Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN HASIL WAWANCARA

KOHORT IBU DAN BALITA


DI DESA KEDALEMAN WETAN KECAMATAN PURING
Untuk Memenuhi Tugas Kebidanan Komunitas
Semester IV

Di Susun Oleh kelas 2A


Kelompok 4
1. Eka Riyanti (B1301045)
2. Eka Velly Handayani (B1301046)
3. Elok Vaikoh (B1301048)
4. Endang Istiarini (B1301049)
5. Erawati (B1301050)
6. Esti Nurulhatam (B1301051)
7. Eti Purnaningsih (B1301052)
8. Fatimah Nur Rahma (B1301053)
9. Fitriani Lestari (B1301055)
10. Fitrilia Maya Surya (B1301056)

PROGRAM STUDI D III KEBIDANAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH
GOMBONG
2015
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat
dan hidayah–Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan
Laporan Hasil Wawancara Kohort Ibu dan Balita di Desa Kedaleman Wetan
Kecamatan Puring oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah
Gombong tahun 2014/2015. Laporan ini disusun berdasarkan hasil wawancara
yang telah dilaksanakan pada hari Kamis, 09 Juli 2015.
Kegiatan ini tidak akan berjalan dengan baik dan lancar tanpa bantuan dari
segenap pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu,
kami ucapkan terima kasih kepada:
1. Purwanto, selaku Kepala Desa Kedaleman Wetan Kecamatan Puring, dan
perangkat-perangkat desanya, yang telah memberi kami kesempatan untuk
melaksanakan wawancara.
2. Hardiyati, Amd. keb, selaku bidan di Desa Kedalemant Wetan Kecamatan
Puring.
3. M. Madhan Anis, S.Kep. Ns, selaku Ketua STIKES Muhamadiyah
Gombong.
4. Hastin Ika I., S. SiT., MPH, selaku Ketua Program Studi DIII Kebidanan.
5. Siti Mutoharoh, S.ST, MPH, selaku koordinator mata kuliah Kebidanan
Komunitas di STIKES Muhammadiyah Gombong.
6. Serta semua pihak yang turut membantu terselesaikannya laporan ini yang
tidak dapat kami sebutkan satu per-satu.
Segenap penyusun meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak
apabila dalam melaksanankan kegiatan wawancara banyak melakukan kesalahan
dan kekhilafan. Serta Penyusun menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari
sempurna, oleh karena itu penyusun sangat mengharapkan saran dan kritik yang
bersifat membangun demi kesempurnaan program kerja ini. Akhir kata penyusun
berharap laporan pertanggungjawaban ini dapat berguna dan bermanfaat bagi
semua pihak yang terkait.
Gombong, 10 Juli 2015

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.................................................................................... i
KATA PENGANTAR................................................................................. ii
DAFTAR ISI................................................................................................ iii
KETERANGAN.......................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah............................................................................. 2
C. Tujuan................................................................................................ 2
D. Manfaat............................................................................................. 2
BAB II TINJAUAN TEORI
A. Pengertian Kohort............................................................................. 3
B. Tujuan Kohort................................................................................... 3
C. Batasan dalam Register Kohort......................................................... 4
D. Jenis Kohort...................................................................................... 5
E. Cara Pengisian Register Kohort Ibu dan Balita................................. 6
BAB III ISI WAWANCARA
A. Profil Bidan....................................................................................... 10
B. Daftar Pertanyaan dan Jawaban Hasil Wawancara Kohort...............
11
BAB IV ANALISA...................................................................................... 15
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan....................................................................................... 19
B. Saran.................................................................................................. 19
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN

iii
LAPORAN HASIL WAWANCARA
KOHORT IBU DAN BALITA
DI DESA KEDALEMAN WETAN KECAMATAN PURING

Tema : Kohort Ibu dan Balita


Kegiatan : Wawancara
Tujuan : Untuk memenuhi tugas Komunitas Kebidanan
Hari/Tanggal : Kamis, 09 Juli 2015
Desa : Kedaleman Wetan
Kecamatan : Puring
Narasumber : Bidan Hardiyati, Amd. Keb
Anggota :
1. Eka Riyanti (B1301045)
2. Eka Velly Handayani (B1301046)
3. Elok Vaikoh (B1301048)
4. Endang Istiarini (B1301049)
5. Erawati (B1301050)
6. Esti Nurulhatam (B1301051)
7. Eti Purnaningsih (B1301052)
8. Fatimah Nur Rahma (B1301053)
9. Fitriani Lestari (B1301055)
10. Fitrilia Maya Surya (B1301056)

iv
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Millenium Development Goals indikator kelima mengenai peningkatan
kesehatan ibu belum mencapai target. Hal ini ditunjukkan dari Angka Kematian
Ibu (AKI) yang masih tinggi dan jauh diatas target 2015 yakni 102 kematian ibu
per100.000 kelahiran hidup. Data dari Survey Demografi dan Kesehatan
Indonesia (SDKI) pada 2012 menunjukkan AKI berada pada angka 359 kematian
ibu per 100.000 kelahiran hidup (Direktorat Bina Kesehatan Ibu, 2011).
Data cakupan Pelayanan K1 dan K4 di Kabupaten Kebumen pada tahun
2011 sebesar 99,7 %, telah mencapai target SPM, hal ini berarti akses pelayanan
kepada sasaran ibu hamil sudah baik. Hasil pengumpulan data di Kabupaten
Kebumen pada tahun 2011 menunjukkan bahwa persentase cakupan persalinan
dengan pertolongan tenaga kesehatan sebesar 98,75 %. Cakupan kunjungan ibu
nifas rata-rata pada tahun 2011 adalah 95,39 %, sudah memenuhi target cakupan
kunjungan ibu nifas pada tahun 2015 adalah 90%. Berdasarkan wilayah kerja
puskesmas, Ambal II merupakan puskesmas dengan pencapaian cakupan KF3
tertinggi (119,85 %),dan yang terendah yaitu Buluspesantren I. Prosentase ibu
hamil dengan kondisi risiko tinggi yang dirujuk di Kabupaten Kebumen selama
tahun 2011 sebesar 90,71 %, angka ini mengalami peningkatan bila dibandingkan
dengan keadaan tahun 2010 sebesar 83,53 %. Sedangkan untuk neonatal risti yang
dirujuk sebesar 75,55 %. (Departemen Kesehatan, 2011).
Laporan ini bertujuan pembelajaran mahasiswa dalam pencatatan dan
pelaporan data kohort ibu di Puskesmas Puring, Kebumen. Sumber daya, terbagi
dalam man, machine, material, method, market, money, time, technology,
information yang dibutuhkan untuk meningkatkan cakupan K4 di Puring. Hasil
laporan ini dapat menjadi pembelajaran bersama.

1
2

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Kohort Ibu dan Balita?
2. Apa tujuan dari Kohort Ibu dan Balita?
3. Bagaimana format register kohort Ibu dan Balita?
4. Bagaimana cara pengisian register Kohort Ibu dan Balita?
5. Bagaimana cara pelaporan Kohort Ibu dan Balita?
6. Apa tindak lanjut dari pelaporan Kohort Ibu dan Balita?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian Kohort Ibu dan Balita.
2. Untuk mengetahui tujuan dari Kohort Ibu dan Balita.
3. Untuk mengetahui format register kohort Ibu dan Balita.
4. Untuk mengetahui cara pengisian register Kohort Ibu dan Balita.
5. Untuk mengetahui pelaporan Kohort Ibu dan Balita.
6. Untuk mengetahui tindak lanjut dari pelaporan Kohort Ibu dan Balita.

D. Manfaat
1. Pihak Terkait
a. Untuk menjalin kerjasama dan membantu menambah pengetahuan
mahasiswa.
b. Untuk sebagai sarana sharing pengetahuan dan pengalaman bidan
kepada mahasiswa.
2. Mahasiswa
a. Untuk menyelesaikan tugas komunitas kebidanan.
b. Untuk melatih kemandirian mahasiswa untuk dapat terjun ke
masyarakat.
c. Untuk mempelajari dan mahasiswa dapat melakukan pengisian register
Kohort Ibu dan Balita.
BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Pengertian
Kohort berasal dari kata cohort yang artinya suatu proses pengamatan
prospektif, survey prospektif terhadap suatu subjek maupun objek yang
mempelajari dinamika korelasi antara suatu subjek dengan objek melalui
pendekatan longitudinal ke depan atau propektif. Sifat kohort sendiri adalah
unggul karena dapat menilai komparabilitas antara proses pre dan post, continue
atau menilai dari waktu ke waktu, tidak terputus, ada keseragaman observasi dari
waktu ke waktu dengan batasan perlu waktu, cermat, sarana dan ketelitian
pengelolaan, jika ada subjek DO bisa dilihat serta kohort diisi oleh tenaga
kesehatan (bidan), SIPP; diisi oleh kader (Sumarah, 2007).
Sedangkan pada pemantauan pelayanan kebidanan register kohort
adalah sumber data pelayanan ibu hamil, ibu nifas, neonatal, bayi dan balita.
Pemberdayaan Masyarakat bidang KIA merupakan upaya memfasilitasi
masyarakat untuk membangun sistem kesiagaan masyarakat dalam upaya
mengatasi situasi gawat darurat dari aspek non klinis terkait kehamilan dan
persalinan (Syafrudin, 2007).
Dalam salah satu upaya untuk kesehatan ibu dan anak maka setiap ibu
hamil di suatu daerah dicatat agar resiko – resiko yang dapat terjadi dapat
dideteksi lebih dini lagi yang disebut register kohort yang merupakan sumber data
pelayanan ibu hamil, ibu nifas, neonatal, bayi dan balita (Safrudin & Hamidah
(2007).

B. Tujuan
1. Umum
Untuk mengidentifikasi masalah kesehatan ibu dan neonatal yang
terdeteksi rumah tangga yang teridentifikasi dari data bidan.

3
4

2. Khusus
a. Pemberdayaan masyarakat di bidang KIA yang merupakan kegiatan
untuk memfasilitasi masyarakat membangun situasi gawat darurat.
b. Upaya untuk kesehatan anak.

C. Batasan Dalam Register Kohort Ibu dan Balita


Dalam penerapan register kohort ibu dan balita, batasan ini dipakai
sebagai batasan operasional dan indikator pemantauan seperti diuraikan
berikut ini.
1. Pelayanan antenatal. Pelayanan antenatal adalah pelayanan kessehatan
oleh tenaga profesional untuk ibu selama masa kehamilannya, yang
dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan antenatal yang di tetapkan.
2. Penjaringan (deteksi) dini kehaamilan beresiko. Kegiatan ini bertujuan
menemukan ibu hamil berisiko, yang dapat dilakukan oleh kader, dukun
bayi, dan tenaga kesehatan.
3. Kunjungan ibu hamil, maksudnya adalah kontak ibu hamildengan tenaga
profesional untuk mendapatkan pelayanana antenatal sesuai standar yang
diterapkan.
4. Kunjungan baru ibu hamil (K1), maksudnya adalah kunjungan pertama
kaliibu hamil pada masa kehamilan
5. Kunjungan ulang, maksudnya adalah kontak ibu hamil dengan tenaga
profesional yang kedua dan seterusnya untuk mendapatkan pelayanan
antenatal sesuai standar selama satu periode kehamilan berlangsung.
6. K4, maksudnya adalah kontak ibu hamil dengan tenaga profesional yang
keempat atau lebih. Untuk mendapatkan pelayanan sesuai standar yang
diterapkan, syaratnya minimal melakukan satu kali kontak pada triwulan I,
minimal satu kali kontak pada triwulan II, dan minimal dua kali pada
triwulan ke III.
7. Cakupan KI, maksudnya adalah persentaseibu hamil disuatu wilayah,
dalam kurun waktu tertentu, yang pernah mendapatkan pelayanan
antenatal sesuai standar paling sedikit satu kali selama kehamilan.
5

8. Cakupan ibu kehamilan (cakupan K4), maksudnya adalah persentase ibu


hamil di suatu wilayah, dalam kurun waktu tertentu, yang mendapatkan
pelayanan antenatalsesuai dengan standar paling sedikit emapat kali,
dengan distribusi pemberian pelayanan minimal satu kali pada triwulan
pertama, satu kali pada triwulan ke dua, dua kali pada triwulan ke tiga.
9. Sasaran ibu hamil. Sasaran ibu hamil adalah semua ibu hamil di suatu
wilayah dalam kurun waktu satu tahun.
10. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, maksudnya adalah
persentase ibu bersalin di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu yang
di tolong persalinannya oleh tenaga profesional.
11. Cakupan penjaringan ibu hamil beresiko oleh masyarakat, maksudnya
adalah persentase ibu hamil beresiko yng di temukan oleh kader dan
dukun bayi, yang kemudian dirujuk ke puskesmas/tenaga profesional
dalam kurun waktu tertentu.
12. Cakupan penjaringan ibu hamil berersiko oleh tenaga
kesehatan, maksudnya adalah persentase ibu yamil yang beresiko yang
ditemukan oleh tenaga profesional, yang di tindaklanjuti (dipantau secara
intensif dan di tangani sesuai dengan kewenangan dan /dirujuk ketingkat
pelayanan yang lebbih tinggi) dalam kurun waktu tertentu.
13. Ibu hamil beresiko, maksudnya adalah ibu hamil yang mempunyaifaktor
resiko dan resiko tinggi kecuali ibu hamil normal.
14. Cakupan pelayanan neonatus (cakupan K1 neonatus), maksudnya adalah
persenatse bayi pada usia neonatus (kurang dari satu bulan) yang
memperoleh pelayanan kesehatan minimal satu kali dari tenaga
profesional dalam kurun waktu tertentu.

D. Jenis Register Kohort


1. Register Kohort Ibu
Register kohort ibu merupakan sumber data pelayanan ibu hamil dan
bersalin, serta keadaan/resiko yang dipunyai ibu yang di organisir
sedemikian rupa yang pengkoleksiaannya melibatkan kader dan dukun
6

bayi diwilayahnya setiap bulan yang mana informasi pada saat ini lebih
difokuskan pada kesehatar ibu dan bayi baru lahir tanpa adanya duplikasi
informasi.
2. Register Kohort Bayi
Merupakan sumber data pelayanan kesehatan bayi, termasuk neonatal.
3. Register Kohort Balita
Merupakan sumber data pelayanan kesehatan balita, umur 12 bulan
sampai dengan 5 tahun.
Pendataan suatu masyarakat yang baik bilamana dilakukan oleh
komponen yang merupakan bagian dari komunitas masyarakat
bersangkutan, karena merekalah yang paling dekat dan mengetahui situasi
serta keadaan dari masyarakat tersebut. Sumber daya masyarakat itu
adaIah Kader dan dukun bayi serta Tokoh masyarakat.

E. Cara Mengisi Register Kohort


1. Cara Pengisian Pada Kohort Ibu
Kolom :
1) Diisi nomer urut
2) Diisi nomer indeks dari famili folder
3) Diisi nama ibu hamil
4) Diisi nama suami ibu hamil
5) Diisi alamat ibu hamil
6) , 7), 8) Diisi umur ibu hamil yang sebenarnya dengan angka,
misalnya umur 23 tahun diisikan dikolom 7.
9)      , 10), 11) Diisi umur kehamilan pada kunjungan pertama dengan
angka misalnya 20mg diisi pada kolom 10
12)   , 13), 14) diisi jumlah kehamilan yang pernah dialami
13)   Ibu yang bersangkutan misalnya kehamilan
14)   Ke 4 diisikan angka 4 pada kolom 13
15)   Diisi tanda (V) bila jarak kehamilan kurang 2thn
16)    atau lebih 2thn
7

17)    Diisikan tgl ditemukan dengan BB £45kg pd trimester III


18)    Diisi tanda (V) bila TB ibu kurang 145cm
19)    Diisi tgl ditemukan ibu hamil dengan Hb kurang 8gr%
20)    Diisi tgl ditemukan ibu hamil dgn tensi lebih 160/95mmhg
21)    , 22) Diisi tgl ditemukan ibu hamil dgn resiko oleh :
NK = non kesehatan, K = Kesehatan
23)   , - 45)
Diisi kode pengisian sbb :
0 = diisi K1
# = untuk K4
* = untuk PN
+ = untuk kematian ibu
F1, F2, F3 = untuk pemberian tablet Fe
I = untuk pemberian lodium
A = untuk pemberian Vit.A
T1, T2, TU = untuk pemberian TT
46)   Diisi tanda (V) sesuai penolong persalinan :
TK       - tenaga kesehatan
DT       - dukun terlatih
DTT     - dukun tidak terlatih
47)   LM      - lahir mati
48)   LH       - lahir hidup bila BB < 2500 gr
49)   LH       - lahir hidup bila BB > 2500 gr
50)   Diisi tanda lidi setiap kali kunjungan, selama masa nifas
(diharapkan 2x kunjungan)
51)   Diisi tanda lidi setiap kali kunjungan, selama periode pasca – nifas
sampai 2thn (diharapkan min 4x kunjungan selama 1 tahun)
52)   Diisi hal lain yg dianggap penting untuk ibu hamil yg bersangkutan
Ditulis kode I untuk pemberian lodium pada ibu nifas didaerah endemis.
53)   Keterangan lainnya
8

2. Cara Pengisian Pada Kohort Bayi


Kolom
1) Diisi nomor urut. Sebaiknya nomor urut bayi disesuaikan dengan
nomor urut ibu pada register kohort ibu.
2) Disi nomor indeks dari Family Folder
3) sd 7) jelas
8) Diisi angka berat bayi lahir dalam gram
9) ,-10) Diisi tanggal pemeriksaan neonatal oleh tenaga kesehatan
11) Diisi A-E1 apabila sampai umur 1 bulan bayi hanya diberi ASI saja
(ASI Ekslusif pada bulan pertama).
A-E2 apabila sampai umur 2 bulan bayi hanya diberi ASI saja
A-E3 apabila sampai umur 3 bulan bayi hanya diberi ASI saja
A-E4 apabila sampai umur 4 bulan bayi hanya diberi ASI saja
A-E5 apabila sampai umur 5 bulan bayi hanya diberi ASI saja
A-E6 apabila sampai umur 6 bulan bayi hanya diberi ASI saja
12) ,-23)  Diisi hasil penimbangan bayi dalam kg dan rambu gizi
yaitu :  N = naik, T = turun, R = Bawah garis titik¬ – titik (BGT), BGM
= Bawah garis merah
24) ,-25)  Diisi vitamin A 6 bulan – Vitamin A 12 bulan
26) ,-41) Diisi tanggal bayi tersebut mendapat immunisasi
42)  Diisi tanggal bayi ditemukan meninggal.
43) ,-46)  Diisi penyebab kematian bayi tersebut
47) Diisi bila bayi pindah atau ada kolom yang perlu keterangan.
3. Cara Pengisian Pada Kohort Bayi
Kolom
1)  Diisi nomor urut. Sebaiknya nomor urut bayi disesuiaikan dengan
nomor urut ibu pada register kohort ibu
2) Disi nomor indeks dari Family Folder
3) sd 7) jelas
9

8) sd 31) Diisi hasil penimbangan bayi dalam kg dan rambu gizi


yaitu:  N = naik, T = turun, R = Bawah garis titik¬ – titik (BGT), BGM =
Bawah garis merah
32) sd 35) Diisi tanggal pemberian vitamin A pada bulan bulan
februari dan Agustus
36)  Diisi tanggal bila ditemukan sakit
37)  Diisi penyebab sakit
38)  Diisi tanngal meninggal
39)  Diisi sebab meninggal
40)  Diisi jenis kelainan tumbuh kembang
41)  Diisi tanggal bila ditemukan kelainan tumbuh kembang
42)  Diisi bila ada keterangan penting tentang balita tersebut.
BAB III
ISI WAWANCARA

A. Profil Bidan

Nama : Hardiyati, Amd. keb


Pendidikan Terakhir : DIII Kebidanan
Alamat : Desa Kedaleman Wetan Kecamatan Puring

10
11

B. Daftar Pertanyaan dan Jawaban Hasil Wawancara Tugas Utama Bidan


dan Tugas Tambahan Bidan di Komunitas
1. Apa itu kohort ibu dan balita?
Jawab : Kohort Ibu dan Balita adalah sumber data yang mempermudah
bidan dalam pengumpulan data sebagai informasi untuk ibu hamil, bayi,
dan balita.
2. Apa tujuan dari kohort ibu dan balita itu sendiri?
Jawab : Untuk mempermudah pekerjaan bidan itu sendiri, selain itu juga
untuk mengetahui baik secara nama, jumlah, hasil pemeriksaan,
pemberian obat atau vitamin dan sebagainya pada ibu hamil, bayi, dan
balita, untuk mencatat resiko dalam persalinan pada ibu hamil, kurang
gizi dan kelainan pada bayi dan balita sehingga dapat mencegah kejadian
yang tidak diinginkan.
3. Apakah ada contoh mengenai kohort ibu dan balita itu sendiri?
Jawab : Contoh ada di lampiran.
4. Bagaimana cara melakukan pengisian register kohort ibu?
Jawab : Cara pengisian sama saja dengan teori namun untuk pemberian
symbol ada sedikit perbedaan.
5. Bagaimana cara melakukan pengisian register kohort balita?
Jawab : Cara pengisian sama saja dengan teori namun untuk pemberian
symbol ada sedikit perbedaan.
6. Apakah ada kode-kode khusus dalam pengisian kohort ibu dan apa
maknanya?
Jawab :
Contoh : = K1 akses dilakukan pada umur kehamilan 7 bulan, 8 =
Telah diberikan tablet Fe pada umur kehamilan 8 bulan.
a. = Sudah diberikan tablet Fe.
Setiap diberikan sejumlah 30 tablet diberikan symbol bintang.
Namun, untuk pemberian tablet Fe di tempat praktek bidan ada
beberapa perbedaan yaitu tablet Fe baru diberikan ketika usia 3 bulan
dan seterusnya atau ketika ibu sudah tidak mengalami mual muntah.
1
2

Sedangkan pemberian tablet Fe dibidan hanya 10 tablet/bulan. Dalam


hal ini tablet yang di konsumsi hanya 60 tablet terhitung sejak usia
kehamilan 3 bulan-8 bulan, sehingga teknik pemberiannya berbeda
misal bulan 3, 4, dan 8 masing-masing diberikan 10 tablet sedangkan
pada bulan 5, 6, dan 7 20 tablet. Pemberian ini tergantung pihak
terkait yang penting ibu mendapatkan 90 tablet Fe selama kehamilan
tersebut.
b. = K1 Murni
Kunjungan K1 Murni adalah jumlah kontak pertama ibu hamil dengan
tenaga kesehatan pada umur kehamilan kurang dari 12 minggu, baik
di dalam maupun di luar gedung Puskesmas (Posyandu, Polindes,
Kunjungan rumah, Rumah Sakit dan praktek swasta di wilayah kerja
puskesmas) untuk mendapatkan pelayanan antenatal sesuai dengan
standar yang ditetapkan minimal (5T), yaitu:
1) Timbang Berat badan dan ukur tinggi badan
2) Ukur Tekanan Darah
3) Pemberian imunisasi Tetanus Toxoid
4) Ukur Tinggi Fundus Uteri
5) Pemberian Tablet zat besi (Fe) minimal 90 tablet selama kehamilan
Rumus perhitungan Cakupan K1 Murni adalah :
Jumlah kunjungan baru ibu hamil (K1) Murni X 100%
Jumlah sasaran ibu hamil dalam satu tahun

c. = K1 Akses
Kunjungan Baru Ibu Hamil (K1) Akses adalah jumlah kontak pertama
ibu hamil dengan tenaga kesehatan tanpa melihat umur kehamilan,
baik di dalam maupun di luar gedung sarana kesehatan untuk
mendapatkan pelayanan antenatal.
Rumus perhitungan Cakupan K1 akses adalah :

Jumlah kunjungan baru ibu hamil (K1) akses X 100%


Jumlah sasaran ibu hamil dalam satu tahun
1
3

d. = K4
Kunjungan ibu hamil (K4) adalah jumlah kontak ibu hamil dengan
tenaga kesehatan ke-4 (atau lebih)  baik di dalam maupun di luar
gedung Puskesmas (Posyandu, Polindes, Kunjungan rumah, Rumah
Sakit dan praktek swasta di wilayah kerja puskesmas) untuk
mendapatkan pelayanan antenatal sesuai dengan standar yang
ditetapkan minimal (5T) dengan syarat :
1) Minimal satu kali kontak pada triwulan I,
2) Minimal satu kali kontak pada triwulan II,
3) Minimal 2 kali kontak pada triwulan III.
Rumus perhitungan Cakupan K4 adalah :
Jumlah kunjungan ibu hamil keempat (K4) X 100%
Jumlah sasaran ibu hamil dalam satu tahun

7. Apakah ada kode-kode khusus dalam pengisian kohort balita dan apa
maknanya?
Jawab : Ada beberapa singkatan dan symbol tertentu yang digunakan
untuk pengisian register kohort pada status gizi dan rambu gizi balita,
yaitu:
a. N = Naik
b. T = Turun/Tetap
c. O = Sekarang menimbang bulan kemaren tidak menimbang
d. B = Baru
e. B = Baik
f. R = Bawah Garis Titik-Titik
g. = Bawah Garis Merah
8. Peran apa saja yang dilakukan bidan dalam pengisian register kohort ibu
dan balita?
Jawab : Menjalin kerjasama dengan perangkat desa, tokoh agama, dan
masyarakat sekitar, memberikan sedikit pengetahuan kepada kader,
melakukan pemeriksaan dan pengisian register kohort.
1
4

9. Apakah kader juga memiliki peran dalam pengisian register kohort ibu
dan balita?
Jawab : Untuk pengisian kohort ibu hamil, kader tidak bertugas untuk
melakukan pengisian. Tugas kader disini hanya memberitahukan
informasi tentang jumlah ibu yang sedang hamil dan sebagainya.
Berbeda halnya dengan pengisian kohort ibu dan balita yang dibuat
sendiri formatnya oleh petugas puskesmas untuk mempermudah
pengisian sehingga kader juga dapat membantu pengisian register.
Contoh :
By. Endang dengan tanggal lahir 17 Juli 2014 berjenis kelamin
perempuan nama ibu Ny.Siti dan nama bapak Tn.Rahmat RT 1/3
Kedaleman Wetan memiliki umur 12 bulan, berat badan 10 kg, tinggi
badan 90 cm, status gizi naik dan rambu gizi baik.
Berat Badan 10
Bulan
Umur

12

Rambu
Status

N
B
Tinggi Badan 90

10. Bagaimana cara mengelola data dan mengevaluasi data pada register
kohort ibu dan balita?
Jawab : Data dikelola berdasarkan hasil pemeriksaan dicatat dan nanti
dilakukan rekapitulasi yang selanjutnya dilaporkan ke sektor kesehatan
yang lebih tinggi.
11. Setelah dievaluasi ternyata menunjukan hasil yang kurang baik, lalu
tindakan apa yang selanjutnya dilakukan oleh seorang bidan?
Jawab : Maka akan dicarikan solusi agar mengurangi angka kesakitan
dan kematian. Misal, ditemukan faktor resiko pada ibu hamil karena
sudah ditemukan sejak dini maka akan mendapat tindakan lanjut
mungkin dengan dirujuk ke RS.
BAB IV
ANALISA

1. Pengertian Kohort Ibu dan Balita


Teori Praktek Pembahasan
Kohort berasal dari Kohort Ibu dan Kesimpulannya : Pada pemaparan
kata cohort yang artinya Balita adalah yang telah diberikan dapat
suatu proses pengamatan sumber data yang disimplukan bahwa PWS KIA
prospektif, survey prospektif mempermudah adalah alat manajemen program
terhadap suatu subjek bidan dalam KIA untuk melakukan pendataan
maupun objek yang pengumpulan data dan penggerakan sasaran dan
mempelajari dinamika sebagai informasi membantu memecahkan
korelasi antara suatu subjek untuk ibu hamil, permasalahan.
dgn objek melalui bayi, dan balita.
pendekatan longitudinal ke
depan atau propektif.

2. Tujuan kohort ibu dan balita


Teori Praktek Pembahasan
Untuk Kesimpulannya :
Untuk mempermudah pekerjaan
mengidentifikasi Tujuannya itu adala sama
bidan itu sendiri, selain itu juga
masalah kesehatan untuk meminimalisir
untuk deteksi dini resiko dalam
ibu dan neonatal yang angka kejadian tidak
persalinan pada ibu hamil, kurang
terdeteksi rumah diinginkan sehingga
gizi dan kelainan pada bayi dan
tangga yang terwujud Indonesia sehat
balita sehingga dapat mencegah
teridentifikasi dari 2015.
kejadian yang tidak diinginkan.
data bidan.

1
6

3. Contoh Kohort
1
5
Contoh terlampir
4. Cara Pengisian Kohort Ibu
Cara pengisian sama saja dengan teori namun untuk pemberian symbol ada
sedikit perbedaan.
5. Cara Pengisian Kohort Balita
Cara pengisian sama saja dengan teori namun untuk pemberian symbol ada
sedikit perbedaan.
6. Kode atau symbol dalam pengisian kohort ibu
Teori Praktek Pembahasan
0 = diisi K1 Kesimpulan : Penggunaan
a. = Sudah diberikan
# = untuk K4 symbol di lahan dapat
tablet Fe.
* = untuk PN berbeda-beda sesuai
b. = K1 Murni
+ = untuk kematian ibu kebijakan masing-masing
c. = K1 Akses
tempat.
d. = K4

7. Kode atau symbol dalam pengisian kohort balita


Teori Praktek Pembahasan
N = naik, T = Kesimpulan : Symbol
N = Naik, T = Turun/Tetap, O =
turun, R = Bawah maupun singkatan
Sekarang menimbang bulan kemaren
garis titik¬ – titik berdasarkan kebijakan
tidak menimbang, B = Baru, B = Baik, R
(BGT), BGM = masing-masing
= Bawah Garis Titik-Titik, = Bawah
Bawah garis tempat.
Garis Merah
merah.

1
7

8. Peran bidan dalam pengisian register kohort ibu


Teori Praktek Pembahasan
Tidak dijelaskan. Menjalin kerjasama dengan perangkat Kesimpulan : Pada teori
desa, tokoh agama, dan masyarakat tidak dijelaskan
sekitar, memberikan sedikit bagaimna peran bidan
pengetahuan kepada kader, melakukan berbeda pada prakteknya.
pemeriksaan dan pengisian register
kohort.

9. Peran bidan dalam pengisian register kohort balita


Teori Praktek Pembahasan
Tidak Untuk pengisian kohort ibu hamil, kader tidak Kesimpulan : Pada
dijelaskan. bertugas untuk melakukan pengisian karena teori tidak dijelaskan
mungkin ada resiko kehamilan dan symbol- bagaimna peran
symbol yang tidak diketahui oleh kader. Tugas kader berbeda pada
kader disini hanya memberitahukan informasi prakteknya.
tentang jumlah ibu yang sedang hamil dan
sebagainya. Berbeda halnya dengan pengisian
kohort ibu dan balita yang dibuat sendiri
formatnya oleh petugas puskesmas untuk
mempermudah pengisian sehingga kader juga
dapat membantu pengisian register.

10. Cara mengelola dan evaluasi kohort


Teori Praktek Pembahasan
Tidak Data dikelola berdasarkan hasil Kesimpulan : Pada teori tidak
dijelaskan. pemeriksaan dicatat dan nanti dijelaskan bagaimna peran bidan
dilakukan rekapitulasi yang berbeda pada prakteknya.
selanjutnya dilaporkan ke sektor 1
kesehatan yang lebih tinggi. 8

11. Tindakan paska evaluasi


Teori Praktek Pembahasan
Tidak Apabila dari hasil evaluasi ada kelainan Kesimpulan : Pada teori tidak
dijelaskan. atau hal-hal yang harus diperhatikan dijelaskan bagaimna peran bidan
pada ibu atau anak tersebut maka akan berbeda pada prakteknya.
dicarikan solusi agar mengurangi angka
kesakitan dan kematian. Misal,
ditemukan faktor resiko pada ibu hamil
karena sudah ditemukan sejak dini
maka akan mendapat tindakan lanjut
mungkin dengan dirujuk ke RS atau
ditemukan bayi dengan bawah garis
merah atau dengan symbol maka
ada perhatian khusus untuk pemberian
informasi pemenuhan gizi anak dan
sebagainya.

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kohort berasal dari kata cohort yang artinya suatu proses pengamatan
prospektif, survey prospektif terhadap suatu subjek maupun objek yang
mempelajari dinamika korelasi antara suatu subjek dengan objek melalui
pendekatan longitudinal ke depan atau propektif. Kohort juga dibutuhkan
sebagai alat atau media evaluasi baik pencegahan maupun meminimalisir
angka kesakitan dan kematian.

B. Saran
1. Pihak Terkait
a. Meningkatkan pelayanan dan kerjasama agar tercipta Indonesia Sehat.
b. Mampu membuka diri dalam pengetahuan, keterampilan terkini.
c. Mampu memanfaatkan teknologi tepat guna.
2. Institusi
a. Ikut membantu meningkatkan kesehatan desa.
b. Berpartisipasi dan bekerjasama meringankan beban desa.

DAFTAR PUSTAKA
1
9
Anam. 2009. “Makalah kohort”. [pdf].
(http://anamyuswant.blogspot.com/2009/03/makalah-kohort-di.html,
diunduh tanggal 10 Juli 2015, 3:20 pm)
Karunia, Nofia. 2011. “Kohort Ibu dan Anak”. [online].
(http://nofiakarunia.blogspot.com/p/pemantauan-wilayah-setempat-
kesehatan-ibu-dan-anak, diunduh tanggal 10 Juli 2015, 3:20 pm)

Niken, dkk. 2009. Kebidanan Komunitas (hlm: 90-126). Yogyakarta: Fitramaya

Sofyan, Mustika. 2008. 50 Tahun IBI Bidan Menyongsong Masa Depan. Jakarta:
Pengurus Pusat IBI

Syafrudin. 2007. Kebidanan Komunitas (hlm: 170-201). Jakarta: Tiara Putra

Wulandari, Diah. 2008. Kebidanan Komunitas (hlm: 8-15). Yogyakarta: Mitra


Cendikia Press

LAMPIRAN - LAMPIRAN

1. Lampiran Dokumentasi
Foto Bersama Bidan 1

Foto Bersama Bidan 2


LAMPIRAN
CONTOH REGISTER
KOHORT
LAMPIRAN
POWER POINT