan agar memudahkan proses pap smear. Selanjutnya, sebuah alat khusus seperti spatula,
sikat, dan gabungan dari spatula dan sikat (cytobrush) digunakan untuk mengambil sampel sel dalam
leher rahim.

Sampel sel tersebut kemudian dikumpulkan, dan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut.
Hasil dari tes inilah yang nantinya dapat menunjukkan apakah terdapat perubahan sel maupun tanda-
tanda ketika tubuh Anda sudah mulai, atau akan mengembangkan sel kanker di dalam serviks

Sesuai namanya, pemeriksaan HPV adalah suatu uji yang dilakukan untuk mengetahui kemungkinan
adanya infeksi virus HPV. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara mengambil dan mengumpulkan sel-sel
dari dalam leher rahim atau serviks.

Seperti yang telah disebutkan, Anda bisa melakukan tes ini bersamaan dengan pap smear sebagai salah
satu upaya untuk mencegah kanker serviks.

Tes IVA juga menjadi salah satu cara deteksi dini kanker serviks yang direkomendasikan oleh
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk memeriksa kondisi leher rahim. IVA merupakan
kependekan dari inspeksi visual dengan asam asetat.

Jika dibandingkan dengan pap smear, tes IVA cenderung lebih murah karena pemeriksaan dan hasil
diolah langsung, tanpa harus menunggu hasil laboratorium.

Pemeriksaan IVA dilakukan dengan menggunakan asam asetat atau asam cuka dengan kadar 3-5 persen,
yang kemudian diusapkan pada leher rahim.

Hasilnya juga akan langsung ketahuan apakah Anda dicurigai memiliki kanker serviks atau tidak.
Meskipun terdengar agak menyeramkan, sebenarnya pemeriksaan untuk deteksi dini kanker serviks ini
tidak menyakitkan dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit.

Saat jaringan leher rahim memiliki sel kanker, akan terlihat seperti luka, berubah menjadi putih, atau
bahkan mengeluarkan darah ketika diberikan asam asetat. Sementara jaringan leher rahim yang normal,
tidak akan menunjukkan perubahan apa pun.
Pemeriksaan ini dianggap sebagai deteksi awal yang ampuh dan murah mendeteksi penyakit tersebut.
Selain itu, tes IVA juga dapat dilakukan kapan pun.