Anda di halaman 1dari 2

Menurut kami, maraknya kasus kejahatan seperti pelecehan, pencurian, perampokan,

pemerkosaan merupakan tindakan dari seseorang atau suatu kelompok yang tidak paham
makna dari Pancasila. Maka dari itu sejak Sekolah Dasar hingga sampai kuliah pun pelajaran
Pancasila selalu disisipkan dalam kurikulum.

Pancasila sangat penting dipelajari oleh setiap orang karena Pancasila sebagai dasar
negara mengatur segala kehidupan masyarakat di Indonesia dan mempersatukan Indonesia.
Peran Pancasila sendiri sangat besar, sehingga tanpa Pancasila mungkin tidak akan ada
Indonesia yang terdiri dari berbagai kebudayaan seperti sekarang ini.

Pancasila sila ke dua berbunyi “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, yaitu makhluk
berbudi yang memiliki potensi pikir, rasa, karsa, dan cipta. Kemanusiaan terutama berarti
sifat manusia yang merupakan esensi dan identitas manusia karena martabat kemanusiaannya
(human dignity). Adil terutama mengandung arti bahwa suatu keputusan dan tindakan
didasarkan atas norma-norma yang objektif; jadi, tidak subjektif apalagi sewenang-wenang.
Beradab berasal dari kata adab yang berarti budaya. Jadi, beradab berarti berbudaya. Ini
mengandung arti bahwa sikap hidup, keputusan, dan tindakan selalu berdasarkan nila- nilai
budaya, terutama norma sosial dan kesusilaan (moral). Adab terutama mengandung
pengertian tata kesopanan, kesusilaan atau moral. Dengan demikian, bearadab dapat
ditafsirkan sebagai berdasar nilai-nilai kesusilaan atau moralitas khususnya dan kebudayaan
umumnya. Jadi, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab adalah kesadaran sikap dan perbuatan
manusia yang didasarkan kepada potensi budi nurani manusia dalam hubungan dengan
norma-norma dan kebudayaan umumnya, baik terhadap diri pribadi, sesama manusia,maupun
terhadap alam dan hewan.

Dengan Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, maka setiap warga Negara mempunyai
kedudukan yang sederajat dan sama terhadap Undang-Undang Negara, mempunyai hak dan
kewajiban yang sama; setiap warga Negara dijamin haknya serta kebebasannya yang
menyangkut hubungan dengan Tuhan, dengan orang-orang seorang,dengan Negara, dengan
masyarakat, dan menyangkut pula kemerdekaan menyatakan pendapat dan mencapai
kehidupan yang layak sesuai dengan hak asasi manusia. Hakikat pengertian di atas sesuai
dengan :

 Pembukaan UUD 1945 alinea pertama :

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu,
maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan

perikemanusiaan dan perikeadilan .”

 Pasal 27, 28, 29,30,dan 31 UUD 1945.


 Ketetapan MPR Nomor II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan
Pengamalan Pancasila

Jadi lewat sila kedua ini, segala tindak kriminal yang membahayakan atau mengancam
nyawa manusia dilarang. Baik itu berupa fisik ataupun nonfisik. Kasus di atas sangat tidak
sesuai dengan penerapan dari sila ke dua ini. Karena tindakan tersebut sangat tidak bermoral
sebagai manusia yang beradab. Bagi pelaku harus segera diberikan hukuman yang setimpal
sesuai undang-undang yang berlaku. Karena tidakan kejahatan merupakan penyimpangan
Hak Asasi Manusia,dimana Hak Asasi Manusia di atur dalam Undang-Undang. Barang siapa
yang merenggut Hak orang lain baik sengaja ataupun tidak disengaja dalam mata hukum
akan dinyatakan bersalah.

Pemerintah seharusnya lebih memperhatikan kasus ini dengan tegas, karena bukan
hanya membahayakan diri sendiri namun juga orang lain dan lingkungan sekitar. Pemerintah
harus membuat kebijkan yang tepat agar dapat meminimalisir tindakan kejahatan yang sangat
meresahkan masyarakat.

Sumber Literasi :

 Mufid, Ibram. 2010. Hakikat Pengertian Pancasila (Sila Kedua)


 Gramedia Pustaka Utama, 2014, Latif, Y, Mata Air Keteladanan: Pancasila dalam
Perbuatan, Jakarta: Mizan.
 Buku Undang-Undang dan Ketetapan MPR
 https://www.hukumonline.com/