Anda di halaman 1dari 3

Epidemiologi Flu Burung (Avian Influenza)

Workshop Pelatihan di Indonesia


Catatan Workshop

Disain Sistem Survey & Surveilens


Survey

Survey adalah studi potong-lintang yang melibatkan penentuan prevalensi penyakit,


penggunaan faktor pengelolaan khusus, pengetahuan dan perilaku pemilik, dan asosiasi
antara faktor pengelolaan dan munculnya penyakit. Semua ini didapat dengan
menanyakan pemilik unggas tentang unggas peliharaan mereka, angket, dan/atau
pengujian hewan di laboratorium.

Pertimbangan-pertimbangan tentang Disain Survey


1. Tujuan(-tujuan)nya ditentukan dengan jelas
2. Jenis Data
 Data prevalensi penyakit dikumpulkan.
 Data dikotomi terkait faktor pengelolaan dikumpulkan. Data-data ini berguna
untuk mengevaluasi hubungan antara faktor-faktor yang tetap (fixed) dan hasil
penyakit.
3. Populasi yang dijadikan acuan dan unit perhatian (kelompok, unggas atau keduanya)
4. Pemilihan sampel dan besar sampel
 Sering kali pengambilan sampel cluster dua-tahap (two-stage cluster sampling)
digunakan untuk mengambil sampel. Dalam jenis pengambilan sampel ini,
pertama-tama dilakukan pemilihan kelompok unggas secara acak, baru
kemudian unggas yang menjadi anggota kelompok tersebut. Dalam tahap
pertama, dipilih sampel acak kelompok. Di tahap kedua, dipilih sampel unggas
dalam suatu kelompok. Sampel yang disebut terakhir ini mungkin sampel acak
atau difokuskan pada unggas “berisiko tinggi”.
5. Pengamatan dan pengukuran yang relevan
 Akankah pengamatan dan pengukuran dikumpulkan lewat kunjungan ke
peternakan, wawancara telepon atau angket pos?
 Seberapa sensitif dan spesifik pengujian-pengujian (tes) yang akan dilakukan?
 Jika akan menggunakan angket, apakah seluruh rekomendasi disainnya telah
diikuti? Apakah angket tersebut telah diuji sebelumnya (pre-test)? Apakah
seluruh rekomendasi pelaksanaan telah diikuti?
6. Pengelolaan data
 Bagaimana data akan diinput, di-crosscheck, divalidasi dan kesalahan
diminimalisir?
7. Analisa Statistik
 Dapatkan estimasi prevalensi (tingkat kelompok dan unggas)
 Hitung odds ratios untuk studi faktor risiko
8. Aspek keorganisasian
 Aspek logistik termasuk ketersediaan personil
 Pelatihan untuk personil
 Pengumpulan dan penanganan sampel
 Pertimbangan waktu dan anggaran
Halaman 1 dari 3
Disain Sistem Survey & Surveilens

Sistem surveilens

Sistem surveilens tidak sama dengan survey dan didefinisikan sebagai berikut: sistem
surveilens adalah suatu sistem yang terus menerus dilakukan dalam pengumpulan,
analisa dan interpretasi data tentang frekwensi dan distribusi penyakit dalam suatu
populasi dengan tujuan untuk menginisiasi langkah-langkah pengendalian atau
tindakan investigatif lebih lanjut. Data surveilens digunakan baik untuk menentukan
kebutuhan akan langkah-langkah kesehatan masyarakat dan untuk mengkaji efektifitas
program pengendalian. Surveilens berbeda dari monitoring karena monitoring tidak
mencakup penerapan langkah pengendalian penyakit apa pun. Untuk monitoring
penyakit, nama dan alamat pemilik unggas dapat dirahasiakan untuk tidak menghambat
langkah tersebut.

Surveilens aktif atau pasif

Surveilens sering kali dianggap aktif atau pasif sesuai dengan tujuan pengumpulan data.
Surveilens aktif diterapkan dalam sistem di mana anggota staf proyek mengunjungi
peternakan atau lokasi yang sesuai untuk mengidentifikasi kasus-kasus penyakit baru
atau kasus-kasus kematian akibat penyakit tertentu. Surveilens aktif dapat diartikan
sebagai pencarian kasus secara aktif. Surveilens pasif diterapkan dalam sistem di mana
penggunaan data tentang penyakit yang dilaporkan atau pelaporan merupakan mandat
sistem.

Pertimbangan-pertimbangan dalam disain sistem surveilens

Banyak pertimbangan-pertimbangan disain di sini serupa dengan yang digunakan untuk


disain survey. Meskipun sistem surveilens berbeda-beda metodologinya, cakupannya,
dan tujuannya, isu-isu di bawah ini merupakan komponen penting dalam sebagian besar
program surveilens kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat.
1. Tujuan system yang ditentukan dengan jelas
2. Definisi kasus untuk masalah kesehatan atau penyakit yang menjadi obyek
surveilens
3. “Populasi” studi yang sudah ditentukan (yaitu, populasi yang menjadi obyek
surveilens)
4. Tindakan-tindakan yang detil yang akan diambil akibat informasi yang didapat lewat
sistem surveilens
5. Sumber daya (ongkos langsung) yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem ini
6. Prosedur yang detil terkait dengan
 Informasi apa yang dikumpulkan?
 Siapa yang memberikan informasi tersebut?
 Bagaiman data disimpan?
 Metode analisa data seperti apa yang digunakan? Seberapa sering data
dirangkum dan dianalisa?
 Seberapa sering laporan dibuat? Kepada siapa dan bagaimana laporan
didistribusikan?
7. Kriteria pengawasan kualitas dipenuhi lewat disain yang tepat. Atribut-atribut ini,
yang menjadi landasan untuk evaluasi suatu sistem surveilens, meliputi:
 kegunaannya
 kesederhanaan struktur dan operasi
 fleksibilitas atau kemampuan beradaptasi terhadap kebutuhan yang berubah-
ubah
 penerimaan dari pihak yang terlibat
Halaman 2 dari 3
Disain Sistem Survey & Surveilens

 sensitifitas yang sesuai (probabilitas mendeteksi hewan yang benar-benar


terinfeksi)
 nilai prediktif positif yang sesuai (proporsi hasil tes positif yang memastikan
adanya kasus penyakit)
 waktu antara pendeteksian kasus dan pemberitahuan dari pejabat terkait
 mewakili distribusi geografi dari populasi berisiko
 stabilitas sistem
 kepraktisan (realistis dan tepat sesuai dengan sumber daya dan infrastruktur
veteriner)

Dukungan perundang-undangan terhadap sistem surveilens merupakan persyaratan


penerapan dan penegakan system tersebut.

Halaman 3 dari 3