Anda di halaman 1dari 8

Tugas Kelompok ke-2

(Minggu 5 / Sesi 7)

Agung
1. Sebutkan dan jelaskan komponen-komponen yang ada pada Porter’s Value Chain
Model, serta berikan gambaran menggunakan contoh kasus pada suatu perusahaan!

2. Apa yang dimaksud dengan Big Data? Apa saja karakteristiknya? Dan bagaimana sebuah
perusahaan bisa mendapatkan competitive advantage dengan menggunakan big data?

3. Jelaskan yang dimaksud dengan Etika dan Privasi, serta berikan contohnya!

4. Sebutkan dan jelaskan tipe-tipe jaringan computer berdasarkan cakupan areanya!

Noval
5. Apakah yang dimaksud dengan Business Process Improvement, Business Process
Reengineering, dan Business Process Management? Serta jelaskan perbedaan antara
BPR dan BPI tersebut!

6. Apa perbedaan antara Autorisasi dan Autentikasi? Jelaskan menggunakan contoh!

7. Apa yang dimaksud dengan data, informasi, dan knowledge? Jelaskan bagaimana
ketiganya saling berkaitan!
8. Jelaskan mengenai Tacit dan Explicit Knowledge beserta contohnya!
9. Apa saja yang menjadi keuntungan dan keterbatasan dari perusahaan yang
menggunakan ERP?

ISYS6299 – Information System Concept


Amir
10. Sebutkan minimal 2 jenis vendor ERP yang Anda ketahui dan bandingkan kedua
perusahaan tersebut dari sisi layanan, harga jual, keunggulan menu yang ditawarkan!

11. Blog adalah salah satu Web 2.0 technology tool. Bandingkan platform blogging
Wordpress dan Blogger. Apa keunggulan dan kekurangan dari setiap platform?

Ayu

12. Apa saja yang menjadi karakteristik dari Data Warehouse?

13. Jelaskan mengenai Business Intelligent, Artificial Intelligent, dan Expert System! Berikan
juga contohnya!

14. Jelaskan mengenai system transmisi satelit berdasarkan jarak orbitnya!

Dwi

15. Jelaskan mengenai tahapan-tahapan SDLC beserta contohnya!

16. Apa keunggulan Agile dibandingkan dengan SDLC?

ISYS6299 – Information System Concept


17. Jenis keputusan seperti apa yang bisa di dukung oleh IT? Berikan contohnya dan
jelaskan jawaban anda!

Jawaban:
12. Berikut merupakan enam karakteristik dasar data warehouse:
1. Data dikelola berdasarkan dimensi bisnis atau subjek, (misalnya, menurut
pelanggan, vendor, produk, tingkat harga dan wilayah). Pengaturan ini berbeda
dengan sistem transaksional, di mana data yang diatur berdasarkan proses bisnis,
seperti order entry, inventory control, dan piutang.
2. Menggunakan Online Analytical Processing, yang akan melibatkan analisis
akumulasi data oleh end users.
3. Integrasi. Data dikumpulkan dari beberapa sistem dan kemudian diintegrasikan
pada sekitar subjek. Misalnya, data pelanggan dapat diekstraksi dari sistem internal
(dan eksternal) dan diintegrasikan pada sekitar pengenalan akan pelanggan untuk
menciptakan pandangan yang komprehensif dari pelanggan.
4. Time variant. Data warehouse dan data mart memelihara data historis, yaitu dapat
menyimpan data tahunan. Sebuah organisasi atau perusahaan menggunakan data
historis untuk mendeteksi penyimpangan, trend an hubungan jangka panjang.
5. Nonvolatile. Artinya pengguna tidak bisa merubah atau memperbarui data kecuali
IT profesional, karena itu data warehouse mencerminkan historis yang sangat
penting untuk mengidentifikasi dan menganalisis trend.
6. Multidimensional. Biasanya data warehouse atau data mart menggunakan struktur
data multidimensi. Ingat bahwa database relasional menyimpan data dalam tabel
dua dimensi. Sebaliknya, data warehouse menyimpan data dalam lebih dari dua
dimensi. Untuk alasan ini, data dikatakan disimpan dalam struktur multidimensi.
Sebuah representasi umum untuk struktur multidimensi ini adalah data cube
13. Pengertian Business Intelligence (BI), Artificial Intelligence (AI) dan Expert System
Business Intelligence (BI)
BI adalah sekumpulan teknik dan alat untuk mentransformasi dari data mentah
menjadi informasi yang berguna dan bermakna untuk tujuan analisis bisnis. Teknologi BI
dapat menangani data yang tak terstruktur dalam jumlah yang sangat besar untuk
membantu mengidentifikasi, mengembangkan, dan selain itu membuat kesempatan
strategi bisnis yang baru. Tujuan dari BI yaitu untuk memudahkan interpretasi dari

ISYS6299 – Information System Concept


jumlah data yang besar tersebut. Mengidentifikasi kesempatan yang baru dan
mengimplementasikan suatu strategi yang efektif berdasarkan wawasan dapat
menyediakan bisnis suatu keuntungan pasar yang kompetitif dan stabilitas jangka
panjang.
Contoh:
Penerapan BI pada GOJEK.
Kala itu GO-JEK memfokuskan divisi data khusus untuk membuat laporan
tersebut. Karena investor membutuhkan laporan mingguan dan bulanan mengenai
kinerja dari layanan GO-JEK. Hingga akhirnya Kevin merasa bahwa seharusnya
optimasi data ini dapat dimanfaatkan secara lebih mendalam untuk meningkatkan
performa bisnis.
Pada akhirnya, Business Intelligence mulai menjadi divisi khusus yang fokus
pada pengolahan data secara lebih terstruktur untuk tidak hanya sekedar melaporkan
data yang masuk, tapi lebih dari itu. Termasuk untuk memproyeksikan berbagai hal
dengan data yang dimiliki.
Saat layanan GO-JEK sudah sangat stabil, kini tim engineer mulai menjalankan
peran khusus di masing-masing area. Kegiatan intelijen bisnis digunakan untuk
memaksimalkan potensi perolehan konsumen dari layanan yang dimiliki GO-JEK.
Proses tersebut dimulai dengan mengolah data, memvisualisasikan data, hingga
membaca data tersebut menjadi sebuah insight berharga.
Dengan data ini, GO-JEK dapat menyesuaikan policy misalnya di jam-jam ramai
pada area tertentu, untuk menggiring pengemudi di sana, bisa memberikan bonus
khusus untuk mitra yang mengambil pesanan dari area tersebut. Dan masih banyak
skenario lain yang bisa dioptimalkan dengan hasil pengelolaan data bisnis.
Artificial Intelligence (AI)
Menurut Stuart J. Russel dan Peter Norvig, AI atau kecerdasan buatan bisa
dipahami sebagai sebuah perangkat komputer yang mampu memahami lingkungan di
sekitarnya, sekaligus memberikan respons yang sesuai dengan tujuan tindakannya
tersebut. Dalam hal ini, Minsky memberikan pengertian yang hampir sama. Menurutnya,
kecerdasan buatan adalah satu ilmu yang mempelajari cara membuat komputer
melakukan atau memproduksi tindakan sama seperti yang dilakukan manusia.
Dengan kedua pengertian diatas, maka Artificial Intelligence adalah suatu ilmu
yang merancang dan membangun mesin atau program computer hingga memiliki

ISYS6299 – Information System Concept


kecerdasan layaknya manusia, seperti kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan
mengambil tindakan layaknya manusia.
Contoh:
Siri
Siri adalah asisten computer yang disediakan oleh Apple Inc hampir pada semua
produknya, seperti smartphone, laptop, computer, sehingga untuk pengguna Apple Inc
pasti sudah tidak asing lagi. Tampilan SIRI beruapa suara manusia yang terlihat seperti
manusia ketika diajak berbicara. Fungsinya adalah membantu pengguna untuk
mendapatkan informasi, mengatur jadwal dan event, memberikan arahan peta hingga
melakukan panggilan ke nomor yang dituju.
Expert System
Expert system adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia
ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan
oleh para ahli, dan sistem pakar yang baik dirancang agar dapat menyelesaikan suatu
permasalahan tertentu dengan meniru kerja dari para ahli (Kusumadewi, 2003:109).
Pakar yang dimaksud disini adalah orang yang mempunyai keahlian khusus yang dapat
menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesaikan orang awam. Contohnya dokter,
mekanik, psikolog, dan lain-lain.
Contoh:
Sistem navigasi seperti Waze atau Google Maps yang menggunakan aturan untuk
memilih rute, tetapi kami biasanya tidak memikirkannya sistem sebagai sistem pakar.
Secara signifikan, sistem pakar dapat beroperasi sebagai sistem mandiri atau menjadi
tertanam di aplikasi lain
14. Sistem Transmisi Satelit
Transmisi adalah media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima
informasi (data) karena jarak yang jauh, maka data akan diubah terlebih dahulu menjadi
isyarat. Satelit adalah suatu station yang menerima satu frekuensi, memperkuat atau
mengulang sinyal pada frekuensi lain.
Media transmisi data dengan menggunakan satellit adalah sebuah interkoneksi
komunikasi data dengan menggunakan satelit yang diletakan diluar muka bumi dengan
ketinggian tertentu dimana pembawa sinyalnya menggunakan frequensi tertentu yang
dipancarkan dari stasiun dimuka bumi dan dipantulkan oleh satellite untuk diarahkan ke
permukaan bumi lainnya selama masih dalam coverage area satellite tersebut. Untuk
pelaksanaan komunikasi, satelit harus mengorbit atau mengelilingi bumi yang berotasi.

ISYS6299 – Information System Concept


Orbit Satelit
Berdasarkan ketinggian dari garis edarnya (orbit), satelit dibedakan menjadi 3 jenis,
antara lain:

1. LEO (Low Earth Orbit)


Satelit jenis LEO merupakan satelit yang mempunyai ketinggian 320 – 800 km di
atas permukaan bumi karena orbit mereka yang sangat dekat dengan bumi, satelit LEO
harus mempunyai kecepatan yang sangat tinggi supaya tidak terlempar ke atmosfer.
Kecepatan edar satelit LEO mencapai 27.359 Km/h untuk mengitari bumi dalam waktu
90 menit. Delay Time LEO sebesar 10 ms (Waktu perambatan gelombang dari stasiun
bumi ke satelit dan kembali lagi ke stasiun bumi). Aplikasi dari satelit jenis LEO ini
biasanya dipakai pada sistem Remote Sensing dan Peramalan Cuaca karena jarak
mereka dengan permukaan bumi yang tidak terlalu jauh. Pada masa sekarang satelit
LEO yang mengorbit digunakan untuk aplikasi komunikasi selular.
Karena jarak yang tidak terlalu jauh dan biaya yang murah, satelit LEO sangat banyak
diluncurkan untuk berbagai macam aplikasi. Akibatnya bahwa jumlah satelit LEO sudah
sangat padat, tercatat sekarang ada 8000 lebih satelit yang mengitari bumi pada orbit
LEO. Satelit pada lingkaran low earth orbit ditempakan sekita 161 hingga 483 km dari
permukaan bumi. Karena sifatnya yang terlalu dekat dengan permukaan bumi
menyebabkan satelit ini akan bergerak sangat cepat untuk mencegah satelit tersebut
terlempar keluar dari lintasan orbitnya. Satelit pada orbit ini akan bergerak sekitar 28163
km/jam. Satelit pada orbit ini dapat menyeselaikan satu putaran mengeliling bumi antara

ISYS6299 – Information System Concept


30 menit hingga 1 jam. Satelit pada low orbit hanya dapa terlihat oleh station bumi
sekitar 10 menit.
2. MEO (Medium Earth Orbit)
Satelit pada orbit ini merupakan satelit yang mempunyai ketinggian di atas 10000
km dengan aplikasi dan jenis yang sama seperti orbit LEO. Namun, karena jarak yang
sudah cukup jauh jumlah satelit pada orbit MEO tidaklah sebanyak satelit pada orbit
LEO. Satelit jenis MEO ini mempunyai delay sebesar 60 – 80 ms. MEO, Medium Earth
Orbit Satelit dengan ketinggian orbit menengah dengan ketinggian 9656 km hingga
19312 km dari permukaan bumi. Pada orbit ini satelit dapat terlihat oleh stasiun bumi
lebih lama sekitar 2 jam atau lebih. Dan waktu yang diperlukan untuk menyeleseaikan
satu putaran mengitari bumi adalah 2 jam hingga 4 jam. Digunakan oleh Satelit Citra,
Cuaca, Mata-mata, sistem telekomunikasi bergerak (mobile) misalnya satelit Oddysey
dan ICO.
3. GEO (Geostationery Earth Orbit)
Satelit GEO merupakan sebuah satelit yang ditempatkan dalam orbit yang
posisinya tetap dengan posisi suatu titik di bumi. Karena mempunyai posisi yang tetap
maka waktu edarnyapun sama dengan waktu rotasi bumi. Posisi orbit satelit GEO
sejajar dengan garis khatulistiwa atau mempunyai titik lintang nol derajat.
Sebuah orbit geostasioner, atau Geostationary Earth Orbit (GEO), adalah orbit
lingkaran yang berada 35.786 km (22.236 mil) di atas ekuator Bumi dan mengikuti arah
rotasi bumi. Sebuah objek yang berada pada orbit ini akan memiliki periode orbit sama
dengan periode rotasi Bumi, sehingga terlihat tak bergerak, pada posisi tetap di langit,
bagi pengamat di bumi. Satelit komunikasi dan satelit cuaca sering diorbitkan pada orbit
geostasioner, sehingga antena satelit yang berkomunikasi dengannya tidak harus
berpindah untuk melacaknya, tetapi dapat menunjuk secara permanen pada posisi di
langit di mana mereka berada. Sebuah orbit geostasioner adalah satu tipe orbit
geosynchronous.
Gagasan tentang sebuah satelit geosynchronous untuk tujuan komunikasi
pertama kali diterbitkan pada tahun1928 oleh Herman Potocnik. Ide orbit geostasioner
pertama kali disebarkan pada skala luas dalam sebuah makalah tahun 1945 berjudul
“Extra-Terrestrial Relay – Can Rocket Stations Give Worldwide Radio Coverage?” oleh
penulis ilmu pengetahuan fiksi dari Inggris, Arthur C. Clarke, yang diterbitkan di majalah
Dunia Wireless. Orbit, yang Clarke gambarkan sebagai orbit yang berguna untuk siaran
dan relay komunikasi satelit, kadang-kadang disebut Orbit Clarke. Demikian pula, Sabuk

ISYS6299 – Information System Concept


Clarke adalah bagian dari ruang sekitar 35.786 km (22.000 mil) di atas permukaan laut,
pada bidang Khatulistiwa, di mana geostasioner orbit dapat diimplementasikan. Orbit
Clarke ini sekitar 265.000 km (165.000 mil) panjangnya.
Satelit GEO mempunyai jarak sebesar 35786 Km dari permukaan bumi.
Keuntungan satelit orbit GEO ini salah satunya adalah dalam mentracking antena
pengendalian dari suatu stasion bumi tidak perlu mengikuti pergerakan satelit karena
satelit tersebut sama periodenya dengan rotasi bumi. Bandingkan dengan tracking
antena pada satelit LEO yang harus mengikuti pergerakan satelitnya yang tidak sama
dengan periode bumi berputar. Kerugian dari satelit orbit GEO adalah karena jarak yang
sangat jauh dari permukaan bumi maka daya pancar sinyal haruslah tinggi dan sering
terjadi delay yang cukup signifikan. Cakupan satelit GEO pun sebenarnya tidak
mencakup semua posisi di permukaan bumi. Lokasi yang berada di kutub utara dan
selatan tidak dapat terjangkau dengan menggunakan satelit GEO karena foot printnya
yang terbatas. Banyak digunakan oleh satelit untuk sistem telekomunikasi tetap, seperti
Palapa, Intelsat, Asiasat, dll.

Referensi:
 Introduction to Information Systems.Rainer,Prince, Cegielski, 5th edition (2014).
John Willey & Sons, Inc.Michigan
 https://dailysocial.id/post/kevin-aluwi-ceritakan-peran-business-intelligence-
dalam-bisnis-go-jek
 https://www.robicomp.com/pengertian-artificial-intelligence-dan-contohnya-
dalam-kehidupan.html
 http://www.kajianpustaka.com/2016/10/pengertian-tujuan-dan-struktur-sistem-
pakar.html
 http://www.gatewan.com/2015/01/mengenal-jaringan-satelit.html

ISYS6299 – Information System Concept