Anda di halaman 1dari 19

Nama : REZA WIRA VONNA

NIM :

RUANG : 3C
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN AN. A DENGAN DIAGNOSA MEDIS
KEJANG DEMAM

I. Biodata
A.Identitas Klien
- Nama/Nama Panggilan : An. A
- Tempat Tanggal Lahir : Banjarmasin, 26-08-2014
- Usia : 3 Tahun
- Jenis Kelamin : perempuan
- Agama : Islam
- Pendidikan : Belum sekolah
- Alamat : Binuang
- Tanggal Masuk : 31 Oktober 2017
- Tanggal Pengkajian : 2 November 2017
- Diagnosa Medik : Kejang Demam
- Asal Rujukan : -

B.Identitas Orang Tua


Ayah
- Nama : Tn. R
- Usia : -
- Pendidikan : SD
- Pekerjaan : Wiraswasta
- Agama : Islam
- Alamat : Binuang

II. Riwayat Kesehatan


A.Riwayat Kesehatan Sekarang
1. Keluhan Utama
Demam kurang lebih 2 hari disertai kejang

2. Riwayat Keluhan Utama


Ibu pasien mengatakan anaknya kejang sekitar 2 hari yang lalu dan anaknya
juga mengalami demam.
3. Keluhan Pada Saat Pengkajian
Ibu pasien mengatakan sejak pagi anaknya masih panas. Dan anak juga tidak
mau makan.

B.Riwayat Kesehatan Lalu (Khusus Untuk Anak Usia 0 – 5 Tahun)


1. Prenatal Care
a. Ibu memeriksakan Kehamilannya Setiap Minggu Di :
- Puskesmas dan di tempat praktik dokter spesialis kandungan.
- Keluhan Selama Hamil : Ibu mengatakan selama dirinya hamil tidak
ada keluhan, tidak pernah sakit dan rutin memeriksakan kadungannya.
b. Riwayat Berat Badan Selama Hamil : sekitar 65 kg
c. Riwayat Imunisasi TT : Ya
d. Golongan Darah Ibu : -
Golongan Darah Ayah : -
2. Intranatal Care
a. Tempat Melahirkan : RSUD Ulin Banjarmasin
b. Jenis Persalinan : Normal
c. Penolong Persalinan : Bidan
d. Komplikasi Yang Dialami Oleh Ibu Pada Saat Melahirkan Dan Setelah
Melahirkan : Hb rendah.
3. Post Natal
a. Kondisi Bayi : Sehat dan Normal
BBL : 2700 Gram
Hal Lain : Tidak ada
b. Anak Pada Saat Lahir Tidak Mengalami :
- Pasien pernah mengalami penyakit kejang disertai demam pada usia 7
bulan, diberikan obat oleh Dokter
- Riwayat kecelakaan : Tidak pernah.
- Riwayat mengkonsumsi obat-obatan berbahaya tanpa anjuran dokter
dan menggunakan zat/subtansi kimia yang berbahaya : Tidak pernah.
- Perkembangan anak dibanding saudara-saudaranya :
Perkembangan anak sama saja dengan anak-anak yang lain, namun
pasien sedikit pemalu dan pendiam

C.Riwayat Kesehatan Keluarga


Ayah pasien mengatakan di keluarga nya tidak memiliki riwayat alergi obat-obatan
dan makanan, juga tidak memiliki riwayat penyakit TB, hepatitis ataupun penyakit
menular lainnya dan juga tidak memiliki penyakit herediter seperti DM dan Jantung

D.Genogram

Keterangan:
: Laki-laki

: Perempuan

: Tinggal serumah

: Klien

An.A

III. Riwayat Tumbuh Kembang


A. Pertumbuhan Fisik
- Berat Badan : 14 kg
- Tinggi Badan : 104 cm
B. Perkembangan Tiap Tahap
Usia anak saat
- Berguling : 3 bulan
- Duduk : 7 bulan
- Merangkak : 7 bulan
- Berdiri : 12 bulan
- Berjalan : 1 tahun 1 bulan
- Senyum kepada orang lain pertama kali : 2 bulan
V. Riwayat Nutrisi
A.Pemberian ASI
ASI ekslusif diberikan sejak umur 0 bulan sampai dengan usia 12 bulan dengan
frekuensi 8-12x/hari
B.Pemberian Susu Formula
- Alasan pemberian : tidak ada
- Jumlah pemberian : tidak ada
- Cara pemberian : tidak ada
Pola perubahan nutrisi tiap tahap usia sampai nutrisi saat ini
Usia Jenis Nutrisi Lama Pemberian
0-3 bulan ASI eklusif ±3 bulan
3-6 bulan ASI eklusif dan Susu formula ±2 bulan
6 bulan- sekarang Makanan tambahan ±2,5 tahun

VI. Riwayat Psikososial


- Anak Tinggal Bersama : Orang tua
- Lingkungan Berada Di : perkotaan.
- Rumah Dekat Dengan : pinggir jalan
- Kamar Klien : Pasien masih tidur bersama orang tuanya
- Rumah Ada Tangga : Tidak ada
- Hubungan Antar Anggota Keluarga : Baik
- Pengasuh Anak : Tidak ada

VII. Riwayat Spiritual


- Support Sistem Dalam Keluarga : Keluarga sangat bahagian dengan adanya pasien,
dan keluarga sangat mensupport segala sesuatu yg dilakukannya.
- Kegiatan Keagamaan : Belum bisa dan masih dalam tahap belajar

VIII. Reaksi Hospitalisasi


A. Pengalaman Keluarga Tentang Sakit Dan Rawat Inap
- Ibu Membawa Anaknya Ke RS Kare na:
Anaknya mengalami kejang-kejang
- Apakah Dokter Menceritakan Tentang Kondisi Anak : Ya
- Perasaan Orang Tua Saat Ini :
Cemas dan khawatir akan keadaan anaknya
- Orang Tua Selalu Berkunjung Ke RS : Ya
- Yang Akan Tinggal Dengan Anak : Ibu dan ayah pasien
C. Pemahaman Anak Tentang Sakit Dan Rawat Inap :
Anak sekarang berusia 3 tahun dan mengerti kalau dirinya sedang sakit
C. Pengalaman Keluarga Mengenai Sakit Termasuk Perawatan Dan Pengobatan
Sebelumnya :
Ini merupakan kejadian untuk beberapa kali anak nya menjalani pengobatan,
namun untuk rawat inap pertama kalinya karena sebelumnya klien tidak pernah
dirawat dirumah sakit.

IX. Aktivitas Sehari-Hari


A.Nutrisi
No Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1 Selera Makan Sebelum sakit nafsu makan Nafsu makan anaknya
anaknya baik, makan 2-4 kali menurun
dalam sehari

B.Cairan
No Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1 Jenis Minuman Air putih Air putih
2 Frekuensi Minuman 5-8 x/hari 8-10 x/hari
3 Kebutuhan Cairan Tercukupi Kurang
4 Cara Pemenuhan - Diberikan infus

C.Eliminasi (BAB&BAK)
No Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1 Tempat Pembuangan Toilet Popok
2 Frekuensi BAB/BAK 2-3x sehari/ 3-4 x sehari Tidak dapat dipastikan
3 Konsistensi Padat Cair
4 Kesulitan Tidak ada -
5 Obat Pencahar Tidak Tidak

D.Istirahat Tidur
No Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1 Jam Tidur Selama sakit pasien tidur
- Siang - Sekitar jam siang ±1 jam Waktu tidur
- Malam 12.00 – 15.00. malam tidak berbeda saat
- Sekitar jam pasien dirumah.
20.00 – 06.00
2 Pola Tidur Nyenyak Sering terbangun
3 Kebiasaan Sebelum Tidur Meminum susu formula Meminum susu formula
4 Kesulitan Tidur Tidak ada Ada, karena disekitar pasien
ada pasien yang lain dan
keluraganya

E. Olah Raga
No Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1 Program Olahraga
Pasien tidak memiliki
2 Jenis dan Frekuensi Tidak ada
program olahraga.
3 Kondisi Setelah Olahraga

F. Personal Hygiene
No Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1 Mandi Selama di rumah sakit klien
- Cara - Mandi sendiri dan terkadang di tidak mandi, kadang hanya di
- Frekuensi mandikan oleh ibunya seka oleh ibunya.
- Alat mandi - 2-3x/hari
- Dalam kamar mansi
2 Cuci Rambut Klien juga tidak mencuci
- Frekuensi - 2-3x/hari rambut.
- Cara - Dilakukan sendiri dan kadang
oleh ibu pasien
3 Gunting Kuku Tidak dilakukan
- Frekuensi - 1-2 minggu sekali
- Cara - Dilakukan oleh ibu klien
4 Gosok Gigi 2-3x sehari Tidak ada gosok gigi
- Frekuensi
- Cara

G.Aktifitas/Mobilitas Fisik
No Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1 Kegiatan Sehari-hari Bermain bersama Hanya terbaring lemas
orangtua, makan dan tidur ditempat tidur
2 Pengaturan Jadwal Tidak ada Tidak ada
Harian
3 Pengaturan Alat Bantu Tidak menggunakan alat Tidak menggunakan alat
Aktifitas bantu bantu
4 Kesulitan Pergerakan Tidak ada kesulitan saat Hanya terbaring lemas
Tubuh pergerakan ditempat tidur dan terpasang
infus ditangan kanan klien

H.Rekreasi
No Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1 Perasaan Saat Sekolah Pasien belum sekolah
2 Waktu Luang Bermain dan bercanda Berbaring dan kadang diajak
orang tuanya berkeliling
disekitar ruangan
3 Perasaan Setelah Paien belum mengerti
Rekreasi
4 Waktu Senggang Berkumpul dan kadang -
Keluarga keluar untuk jalan-jalan
5. Kegiatan Hari Libur Jalan-jalan Tidak ada

X. Pemeriksaan Fisik
A. Keadaan Umum : Keadaan umum pasien tampak
terlihat lemah
B. Kesadaran : Composmentis
C. Tanda – Tanda Vital :
- Denyut Nadi : 110 x/menit
- Suhu : 38,0 O C
- Pernapasan : 38 x/menit
- Berat Badan : 14 kg
- Tinggi Badan : 104 cm
D. Kepala
Inspeksi
- Warna Rambut : Hitam
- Penyebaran : Rata/menyeluruh
- Mudah Rontok : Tidak
- Kebersihan Rambut : Bersih
Palpasi
- Benjolan : Tidak ada
- Nyeri Tekan : Tidak ada
- Tekstur Rambut : Halus
E. Muka
Inspeksi
- Simetris / Tidak : Simetris
- Bentuk Wajah : Normal
- Gerakan Abnormal : Tidak ada
- Ekspresi Wajah : Tampak lesu
Palpasi
- Nyeri Tekan : Tidak ada
- Data Lain : Tidak ada
F. Mata
Inspeksi
- Pelpebra : Tidak edem dan tidak ada radang.
- Sclera : Tidak Icterus
- Conjungtiva : Tidak Anemis
- Pupil : Isokor
- Refleks Pupil : Mengecil jika dirangsang dengan cahaya
- Posisi Mata : Simetris
- Gerakan Bola Mata : Normal
- Keadaan Bulu Mata : Normal
- Keadaan Visus : -
G. Hidung & Sinus
Inspeksi
- Posisi Hidung : Simetris
- Bentuk Hidung : Normal
- Secret / Cairan : Tidak ada
H. Telinga
Inspeksi
- Posisi Telinga : Simetris
- Ukuran / Bentuk Telinga : Normal
- Aurikel : -
- Lubang Telinga : Bersih
- Pemakaian Alat Bantu : Tidak menggunakan alat bantu
Palpasi
- Nyeri Tekan : Tidak ada
Pemeriksaan Uji Pendengaran
- Rinne : Tidak dilakukan
- Weber : Tidak dilakukan
- Swabach : Tidak dilakukan
- Pemeriksaan Vestibuler : Tidak dilakukan
I. Mulut
Inspeksi
- Gigi
 Keadaan Gigi : Gigi ada yang berlubang
 Karang Gigi / Karies : Tidak ada
 Pemakaian Gigi Palsu : Tidak ada
- Gusi : Merah
- Lidah : Bersih
- Bibir
 Cianosis / Pucat / Tidak : Pucat
 Basah / Kering / Pecah : Kering
 Mulut Berbau / Tidak : Tidak
 Kemampuan Bicara : Lemah

J. Tenggorokan
- Warna Mukosa : Kemerahan
- Nyeri Tekan : Tidak ada nyeri tekan
- Nyeri Menelan : Tidak
K. Leher
Inspeksi
- Kelenjar Thyroid : Tidak membesar
Palpasi
- Kelenjar Thyroid : Teraba
- Kelenjar Limfe : -

L. Thorax Dan Pernapasan


- Bentuk Dada : Simetris
- Irama Pernafasan : Reguler
- Pengembangan Di Waktu Bernapas : Normal
- Tipe Pernapasan : Normal
Palpasi
- Vokal Fremitus : Teraba
- Massa / Nyeri : Tidak terdapat masa
Auskultasi
- Suara Nafas : Vesikuler
- Suara Tambahan : Tidak ada
Perkusi
- Tympani
M. Jantung
Palpasi
- Ictus Cordis : Normal
Perkusi
- Pembesaran Jantung : Tidak ada pembesaran
Auskultasi
- BJ I : Normal
- BJ II : Normal
- BJ III : Normal
- Bunyi Jantung Tambahan : Tidak ada
N. Abdomen
Inspeksi
- Membuncit : Tidak buncit
- Ada Luka / Tidak : Tidak
Palpasi
- Hepar : Normal
- Lien : Normal

O. Genitalia Dan Anus


Tidak ada gangguan
P. Ekstremitas
Ekstremitas Atas
- Pergerakan Kanan / Kiri : Terpasang infus dikanan
- Kekuatan Otot Kanan / Kiri : Normal
- Tonus Otot Kanan / Kiri : Normal
- Koordinasi Gerak : Normal
- Biceps Kanan / Kiri: Normal
- Triceps Kanan / Kiri : Normal
- Nyeri : Tidak ada
- Rangsang Suhu : Normal
- Rasa Raba : Normal
Ekstremitas Bawah
- Gaya Berjalan : Normal
- Kekuatan Kanan / Kiri : Normal
- Tonus Otot Kanan / Kiri : Normal
- Babinsky Kanan / Kiri : Normal
- Nyeri : Tidak ada
- Rangsang Suhu : Normal
- Rasa Raba : Normal
-
XI. Pemeriksaan Tingkat Perkembangan (0 – 6 Tahun )
Tingkat perkembangan pasien sesuai dengan tingkat tumbuh kembang dan tidak ada
permasalahan tumbuh kembang pada pasien

XII. Rencana Tindakan Operasi


Pasien tidak ada rencana untuk tindakan operasi

XIII. Test Diagnostik


Laboratorium Tanggal 1 November 2017
Hematologi
Hemoglobin 12.8 11.00-16.00 g/dl
Lekosit 14.1 * 4.65-10.3 Ribu/ul
Eritrosit 5,05 4.00-5.50 Juta/ul
Hematokrit 35,8 32.00-44.00 Vol%
Trombosit 245 150-356 Ribu/ul
RDW-CV 13,2 12.1-14.0 %
MCV, MCH, MCHC
MCV 71,6 * 75.0-96.0 Fl
MCH 26,9 * 28.0-32.0 Pg
MCHC 37.5 * 33.0-37.0 %
Hitung jenis
Gran% 87.6 * 50.0-70.0 %
Limfosit 7.8 * 25.0-40.0 %
MID% 7,1 4.0-11.0 %
Gran# 12.40 * 2.50-7.00 Ribu/ul
Limfosit# 1.1 * 1.25-4.0 Ribu/ul
MID# 0,7 Ribu/ul

XIV. Terapi Saat Ini

Golongan Indikasi / Cara


Nama Obat Komposisi Dosis
Obat Kontaindikasi Pemberian
Kaen 3B Per L Na 50 Indikasi : Infus
mEq, K 20 Menyalurkan atau
mEq, Cl 50 memelihara
mEq, lactate keseimbangan air &
20 mEq, elektrolit pd keadaan
glucose 27 g dimana asupan
makanan per-oral tdk
mencukupi atau tdk
mungkin.
kontraindikasi :
Hiperkalemia, oliguria,
peny Addison, luka
bakar berat & azotemia.
Kelebihan Na, sindrom
malabsorpsi glukosa-
galaktosa. Cedera hati
yg berat
Zinc Zinc Obat Indikasi: 1x20 Peroral
bebas Pelengkap untuk mg
pengobatan diare
Kontraindikasi:
Alergi terhadap mineral
zinc
Paracetamol Paracetamol Obat Indikasi: 3x180 Peroral
bebas Obat analgesik, mg
penghilang rasa sakit.
Kontraindikasi:
Alergi paracetamol,
gangguan fungsi hati,
gangguan fungsi ginjal,
Fenitoin Fenitoin Indikasi 140 drip
Obat untuk bekerja ml
dengan cara
menstabilkan aktivitas
elektrik tersebut
sehingga kejang dapat
dicegah
stesolid stesolid Indikasi 10 mg iv
Stesolid adalah obat
yang digunakan untuk
terapi jangka pendek
pada penderita ansietas
(kecemasan), insomnia,
terapi tambahan pada
kondisi putus alkohol
akut, status epileptikus,
kejang demam, dan
spasme otot

XV. Analisa Data

No. Tanggal/jam Data fokus Etiologi Problem


1. 2-11-2017 DS : Kejang Hipertemi
09 - I
bu pasien
mengatakan sejak
pagi anaknya
badannya panas
DO :
- Pasien terlihat
gelisah
- Kulit pasien
teraba panas
- Kulit pasien
terlihat kemerahan
- TTV :
N : 110 x/m
T : 38.0 O C
R : 38 x/menit
2 2-11-2017 DS : Ketidakmampuan Ketidakseimbangan
09 - ibu pasien mencerna makanan nutrisi Kurang dari
mengatakan anaknya kebutuhan tubuh
tidak nafsu makan (00002)
- ibu pasien
mengatakan anaknya
tidak mau makan
DO :
- BB sekarang 14
Kg
- Pada ekstermitas
kanan atas terpasang
infus
- Membran
mukosa kering

XVI. Prioritas Diagnosa Keperawatan


a. Hipertermia bd kejang (00007)
b. Ketidakseimbangan nutrisi
kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan
mencerna makanan (00002)
XVII. PERENCANAAN KEPERAWATAN

No Diagnosa NOC NIC Rasional


1. HIpertermia bd Setelah diberikan asuhan keperawatan 1x12 jam tidak 1. Observasi tanda vital. 1. Perubahan tanda vital dapat
kejang terjadi kekurangan cairan, dengan kriteria hasil: 2. Gunakan selimut yang tipis menggambarkan terdapatnya masalah.
- Demam bekurang atau hilang 3. Pantau suhu lingkungan 2. Agar suhu tubuh stabi.
4. Kompres air hangat 3. Agar pasien tidak terlalu gerah dan agar
5. Kolaborasi berikan antipiretik suhu tbuh pasien stabil
. 4. Membatu menurunkan panas dengan
efek vasodilatasi air .
5. Digunakan untuk mengurangi demam.

2. Ketidakseimbangan Setelah diberikan asuhan keperawatan 3x24 jam nutrisi 1. Anjurkan orang tua pasien 1. Nutrisi sangat diperlukan untuk tubuh
nutrisi kurang dari yang kurang dapat teratasi, dengan kriteria hasil: untuk memberikan nutrisi pada saat masa pertumbuhan dan
kebutuhan tubuh pada anak nya perkembangan
berhubungan dengan - Pasien terlihat segar 2. Tingkatkan intake makan 2. Cara khusus tingkatkan nafsu makan.
ketidakmampuan - BB badan dalam batas normal dengan cara menyajikan 3. Mulut yang bersih meningkatkan nafsu
mencerna makanan - Nafsu makan pasien meningkat. makanan dalam kondisi makan
- Pasien mengahabiskan 1 porsi makanan yang diberikan hangat. 4. Meningkatkan intake makanan
3. Anjurkan orang tua pasien
untuk menjaga kebersihan
mulut pasien.
4. Anjurkan orang tua pasien
untuk memberikan makan
sedikit tapi sering.
XVIII. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Hari /Tanggal : Kamis, 2 November 2017
No Jam NO.Dx Tindakan Evaluasi Paraf
1. 2-11-2017 00007 1. Observasi tanda vital. 1. TTV :
09.00 2. Gunakan selimut yang tipis N : 108 x/m
09.15 3. Pantau suhu lingkungan T : 37.5 OC
4. Kompres air hangat R : 34 x/menit
09.40 5. Kolaborasi berikan antipiretik 2. Suhu tubuh klien mulai menurun
10.00 3. Untuk menurunkan demam
10.15
2 2-11-2017 00002 1. Mengnjurkan orang tua pasien untuk 1. Orang tua pasien mengerti betapa penting nya asupan nutrisi untuk
memberikan nutrisi pada anak nya pasien, mengerti kebutuhan nutrisi anaknya dan keadaan anak nya
2. Meningkatkan intake makan dengan cara sekarang
menyajikan makanan dalam kondisi 2. Orang tua pasien selalu menyediakan makanan yang disukai anaknya
hangat. dan dalam kondisi hangat
3. Menganjurkan orang tua pasien untuk 3. Orang tua pasien selalu membersihkan mulut anaknya apabila ingin
menjaga kebersihan mulut pasien. makan dan sesudah makan
4. Menganjurkan orang tua pasien untuk 4. Orang tua pasien selalu memberikan makanan-makanan kepada
memberikan makan sedikit tapi sering. anaknya

XIX. EVALUASI KEPERAWATAN (CATATAN PERKEMBANGAN/SOAP)


Hari /Tanggal: Kamis, 12 Oktober 2017
No Jam No Dx Respon Subjektif (S) Respon Objektif (O) Analisis Masalah (A) Perencanaan Selanjutnya(P) Paraf
1 2-11-2017 00007 ibu pasien - Pasien masih geliah Masalah belum Intervensi dilanjutkan :
12.00 mengatakan anaknya - Kulih pasien teraba panas teratasi 1. Observasi tanda vital.
masih panas - TTV : 2. Gunakan selimut yang tipis
3. Pantau suhu lingkungan
N : 110 x/m
4. Kompres air hangat
T : 37.5O C 5. Kolaborasi berikan antipiretik
- R : 33
x/menit
2 2-11-2017 00002 Ayah pasien - BB sekarang 14 Kg Masalah nutrisi Intervensi dilanjutkan :
12.00 mengatakan anaknya - Membran mukosa kering kurang dari kebutuhan 1. Anjurkan orang tua pasien untuk
memberikan nutrisi pada anak nya
masih tidak nafsu - Pasien terlihat tidak mau tubuh belum teratasi
2. Anjurkan orang tua pasien untuk
makan makan menjaga kebersihan mulut pasien.
3. Anjurkan orang tua pasien untuk
memberikan makan sedikit tapi
sering.