Anda di halaman 1dari 5

Tugas Kelompok 1

(Minggu 3 / Sesi 4)
Benny Christian – 2201869285

Mochamad Lutfy Firmansyah – 2201918614

Mira Dwi Rifanti – 2201919333

Noval Wina Nurcahyo – 2201918772

Ayudiah Putri D – 2201918601

Tuliskan dalam 2 halaman (spasi 1,5/Times New Roman/Font 12) konsep dan makna sesama
manusia menurut ajaran agama kalian! Perkuat penjelasan kalian dengan mengutip ayat-ayat
kitab suci yang relevan, dan bagaimana kalian mengimplementasikan pesan ayat-ayat itu dalam
kehidupan sehari-h ari di kantor dan di tengah masyarakat?

CHAR6021 – Character Building: Agama


Makna Sesama Manusia

Dalam agama Islam, dalam kehidupan ini, terdapat dua jenis hubungan yaitu hubungan
antara manusia dan khalik atau penciptanya, dan hubungan antar sesama manusia ciptaan Allah.
Kedua hubungan ini saling terkait dimana hubungan yang pertama selalu menjadi landasan
hubungan yang kedua yang menentukan nilai derajat hubungan itu disisi Allah.

Dalam Al-Qur’an surat Al-Imran (112) dijelaskan bahwa manusia dalam situasi apapun
dan dimana pun berada selalu diliputi kehinaan, kecuali yang selalu memperbaiki hubungannya
dengan Allah dan selalu memperbaiki hubungannya dengan sesama manusia. Hal tersebut
menegaskan bahwa meskipun manusia senantiasa beribadah kepada Allah, tetapi jika
hubungannya dengan sesamanya tidak baik, maka mereka termasuk orang yang hina. Hal ini
berarti hubungan yang harmonis antara sesama manusia merupakan sebuah prasyarat dalam
kehidupan manusia dan bahkan merupakan suatu bagian dari ibadah kepada Allah SWT.

Hubungan antar manusia di dalam Al-Qur’an adalah adanya penciptaan Allah yang
berbeda-beda dalam kehidupan manusia seperti laki-laki dan perempuan, suku-suku yang
banyak, berbangsa-bangsa, bahasa yang berbeda-beda, serta warna kulit yang tidak sama dan
berbagai keanekaragaman lainnya agar manusia tersebut saling mengenal satu sama lainnya dan
bukan untuk menjelekkan perbedaan tersebut. Dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat (13) dijelaskan
bahwa terjalinnya hubungan satu sama lain di antara sesama manusia merupakan suatu ketetapan
dari Allah, dan hubungan ini berawal dari berbeda-bedanya ciptaan manusia. Sengaja diciptakan
Allah berbeda-beda, laki-laki, perempuan, bersuku suku, dan berbangsa-bangsa supaya mereka
saling mengenal. Jadi, keadaan manusia yang berbeda-beda tersebut bukan untuk menjadikan
permusuhan, tapi justru untuk saling mengenal (ta’aruf), karena pada dasarnya derajat manusia
dihadapan Allah adalah sama, yang membedakan adalah kadar taqwa kepada Allah SWT.

Pengimplementasian ayat-ayat diatas dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan


sekitar maupun di kantor adalah dengan cara toleransi dan saling menghormati perbedaan yang
ada. Meskipun berbeda-beda suku, agama dan ras kita harus saling menghormati karena pada
hakikatnya, seluruh manusia adalah ciptaan Tuhan yang Maha Esa yang paling sempurna. Jadi
keadaan manusia yang berbeda-beda tersebut bukan untuk menjadikan permusuhan tetapi justru
lebih memperkuat hubungan sesama manusia.

CHAR6021 – Character Building: Agama


CHAR6021 – Character Building: Agama
Dalam agama Kristen, kita harus melihat kembali dari kitab Kejadian 1 : 26 - 31. Di kitab
ini tertuang dari awal terciptanya manusia. Dari kitab tersebut, dapat diambil beberapa kalimat
penting bahwa manusia adalah ciptaanNya yang baik dan sudah sesuai dengan gambaran dan
rupa Sang Pencipta. Dan kepada manusia pun diberikan peran untuk menguasai bumi dan
bertambah banyak hingga memenuhi bumi.

Namun, ketika kejatuhan manusia ketika memakan buah pengetahuan yang baik dan
buruk itu, semua menjadi tidak sesuai dengan arahanNya. Manusia memiliki akal sendiri dalam
menentukan tindakannya dan melenceng dari arahanNya. Hal ini yang membuat jarak antar
manusia dan Sang Pencipta terasa begitu jauh. Padahal, yang perlu disadari bahwa hubungan
bisa semakin lebih asalkan kita mau mendekat padaNya.

Hubungan dengan Sang Pencipta yang semakin dirasa jauh, membuat antar sesama
manusia pun semakin renggang. Bahkan hal ini ditunjukkan dalam cerita Kain dan Habel,
dimana Kain membunuh Habel karena rasa iri yang dimilikinya. Hal ini menunjukkan bahwa
ketika memakan buah pengetahuan mana yang baik dan buruk, hubungan manusia dengan
Tuhan dan hubungan dengan sesama semakin renggang.

Namun kedatangan Tuhan kembali menegaskan, bahwa seberapa banyakpun kita


menghapal hukum taurat, hanya 2 hukum yang perlu diingat dan diamalkan dengan baik, yaitu:
“Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan
segenap akal budimu” dan “Kasihilah sesamu manusia seperti dirimu sendiri” (Mat. 22 : 37-40).
Dari sini kita harus mengingat, bahwa cara mengasihi sesama melebihi dari berbuat baik. Tetapi
berbuat seperti kepada diri sendiri. Apakah kita akan menyakiti diri kita? Tentunya tidak. Itulah
yang ingin Ia ajarkan bahwa mengasihi sesama yang dimaksud tidak hanya sebatas berbuat baik.

Lalu, siapakah sesama itu? Dari kisah Orang Samaria yang murah hati (Luk. 10:25-37),
dapat disimpulkan batas sesama yang dimaksud adalah manusia ciptaanNya. Tanpa memandang
ras, suku, kepercayaan, sesama yang dipercayai sebagai orang Kristen adalah manusia yang
hidup. Hal ini bisa dilihat dari orang Samaria yang begitu dibenci oleh semua kalangan karena
cara mereka menghayati kepercayaannya, namun tindakannya paling menunjukan belas kasihan
dibanding seorang imam ataupun orang Lewi yang merupakan orang memiliki jabatan begitu
tinggi dalam kepercayaan yang hanya melewati orang setengah mati.

Dari yang dijabarkan, dapat disimpulkan bahwa sesama yang dimaksudkan adalah
mereka yang merupakan manusia tanpa memandang perbedaan yang ada. Dan sebagai sesama,
kita harus saling mengasihi tanpa batas dan tanpa memperhitungkan apapun .

CHAR6021 – Character Building: Agama


Referensi :

http://islamiccenter.upi.edu/persaudaraan-dalam-islam/

https://www.researchgate.net/publication/317608265_HUMAN_RELATION_DALAM_PERSPEKTIF_ISLA
M

CHAR6021 – Character Building: Agama