IMPLEMENTASI WAJIB BELAJAR PENDIDIKAN DASAR (WAJAR DIKDAS) 9 TAHUN PADA PONDOK PESANTREN SALAFIYAH

(Studi Kasus pada Pondok Pesantren Darussalam Sumbersari Pare Kediri)

PROPOSAL SKRIPSI

Disusun Oleh: NAMA NIM PRODI FAKULTAS : Irfa’ Uddin : 04.01.0.3612 : Pendidikan Agama Islam : Tarbiyah

INSTITUT AGAMA ISLAM TRIBAKTI (IAIT) KEDIRI 2008

1

Salah satunya yang melalui jalur nonformal adalah kerjasama pemerintah dengan pesantren salafiyah untuk menyelenggarakan program Wajar Dikdas 9 tahun dengan pola khusus. dengan Departemen Agama. Sedang Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun baru dicanangkan pemerintah pada tahun 19941 Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun pada awalnya diharapkan dapat tuntas pada tahun 2003-2004.IMPLEMENTASI WAJIB BELAJAR PENDIDIKAN DASAR(WAJAR DIKDAS) 9 TAHUN PADA PONDOK PESANTREN SALAFIYAH (Studi Kasus pada Pondok Pesantren Darussalam Sumbersari Pare Kediri) A . yaitu: formal dan nonformal. 2006).2 Dalam usaha mewujudkan harapannya. pemerintah menempuh dua jalur pendidikan. yakni pola Wajar Dikdas 9 tahun pada Pondok Pesantren Salafiyah. krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak tahun 1997. target penuntasan Wajib Belajar disesuaikan menjadi tahun 2008-2009. 1 2 . Latar Belakang Masalah Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar sebagai salah satu program sektor pendidikan. 12. 2 Ibid. sesungguhnya telah dimulai pada tahun 1984 dengan dicanangkannya Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 6 Tahun. Pedoman Pelaksanaan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun 2006-2009 (Jakarta: Direktorat Pendidikan Madrasah.. Namun. 1.

8. 1/U/KB/2000 dan No. Wajar Dikdas pada Pondok Pesantren Salafiyah sendiri bermula dari pengakuan secara resmi pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional yang tertera dalam GBHN hasil Sidang Umum MPR 1999 yang kemudian ditindak lanjuti dengan SKB atau Surat Keputusan Bersama dua menteri (Menteri Agama dan Menteri Pendidikan Nasional) No. 4 Amin Haedari dan M. 3 3 . tertanggal 30 Maret 2000 tentang penyetaraan pesantren salafiyah. 7-8. Ishom El-Saha. 2004).3 Program Wajar Dikdas 9 Tahun pada Pondok Pesantren Salafiyah yang membuka kesempatan Pondok Pesantren Salafiyah untuk berafiliasi dengan pemerintah dengan pola tersendiri merupakan salah satu kiat untuk tetap menjaga sistem salafnya sekaligus meningkatkan peran santri dalam kehidupannya serta membantu tugas pemerintah dalam penuntasan program Wajar Dikdas 9 Tahun yang diharapkan selesai pada tahun 2008-2009. MA/86/2000.4 Yang ditindak lanjuti dengan SKB antara Dirjen Dikdasmen dan Dirjen Binbaga Islam nomor E/83/200 dan nomor 166/C/Kep/Ds/2000 tentang pedoman pelaksanaan Pondok Pesantren Salafiyah sebagai pola Wajib Belajar Departemen Agama. Panduan Teknis: Penyelenggaraan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Pada Pondok Pesantren Salafiyah (Jakarta: Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam. Peningkatan Mutu Terpadu Pesantren dan Madrasah Diniyah (Jakarta: Diva Pustaka.penjenjangan Salafiyah Ula atau dasar setingkat Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Salafiyah Wustho atau lanjutan setingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs). 2003).

48%.06% adalah tanggung jawab Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah. Dalam perhitungan Departemen Agama yang telah membagi tugas penuntasan Program Wajar Dikdas dengan Departemen Pendidikan Nasional.089 dengan jumlah peserta untuk tingkat Ula sebanyak 103. Sedang 20. dengan persyaratan penambahan mata pelajaran bahasa Indonesia.404. Pembagian tugas penuntasan itu adalah 79. Dalam hirarkhi tugas teknis Wajar Dikdas ini.48 % dari sekitar 3. 5. matematika dan IPA dalam kurikulum. Sejak keputusan itu terbit pada tahun 2000. telah diujicobakan pertama kali pada tahun 2001 dengan 16 Pondok Pesantren Salafiyah sebagai percontohan. Panduan Teknis.48% yang menjadi tanggung jawab Departemen Agama terbagi pada Direktorat Pendidikan Madrasah sebesar 15% dan Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren sebesar 5.305 anak usia 7-15 adalah sasaran Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren dengan pola Wajar Dikdasnya6.Pendidikan Dasar5 program ini adalah upaya memberikan kesempatan kepada pesantren salafiyah untuk ikut menyelenggarakan pendidikan dasar sebagai upaya mempercepat pelaksanaan program wajib belajar. pola Wajar Dikdas di Pondok Pesantren Salafiyah adalah tanggung jawab Departemen Agama dalam hal ini Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren.52% merupakan tanggung jawab Departemen Pendidikan Nasional dengan perincian 77. 6 5 4 . 3. 33.46% tanggung jawab Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan 2. Departemen Agama. Pedoman Pelaksanaan.696 santri dan untuk tingkat Wustha Departemen Agama. Hingga tahun 2005 telah terdaftar Pondok Pesantren Salafiyah sebagai penyelenggara Wajar Dikdas 9 tahun sebanyak 2.

1. Adapun persoalan-persoalan mikro yang mungkin ditemukan pada masing-masing Pondok Pesantren merupakan hal yang menarik dan perlu untuk diteliti karena berkaitan dengan karakteristik masing-masing Pondok Pesantren Salafiyah. 5 .284 Pondok Pesantren Terpadu atau kombinasi.374. . 878 Pondok Pesantren Khalafiyah dan 4.149.905 Pondok Pesantren Salafiyah (sensus Departemen Agama tahun 2002/2003)8 Beberapa hal yang menurut penulis menjadi persoalan Penyelenggaraan Wajar Dikdas 9 tahun Pola Pondok Pesantren Salafiyah yang belum optimal secara makro adalah sosialisasi program Wajar Dikdas yang belum maksimal dan stigma negatif Pondok Pesantren sendiri pada program Wajar Dikdas.797 santri. kendala-kendala penyelenggaraan Wajar Dikdas dan upaya-upaya yang ditempuh oleh penyelenggara Wajar Dikdas bagi berbagai pihak yang 7 Departemen Agama. 2003). 11.sebanyak 108. penulis tertarik untuk mengungkap persoalan-persoalan mikro tersebut dengan berusaha mengungkap implementasi program Wajar Dikdas. dengan perincian 8. 8 Ibid.067 pondok pesantren dengan jumlah santri 3.7 Peningkatan dari sisi penyelenggara dan peserta Wajar Dikdas ini patut disyukuri meskipun kalau dikalkulasikan belum mencapai setengah dari jumlah Pondok Pesantren Salafiyah yang mencapai 8. Perangkat Administrasi Penyelenggaraan Program Wajib Relajar Pendidikan Dasar 9 tahun Pada Pondok Pesantren Salafiyah Tingkat Ula dan Wustha (Jakarta: Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam..905 Pondok Pesantren Salafiyah. Sensus Departemen Agama tahun 2002/2003 jumlah Pondok Pesantren secara global adalah 14. Oleh karena itu.

terkait dengan obyek penelitian di PP Darussalam Sumbersari Pare. 6 . B. PP. Beberapa pertimbangan pemilihan lokasi penelitian adalah: 1. 2. Darussalam Sumbersari Pare adalah salah satu pesantren terbesar di wilayah kabupaten Kediri dan telah berdiri lama dan tetap bertahan untuk tidak memiliki sekolah formal dengan mencukupkan diri dengan pendidikan klasikal atau madrasi. Rumusan Masalah. PP. Bagaimana implementasi Wajar Dikdas 9 tahun di PP Darussalam Sumbersari Pare. Oleh karenanya untuk memperoleh gambaran yang holistik maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Sebab-sebab yang mempengaruhi implementasi Wajar Dikdas 9 tahun di PP. karena ada sebagian Pondok Pesantren Salafiyah yang tetap bertahan untuk tidak menyelenggarakan program Wajar Dikdas. Dengan demikian dapat dipastikan sebagai wilayah penelitian. Darussalam Sumbersari Pare telah menyelenggarakan program Wajar Dikdasnya untuk yang ketiga kalinya. Darussalam Sumbersari Pare belum optimal yang disebutkan dalam batasan masalah boleh jadi merupakan sebagian dari persoalan yang kompleks.

Darussalam Sumbersari Pare. Sesuai dengan rumusan masalah di atas. Darussalam Sumbersari Pare dalam mengatasi kendala implementasi Wajar Dikdas. Darussalam Sumbersari Pare dalam mengatasi kendala implementasi Wajar Dikdas 9 tahun C. Usaha apa yang dilakukan oleh PP. maka penelitian ini bertujuan untuk: 1. Darussalam Sumbersari Pare dalam implementasi Wajar Dikdas 9 tahun 3. 3. diharapkan bisa membantu pemerintah dalamm menuntaskan progran Wajar Dikdas 9 tahun. 2. 7 . Tujuan Penelitian. Memperoleh gambaran yang jelas tentang bagaimana implementasi Wajar Dikdas di PP.2. Kegunaan Penilitian Adapun hasil penelitian ini diharapkan nantiya dapat mempunyai kegunaan yang berarti bagi pondok pesantren pada hususnya yang menerapkan program Wajar Dikdas dan pondok pesantren yang belum menerapkan program Wajar Dikdas pada umumnya. D. Kendala apa saja yang dihadapi PP. Memperoleh gambaran yang jelas tentang kendala implementasi Wajar Dikdas di PP. Memperoleh gambaran yang jelas tentang usaha yang dilakukan oleh PP. Darussalam Sumbersari Pare.

Qualitative Research for education. Darussalam Sumbersari Pare”.1. 2. Jenis Penelitian. yaitu Implementasi Wajar Dikdas di PP. maka penelitian ini hanya mendeskripsikan informasi apa adanya sesuai dengan variabel yang diteliti. Metode Penelitian. 2 9 8 . Secara teori. Robert L. bukan menggunakan kuantitatif yang menggunakan alat-alat pengukur9 dan data yang dihasilkan juga berupa data deskriptif. khususnya pada lembaga yang diteliti. hasil penelitian diharapkan dapat mengatasi masalah implementasi Wajar Dikdas bagi seluruh Pondok Pesantren Salafiyah penyelenggara maupun non-penyelenggara Wajar Dikdas. an introduction to theory and Methods (Boston: Allin and Bacon. yaitu dapat memberikan masukan dan koreksi tentang program Wajar Dikdas yang telah dicanangkan oleh pemerintah. 1. baik tempat maupun sumber data. karena sifat data yang dikumpulkan bercorak kualitatif. Secara praktis. E. Berdasarkan obyek penelitian. 1982). Bogdan dan Sari Knoop Biklen. yaitu berupa kata-kata tertulis atau lisan dari sejumlah penyelenggara program Wajar Dikdas dan tindakan yang dapat diamati. maka penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) yang termasuk penelitian kualitatif deskriptif. Jika dikaitkan dengan masalah yang diteliti.

Penentuan sumber data tersebut dilakukan dengan sistem purposive. 1999). Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya. dan menginterpretasikan masalah yang diteliti. Suatu Pendekatan Proposal (Jakarta: Bumi aksara. Darussalam Sumbersari. Darussalam Sumbersari Pare dan pihak-pihak yang terlibat pada penyelenggaraan Wajar Dikdas 9 tahun.11 Kata-kata dan tindakan. penyelenggara Wajar Dikdas. 10 11 Mardalis. data tertulis. Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan. selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. 2002). tenaga pengajar santri PP. Metodologi.12 Kata-kata dan tindakan orang-orang yang diamati atau diwawancarai tadi dicatat melalui catatan tertulis atau melalui perekaman video/audio tapes.10 Berdasarkan ciri-ciri penelitian kualitatif tersebut. 26 Lexy J. Sumber dan Jenis Data. dan foto. Moleong. dan pengambilan foto atau film. 165 112 12 9 . menganalisa. Moleong. Metode Penelitian. mencatat. 2. tehnik pengumpulan data. Yang menjadi sumber data penelitian ini adalah Pengasuh PP. Di dalamnya terdapat upaya mendeskripsikan. dan analisis data. berikut dikemukakan hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan penelitian yang menyangkut sumber data.tanpa menggunakan hipotesa. Berkaitan dengan hal itu. pada bagian ini jenis datanya dibagi dalam kata-kata dan tindakan.

Foto. dan lain-lain. Ada dua kategori foto yang dimanfaatkan dalam penelitian ini. seperti buku notulen rapat.misalnya fotofoto mengenai kegiatan santri dan foto yang dihasilkan oleh peneliti sendiri. Sumber tertulis ini terdiri dari buku.b. Wawancara Wawancara adalah proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan di mana dua orang atau lebih bertatap muka mendengarkan secara langsung informasi-informasi atau keterangan- 10 . usul-usul kebijaksanaan. majalah ilmiah. Teknik pengumpulan data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah: a. sumber dari arsip PP. Sumber tertulis. misalnya kondisi lingkungan pondok pesantren. dokumen resmi pondok pesantren. c. yaitu foto yang dihasilkan oleh pondok pesantren/orang lain. perangkat pembelajaran. Tehnik Pengumpulan Data. 3. Darussalam Sumbersari. laporan kemajuan santri. Sumber data foto ini digunakan untuk menghasilkan data deskriptif yang cukup berharga dan hasilnya dianalisis secara induktif.

Sedangkan bentuk pertanyaannya. Dokumentasi. Data-data yang dikumpulkan dalam tehnik Colid Narbuko dan Abu Ahmadi. b. Lihat: Sumadi Suryabrata. tempat atau benda sehingga diperoleh gambaran yang lebih jelas. Darussalam Sumbersari Pare. kita bisa mendapatkan data primer dengan wawancara.13 Dengan demikian.keterangan. Metodologi Penelitian (Jakarta: bumi Aksara. peneliti menggunakan wawancara terbuka. 84 14 13 11 . pengurus dan kegiatan belajar mengajar di PP. 83 Data primer adalah data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti dari sumber pertama. Observasi. 1997).14 Tehnik wawancara ini digunakan untuk memperoleh data implementasi Wajar Dikdas secara keseluruhan. Dokumentasi merupakan tehnik pengumpulan data yang diperoleh melalui dokumen-dokumen. santri. Metodologi Penelitian (Jakarta: Raja Grafindo Persada. Observasi ini dilakukan untuk memperoleh data yang berhubungan dengan kondisi lingkungan. Observasi merupakan tehnik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang diselidiki. c. sehingga responden diberikan kebebasan untuk menjawabnya. 1998). Observasi ini dilakukan untuk memperoleh informasi tentang peristiwa.

sistematisasi. pengelompokan. jumlah santri. dan ilmiah. 1996). akademis. Dengan menetapkan masalah penelitian. Analisis data dilaksanakan mulai penetapan masalah. Metodologi Penelitian Sosial. perangkat pembelajaran. Analisis Data. buku. penafsiran. dan lain-lain. Analisis data merupakan rangkaian kegiatan penelaahan. sejarah berdirinya. pengumpulan data. seperti notulen rapat. hasil workshop atau seminar. 73 12 . Analisis data penelitian ini bersifat interaktif (berkelanjutan) dan dikembangkan sepanjang program. peneliti dapat mengetahui kekurangan data yang harus dikumpulkan dan dapat mengetahui metode mana yang harus dipakai pada tahap berikutnya. dan setelah data terkumpul.ini cenderung merupakan data sekunder. peneliti menggunakan tehnik ini untuk memperoleh data mengenai letak geografis. Dengan menganalisis data sambil mengumpulkan data. (Jakarta: Bumi Aksara. 4. dan pengurus serta dokumen-dokumen yang berhubungan dengan implementasi Wajar Dikdas. peneliti sudah melakukan analisa terhadap permasalahn tersebut dalam berbagai perspektif teori dan metode yang digunakan. dan verifikasi data agar sebuah fenomena memiliki nilai sosial. 15 Husaini Usman dan Purnomo Setiady Akbar. tenaga pendidik.15 Dokumen yang diteliti dapat terdiri dari berbagai macam . Dalam penelitian ini.

Kegiatan ini meliputi: 1) Menetapkan fokus penelitian.16 c. tahap analisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Analisis selama pengumpulan data. Reduksi data berlangsung terus-menerus selama penelitian berlangsung. Reduksi Data. dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan lapangan. Metodologi Sosial-Agama (Bandung: Remaja Rosdakarya. rencana pengumpulan data berikutnya data temuan-temuan pengumpulan Penyajian data. 192-193 13 .Pada umumnya. 2) Penyusunan temuan-temuan sementara berdasarkan data yang telah terkumpul. d. 3) Pembuatan berdasarkan sebelumnya. pemutusan perhatian pada penyederhanaan. 2001). Reduksi data merupakan proses pemilihan. Pengambilan Keputusan/Menarik kesimpulan 16 Imam Suprayoga dan Tobroni. 4) Pengembangan pertanyaan dalam rangka pengumpulan data. b.

3 tahun di Sekolah Lanjutan Pondok Pesantren 17 Tingkat Pertama atau satuan pendidikan yang setara. 2002). frase.19 : Pondok Pesantren Salafiyah ialah Pondok Pesantren yang masih tetap mempertahankan sistem pendidikan Departemen Pendidikan Nasional. 427. 18 Departemen Agama.18 Pendidikan Dasar adalah pendidikan umum yang lamanya 9 tahun dengan perincian 6 tahun di Sekolah Dasar atau yang setara. definisi operasional harus ada dalam penelitian agar tidak terjadi kekeliruan. penerapan17 Wajib Belajar : Wajib belajar ialah gerakan nasional yang Pendidikan Dasar diselenggarakan di seluruh Indonesia bagi warga negara yang berusia 7 tahun sampai 15 tahun untuk mengikuti pendidikan dasar atau pendidikan yang setara sampai tamat. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka. atau kata seringkali tidak hanya mempunyai satu arti. 19 Ibid.. 14 . Penjelasan Istilah Pada suatu kalimat.Dengan demikian penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yang menghasilkan data deskriptif dengan menggunakan pola induktif. Oleh karena itu. Istilah-istilah yang perlu dioperasionalkan itu adalah: Implementasi : Pelaksanaan. F. baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat. Panduan Teknis. 7.

Darussalam Sumbersari Pare.Salafiyah khas Pondok Pesantren. Dalam hal ini. tujuan dan 20 Ibid. Bagian ini merupakan jalan untuk mempermudah penulis dalam mengklasifikasikan hal-hal dalam penulisan. Pada bab ini akan dijelaskan mengenai: latar belakang masalah. dengan mempergunakan kitab-kitab klasik berbahasa Arab. tetapi sudah banyak yang menggunakan sistem klasikal.. 15 . penulis mengambil obyek penelitian pada PP.20 Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pembahasan dalam tesis ini hanya terbatas pada implementasi Wajar Dikdas. Bahan ajar meliputi ilmu-ilmu agama Islam. Sistematika Penulisan. Pembelajaran dengan cara bandongan dan sorogan masih tetap dipertahankan. yaitu: BAB I : PENDAHULUAN. sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing santri. Oleh karena itu. G. baik kurikulum maupun metode pendidikannya. batasan masalah. rumusan masalah. penulis menggunakan bentuk per-bab.

landasan hukum. pembelajaran. prosedur proses penyelenggaraan. implementasi Wajar Dikdas kurikulum. telaah pustaka. Pada bab ini akan dijelaskan mengenai: letak geografis. dan sistematika pembahasan. DARUSSALAM SUMBERSARI PARE. Pada bab ini akan dijelaskan empat bagian. Pada bab ini akan dijelaskan dua bagian. struktur organisasi. visi dan misi. DARUSSALAM SUMBERSARI PARE. BAB II : KAJIAN TEORI. fungsi dan tugas pengelola sekolah BAB IV : PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS IMPLEMENTASI WAJAR DIKDAS DI PP. proses pembelajaran. tujuan program dan sasaran program Wajar Dikdas. BAB III : GAMBARAN UMUM PP. kurikulum.manfaat penelitian. prosedur penelitian. penilaian hasil belajar. Bagian pertama konsep Wajar Dikdas yang menjelaskan tentang pengertian. pertama. penilaian hasil belajar. pembiayaan dan sarana 16 . Bagian kedua menjelaskan tentang penyelenggaraan Wajar Dikdas yang meliputi: prosedur penyelenggaraan. yang mencakup ketenagaan. sejarah berdirinya.

Darussalam Sumbersari Pare untuk mengatasi kendala-kendala implementasi Wajar Dikdas. kedua. dan keempat keuntungan serta kerugian penyelenggaraan Wajar Dikdas bagi PP. Pada bab ini akan dijelaskan mengenai simpulan dan saran. kendala-kendala implementasi Wajar Dikdas. ketiga upaya yang dilakukan oleh PP.prasarana. DAFTAR PUSTAKA 17 . BAB V : PENUTUP. Darussalam Sumbersari Pare.

Qualitative Research for education. Jakarta: Depag. Panduan Teknis Penyelenggaraan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Pondok Pesantren Salafiyah. Metode Penelitian. Ishom El-Saha. Boston: Allin and Bacon.. Metodologi Penelitian Kualitatif. Peningkatan Mutu Terpadu Pesantren dan Madrasah Diniyah. Jakarta: Diva Pustaka. 1999 Moleong. Pedoman Pelaksanaan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun 2006-2009. Jakarta: Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam. Haedari. Perangkat Administrasi Penyelenggaraan Program Wajib Relajar Pendidikan Dasar 9 tahun Pada Pondok Pesantren Salafiyah Tingkat Ula dan Wustha. 2002 18 . 2006 Departemen Pendidikan Nasional. Amin dan M. 1982 Departemen Agama. Lexy J. 2002. an introduction to theory and Methods. Bandung: Remaja Rosdakarya. Suatu Pendekatan Proposal. 2003 _________________. Jakarta: Bumi aksara. Robert L.Bogdan. 2001 ________________. 2004 Mardalis. dan Sari Knoop Biklen. Jakarta: Direktorat Pendidikan Madrasah. Kamus Besar Bahasa Indonesia Jakarta: Balai Pustaka.

Colid dan Abu Ahmadi. Sumadi. Metodologi Penelitian. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 1997 Suprayoga. 1998 Usman. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2001 Suryabrata.Narbuko. Metodologi Penelitian. Jakarta: bumi Aksara. Imam dan Tobroni. 1996 19 . Metodologi Penelitian Sosial-Agama. Jakarta: Bumi Aksara. Metodologi Penelitian Sosial. Husaini dan Purnomo Setiady Akbar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.