Anda di halaman 1dari 8

Contoh RPL Konseling Individu K13 Terbaru

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN


KONSELING PERORANGAN

A.   Topik Permasalahan                 : Sering Tidak masuk sekolah tanpa Keterangan


B.    Bidang Bimbingan                      : Bimbingan Pribadi
C.    Jenis Layanan                              : Konseling Individu
D.   Fungsi Layanan                           : Pengentasan dan Pengembangan
E.    Tujuan Layanan                          : Siswa dapat rajin  masuk sekolah dan mentaati tata tertib
F.    Tugas Perkembangan              :  Mengenal sistem etika dan nilai-nilai sebagai pedoman hidup
sebagai pribadi, anggota masyarakat dan minat manusia.
G.   Rumusan Kompetensi             : Siswa dapat rajin masuk sekolah
H.   Metode                                         : Behavior (Perilaku)
I.      Sasaran Layanan                        :  DS (VIII.7)
J.       Uraian Kegiatan                        :

TAHAP KEGIATAN Waktu

Pembukaaa.       Guru Pembimbing mengucapkan salam pembuka 5 Menit


n b.      Attending
c.       Empati
Guru pembimbing mengungkapkan ekspresi empati
secara verbal dan nonverbal

Inti a.       Keterampilan bertanya guru pembimbing


menggunakan pertanyaan tertutup dan terbuka untuk
bertanya kepada klien.
b.      Konfrontasi
Guru pembimbing mengkonfrontasi secara tepat
c.       Merangkum , Meringkas
Guru pembimbing menyampaikan rangkuman
wawancara.
Penutup a.       Perilaku Geniune
        Klien mampu mengeksplorasi masalah

        klien mmapu  memahami masalah

        klien mampu menemukan masalah yang dihadapi

        klien mampu menetapkan dan menilai alternatif

terbaik atas pemecajan masalahnya.


        Klien mampu memegang teguuh alternatif pemecahan

masalahnya.
b.      Guru pembimbing mengucapkan  salam penutup.
K.    Tempat Layanan                        : Ruang BK
L.     Semester                                      : Semester Ganjil
M. Hari/tanggal/jam                       : Rabu/ 21 September 2016/ 08.30
N.   Pelaksana                                     : Praktikan
O.   Pihak yang berperan                                : Guru  Pembimbing
P.    Alat-alat perlengkapan            : Buku Absensi
Q.   Rencana Penilaian                     : Home Visit

Guru pamong                                                                                    Metro, 20 september 2016


                                                                                                                            Mahasiswa PPL
BK

Febrika Antrisia, S.Pd                                                                                    Arif Kurniawan


NIP.19750211200903 2 002                                                                         Npm. 13130046

Mengetahui,
Kepala Sekolah

Hj. Suroso,S.Pd. M.Si


NIP. 196505091987031005
LAPORAN KONSELING
INDIVIDU / PERORANGAN.

A.      Deskripsi Karakteristik Konseli


1.       Identitas Konseli
Nama                            : Desnalita
Umur                            : 13 Tahun
Alamat                          : Tulung Agung, kecamatan pekalongan
Jenis Kelamin             : Perempuan
Anak ke-                      : Pertama dari 1 bersaudara
2.       Kondisi Keluarga
Keadaan ekonomi atau keluarga billa dapat dikatakan menengah keatas,  dengan pekerjaan
seorang ayahnya sebagai wiraswasta dengan penghasilan Rp. 1.000.000,00/ bulan.
3.       Kondisi konseli
Sikap konseli disekolah baik, namun kondisi jasmani rohani kurang baik, sering sakit, dan
badannya terasa lemas. jadi membuat siswa menjadi tidak masuk sekolah.
4.       Isu/ masalah/ kepedulian yang diekspresikan oleh konseli sebagai pribadi.
Untuk masalah ini sudah lama klien sering tidak masuk sekolah tanpa keterangan, namun salah
satu dari temannya melihat klien hanya dirumah saja, setiap ditanya klien menjawab karena sakit
jadi dia tidak masuk sekolah.
5.       Permasalahan yang dialami konseli yaitu banyak alfa dan sudah banyak poin, tidak masuk
sekolah tanpa keterangan, konseling di panggil oleh guru BK ke ruang BK.

B.      Rasionalisasi
Karena masalah yang dialami konseli mengenai masalah percintaan saya menggunakan
pendekatan konseling analisis transaksional yakni memperkokoh peran dan fungsi ego state adult
( dewasa ) atau berfikir dewasa secara optimal guna menyelesaikan masalah yang dihadapi.
Berdasarkan  hasil wawancara antara konselor dengan klien maka konselor dapat menganalisis
permasalahan yang dialami oleh klien adalah hubungan pribadi denga teman dekatnya (pacaran)
yang mengganggu konsentrasi belajar. Yang menjadi fokus perhatian konselor adalah membantu
konseli menyelesaikan masalahnya sehingga tidak mengganggu konsentrasi belajarnya. Untuk
awal proses konseling saya menggunakan teknik ajakan bicara jadi saya berusaha mengungkap
semua penyebab masalah konseli sehingga didapakan data yang akurat, kemudian saya
memberikan pertanyaan terbuka guna memancing konseli bercerita. Untuk selanjutnya setelah
konseli bercerita saya menggunakan teknik pemberian informasi guna memberikan motivasi
serta arahan terhadap konseli sehingga konseli dapat berfikir serta mengambil keputusan untuk
menyelesaikan masalah yang dihadapi.
Dilihat dari ekspresi konseli setelah proses konseling merasa lega dan tersenyum, dan
konseli mengungkapkan bahwa dia sudah lega serta sudah tahu harus bagaimana dan berbuat apa
sehingga masalahnya terselesaikan.

C.      Proses Konseling.
1.       Waku Pelaksanaan Layanan
Hari                        : Rabu
Tanggal                 : 21 September 2016 ( Sesi 1 )
Jam                        : 08.30– 09.10 WIB
Tempat                                : Ruang BK.

Dalam sesi pertama konselor menggunakan teknik ajakan bicara jadi saya berusaha mengungkap
semua penyebab masalah konseli sehingga didapatkan data yang akurat,  kemudian saya
memberikan pertanyaan terbuka guna memancing konseli bercerita mungkin ada masalah lain
yang membuat konseli sering tidak masuk sekolah  tanpa keterangan.  Setelah pertemuan
pertama konselor dan konseli membuat kesepakatan untuk melajutkan proses konseling.

Hari                        : Jum’at


Tanggal                 : 23 September 2016
Jam                        : 09.10 – 10.30 WIB
Tempat                : Ruang BK.

Dalam pertemuan kedua ini saya menggunakan pendekatan analisis transaksional dengan teknik
pemberian informasi guna membentuk kedewasaan konseli sehingga dapat mengambil keputusan
guna menyelesaikan masalahnya.
Kemudian konselor memberikan informasi serta arahan kepada konseli agar konseli mengerti
bahwa tidak seharusnya masalah seperti ini sampai merugikan dia bukan hanya dia namun juga
orang tua. Dengan begitu konseli dapat berfikir dan dapat mengambil keputusan guna
menyelesaikan masalahnya secara mandiri.

D.      TINDAK LANJUT
Untuk mengetahui perkembangan layanan yang diberikan kepada konseli diperlukannya
tindak lanjut, untuk mengetahui perkembangan masalah klien dan menetapkan tindak lanjut yang
akan diberikan apakah konseling akan dihentikan, dilanjutkan dengan layanan konseling yang
lain yaitu kunjungan rumah.

E.       Evaluasi Diri
Dalam pelaksanaaan konseling kali ini konselor masih banyak kekurangan dalam
mengaplikasikan pendekatan dengan teknik yang akan digunakan untuk membantu konseli. Dan
kekurangan dari konselor adalah kurang cepat dalam menganalisis fokus perhatian atau sasaran
konselor dalam membantu konseli tersebut.

LAPORAN KONSELING INDIVIDU SESI 2

C.      Proses Konseling
Hari                                : Jum’at
Tanggal                         : 23 September 2016
Jam                                                : 09.10 – 10.30 WIB
Tempat                        : Ruang BK.

Dalam pertemuan kedua ini saya menggunakan pendekatan analisis transaksional dengan
teknik pemberian informasi guna membentuk kedewasaan konseli sehingga dapat mengambil
keputusan guna menyelesaikan masalahnya.
Kemudian konselor memberikan informasi serta arahan kepada konseli agar konseli mengerti
bahwa tidak seharusnya masalah seperti ini sampai merugikan dia bukan hanya dia namun juga
orang tua. Dengan begitu konseli dapat berfikir dan dapat mengambil keputusan guna
menyelesaikan masalahnya secara mandiri.

D.      TINDAK LANJUT
Untuk mengetahui perkembangan layanan yang diberikan kepada konseli diperlukannya
tindak lanjut, untuk mengetahui perkembangan masalah klien dan menetapkan tindak lanjut yang
akan diberikan apakah konseling akan dihentikan, dilanjutkan dengan layanan konseling yang
lain
E.       Evaluasi Diri
Dalam pelaksanaaan konseling kali ini konselor masih banyak kekurangan dalam
mengaplikasikan pendekatan dengan teknik yang akan digunakan untuk membantu konseli. Dan
kekurangan dari konselor adalah kurang cepat dalam menganalisis fokus perhatian atau sasaran
konselor dalam membantu konseli tersebut.

Dialog !

Konselor              : apa kabar nak


Konseli                 : alhamdulillah baik bu,
Konselor              : iya sebelumnya ibu ucapkan terima kasih desna sudah mau dateng ke ruangan
BK untuk menemui ibu
Konseli                                 : iya buk,
Konselor              : baik, sebelumnya sudah pernah mengikuti kegiatan konseling?
Konseli                                 : belum buk,
Konselor              : baik kalau begitu ibu jelaskan terlebih dahulu ya pa itu konseling dan apa saja asas yang
harus diperhatikan.
Konseli                                 : iya buk.
Konselor              : jadi konseling itu merupakan proses bantuan yang diberikan oleh guru bk kepada peserta
didik atau biasa disebut konseli guna menyelesaikan masalah yang dihadapi. Nah, adapun asas
yang harus diperhatikan yakni asas kerahasiaan asas ini asas yang dipegang teguh oleh guru bk
jadi apapun yang bila ceritakan ke ibu akan terjaga kerahasiaannya, lalu asas ketrbukaan disini
bila harus menceritakan masalah bila yang sebenarnya, dan yang ketiga asas kesukarelaan jadi
dalam melakukan proses konseling tidaka ada paksaan dari pihak manapun, seperti bila hari ini
datang tanpa paksaan kan?
Konseli                                 : iya buk,
Konselor              : paham bila dengan apa yang sudah ibu jelaskan mengenai konseling?
Konseli                                 : paham bukan
Konselor              : sudah siap untuk mengungkapkan masalah bila?
Konseli                 : sudah buk, jadi begini bu, setiap hari badan saya terasa lemas bu, saya sakit, saya dulu
pernah melakukan oprasi dikaki bu, dan kaki saja buat jalan sakit bu, maka dari itu saya tidak
berangkat sekolah bu.
Konselor              : oh iya, jadi desnalita kondisinya tidak sehat ya, iya desna dirumah tinggal dengan siapa? .
Konseli                 : dengan Nenek bu
Konselor              : Oarng Tuanya desna kemana, kok hanya dengan nenek?
Konseli                                 : Ibu dan Bapak kerja bu, kerja nya tidak bareng bu, ibu desna kerja dilua     negeri
begitupun dengan ayah saya.
Konselor              : kamu  tidak kangen dengan Ibu dan Ayahmu?
Konseli                 : Tidak bu,
Konselor              : Iya jai desnalita dirumah tinggal bersama kakek dan nenek ya, dan desnalita kalou pergi ke
dokter yang nganter siapa?
Konseli                                 : Nenek Bu.
Konselor              : oh ya sudah jadi begini alfa desnalita sudah banyak ya, besok hari rabu temuin  ibu devi di
ruang BK ya, desnalita bersedia?
Konseli                                 : Iya desnalita bersedia bu, kira kira jam berapa bu?
Konselor              : Pagi nak,
Konseli                                 : yasudah iya ibu,.
Konselor              : terima kasih desna, sampai ketemu besok ya ,,,

Konseli                                 :   
Konselor              :  sifat kekang maksudnya ?
Konseli                                 : saya melarang dia keluar malam, ngerokok dan nongkrong nggak
jelas
buk, itu yang ngebuat dia bosen tapi kalau bosen kenapa saya putusin
nggak mau.
Konselor              : baik, kamu sudah tahu alasan kenapa dia berubah. Ibu mau tanya
menurut kamu kekangan kamu itu salah atau benar untuk usia remaja
kayak kamu?
Konseli                                 : menurut saya benar buk, karena saya mau yang terbaik untuk dia
dan
masa depannya.
Konselor              : nah, kamu tahu apa yang membuat dia nyaman dengan pacar
barunya?
Konselor              : nggak buk, sudah dicoba dicaari tahu?
Konseli                                 : belum buk,
Konselor              : kenapa?
Konseli                                 : saya bingung buk, saya kan nggak ada yang deket sama teman-  
temannya.
Konselor              : satu pun nggak ada?
Konseli                                 : ya yang deket rumah itu,
Konselor              : begini bil, setiap perubahan itu ada sebabnya coba billa cari tahu dulu
apa penyebabnya pacar billa berubah dan lebih nyaman sama dia
ketimbang billa. 
Konseli                                 : iya buk, saya akan cari tahu apa sebabnya.
Keesokan harinya......
Konseli                                 : Assalamualikum buk wuri
Konseor               : walaikumsalam bil, silahkan masuk.
Konseli                                 : iya buk, buk saya sudah tahu apa penyebabnya.
Konselor              : baik, kyaknya udah nggak sabar , apa penyebabnya?
Konseli                                 : ternyata yang ngebiayayain dia kayak gitu pacar barunya pantes
ajaa
dia betah sama yang baru karena dia bisa dapetin apa yang dia mau.
Konselor              : nah, sekarang kamu sudah tahu alasan, masih ingin mempertahankan
dia, ?
Konseli                                 : bingung buk,
Konselor              : baik, masih bingung ya,,, cinta memang anugerah. Kita harus mempertahankan apa yang kita
miliki, tapi buat pa kita mempertahankan laki – laki yang laki – laki itu sendiri tidak
mempertahankan kita sebagai orang yang di sayangi. Perjalanan kamu masih panjang, sekarang
masih umur 13 tahun kamu masih bisa dapetin yang lebih baik. kalau kamu masih saja
memikirkan hal ini konsentrasi belajar kamu terganggu siapa yang kecewa ?
Konseli                                 : saya buk
Konselor              : siapa yang kamu kecewakan kalau nilai kamu rendah ?
Konseli                                 : ibu saya buk,
Konselor              : nah, itu kamu tahu, jadi apa yang akan kamu lakukan?
Konseli                 : saya akan mencoba menjauh buk, karena saya juga nggak mau kena imbas dari perubahan
dia itu. Saya akan lebih rajin belajar jadi nggak tertinggal pelajaran buk.
Konselor              : benar?
Konseli                 : iya buk, baik jika itu  keputusan kamu. Tapi ibu sarankan lebih baik memang menjauh
karena setiap perbuatan ada resikonya apalagi perilaku pacar kamu sudah melebihi batas
nakalnya remaja.
Konseli                 : iya buk, makasih ya buk, atas bantuan ibu saya lebih bisa tahu dan mengerti harus
bagaimana.
Konselor              : iya bil sama – sama. Jam masuk pelajaran sudah ganti kembali kekelas lanjut belajar lagi.
Konseli                                 : iya buk. Asalmualaikum
Konselor              : walaikumsalam.

Anda mungkin juga menyukai