Anda di halaman 1dari 177

ASESMEN DAN

DIAGNOSIS FISIOTERAPI
Oleh: Sugijanto
Disampaikan pd kuliah PROSES FISIOTERAPI
Pertemuan 2 dan 3
KEPMENKES 65

Fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang


ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk
mengembangkan, memelihara dan memulihkan
gerak dan fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan
dengan menggunakan penanganan secara manual,
peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis
dan mekanis), pelatihan fungsi, komunikasi.

Sugijanto, 2019
KEPMENKES 65 Pasal 12

(1)Fisioterapis dalam melaksanakan praktik fisioterapi


berwenang untuk melakukan ;
a. Asesmen fisioterapi yang meliputi pemeriksaan dan
evaluasi
b. Diagnosa fisioterapi
c. Perencanaan fisioterapi
d. Intervensi fisioterapi
e. Evaluasi/re-evaluasi/re-asesmen.
Sugijanto, 2019
(2) Fisioterapis dalam melaksanakan kewenangan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berkewajiban untuk :
a. Menghormati hak pasien;
b. Merujuk kembali kasus yang tidak dapat ditangani atau belum
selesai ditangani, sesuai sistem rujukan yang berlaku;
c. Menyimpan rahasia sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku;
d. Meminta persetujuan tindakan yang akan dilakukan;
e. Memberikan informasi dalam lingkup asuhan fisioterapi;
f. Melakukan pencatatan dengan baik.

Sugijanto, 2019
Sistem pelayanan

– Himpunan yg t a beberapa komponen yg saling berinteraksi


utk mencapai suatu tujuan.
– Dlm sistem minimal ada komponen input, proses, dan out put

input proses output

Umpan balik
Sugijanto, 2019
Sistem Asuhan Fisioterapi

input proses output outcome


Pasien Assesment Kesembuhan klien Kepuasan
PT is Diagnosis PT is Pandai -pasien
Peralatan Planning Modif Peralatan -PT is
Metode Intervensi Pengembangan metode -Manajemen
Kode etik ReEvaluasi dll
SOP -Share Holder
dll

standard praktik fisioterapi


Sugijanto, 2019
Proses pelayanan Fisioterapi
1. HISTORY TAKING

2. INSPEKSI
3. REGIONAL SCREENING &
QUICK TEST

4. REVIEW OF SYSTEM &


RED FLAG

5. ASSESSMENT EVIDENCE BASE


CLINICAL PRACTICE
6. DIAGNOSIS AND
FUNCTIONAL PROGNOSIS

7. PLANING

8. INTERVENTION

9. EVALUATION

10. DOCUMENTATION
Sugijanto, 2019
ASSESMENT
asesmen

EXAMINATION EVALUATION
( PEMERIKSAAN) ( EVALUASI )
datagathering analisis&sintesis

Asesmen (pengkajian) termasuk pemeriksaan pd perorangan/


kelompok, nyata/berpotensi terjadi kelemahan, keterbatasan fungsi,
ketidakmampuan atau kondisi kesehatan lain dgn cara pengambilan
data riwayat sakit (history taking), skreening, tes khusus,
pengukuran dan evaluasi dr hasil pemeriksaan melalui analisis dan
sintesis dlm sebuah proses pertimbangan klinis.

Sugijanto, 2019
Body structure Client complain
(anatomic) Activities
impairment Non Pathologi/ Limitation
Pathologi
Body Function Participation
(biomechanic) Restriction
impairment Gangguan Gerak-Fungsi
Critical thinking

HOAC 2 Assessment E B(C)P


Clinical
reasoning Diagnosis and Clinical
Clinical prognosis prediction rule
decision
making Analisis Strategi perencanaan
Prosedur intervensi
Evaluasi dan
penilaian hasil Sugijanto, 2019
Lingkup kerja: ICF
(International Classification of Functioning, Disability and Health)

Environment
Person

DISEASE / DISORDER
ICD / ICPC

functions / anatomical
(limitations in) (restrictions in)
characteristics
activities participation
(Impairments)

FUNCTIONING
external factors personal factors

Sugijanto, 2019
ICF
International Classification of Functioning, Disability and Health:
(Untuk menterjemahkan ICD dlm domain fungsi, aktivitas dan partisipasi.)

Fisioterapis tidak mengobati patologi dalam


ICD, dianalisis dalam ICF terlebih dulu.
Fisioterapi lebih berorientasi pd impairment
dan activity serta activity limitation dan
Environment
Person

DISEASE / DISORDER

participation restriction.
ICD / ICPC

functions / anatomical
characteristics
(Impairments)
(limitations in)
activities
(restrictions in)
participation
Fisioterapi lebih kepada pain and mobility,
FUNCTIONING strength, endurance, speed, agility,
external factors personal factors coordination etc

Sugijanto, 2019
Manual Therapy Assessment The HOAC is a tool to
structure YOUR
clincal reosanig

Hypothesis-Oriented Algorithm for


Clinicians II
(HOAC II – PART 1)

– Rothstein et al.,2002

Sugijanto, 2019
PENGGUNAAN EVIDENCE BASE
CLINICAL PRACTICE DALAM
PEMERIKSAAN FISIOTERAPI

– Merujuk HOAC
– Pemeriksaan cepat, akurat
– Memerlukan dasar pengetahuan yg baik

Sugijanto, 2019
ICD, International Classification of
diseases.(penyakit)
(disease/disorder/syndrome)

1. Age
2. Sex (male –female)
3. Cause, traumatic- non-traumatic (penyebab)
4. Timeline, normal – abnormal (acute-subacute-chronic)
5. Signs and symptoms (tanda dan gejala penyakit),
6. Prognostic factors, increase or decrease the complaints
7. Therapy operative – conservative
8. Prevalence (angka kejadian)

Sangat penting mengetahui landasan patologi


Sangat penting untuk komunikasi dengan dokter
X ray belakangan, bila tes gerak dan kompresi tulang positif saja
Sugijanto, 2019
PATOLOGI FUNGSIONAL
(NMSVM)

Sugijanto, 2019
MENGANALISIS DARI ICD KE ICF
Contoh:
Spondylo arthrosis (ICD)

Jaringan apa yg terganggu? Keterbatasan aktivitas


Permukaan sendi mengelupas Menoleh, menundongak
dan inflamasi. Mengemudi mobil,
Kapsul sendi kontraktur Membaca posisi duduk
Otot atrofi dan lemah Dll
Dll

Fungsi (biomekanik) apa Hambatan berpartisipasi


yg terganggu? (sosial)
Nyeri Bekerja
Mobilitas sendi terbatas Olahraga
Stabilitas sendi menurun Rekreasi
Dll Dll Sugijanto, 2019
MENGANALISIS DARI ICD KE ICF
Contoh:
Nerve root syndrome (ICD)

Jaringan apa yg terganggu? Keterbatasan aktivitas


Akibat inflamasi radik Kemampuan aktivitas
Oleh HNP keseharian menurun
Neural adhesion Mengemudi
Muscle guarding spasm Menjinjing benda
Dll Dll

Fungsi (biomekanik) apa Hambatan berpartisipasi


yg terganggu? (sosial)
Nyeri Bekerja
Mobilitas sendi terbatas Olahraga
Stabilitas menurun Rekreasi
Dll Dll Sugijanto, 2019
SPECIFIC BODY STRUCTURE PENYEBAB
KELUHAN
Gangguan fungsi Jaringan
tertentu

Penyimpangan fungsi
(mekanis)

Menimbulkan
patologi tertentu

NYERI

Gang Keseimbangan
Sugijanto, 2019
CELLS

DISCRIPTIVE – HISTOLOGY - FUNCTION –


TOPOGRAPHY – INTERACTION TO OTHER

SPECIFIC TISSUE TARGET Sugijanto, 2019


NYERI BERASAL DARI
JARINGAN SPESIFIK
Wound healing process
Inflammation
Nosisensoric sensitization

SPECIFIC TISSUE Hypoxia necrosis


Ischemic

Inflammation necrosis

Contracture

Fatique
Sugijanto, 2019
Reaksi INFLAMASI
Iritasi Kerusakan jar

Pg, Bk, H zat tachikinine nocisensor

vasodilatasi
stimulus gln spinale
inflamasi
lokal P substance

Trans ke p h c.→Spinothal tract transport keperifer

thalamus devergensi inflamasi


lokal
Lymbics

Kesadaran nyeri
Sugijanto, 2019
CIDERA - INFLAMASI JAR OTOT-TENDON

Strain, rupture, Myositis, tendinitis, myotendinosis,


avulsion myofascial syndrome

Spasm/guarding spasm, taut


band/twisting

spesifik

Sugijanto, 2019
NYERI DARI OTOT
Atrophy → palpasi &
Weakness strength test

Strain/ Inflammation Nyeri diam


rupture
Muscle Nyeri kontraksi →
spasm isometric test
MUSCLE
Tightness/ Nyeri regang →
contract relax
Contracture stretch test
Immobilisation Adhesion
Myofascial Nyeri regang →
contracture palpasi & stretch test

Sugijanto, 2019
Skema umum Muscle
assessment
Myofibrile

Fascia
Muscle
α motoneuron

Sugijanto, 2019
Skema umum Muscle
assessment
Myofibrile Isometric test
Palpasi
Fascia CRS test
Muscle
α motoneuron Isomtric
MMT

Sugijanto, 2019
Skema umum Muscle
assessment
Myofibrile Isometric test Pain & kekuatan
Palpasi Pain and No pain
Fascia CRS test Tightnes or shortening
Muscle
α motoneuron Isomtric Weakness/paralytic
MMT strength

Sugijanto, 2019
CIDERA-INFLAMASI JAR. SARAF
Neuritis: Neropraxia, Nyeri pd distribusi
axonotmesis, Neurotmesis saraf, paraesthesia,
neurofibrosis hypoaesthesia

Triad symptom pd
lesi saraf perifer

spesifik

Sugijanto, 2019
NYERI DARI SARAF PERIFER
Paresthesia intermittent → tinnel
Anoxia test & neural tension test

Inflamation Neuropathic pain → tinnel test &


Entrapment neural tension test

Paresthesia menetap →nerve


Fibrosis gliding test

NERVE Inflamation Neuropathic pain → neural


tension test

Systemic Paresthesia menetap → sensoric,


motorik & reflex test

Sugijanto, 2019
Disc
– Ta nucleus pulposus dibungkus annulus fibrosus
– Nucleus sbg mucopolysacharida yang dapat
mengikat air
– Annulus fibrosus mrpk jar ikat padat dengan
arah seerabut bersilangan tiap lapis
– Fungsi: shock absorber; memudahkan grk
intervertebrae; dan stabilisasi sendiri

Sugijanto, 2019
CIDERA JAR. DISC (tanpa inflamasi)
4 tingkat disc lesion: Disc
Beban meningkat bila fleksi, terberat: duduk
bulging; Disc herniated; Disc
bungkuk, ringan: Psoas position
extruded; disc fragmented

Nyeri akibat kompresi Central – peripheral


jar. Sensitif sekitarnya pain

spesifik

Sugijanto, 2019
PAIN FROM PERIPHERAL
NERVE Inflamasi Central pain spurlings test
Iritasi lig
Longitudinal Iritasi Bilateral hamstrings
Stenosis pain Bragard test
Duramater

Paresthesia intermittent
Anoxia tinnel-compression test

Neuropathic /radicular
DISC Iritasi radiks Inflamation pain Neural tension test

Paresthesia menetap
Fibrosis Nerve gliding test

Iritasi saraf Triage Nsensorik-Motoric


Inflamation symptoms Reflex test
spinalis
Sugijanto, 2019 Sugijanto, 2019
Skema umum assessment
Disc

Disc

Disc
Nerve

Sugijanto, 2019
Skema umum assessment
Disc
Spurlings test (compression
in flx)
Disc Traction test
Valsava maneouvre
Disc Tinnel test
Nerve Sensoric, motoric and Reflex

Upper limb tension test

Sugijanto, 2019
Skema umum assessment
Disc
Spurlings test (compression Pain, central – peripheral
in flx) sensation
Disc Traction test No pain
Valsava maneouvre Pain and end feel
Disc Tinnel test Pain
Nerve Sensoric, motoric and Reflex Pain, or Paresthesia,
weakness and hypo
reflexia
Upper limb tension test Pain and/or paresthesia

Sugijanto, 2019
FUNCTIONAL IMPAIRMENT
– Pain  Balance
– Pain in rest
– Pain in movement ◦ Sitting disbalance
– Referred pain etc ◦ Standing disbalance
– Joint mobility: ◦ Walking disbalance, etc
– Ankylosing  Gait:
– Hypomobility
◦ Antalgic gait
– Joint blockade
– Joint stability: ◦ Duchene gait
– Hypermobility ◦ Trendelen burg gait, etc
– Instability  Hand function:
– Muscle performance: ◦ Grip weakness
– Muscle weakness
◦ Prehension disability, etc
– Muscle paresis
Sugijanto, 2019
CIDERA-INFLAMASI JAR CAPSULE-
LIGAMENT
Injury, arthritis, iritasi Sprain, capsulitis/ arthritis, -
osteophyte, RA arthrosis

Compression pain, capsular pattern


Pseudoradicular pain hypomobility

spesifik

Sugijanto, 2019 Sugijanto, 2019


NYERI DARI CAPSEL
Nyeri pasca aktifitas
Instability → stability test

Sprain/ Inflamation Nyeri diam →


rupture passive test

Nyeri regang →
Capsules Contracture
passive & JPM
test

Immuno Nyeri & hydrops →


Effusion Acidosis
reaction palpasi & ballotement

Intercollagen Nyeri regang →


Immobilzation Adhesion space passive & JPM test

Sugijanto, 2019
FACETS

Pd sistem kapsul tdpt meniscoid


Transisi Th12 facet inferior sagital, superior frontal
L5-S1 43% deviasi
Iritasi oleh ekstensi
Fraktur proc artic → lysis → lysthesis

Sugijanto, 2019
PAIN FROM FACET SURFACE
Kompresi Nyeri kompresi sendi
prmk tulang → spurling’s test 2

JOINT Penglupasn Inflamasi tlg


SURFACE rawan sendi subchondrale

Tumbuh Nyeri bl gerak →


osteophyte NAGs test

Nyeri bl gerak
Lepasan Penguncian
ROM tertentu →
fragmentasi grk sendi
NAGs test

Sugijanto, 2019
Skema umum assessment

Permukaan sendi

Facet
Capsul - ligament

Sugijanto, 2019
Skema umum assessment
Passive test

Permukaan sendi Compression &


traction test
NAGs test
Facet
Capsul - ligament Passive

Joint play movement


test

Sugijanto, 2019
Skema umum assessment
Passive test Pain/Clicking/crepitation

Permukaan sendi Compression & Pain and No pain


traction test
NAGs test Pain and end feel
Facet
Capsul - ligament Passive Pain, end feel and ROM

Joint play movement Pain and end feel


test

Sugijanto, 2019
FUNCTIONAL IMPAIRMENT
– Pain
 Balance
– Pain in rest
◦ Sitting disbalance
– Pain in movement
◦ Standing disbalance
– Referred pain etc
– Joint mobility: ◦ Walking disbalance, etc
– Ankylosing  Gait:
– Hypomobility ◦ Antalgic gait
– Joint blockade ◦ Duchene gait
– Joint stability: ◦ Trendelen burg gait, etc
– Hypermobility  Hand function:
– Instability
◦ Grip weakness
– Muscle performance:
◦ Prehension disability,
– Muscle weakness etc
– Muscle paresis Sugijanto, 2019
JOINT MOTIONS IMPAIRMENT
Capsular pattern →
ROM in passive test
Contracture
Non capsular pattern →
Capsular ROM in passive test

Ossification Blockade → passive


test & JPM test

Hypo- Inert Loose body Blockade →


mobility structure passive & NAGs test

Tightness → contract
Tendomuscular relax stretch test
Contracted → contract
relax stretch test Sugijanto, 2019
JOINT MOTIONS

Joint
Laxity → passive hypermobility
Ligamenter- & stability test
Capsular
Rupture → passive Instability
& stability test
Hypermobility & Bony- Deformity →
instability structure measurement

Weakness →
active stability test Active
Tendomuscular hypermobility
Rupture → isometric
& active stability test
Sugijanto, 2019
MOVEMENT IMPAIRMENT
Joint hypermobility →
Laxity
JPM Test elastic end feel
Medial
collat lig Instability →JPM
Rupture
Test empty end feel
Medial ankle Bony- Fracture → Ottawa
movement pain structure ankle rule

Faulty position →
Medial
talotibial Compression test
Impingement
compartment
Active correction
mobility → Half
Optimization of Movement: A Dynamical Systems
squat in corrected test
Approach to Movement Systems as Emergent
Phenomena; Andrew A. et al, 2019 Sugijanto, 2019
GIRD as a movement
impairment
Anterior capsular tight →
Anterior Dorsal glide test
positional
fault Posterior capsular laxity →
Active stability test
Shoulder pain & Protracted
internal rotation positional Corrected girdle position → Active
deficit vault scapular stabilization test

Muscle Corrected GH position →


Impingement
imbalance Stability test

Sugijanto, 2019
Algorithm in assessment and
intervension
– Beberapa contoh kasus

Sugijanto, 2019
SPINAL CORD LESION

Functioning and disability


Contextual factors

Anatomic impairment
Interna External
Capsels & l
Nerves Muscle Pulmo Vascular Skin factors factors
ligament

Paraplegia Vaso Pressure


Sensorik Inactive reflex sore
Motorik Flacced Hypoactivity Trophic
(LMNL) changes
Anesthesia Spastic ROM Pulmonal Orthostatic
(UMNL) terbatas hypomobility hypotency

Pulmonal
Vegetatif Bawah
Contracture hypoventilatory Activity Participation
level lesi
Bladder limitation restriction
Pulmonal Functional
& Bowel hypocapacity
Otot tungkai impairment
bilateral
Work
Standing
Incontinent Recreation
Joints
Level th: ADL
Hypomobility
Intercostal
Sport
Wheelchair
Pulmonal expancy activity
limitation Sugijanto, 2019
Kelumpuhan kedua tungkai setelah kecelakaan
Anamnesis Ha: Spinal cord lesion
Ya
Operasi fiksasi Non opreatif
fraktur thoracal
Ya
Pemeriksaan red flag:
Kesadaran & Stabilitas baik Unstable
tdk fracture/dislocation
Ya
Tes Orientasi Tes: Area dermatom, Kenn
Ganti hipotesis
muscle dan reflex tendon
tdk

Functional test Complete paraplegia Incomplete paraplegia

ALGORITME PEMERIKSAAN
Spastic pp Flacced pp Paraplegia akibat spinal cord lesion

H1: Paru H2: Kulit H4: Bladder/bowel H3: Vascular H5: Spinal cord

Tes Ventilasi paru, Tes pressure sore Spastic Tes hipotensi Sensoric test MMT
mobilitas dada dan posisi tegak
Flacced
kapasitas vital paru
Skin hygiene
Incontinence Vasokonstriction
reflex Active Stability Balance
Exercise tolerance
Circulatory test
Retension
Spastic/flacced
Vasculary
Respiratory Circulatory padaplegia sec.
Bladder/bowel disfunction
disfunction disfunction spinal cord lesion
disfunction

Diagnosis Disability dan paraplegia akibat


spinal cord lesion

Problema:
Body structure impairment: Sugijanto, 2019
Body function impairment
PEMERIKSAAN FISIOTERAPI

– Diutamakan pemilihan evidence untuk:


– Pemeriksaan sensasi:
– Sensasi kulit dan sendi,
– Pemeriksaan motorik dan otot:
– Muscle strength and endurance
– Pemeriksaan sendi:
– Joint ROM
– Pemeriksaan fungsi dasar dan ADL:
– Basic functional test
– Pemeriksaan ambulasi:
– The used of wheel chair In door and out door
activities
Sugijanto, 2019
Lumbar disc herniated

Functioning and disability Constextual factors

Anatomic impairment
Internal External
factors factors
Disc Nerves Muscle Capsels Facet

Annulus Motoric Chronic


rupture Autonom inflamation

Paretic Weak-
Nocisensoric Blockade
atrphy

Sympathic Spasm Inter fiber


Nucleus
hyperactivity
Functional
herniation adhesion
impairment Activity
Vascular Participation
Sensitive Capsel contracture limitation
restriction
tissue
Micro circular Capsular
Neuropathic constriction pattern
pain Work
Radicular pain Stretched Muscle Driving Sport
Sitting
pain imbalance
Low back pain
Recreation
Postural
deformity Lifting
Pain Sugijanto, 2019
Klien dengan keluhan nyeri pinggang menjalar
hingga punggung kaki.
ya Buat hipotesis awal HNP

History taking: Nyeri duduk. Membungkuk, berkuranhg bila Pemeriksaan red flag:
Acute herniated, myelitis dll
(Ha: HNP) jalan
tdk
ya
ya
Observasi: Lumbar deviation.
Konsul dokter spesialis
ya yang kompeten

Pemeriksaan Tes orientasi Lumbarl: fleksi trunki nyeri & terbatas, Algoritme
fungsi gerak:
tetapi ekstensi tidak nyeri, pemeriksaan lain
tdk
ya
Springing test positif, Spurling’s test positif, traction posisi Algoritme pemeriksaan
Tes khusus: disc
ekstensi nyeri menurun, valsava maneouvre positif fisioterapi pada
ya
Radicular pain akibat
hernia Nucleus
Tes khusus: radiks Sensoric test dermatome positif, Lasegue positif, Lower Limb Tension
Test positif. Kenn muscle bisa positif
HIPOTESIS Pulposus Lumbale
LAIN
ya tdk

MRI untuk melihat tingkat HNP dan Nyeri tekan dgn MRI
Pemeriksaan Penunjang
Dan Pengukuran
algometer/VAS; Kenn muscle dengan MMT

Diagnosis Nyeri Pinggang menjalar ke kaki akibatHNP lumbale

Identifikaasi Body structure Impairment: Discus and Nerve root


problem dlm ICF Body Function Impairment:
Disabilitas: Sugijanto, 2019
PEMERIKSAAN FISIOTERAPI

Diutamakan pemilihan evidence untuk:


– Tes cepat utk menentukan hipotesis Discogenic LBP
– Pemeriksaan Discus:
– Springing test
– Spurling’s test
– Distraction test
– Extension test
– Pemeriksaan Integritas radix:
– Dermatome test
– Kenn muscle test
– Lower Limb Tension Test (LLTT)
– Pemeriksaan stability:
– Core stability test
Sugijanto, 2019
ALAT UKUR/EVALUASI
FISIOTERAPI YG DIBUTUHKAN
– Pengukuran nyeri
– Pengukuran fleksibilitas/ekstensibilitas otot
– Pengukuran mobilitas
– ROM,
– Pengukuran disabilitas
– Oswestry

Sugijanto, 2019
ASMA-BRONKIAL
Fungsi, sehat Prognosis
dan disabilitas factor

Anatomic Faktor eksternal Faktor internal


impairment
Suhu/kelembaban Genetik
Terminal Bronchioles Alveolar Muscle
bronchi spasm hypersecretion hypoelasticity spasm Dll Aktivitas/
Olahraga
Terminal Alveolar
bronchi colaps Extrarespiratory
hyporespiratory muscle tightness
Bronchioles
restriction
Hypoventilatory
Air trappen Barrel chest / Participation
Airway shoulder protracted restriction
clearance Functional
Sesak nafas
Chicken breath impairment Activity
limitation
Batuk

Run
Work
Lower lobes
hypomobility Lifting
Sport
Deformity Climbing
Sugijanto, 2019
Klien mengeluh sesak nafas dan batuk
karena asma yg kambuh

ya
History taking: Allergy? Dahak putih? Pemeriksaan red flag:
(Ha: Asma bronkial) Infeksi saluran nafas? Demam? tdk Pancoast tumor,
ya
ya
Observasi: Forward head position, girdle
protraction-elevation. Konsul dokter spesialis
ya yang kompeten

Deep inspiration-expiration:ada wheezing Algoritme


dan expiration > inspiration pemeriksaan lain
Pemeriksaan tdk
fungsi gerak: ya
Red flag

ya Algoritme pemeriksaan
Auskultasi memastikan adanya wheezing dan fisioterapi pada
menentukan lokasi akumulasi dahak Sesak nafas dan batuk
Tes khusus: ya akibat asma bronchial
Kebersihan jalan nafas, mobilitas paru inferior, Algoritme lain
kapasitas vital paru
tdk
ya
Pemeriksaan Penunjang Ukur: ekspansi thorax dgn pitaukur,
Dan Pengukuran VO2max atau FEV1 dgn spirometer X Ray, lab allergen,
apus dahak,

Diagnosis Sesak nafas karena akumulasi dahak, / pengembangan paru


inderior terbatas, / kapasitas patu menurun. Kasus asma

Identifikaasi Body structure Impairment: hipersecresi bronchus,


problem dlm ICF hypomobility lobus inferior paru dan tightness diagragma
Body Function Impairment: Sesak nafas, penurunan
kapasitas vital paru
Sugijanto, 2019
PEMERIKSAAN FISIOTERAPI
YGDiutamakan
DIBUTUHKAN
pemilihan evidence untuk:
– Pemeriksaan Bronkus:
– Auscultasi: air trappen →wheezing; akumulasi dahak → ronchi
– Perkusi: Akumulasi dahak
– Mobilitas paru: → chest expansion – abdominal expansion
– Capasitas vital paru: Spirometer
– Pemeriksaan extra respiratory:
– Palpasi dan tes kelenturan otot ekstra respirasi
– Pemeriksaan fungsi
– Exercise tolerance

Sugijanto, 2019
EVIDENCE BASE PRAKTIS

– Penggunaan hasil penelitian secara bertingkat untuk proses assessment dan


intervension

Sugijanto, 2019
Sindrome miofasial m. levator
scapulae

Functioning, disability and health Contextual factors

Anatomic impairment Internal External


factors factors
Muscle Myofascia Vascular Nerves
fibre
Vegetatif

Chronic Capilair Nocisensoric


inflamation constriction
Functional
Ischemic impairment
Hypertone Activity
limitation
Necrosis Inflamation
Adhesion Participation
restriction
Hyperalgesic Siting
Taut band -allodynia
Reading Work

ADL Sport

Pain Scapular Postural fault


Hypomobolity deviation Recreation
shrugging
Sugijanto, 2019
Algoritme pemeriksaan fisioterapi pada sindroma miofasial m.
Levator scapulae
Klien dengan keluhan nyeri pundak / History taking: Nyeri meningkat lateral
fleksi servikal kontra lateral dan depresi
tengkuk samping leher dan temporal.
HIPOTESIS AWAL
ya
Pengukuran: Nyeri tekan dgn algometer/VAS; Pemeriksaan red flag:
Algoritme
Panjang otot dgn meterline; Postur dgn plumb line Pancoast tumor, Cervical
pemeriksaan lain tdk instability/disc lesion, dll
ya tdk
ya
Observasi: Forward head position,
cervical deviation, scoliosis.
ya Konsul dokter
pengirim/ spesialis
Tes orientasi: Servikal fleksi dan
3 dimensi ektensi tegang/nyeri,
ya

Tes gerak Pasif: Servikal: fleksi lateral yaPemeriksaan


Algoritme
fleksi tegang/nyeri dengan springy, Fungsi gerak detil
pemeriksaan lain Depresi: tegang/nyeri dan springy tdk
tdk
ya
Tes khusus Palpasi: Tender/trigger point, taut band dan Pemeriksaan
twisting, Contract relax stretch test: Tegang/kontraktur tdk medic lain

ya
Diagnosis: Nyeri muscular menyebar ke pundak
HIPOTESIS
/ tengkuk / samping leher dan temporal akibat
AKHIR
sindroma nyeri miofasial m. levator scapulae

Identifikasi problem gerak dan fungsi (ICF):


Body structure: mlevator scapulaeadhesion
Functional limitation: Pain and limitation of neck movement Sugijanto, 2019
PEMERIKSAAN FISIOTERAPI
YG DIBUTUHKAN
– Diutamakan pemilihan evidence untuk:
– Pemeriksaan posture
– Pemeriksaan mobilitas sendi
– Pemeriksaan palpasi pd tender point / trigger point
– Palpasi tonus otot, muscle twisting dan taut band
– Tes Elastisitas-ekstensibilitas otot dgn Contract relax and
stretch test
– Pemeriksaan disabilitas

Sugijanto, 2019
ALAT UKUR/EVALUASI
FISIOTERAPI YG
DIBUTUHKAN
– Pengukuran nyeri
– Pengukuran fleksibilitas/ekstensibilitas dan panjang otot
– Pengukuran mobilitas sendi (ROM),
– Pengukuran movement disfunction
– Pengukuran disabilitas

Sugijanto, 2019
Sugijanto, 2019
Screening
questionair

Sugijanto, 2019
Red flag for
thoracic spine

Sugijanto, 2019
THINK…. Bronchopulmonary
Pain
– Positive findings beyond the reasonable duration of influenza (7 to 10
days) or an increase in pulmonary symptoms (shortness of breath [SOB],
hacking cough, hemoptysis, wheezing or other changes in breathing
pattern) raise a red flag, indicating the need for medical referral.
– This clinical case points out that clients currently undergoing physical
therapy for a known musculoskeletal problem may be describing signs
and symptoms of systemic disease.

Goodman & Synder page 291 Sugijanto, 2019


Red flag: Myocardial infark

– Kerusakan myocardium akibat a. coronaria ter blokade beberapa saat,


akibat spasme atau thrombus, bagian otot jantung termaksud rusak
secara permanen/infark.
– Tanda Angina
– Palpitasi (jantung berdebar-debar)
– Kelelahan atau kepenatan (claudication intermmitent)
– Adanya resiko jantung coroner: Kadar kolesterol di atas 180 mg/dl pada
orang usia <30 thn, atau di atas 200 mg/dl pd usia >30 thn, dianggap
beresiko khusus mengidap penyakit arteri koroner.

Sugijanto, 2019
RED FLAG: PLEURISY

– Nyeri tajam inspirasi


– Riwayat sakit paru sebelumnya
– Sesak nafas, expansi dada sangat terbatas

Sugijanto, 2019
Sugijanto, 2019
Red
flag

Sugijanto, 2019
L B P MEDICAL SCREENING
QUESTIONAIR No
1 Have you recently had a major trauma, such as a vehicle accident or a fall from a
height?
2 Have you ever had a medical practitioner tell you that you have osteoporosis?
3 Do you have a history of cancer?
4 Does your pain ease when you rest in a comfortable position?
5 Have you recently had a fever?
6 Have you recently lost weight even though you have not been attempting to eat less
or exercise more?
7 Have you recently taken antibiotics or other medicines for an infection?
8 Are you currently taking steroids or have you been on prolonged steroid therapy?
9 Have you been diagnosed with an immunosuppressive disorder?
10 Have you noticed a recent onset of difficulty with retaining your urine?
11 Have you noticed a recent need to urinate more frequently?
12 Have you noticed a recent onset of numbness in the area of your bottom where you
would sit on a bicycle seat?
13 Have you recently noticed your legs becoming weak while walking or climbing
stairs?
Sugijanto, 2019
Red flag: Back cancer/infection
(osteomyelitis)
– Umur >50 thn, ada riwayat cancer  Riwayat infeksi terakhir
– Berat badan turun dratis  Penggunaan obat
intravenous
– Gagal terapi conservative
 Concurrent
– Keluhan tidak konsisten. immunosuppressive
– Nyeri konstan tidak terpengaruh disorder
posisi/aktivitas; memburuk malam  Deep constant
hari. pain,meningkat saat
pembebanan tubuh
 Demam, malaise, dan
bengkak
 Spine rigidity

Sugijanto, 2019
RED FLAG: CAUDA EQUINA
SYNDROME

– Retensi uri atau inkontinsia uri / alvi


– Saddle anesthesia
– Kelemahan otot ekstremitas inferior progresif
– Defisit sensorik (L4, L5, S1)
– Ankle dorsiflexion, toe extension, and ankle
plantarflexion weakness

Sugijanto, 2019
RED FLAG: Visceral Pattern
Menurut: Min H. Huang, PT, PhD, NCS

– Gradual, progressive, cyclical


– Constant
– Intense
– Unrelieved by rest or change of position
– Does not fit the expected mechanical or
neuromusculoskeletal pattern

Sugijanto, 2019
APENDICITIS Red flag
examination
– Abdominal rigidity:
– Rebound tenderness
– Mc Burney point +
– Psoas and Obturator sign +

Nyeri Sugijanto, 2019


PYELONEPHRITIS
– Infeksi ginjal

Sugijanto, 2019
REVIEW OF
SYSTEM & RED
FLAG Red flag: Back cancer/infection
(osteomyelitis)

– Umur >50 thn, ada riwayat cancer  Riwayat infeksi terakhir


 Penggunaan obat intravenous
– Berat badan turun dratis
 Concurrent immunosuppressive
– Gagal terapi conservative disorder
– Keluhan tidak konsisten.  Deep constant pain, meningkat
saat pembebanan tubuh
– Nyeri konstan tidak terpengaruh  Demam, malaise, dan bengkak
posisi/aktivitas; memburuk malam  Spine rigidity
hari.

Sugijanto, 2019
Red Flags: Neuro-Oncologic
Emergencies

✓ Neuro-oncologic emergencies require immediate referral


– Epidural spinal cord compression or cord transection from
pathologic fractures of vertebra involved by cancer
– Increased intracranial pressure from intracranial mass lesion
growth and edema
– Uncontrolled seizure activity lasting longer than 5 minutes as
a result of intracranial tumors (status epilepticus).

Sugijanto, 2019
Neurologic Situations that Require
Emergency Medical Referral

– Loss of consciousness or difficult to arouse


– Extreme confusion not consistent with premorbid status
– Acute infection with other associated neurologic signs
– e.g. nuchal rigidity or intense, localized back pain
– Evidence of spinal column instability
– e.g. decrement in motor and sensory status with position
change from supine to sit or sit to stand, bilateral UE
parathesia with neck flexion

Sugijanto, 2019
Warning Signs - Acute Strokes

– Sudden numbness or weakness of the face, arm or leg, especially on


one side of the body
– Sudden confusion, trouble speaking or understanding
– Sudden trouble seeing in one or both eyes
– Sudden trouble walking, dizziness, loss of balance or coordination
– Sudden, severe headache with no known cause

http://www.heart.org/HEARTORG/General/Heart-Attack-Stroke-and-
Cardiac-Arrest-Warning-Signs_UCM_303977_SubHomePage.jsp
Sugijanto, 2019
Warning Signs - Spinal Cord Compression

– Neck or back pain


– Bowel and/or bladder dysfunction (e.g. incontinence,
constipation, bladder spasm)
– Sensory changes
– Numbness
– Weakness, paralysis
– Spasticity
– Pain

Sugijanto, 2019
Sugijanto, 2019
Pemeriksaan (pengambilan data)
Screening (Observasi =
HISTORY inspeksi)
TAKING
Screening (pemeriksaan
•Anamnesis fungsi fisik)
Quick test Tes khusus
•Pengambilan Tes Gerak aktif, gerak •Palpasi
data relevan pasif, isometrik. •Joint play movement, tes
provokasi, kinerja otot,
Pengukuran •Tes stabilisasi sendi.
Pengukuran subyektif → obyektif: mis •Muscle strength test,
nyeri dgn VAS/VRS, length test.
Pengukuran Mobilitas sendi/ ROM, •Tes sensasi
Manual Muscle Test •Balance test,
Karakteristik antropometri coordination test.
Pengukuran postur •Strength Duration Curve
Keseimbangan/Balance scale •dll
Aktifitas sehari-hari/IADL
Index Barthel dll Sugijanto, 2019
HISTORY TAKING
(Anamnesis)

 Keluhan utama, beberapa contoh:


◦ Sensasi/Nyeri? → Jenis, distribusi, dugaan penyebab,
provokasi & peringanan.
◦ Mobilitas sendi? → Pembatasan, kelemahan.
◦ Kinerja otot? → Kelemahan, tegang, pemicu, pengurang
◦ Gangguan ambulasi? → Berjalan, penggunaan alat, dugaan
penyebab, dll
◦ Keseimbangan? → Jenis, momen gangguan
◦ Fungsi ADL? → Jenis, dugaan penyebab,
◦ Sesak nafas? → Jenis, pemicu, pengurang.
◦ Dll.
Sugijanto, 2019
HISTORY TAKING
(Anamnesis)
HISTORY TAKING

 Keluhan utama, beberapa contoh anamnesis:


– Dugaan awal ostoartritis lutut: Apakah nyeri dan kaku bangun tidur atau bangkit
sesudah duduk lama? Apakah lututnya bunyi? Apakah lutut tidak bias dilipat penuh?
– Dugaan awal frozen shoulder: Apakah tidak jelas sebabnya? Apakah tidak bisa
menyisir atau ambil dompet disaku belakang, Apakah lengan tidak bisa memutar
keluar?
– Dugaan awal HNP lumbal: Apakah ada pemicu angkat barang atau yg lain?, Apakah
nyeri membungkuk; Apakah tengadah kurang nyeri; Apakah keluhan sampai ke kaki?
– Dugaan awal rheumatoid artritis: Apakah nyeri dan kaku tiap bangun tidur? Apakah
nyeri dan bengkak jari-jari tangan?
– Dll

Sugijanto, 2019
Pedoman uji hipotesis awal
HISTORY TAKING Tingkat ICD

ICD, International Classification of


diseases INITIAL HYPOTHESIS
(disease/disorder/syndrome)

1. Age
2. Sex (male –female)
3. Cause, traumatic- non-traumatic (penyebab)
4. Timeline, normal – abnormal (acute-subacute-chronic)
5. Signs and symptoms (tanda dan gejala penyakit),
6. Prognostic factors, increase or decrease the complaints
7. Therapy operative – conservative
8. Prevalence (angka kejadian)
Sangat penting mengetahui landasan patologi
Sangat penting untuk komunikasi dengan dokter
X ray belakangan, bila tes gerak dan kompresi tulang positif saja
ANAMNESIS (lanjutan)

– Riwayat keluhan kini termasuk mulainya, perjalanan sakit, gangguan terhadap


regio/organ/sistem lain.
– Riwayat sakit dahulu yg mungkin berpengaruh pd keluhan kini.
– Pengobatan dan pembedahan yg telah dijalani
– Riwayat status kesehatan famili yg relevan.
– Kegiatan pekerjaan dan sosial
– Harapan klien dan keluarga

Juga data lain yg relevan:


 Diagnosis medik
 Riwayat medik yg berkaitan
 Status sistem, organ lain yg relevan
 Status fungsional dan tingkat aktifitas
Sugijanto, 2019
Screening (pengambilan data dr
Observasi = inspeksi)
– Dinamik:
– Gait analisis, fungsional dasar, ADL, dll
– Statik:
Prinsip umum inspeksi statik:
– Status kesadaran dan status psikologis umum
– Analisis total, quadrant, lokal.
– Kondisi kulit, posture, posisi sendi dan
penyimpangan, status otot, bentuk, konsistensi,

Sugijanto, 2019
REGIONAL SCREENING &
QUICK TEST NECK SHOULDER/ARM
PAIN
Cervical spine Thoracic spine Shoulder Thoracic outlet

muscles tendomuscl
disc Capsules Glenohumeral Positional
fault
Joint surface neurovege costoverte bursae
facet & uncinate
Inflamasi muscle
Myofascial Blockade tightness
osteofit adhesion
Micro Contracture Capsulo-lig
circulation contracture
iritasi radix
tightness
calcification brachial nerve
Iritasi Jar ischemic hipertone
sensitif entrapment
nyeri lokal/
tight contract referal nerve ischemic
Radicular
pain Pseudo fibrosis
radicular

Nyeri leher dan lengan


Sugijanto, 2019
NECK ARM PAIN

Temporo-mandibular joint

Interartic muscles
disc
Capsule/
lig TMJ
Irregular
Myofascial
shap
adhesion

Sprain
Blockage
tightness

Joint Contracture
irritation

TMJ-Neck Capsular
pain pattern

Nyeri leher dan/atau lengan


Sugijanto, 2019
HISTORY TAKING

Kasus 1

– Klien datang ke Fisioterapis dengan keluhan nyeri leher hingga


lengan. Nyeri berupa pegal disertai semutan, terutama bila
menunduk.
– Berasal dari regio manakah asal impairment nya?

Sugijanto, 2019
Analisis NECK SHOULDER/ARM PAIN
patologi

Cervical spine

disc muscles Capsules

Joint surface neurovege


facet & uncinate
Myofascial Blockade
osteofit adhesion
Micro
circulation
iritasi radix
tightness
Iritasi Jar ischemic hipertone
sensitif
nyeri lokal/
tight contract referal
Radicular Pseudo fibrosis
pain radicular

Nyeri leher dan lengan


Sugijanto, 2019
PEMILAHAN BILA KELUHAN
BERASAL
HISTORY TAKING
DARI CERVICAL SPINE
– Didahului dengan anamnesis khusus cervical
antara lain:
– Apakah keluhan tersebut menjadi berat
oleh posisi leher tertentu
– Apakah juga terprovokasi oleh gerak leher
tertentu

Sugijanto, 2019
REGIONAL SCREENING &
QUICK TEST PEMILAHAN BILA KELUHAN
BERASAL DR CERVICAL SPINE

– Gerak aktif kemudian ditambahkan ‘over pressure’


– Fleksi-ekstensi cervical posisi duduk tegak
– 3 dimensi ekstensi kanan-kiri cervical posisi duduk tegak
– Tes positif bila keluhan nyeri leher-lengan ter provokasi oleh
gerak cervical tersebut

Sugijanto, 2019
Kasus 2

– Klien datang ke Fisioterapis mengeluh nyeri terutama


punggung atas kadang menyebar ke dada,
– Berasal dari regio manakah asal impairment nya?

Sugijanto, 2019
REGIONAL SCREENING &
QUICK TEST NECK SHOULDER/ARM PAIN

Thoracic spine

muscles Capsules

Joint surface neurovege costoverte


facet & uncinate
Myofascial Blockade
osteofit adhesion
Micro
circulation
tightness
Iritasi Jar ischemic hipertone
sensitif
nyeri lokal/
tight contract referal
Pseudo fibrosis
radicular

Nyeri leher dan lengan


Sugijanto, 2019
PEMILAHAN BILA KELUHAN
BERASAL DARI THORACAL SPINE

– Anamnesis khusus terkait keluhan berasal dari


impairment thoracal spine:
– Apakah keluhan tersebut menjadi berat oleh
inspirasi dalam dengan mengangkat kedua
lengan
– Apakah juga terprovokasi oleh gerak thoracic
spine tertentu

Sugijanto, 2019
PEMILAHAN BILA KELUHAN
REGIONAL SCREENING &
QUICK TEST

BERASAL DR THORACAL SPINE

– Lengan diberikan posisi dimana ada keluhan


ringan
– Kemudian diberikan provokasi gerak rotasi
vertebra thoracalis melalui proc spinosus
vertebra atas- vertebra bawah nya
– Tes positif bila keluhan nyeri leher-lengan
ter provokasi oleh gerak vertebra thoracalis
tersebut
Sugijanto, 2019
Kasus 3

– Klien datang ke Fisioterapis mengeluh nyeri bahu-deltoid


terutama bila angkat lengan.
– Berasal dari regio manakah asal impairment nya?

Sugijanto, 2019
REGIONAL SCREENING & NECK SHOULDER/ARM PAIN
QUICK TEST

Shoulder

muscles tendomuscl
Capsules Glenohumeral

neurovege bursae

Inflamasi
Myofascial Blockade
adhesion
Micro Contracture
circulation
tightness
calcification
ischemic hipertone

nyeri lokal/
tight contract referal

fibrosis

Nyeri leher dan lengan


Sugijanto, 2019
PEMILAHAN BILA KELUHAN
BERASAL DARI SHOULDER COMPLEX

– Anamnesis khusus terkait keluhan berasal dari


impairment shoulder complex:
– Apakah keluhan tersebut meningkat bila gerak
tangan dibelakang leher dan tangan dibelakang
punggung
– Apakah juga terprovokasi oleh gerak bahu
tertentu seperti lengan kesamping-depan
tubuh Sugijanto, 2019
REGIONAL SCREENING & PEMILAHAN BILA KELUHAN
QUICK TEST
BERASAL DR SHOULDER COMPLEX

– Gerak abduksi-elevasi dalam ritme/lingkup


tertentu keluhan nyeri leher-lengan ter provokasi
– Pada posisi abduksi bahu dimana terprovokasi
keluhannya, kemudian dilakukan ‘over pressure
caput humeri kearah superior (impingement),
kearah anterior (instabilisasi) atau kearah rotasi
eksterna (frozen)
– Tes positif bila keluhan nyeri leher-lengan ter
provokasi oleh gerak
Sugijanto, 2019
Kasus 5

– Klien datang ke Fisioterapis, dengan keluhan nyeri


pundak menjalar ke tangan. Terutama saat menjinjing
barang berat.
– Berasal dari regio manakah asal impairment nya?

Sugijanto, 2019
REGIONAL SCREENING & NECK SHOULDER/ARM PAIN
QUICK TEST

Thoracic outlet

tendomuscl
Positional
fault

Inflamasi muscle
tightness
Capsulo-lig
contracture

calcification brachial nerve


entrapment
nyeri lokal/
referal nerve ischemic

Nyeri leher dan lengan


Sugijanto, 2019
PEMILAHAN BILA KELUHAN
BERASAL DARI THORACIC
OUTLET
– Anamnesis khusus terkait keluhan berasal dari impairment
pada thoracic outlet:
– Apakah keluhan berupa parestesia yang meningkat bila
gerak lengan keatas (hyper abduction) dan berkurang bila
lengan kebawah
– Atau sebaliknya parestesia yang meningkat bila lengan
menjinjing barang dan berkurang bila lengan diangkat
keatas (abduksi)
Sugijanto, 2019
REGIONAL SCREENING &
QUICK TEST
PEMILAHAN BILA KELUHAN
BERASAL DR THORACIC
OUTLET
– Lengan diberikan posisi dimana keluhan
terprovokasi
– Kemudian dilakukan provokasi dengan gerak
retraksi dan depresi shoulkder girdle
– Tes positif bila keluhan nyeri leher-lengan ter
provokasi oleh gerak shoulder girdle tersebut

Sugijanto, 2019
LOW BACK AND LEG PAIN

Lumbar spine Thoracic spine Sacroiliac joint Hip joint Piriformis syn

disc muscles Capsules ligament Capsules


Muscle
Joint surface facet neurovege costoverte
& uncinate Tight Joint surface
inflammation
Blockade
osteofit Myofascial muscle
contracture
adhesion Micro tightness
circulation Loose body
iritasi radix Contracture
tightness blockade

Iritasi Jar ischemic calcification Ischiadic


hipertone
sensitif entrapment

tight contract nyeri lokal/ nerve ischemic


Radicular referal
Pseudo
pain fibrosis
radicular

Nyeri pinggang dan tungkai


Sugijanto, 2019
Kasus 6

– Klien datang ke Fisioterapis mengeluh nyeri punggung


bawah kadang menyebar ke gluteal area. Beberapa
waktu sebelumnya pernah sampai belakang paha,
– Berasal dari regio manakah asal impairment nya?

Sugijanto, 2019
REGIONAL SCREENING & LOW BACK AND LEG PAIN
QUICK TEST

Lumbar spine

muscles Capsules
disc

Joint surface facet & neurovege


uncinate

Blockade
osteofit Myofascial
adhesion Micro
circulation
iritasi radix
tightness

Iritasi Jar ischemic hipertone


sensitif

tight contract nyeri lokal/


Radicular referal
Pseudo
pain fibrosis
radicular

Nyeri pinggang dan tungkai


Sugijanto, 2019
REGIONAL SCREENING &
QUICK TEST
PEMILAHAN BILA KELUHAN
BERASAL DR LUMBAR SPINE

– Pusat sensasi nyeri pd lumbal-gluteal-tungkai


belakang-sampaing-kaki
– Gerak aktif kemudian ditambahkan ‘over pressure’
– Fleksi-ekstensi trunki posisi berdiri: nyeri pinggang
atau radiasi ke kaki
– 3 dimensi ekstensi kanan-kiri punggung posisi
duduk tegak
– Tes positif bila keluhan nyeri pinggang-tungkai ter
provokasi oleh gerak trunki tersebut
Sugijanto, 2019
Kasus 7

– Klien mengeluh nyeri pinggang sisi lateral terutama crista


iliaca kadang menyebar ke lateral gluteal area.
– Berasal dari regio manakah asal impairment nya?

Sugijanto, 2019
LOW BACK AND LEG PAIN
REGIONAL SCREENING &
QUICK TEST

Thoracic spine

muscles Capsules

Joint surface facet & neurovege costoverte


uncinate

Blockade
osteofit Myofascial
adhesion Micro
circulation
tightness

Iritasi Jar ischemic hipertone


sensitif

tight contract nyeri lokal/


referal
Pseudo
fibrosis
radicular

Nyeri pinggang dan tungkai


Sugijanto, 2019
REGIONAL SCREENING &
QUICK TEST
PEMILAHAN BILA KELUHAN
BERASAL DR THORACAL SPINE

 Pusat nyeri pinggang samping – crista iliaca –


trochanter
 Diberikan posisi dimana ada keluhan ringan,
Kemudian diberikan provokasi gerak rotasi vertebra
thoracalis melalui proc spinosus vertebra atas-
vertebra bawah nya.
 PACVP/LPAVP pada puncak kurva
 Tes positif bila keluhan nyeri pinggang ter provokasi
oleh gerak vertebra thoracalis tersebut
Sugijanto, 2019
Kasus 8

– Klien lain mengatakan nyeri pada pantat, terutama


bagian tengah hingga lipat pantat.
– Dari regio manakah asal impairment nya?

Sugijanto, 2019
REGIONAL SCREENING & LOW BACK AND LEG PAIN
QUICK TEST

Sacroiliac joint

Capsules ligament

Blockade

Contracture

nyeri lokal/
referal

Nyeri pinggang dan tungkai


Sugijanto, 2019
REGIONAL SCREENING &
QUICK TEST
PEMILAHAN bila keluhan
berasal dr sacroiliac joint

– Nyeri daerah lipat pantat


– Fleksi ekstensi tubuh posisi berdiri: ketinggian
SIPS asimetri
– Pada posisi tengkurap, dilakukan Sacral trust
test bersamaan ektensi sendi panggul
– Pada posisi berbaring terlentang, dilakukan
Thigh trust test
– Pada posisi berbaring terlentang Gaenslen test
Sugijanto, 2019
Kasus 9

– Klien wanita usia lanjut minta pertolongan fisioterapi


untuk keluhan nyeri pada regio inguinal (groin) hingga
selangkangan. Kadang menyebar ke medial paha,
– Berasal dari regio manakah impairment nya?

Sugijanto, 2019
REGIONAL SCREENING & LOW BACK AND LEG PAIN
QUICK TEST

Hip joint

Capsules
Muscle

Tight Joint surface


inflammation

contracture

Loose body
blockade

calcification

nyeri lokal/
referal

Nyeri pinggang dan tungkai


Sugijanto, 2019
REGIONAL SCREENING &
QUICK TEST
PEMILAHAN bila keluhan
berasal dr Hip joint

– Keluhan nyeri pd area inguinal hingga trochantor


– Gait analysis tampak duchene gait
– Pada posisi tengkurap dilakukan gerak internal rotasi
bersamaan kanan dan kiri
– Patric’s test

Sugijanto, 2019
Kasus 10

– Klien pria usia 45 tahun dating ke fisioterapi dgn keluhan


nyeri gluteal kanan menyebar ke paha belakang. Kadang
neyi bila duduk lama,
– Berasal dari regio manakah impairment nya?

Sugijanto, 2019
REGIONAL SCREENING & LOW BACK AND LEG PAIN
QUICK TEST

Piriformis syn

muscle
tightness

Ischiadic
entrapment

nerve ischemic

Nyeripinggang dan tungkai


Sugijanto, 2019
REGIONAL SCREENING &
QUICK TEST
Pemilahan keluhan dr
piriformis syndrome

 Nyeri daerah pantat, kadang


meyebar ke paha belakan
 Provokasi oleh tekanan duduk
pada tempat keras
 Palpasi dan contract relax stretch
test pada piriformis positif
 Slump test positif

Sugijanto, 2019
Kasus 11

– Klien wanita usia 50 tahun ke fisioterapi dgn keluhan nyeri semutan kedua belah
paha belakang. Kadang disertai bunyi pinggang saat gerak tertentu,
– Berasal dari regio manakah impairment nya?

Sugijanto, 2019
REGIONAL SCREENING &
QUICK TEST
Dugaan lysthesis

– Pinggang sering bunyi click, palpasi dijumpai step off


atau step on (L4)
 Stabilization test:
– Tes stabilisasi pasif lumbosacrale fiksasi pd lumbale
dan mendorong femur ke posterior.
 Posisi ditepi bed sampai pelvic, angkat kedua tungkai
ekstensi. Di Fiksasi dan tanpa fiksasi

Sugijanto, 2019
KASUS LAIN …Berasal dari
regio manakah impairment
nya?
A. Nyeri samping paha dari trocantor mayor ke atas
lutut
B. Pasien lain mengeluh terasa baal (anesthesia}
daerah anus dan kelamin, disertai gangguan buang
air kecil dan kadang gangguan buang air besar juga.
C. Pasien lainnya lagi datang dengan keluhan nyeri
pedas/panas pada inguinal menyebar ke paha
depan,
D. Seorang pasien lain mengeluh nyeri pada perut
bawah kanan, kadang nyeri hebat tak tertahankan.
Sugijanto, 2019
PENDALAMAN SETELAH
TES ORIENTASI

• Setelah tes orientasi (regional


screening) dijumpai positif pd satu
regio kemudian dilakukan tes:
• Tes terhadap kinetik (body function
impairment) regio tersebut
• Tes terhadap anatomi (body
structure impairment)

Sugijanto, 2019
Screening (pemeriksaan
fungsi lanjutan)

 Pemeriksaan fungsi dasar neuromuskular:


◦ Pola jalan, keseimbangan dan lokomotor.
◦ Tes sensorik integrasi, nyeri, fungsi motorik,
refleks, keseimbangan, koordinasi,
perkembangan motorik.
 Pemeriksaan fungsi dasar integument
◦ Tes sensasi
◦ Pemeriksaan ketebalan kulit, tonus kulit,
konsistensi
Sugijanto, 2019
Tes khusus
– Palpasi
– Joint play movement, tes provokasi, kinerja otot,
– Tes stabilisasi sendi.
– Muscle strength test, length test.
– Tes sensasi
– Balance test, coordination test.
– Strength Duration Curve
– Tes ventilasi, kapasitas paru
– Tes tonus integument
– Tes kedalaman kerusakan kulit

Sugijanto, 2019
Nyeri pada bahu Relevance &
CLINICAL Impingement syndrome contextual
REASONING
Contextual
Fungsi dan disabilitas
factors
Internal External
Anatomic impairment factors factors
SLAP
Cuff muscle
Lesion
AC Bursa Functional
subacromial Pectoralis minor, Participation
Joint Capsule/ impairment
levator scapulae
lig laxity restriction
osteophyte Serratus anterior
Activity
Inflamation- Tightness limitation
Supraspinatus GH
calc formation
Instability
Weakness
Subscapularis, Over head
infraspinatus, Internal
Work
impingement
activity
Inflamation Scapular
dyskinesis Carrying Sport
Inflamation
Tight- Lifting Recreation
hypertrophy

External The used of


impingement arm in ADL
Shoulder pain
Sugijanto, 2019
Nyeri bahu dan lengan
impingement syndrome
Ha: Shoulder Keluhan nyeri area deltoid,
terutama angkat lengan, crepitasi. Ganti hipotesis
Impingement syndrome
tdk
Ya
Pada tes abduksi elevasi tampak Ganti hipotesis
paiful arc humeroscapular rhythm, tdk
Ya
•Jobe’s test;
•Neer test Pemeriksaan red flag:
H5-7 Penyebab • Hawkin Kennedy test Pancoast tumor, Cervical
impingement •Isometric resisted external rot. tdk instability/disc lesion, dll

EXTERNAL SHOULDER IMPINGEMENT


Glenohumeral INTERNAL SHOULDER IMPINGEMENT
H1: Superior capsel
instability

H1: Supraspinatus H2: Subacromial


H3: Infraspinatus H4: Subscapularis H8: SLAP lesion
Traksi caudal: no pain bursa
and No sulcus sign Abdominal press
Empty can test, External rot
Neer-Hawkin test, Internal rot
Abduksi isometric isometric,
test, Crepitasi isometric, palpasi
dan Palpasi posisi Palpasi posisi
dan palpasi posisi netral
borgol sphynx
Superior capsule posisi ekstensi
contracture penyebab
impingement Tendinitis Subacromial Tendinitis Tendinitis
supraspinatus akibat bursitis akibat infraspinatus akibat subscapularis
impimgement impimgement impimgement impimgement

Scapulothoracal
dyskinetic

Scapular tiping Scapular shrugging Scapular winging Sugijanto, 2019


PEMERIKSAAN
FISIOTERAPI

Diutamakan pemilihan evidence untuk:


– Pemeriksaan Impingement (5):
– Painful arc
– Neer test
– Jobe’s test
– Hawkin Kennedy test
– External rotation isometric test

Sugijanto, 2019
CLINICAL
SHOULDER DISABILITY AKIBAT IDIOPHATIC Relevance &
FROZEN SHOULDER contextual
REASONING
Functioning, and disability Constextual factors

Anatomic impairment
Internal External
GH Capsels Muscle Nerves factors factors

AC Capsels Autonom
Nocisensoric
system
Chronic Cuff ms
inflamation tightness Hyperalgesia Vascular

Inter fiber Scapulo thoracal Sympathic


adhesion muscle weakness hyperactivity

Contracture, anterior Functional Activity Participation


- inferior capsel most Micro circular
constriction impairment limitation restriction
contracted

Stretched Muscle
Capsular Activity with
pain imbalance Work
pattern mobility/ADL

Pain Driving Sport

Recreation
Hypomobility
Sugijanto, 2019
Anamnesis utk Klien dengan keluhan nyeri bahu- Ha: Frozen shoulder
menegakkan ICD lengan atas dan kaku bahu, Usia >
50 tahun, tidak jelas sebabnya Ganti hipotesis
tdk
Ya
Tampak gerak scapula lebih besar Ganti hipotesis
dari humerus tdk
Inspeksi
Ya

Pada tes abduksi elevasi terlihat Pemeriksaan red flag:


reverse humeroscapular rhythm, Pancoast tumor, Cervical
Tes 0rientasi gerak rotasi eksternal bahu sangat tdk Algoritma
instability/disc lesion, dll
terbatas
Ya pemeriksaan Frozen
FROZEN SHOULDER
shoulder
H1: CAPSELS H2: MUSCLE
Ya Ya
Passive test: External rotation < Resisted Isometric test: Nyeri?
abduction < internal rotation
Ya
Ya
Palpasi: Tonus tinggi/nyeri
Elastic end feel
Ya
Ya Tes khusus
Contract relax stretch test:
Joint play movement test: traksi
pd akhir ROM nyeri

Ya Lentur setelah Tetap tegang


contraksi? setelah kontraksi
Nyeri dan Elastic end feel

CAPSULAR PATTERN HYPOMOBILITY Diagnosis MUSCLE CONTRACTED MUSCLE SPASM Sugijanto, 2019
PEMERIKSAAN FISIOTERAPI
Diutamakan pemilihan evidence untuk:
– Pemeriksaan terhadap frozen shoulder:
– Abduction-elevation: Reverse Humeroscapular rhythm
– Passive external rotation: the most limited
– Pemeriksaan Capsules:
– Passive test other: External rotation < Abduction < internal
rotation with elastic end feel.
– Joint Play Movement Test: Taction at end range position →
elastic end feel
– Pemeriksaan panjang otot: Contract relax stretch test terhadap otot-otot bahu:
– Terbatas atau lemah
– Pemeriksaan Otot stabilisator:
– Isometric test
– Sabilizing test
Sugijanto, 2019
CLINICAL OA Lutut Relevance &
REASONING contextual
Functioning, and disability Contextual
factor
Anatomic impairment
Internal External
Rawan Capsul factor factor
Otot/ Vascular
Sendi Ligamen Tendon
Micro
Laxity Spasme Circulation
Erosi
Kontraktur
Inflamasi tl Penumpukan Functional Participation
Subchondral zat iritan impairment restriction

Immobilisasi Nyeri Activity


Osteofit Deformitas
pagi limitation

Iritasi Tightness/
Kontraktur
Antalgic
Jaringan gait Work Recreation
Lemah
Capsular
Inflamasi Pattern Nyeri naik Sport
Kronis
tangga
Nyeri
kompresi Nyeri
Nyeri jongkok
Regang
Hypomobility Sugijanto, 2019
PEMERIKSAAN FUNGSI
• Regional screening
– Nyeri dan terbatas pada fleksi, ekstensi tibio femoral joint
• Tes fungsi
– Nyeri dan terbatas dengan crepitasi pada gerak pasif tibio femoral joint
– Fleksi, ekstensi, tibio femoral joint, firm end feel.
• Tes khusus
– JPM test fleksi, ekstensi tibio femoral joint, firm end feel.
– Patello femoral test
– Ballotement test
– Fluktuation test

Sugijanto, 2019
Nyeri inguinal dan kaku sendi
Anamnesis utk panggul akibat osteo atritis,
menegakkan ICD Ha: Contraktur akibat
Ya OA panggul
Nyeri dan kaku panggul bangun
tidur, krepitasi, internal rotasi Ganti hipotesis
sangat terbatas Tdk
Ya
Patologi serius/
Posisi sendi: Red flag?
Inspeksi Tdk
Ya
Duchene gait; Posisi Tengkurap,
rotasi internal terbatas
Tes Cepat:
Ya ALGORITMA
Red flag: PEMERIKSAAN
Test Gerak Pasif FISIOTERAPI PADA
:Nyeri & terbatas (rotasi internal < abduksi
CAPSULAR PATTERN
Muskular?
< Fleksi dengan Elastic - Firm End Feel)? Tdk HYPOMOBILITY SENDI
Ya PANGGUL AKIBAT
Isometric test dan
Joint Play Movement (Nyeri, Elastic - Firm
End Feel), Traksi pembatasan ROM abduksi, palpasi OSTEO ARTRITIS
Tes khusus
rotasi internal dan rotasi eksternal
Penunjang: X-Ray

Diagnosis CAPSULAR PATTERN HYPOMOBILITY OF


THE HIP AKIBAT OSTEOARTRITIS

Problem: Contracture lutut aibat OA


Body structure impairment: Joint surface/capsules
Body function impaitmen: Capsular pattern Hypomobility
Disabilitas: Sugijanto, 2019
Spondylo arthrosis cervicalis
Constextual
Functioning, disability and health
factors

Anatomic impairment
Internal Externa
factors l factors

Facet & Muscle Nerves


Disc Capsels
Uncinate
Chronic Autonom
Pipih & Erosi Nocisensoric
inflamation system
rapuh
Sub chondral Weak- Sympathic
Instability inflamation atrophy hyperactivity
Inter fiber Spasm- Vascular
adhesion tightness
Micro circular Functional Activity
contracture Participation
Capsel
Extension constriction impairment limitation
pain restriction
contracture
Muscle
imbalance
Reading
Capsular Stretched Work
pattern pain
Sport
Driving
Recreation

Hypomobility Neck pain Postural


deformity

Sugijanto, 2019
Klien dengan keluhan nyeri leher -pundak / samping leher dan
temporal.
ya
Pemeriksaan red flag:
Pancoast tumor,
History taking: Nyeri kaku leher bangun tidur, duduk lama. Cervical
(Ha: SAC) instability/disc lesion,
tdk
dll
ya ya
Observasi: Forward head position, cervical
Konsul dokter
deviation, Flat neck. spesialis yang

ya
kompeten – Algoritme
Tes orientasi Servikal: ekstensi nyeri & fleksi tidak nyeri/
pemeriksaan
Algoritme
Pemeriksaan
fungsi gerak:
tegang, 3D ekstensi nyeri
tdk
pemeriksaan lain fisioterapi Capsular
ya
pattern hypomobility
Tes pasif: Servikal fleksi & rotasi tegang/nyeri & springy,
Ekstensi: nyeri dorsal hard end feel
akibat
ya
spondyloarthrosis
Tes khusus: Joint Play Movement Test: Nyeri dan elastic end feel pada saat Hipotesis lain
cervicalis
gapping. 3D flexion test nyeri regang tdk
ya
Pemeriksaan
Penunjang X Ray dan Nyeri tekan dgn algometer/VAS; Postur X Ray
Dan Pengukuran dgn plumb line

Diagnosis Nyeri dan kaku leher disertai capsular pattern


hypomobilityakibat spondyloarthrosis cervicalis

Sugijanto, 2019
Prosedur pemeriksaan
Tes khusus dan data medik
– Fleksi-ekstensi dan 3 d ekstensi: Gerak fleksi tegang tetapi nyeri berkurang, gerak
ekstensi nyeri cervical menyebar hingga intersccapular atau lengan
– Spurling’s test II:
– Compression test posisi ekstensi nyeri menyebar
– Joint play movement lateral gapping test atau
– 3 dimentional flexion terbatas firm end feel.
– Tes dengan PACVP nyeri segmental
– NAGs test
– Neurodynamic test bila ada gejala neural pain
– ‘X’ ray dijumpai osteofit tepi corpus dan/atau facets

Sugijanto, 2019
Thoracal joint blockade/Round back

Functioning and disability Constextual factors

Anatomic impairment
Internal External
Disc Facet Costovert Muscle Nerves factors factors

Capsels Autonom
system Nocisensoric
Migration Guarding
Postural
spasm Vascular
tight
Disc
Facet Ischemic Pain Micro circular Functional
Blockade
Blockade constriction impairment
Tightness
Activity
Nucleus Muscle limitation
nonjol dorsal imbalance Participation
restriction
Iriasi jar. dorsal Non capsular Long period
pattern sitting Work
Nyeri Hypomobility
lateral Driving Sport
Movement
Nyeri
dysfunction
sentral
Recreation

Pain Sugijanto, 2019


Nyeri punggung-dada meningkat saat inspirasi.

ya Ha: thoracal facet blockade

Pemeriksaan red flag:


History taking: Nyeri saat duduk lama terutama
Pancoast tumor, Cervical
tanpa sandaran punggung tdk instability/disc lesion, dll
ya
ya
Round back/kyphosis/scoliosis
Observasi: Konsul dokter spesialis
yang kompeten
ya
Trunk: ekstensi nyeri & fleksi tidak nyeri/ Algoritme
Tes orientasi: pemeriksaan lain
tegang, 3D ekstensi nyeri
tdk
ya Algoritme
Tes pasif: Thoracal fleksi & rotasi tegang/nyeri & springy, pemeriksaan
Ekstensi: nyeri dorsal hard end feel
fisioterapi pada
ya
Thoracal spine joint
PACVP dan LPAVP: Nyeri dan firm end feel. Gapping Algoritme
Tes khusus:
testpositif. 3D extension test nyeri regang
tdk
pemeriksaan lain blockade
ya

Pemeriksaan Penunjang X Ray dan Nyeri tekan dgn algometer/VAS; Postur


Dan Pengukuran dgn plumb line LPAVP dengan end feel MRI?

Nyeri dan kaku leher disertai capsular pattern


Diagnosis
hypomobilityakibat spondyloarthrosis cervicalis

Identifikaasi Body structure Impairment: Facet dan capsules


problem dlm ICF Body Function Impairment: Nyeri punggung atas dan
hypomobility dalam capsular pattern Sugijanto, 2019
PROV. TEST
THORACAL SPINE
– Pemeriksaan Posture
– Forward Head Posture Cervical deviation; Flat neck
– Kyphosis thoracalis
– Scoliosis
– Pemeriksaan capsule sendi facet:
– PACVP : bilateral segmental gapping
– NAG: 600 ventrocranial glide test
– LPAVP : unilateral segmental gapping
– Tes khusus: PACVP & LPAVP nyeri dan terbatas firm end feel
– 3 DIMENSIONALTEST
– Rotasi– lateral fleksi homolateral dan fleksi
Sugijanto, 2019
Spondylo arthrosis lumbalis
Functioning and disability
Constextual factors

Anatomic impairment
Internal factors External factors
Disc Facet Capsels Muscle Nerves

Erosi Nocisensoric
Chronic
Pipih & Weak-
inflamation
rapuh atrophy
Corpus Inter fiber Autonom
libera adhesion system
Instability Sympathic
Blockade Vascular hyperactivity
Inflamasi
Micro circular
Functional Activity Participation
Iritasi Capsel Spasm-
constriction impairment limitation restriction
jar.sensitif contract tightness

Stretched
Capsular pain Standing Work
Muscle
pattern
imbalance
Walking Sport

Pain
Recreation
Postural
deformity Sugijanto, 2019
Klien dengan keluhan nyeri pinggang
menjalar ke pantat atau paha.

ya

History taking: Nyeri kaku pinggang banngun Pemeriksaan red flag:


(Ha: SAL) tidur, duduk lama. Pancoast tumor, Cervical
tdk instability/disc lesion, dll
ya
Observasi Flat back, cervical
ya
Algoritme
deviation, Konsul dokter spesialis
yang kompeten pemeriksaan
Pemeriksaan
Tes orientasi fleksi-ekstensiya
trunki: ekstensi nyeri &
Algoritme
fisioterapi pada
fleksi tidak nyeri/ tegang, 3D ekstensi nyeri
fungsi gerak:
tdk
pemeriksaan lain
Capsular
ya

Tes pasif: lumbale fleksi & rotasi tegang/nyeri &


pattern
Tes khusus: springy, Ekstensi: nyeri dorsal hard end feel
hypomobility
ya
akibat
Joint Play Movement Test: Nyeri dan elastic end
feel pada saat gapping. 3D flexion test nyeri regang spondyloarthros
Pemeriksaan Penunjang
ya
is lumbalis
X Ray dan Nyeri tekan dgn algometer/VAS;
Dan Pengukuran X Ray
Postur dgn plumb line

ya

Nyeri dan kaku pinggang disertai capsular pattern


Diagnosis
hypomobility akibat spondyloarthrosis lumbalis

ya

Identifikaasi Body structure Impairment: Facet dan capsules


problem dlm ICF Body Function Impairment: Nyeri leher dan
hypomobility dalam capsular pattern Sugijanto, 2019
Relevance & Lumbar disc herniated
contextual
Functioning and disability Constextual factors

Anatomic impairment
Internal External
factors factors
Disc Nerves Muscle Capsels Facet

Annulus Motoric Chronic


rupture Autonom inflamation

Paretic Weak-
Nocisensoric Blockade
atrphy

Sympathic Spasm Inter fiber Functional


Nucleus
hyperactivity adhesion impairment
herniation
Vascular Activity
Sensitive Capsel contracture limitation Participation
tissue restriction
Micro circular Capsular
Neuropathic constriction pattern
pain Sitting
Work
Radicular pain Stretched Muscle Lifting
pain imbalance Sport
Low back pain Driving
Postural Recreation
deformity
Pain Sugijanto, 2019
Klien dengan keluhan nyeri pinggang
menjalar hingga punggung kaki.

ya Buat hipotesis awal HNP

History taking: Nyeri duduk. Membungkuk, Pemeriksaan red flag:


(Ha: HNP) berkuranhg bila jalan Acute herniated, myelitis dll
tdk
ya
ya
Observasi: Lumbar deviation.
Konsul dokter spesialis
ya yang kompeten

Pemeriksaan Tes orientasi Lumbarl: fleksi trunki nyeri &


Algoritme
fungsi gerak: terbatas, tetapi ekstensi tidak nyeri,
pemeriksaan lain
tdk
ya
Springing test positif, Spurling’s test positif, Algoritme pemeriksaan
Tes khusus: disc traction posisi ekstensi nyeri menurun, valsava
maneouvre positif fisioterapi pada
ya
Radicular pain akibat
Sensoric test dermatome positif, Lasegue positif, Lower
hernia Nucleus
Tes khusus: radiks
Limb Tension Test positif. Kenn muscle bisa positif HIPOTESIS Pulposus Lumbale
LAIN
ya tdk

MRI untuk melihat tingkat HNP dan Nyeri tekan


MRI
Pemeriksaan Penunjang dgn algometer/VAS; Kenn muscle dengan MMT
Dan Pengukuran

Nyeri Pinggang menjalar ke kaki akibatHNP lumbale


Diagnosis

Body structure Impairment: Discus and Nerve root


Identifikaasi
Body Function Impairment:
problem dlm ICF
Disabilitas:
Sugijanto, 2019
PEMERIKSAAN
FISIOTERAPI
Diutamakan pemilihan evidence untuk:
– Tes cepat utk menentukan hipotesis Discogenic LBP
– Pemeriksaan Discus:
– Springing test
– Spurling’s test
– Distraction test
– Extension test
– Pemeriksaan Integritas radix:
– Dermatome test
– Kenn muscle (myotome) test
– Lower Limb Tension Test (LLTT)
– Pemeriksaan stability:
– Core stability test

Sugijanto, 2019
Spondylolisthesis lumbalis

Function & disability


Constextu
al factors
Anatomic impairment
Internal External
Capsels & Conus factors
Disc Facet Muscle factors
Ligament cauda
luxation
Stenosis
Rupture Overstretch
Weak-
atrophy
Proc. artic Laxity
lysis Cauda Bilateral
Spasm- syndrome paresthesia
tightness
Functional Activity
Intability Pain & impairment limitation Participation
Myofascial
paresthesia restriction
adhesion

Muscle Work
imbalance Siting
Sport
Driving
Recreation
Pain Postural
deformity Sugijanto, 2019
Klien dengan nyeri pinggang menjalar hingga
gluteal atau kedua belah paha belakang.

ya Hhipotesis awal Lysthesis

History taking: Nyeri bangun tidur, habis duduk Pemeriksaan red flag:
(Ha: lysthesis) dan bunyi ketika memutar Acute herniated, myelitis dll
tdk
ya ya
Observasi:
Lumbar deviation./asymmetry,
Konsul dokter spesialis
ya yang kompeten

Pemeriksaan Tes orientasi Lumbar: fleksi –ekstensi


Algoritme
fungsi gerak: trunki nyeri & bunyi clicking
pemeriksaan lain
tdk
ya

Tes khusus
Palpasi → step off/on Algoritme pemeriksaan
Gapping test early clicki ng, Stability test dgn
lumbar lysthesis
tigh trust nyeri & clicking. Active stability test + fisioterapi pada
ya
Gluteal/hamstrings
Slump test , LLTT pain akibat
Tes khusus: sayaf Bladder funtion test HIPOTESIS
perifer LAIN Spondylolysthesis
ya tdk

X Ray untuk mengukur besarnya lysthesis, tekan


MRI
Pemeriksaan Penunjang dgn algometer/VAS; Kenn muscle dengan MMT
Dan Pengukuran

Nyeri Pinggang menjalar ke hamstrings akibat


Diagnosis sondylolysthesis

Body structure Impairment: Facet & Cauda equina


Identifikaasi
Body Function Impairment: Pain & Instability
problem dlm ICF
Disabilitas:
Sugijanto, 2019
– Lumbar segment gapping test:
segmental/ regional intervertebral
gapping
 Stabilization test:
– Tes stabilisasi pasif lumbosacrale fiksasi
pd lumbale dan mendorong femur ke
posterior.
 Posisi ditepi bed sampai pelvic, angkat
kedua tungkai ekstensi. Di Fiksasi dan
tanpa fiksasi

Sugijanto, 2019
CLINICAL SPINAL CORD LESION Relevance &
REASONING contextual
Functioning and disability
Contextual factors

Anatomic impairment
Interna External
Capsels & l
Nerves Muscle Pulmo Vascular Skin factors factors
ligament

Paraplegia Vaso Pressure


Sensorik Inactive reflex sore
Motorik Flacced Hypoactivity Trophic
(LMNL) changes
Anesthesia Spastic ROM Pulmonal Orthostatic
(UMNL) terbatas hypomobility hypotency

Pulmonal
Vegetatif Bawah
Contracture hypoventilatory
level lesi
Bladder Pulmonal Functional
& Bowel hypocapacity
Activity
Otot tungkai impairment Participation
limitation
bilateral restriction
Incontinent
Joints Standing
Level th: Work
Hypomobility
Intercostal
ADL Sport
Wheelchair Recreation
Pulmonal expancy
activity
limitation Sugijanto, 2019
Kelumpuhan kedua tungkai setelah kecelakaan
Anamnesis Ha: Spinal cord lesion
Ya
Operasi fiksasi Non opreatif
fraktur thoracal
Ya
Pemeriksaan red flag:
Kesadaran & Stabilitas baik Unstable
Ya tdk fracture/dislocation

Tes Orientasi Tes: Area dermatom, Kenn


Ganti hipotesis
muscle dan reflex tendon tdk

Functional test Complete paraplegia Incomplete paraplegia


ALGORITME PEMERIKSAAN
Spastic pp Flacced pp Paraplegia akibat spinal cord lesion

H1: Paru H2: Kulit H4: Bladder/bowel H3: Vascular H5: Spinal cord

Tes Ventilasi paru, Tes pressure sore Apastic Tes hipotensi Sensoric test MMT
mobilitas dada dan posisi tegak
Flacced
kapasitas vital paru
Skin hygiene Vasokonstriction
Incontinence
reflex
Exercise tolerance Active Stability Balance
Circulatory test Retension
Spastic/flacced
Bladder/bowel Vasculary
padaplegia sec.
Respiratory Circulatory disfunction
disfunction spinal cord lesion
disfunction disfunction

Disability dan paraplegia akibat spinal cord lesion

Diagnosis Problema:
Body structure impairment:
Body function impairment
Sugijanto, 2019
ASMA-BRONKIAL Relevance &
CLINICAL
contextual
REASONING
Fungsi, dan disabilitas Prognosis factor

Faktor eksternal Faktor internal


Anatomic impairment
Lingkungan
Genetik
Terminal bronchi Bronchioles Alveolar Muscle
spasm hypersecret hypoelasticity spasm Aktivitas/
Olahraga
Terminal bronchi Bronchioles Alveolar Extrarespiratory
colaps restriction hyporespiratory muscle tightness

Diafragm tightn
Air trappen Airway
clearance Hypoventilatory
Functional
Barrel chest /
shoulder protracted impairment
Chicken breath
Activity Participation
Sesak nafas limitation restriction

Batuk Work
Berlari
Sport
Lower lobes Dll
hypomobility Recreation
Deformity Stair climbing Sugijanto, 2019
Klien mengeluh sesak nafas dan batuk
karena asma yg kambuh

ya
History taking: Allergy? Dahak putih? Pemeriksaan red flag:
(Ha: Asma bronkial) Infeksi saluran nafas? Demam? tdk Pancoast tumor,
ya
ya
Observasi: Forward head position, girdle
protraction-elevation. Konsul dokter spesialis
ya yang kompeten

Deep inspiration-expiration:ada wheezing Algoritme


dan expiration > inspiration pemeriksaan lain
Pemeriksaan tdk
fungsi gerak: ya
Red flag

ya Algoritme pemeriksaan
Auskultasi memastikan adanya wheezing dan fisioterapi pada
menentukan lokasi akumulasi dahak Sesak nafas dan batuk
Tes khusus: ya akibat asma bronchial
Kebersihan jalan nafas, mobilitas paru inferior, Algoritme lain
kapasitas vital paru
tdk
ya
Pemeriksaan Penunjang Ukur: ekspansi thorax dgn pitaukur,
Dan Pengukuran VO2max atau FEV1 dgn spirometer X Ray, lab allergen,
apus dahak,

Diagnosis Sesak nafas karena akumulasi dahak, / pengembangan paru


inderior terbatas, / kapasitas patu menurun. Kasus asma

Identifikaasi Body structure Impairment: hipersecresi bronchus,


problem dlm ICF hypomobility lobus inferior paru dan tightness diagragma
Body Function Impairment: Sesak nafas, penurunan
kapasitas vital paru
Sugijanto, 2019
CLINICAL Relevance &
LAPARATOMY contextual
REASONING
Functioning, and disability Contextual
factor
Anatomic impairment
Faktor eksternal Faktor internal

Pulmo Heart Muscle Lingkungan Dll Motivasi


rumah
commorbidity
Bronchi Hypotension Abdominal

Lower lobe. Tachicardy Dll


Diafragma
Hyper secretion
posi narcose Weakness Functional
Fatique Tightness impairment Activity Participation
Inactivity Batuk
limitation restriction

Nafas pendek Bed posture


Penurunan
Penurunan ketahanan kerja
Vital capacity ADL
Deformity
Hambatan
Sesak nafas Penurunan olah raga
Exercise ketahanan
tolerance ambulasi
Sugijanto, 2019
Post operative caesar
ya
History taking:
(Ha: disabilitas pasca caesar) Nyeri bekas incise? Batuk?
Vertigo? Tidak mampu bangkit?

Observasi: ya
Posisi tidur, luka incise,
Pernafasan/Vital sign
Pemeriksaan
fungsi gerak: ya
ROS & Red flag: Cardiovascular? Pemeriksaan red flag:
Gastriintestinal? DVT,
ya
tdk
ya Algoritme pemeriksaan
Respiratory, Cardiovascular, Core Konsul dokter spesialis fisioterapi pada
stability test, Basic fungsional, yang kompeten
Disabilitas akibat pasca
ya operasi laparatomi
Tes khusus: To sit & siting balance, Transfer, to stand
& standing balance, walking

ya
Diagnosis
Sesak nafas /vertigo atau postural hypotension akibat
tirah baring, / pengembangan paru inderior terbatas
akibat incise laparatomi, dll

Body structure Impairment: Inferior lobe Pulmonal


Identifikaasi mobility limitation,
problem dlm ICF Body Function Impairment: Sesak nafas/penurunan
kapasitas vital paru, postural hypotension,
Sugijanto, 2019
PENGUKURAN

– Pelacakan alat ukur di Schralab.com

Sugijanto, 2019
PENGUKURAN

– Pengukuran subyektif → obyektif: mis nyeri dgn


VAS/VRS,
– Pengukuran Mobilitas sendi/ ROM,
– Manual Muscle Test
– Karakteristik antropometri
– Pengukuran postur
– Keseimbangan/Balance scale
– Aktifitas sehari-hari/IADL
– Index Barthel, dll

Sugijanto, 2019
EVALUASI

Evaluation of the results of the examination


through analysis and synthesis within a process
of clinical reasoning.

Pemeriksaan Evaluasi
Pengumpulan • Analisis
Data - data • Sintesis

Clinical reasoning
Sugijanto, 2019
Proses evaluasi analisis sintesis
Fragment Assessment Diagnose

Anamnesis Inspeksi Pemeriksaan Tes khusus


& P’ukuran
Muskulo Keluhan Dinamik, Pem. fungsi Palpasi, Jaringan
skeletal utama, Riwa Statik gerak dasar JPM, /organ
peny. Tes cepat, Provokasi,
Analisis Patologi
Diagno dan gerak aktif, pengukuran
riwa medik total, Gg gerak
kuadran, pasif dan 2
Stat fungs isometrik
dan tingkat lokal.
aktifitas
Neuro Pengobatan Tes sensasi, Motoric Sistem
muskular status kes motorik, function & Patologi
famili keseimbang, sensoric test Gg gerak
Pekerjaan- koordinasi,
sosial Pengukuran
Perkembang
2
an motorik
Sugijanto, 2019
Proses evaluasi analisis
sintesis (lanjutan)
Fragmentasi Assessment Diagnose
Anamnesis Pemeriksaan Tes khusus &
Pengukuran
Kadio Keluhan utama, Vital sign, Tes ventilasi, Sistem
vaskuler Riwayat peny. Pengembangan kapasitas Patologi
pulmonal Diagnosis dan dada-abdomen, paru
riwayat medik Gg gerak
ventilasi paru, Gas arteri
Status fungsional
dan tingkat kapasitas paru Pengukuran2
aktifitas
Integumen Pengobatan Tes sensasi, Tonus kulit Sistem
status kes famili konsitensi kulit, Kedalaman Patologi
Pekerjaan-sosial turgor, gang. kulit.
Gg gerak
Pengukuran2
Sugijanto, 2019
Diagnosis

– Merupakan pernyataan, label,


– Menggambarkan multi dimensi pasien/klien
– Dari tingkat basis (sel) > tertinggi fungsi
– Umumnya : ‘menyangkut kondisi fungsional tingkat jaringan, organ,
sistem khususnya sistem gerak dan individu‘

Sugijanto, 2019
Diagnosis

– Menggambarkan keadaan pasien


– menuntun menentukan prognosis
– menuntun rencana intervensi (diagn kerja)
– Mengindikasikan disfungsi
– direct intervension

Sugijanto, 2019
Shoulder Pain
– ICD-9-CM code: 726.19 Subacromial bursitis
– ICF codes: Activities and Participation Domain codes:
– d4452 Reaching (Using the hands and arms to extend outwards and touch and grasp
something, such as when reaching across a table or desk for a book.)
– d4300 Lifting (Raising up an object in order to move it from a lower to a higher level, such as
when lifting a glass from the table.)
– d4305 Putting down objects (Using hands, arms or other parts of the body to place an object
down on a surface or place, such as when lowering a container of water to the ground.)
– d4451 Pushing (Using fingers, hands and arms to move something from oneself, or to move it
from place to place, such as when pushing an animal away.)
– d4452 Reaching (Using the hands and arms to extend outwards and touch and grasp
something, such as when reaching across a table or desk for a book.)
– d4300 Throwing (Using fingers, hands and arms to lift something and propel it with some
force through the air, such as when tossing a ball.)
– d4550 Crawling (Moving the whole body in a prone position from one place to another on
hands, or hands and arms, and knees.)
– d4551 Climbing (Moving the whole body upwards or downwards, over surfaces of objects,
such as climbing steps, rocks, ladders of stairs, curbs or other objects.)
– Body Structure code: s7201 Joints of shoulder region
– Body Functions code: b28016 Pain in joints Sugijanto, 2019
Isi diagnose fisioterapi

– Minimal berisi :
– Pernyataan masalah pasien, misal : Gangguan mobilitas
sendi, fungsi motor, kinerja otot, dan ROM, gait,
locomotion, balance, sensory integration, ventilasi,
respirasi/gas exchange, aerobic capacity/indurance
– Hubungan dgn jaringan/organ/sistem terkait, misal :
connective tissue, ligament, otot, tulang, sendi, Central
nervus system, peripheral nerve, vaskuler, respirasi,
– Disebabkan oleh patologi, misal: artrosis, inflamasi lokal,
kerusakan spinal, fraktur, Arthroplasti sendi

Sugijanto, 2019
ISI DIAGNOSIS

– Gangguan gerak & fungsi (function ICF)


– Pada ‘body structure’ Impairment (Anatomic) dan body function impairment
(mekanik)
– Disabilitas (activity and participation)
– Oleh patologi tertentu (ICD)

Sugijanto, 2019
Diagnosis Musculoskeletal (1)
1. Prediksi gangguan system muskulo skeletal
2. Gangguan Sikap
3. Gangguan performans otot
4. Gangguan mobilitas sendi, motor function,
kinerja otot, dan ROM yg disebabkan oleh
connective tissue.
5. Gangguan mobilitas sendi, motor function,
kinerja otot, dan ROM yg disebabkan
olehinflamasi lokal.
Sugijanto, 2019
Diagnosis Musculoskeletal (2)

6. Gangguan mobilitas sendi, motor function, kinerja otot,


dan ROM yg disebabkan kerusakan spinal.
7. Gangguan mobilitas sendi, motor function, kinerja otot,
dan ROM yg disebabkan fraktur.
8. Gangguan mobilitas sendi, motor function, kinerja otot,
dan ROM yg disebabkan Arthroplasti sendi.
9. Gangguan mobilitas sendi, motor function, kinerja otot,
dan ROM yg disebabkan bedah tulang atau jaringan
lunak.
10. Gangguan mobilitas sendi, motor function, kinerja otot,
ROM, gait, locomotion, balance yg disebabkan amputasi
Sugijanto, 2019
Diagnosis Neuromuskular (1)
1. Prediksi gangguan kinerja system neuromuskuler
2. Gangguan Perkembangan Neuromotor
3. Gangguan motor function dan sensory integration
yg disebabkan Non progressive disorder CNS –
congenital atau pada bayi dan masa anak.
4. Gangguan motor function dan sensory integration
yg disebabkan Non progressive disorder CNS – pada
usia dewasa
5. Gangguan motor function dan sensory integration
yg disebabkan progressive disorder CNS

Sugijanto, 2019
Diagnosis Neuromuskular (2)

5. Gangguan Peripheral nerve integrity dan motor


function yg disebabkan Peripheral Nerve Injury.
6. Gangguan fungsi motorik dan sensory integration
yg disebabkan Acute /Chronic Polyneuropathies.
8. Gangguan fungsi motorik dan Peripheral nerve
integration yg disebabkan Non progressive disorder
Spinal Cord.
9. Gangguan kesadaran , ROM, Motor Control yg
disebabkan Coma, Near coma, atau status vegetative.

Sugijanto, 2019
Diagnosis Cardiovascular /Pulmonary (1)

1. Prediksi gangguan kinerja system cardiovascular-


pulmonary
2. Gangguan kapasitas aerobik/ketahanan yg
disebabkan deconditioning syndrome
3. Ganguan ventilasi, respirasi/gas exchange, aerobic
capacity/indurance yg disebabkan Airways clearance
dysfunction.
4. Gangguan kapasitas aerobik/ketahanan yg
disebabkan Cardiovascular Pump Dysfuntion or
failure
Sugijanto, 2019
Diagnosis Cardiovascular /Pulmonary (2)

5. Ganguan ventilasi, respirasi/gas exchange, aerobic


capacity/indurance yg disebabkan Ventilatory Pump
Dysfunction or Failure.
6. Ganguan ventilasi, respirasi/gas exchange, aerobic
capacity/indurance yg disebabkan Respiratory Failure.
7. Ganguan ventilasi, respirasi/gas exchange, aerobic
capacity/indurance yg disebabkan Respiratory Failure
pada neonatus
8. Ganguan sirkulasi darah, anthropometric dimensions
disebabkan Lymphatetic System disorders.
Sugijanto, 2019
DiagnosisIntegumentary (1)
1. Prediksi gangguan kinerja system integument
2. Gangguan integumenary integrity yg disebabkan
Superficial skin involvement
3. Gangguan integumenary integrity yg disebabkan
partial thickness skin involvement
4. Gangguan integumenary integrity yg disebabkan Full
Thickness skin involvement
5. Gangguan integumenary integrity yg disebabkan Skin
Involvement extended Into Facia, Muscle, or Bone and
scar formation.
Sugijanto, 2019
Prognosis

– Ketetapan perkembangan optimal yg mungkin dicapai dgn intervensi


dlm periode waktu.
– Sebagai hasil analisis dan sintesis terhadap hasil history taking dan
data gathering.
– Digunakan utk penetapan target hasil.

Sugijanto, 2019
Sgijanto, 2019

Anda mungkin juga menyukai