Anda di halaman 1dari 12

AT – TADBIR

JURNAL ILMIAH MANAJEMEN

Homepage: ojs.uniska.ac.id/attadbir

PENGARUH KOMUNIKASI DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN


PT BESS FINANCE BANJARMASIN

Noorlaily Maulida
Fakultas Ekonomi Uniska Banjarmasin
Jl. Adhyaksa No. 2 Kayu Tangi Banjarmasin Kalimantan Selatan
e-mail: noorlaily.maulida@gmail.com

Abstract
This study aims to know and analyze (1) Influence of communication on employee
performance, (2) Influence of motivation to employee performance, (3) Influence of
communication and motivation to employee performance. This research uses a kind of
descriptive analytical research with quantitative approach. The method used in this
research is survey method. Respondents in this study are all employees of PT. BESS
Finance Banjarmasin totaling 64 people. The measuring tool used in this research is
questionnaire. Data analysis used is by regression test by using program of SPSS for
windows 21. The result of first hypothesis test show that communication have significant
influence to employee performance PT. BESS Finance Banjarmasin, The result of second
hypothesis shows that motivation has a significant influence on the performance of
employees of PT. BESS Finance Banjarmasin. The results of the third hypothesis shows that
communication and motivation simultaneously have a significant effect on the performance
of employees of PT. BESS Finance Banjarmasin.

Keywords: Communication, Motivation, Employee Performance

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis (1) Pengaruh komunikasi
terhadap kinerja karyawan, (2) Pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan, (3) Pengaruh
komunikasi dan motivasi terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini menggunakan jenis
penelitian deskriptif analitis dengan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan dalam
penelitian adalah metode survey. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan
PT. BESS Finance Banjarmasin yang berjumlah 64 orang. Alat ukur yang digunakan dalam
penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah dengan uji regresi
dengan menggunakan program SPSS for windows 21. Hasil pengujian hipotesis yang
pertama menunjukkan bahwa komunikasi memiliki pengaruh yang signifikan tehadap
kinerja karyawan PT. BESS Finance Banjarmasin, Hasil hipotesis kedua menunjukkan
bahwa motivasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan PT. BESS
Finance Banjarmasin. Hasil hipotesis yang ke tiga menunjukkan bahwa komunikasi dan
motivasi secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan PT.
BESS Finance Banjarmasin.

Kata kunci: Komunikasi, Motivasi, Kinerja Karyawan

12
At-Tadbir: Jurnal Ilmiah Manajemen Vol. 2 No. 1 (2018) 12-23

Dalam organisasi dan keseharian kita


PENDAHULUAN
tidak pernah lepas dari komunikasi,
Setiap perusahaan akan selalu berusaha komunikasi dalam perusahaan juga harus
mencapai tujuan yang telah ditentukan. diperhatikan karena komunikasi merupakan
Untuk mencapai tujuan tersebut perusahaan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam
tidak hanya bergantung pada keunggulan pencapaian tujuan, dengan komunikasi akan
teknologi, dana operasi, sarana dan prasarana terjadi hubungan timbal balik dari tiap-tiap
yang tersedia tetapi juga tergantung pada orang dalam perusahaan baik berupa
aspek sumber daya yang dimiliki oleh perintah, saran, pendapat, maupun kritik.
perusahaan. Aspek sumber daya manusia Komunikasi dalam organisasi menunjukkan
atau karyawan merupakan salah satu faktor keharmonisan hubungan antara pimpinan dan
penting yang harus diperhatikan dalam anak buah serta dengan orang-orang pada
perusahaan. Agar dapat berkembang atau tingkat yang setara. Komunikasi yang terjadi
paling tidak dapat bertahan dalam dalam organisasi disebut komunikasi
menghadapi persaingan bisnis yang semakin organisasi. Price (1997) mendefinisikan
ketat manajemen perlu melakukan komunikasi organisasi sebagai derajat atau
perubahan-perubahan didalam perusahaan tingkat informasi tentang pekerjaan yang
dengan tujuan untuk dapat lebih dikirimkan organisasi untuk anggota dan
meningkatkan kinerja karyawan agar lebih diantara anggota organisasi. Tujuan
maksimal. Perubahan itu sendiri dipengaruhi komunikasi dalam organisasi adalah untuk
beberapa faktor diantaranya komunikasi, membentuk saling pengertian (mutual
motivasi dan kemampuan kerja karyawan understanding) sehingga terjadi kesetaraan
yang terjadi diperusahaan selain perubahan kerangka referensi (frame of references) dan
kebijakan kebijakan aturan kerja untuk kesamaan pengalaman (field of experience)
pencapaian kinerja maksimal yang diantara anggota organisasi. Komunikasi
dibebankan. organisasi harus dilihat dari berbagai sisi
yaitu pertama komunikasi antara atasan
Manajemen Sumber Daya Manusia
kepada bawahan, kedua antara karyawan
memiliki peranan sentral dalam membentuk
yang satu dengan karyawan yang lain, ketiga
tim kerja yang kuat dalam perusahaan.
antara karyawan kepada atasan.
Didasari bahwa memiliki karakteristik
Bentuk komunikasi yang berlangsung
komplek, dinamis dan unik, sehingga
dapat berupa komunikasi formal maupun
dimungkinkan terjadi berbagai hambatan
nonformal. Jaringan komunikasi dalam
dalam upaya untuk mengelolanya dalam
perusahaan yang baik sedikit banyak akan
mencapai tujuan perusahaan. Walaupun
meningkatkan kinerja melalui sarana yang
organisasi memiliki modal yang besar, dan
kondusif.
sarana yang begitu modern, namun itu tidak
Disamping komunikasi, para ahli juga
akan berarti tanpa manusia. Maka dari itu
meyakini bahwa motivasi merupakan faktor
organisasi harus dapat mengkoordinir,
yang harus diperhatikan oleh perusahaan,
memberi bimbingan, memotivasi,
karena merupakan faktor yang dominan
mengevaluasi mereka sehingga dapat tercipta
dalam upaya memacu kinerja karyawan.
sumber daya manusia yang berkualitas, dan
Tindakan pemberian motivasi harus
membentuk tenaga kerja yang efektif dan
menyesuaikan antara karyawan satu dengan
efesien.
yang lainnnya dengan menyesuaikan
kebutuhan yang diperlukan karyawan. Bukan
13
At-Tadbir: Jurnal Ilmiah Manajemen Vol. 2 No. 1 (2018) 12-23

berarti pimpinan perusahaan memberikan pekerjaan. Kemampuan ini mengandung


motivasi yang berlebihan terhadap karyawan berbagai unsur seperti kemampuan manual
tersebut, tetapi perusahaan mempunyai dan intelektual, bahkan sampai pada sifat-
aturan dalam pemberian motivasi terhadap sifat pribadi yang dimiliki. Unsur-unsur ini
setiap karyawannya dengan alasan juga mencerminkan pendidikan, latihan dan
pencapaian tujuan perusahaan. kemampuan yang dituntut sesuai rincian
Keberhasilan suatu perusahaan dapat kerja (Zainun, 1994). Kemampuan disini
terlihat dari tercapainya tujuan perusahaan merujuk pada suatu kapasitas individu
tersebut. untuk itu, hal utama yang harus untuk mengerjakan berbagai tugas dalam
diperhatikan oleh seorang manajer adalah suatu pekerjaan (Gibson et,al,1996). Yaitu
membangkitkan kinerja karyawannya. kemampuan merupakan sifat (bawaan atau
Peranan manajer sangat besar dalam dipelajari) yang memungkinkan seseorang
memotivasi karyawan agar bekerja sesuai melaksanakan suatu tindakan atau pekerjaan
dengan program kerja yang telah ditetapkan mental atau fisik. Kemampuan terdiri atas
perusahaan. Para karyawan dalam dua unsur pokok yaitu kemampuan
perusahaan harus bekerja sama sesuai dengan intelektual dan fisik. Kemampuan intelektual
perintah atasannya. Dimana setiap diperlukan untuk mengerjakan kegiatan
perusahaan memiliki standar penilaian kerja mental, yaitu kegiatan-kegiatan yang rumit
yang berbeda sesuai dengan sistem nilai yang dan memerlukan pemikiran. Sedangkan
berlaku pada perusahaan tersebut. kemampuan fisik megarah pada
Menurut Stanford dalam kemampuan yang diperlukan untuk
Mangkunegara (2000) dinyatakan bahwa melakukan tugas-tugas yang menuntut
motivasi didefinisikan sebagai suatu kondisi stamina, kecekatan, kekuatan dan
yang menggerakkan manusia kearah suatu keterampilan serupa, atau sebaliknya.
tujuan tertentu. Motivasi sangat penting bagi PT. Bess Finance Banjarmasin adalah
suatu perusahaan karena dengan adanya sebuah perusahaan swasta yang bergerak
motivasi diharapkan setiap orang mau dibidang jasa pembiayaan yang saat ini
bekerja keras dan antusias untuk mencapai berkonsentrasi pada pembiayaan motor dan
produktivitas kerja yang tinggi guna skala pemasarannya cukup besar dengan
mempertahankan usaha. tingkat persaingan yang tinggi.
Motivasi adalah suatu keterampilan PT. Bess Finance menjadi salah satu
dalam memadukan kepentingan karyawan perusahaan pembiayaan terbaik dan telah
dan organisasi sehingga keinginan - menerima berbagai macam penghargaan,
keinginan karyawan dipuaskan bersamaan pencapaian tersebut tidak lepas dari
dengan tercapainya sasaran organisasi komitmen perusahaan untuk melaksanakan
(Flippo, 1984). Sedangkan menurut Stoner tata kelola perusahaan yang baik (good
et.al. (1995) motivasi merupakan corporate governance) dan juga dukungan
karakteristik psikologi manusia yang dari sumber daya manusia yang handal.
memberikan kontribusi pada tingkat
komitmen seseorang. Dengan kata lain, Dengan banyaknya perusahaan
motivasi adalah proses manajemen untuk sejenis yang bermunculan, menimbulkan
mempengaruhi tingkah laku manusia untuk ketatnya persaingan dunia usaha, khususnya
mencapai tujuan tertentu. pembiayaan. Agar perusahaan dapat terus
Kemampuan dimaksudkan sebagai bertahan dan berkembang sesuai dengan
kesanggupan karyawan untuk melaksanakan tujuan, perusahaan dituntut memiliki
14
At-Tadbir: Jurnal Ilmiah Manajemen Vol. 2 No. 1 (2018) 12-23

sumber daya manusia yang memiliki pengertian dalam bentuk gagasan, informasi
kemampuan kerja dengan selalu berusaha dari seseorang ke orang lain.
memberikan pelayanan yang maksimal Selanjutnya menurut Robbins, (2002)
kepada para konsumennya sesuai dengan tidak ada kelompok yang dapat eksis tanpa
visi dan misi perusahaan. komunikasi : pentransferan makna di antara
anggota-anggotanya. Hanya lewat
TINJAUAN PUSTAKA pentransferan makna dari satu orang ke orang
lain informasi dan gagasan dapat
Komunikasi merupakan interaksi antar
dihantarkan. Tetapi komunikasi itu lebih dari
pribadi yang menggunakan sistem simbol
sekedar menanamkan makna tetapi harus
linguistik, seperti simbol verbal (kata-kata)
juga dipahami.
dan non- verbal. Sistem ini dapat
Menurut Carl I Hovland (1953), ilmu
disosialisasikan secara langsung / tatap muka
komunikasi adalah upaya yang sistematis
atau melalui media lain seperti tulisan dan
untuk merumuskan secara tegas asas-asas
visual (Karlfried Knapp,2003)
penyampaian informasi serta pembentukan
Komunikasi adalah segala aktifitas
pendapat dan sikap. Definisi Hovland
inetraksi manusia yang bersifat human
tersebut menunjukkan bahwa yang dijadikan
relationship disertai dengan peralihan
obyek studi ilmu komunikasi bukan saja
sejumlah fakta (Azriel Winnett, 2004)
penyampaian informasi, melainkan juga
Sebagai pertukaran makna, komunikasi
pembentukan pendapat umum (public
bersifat khas, unik dan tidak dapat diulangi
opinion) dan sikap publik (public attitude)
persis sama. Karena meski orang yang
yang dalam kehidupan sosial dan kehidupan
berkomunikasi sama, isi, dan maksudnya
politik memainkan peranan yang amat
sama, namun bila diulang, waktu, situasi, dan
penting.
keadaan batin orang yang berkomunikasi
Pikiran bersama perasaan yang
sudah berbeda. Karena itu, dalam setiap
disampaikan kepada orang lain itu oleh
komunikasi, baik bagi orang yang mengirim
Walter Lippman (Onong Uchjana Effendy,
maupun yang menerima, dampaknya tidak
1997) dinamakan ‘picture in our head’ dan
dapat dihilangkan karena mereka tidak dapat
oleh Walter Hageman disebut
mencabut kata yang sudah mereka ucapkan
‘bewustseinsinhalte’. Yang jadi
dan mengganti dampak yang diakibatkannya.
permasalahan ialah bagaimana caranya agar
Mereka hanya dapat merubah kata-kata.
‘gambaran dalam benak’ dan ‘isi kesadaran’
(Hardjana, Agus M, 2007).
pada komunikator itu dapat di mengerti,
Menurut Effendy, (2000). komunikasi
diterima dan bahkan dilakukan oleh
adalah proses penyampaian pikiran atau
komunikan.
perasaan oleh seseorang kepada orang lain
Untuk memahami pengertian
dengan menggunakan lambang-lambang
komunikasi sehingga dapat dilakukan secara
yang bermakna bagi kedua pihak dalam
efektif, para peminat komunikasi seringkali
situasi yang tertentu komunikasi
mengutip paradigma yang dikemukakan oleh
menggunakan media tertentu untuk merubah
Harold Lasswell (1972) dalam karyanya The
sikap atau tingkah laku seorang atau
Stucture and Funtion of Communication in
sejumlah orang sehingga ada efek tertentu
Society. Lasswell mengatakan bahwa cara
yang diharapkan.
yang baik untuk menjelaskan komunikasi
Sedangkan menurut Handoko, (2002).
ialah menjawab pertanyaan sebagai berikut “
Komunikasi adalah proses pemindahan
Who says what in which channel to whom
15
At-Tadbir: Jurnal Ilmiah Manajemen Vol. 2 No. 1 (2018) 12-23

with what effect ?”. Jadi berdasarkan Indikator Sikap terbuka (open–
paradigma Lasswell tersebut, komunikasi mindedness) dalam penelitian ini
adalah proses penyampaian pesan oleh dijabarkan menjadi penciptakan suasana
komunikator kepada komunikan melalui dialogis.
media yang menimbulkan efek tertentu. b. Empati
Sedangkan menurut Joseph De Vito, Berempati adalah merasakan sesuatu
Komunikasi interpersonal dapat diartikan ”is seperti orang yang mengalaminya. (De
the communication that takes place between Vito, 1997). Indikator operasional dalam
two person who have an established penelitian ini dijabarkan menjadi
relationships; (De Vito, 2004). Sementara mengetahui keinginan, mengetahui
menurut Verdeber (1986) mengemukakan kemampuan dan mengetahui pengalaman
bahwa komunikasi interpersonal merupakan karyawan.
suatu proses interaksi dan pembagian makna c. Sikap Mendukung ( Supportiveness)
yang terkandung dalam gagasan–gagasan Indikator operasional dijabarkan menjadi
dan perasaan (Alo Liliweri, 1994). penghargaan ide–ide atau pendapat
Komunikasi interpersonal merupakan proses karyawan (memberikan perhatian yang
pengiriman dan penerimaan pesan di antara sungguh–sungguh ketika berkomunikasi
dua orang atau di antara sekelompok kecil dengan karyawan).
orang, dengan berbagai efek dan umpan d. Sikap Positif
balik. (Sendjaya; 1994). Dapat disimpulkan Sikap Positif dalam indikator operasional
bahwa komunikasi interpersonal merupakan dijabarkan berupa bentuk perasaan senang
proses pengiriman pesan antara dua orang ketika berkomunikasi dengan karyawan
atau lebih, dengan efek dan feedback
langsung. Komunikasi interpersonal juga e. Kesetaraan (Equality)
merupakan suatu pertukaran, yaitu tindakan
menyampaikan dan menerima pesan secara Kesetaraan dalam indikator operasional
timbal balik. Makna, sesuatu yang dijabarkan menjadi kerja sama antara
dipertukarkan dalam proses tersebut. Makna pimpinan dan karyawan dalam
adalah kesamaan pemahaman di antara orang memecahkan persoalan–persoalan yang
– orang yang berkomunikasi terhadap pesan- terjadi dalam pekerjaan mereka. Pimpinan
pesan yang digunakan dalam proses bersedia meminta tanggapan atau saran
komunikasi. dari karyawan dan menyadari bahwa
Mengacu pada konsep De Vito (2004) mereka sama–sama berharga dan bernilai.
tentang Komunikasi Interpersonal yang Kelima operasional indikator tersebut
efektif dari sudut pandang humanistik. selanjutnya dijadikan kuesioner yang
Dalam pandangan ini untuk menghasilkan disusun dengan Format Skala Likert.
komunikasi yang efektif diperlukan adanya Dengan Format Skala Likert didapat
keterbukaan, sikap empati, sikap mendukung, responsi (jawaban) dari sample penelitian
sikap positif serta kesetaraan dari pihak– yang selanjutnya disusun menjadi
pihak yang berkomunikasi. Distribusi Jawaban Responden.
Efektivitas komunikasi interpersonal Motivasi menurut French dalam Irwan
dalam pandangan humanistik menurut De (1997) menyatakan bahwa motivasi sebagai
Vito, mengandung unsur–unsur sebagai hasrat atau keinginan seseorang
berikut: meningkatkan upaya untuk mencapai target
a. Keterbukaan atau hasil, motivasi juga dapat berarti
16
At-Tadbir: Jurnal Ilmiah Manajemen Vol. 2 No. 1 (2018) 12-23

rangsangan atau dorongan untuk didefinisikan sebagai suatu kondisi yang


membangkitkan semangat kerja kepada menggerakkan manusia kearah suatu tujuan
seseorang atau kelompok. tertentu. Motivasi sangat penting bagi suatu
Menurut Nawawi (1998) kata perusahaan karena dengan adanya motivasi
motivasi (motivation) kata dasarnya adalah diharapkan setiap orang mau bekerja keras
motive yang berarti dorongan sebab atau dan antusias untuk mencapai produktivitas
alasan seseorang melakukan sesuatu. kerja yang tinggi guna mempertahankan
Dengan demikian motivasi berarti suatu usaha.
kondisi yang mendorong atau menyebabkan Menurut Hasibuan (1996) pemberian
seseorang melakukan suatu motivasi kepada bawahan perlu dilakukan
perbuatan/kegiatan yang berlangsung secara karena :
sadar. a. Pimpinan membagi-bagikan pekerjaannya
Sedangkan Gitosudarmo (2000) kepada bawahan untuk dikerjakan dengan
mengartikan motivasi sebagai faktor-faktor baik.
yang ada di dalam diri seseorang yang b. Ada bawahan yang mampu mengerjakan
menggerakan perilakunya untuk memenuhi tetapi malas atau tidak bersemangat
tujuan tertentu. Adapun tahapan proses dalam mengerjakannya.
timbulnya motivasi tersebut adalah sebagai c. Untuk memelihara dan atau meningkatkan
berikut : kegairahan kerja bawahan dalam
Pertama, muncul kebutuhan yang belum menyelesaikan tugas-tugasnya.
terpenuhi menyebabkan adanya d. Untuk memberikan penghargaan dan
ketidakseimbangan dalam diri seseorang dan kepuasan kerja kepada karyawan.
berusaha untuk menguranginya dengan Dari beberapa pendapat tersebut
berperilaku tertentu. Kedua, seseorang itu dapat disimpulkan bahwa pada hakekatnya
kemudian mencari cara bagaimana motivasi merupakan suatu usaha untuk
memenuhi keinginannya tersebut. Ketiga, memenuhi kebutuhan seseorang baik berupa
seseorang itu mengarahkan perilakunya materi maupun non materi dengan maksud
kearah pencapaian tujuan atau prestasi untuk mencapai suatu tujuan. Motivasi
dengan cara yang dipilihnya dengan adalah kemauan untuk berbuat sesuatu,
didukung oleh kemampuan, keterampilan, sedangkan motif adalah kebutuhan,
maupun pengalamannya. Keempat, penilaian keinginan, dorongan atau impuls. Motivasi
prestasi dilakukan oleh dirinya sendiri atau seseorang tergantung kepada kekuatan
orang lain. Kelima, imbalan atau hukuman motifnya. Motif dengan kekuatan yang
yang diterima atau dirasakan tergantung sangat besar lah yang akan menentukan
kepada hasil evaluasi atas prestasi yang perilaku seseorang. Motif yang kuat ini
dilakukan. Keenam, akhirnya seseorang seringkali berkurang apabila telah mencapai
menilai sejauh mana perilaku dan imbalan kepuasan ataupun karena menemui
telah memuaskan kebutuhannya. kegagalan. Jadi kekuatan motif ini dapat
Menurut Gibson (1998), menyatakan berubah karena :
bahwa motivasi adalah kekuatan dalam diri a. Terpuasnya kebutuhan, apabila kebutuhan
seseorang yang mampu mendorongnya telah terpuaskan maka akan berkurang dan
melakukan sesuatu yang menimbulkan dan beralih kepada kebutuhan yang lain dan
mengarahkan perilaku. seterusnya.
Menurut Stanford (1969) dalam b. Karena adanya hambatan, maka orang
Mangkunegara (2000), Motivasi mencoba mengalihkan motifnya kearah
17
At-Tadbir: Jurnal Ilmiah Manajemen Vol. 2 No. 1 (2018) 12-23

yang lain. kinerja karyawan adalah variabel terikat


(variabel dependen), maka hubungan antara
Untuk mengetahui pengaruh
variabel - variabel bebas dan variabel terikat
komunikasi dan motivasi terhadap kinerja
dalam penelitia n ini digambarkan dalam
karyawan maka dibuatlah suatu kerangka
sebuah kerangka konseptual penelitian
pemikiran. Komunikasi dan motivasi variabel
sebagaimana terlihat pada gambar 1 berikut: .
bebas (variabel independen), sedangkan

Komunikasi
(X1)

Kinerja Karyawan
(Y)

Motivasi
(X2)

Gambar 1. Kerangka Konseptual Penelitian dan

Keterangan:
X = Variabel Bebas
Y = Variabel Terikat
Berdasarkan rumusan masalah dan kerangka berpikir, maka hipotesis yang dirumuskan adalah sebagai
berikut :
H1 = Komunikasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT. BESS Finance Banjarmasin
H2 = Motivasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT. BESS Finance Banjarmasin.
H3 = Komunikasi dan motivasi berpengaruh secara simultan terhadap kinerja karyawan PT. BESS Finance
Banjarmasin.

METODE PENELITIAN Dalam memperoleh data yang


berhubungan dengan penelitian isi kuesioner
Jenis Penelitian yang dibagikan kepada karyawan PT. BESS
Penelitian ini menggunakan jenis Finance Banjarmasin terdiri dari :
penelitian deskriptif analitis dengan a. Identitas responden, yaitu mengenai
pendekatan kuantitatif menggunakan studi nama, jenis kelamin, usia, pendidikan dan
satu tahap dimana data dikumpulkan bagian (jabatan pekerjaan).
sekaligus dalam satu tahap kegiatan. b. Pertanyaan mengenai tanggapan
Penelitian dilakukan di Banjarmasin pada responden terhadap variabel: Komunikasi
perusahaan PT. BESS Finance Banjarmasin. dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan.
Beralamat di Jalan Haryono MT No.31 A Analisis data yang dipergunakan dalam
Kelurahan Kertak Baru Ulu Kecamatan penelitian ini adalah regresi linier berganda.
Banjar Tengah Banjarmasin Kalimantan Dimana dalam penelitian ini terdapat tiga
Selatan. variabel independen yaitu Komunikasi, dan
Motivasi. Persamaan regresi tersebut adalah
18
At-Tadbir: Jurnal Ilmiah Manajemen Vol. 2 No. 1 (2018) 12-23

sebagai berikut (Sugiyono :2012) : a. Terdapat pengaruh yang signifikan dari


variabel Komunikasi terhadap kinerja
karyawan pada PT. BESS Finance
Ŷ = a + b1 X1 + b2 X2 +
Banjarmasin
Keterangan :
b3 X3 b. Terdapat pengaruh yang signifikan dari
Y : Kinerja Karyawan variabel Motivasi terhadap kinerja
a : Konstanta karyawan pada PT. BESS Finance
𝑏1 , 𝑏2 : Koefisien regresi
𝑋1 : Komunikasi Banjarmasin
𝑋2 : Motivasi Uji F dilakukan Untuk mengetahui
Untuk mengetahui besar pengaruh apakah Komunikasi (X1), Motivasi (X2)
dari variabel variabel secara jelas. Jika nilai F secara simultan berpengaruh terhadap
hitung < F-tabel atau nilai signifikansi F > Kinerja Karyawan (Y).
0,05, maka H0 diterima artinya tidak ada
pengaruh secara simultan variabel (X1,X2,X3) 𝐑𝟐 /𝐊
𝐅𝐡𝐢𝐭𝐮𝐧𝐠 =
terhadap variabel dependen (Y) (Sugiyono, (𝟏 − 𝐑𝟐 )/ (𝐧 − 𝐤 − 𝟏)
2012).
R2 = ( r )2 x 100 %
Keterangan :
𝑅2 : koefisien determinasi
Keterangan : 𝐾 : banyaknya variabel bebas
R2 = Koefesien Determinasi 𝑛 : jumlah data
r = Koefesien Korelasi
Jika nilai F hitung < F- tabel atau nilai
Untuk mengetahui apakah variabel signifikansi F > 0,05 maka H0 diterima
variabel independen berpengaruh signifikan artinya tidak ada pengaruh secara bersama-
terhadap variabel dependen maka dilakukan sama (simultan) variabel independen (X1,X2
pengujian dengan menggunakan uji t. dan X3) terhadap variabel dependen (Y)
Pengukuran derajat signifikan yang dipakai Jika nilai Fhitung < F- tabel atau nilai
adalah 0,05 (Sugiyono, 2012). signifikansi F < 0,05 maka H0 ditolak artinya
ada pengaruh secara bersama-sama
𝑿− 𝝁 (simultan) variabel independen (X1,X2 dan
𝒕 = 𝑺𝑫 X3) terhadap variabel dependen (Y)
{ }
√𝑵 (Sugiyono, 2012).

Keterangan : HASIL DAN PEMBAHASAN


t : Nilai Hitung Hasil Uji Kualitas data Variabel
Komitmen Organisasi (X) dan Kinerja
𝑋 : Rata –Rata Sampel
Karyawan (Y)
𝜇 : Nilai parameter
Teknik yang digunakan dalam
SD : Standar deviasi sampel
melakukan uji validitas adalah dengan
N : Jumlah Sampel
menggunakan koefesien syarat apabila
koefesien korelasi r hitung > 0,3 (Sugiyono,
Jika t hitung < t tabel : H0 ditolak
2008 : 124), Sehingga bila koefesien
secara signifikan
korelasi antar butir pernyataan untuk
Artinya :
sebuah variabel dengan skor total

19
At-Tadbir: Jurnal Ilmiah Manajemen Vol. 2 No. 1 (2018) 12-23

variabelnya lebih besar dari r tabel maka Analisis Regresi Linear


butir pernyataan tersebut dinyatakan Dari tabel 1 dibawah, maka persamaan
valid. Regresi yang terbentuk adalah sebagai
Berdasarkan hasil perhitungan yang berikut:
dilakukan untuk variabel komunikasi Y=2.45+0.595X1 + 9.920X2
menunjukkan hasil yang baik, karena syarat
syarat minimum yang harus dipenuhi agar Uji Simultan
kuesioner dikatakan valid adalah lebih besar Teknik uji F yang dipergunakan yaitu dengan
dari 0,30 dapat terpenuhi, sehingga dapat membandingkan antara F hitung dengan F
disimpulkan bahwa kuesioner diakatakan tabel, jika F hitung lebih besar dari F tabel
valid. maka keputusannya adalah Ho dan Ha
Berdasarkan hasil perhitungan yang diterima. Dengan tingkat keyakinan 95% dan
dilakukan untuk variabel motivasi derajat kebebasan (k-1) (n-k) maka tabel
menunjukkan hasil yang baik, karena syarat untuk F (0,05) (4) (97) = 2,3092.
syarat minimum yang harus dipenuhi agar Perbandingan antara F hitung dengan F tabel
kuesioner dikatakan valid adalah lebih besar dapat dilihat dalam tabel 2.
dari 0,30 dapat terpenuhi, sehingga dapat Uji t
disimpulkan bahwa kuesioner diakatakan Teknik uji T yang dilakukan yaitu dengan
valid. melihat nilai T signifikan pada hasil
Berdarkan hasil perhitungan yang pengolahan data melalui SPSS. Dalam
dilakukan untuk variabel kinerja karyawan penelitian ini α yang digunakan yaitu sebesar
menunjukkan hasil yang baik, karena syarat 5% (0,05). Keputusannya, jika nilai T
syarat minimum yang harus dipenuhi agar signifikan < terhadap α maka H0 akan
kuesioner dikatakan valid adalah lebih besar ditolak dan menerima Ha.
dari 0,30 dapat terpenuhi, sehingga dapat Berikut disajikan hasil perhitungan T
disimpulkan bahwa kuesioner diakatakan signifikan masing-masing variabel bebas
valid. (kinerja karyawan). Tabel 3 Hasil
Berdasarkan hasil perhitungan yang Rangkuman Nilai t Signifikan
dilakukan untuk variable komunikasi, Hasil pembuktian hipotesa pertama (H1)
motivasi dan l kinerja karyawan yaitu keputusannya menolak H0 dan
menunjukkan hasil yang baik, karena syarat menerima Ha yang artinya uji F terhadap
syarat minimum yang harus dipenuhi agar persamaan regresi yang diperoleh dari
kuesioner dikatakan reliabel adalah lebih penelitian ini menunjukan hasil bahwa,
besar dari 0,6 dapat terpenuhi, sehingga secara bersama-sama kedua variabel
dapat disimpulkan bahwa kuesioner komunikasi dan motivasi berpangaruh
diakatakan reliabel. terhadap kinerja.

Tabel 1 Hasil Koefisien Regresi Linier Berganda PT. BESS Finance Banjarmasin.
Variabel Unstandardized
Coefficients
B t Sig.
Constant 2.450
Komunikasi .595 6.342 .000
(X1)
Komunikasi 9.920 3.114 .003
(X1)

20
At-Tadbir: Jurnal Ilmiah Manajemen Vol. 2 No. 1 (2018) 12-23

Tabel 2 Hasil Uji Annova (F)


F Hitung F Tabel Sig.
23.349 2,3092 0,000

Tabel 3 Uji Parsial (Uji t)


Variabel Signifikan Ha diterima/ditiolak
T
Komunikasi .088 Diterima
(X1)
Motivasi (X2) .242 Diterima

Pengaruh Komunikasi terhadap Kinerja 1. Komunikasi memiliki pengaruh yang


karyawan Finance Banjarmasin signifikan terhadap kinerja karyawan
pada PT. BESS Finance Banjarmasin.
Komunikasi dihipotesiskan memiliki 2. Motivasi memiliki pengaruh yang
hubungan yang signifikan dengan kinerja signifikan terhadap kinerja karyawan
karyawan pada PT. BESS Finance pada PT. BESS Finance Banjarmasin.
3. Komunikasi, motivasi secara simultan
Banjarmasin. Untuk membuktikan hipotesis
atau bersama-sama dihipotesiskan
tersebut maka dilakukan pengujian dengan
memiliki pengaruh yang signifikan
hipotesis statistik dapat dilihat pada tabel 2
terhadap kinerja karyawan pada PT.
diatas.
BESS Finance Banjarmasin.
Motivasi Berpengaruh Signifikan
Terhadap Kinerja Karyawan PT. BESS DAFTAR PUSTAKA
Finance Banjarmasin As’ad, Moh. (2008), Kepemimpinan
Efektivitas Dalam Perusahaan.
Berdasarkan tabel 11 menunjukkan bahwa Yogyakarta,Liberty.
nilai t hitung variabel motivasi sebesar 3,114 Andree Wijaya Suhaji (2012), Pengaruh
dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 dan Kemampuan dan Motivasi terhadap
nilai t tabel t0,05:62 = 1,99, karena 3,114 > Kinerja Karyawan. Sekolah Tinggi Ilmu
1,99 dan nilai sig 0,000 < 0,05, maka Ho Ekonomi Widya Manggala.
ditolak sehingga dapat disimpulkan motivasi Journal.Widyamanggala.ac.id Vol.1
berpengaruh signifikan terhadap kinerja no.1 (2012).
karyawan. Arikunto, S 2002, Prosedur Penelitian suatu
Uji Serempak Komunikasi dan Motivasi Pendekatan Praktik, Jakarta, Rineka
Karyawan Cipta.
Barcal, Robert (2001). Performance
Kesimpulan Management. Alih Bahasa Surya Darma
dan Yanua Irawan. Jakarta : PT. SUN
Berdasarkan analisis dan pembahasan
Davis, Keith and John. W. Newstrom (1997)
yang telah dilakukan pada bab sebelumnya,
Eni Herlina (2012). Pengaruh Kemampuan
maka dapat ditarik kesimpulan sebagai
Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja
berikut:
Karyawan (Studi Kasus CV. Mitra Setia
Jaya di Sidoarjo). Skripsi, Yayasan

21
At-Tadbir: Jurnal Ilmiah Manajemen Vol. 2 No. 1 (2018) 12-23

Kesejahteraan Pendidikan Dan Sebagai Variabel Intervening (Studi


Perumahan Universitas Pembangunan Empiris Pada Perusahaan BUMN Di
Nasional“Veteran ” Jawa Timur Provinsi Sumatera Barat). Tesis,
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Magister Akuntansi
Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis Program Pascasarjana Universitas
Surabaya. Diponegoro.
Erlin Setiyoningsih, (2011). Pengaruh Luhgiatno (2006), Pengaruh Motivasi dan
motivasi, kemampuan dan kinerja Kemapuan Terhadap Kinerja di PT.
karyawan terhadap kepuasan kerja Gelora Fajar Farma.STIE Pelita
dengan kompensasi sebagai variabel Nusantara Semarang. Journal.vol.1 no.1
moderator (studi pada Poultry Shop UD juni 2006.
Jatinom Indah, Kanigoro, Blitar) Tesis, Liliweri, Alo, 2007, Dasar-Dasar
Program Magister Ilmu Manajemen Komunikasi Kesehatan. Jakarta: Pustaka
Pascasarjana Fakultas Ekonomi Pelajar.
Universitas Brawijaya Malang Mangkunegara, AA. Anwar Prabu, (2005).
Gibson, Invancevich, and Dolrelly (2005), Evaluasi Kinerja Sumber Daya
Organisasi. Alih Bahasa Nunuk Adiarni, Manusia. Cetakan I Bandung : PT.
Edisi Kedelapan. Jakarta: Bina Rupa Refika Adiatama.
Aksara. M. Kuncoro (2003). Metode Riset Untuk
Gomes, Faustino Cardoso. (2000). Bisnis dan Ekonomi. Jakarta : Erlangga.
Manajemen Sumber Daya Manusia. Prawirosentono S., 2000. “Kebijakan Kinerja
Yogyakarta : Andi Offset Karyawan”. Yogyakarta. BPFE.
Ghozali, Imam H (2007). Aplikasi Analisis Rao, T.V. 1996. Penilaian Prestasi Kerja :
Multivariate dengan Program SPSS. Teori dan Praktek. Cetakan
Cetakan keempat. Semarang : Badan Ketiga. Penerjemah Ny. L. Mulyana. PT
Penerbit Universitas Diponegoro. Binaman Pressindo. Jakarta
Herlin Susilaningtyas (2011). Pengaruh Ruky. A., 2001, Sistem Manajemen Kinerja,
Motivasi, Kemampuan dan Kompensasi Jakarta Gramedia.
Terhadap Kinerja Dinas Kehutanan Robbins, Stephen, P. (2001), Perilaku
Jawa Timur di Surabaya. Tesis Organisasi: Konsep, Kontroversi dan
Khairul Akhir Lubis (2008). Pengaruh Aplikasi. Terjemahan Malida & Dewi
Pelatihan dan Motivasi Kerja Terhadap Sartika. Jakarta: PT. Prenhalindo
Kinerja Karyawan PT. Perkebunan Utama.
Nusantara IV (Persero) Medan. Tesis Ronald Listio, (2010). Pengaruh Kompetensi
Sekolah Pascasarjana Universitas dan MotivasiTerhadap Kinerja
Sumatera Utara Medan. Karyawan PT. Allianz Life Indonesia
Irawan, Prasetya (2006), Metode Penelitian Wilayah Jawa Barat. Tesis, Program
Kualitatif dan Kuantitatif Ilmu – Ilmu Pascasarjana Universitas Komputer
Sosial, Jakarta Indonesia Bandung
Lili Wahyuni (2009). Pengaruh Komunikasi Rivai, Vethzal 2005. Manajemen Sumber
Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Daya Manusia Untuk Perusahaan Dari
Bagian Akuntansi Dengan Komitmen Teori ke Praktik. Jakarta : PT. Raja
Organisasi Dan Tekanan Pekerjaan Grafindo Persada.

22
At-Tadbir: Jurnal Ilmiah Manajemen Vol. 2 No. 1 (2018) 12-23

Sudarmanto, R. Gunawan. (2005), Analisis Zainun, B. 1994. Manajemen dan Motivasi.


Regresi Linier Ganda Dengan SPSS Cetakan Keenam. Balai Aksara. Jakarta.
Edisi Pertama. Cetakan Pertama. Zikmund. William G (2000). Business
Yogyakarta : Graha Ilmu. Research Methods. 6th ed USA : The
Sugiyono, 2012. Metode Penelitian Dryden Press.
Administrasi, Cetakan ke-20, Akfabeta
Bandung.
Siagian, Sondang P. (1998). Pengembangan
Sumber Daya Manusia. Jakarta : PT.
Gunung Agung
Sekaran, Uma (2000). Research Methods for
Business. 3rd ed. New York : John
Wiley & Sons.
Sekaran, U (2006). Metodologi Penelitian
Untuk Bisnis. Edisi Kedua. Jakarta :
Salemba Empat.
Sangkala. (2006). Intellectual Capital
Management. Strategi Baru
Membangun Daya Saing Perusahaan.
Yapensi, Jakarta.
Simamora, Bilson (2004). Riset Pemasaran.
Falsafah, Teori dan Aplikasi. Jakarta
PT. Gramedia Pustaka Utama.
Titan Erwinia Gayatri, (2011). Analisis
Motivasi, Kemampuan Kerja dan
Kinerja Pegawai Pusat Pengelolaan
Komplek Gelora Bung Karno. Tesis
Fakultas Ekonomi Program Magister
Perencanaan dan Kebijakan Publik
Jakarta.
Umar H, 2002, Metode Riset Bisnis, Jakarta:
PT.Gramedia Pustaka Utama
Vroom, V. H. 1964. Work and Motivation.
New York : Wiley and Sons
Wahyuni, Sri, (2007), Pengaruh Gaya
Kepemimpinan, Motivasi Kerja,
Kemampuan Kerja Dan Promosi
Jabatan Terhadap Produktivitas Kerja
Pegawai Pada Badan Pengelola
Keuangan Daerah Kabupaten Sragen.
Wood, et al (2001). Organizational Behavior
A Global Perspective. John Wiley &
Sons Australia ltd.

23